wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

KMB-1

Total questions: 40

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.
Tn. Y (56 thn) adalah kepala rumah tangga yang harus memenuhi kebutuhan keluarganya, saat ini Tn Y bekerja di sebuah perusahaan peternakan di daerah tempat tinggalnya, di perusahaan tersebut Tn Y hanya sebagai pekerja yang bertugas untuk membersihkan tempat peternakan tersebut. Tn Y dalam kesehariannya tidak memakai alat pelindung diri yang lengkap, makanan yang di konsumsi Tn Y tidak memenuhi 4 sehat 5 sempurna, Tn Y juga sering begadang karena harus kerja seharian, sehingga pada suatu hari Tn Y mengalami demam, batuk, sakit tenggorokan, sakit kepala, dan nyeri sendi sampai infeksi selaput mata.Dari kasus tersebut Tn Y timbul gejala demam, batuk, sakit tenggorakan, sakit kepala serta nyeri pada sendi, karakteristik dari gejala yang dialami Tn Y adalah…
a)
SARS
b)
TBC
c)
Pneumonia
d)
Avian influenza
e)
Efusi pleura
2.
Fase awal pada proses perjalanan penyakit avian influenza glikoprotein (hemagglutinin dan neuraminidase) akan berikatan dengan reseptor …
a)
asam bicarbonate
b)
sialic acid
c)
Hba1C
d)
Clorida
e)
Self T Helper
3.
Dari kasus diatas untuk menegakan diagnosis H5N1 diperlukan beberapa pemeriksaan penunjang diantaranya adalah…1. PCR 2. Serologi 3. Pencitraan radiologi 4. Pemeriksaan BTA Sputum
a)
1.2.3 benar
b)
1.3 benar
c)
2.4 benar
d)
4 benar
e)
Semua benar
4.
Tatalaksana definitive yang tepat diberikan kepada Tn. Y adalah…1. Isolasi 2. Penggunaan APD N95 3. Pemantauan saturasi oksigen 4. Pemberian oseltamivir 75-500 mg/12 am (5-7 hari)
a)
1.2.3 benar
b)
1.3 benar
c)
2.4 benar
d)
4 benar
e)
Semua benar
5.
Seorang perempuan 15 tahun siswi SMP, dating ke poli penyakit dalam dengan keluhan mata kuning, mual dan tidak napsu makan, informasi dari ibu pasien di sekolah anaknya sedang musim sakit yang dirasakan oleh anaknya , perawat melakukan pengkajian dan didapatkan data sklera ikterik, pasien mengatakan air kencing berwarna pekat seperti teh, klien mengatakan juga jajan di kantin sekolah. Berdasarkan kasus diatas kemungkinan besar pasien tersebut menderita hepatitis dengan jenis virus ….
a)
Virus hepatitis D
b)
Virus hepatitis C
c)
Virus hepatitis B
d)
Virus hepatitis A
e)
Virus hepatitis E
6.
Penularan transmisi jenis virus hepatitis diatas melalui penularan…
a)
Transfuse darah
b)
Orofecal
c)
Transfuse darah dan alat jarum suntik
d)
Sex yang tidak aman
e)
Cairan tubuh pasien
7.
Pemeriksaan laboratorium yang bisa dilakukan untuk pemeriksaan penanda infeksi jenis virus hepatitis diatas adalah…
a)
Hbsag
b)
IgM HAV
c)
IgM HCV
d)
IgM HIV
e)
IgM HeV
8.
Kondisi jaundice yang terdapat pada sklera, dan urine pasien serta terlihat diseluruh tubuh pasien, pemeriksaan laboratorium yang akan dilakukan adalah pemeriksaan 1. Bilirubin 2. Albumin 3. SGOT/SGPT 4. Hba1c
a)
1.2.3 benar
b)
1.3 benar
c)
2.4 benar
d)
4 benar
e)
Semua benar
9.
Gula darah pasien yang meningkat diakibatkan oleh resistensi insulin, hormone insulin di sekresikan oleh pancreas tepatnya sel….
a)
Sel inti pulau Langerhans
b)
Sel delta pulau Langerhans
c)
Sel beta pulau Langerhans
d)
Sel alfa pulau Langerhans
e)
Sel glukosa dan glucagon
10.
