Wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

PAUD HI_Diknas Kayong Utara

Total questions: 25

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Yang dimaksud dengan PAUD Holistik Integratif adalah layanan yang mencakup…

a)

a. Pendidikan anak usia dini yang berfokus pada akademik

b)

b. Layanan anak usia dini yang menyeluruh dan terpadu untuk mendukung tumbuh kembang optimal

c)

c. Kegiatan belajar anak usia dini yang dilakukan di rumah

d)

d. Program pendidikan anak usia dini yang hanya menekankan aspek gizi

2.

Pendekatan “holistik” dalam PAUD berarti memperhatikan…

a)

a. Seluruh aspek perkembangan anak secara utuh dan saling terkait

b)

b. Hanya aspek fisik anak

c)

c. Aspek kognitif yang paling utama

d)

d. Kemampuan akademik anak dalam berhitung dan membaca

3.

Pendekatan “integratif” dalam layanan PAUD menunjukkan bahwa…

a)

a. Layanan anak usia dini dilakukan oleh satu pihak

b)

b. Ada keterpaduan layanan antar sektor yang mendukung tumbuh kembang anak

c)

c. Sekolah menentukan semua kegiatan secara mandiri

d)

d. Guru dan orang tua bekerja secara terpisah

4.

Tujuan utama penerapan PAUD Holistik Integratif adalah…

a)

a. Agar anak cepat mampu membaca dan menulis

b)

b. . Agar anak tumbuh dan berkembang optimal dalam semua aspek kehidupannya

c)

c. Agar sekolah memperoleh nilai akreditasi tinggi

d)

d. Agar guru lebih mudah menilai hasil belajar

5.

Komponen utama dalam layanan PAUD Holistik Integratif mencakup…

a)

Pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak

b)

Pendidikan dan pelatihan guru

c)

Pendidikan dan administrasi sekolah

d)

Gizi dan nilai akademik

6.

Mengapa pendekatan holistik penting diterapkan dalam layanan PAUD?

a)

a. Karena anak usia dini membutuhkan kegiatan akademik sejak dini

b)

b. Karena perkembangan anak bersifat menyeluruh dan saling terkait

c)

c. Karena pemerintah mewajibkan semua PAUD menjadi holistik

d)

d. Karena pendekatan ini memudahkan penilaian hasil belajar

7.

Dalam PAUD Holistik Integratif, guru bekerja sama dengan petugas puskesmas untuk memantau tumbuh kembang anak. Kolaborasi ini termasuk dalam dimensi…

a)

a. Layanan kesehatan dan gizi

b)

b. Layanan pengasuhan

c)

c. Layanan pendidikan

d)

d. Layanan perlindungan

8.

Bila sebuah PAUD hanya fokus pada kegiatan belajar membaca dan berhitung, tanpa memperhatikan aspek kesehatan dan sosial-emosional anak, maka PAUD tersebut…

a)

a. Telah menerapkan pendekatan integratif

b)

b. Telah menerapkan pembelajaran berbasis kompetensi

c)

c. Belum menerapkan prinsip holistik integratif

d)

d. Sudah memenuhi semua standar PAUD

9.

Guru PAUD mengidentifikasi bahwa salah satu anak sering tampak lelah dan tidak fokus di kelas. Langkah pertama yang tepat dalam pendekatan PHI adalah…

a)

a. Memberi hukuman agar anak lebih disiplin

b)

b. Mengabaikan karena bukan urusan sekolah

c)

c. Menggali informasi dari orang tua dan tenaga kesehatan

d)

d. Meningkatkan jumlah tugas agar anak terbiasa

10.

Salah satu tantangan penerapan PHI di daerah terpencil adalah minimnya koordinasi antar lembaga. Solusi terbaik adalah…

a)

a. Mengurangi program agar tidak terlalu kompleks

b)

b. Melibatkan tokoh masyarakat sebagai penghubung lintas sektor

c)

c. Menunggu bantuan pemerintah pusat

d)

d. Memfokuskan layanan hanya pada pendidikan

11.

Jika sekolah menyediakan area bermain yang aman, bersih, dan menstimulasi kreativitas anak, maka hal itu mencerminkan…

a)

a. Pemenuhan aspek perlindungan dan stimulasi

b)

b. Penilaian berbasis standar

c)

c. Penghematan anggaran lembaga

d)

d. Penguatan nilai akademik

12.

PAUD yang bekerja sama dengan posyandu untuk pemeriksaan rutin anak telah menerapkan sinergi antara bidang…

a)

a. Pendidikan dan kesehatan

b)

b. Sosial dan keagamaan

c)

c. Ekonomi dan budaya

d)

d. Politik dan pendidikan

13.

Dalam konteks PAUD Holistik Integratif, layanan gizi dapat diwujudkan melalui…

a)

a. Menyediakan makanan sehat dan menimbang berat badan anak secara berkala

b)

b. Memberi hadiah makanan cepat saji

c)

c. Menyuruh anak membawa makanan sendiri tanpa pengawasan

d)

d. Mengatur jam makan anak sesuai waktu guru

14.

