NEW
Font size
WorksheetsTumor jinak dan ganas pada ovarium dan uterus
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Kanker ovarium sering dijuluki sebagai "silent killer" karena
Gejalanya sangat menyakitkan sejak dini
Sering tidak bergejala dan ditemukan pada stadium lanjut
Menyerang sistem saraf secara diam-diam
Hanya menyerang wanita usia lanjut
Penyebabnya yang sangat jelas dan mudah dideteksi
Teori yang menyatakan bahwa risiko kanker ovarium meningkat karena proses ovulasi yang terjadi terus-menerus adalah
Teori Hiperinsulinemia
Teori Mutasi Genetik
Teori Karsinogenesis
Teori Ovulasi Tak Terhenti
Teori Hormonal
Berikut ini yang BUKAN merupakan faktor risiko dari kanker ovarium adalah.
Obesitas
Riwayat keluarga dengan kanker payudara
Menarch (menstruasi pertama) yang terlambat
Terapi penggantian hormon jangka panjang
Usia
Jenis hormon estrogen yang memiliki sifat karsinogenik dan berhubungan dengan proliferasi jaringan ovarium adalah
Estron dan Estriol
Estradiol dan Estron
Estradiol dan Estriol
Progesteron dan Estradiol
Estriol dan Progesteron
Metode pengobatan kanker ovarium yang melibatkan penggunaan sinar-X atau partikel gelombang radio adalah
Kemoterapi
Operasi
Terapi Target
Hormon
Terapi Radiasi
Pada PCOS, masalah hormon insulin dapat memicu peningkatan kadar hormon
Estrogen
Progesteron
FSH
Androgen
LH
Komplikasi dari PCOS yang berhubungan dengan sistem kardiovaskular adalah
Sakit kepala parah
Kesulitan hamil
Peningkatan risiko penyakit jantung
Pertumbuhan rambut berlebihan
Kista ovarium
Diagnosis PCOS dapat ditegakkan melalui pemeriksaan berikut, KECUALI
Wawancara riwayat kesehatan
Tes darah untuk memeriksa kadar hormon
USG untuk melihat kondisi ovarium
Biopsi endometrium
Pemeriksaan fisik
Pencegahan utama yang dapat dilakukan untuk mengurangi risiko PCOS adalah
Menghindari paparan sinar matahari
Menjaga berat badan ideal
Melakukan terapi penggantian hormon
Menghindari aktivitas fisik berlebihan
Mengonsumsi makanan berlemak tinggi
Kista ovarium yang berkembang karena siklus menstruasi dan biasanya hilang dengan sendirinya termasuk dalam jenis kista
Kista Dermoid
Kista Adenoma
Kista Fungsional
Kista Endometrioma
Kista Cystadenoma
Faktor risiko perkembangan kista ovarium yang berhubungan dengan ketidakseimbangan hormon adalah
Usia di atas 50 tahun
Riwayat kista sebelumnya
Siklus menstruasi tidak teratur
Konsumsi alkohol berlebihan
Konsumsi alkohol berlebihan
Komplikasi serius dari kista ovarium yang ditandai dengan nyeri perut hebat mendadak adalah
Torsio
Hiperemesis
Ruptur
Infeksi
Perdarahan
Tumor jinak pada uterus yang berasal dari sel otot polos miometrium adalah
Adenomiosis
Kista Ovarium
Kanker Endometrium
Mioma Uteri
Polip Endometrium
Patofisiologi mioma uteri melibatkan interaksi faktor berikut, KECUALI
Genetik
Hormonal
Lingkungan
Infeksi bakteri
Faktor Pertumbuhan
Hormon steroid yang berperan besar dalam pertumbuhan mioma uteri adalah
Insulin dan Androgen
Estrogen dan Progesteron
FSH dan LH
Oksitosin dan Prolaktin
Testosteron dan Hormon Pertumbuhan
Klasifikasi mioma uteri yang paling umum digunakan untuk memprediksi gejala dan terapi adalah berdasarkan
Warna tumor
Ukuran tumor dalam centimeter
Lokasi di dinding uterus (Klasifikasi FIGO)
Kecepatan pertumbuhan tumor
Ada tidaknya sel ganas
Berikut ini yang merupakan faktor risiko mioma uteri adalah
Usia remaja
Berat badan kurang (underweight)
Usia 30-50 tahun
Riwayat melahirkan banyak anak
Menopause dini
Gejala mioma uteri yang paling sering dilaporkan adalah
Gangguan penglihatan
Perdarahan menstruasi yang banyak dan nyeri
Sering berkemih
Sakit punggung bawah
Konstipasi
Pemeriksaan penunjang utama untuk diagnosis mioma uteri adalah
Rontgen dada
EKG
USG
Tes fungsi hati
Pap smear
Komplikasi mioma uteri yang berhubungan dengan kehamilan adalah
Diabetes gestasional
Keguguran berulang
Pre-eklampsia
Persalinan prematur
Hiperemesis gravidarum
Kondisi dimana jaringan endometrium tumbuh dan menginvasi miometrium disebut
Endometriosis
Adenomiosis
Mioma Uteri
Kista Endometrioma
Hiperplasia Endometrium
Perbedaan utama antara Adenomiosis dan Endometriosis terletak pada
Jenis sel yang terlibat
Lokasi pertumbuhan jaringan endometrium
Gejala yang ditimbulkan
Usia penderita
Metode pengobatannya
Gejala khas dari Adenomiosis adalah
Nyeri panggul kronis dan menoragia
Gatal pada vulva
Keputihan berbau
Amenore
Nyeri saat berhubungan seksual
Diagnosis definitif untuk Adenomiosis seringkali memerlukan
Pemeriksaan darah rutin
Pemeriksaan histopatologi setelah histerektomi
Tes urin
USG abdomen
MRI
Penanganan konservatif untuk Adenomiosis dapat berupa
Kemoterapi
Terapi radiasi
Obat anti-inflamasi nonsteroid (OAINS)
Antibiotik spektrum luas
Suplemen vitamin
Dalam patofisiologi PCOS, peningkatan hormon LH dapat menyebabkan
Pematangan sel telur yang normal
Penurunan kadar androgen
Kegagalan pecahnya folikel (anovulasi)
Peningkatan produksi progesteron
Penurunan resistensi insulin
Peran utama FSH dalam siklus ovarium adalah
Merangsang pelepasan sel telur
Mematangkan sel telur dalam folikel
Meningkatkan produksi hormon androgen
Menebalkan lapisan endometrium
Menghambat kerja hormon estrogen
Dukungan keluarga bagi penderita kanker ovarium penting karena
Dapat menggantikan peran tenaga medis
Memotivasi dan membuat pasien lebih optimis
Mencegah kebutuhan akan kemoterapi
Menghilangkan semua efek samping pengobatan
Menjamin kesembuhan total
Pola diet yang dianjurkan untuk pencegahan kanker adalah
Tinggi lemak dan rendah serat
Tinggi gula dan karbohidrat olahan
Tinggi daging merah dan olahan
Tinggi buah, sayur, dan serat
Tinggi garam dan pengawet
Tatalaksana untuk masalah sistem reproduksi seperti tumor ovarium dan uterus dalam praktik kebidanan mencakup
Konsultasi, kolaborasi, dan rujukan
Hanya melakukan terapi alternatif
Melakukan operasi besar secara mandiri
Menangani tanpa melibatkan keluarga
Hanya memantau tanpa intervensi