Gejala klasik yang muncul pada pasien diabetes diatas adalah…. 1. poliuria 2. polifagia 3. polidipsi 4. semua jawaban benar
a)
1.2.3 benar
b)
1.3 benar
c)
2.4 benar
d)
4 benar
e)
Semua benar
11.
kondisi gula yang berlebihan dalam darah dan sudah melewati ambang batas ginjal untuk mereabsorsi kembali, yang ditandai dengan pengeluaran cairan dan elektrolit disebut…
a)
hiperglikemia
b)
hypervolemia
c)
hipersekresi
d)
diuresis osmotic
e)
diuresis osmolaritas
12.
Masa inkubasi SARS berkisar antara …hari
a)
1-2 hari
b)
2-5 hari
c)
2-10 hari
d)
3-21 hari
e)
14 -30 hari
13.
Seorang pria usia 35 tahun dirawat di ruang isolasi karena demam 38,5°C, batuk kering, sesak, dan lemah sejak 5 hari. Pasien baru kembali dari perjalanan dinas ke Guangdong, Tiongkok. Pada pemeriksaan: nadi 110x/menit, RR 26x/menit, suhu 38,7°C, SpO₂ 90% dengan nasal kanul. Riwayat kontak erat dengan seorang rekan kerja yang sakit batuk saat di perjalanan. Berdasarkan data di atas, diagnosis yang paling mungkin adalah …
a)
SARS-CoV
b)
Influenza H1N1
c)
Pneumonia komunitas
d)
Tuberkulosis paru
e)
COPD
14.
Pada kasus diatas cara penularan yang paling sering adalah melalui …
a)
Kontak dengan feses ungags
b)
Percikan droplet dari pasien
c)
Konsumsi makanan mentah
d)
Vektor nyamuk
e)
Tidak cukupnya informasi tentang kesehatan
15.
Tindakan utama yang harus dilakukan tenaga kesehatan saat merawat pasien ini adalah …
a)
Memberikan antibiotik spektrum luas
b)
Menyemprotkan desinfektan ke udara
c)
Isolasi ketat dan penggunaan APD lengkap
d)
Memberikan vitamin C dosis tinggi
e)
Memberikan zink
16.
Pemeriksaan penunjang yang paling membantu menegakkan diagnosis flu burung adalah …
a)
Pemeriksaan sputum BTA
b)
RT-PCR spesifik untuk H5N1
c)
Foto rontgen top lordosis
d)
Pemeriksaan darah lengkap
e)
Pemeriksaan PT APTT
17.
Seorang pasien laki-laki 50 tahun dirawat di ruang medikal bedah dengan diagnosis diare akut. Pasien mengeluh lemas, mulut kering, dan rasa haus berlebihan. Tanda vital: TD 90/60 mmHg, nadi 110 x/menit, RR 24 x/menit, suhu 37,8°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan turgor kulit menurun dan membran mukosa kering. Berdasarkan data di atas, masalah keperawatan utama yang sesuai adalah …
a)
Hipertermia
b)
Risiko infeksi
c)
Defisit volume cairan
d)
Intoleransi aktivitas
e)
Resiko syok hipovolemik
18.
Data objektif yang mendukung diagnosa defisit volume cairan adalah …
a)
Mulut kering dan rasa haus
b)
Tekanan darah 90/60 mmHg, nadi 110 x/menit
c)
Pasien mengeluh lemas
d)
Diare 3 kali sehari
e)
febris
19.
Seorang laki-laki 46 tahun datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat di pinggang kanan menjalar ke perut bawah sejak 5 jam lalu. Pasien tampak gelisah, meringis kesakitan, dan sulit mencari posisi nyaman. Ia juga mengeluh mual dan kencing sedikit dengan warna kemerahan. Pemeriksaan fisik: TD 150/90 mmHg, nadi 100x/menit, RR 24x/menit, suhu 37,8°C.Berdasarkan data di atas, masalah keperawatan utama yang sesuai adalah …
a)
Nyeri akut berhubungan dengan obstruksi saluran kemih
b)
Risiko jatuh berhubungan dengan kelemahan tubuh
c)
Gangguan citra tubuh berhubungan dengan prosedur pembedahan
d)
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan sesak napas
e)
Dysuria
20.
