WorksheetsPAI - ULANGAN KE 3 IKHLAS
Total questions: 61
Worksheet time: 31mins
Jika seseorang beramal hanya karena ingin mendapat pujian manusia, maka secara batin ia telah kehilangan “ruh amal”-nya. Hal ini menunjukkan bahwa…
Amal tersebut tetap bernilai karena terlihat baik di mata orang lain
Amal tersebut kosong makna karena tidak disertai keikhlasan
Amal tersebut akan tetap diterima karena niat awalnya baik
Amal tersebut lebih tinggi nilainya daripada amal tersembunyi
Bila seseorang tetap berbuat baik meski tidak ada yang melihat, hal itu menunjukkan bahwa ia telah mencapai tingkat…
Riya
Ihsan
Syirik
Ujub
Dalam konteks kehidupan modern yang penuh media sosial, seseorang yang memposting amalnya agar mendapat “likes” termasuk…
Berikhlas secara sempurna
Mencampur niat antara Allah dan manusia
Tidak berdosa karena sekadar berbagi kebaikan
Beramal tanpa tujuan
Dari pandangan Ibnu Athaillah As-Sakandari, rahasia hidupnya amal terdapat pada “sirr al-ikhlas”. Ini berarti…
Amal yang paling besar jumlahnya paling mulia
Amal yang tersembunyi nilainya lebih tinggi
Amal tidak akan hidup tanpa keikhlasan
Amal kecil tidak perlu ikhlas
Seseorang membantu orang miskin dengan diam-diam agar tidak terlihat orang lain. Berdasarkan konsep Ali Al Dagog, tindakan ini menunjukkan…
Ciri orang Mukhlis
Bentuk ujub
Sifat munafik
Ciri orang yang takut diketahui
Mengapa ikhlas disebut “buah dari ihsan”?
Karena ihsan muncul setelah seseorang mampu beramal tanpa niat
Karena ihsan mengajarkan bahwa Allah selalu mengawasi amal
Karena ihsan berarti berbuat untuk manusia
Karena ihsan dan ikhlas tidak berhubungan
Dalam kehidupan sosial, mengapa sulit membedakan orang yang ikhlas dengan yang riya?
Karena ikhlas dan riya tampak sama dalam perbuatan lahir
Karena orang ikhlas selalu menyembunyikan amalnya
Karena riya hanya dilakukan oleh orang munafik
Karena ikhlas mudah dikenali dari penampilan
Jika seseorang merasa kecewa karena tidak dipuji setelah berbuat baik, maka yang hilang dari dirinya adalah…
Kesabaran
Keikhlasan
Ketulusan berbagi
Rasa malu
Mengapa keikhlasan disebut “membersihkan hati”?
Karena menghapus dosa secara otomatis
Karena memurnikan niat dari campuran selain Allah
Karena membuat seseorang lebih pintar beribadah
Karena melatih tubuh agar kuat beramal
Jika posisi ikhlas berada di antara riya dan syirik, maka orang yang paling dekat dengan keikhlasan adalah…
Orang yang menolak dipuji manusia
Orang yang menyembunyikan niat buruknya
Orang yang beramal karena ingin disukai orang saleh
Orang yang tidak ingin amalnya diketahui siapa pun
Menurut Imam Nawawi, ikhlas adalah…
Melakukan amal hanya untuk mendapatkan pujian manusia
Melakukan amal dengan niat yang bersih dan murni hanya untuk Allah SWT
Melakukan amal agar terhindar dari malapetaka
Melakukan amal untuk memperoleh keuntungan duniawi
Berdasarkan penjelasan, apa tujuan utama dari ikhlas menurut Syekh Ibnu Atha’illah?
