wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Pemanasan MHL

Total questions: 29

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.
Prinsip etika 3R yang berfokus pada penggantian penggunaan hewan hidup dengan metode in vitro atau model komputer adalah:
a)
Reduction
b)
Refinement
c)
Replacement
d)
Replication
2.
Tindakan yang paling tepat mewujudkan prinsip Refinement (Penyempurnaan) dalam etika 3R adalah:
a)
Menggunakan desain statistik yang kuat untuk mengurangi jumlah hewan.
b)
Mengganti hewan hidup dengan model sel in vitro.
c)
Memberikan pengayaan lingkungan (environmental enrichment) dan analgesik.
d)
Menggunakan strain inbred yang seragam secara genetik.
3.
Prinsip etika pemeliharaan hewan 5F yang terkait dengan kebutuhan untuk mengekspresikan perilaku alami (seperti membuat sarang) adalah:
a)
Freedom from Fear and Distress
b)
Freedom from Hunger and Thirst
c)
Freedom to Express Normal Behaviour
d)
Freedom from Discomfort
4.
Sistem pengandangan Microisolator bertujuan utama untuk:
a)
Mengurangi biaya operasional fasilitas.
b)
Mencegah transmisi patogen dan mempertahankan status kesehatan hewan SPF.
c)
Memudahkan petugas saat melakukan handling rutin.
d)
Memberikan lebih banyak ruang untuk perilaku alami.
5.
Pertukaran udara (Air Changes per Hour/ACH) yang disarankan untuk ruang hewan laboratorium (animal room) adalah minimal:
a)
2-4 ACH
b)
6-8 ACH
c)
10-15 ACH
d)
20-25 ACH
6.
Fasilitas yang memiliki area bersih dan kotor yang terpisah secara fisik dengan aliran udara yang terkontrol secara ketat disebut fasilitas:
a)
Konvensional
b)
Satelit
c)
Clean/Dirty Facility
d)
Outdoor Facility
7.
Akumulasi gas di lingkungan mikro kandang yang paling toksik bagi rodensia dan dapat menyebabkan iritasi saluran pernapasan adalah:
a)
Karbon Dioksida (CO2​)
b)
Metana (CH4​)
c)
Amonia (NH3​)
d)
Oksigen (O2​)
8.
Tikus laboratorium (Rattus norvegicus) yang dikembangbiakkan melalui perkawinan acak (random mating) dan memiliki keragaman genetik tinggi diklasifikasikan sebagai:
a)
Outbred Stock (Galur Outbred)
b)
Inbred Strain (Galur Inbred)
c)
Knock-out Line
d)
Transgenic Line
9.
Kelinci memiliki karakteristik fisiologis pernapasan yang unik, yaitu sebagai:
a)
Ventilator kulit (Skin breathers)
b)
Facultative nose breathers
c)
Obligate nose breathers
d)
Obligate mouth breathers
10.
Kondisi khusus pada kelinci yang menyebabkan obat Atropin menjadi tidak efektif pada beberapa individu adalah:
a)
Rendahnya produksi insulin.
b)
Adanya enzim Atropinesterase dalam serum.
c)
Produksi feses lunak (cecotrophs).
d)
Ukuran sekum yang sangat besar.
11.
Teknik handling mencit yang paling disarankan oleh NC3Rs karena mengurangi kecemasan dan stres pada hewan adalah:
a)
Mengangkat dengan memegang pangkal ekor dengan kuat.
b)
Teknik scruff restraint.
c)
Menggunakan teknik cupping atau tunnel use.
d)
Menggunakan sarung tangan tebal dan langsung memegang tubuh.
12.
Rute pemberian zat yang memiliki batas volume single bolus paling kecil pada mencit (≤0.1−0.2 mL) dan sering digunakan pada ekor adalah:
a)
Subkutan (SC)
b)
Intramuskular (IM)
c)
Oral Gavage (PO)
d)
Intravena (IV)
13.
Dalam teknik Oral Gavage (PO) pada rodensia, hal yang paling penting untuk diperhatikan saat memasukkan jarum gavage adalah:
a)
Menggunakan volume maksimal yang diizinkan.
b)
Menahan bagian tengah ekor hewan.
c)
Memastikan jarum masuk ke esofagus, bukan trakea.
d)
Melakukannya tanpa anestesi.
14.
Rute pengambilan sampel darah vena yang paling ideal untuk koleksi berulang dengan volume kecil pada kelinci adalah:
a)
Vena Jugularis
b)
Sinus Retroorbital
c)
Vena Marginal Telinga (Marginal Ear Vein)
d)
Vena Ekor
15.