Faktor utama terbentuknya batu ginjal adalah …
a)
Infeksi virus pada saluran kemih
b)
Kristalisasi zat terlarut dalam urine
c)
Trauma pada ginjal
d)
Kekurangan enzim pencernaan
e)
Terbentuknya hormone yang mempengaruhi konsentrasi urine
21.
Batu ginjal jenis kalsium oksalat paling sering terbentuk akibat …
a)
Dehidrasi kronis dan konsumsi tinggi oksalat
b)
Kekurangan vitamin B12
c)
Paparan sinar matahari berlebihan
d)
Infeksi saluran pencrnaan
e)
Konsumsi lemak berlebih
22.
Jenis batu ginjal yang sering berhubungan dengan infeksi saluran kemih berulang adalah
a)
Batu kalsium oksalat
b)
Batu asam urat
c)
Batu struvit (magnesium ammonium fosfat)
d)
Batu sistin
e)
Batu uremia
23.
Seorang pria 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan lemas, bengkak di tungkai, dan sering kencing malam hari. Riwayat hipertensi 10 tahun tidak terkontrol. Pemeriksaan laboratorium menunjukkan:Kreatinin serum: 2,5 mg/dL, eGFR: 28 mL/min/1,73 m². Berdasarkan hasil eGFR di atas, stadium CKD pasien ini adalah …
a)
Stadium 1 (≥90 mL/menit/1,73 m²)
b)
Stadium 2 (60–89 mL/menit/1,73 m²)
c)
Stadium 3 (30–59 mL/menit/1,73 m²)
d)
Stadium 4 (15–29 mL/menit/1,73 m²
e)
Tidak ada jawaban yang benar
24.
Seorang pasien laki-laki, 56 tahun, dengan riwayat CKD stadium IV datang ke ruang rawat inap dengan keluhan sesak napas, bengkak di kedua tungkai, dan penambahan berat badan 2 kg dalam 3 hari. Hasil pemeriksaan didapatkan: TD 160/90 mmHg, nadi 92 x/menit, RR 24 x/menit, edema pitting pada kedua tungkai, output urin menurun. Pasien mengaku minum lebih banyak karena merasa haus berlebihan.Sebagai perawat, prioritas utama dalam pemenuhan kebutuhan cairan pada pasien ini adalah…
a)
Menganjurkan pasien untuk meningkatkan asupan cairan agar tidak dehidrasi
b)
Membatasi asupan cairan sesuai anjuran dokter untuk mencegah kelebihan cairan
c)
Memberikan cairan intravena secara cepat untuk meningkatkan perfusi ginjal
d)
Mengajarkan pasien minum minimal 2,5liter air/hari agar fungsi ginjal lebih baik
e)
Kontrol tekanan darah
25.
Seorang pasien perempuan, 60 tahun, dengan CKD stadium V menjalani hemodialisis rutin. Pasien mengeluh sakit kepala, sesak, dan bengkak pada kaki. Berat badan naik 3 kg sejak sesi dialisis terakhir (2 hari lalu). Tindakan keperawatan yang paling tepat dalam mengatasi kebutuhan cairan pasien ini adalah…
a)
Membatasi asupan cairan dan garam sesuai instruksi medis
b)
Memberikan cairan intravena cepat untuk menurunkan sakit kepala
c)
Menganjurkan pasien minum banyak agar produksi urin meningkat
d)
Membolehkan pasien minum bebas selama tidak merasa sesak
e)
Mengurangi jadwal dialisis menjadi 1 kali/minggu
26.