Mendapatkan pujian dari manusia
Melakukan amal ibadah semata-mata ditujukan kepada Allah SWT
Menghindari hukuman di dunia
Meningkatkan status sosial di masyarakat
Ikhlas tidak boleh bercampur dengan riya atau syirik karena:
Karena riya dan syirik membuat amal menjadi tidak diterima oleh Allah SWT
Karena riya dan syirik membuat amal menjadi lebih banyak pahalanya
Karena riya dan syirik adalah perbuatan yang disukai manusia
Karena riya dan syirik hanya dilakukan oleh orang saleh
Menurut Hamka, ikhlas adalah…
Amal yang bercampur dengan niat lain
Amal yang tulen, tidak ada campuran perak sedikit pun
Amal yang dilakukan untuk mendapatkan pujian
Amal yang dilakukan untuk menghindari hukuman
Menurut Imam Nawawi, seseorang dapat dikatakan ikhlas apabila…
Ia mampu menutupi amalnya dari orang lain
Ia menyucikan seluruh inderanya dari sifat tercela
Ia tidak pernah membicarakan amal kebaikannya
Ia melakukan amal tanpa memperdulikan niat
Jika seorang hamba beribadah dengan mata yang memandang rendah orang lain, maka menurut konsep Imam Nawawi…
Ia telah kehilangan dimensi lahir dari ikhlas
Ia masih tergolong ikhlas karena niatnya benar
Ia hanya perlu memperbanyak amal
Ia sudah mencapai derajat ihsan
ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ ٢
yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Ayat QS. Al-Mulk ayat 2 digunakan Imam Nawawi sebagai dasar bahwa amal harus diuji melalui…
Banyaknya amal dan ibadah seseorang
Kualitas niat dan kebersihan hati dalam amal
Penilaian orang lain terhadap amal
Keberhasilan duniawi dari amal tersebut
Makna terdalam dari ungkapan Imam Nawawi "طَهُورُ حَوَاسِّ الظَّاهِرَةِ وَالْبَاطِنَةِ مِنَ الْأَخْلَاقِ الذَّمِيمَةِ" adalah…
Ikhlas hanya terjadi di dalam hati
Keikhlasan sejati melibatkan hati dan perilaku lahir
Ikhlas cukup diwujudkan dengan lisan
Ikhlas tidak perlu tampak dalam tindakan
Mengapa Imam Nawawi menekankan pembersihan pancaindra, bukan hanya hati?
Karena dosa sering berasal dari pancaindra
Karena indera merupakan sarana masuknya niat buruk
Karena pembersihan indera memperkuat ketulusan amal
Semua jawaban benar
Jika seseorang beramal agar terbebas dari kesusahan dunia, menurut pandangan Muhammad Abduh hal itu berarti…
Masih ikhlas karena untuk kebaikan
Tidak ikhlas karena ada tujuan selain Allah
Termasuk ihsan karena sadar akibat amal
Diperbolehkan asal tidak riya
Hamka menggambarkan ikhlas seperti emas murni tanpa campuran. Analogi ini menegaskan bahwa…
Ikhlas tidak dapat diuji
Ikhlas harus disertai keindahan lahiriah
Ikhlas sejati tidak tercampur kepentingan pribadi
Ikhlas sulit dilakukan tanpa kekayaan
Menurut Ali Mahmud, meninggalkan amal karena manusia adalah tanda riya. Apa makna terdalam dari pernyataan itu?
Amal tidak boleh dipengaruhi oleh pandangan manusia
Amal harus ditunjukkan kepada manusia agar diketahui
Amal menjadi benar jika disaksikan banyak orang
Amal tidak perlu dilakukan karena tidak penting
Jika seseorang menjaga lisannya dari ghibah, menjaga matanya dari melihat dosa, dan menjaga hatinya dari iri, maka menurut Imam Nawawi hal itu termasuk…
Bentuk pembersihan pancaindra lahir dan batin
Bentuk kesalehan sosial
Amal wajib saja
Amal yang tidak bernilai tinggi
فَلَمَّا رَاَوْهُ زُلْفَةً سِيْۤـَٔتْ وُجُوْهُ الَّذِيْنَ كَفَرُوْا وَقِيْلَ هٰذَا الَّذِيْ كُنْتُمْ بِهٖ تَدَّعُوْنَ ٢٧
fa lammâ ra'auhu zulfatan sî'at wujûhulladzîna kafarû wa qîla hâdzalladzî kuntum bihî tadda‘ûn
Ketika mereka melihat azab (pada hari Kiamat) sudah dekat, wajah orang-orang kafir itu menjadi muram. Dikatakan (kepada mereka), “Ini adalah (sesuatu) yang dahulu kamu selalu mengaku (bahwa kamu tidak akan dibangkitkan).”