Dasar Perpres yang mengatur terkait dengan Pengembangan Anak Usia Dini Holistik Integratif nomor? .............

a)

a. Perpres No. 59 tahun 2013

b)

b. Perpres No. 60 tahun 2013

c)

c. Perpres No. 61 tahun 2013

d)

d. Perpres No. 62 tahun 2013

15.

Komponen utama dalam layanan PAUD Holistik Integratif mencakup…

a)

a. Pendidikan dan pelatihan guru

b)

b. Pendidikan dan administrasi sekolah

c)

c. Gizi dan nilai akademik

d)

d. Pendidikan, kesehatan, gizi, pengasuhan, dan perlindungan anak

16.

Sebuah PAUD sudah menerapkan kegiatan pembelajaran yang menyenangkan, namun angka gizi buruk anak masih tinggi. Analisis terbaik terhadap kondisi ini adalah…

a)

a. PAUD gagal dalam aspek pendidikan

b)

b. PAUD belum menjalankan pendekatan holistik integratif secara menyeluruh

c)

c. Guru kurang kreatif dalam mengajar

d)

d. Orang tua tidak mendukung kegiatan belajar anak

17.

Dalam rapat koordinasi lintas sektor, kepala sekolah PAUD ingin memastikan bahwa semua pihak memiliki peran jelas dalam layanan anak. Langkah pertama yang paling tepat adalah…

a)

a. Menyusun daftar tugas guru

b)

b. Menentukan target akademik anak

c)

c. Memetakan peran dan kontribusi setiap lembaga yang terlibat

d)

d. Menyusun jadwal kegiatan tahunan

18.

Salah satu hambatan implementasi PHI di daerah terpencil adalah rendahnya keterlibatan instansi kesehatan. Upaya strategis kepala sekolah sebaiknya…

a)

a. Fokus pada pembelajaran akademik agar hasil belajar tinggi

b)

b. Membuat nota kesepahaman (MoU) sederhana dengan puskesmas atau bidan setempat

c)

c. Menunda program PHI hingga tenaga kesehatan mencukupi

d)

d. Melakukan survei gizi tanpa koordinasi pihak lain

19.

PAUD “Pelita Anak” memiliki banyak mitra lintas sektor, tetapi kegiatan masih berjalan terpisah dan tidak saling mendukung. Apa akar masalah utamanya?

a)

a. Kurangnya sarana dan prasarana

b)

b. Tidak adanya mekanisme integrasi program dan komunikasi antar mitra

c)

c. Mitra terlalu banyak

d)

d. Guru tidak memahami kurikulum

20.

Dalam pendekatan PAUD HI, layanan kesehatan tidak hanya sekadar pemeriksaan, tetapi juga edukasi keluarga. Prinsip yang paling ditekankan dalam hal ini adalah…

a)

a. Kolaboratif dan partisipatif

b)

b. Kompetitif dan selektif

c)

c. Subjektif dan administratif

d)

d. Mandiri dan individual

21.

Seorang guru menilai perkembangan anak hanya berdasarkan hasil karya dan kemampuan akademik. Tindakan guru tersebut tidak sesuai dengan prinsip PAUD HI karena…

a)

a. Guru belum melakukan observasi lintas aspek perkembangan

b)

b. Anak tidak diberi kesempatan untuk bermain

c)

c. Penilaian akademik tidak penting di PAUD

d)

d. Guru tidak menyusun RPPH

22.

Dalam konteks PAUD HI, mengapa penguatan kemitraan dengan keluarga dianggap strategi kunci keberhasilan layanan?

a)

a. Karena keluarga menjadi sumber pendanaan utama

b)

b. Karena keluarga memiliki kewenangan dalam menentukan kurikulum

c)

c. Karena keluarga merupakan mitra utama yang memahami kondisi anak secara menyeluruh

d)

d. Karena sekolah tidak dapat bekerja tanpa izin keluarga

23.

PAUD “Ceria Bersama” melaksanakan kegiatan bermain air untuk melatih motorik kasar, bekerja sama, dan menjaga kebersihan diri. Kegiatan ini mencerminkan penerapan prinsip…

a)

a. Holistik, karena menstimulasi banyak aspek perkembangan

b)

b. Parsial, karena hanya fokus pada fisik

c)

c. Administratif, karena mengikuti jadwal sekolah

d)

d. Akademik, karena meningkatkan prestasi

24.

Untuk memastikan keberlanjutan program PAUD HI, kepala sekolah sebaiknya…

a)

a. Menunggu instruksi dari dinas terkait

b)

b. Menyusun rencana tindak lanjut bersama mitra lintas sektor dan keluarga dengan evaluasi berkala

c)

c. Mengurangi kegiatan kolaboratif agar lebih efisien

d)

d. Fokus pada pelaporan keuangan tahunan

25.

Kepala sekolah ingin menilai efektivitas penerapan PAUD HI di satuannya. Indikator yang paling relevan untuk digunakan adalah…

a)

a. Banyaknya kegiatan akademik dalam setahun

b)

b. Persentase keterlibatan lintas sektor dan keluarga dalam mendukung layanan anak

c)

c. Nilai rata-rata perkembangan kognitif anak

d)

d. Jumlah anak yang naik ke SD