Seorang pasien dengan CKD menjalani perawatan. Perawat melihat pasien sering meminta minum karena merasa haus, namun cairan harian sudah melebihi batas. Tindakan yang tepat untuk membantu pasien dalam memenuhi kebutuhan cairan adalah…
a)
Membiarkan pasien minum sepuasnya karena haus
b)
Menjelaskan pembatasan cairan, memberi tips mengurangi rasa haus seperti berkumur atau mengisap es batu
c)
Mengurangi jumlah cairan IV tanpa instruksi dokter
d)
Menggantikan cairan oral dengan minuman manis
e)
Melarang pasien minum sama sekali
27.
Seorang pria, 45 tahun, bekerja sebagai supir truk, datang ke IGD dengan keluhan nyeri hebat pada anus sejak 2 hari terakhir, terutama saat duduk, disertai benjolan keras berwarna kebiruan di sekitar anus. Pasien mengaku sering mengalami konstipasi sejak lama dan kebiasaan makan rendah serat. Tidak ada perdarahan aktif, namun pasien sangat cemas dengan kondisinya. Hasil pemeriksaan: Tanda vital stabil, Terdapat benjolan berbatas jelas, nyeri tekan, diameter ± 2 cm di tepi anus, Pasien tampak gelisah dan sulit duduk tenang. Berdasarkan data di atas, prioritas intervensi keperawatan yang paling tepat adalah…
a)
Memberikan edukasi peningkatan asupan serat dan cairan untuk mencegah konstipasi
b)
Melakukan kompres hangat pada area anus untuk mengurangi nyeri dan inflamasi
c)
Memberikan analgesik sesuai instruksi medis untuk mengurangi nyeri akut
d)
Menjelaskan prosedur hemoroidektomi sebagai terapi definitif kepada pasien
e)
Mengajarkan pasien teknik mengejan yang benar saat defekasi
28.
Seorang wanita, 39 tahun, datang ke poli bedah dengan keluhan perdarahan segar saat BAB sejak 1 bulan terakhir. Pasien sering duduk lama di kantor dan mengeluh gatal di sekitar anus. Pada pemeriksaan ditemukan hemoroid interna grade II. Intervensi keperawatan utama yang perlu diberikan pada pasien ini adalah…
a)
Mengajarkan diet tinggi serat dan hidrasi yang cukup
b)
Memberikan kompres hangat pada area anus untuk mengurangi nyeri
c)
Menganjurkan pasien tirah baring untuk menurunkan tekanan intraabdomen
d)
Memberikan edukasi cara membersihkan anus dengan sabun antiseptic
e)
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam saat mengejan
29.
Seorang pria, 50 tahun, dengan riwayat hemoroid sejak 3 tahun lalu, datang dengan keluhan keluar benjolan dari anus saat BAB yang dapat masuk kembali dengan bantuan tangan. Pasien mengeluh nyeri ringan dan sering merasa tidak tuntas saat BAB. Diagnosis keperawatan yang paling tepat pada pasien ini adalah…
a)
Nyeri akut berhubungan dengan iritasi mukosa
b)
Ansietas berhubungan dengan kondisi kronis hemoroid
c)
Gangguan eliminasi fekal berhubungan dengan benjolan hemoroid yang keluar saat defekasi
d)
Risiko perdarahan berhubungan dengan hemoroid interna
e)
Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri anus
30.
Pasien pria, 46 tahun, datang dengan keluhan benjolan di anus yang tidak dapat dimasukkan kembali, disertai nyeri hebat dan perdarahan. Pemeriksaan menunjukkan hemoroid interna grade IV dengan tanda trombosis. Tindakan keperawatan yang paling prioritas adalah…
a)
Menjelaskan pentingnya operasi hemoroidektomi
b)
Memberikan analgesik sesuai instruksi medis
c)
Memberikan edukasi diet tinggi serat untuk pencegahan konstipasi
d)
Mengajarkan pasien cara duduk miring untuk mengurangi nyeri
e)
Menganjurkan pasien minum cairan minimal 3 liter/hari
31.