Tugas utama dari Komisi Etik Hewan (IACUC) dalam program perawatan hewan adalah:
a)
Melakukan sanitasi kandang setiap hari.
b)
Meninjau dan menyetujui protokol penelitian yang melibatkan hewan.
c)
Memberikan vaksinasi rutin kepada semua hewan.
d)
Menentukan strain genetik yang akan digunakan.
16.
Lembaga akreditasi internasional nirlaba yang mempromosikan perlakuan manusiawi terhadap hewan dalam sains melalui program akreditasi sukarela adalah:
a)
BPOM
b)
OECD
c)
AAALAC International
d)
LIPI
17.
Terkait Perawatan Veteriner Klinis, fasilitas hewan laboratorium yang baik wajib memastikan ketersediaan perawatan darurat:
a)
Hanya selama jam kerja rutin (8 pagi - 5 sore).
b)
Dapat dialihkan ke dokter hewan umum terdekat.
c)
Setiap saat, termasuk setelah jam kerja, akhir pekan, dan hari libur.
d)
Hanya ketika prosedur bedah besar sedang berlangsung.
18.
Tujuan utama dari validasi proses sanitasi (pencucian dan desinfeksi kandang) adalah untuk:
a)
Mempercepat proses pencucian kandang.
b)
Memastikan bahwa residu deterjen tidak membahayakan hewan.
c)
Memastikan semua bakteri dan virus telah dinonaktifkan atau dihilangkan secara efektif.
d)
Mengurangi kebutuhan akan alas kandang.
19.
Waktu aklimatisasi minimal yang ideal bagi hewan yang baru datang sebelum memulai prosedur eksperimen adalah:
a)
Setidaknya 12 jam
b)
Minimal 3 hari (72 jam)
c)
Satu minggu (7 hari)
d)
Satu bulan (30 hari)
20.
Standar siklus penerangan (photoperiod) yang paling umum digunakan untuk rodensia dan kelinci di fasilitas laboratorium adalah:
a)
8 jam terang : 16 jam gelap
b)
12 jam terang : 12 jam gelap
c)
16 jam terang : 8 jam gelap
d)
24 jam terang (terus-menerus)
21.
Hewan Inbred Strain dihasilkan melalui proses penyilangan yang ketat (adik/kakak atau anak/induk) selama minimal:
a)
5 generasi
b)
10 generasi
c)
20 generasi
d)
50 generasi
22.
Taksonomi tikus laboratorium adalah Famili Muridae, Genus Rattus, dan Spesies:
a)
Mus musculus musculus
b)
Cavia porcellus
c)
Oryctolagus cuniculus
d)
Rattus norvegicus
23.
Fenomena pada kelinci di mana mereka memakan kembali jenis feses lunak (cecotrophs) yang kaya nutrisi disebut:
a)
Kopulasi
b)
Koprolalia
c)
Koprosmia
d)
Koprofagi (Coprophagy)
24.
Mengangkat tikus dengan memegang bagian tengah atau ujung ekor dilarang karena dapat menyebabkan cedera parah yang disebut:
a)
Patah tulang ekor.
b)
Gagal ginjal akut.
c)
Cedera severe "degloving" injury.
d)
Reaksi alergi pada petugas.
25.
Volume maksimum zat yang disarankan untuk pemberian melalui rute Oral Gavage (PO) pada mencit (misalnya mencit 25 g) adalah sekitar:
a)
≤0.05 mL
b)
≤0.10 mL
c)
≈0.25 mL
d)
≈0.50 mL
26.
Batas maksimum volume administrasi zat melalui rute Intraperitoneal (IP) pada tikus 300 g adalah sekitar: (Batas tikus 20 mL/kg)
a)
1.0 mL
b)
3.0 mL
c)
6.0 mL
d)
10.0 mL
27.
Peralatan yang wajib digunakan untuk Oral Gavage pada rodensia untuk mencegah cedera esofagus/lambung adalah:
a)
Jarum suntik hypodermic standar.
b)
Jarum suntik 30 G.
c)
Kateter IV.
d)
Gavage Needle atau Oral Feeding Needle berujung bulat (ball tip).
28.
Metode eutanasia yang disarankan untuk rodensia kecil dan diklasifikasikan sebagai chemical method adalah:
a)
Servikal Dislokasi (Cervical Dislocation)
b)
Kapasitas Kepala (Guillotine)
c)
CO2​ Inhalasi (Carbon Dioxide Inhalation)
d)
Exsanguination (pengeluaran darah) tanpa anestesi
29.
Hazard utama yang ditimbulkan oleh rodensia kecil (mencit/tikus) terhadap personil laboratorium adalah:
a)
Bahaya radiasi.
b)
Bahaya kebisingan.
c)
Bahaya jatuh.
d)
Bahaya alergi pernapasan (misalnya LAAC - Laboratory Animal Allergic).