NEW
Font size
WorksheetsX TJKT_K3LH DAN BUDAYA KERJA INDUSTRI
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Suatu peristiwa yang tidak disengaja seperti kejadian yang tidak diharapkan dan tidak terkontrol yang dapat menyebabkan kerusakan peralatan, material bahkan kerusakan pada pekerja disebut:
Kerugian kerja
Fatal kerja
Kerusakan kerja
Kecelakaan kerja
Suatu usaha untuk menciptakan keadaan lingkungan kerja yang aman bebas dari kecelakaan disebut:
Kesehatan Kerja
Keselamatan Kerja
Kesehatan dan kecelakaan Kerja
Keamanan dan Keselamatan Kerja
Berikut ini tujuan dari keselamatan kerja adalah kecuali:
Menjamin tenaga kerja aman
Meningkatkan produktivitas kerja
Memenuhi standarisasi
Mencegah pemborosan
Apa yang harus dilakukan seorang pekerja apabila melihat area ditempat kerjanya terdapat air bekas pengolahan tumpah:
Menaburinya dengan serbuk gergaji, beri penanda pada area, kemudian laporkan pada pengawas
Menyuruh pekerja lain menjauh dari area, menuliskan tanda bahaya, dan tidak bekerja dahulu sebelum dibereskan
Berteriak memperingatkan pekerja supaya mengetahui bahwa ada air tumpah di area kerja
Menyuruh pekerja kebersihan untuk membersihkan tumpahan air, lalu melaporkannya pada atasan
Dibawah ini adalah Undang – undang Republik Indonesia tentang keselamatan kerja adalah:
UU RI No. 3 Th. 1970
UU RI No. 1 Th. 1970
UU RI No. 3 Th. 1992
UU RI No. 1 Th. 1992
Unsafe Act/tindakan tidak aman merupakan sebab utama yang biasa terjadi pada kecelakaan kerja yang berasal dari:
Lingkungan kerja
Perlengkapan kerja
Operator kerja
Sarana kerja
Suatu pabrik terjadi kebakaran, tindakan evakuasi apa yang harus dilakukan penanggung jawab K3 di pabrik itu:
Memberikan arahan mengenai bagaimana cara memadamkan api dengan benar
Menginstruksikan seluruh foreman untuk mengecek setiap pekerjanya kemudian menyuruh berkumpul
Meneriakkan bahwa telah terjadi kebakaran di dalam pabrik, lalu memberikan pekerja pemahaman tentang kebakaran
Membuka seluruh pintu, lalu mengarahkan pekerja ke pintu darurat untuk diperintahkan meninggalkan ruangan kebakaran
Pakaian Perlindungan atau pakaian kerja harus memenuhi syarat-syarat berikut yaitu:
Bahan pakaiannya harus mampu menahan panas sehingga kemungkinan meleleh dapat dihindari.
Pakaian kerja dengan bahan pakaian nylon sangat cocok untuk dibuat karena berbahan kain sintetis.
Pakaian kerja harus mampu didisain untuk menyimpan sesuatu seperti tempat penyimpanan yang mencukupi.
Rapat antar ikatan pada pakaian kerja harus mempunyai lebih dari minimal angka kapasitif tekstile.