Mengapa keikhlasan dianggap ujian tertinggi bagi hamba Allah sebagaimana dijelaskan dalam QS. Al-Mulk ayat 27?
Karena hanya Allah yang mengetahui kadar keikhlasan seseorang
Karena amal ikhlas selalu terlihat besar
Karena ikhlas hanya bisa dicapai oleh para nabi
Karena ikhlas tidak diperlukan dalam ibadah
Salah satu ciri orang yang memiliki sifat ikhlas adalah...
Tidak suka dipuji
Selalu ingin dipuji
Suka membanggakan diri
Suka menonjolkan amalnya
Mengapa seorang mukhlis tidak akan pernah suka dengan pujian yang berasal dari orang lain?
Karena pujian dapat menimbulkan penyakit ujub atau sombong
Karena pujian membuat amal lebih besar
Karena pujian adalah tanda keikhlasan
Karena pujian wajib diterima
Apa yang dilakukan oleh orang yang ikhlas terhadap amal kebaikan yang telah dilakukan?
Melupakan amal kebaikan tersebut
Selalu mengingat amal kebaikan tersebut
Menceritakan amal kebaikan kepada orang lain
Menuntut balasan atas amal kebaikan tersebut
Bagaimana cara seorang mukhlis menyikapi pujian dan hinaan dari orang lain?
Menganggap sama antara pujian dan hinaan
Merasa bangga jika dipuji
Merasa sedih jika dihina
Membalas hinaan dengan amarah
Sebutkan alasan mengapa seorang mukhlis tidak mencalonkan diri menjadi pemimpin!
Karena tidak ingin dipuji dan dihormati
Karena tidak mampu memimpin
Karena tidak suka bekerja
Karena tidak ingin bertanggung jawab
Seseorang yang merasa senang ketika dipuji atas amalnya, tanpa disadari telah kehilangan “ruh amal”-nya. Berdasarkan QS. Al-Bayyinah ayat 5, apa yang seharusnya menjadi dasar dari setiap amal seorang mukmin?
Pujian dari manusia
Keinginan untuk dikenal
Keikhlasan hanya kepada Allah
Kebutuhan akan penghargaan
اِنَّا عَرَضْنَا الْاَمَانَةَ عَلَى السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِ وَالْجِبَالِ فَاَبَيْنَ اَنْ يَّحْمِلْنَهَا وَاَشْفَقْنَ مِنْهَا وَحَمَلَهَا الْاِنْسَانُۗ اِنَّهٗ كَانَ ظَلُوْمًا جَهُوْلًاۙ ٧٢
innâ ‘aradlnal-amânata ‘alas-samâwâti wal-ardli wal-jibâli fa abaina ay yaḫmilnahâ wa asyfaqna min-hâ wa ḫamalahal-insân, innahû kâna dhalûman jahûlâ
Sesungguhnya Kami telah menawarkan amanat kepada langit, bumi, dan gunung-gunung; tetapi semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir tidak akan melaksanakannya. Lalu, dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya ia (manusia) sangat zalim lagi sangat bodoh.
Ketika seseorang tidak berambisi menjadi pemimpin karena takut terjerumus pada kesombongan, hal ini menunjukkan kesadaran spiritual bahwa kepemimpinan adalah amanah. Prinsip ini sejalan dengan firman Allah dalam QS. Al-Ahzab ayat 72 tentang amanah. Apa makna tersiratnya?
