wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis TSBA

Total questions: 40

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Mahasiswa farmasi melakukan ekstraksi daun salam menggunakan etanol 70% selama tiga hari tanpa pemanasan. Setelah proses penyaringan, ekstrak diuapkan hingga kental. Dosen menjelaskan bahwa metode ini bergantung pada difusi zat aktif ke dalam pelarut tanpa tekanan atau panas.

a)

Refluks

b)

Maserasi

c)

Sokletasi

d)

Digesti

e)

Perkolasi

2.

Dalam praktikum fitokimia, mahasiswa menambahkan pereaksi FeCl3 pada ekstrak daun teh hijau. Larutan berubah menjadi biru kehitaman, menunjukkan adanya senyawa fenolik. Dosen menjelaskan bahwa senyawa ini memiliki kemampuan mengikat protein dan berfungsi sebagai antioksidan. Senyawa tersebut termasuk golongan…

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Saponin

d)

Terpenoid

e)

Alkaloid

3.

Metode ekstraksi yang digunakan adalah…

a)

A. Maserasi

b)

B. Dekokta

c)

C. Digesti

d)

D. Infundasi

e)

E. Perkolasi

4.

Mahasiswa farmasi meneliti ekstrak daun pepaya. Ia mengocok larutan ekstrak dalam air panas dan terbentuk busa stabil selama 15 menit. Dosen menjelaskan bahwa busa stabil menandakan adanya senyawa yang bersifat surfaktan alami. Senyawa tersebut termasuk golongan…

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Saponin

d)

Terpenoid

e)

Alkaloid

5.

Dalam pengujian flavonoid, mahasiswa menambahkan larutan amonia pada ekstrak etanol daun katuk dan terbentuk warna kuning. Setelah ditetesi H₂SO₄ encer, warna hilang. Uji ini menunjukkan keberadaan senyawa…

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Alkaloid

d)

Terpenoid

e)

Saponin

6.

Peneliti mengekstraksi daun jambu biji dengan etanol panas menggunakan sistem pendingin balik selama tiga jam. Hasil ekstrak diuapkan menggunakan rotary evaporator hingga pekat. Dosen menjelaskan bahwa metode ini termasuk ekstraksi panas tidak kontinu. Metode tersebut adalah…

a)

Refluks

b)

Maserasi

c)

Digesti

d)

Infundasi

e)

Perkolasi

7.

Dalam praktikum kromatografi, mahasiswa menggunakan pelat KLT dengan fase diam silika gel dan fase gerak etil asetat:heksan (7:3). Setelah dikembangkan, bercak diamati di bawah UV 366 nm. Teknik ini digunakan untuk…

a)

Mengidentifikasi senyawa berdasarkan Rf

b)

Mengukur kadar air

c)

Menentukan bobot jenis

d)

Menilai kadar abu

e)

Menentukan residu pelarut

8.

Mahasiswa farmasi menyiapkan ekstrak daun salam dan ingin menguji kandungan Senyawa. Ia menambahkan pereaksi Dragendorff dan terbentuk endapan jingga. Hasil tersebut menunjukkan adanya…

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Alkaloid

d)

Terpenoid

e)

Saponin

9.

Dalam riset skrining fitokimia, mahasiswa menambahkan larutan NaOH encer ke ekstrak etanol dan terbentuk warna kuning yang tidak hilang setelah ditetesi asam. Hal ini menunjukkan keberadaan senyawa dengan gugus fenolik.

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Alkaloid

d)

Terpenoid

e)

Saponin

10.

Which of the following is a type of flavonoid?

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Saponin

d)

Alkaloid

e)

Terpenoid

11.

Seorang dosen menjelaskan bahwa jamu merupakan obat tradisional yang terbukti berkhasiat berdasarkan pengalaman empiris turun-temurun, tanpa uji klinik. Kategori pembuktian jamu adalah…

a)

Empiris

b)

Ilmiah

c)

Klinik

d)

Praklinik

e)

Eksperimental

12.