Seorang pasien, 55 tahun, dengan hemoroid interna grade III, mengeluh keluar benjolan saat BAB yang harus didorong kembali dengan tangan, nyeri ringan, dan perdarahan segar. Pasien sudah mendapat edukasi diet serat namun tidak patuh. Evaluasi keberhasilan asuhan keperawatan yang tepat pada pasien ini adalah…
a)
Pasien mampu mengontrol nyeri dengan teknik relaksasi
b)
Pasien melaporkan tidak ada lagi perdarahan saat defekasi
c)
Pasien menjelaskan kembali pentingnya diet serat untuk mencegah konstipasi
d)
Pasien dapat BAB tanpa perlu mendorong benjolan masuk kembali
e)
Pasien tampak lebih rileks dan tidak cemas saat BAB
32.
Seorang pria berusia 65 tahun datang ke poliklinik urologi dengan keluhan sering kencing terutama malam hari (nokturia), pancaran urin melemah, dan perasaan tidak lampias setelah berkemih. Pasien juga mengeluhkan harus menunggu lama sebelum urin keluar (hesitansi). Riwayat penyakit ginjal tidak ada. Pemeriksaan fisik: TD: 130/80 mmHg, Nadi: 86 x/menit, Palpasi suprapubik: terasa penuh (distensi kandung kemih), Colok dubur (rectal touche): teraba pembesaran prostat, konsistensi kenyal, permukaan halus, batas jelas. Pemeriksaan penunjang: USG prostat: volume prostat 50 gram, Pemeriksaan residu urin post voiding: 120 ml, PSA total: 3 ng/ml (normal <4 ng/ml). Berdasarkan kasus di atas, yang merupakan ciri khas klinis BPH dan pemeriksaan penunjang yang mendukung diagnosis adalah…
a)
Nyeri pinggang, hematuria, dan hasil USG menunjukkan batu ginjal
b)
Pancaran urin melemah, nokturia, dan USG menunjukkan pembesaran prostat dengan residu urin meningkat
c)
Nyeri perut bawah, urin keruh, dan pemeriksaan kultur urin positif infeksi
d)
Demam, nyeri tekan suprapubik, dan hasil DRE prostat keras dengan nodul ireguler
e)
Urin keluar bercampur darah, PSA meningkat tajam >10 ng/ml
33.
Tn. S, 62 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sering berkemih terutama malam hari (nokturia 5–6 kali), pancaran urine lemah, dan terasa tidak puas setelah berkemih. Pasien mengeluh perut bagian bawah terasa penuh. Hasil pemeriksaan: Nadi: 88 x/menit, TD: 140/90 mmHg, RR: 20 x/menit, Suhu: 36,8°C, Kandung kemih teraba penuh saat palpasi suprapubic, USG: terdapat pembesaran prostat dengan residu urine ± 250 ml. Pasien tampak gelisah karena takut jika harus dipasang kateter, Riwayat: diabetes melitus 10 tahun, rutin minum obat. Berdasarkan data di atas, diagnosa keperawatan paling prioritas adalah …
a)
Nyeri akut berhubungan dengan retensi urine
b)
Gangguan eliminasi urine berhubungan dengan obstruksi aliran urine
c)
Ansietas berhubungan dengan prosedur invasif (pemasangan kateter)
d)
Risiko infeksi berhubungan dengan residu urine
e)
Defisit pengetahuan berhubungan dengan kurangnya informasi tentang BPH
34.
Intervensi yang paling tepat dan prioritas dilakukan perawat untuk mengatasi masalah pasien pada kasus di atas adalah …
a)
Memberikan edukasi mengenai penyakit BPH
b)
Melatih pasien teknik relaksasi saat berkemih
c)
Melakukan kateterisasi urin sesuai indikasi medis
d)
Menjelaskan pada pasien tentang terapi farmakologi
e)
Menganjurkan pasien untuk mengurangi asupan cairan malam hari
35.
Rasional utama dari intervensi prioritas pada pasien dengan BPH dan retensi urine adalah …
a)
Mengurangi risiko ansietas pasien
b)
Mencegah terbentuknya batu saluran kemih
c)
Mengembalikan fungsi eliminasi urine dengan segera
d)
Menurunkan risiko hipertensi sekunder
e)
Meningkatkan kepatuhan pasien terhadap terapi obat
36.