Kepemimpinan adalah bentuk kehormatan yang patut dibanggakan
Amanah berat hanya layak dihindari oleh orang lemah
Amanah harus dijaga dengan keikhlasan agar tidak menimbulkan kesombongan
Semua orang wajib menjadi pemimpin dalam hal apapun
وَالَّذِيۡنَ اجۡتَنَـبُـوا الطَّاغُوۡتَ اَنۡ يَّعۡبُدُوۡهَا وَاَنَابُوۡۤا اِلَى اللّٰهِ لَهُمُ الۡبُشۡرٰى ۚ فَبَشِّرۡ عِبَادِ ۙ ١٧
Dan orang-orang yang menjauhi Tagut (yaitu) tidak menyembahnya1 dan kembali kepada Allah, mereka pantas mendapat berita gembira; sebab itu sampaikanlah kabar gembira itu kepada hamba-hamba-Ku,
الَّذِيۡنَ يَسۡتَمِعُوۡنَ الۡقَوۡلَ فَيَتَّبِعُوۡنَ اَحۡسَنَهٗ ؕ اُولٰٓٮِٕكَ الَّذِيۡنَ هَدٰٮهُمُ اللّٰهُ وَاُولٰٓٮِٕكَ هُمۡ اُولُوا الۡاَلۡبَابِ ١٨
(yaitu) mereka yang mendengarkan perkataan lalu mengikuti apa yang paling baik di antaranya.1 Mereka itulah orang-orang yang telah diberi petunjuk oleh Allah dan mereka itulah orang-orang yang mempunyai akal sehat.
Orang mukhlis mendengarkan nasihat, bahkan dari orang yang dianggap lebih rendah darinya. Hal ini menunjukkan pengamalan dari ayat QS. Az-Zumar: 17–18 tersebut. Apa pelajaran tersirat dari ayat tersebut?
Mendengar nasihat adalah tanda kerendahan hati dan keikhlasan
Nasihat hanya penting jika datang dari ulama besar
Orang mukhlis tidak perlu nasihat
Menolak kritik adalah bentuk keteguhan iman
قُلْ اِنَّ صَلَاتِيْ وَنُسُكِيْ وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِيْ لِلّٰهِ رَبِّ الْعٰلَمِيْنَۙ ١٦٢
Seseorang yang menganggap pujian dan hinaan sama saja dalam beramal menunjukkan pemahaman mendalam terhadap nilai ikhlas. Hal ini sejalan dengan QS. Al-An’am ayat 162. Makna tersirat ayat ini adalah…
Semua amal harus dikaitkan dengan kehidupan dunia
Semua amal hanya untuk Allah tanpa terpengaruh penilaian manusia
Amal baik harus selalu disertai pujian
Amal hanya sah bila diketahui orang
اِنَّمَا نُطْعِمُكُمْ لِوَجْهِ اللّٰهِ لَا نُرِيْدُ مِنْكُمْ جَزَاۤءً وَّلَا شُكُوْرًا ٩
innamâ nuth‘imukum liwaj-hillâhi lâ nurîdu mingkum jazâ'aw wa lâ syukûrâ(Mereka berkata,) “Sesungguhnya kami memberi makanan kepadamu hanya demi rida Allah. Kami tidak mengharap balasan dan terima kasih darimu.
Melupakan amal baik yang telah dilakukan menunjukkan kesadaran bahwa amal bukan untuk dikenang, tetapi untuk diterima Allah. Hal ini sejalan dengan QS. Al-Insan ayat 9. Apa nilai ikhlas yang terkandung di dalam ayat tersebut?
