wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ ALK AP FIX

Total questions: 40

Worksheet time: 4hrs 41mins

Name
Class
Date
1.

Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan:

a)

Data keuangan antar perusahaan

b)

Data keuangan dalam satu perusahaan pada periode yang berbeda

c)

Data keuangan dengan standar industri

d)

Data keuangan dengan anggaran

2.

Tujuan utama analisis komparatif adalah untuk mengetahui:

a)

Kinerja relatif terhadap pesaing

b)

Perubahan posisi keuangan dari waktu ke waktu

c)

Nilai pasar saham

d)

Efisiensi operasional

3.

Jika total aset tahun 2024 sebesar Rp800 juta dan tahun 2025 sebesar Rp1.000 juta, maka kenaikan aset secara komparatif adalah:

a)

10%

b)

20%

c)

25%

d)

30%

4.

Bentuk laporan komparatif biasanya menampilkan data dalam kolom:

a)

Perbandingan horizontal

b)

Perbandingan vertikal

c)

Perbandingan diagonal

d)

Rasio antar akun

5.

Analisis komparatif berguna untuk menilai:

a)

perbandingan kinerja antar periode

b)

jumlah kas yang tersedia

c)

tingkat inflasi nasional

d)

jumlah aset tetap perusahaan

6.

Jika laba bersih naik dari Rp200 juta ke Rp260 juta, maka kenaikan komparatifnya adalah:

a)

20%

b)

25%

c)

30%

d)

15%

7.

Dalam analisis komparatif, tanda negatif menunjukkan:

a)

Penurunan nilai akun

b)

Akun rugi

c)

Perhitungan salah

d)

Akun tidak aktif

8.

Komparatif vertikal disebut juga sebagai:

a)

Analisis tren

b)

Analisis struktur

c)

Analisis seri waktu

d)

Analisis perubahan

9.

Analisis common size disebut juga analisis:

a)

Horizontal

b)

Vertikal

c)

Trend

d)

Proporsional

10.

Tujuan analisis common size adalah untuk mengetahui:

a)

Perubahan nominal antar periode

b)

Proporsi setiap akun terhadap total

c)

Pertumbuhan laba

d)

Perbandingan antar perusahaan

11.

Dalam laporan laba rugi common size, setiap akun dibandingkan dengan:

a)

Total aset

b)

Total ekuitas

c)

Penjualan bersih

d)

Laba bersih

12.

Dalam neraca common size, setiap akun dibandingkan dengan:

a)

Total aset

b)

Total kewajiban

c)

Modal

d)

Penjualan

13.

Jika persediaan sebesar Rp200 juta dan total aset Rp1.000 juta, maka persentase common size-nya adalah:

a)

10%

b)

15%

c)

20%

d)

25%

14.

Analisis common size bermanfaat untuk:

a)

Mengukur likuiditas

b)

Membandingkan struktur keuangan antar perusahaan

c)

Mengukur pertumbuhan aset

d)

Menghitung margin laba

15.

Common size memudahkan analisis karena:

a)

Mengabaikan nilai nominal

b)

Menghilangkan pengaruh inflasi

c)

Menunjukkan proporsi relatif antar akun

d)

Menghapus perbedaan metode akuntansi

16.

Analisis common size sering disebut juga sebagai analisis:

a)

Persentase per komponen

b)

Rasio likuiditas

c)

Analisis vertikal

d)

Analisis horizontal

17.

Indeks berseri digunakan untuk:

a)

Mengukur perbandingan antar akun

b)

Menilai perkembangan data dari waktu ke waktu

c)

Mengetahui struktur modal

d)

Mengukur margin laba

18.

Rumus indeks berseri adalah:

a)

(Nilai tahun dasar ÷ nilai tahun berjalan) × 100

b)

(Nilai tahun berjalan ÷ nilai tahun dasar) × 100

c)

(Perubahan ÷ total aset) × 100

d)

(Laba ÷ penjualan) × 100

19.

Jika nilai penjualan tahun dasar 2020 = 100 dan tahun 2025 = 140, maka indeks berseri 2025 adalah:

a)

120

b)

140

c)

100

d)

160

20.

Tahun dasar dalam indeks berseri biasanya diberi nilai:

a)

0

b)

10

c)

100

d)

1000

21.