Tn. R, 55 tahun, datang ke poli urologi dengan keluhan nyeri pinggang kanan yang tidak hilang, disertai penurunan berat badan 7 kg dalam 2 bulan terakhir. Pasien juga mengeluh adanya darah pada urine sejak 1 minggu yang lalu. Hasil pemeriksaan: TD: 150/95 mmHg, Nadi: 92x/menit, Suhu: 37,8°C, Pemeriksaan laboratorium: Hb 9 g/dL, Kreatinin 1,8 mg/dL USG abdomen: massa padat di ginjal kanan ukuran ± 6 cm. Pasien tampak cemas ketika dokter menjelaskan kemungkinan tindakan operasi. Berdasarkan data kasus, diagnosa keperawatan paling prioritas adalah
a)
Ansietas berhubungan dengan prosedur pembedahan yang direncanakan
b)
Risiko perdarahan berhubungan dengan adanya hematuria
c)
Nyeri akut berhubungan dengan proses patologis tumor
d)
Gangguan pola tidur berhubungan dengan kecemasan pasien
e)
Gangguan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh berhubungan dengan penurunan nafsu makan
37.
Tindakan keperawatan yang paling tepat dilakukan pertama kali pada pasien di atas adalah …
a)
Memberikan informasi tentang prosedur nefrectomy
b)
Memantau tanda vital dan output urine pasien
c)
Memberikan edukasi nutrisi tinggi kalori
d)
Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam
e)
Menjelaskan kemungkinan kemoterapi pascaoperasi
38.
Tn. S, 60 tahun, datang ke poliklinik dengan riwayat hipertensi dan diabetes melitus. Pasien mengeluh mudah lelah, bengkak pada pergelangan kaki, dan sering berkemih malam hari. Hasil laboratorium: eGFR: 45 ml/min/1,73m², Kreatinin: 2,1 mg/dL Tekanan darah: 150/95 mmHg. Berdasarkan nilai eGFR di atas, stadium CKD pasien adalah …
a)
Stadium 1 (≥90 ml/min/1,73m²)
b)
Stadium 2 (60–89 ml/min/1,73m²)
c)
Stadium 3a (45–59 ml/min/1,73m²)
d)
Stadium 3b (30–44 ml/min/1,73m²)
e)
Stadium 4 (15–29 ml/min/1,73m²)
39.
Ny. R, 45 tahun, dirawat di ruang interna dengan keluhan lemah, mual, dan tidak nafsu makan sejak 1 minggu terakhir. Berat badan turun 4 kg dalam 1 bulan. Hasil pemeriksaan:BB: 42 kg, TB: 160 cm (IMT = 16,4 → underweight) Hb: 9 g/dL Pasien tampak pucat, mengeluh pusing saat beraktivitas.Diagnosa keperawatan yang paling sesuai berdasarkan kasus di atas adalah …
a)
Kelebihan nutrisi berhubungan dengan penurunan aktivitas fisik
b)
Defisit nutrisi berhubungan dengan intake makanan tidak adekuat
c)
Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan kadar Hb
d)
Gangguan tidur berhubungan dengan kelemahan tubuh
e)
Nyeri akut berhubungan dengan mual yang dirasakan pasien
40.
Tn. A, 63 tahun, dirawat di ruang bedah pasca operasi kolon. Pasien mengeluh mual, tidak selera makan, dan hanya mampu menghabiskan 25% porsi makan. Berat badan turun 5 kg dalam 2 bulan. Hasil pemeriksaan: albumin 2,8 g/dL (rendah). Intervensi keperawatan yang tepat untuk menangani masalah nutrisi pada pasien ini adalah …
a)
Menganjurkan diet tinggi protein dan tinggi kalori sesuai toleransi
b)
Memberikan cairan intravena sebanyak mungkin agar kebutuhan nutrisi tercukupi
c)
Membatasi konsumsi protein untuk mencegah penurunan fungsi ginjal
d)
Mengurangi frekuensi makan pasien agar tidak merasa mual
e)
Menganjurkan pasien untuk puasa lebih lama agar luka operasi cepat sembuh