Dalam penelitian standardisasi ekstrak, mahasiswa mencatat bahwa kadar sari larut air ekstrak daun jambu biji adalah 9,8%. Parameter ini menunjukkan kemampuan senyawa larut dalam pelarut polar. Parameter tersebut termasuk…

a)

Spesifik

b)

Non spesifik

c)

Organoleptik

d)

Kimia dasar

e)

Mikrobiologi

13.

Etanol sering digunakan karena…

a)

Aman dan mudah menguap

b)

Mengandung logam berat

c)

Tidak dapat bercampur dengan air

d)

Beracun pada dosis kecil

e)

Menguap pada suhu tinggi

14.

Peneliti menggunakan rotary evaporator untuk memekatkan ekstrak daun sirih. Proses dilakukan pada tekanan rendah dan suhu di bawah titik didih pelarut. Tujuan metode ini adalah…

a)

Menghindari degradasi senyawa aktif

b)

Menghilangkan abu total

c)

Menambah kadar air

d)

Mempercepat oksidasi

e)

Mengendapkan protein

15.

Mahasiswa farmasi membandingkan hasil maserasi dan sokletasi terhadap daun katuk. Ia mendapati sokletasi menghasilkan ekstrak lebih pekat dalam waktu lebih singkat. Perbedaan ini terjadi karena…

a)

Sokletasi menggunakan pelarut yang terus diperbarui

b)

Maserasi dilakukan tanpa pemanasan

c)

Sokletasi memakai tekanan tinggi

d)

Maserasi melibatkan pendingin balik

e)

Sokletasi tidak menggunakan pelarut polar

16.

Uji ini menunjukkan adanya…

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Saponin

d)

Alkaloid

e)

Terpenoid

17.

Mahasiswa melakukan perbandingan hasil ekstraksi dengan air dan etanol. Dosen menjelaskan bahwa pelarut air lebih selektif terhadap senyawa polar seperti flavonoid glikosida. Artinya, pelarut air lebih cocok untuk mengekstraksi…

a)

Senyawa polar

b)

Senyawa nonpolar

c)

Senyawa aromatik

d)

Minyak atsiri

e)

Alkaloid basa bebas

18.

Dalam praktikum kromatografi kolom, mahasiswa mengisi kolom dengan silika gel dan menggunakan pelarut n-heksan. Senyawa yang paling nonpolar akan keluar terlebih dahulu. Hal ini karena…

a)

A. Senyawa nonpolar memiliki afinitas rendah terhadap silika

b)

B. Senyawa nonpolar menempel kuat pada fase diam

c)

C. Silika bersifat nonpolar

d)

D. Fase gerak polar

e)

E. Reaksi kimia terjadi selama elusi

19.

Mahasiswa meneliti minyak atsiri dari rimpang jahe menggunakan metode distilasi air. Minyak hasil penyulingan diuji secara organoleptik untuk memastikan bau khas aromatik. Metode ini dilakukan untuk mengekstraksi…

a)

Senyawa volatil

b)

Senyawa fenolik

c)

Senyawa glikosida

d)

Senyawa alkaloid

e)

Senyawa nonpolar

20.

Mahasiswa mengamati bercak KLT ekstrak kunyit di bawah UV 366 nm dan melihat bercak kuning dengan Rf identik dengan kurkumin standar. Hasil ini menunjukkan bahwa…

a)

Ekstrak mengandung kurkumin

b)

Kurkumin terdegradasi

c)

Fase gerak tidak sesuai

d)

Senyawa terkontaminasi

e)

Ekstrak rusak

21.

Dosen menjelaskan bahwa senyawa metabolit sekunder seperti flavonoid, alkaloid, dan terpenoid berperan dalam efek farmakologi tanaman obat. Senyawa tersebut dihasilkan oleh tanaman sebagai…

a)

Mekanisme pertahanan diri

b)

Zat gizi utama

c)

Sumber energi

d)

Senyawa toksik lingkungan

e)

Unsur mineral

22.

Mahasiswa farmasi melakukan uji praklinik terhadap ekstrak temulawak sebagai antiinflamasi menggunakan hewan percobaan. Setelah hasil menunjukkan aktivitas signifikan, dosen menjelaskan bahwa tahap berikutnya untuk pembuktian klinis dilakukan pada manusia. Produk herbal yang sudah melalui tahap ini disebut…

a)

Jamu

b)

Obat Herbal Terstandar (OHT)

c)

Fitofarmaka

d)

Suplemen herbal

e)

Kosmetika herbal

23.