Indeks berseri digunakan terutama untuk menganalisis:

a)

Laba bersih

b)

Pertumbuhan relatif

c)

Kewajiban lancar

d)

Modal sendiri

22.

Jika indeks tahun 2023 adalah 125 dan tahun 2024 adalah 150, maka kenaikan relatifnya adalah:

a)

15%

b)

20%

c)

25%

d)

30%

23.

Dalam indeks berseri, data tahun dasar harus:

a)

Tahun dengan nilai terbesar

b)

Tahun dengan nilai terkecil

c)

Tahun yang dianggap normal

d)

Tahun terakhir

24.

Tujuan utama Analisis indeks berseri adalah untuk menunjukkan:

a)

Mengetahui perubahan atau perkembangan suatu pos keuangan dari waktu ke waktu

b)

Menilai posisi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu

c)

Mengukur hubungan antara dua variabel keuangan dalam satu tahun

d)

Menentukan tingkat keuntungan atau kerugian perusahaan

25.

Analisis tren digunakan untuk memprediksi:

a)

Posisi keuangan masa lalu

b)

Pola perubahan keuangan di masa depan

c)

Struktur modal

d)

Nilai pasar

26.

Persamaan garis tren adalah:

a)

Y = a + bt

b)

Y = abt

c)

Y = a – bt

d)

Y = ax + b²

27.

Dalam persamaan tren Y = a + bt, “b” menunjukkan:

a)

Nilai dasar

b)

Laju perubahan rata-rata

c)

Nilai maksimum

d)

Titik potong sumbu

28.

Nilai “a” dalam persamaan tren menunjukkan:

a)

Nilai awal (intersep)

b)

Nilai rata-rata

c)

Nilai maksimum

d)

Nilai pertumbuhan

29.

Analisis tren dapat menggunakan data:

a)

Bulanan, triwulan, tahunan

b)

Harian saja

c)

Tahunan saja

d)

Tidak berurutan

30.

Jika nilai penjualan meningkat secara konstan tiap tahun, maka koefisien b bernilai:

a)

Positif

b)

Negatif

c)

Nol

d)

Tidak menentu

31.

Analisis tren dapat digunakan untuk:

a)

Peramalan (forecasting)

b)

Penilaian struktur modal

c)

Analisis rasio likuiditas

d)

Analisis biaya tetap

32.

Kelemahan analisis tren adalah:

a)

Tidak menggambarkan proporsi

b)

Tidak mempertimbangkan perubahan kebijakan

c)

Tidak bisa dibandingkan antar perusahaan

d)

Tidak menggunakan data historis

33.

Rasio likuiditas digunakan untuk menilai:

a)

Kemampuan membayar kewajiban jangka pendek

b)

Efisiensi operasional

c)

Profitabilitas

d)

Struktur modal

34.

Rasio profitabilitas menunjukkan:

a)

Kemampuan menghasilkan laba

b)

Tingkat utang perusahaan

c)

Efisiensi aset

d)

Perputaran kas

35.

Rasio solvabilitas mengukur:

a)

Kemampuan membayar utang jangka panjang

b)

Efisiensi penggunaan aset

c)

Likuiditas kas

d)

Margin laba

36.

Rasio aktivitas digunakan untuk:

a)

Mengukur seberapa cepat aset berputar

b)

Mengukur likuiditas

c)

Mengukur profitabilitas

d)

Mengukur solvabilitas

37.

Return on Asset (ROA) menunjukkan:

a)

Efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba

b)

Efisiensi modal sendiri

c)

Likuiditas kas

d)

Solvabilitas jangka panjang

38.

Current Ratio diperoleh dari:

a)

Aset lancar / Kewajiban lancar

b)

Kewajiban lancar / Aset lancar

c)

Total aset + Total kewajiban

39.

Debt to Equity Ratio (DER) mengukur:

a)

Perbandingan utang terhadap modal

b)

Laba terhadap aset

c)

Aset terhadap kewajiban

d)

Penjualan terhadap modal

40.

Jika perusahaan memiliki Current Ratio 2:1, artinya:

a)

Aset lancar dua kali kewajiban lancar

b)

Kewajiban lancar dua kali aset lancar

c)

Rasio profitabilitas tinggi

d)

Rasio utang rendah