NEW
Font size
WorksheetsQUIZ ALK AP FIX
Total questions: 40
Worksheet time: 4hrs 41mins
Analisis komparatif dilakukan dengan cara membandingkan:
Data keuangan antar perusahaan
Data keuangan dalam satu perusahaan pada periode yang berbeda
Data keuangan dengan standar industri
Data keuangan dengan anggaran
Tujuan utama analisis komparatif adalah untuk mengetahui:
Kinerja relatif terhadap pesaing
Perubahan posisi keuangan dari waktu ke waktu
Nilai pasar saham
Efisiensi operasional
Jika total aset tahun 2024 sebesar Rp800 juta dan tahun 2025 sebesar Rp1.000 juta, maka kenaikan aset secara komparatif adalah:
10%
20%
25%
30%
Bentuk laporan komparatif biasanya menampilkan data dalam kolom:
Perbandingan horizontal
Perbandingan vertikal
Perbandingan diagonal
Rasio antar akun
Analisis komparatif berguna untuk menilai:
perbandingan kinerja antar periode
jumlah kas yang tersedia
tingkat inflasi nasional
jumlah aset tetap perusahaan
Jika laba bersih naik dari Rp200 juta ke Rp260 juta, maka kenaikan komparatifnya adalah:
20%
25%
30%
15%
Dalam analisis komparatif, tanda negatif menunjukkan:
Penurunan nilai akun
Akun rugi
Perhitungan salah
Akun tidak aktif
Komparatif vertikal disebut juga sebagai:
Analisis tren
Analisis struktur
Analisis seri waktu
Analisis perubahan
Analisis common size disebut juga analisis:
Horizontal
Vertikal
Trend
Proporsional
Tujuan analisis common size adalah untuk mengetahui:
Perubahan nominal antar periode
Proporsi setiap akun terhadap total
Pertumbuhan laba
Perbandingan antar perusahaan
Dalam laporan laba rugi common size, setiap akun dibandingkan dengan:
Total aset
Total ekuitas
Penjualan bersih
Laba bersih
Dalam neraca common size, setiap akun dibandingkan dengan:
Total aset
Total kewajiban
Modal
Penjualan
Jika persediaan sebesar Rp200 juta dan total aset Rp1.000 juta, maka persentase common size-nya adalah:
10%
15%
20%
25%
Analisis common size bermanfaat untuk:
Mengukur likuiditas
Membandingkan struktur keuangan antar perusahaan
Mengukur pertumbuhan aset
Menghitung margin laba
Common size memudahkan analisis karena:
Mengabaikan nilai nominal
Menghilangkan pengaruh inflasi
Menunjukkan proporsi relatif antar akun
Menghapus perbedaan metode akuntansi
Analisis common size sering disebut juga sebagai analisis:
Persentase per komponen
Rasio likuiditas
Analisis vertikal
Analisis horizontal
Indeks berseri digunakan untuk:
Mengukur perbandingan antar akun
Menilai perkembangan data dari waktu ke waktu
Mengetahui struktur modal
Mengukur margin laba
Rumus indeks berseri adalah:
(Nilai tahun dasar ÷ nilai tahun berjalan) × 100
(Nilai tahun berjalan ÷ nilai tahun dasar) × 100
(Perubahan ÷ total aset) × 100
(Laba ÷ penjualan) × 100
Jika nilai penjualan tahun dasar 2020 = 100 dan tahun 2025 = 140, maka indeks berseri 2025 adalah:
120
140
100
160
Tahun dasar dalam indeks berseri biasanya diberi nilai:
0
10
100
1000
Indeks berseri digunakan terutama untuk menganalisis:
Laba bersih
Pertumbuhan relatif
Kewajiban lancar
Modal sendiri
Jika indeks tahun 2023 adalah 125 dan tahun 2024 adalah 150, maka kenaikan relatifnya adalah:
15%
20%
25%
30%
Dalam indeks berseri, data tahun dasar harus:
Tahun dengan nilai terbesar
Tahun dengan nilai terkecil
Tahun yang dianggap normal
Tahun terakhir
Tujuan utama Analisis indeks berseri adalah untuk menunjukkan:
Mengetahui perubahan atau perkembangan suatu pos keuangan dari waktu ke waktu
Menilai posisi keuangan perusahaan pada satu periode tertentu
Mengukur hubungan antara dua variabel keuangan dalam satu tahun
Menentukan tingkat keuntungan atau kerugian perusahaan
Analisis tren digunakan untuk memprediksi:
Posisi keuangan masa lalu
Pola perubahan keuangan di masa depan
Struktur modal
Nilai pasar
Persamaan garis tren adalah:
Y = a + bt
Y = abt
Y = a – bt
Y = ax + b²
Dalam persamaan tren Y = a + bt, “b” menunjukkan:
Nilai dasar
Laju perubahan rata-rata
Nilai maksimum
Titik potong sumbu
Nilai “a” dalam persamaan tren menunjukkan:
Nilai awal (intersep)
Nilai rata-rata
Nilai maksimum
Nilai pertumbuhan
Analisis tren dapat menggunakan data:
Bulanan, triwulan, tahunan
Harian saja
Tahunan saja
Tidak berurutan
Jika nilai penjualan meningkat secara konstan tiap tahun, maka koefisien b bernilai:
Positif
Negatif
Nol
Tidak menentu
Analisis tren dapat digunakan untuk:
Peramalan (forecasting)
Penilaian struktur modal
Analisis rasio likuiditas
Analisis biaya tetap
Kelemahan analisis tren adalah:
Tidak menggambarkan proporsi
Tidak mempertimbangkan perubahan kebijakan
Tidak bisa dibandingkan antar perusahaan
Tidak menggunakan data historis
Rasio likuiditas digunakan untuk menilai:
Kemampuan membayar kewajiban jangka pendek
Efisiensi operasional
Profitabilitas
Struktur modal
Rasio profitabilitas menunjukkan:
Kemampuan menghasilkan laba
Tingkat utang perusahaan
Efisiensi aset
Perputaran kas
Rasio solvabilitas mengukur:
Kemampuan membayar utang jangka panjang
Efisiensi penggunaan aset
Likuiditas kas
Margin laba
Rasio aktivitas digunakan untuk:
Mengukur seberapa cepat aset berputar
Mengukur likuiditas
Mengukur profitabilitas
Mengukur solvabilitas
Return on Asset (ROA) menunjukkan:
Efisiensi penggunaan aset dalam menghasilkan laba
Efisiensi modal sendiri
Likuiditas kas
Solvabilitas jangka panjang
Current Ratio diperoleh dari:
Aset lancar / Kewajiban lancar
Kewajiban lancar / Aset lancar
Total aset + Total kewajiban
Debt to Equity Ratio (DER) mengukur:
Perbandingan utang terhadap modal
Laba terhadap aset
Aset terhadap kewajiban
Penjualan terhadap modal
Jika perusahaan memiliki Current Ratio 2:1, artinya:
Aset lancar dua kali kewajiban lancar
Kewajiban lancar dua kali aset lancar
Rasio profitabilitas tinggi
Rasio utang rendah