Alat pelindung diri (APD) apa digunakan apabila seorang pekerja akan mengangkat selembar plat baja 1mx1m:
Kaca mata
Respirator
Ear plug
Sarung tangan kulit
Safety respiration adalah alat pelindung diri dari kecelakaan kerja pada bagian:
Kepala
Tubuh
Hidung
Mata
Seorang pekerja bekerja pada pabrik yang mempunyai tingkat kebisingan mencapai 85 dB. Pekerja ini sudah mengalami gangguan pendengaran medium, alat pelindung diri apa yang harus dipakai supaya pekerja tersebut tidak mengalami gangguan lebih parah:
Ear safety
Ear noise
Ear drum
Ear mam
Peralatan yang bermanfaat untuk membantu melindungi kesehatan dan keselamatan para karyawan dan pengunjung yang sedang berada di tempat kerja adalah definisi dari:
Lambang K3
Rambu K3
Gambar K3
Poster K3
Gambar rambu di samping termasuk dalam jenis rambu:
Prohibited sign
Emergency sign
Danger sign
Caution sign
Rambu Bahaya yang mengindikasikan kondisi yang sangat dekat dengan bahaya, yang jika tidak dihindari akan menyebabkan kematian atau cedera serius merupakan definisi dari:
Prohibited sign
Emergency sign
Danger sign
Caution sign
Rambu Larangan, bertujuan untuk memberitahukan kepada orang yang melihat untuk tidak melakukan hal-hal yang dilarang tersebut karena dapat mengakibatkan kecelakaan fatal merupakan definisi dari:
Prohibited sign
Emergency sign
Danger sign
Caution sign
Gambar disamping mempunyai makna peringatan bahwa:
Korban kecelakaan kerja harus dibawa ke RS
Instruksi untuk dibawa ke RS
Disini area untuk mendapatkan P3K
Instruksi untuk luka terpotong
Rambu disamping merupakan instruksi berupa:
Larangan
Himbauan
Evakuasi
Peringatan
Rambu disamping merupakan peringatan instruksi berupa:
Larangan
Himbauan
Evakuasi
Peringatan
Untuk menyalakan api harus ada 3 unsur utama diantaranya adalah kecuali:
Gesekan
Panas
Oksigen
Bahan bakar
Untuk memperingatkan adanya kebakaran atau ada sumber api diperlukan:
Fire hydrant
Fire blanket
Fire extinguisher
Fire alarm
Getaran yang dialami pekerja pada umumnya digolongkan dalam getaran secara keseluruhan dan getaran tangan atau lengan. Getaran seluruh tubuh terjadi jika pekerja bekerja sambil duduk, berdiri, atau berbaring pada suatu struktur yang bergetar. Getaran yang parah pada pekerja dapat menyebabkan hal-hal berikut, kecuali:
Pusing
Gangguan mental
Mual
Muntah
Gambar di samping termasuk tanda berupa:
Peringatan
Bahaya
Perhatian
Resiko
Faktor kunci untuk menekan tingginya angka kecelakaan kerja adalah:
Pengendalian kecelakaan kerja
Penganalisisan kecelakaan kerja
Pemberian santunan korban
Pemusatan kecelakaan
Langkah-langkah konsep manajemen K3 adalah:
Mencegah terjadinya insiden kecelakaan kerja, meningkatkan kualitas kehidupan kerja dan membantu pemulihan.
Mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data dan fakta, melakukan analisis permasalahan.
Merancang upaya perbaikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi.
Mengidentifikasi permasalahan, mengumpulkan data dan fakta, melakukan analisis permasalahan, merancang upaya perbaikan, mengimplementasikan dan mengevaluasi.