Sebuah laboratorium pengembangan bahan alam ingin meningkatkan bioavailabilitas senyawa kurkumin. Mereka menggunakan sistem penghantaran obat berukuran nanometer yang mampu menembus membran biologis. Teknologi yang digunakan disebut…

a)

Mikroenkapsulasi

b)

Nanoteknologi

c)

Liposom konvensional

d)

Fermentasi

e)

Bioteknologi jaringan

24.

Sebuah perusahaan farmasi menerapkan teknologi iradiasi dosis rendah untuk menurunkan cemaran mikroba pada ekstrak herbal tanpa mengubah kadar zat aktifnya. Teknologi ini membantu meningkatkan stabilitas dan keamanan produk. Tujuan utama penggunaan teknologi ini adalah…

a)

Meningkatkan aroma ekstrak

b)

Menghilangkan logam berat

c)

Sterilisasi dan pengawetan produk

d)

Meningkatkan kelarutan zat aktif

e)

Menurunkan kadar air

25.

Mahasiswa farmasi ditugaskan mengembangkan sediaan kapsul nano dari ekstrak daun kelor untuk meningkatkan daya serap zat aktif. Hasil awal menunjukkan peningkatan bioavailabilitas signifikan. Namun, dosen mengingatkan adanya potensi toksisitas akibat ukuran partikel terlalu kecil. Teknologi yang digunakan adalah…

a)

Nanoteknologi

b)

Bioteknologi

c)

Mikroenkapsulasi

d)

Iradiasi

e)

Fermentasi

26.

Peneliti menggunakan teknologi mikroenkapsulasi untuk melapisi ekstrak jahe agar senyawa aktifnya tidak mudah terdegradasi oleh panas dan oksigen. Butiran mikrokapsul yang terbentuk lebih stabil dan mudah dicampurkan dalam produk pangan. Tujuan utama mikroenkapsulasi adalah…

a)

Meningkatkan kelarutan senyawa polar

b)

Melindungi senyawa aktif dari degradasi

c)

Meningkatkan aroma produk

d)

Menurunkan kadar air

e)

Menghilangkan logam berat

27.

Bahan tambahan berfungsi untuk...

a)

Menambah rasa

b)

Melindungi bahan aktif dari degradasi

c)

Menurunkan kadar air

d)

Mempercepat penguapan pelarut

e)

Menghilangkan bau ekstrak

28.

Sebuah laboratorium melakukan pengembangan produk herbal cair yang stabil dalam penyimpanan jangka panjang. Mereka menggunakan bahan tambahan alami sebagai antioksidan untuk mencegah oksidasi senyawa aktif. Bahan tambahan tersebut berfungsi sebagai…

a)

Pengawet

b)

Antioksidan

c)

Penstabil pH

d)

Pengikat

e)

Peningkat viskositas

29.

Dalam riset formulasi, peneliti ingin memperpanjang waktu pelepasan zat aktif dari kapsul herbal. Ia menggunakan polimer tertentu yang dapat memperlambat disolusi. Teknologi ini termasuk ke dalam sistem penghantaran…

a)

Sustained release

b)

Fast release

c)

Delayed release

d)

Emulsi minyak–air

e)

Nanoemulsi

30.

Pilih jawaban yang benar:

a)

Bentuk sediaan dan formulasi

b)

Teknik budidaya

c)

Analisis toksisitas

d)

Produksi bioteknologi

e)

Hilirisasi produk

31.

Mahasiswa magang di pabrik obat tradisional melihat proses pembuatan ekstrak kental menggunakan evaporator vakum. Alat ini menguapkan pelarut pada suhu rendah untuk mencegah kerusakan senyawa aktif. Proses ini disebut tahap…

a)

Pemekatan ekstrak

b)

Standardisasi

c)

Filtrasi

d)

Kristalisasi

e)

Pengeringan oven

32.