Dengan memasang rambu peringatan bahaya merupakan tingkatan pengendalian kecelakaan kerja dengan tindakan:
Menyediakan pengaman
Menyediakan tanda peringatan
Menyediakan prosedur K3
Mengurangi kecelakaan
Dengan memasang pembatas/pengaman pada bagian mesin dan roda gigi yang berputar merupakan tingkatan pengendalian kecelakaan kerja dengan tindakan:
Menyediakan pengaman
Menyediakan tanda peringatan
Menyediakan prosedur K3
Mengurangi kecelakaan
Contoh tindakan dengan menyediakan prosedur K3 dalam pengendalian kecelakaan kerja adalah:
Membuat garis pengaman pada area kerja dengan area lalu lintas
Membuat simbol/rambu waspada sebagai tanda peringatan bahaya
Memberikan pelatihan berupa arahan mengenai prosedur K3 kepada pekerja
Mengganti mesin/alat yang sudah rusak/dapat membahayakan pekerja
Aspek humanis yang biasanya aspek ini seringkali dijadikan faktor penyebab utama kasus kecelakaan kerja adalah:
Kondisi lingkungan tidak aman
Kelalaian pekerja/human error
Peralatan kerja tidak aman
Ketersediaan pengaman
Empat prinsip pencegahan kecelakaan kerja adalah:
Antisipasi, identifikasi, penilaian dan evaluasi, pengendalian
Emansipasi, identifikasi, penilaian dan evaluasi, pengendalian
Antisipasi, identifikasi, penilaian dan evaluasi, auditing
Antisipasi, identifikasi, koreksi dan pengendalian
Contoh penyebab kecelakaan kerja dilihat dari kondisi peralatan yang tidak aman berupa:
Pekerja bersikap sembrono dalam bekerja
Lantai tempat bekerja ada tumpahan air yang tidak dibersihkan
Tidak terdapat alat keselamatan yang memadai
Kondisi box roda gigi yang berputar pada mesin terbuka
Untuk menuju suatu perusahaan yang menghilangkan resiko kecelakaan kerja (zero accident) salah satu tindakannya adalah:
Tata letak yang sesuai dengan prosedur serta memiliki perlengkapan keselamatan kerja yang memadai
Fasilitas kantor yang lengkap serta terpenuhi kebutuhan kantor
Merekrut rekanan bisnis serta karyawan yang kompetibel dan memiliki pengalaman kerja
Memenuhi kebutuhan karyawan serta kesejahteraan karyawan dijamin perusahaan
Penataan tempat kerja yang tidak baik ditampakkan dari, kecuali:
Tidak terpenuhinya standar tata-letak tempat kerja dan standar peralatan
Penataan ulang yang tidak sah, pencahayaan kurang
Tidak terdapat kotoran dan terpasang prosedur kerja dengan jelas
Peralatan yang rusak atau usang, peralatan yang kotor
Salah satu syarat utama dalam penataan tempat kerja yang baik adalah:
Tata letak yang sesuai serta penataan tempat kerja yang baik
Memenuhi kelengkapan fasilitas kerja yang banyak
Tempat penyimpanan banyak serta kebersihan diendahkan
Peralatan yang terbebani secara berlebihan
Hal yang harus diperhatikan apabila suatu pekerjaan mengangkat/memindahkan material secara manual harus dilakukan adalah:
Posisi badan harus pada kekuatan maksimal untuk mengatasi gaya grafitasi, tangan sebagai tuas pemegang beban, punggung sebagai pusat tenaga penahan beban dan kaki sebagai tumpuhan
Posisi badan harus sejajar dengan tanah supaya didapat tumpuan yang mantap, tangan memegang erat sehingga kemungkinan material/komponen jatuh dapat dihindari
Lakukan dengan bantuan tenaga teman, pertolongan seperti ini harus dilakukan supaya beban angkat yang diterima semakin kecil, ini juga akan memudahkan pengangkatan
Meminta instruksi dari kepala bagian tentang bagaimana prosedur untuk mengangkat/memindahkan material, untuk mendapatkan arahan supaya pekerjaan semakin mudah
Posisi duduk yang ergonomis saat menggunakan komputer yang benar adalah:
Membungkuk dengan siku menyentuh meja.
Siku membentuk sudut 90 derajat dengan lengan sejajar meja.
Punggung tegak, kaki menapak lantai, dan siku membentuk sudut 30-40 derajat dengan meja
Duduk membungkuk dengan kepala condong ke depan.
Untuk menghindari kelelahan mata saat bekerja di depan komputer, sebaiknya kita:
Mempertahankan jarak pandang tetap dekat.
Mengarahkan pandangan ke layar monitor terus-menerus tanpa henti.
Menggunakan kacamata tanpa bingkai yang sangat besar.
Berlatih memandang objek lain atau berkedip secara berkala.
Jarak pandang yang ideal antara mata dengan layar monitor sebaiknya adalah:
10 cm atau kurang.