Dalam penelitian ekstraksi, mahasiswa menggunakan pelarut metanol untuk mengekstraksi senyawa aktif dari tanaman. Metanol dipilih karena...

a)

Lebih polar dibandingkan etanol

b)

Lebih nonpolar dibandingkan air

c)

Memiliki titik didih yang tinggi

d)

Lebih aman untuk digunakan

e)

Lebih mudah diperoleh

33.

Seorang peneliti melakukan uji aktivitas antioksidan pada ekstrak herbal menggunakan metode DPPH. Metode ini bertujuan untuk...

a)

Menentukan kadar abu

b)

Mengukur pH ekstrak

c)

Menilai kelarutan senyawa

d)

Menilai kemampuan menangkap radikal bebas

e)

Menentukan kadar air

34.

Dalam proses pembuatan sediaan herbal, peneliti ingin memastikan stabilitas produk. Salah satu cara untuk meningkatkan stabilitas adalah dengan...

a)

Menambahkan pengawet sintetis

b)

Menambah kadar air

c)

Menjaga suhu penyimpanan yang rendah

d)

Menggunakan kemasan transparan

e)

Mempercepat proses oksidasi

35.

Seorang peneliti melakukan analisis kandungan senyawa aktif dalam ekstrak herbal menggunakan metode kromatografi lapis tipis (KLT). Hasil analisis menunjukkan adanya bercak dengan Rf yang sama dengan standar. Apa yang dapat disimpulkan dari hasil ini?

a)

Ekstrak terkontaminasi

b)

Ekstrak tidak mengandung senyawa aktif

c)

Ekstrak tidak dapat dianalisis lebih lanjut

d)

Ekstrak mengalami degradasi

e)

Ekstrak mengandung senyawa aktif yang sama dengan standar

36.

Dalam penelitian formulasi, mahasiswa menggunakan metode ekstraksi dengan pelarut etanol untuk mendapatkan senyawa aktif dari tanaman. Mengapa etanol sering dipilih sebagai pelarut dalam ekstraksi senyawa aktif?

a)

Etanol dapat melarutkan senyawa polar dan nonpolar

b)

Etanol tidak bereaksi dengan senyawa aktif

c)

Etanol memiliki titik didih yang tinggi

d)

Etanol lebih murah dibandingkan pelarut lain

e)

Etanol tidak beracun bagi manusia

37.

Seorang mahasiswa melakukan uji stabilitas ekstrak herbal dengan menyimpannya pada suhu kamar dan suhu dingin. Hasil menunjukkan bahwa ekstrak lebih stabil pada suhu dingin. Apa yang dapat disimpulkan dari hasil ini?

a)

Ekstrak tidak memerlukan penyimpanan khusus

b)

Ekstrak lebih efektif pada suhu kamar

c)

Ekstrak lebih baik disimpan pada suhu tinggi

d)

Ekstrak tidak terpengaruh oleh suhu

e)

Ekstrak lebih mudah terdegradasi pada suhu tinggi

38.

Dalam penelitian ekstraksi, mahasiswa menggunakan pelarut etanol untuk mengekstraksi senyawa aktif dari tanaman. Apa keuntungan utama menggunakan etanol dibandingkan pelarut lain?

a)

Etanol memiliki titik didih yang lebih rendah

b)

Etanol tidak beracun bagi manusia

c)

Etanol lebih murah dibandingkan pelarut lain

d)

Etanol lebih efektif dalam melarutkan senyawa polar

e)

Etanol lebih mudah diperoleh di pasaran

39.

Mahasiswa melakukan uji kualitatif terhadap ekstrak daun sirsak dan mendapatkan warna merah setelah menambahkan pereaksi FeCl3. Hasil ini menunjukkan adanya…

a)

Flavonoid

b)

Tanin

c)

Terpenoid

d)

Alkaloid

e)

Saponin

40.

Seorang dosen menjelaskan bahwa senyawa flavonoid memiliki banyak manfaat kesehatan, termasuk sebagai antioksidan. Apa yang menjadi mekanisme kerja senyawa ini dalam tubuh?

a)

Meningkatkan penyerapan nutrisi

b)

Menetralkan radikal bebas

c)

Meningkatkan metabolisme lemak

d)

Menurunkan tekanan darah

e)

Menstimulasi pertumbuhan sel