Sama dengan jarak tangan saat memegang mouse.
Sekitar 40-75 cm atau lengan yang terentang.
Setiap satu meter agar tidak membuat mata lelah.
Manakah di bawah ini yang merupakan salah satu ciri-ciri pencahayaan yang baik di lab komputer?
Sinar matahari langsung dari depan monitor.
Cahaya terlalu terang yang menyilaukan mata.
Pencahayaan yang redup agar tidak terlalu silau.
Pencahayaan yang memadai dan tidak menyebabkan silau atau pantulan berlebih di layar.
Jika ingin menyambung atau melepas perangkat komputer, yang seharusnya dilakukan adalah:
Menyambung saat komputer dalam keadaan menyala.
Menyambung saat komputer dalam keadaan menyala.
Mematikan komputer dan mencabut kabel powernya.
Mengambil perangkat keras dengan tangan basah.
Apa tujuan dijalankan 5R?
Keadaan lingkungan kerja yang benar
Landasan membentuk perilaku manusia agar memiliki kebiasaan dalam mengurangi pemborosan, zero deffect, zero accident, dan produktivitas tinggi.
Terciptanya minimal accident
Pengurangan masalah
Mentalitas dasar 5R adalah?
Kesadaran berkualitas, Siklus PDCA, berbicara berdasarkan data, aspek SDM
Rapih, ringkas, resik, rawat, dan rajin.
pola pikir, perilaku, sikap kerja, dan tempat kerja
Mandiri, tidak bertele-tele, singkat, jelas
Tahapan 5 R adalah?
Resik, Ringkas, rapih, rajin, dan Rawat
Rawat, rajin, rapi, resik, dan ringkas,
Ringkas, rapi , resik, rawat, dan rajin
rajin, ringkas, resik, rapi, dan rawat
R1 adalah Ringkas, dengan aktifitas ?
Menjaga tempat kerja agar tetap bersih, teratur dan indah
Melanjutkan aktifitas yang sudah dilakukan oleh Rapi
Melaksanakan standarisasi di tempat kerja nsesuai standar 5R
Memilah-milah barang yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan
R2 adalah rapi, dengan aktifitas?
Menjaga tempat kerja agar tetap bersih, teratur dan indah
Melanjutkan aktifitas yang sudah dilakukan oleh Rapi
Melaksanakan standarisasi di tempat kerja nsesuai standar 5R
Memilah-milah barang yang dibutuhkan dan yang tidak dibutuhkan
Manfaat dari R3 yaitu resik adalah?
Mempercepat pengambilan barang
Menjaga keselamatan dan kesehatan kerja
efisiensi tempat kerja
mempermudah kontrol
Aktifitas R3 (Resik ) dalah sebagai berikut, kecuali
Menjaga tempat kerja tetap bersih
Melaksanakan standarisasi di tempat kerja
Memeriksa kondisi R1 dan R2 saat membersihkan
menemukan masalah minor pada waktu pemeriksaan kebersihan
Manfaat dari R4 ( Rawat) adalah sebagai berikut, kecuali?
Menjaga lingkungan kerja selalu baik
menjaga alat kerja siap pakai
menjaga kualitas hasil kerja
mengurangi pemborosan gerak
Dalam penerapan ringkas, item di bagi menjadi 3 kelompok di bawah ini, kecuali?
Sering digunakan/ diperlukan
Ragu-ragu/ Jarang digunakan
Tidak diperlukan
Semua digunakan
Manfaat dari kontrol standarisasi adalah
Permintaan sesuai dengan pemakaian
Menjaga agar pemakaian tetap stabil
Hasil distandarkan dari 5R
Dapat mengevaluasi dari implementasi pemakaian
Dalam R1 (Ringkas) Maksud dari barang tidak diperlukan adalah sebagai berikut, kecuali?
Usahakan untuk tidak diperlukan
Periode tidak diperlukan
Fungsi tidak sesuai
Jumlah tidak sesuai