Amal dilakukan untuk mendapatkan pujian manusia
Amal dilakukan hanya untuk mengharapkan ridha Allah
Amal dilakukan agar dikenang oleh orang lain
Amal dilakukan supaya mendapat balasan duniawi
يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا لَا تُبْطِلُوْا صَدَقٰتِكُمْ بِالْمَنِّ وَالْاَذٰىۙ كَالَّذِيْ يُنْفِقُ مَالَهٗ رِئَاۤءَ النَّاسِ وَلَا يُؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَالْيَوْمِ الْاٰخِرِۗ فَمَثَلُهٗ كَمَثَلِ صَفْوَانٍ عَلَيْهِ تُرَابٌ فَاَصَابَهٗ وَابِلٌ فَتَرَكَهٗ صَلْدًاۗ لَا يَقْدِرُوْنَ عَلٰى شَيْءٍ مِّمَّا كَسَبُوْاۗ وَاللّٰهُ لَا يَهْدِى الْقَوْمَ الْكٰفِرِيْنَ ٢٦٤
yâ ayyuhalladzîna âmanû lâ tubthilû shadaqâtikum bil-manni wal-adzâ kalladzî yunfiqu mâlahû ri'â'an-nâsi wa lâ yu'minu billâhi wal-yaumil-âkhir, fa matsaluhû kamatsali shafwânin ‘alaihi turâbun fa ashâbahû wâbilun fa tarakahû shaldâ, lâ yaqdirûna ‘alâ syai'im mimmâ kasabû, wallâhu lâ yahdil-qaumal-kâfirîn
Wahai orang-orang yang beriman, jangan membatalkan (pahala) sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya (pamer) kepada manusia, sedangkan dia tidak beriman kepada Allah dan hari Akhir. Perumpamaannya (orang itu) seperti batu licin yang di atasnya ada debu, lalu batu itu diguyur hujan lebat sehingga tinggallah (batu) itu licin kembali. Mereka tidak menguasai sesuatu pun dari apa yang mereka usahakan. Allah tidak memberi petunjuk kepada kaum kafir.
Ketika seseorang menuntut ucapan terima kasih setelah memberi sedekah, amalnya terancam hilang nilainya di sisi Allah. Hal ini ditegaskan dalam QS. Al-Baqarah ayat 264. Apa pesan tersirat dari ayat tersebut?
Sedekah tanpa ikhlas sama dengan menipu diri sendiri
Sedekah hanya diterima jika diumumkan
Pujian manusia bisa menggantikan pahala
Amal baik tidak perlu niat
اِعْلَمُوْٓا اَنَّمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَا لَعِبٌ وَّلَهْوٌ وَّزِيْنَةٌ وَّتَفَاخُرٌۢ بَيْنَكُمْ وَتَكَاثُرٌ فِى الْاَمْوَالِ وَالْاَوْلَادِۗ كَمَثَلِ غَيْثٍ اَعْجَبَ الْكُفَّارَ نَبَاتُهٗ ثُمَّ يَهِيْجُ فَتَرٰىهُ مُصْفَرًّا ثُمَّ يَكُوْنُ حُطَامًاۗ وَفِى الْاٰخِرَةِ عَذَابٌ شَدِيْدٌۙ وَّمَغْفِرَةٌ مِّنَ اللّٰهِ وَرِضْوَانٌۗ وَمَا الْحَيٰوةُ الدُّنْيَآ اِلَّا مَتَاعُ الْغُرُوْرِ ٢
٠i‘lamû annamal-ḫayâtud-dun-yâ la‘ibuw wa lahwuw wa zînatuw wa tafâkhurum bainakum wa takâtsurun fil-amwâli wal-aulâd, kamatsali ghaitsin a‘jabal-kuffâra nabâtuhû tsumma yahîju fa tarâhu mushfarran tsumma yakûnu huthâmâ, wa fil-âkhirati ‘adzâbun syadîduw wa maghfiratum minallâhi wa ridlwân, wa mal-ḫayâtud-dun-yâ illâ matâ‘ul-ghurûr
Ketahuilah bahwa kehidupan dunia itu hanyalah permainan, kelengahan, perhiasan, dan saling bermegah-megahan di antara kamu serta berlomba-lomba dalam banyaknya harta dan anak keturunan. (Perumpamaannya adalah) seperti hujan yang tanamannya mengagumkan para petani, lalu mengering dan kamu lihat menguning, kemudian hancur. Di akhirat ada azab yang keras serta ampunan dari Allah dan keridaan-Nya. Kehidupan dunia (bagi orang-orang yang lengah) hanyalah kesenangan yang memperdaya.
Seseorang yang tidak suka dipuji karena khawatir riya, berarti telah menjaga hatinya dari penyakit ujub. Ini sesuai dengan pesan QS. Al-Hadid ayat 20 tentang tipu daya dunia. Apa makna tersiratnya?
Dunia dan pujian adalah sarana untuk berbuat baik
Pujian adalah bagian dari ujian dunia
Dunia tidak berbahaya bagi orang berilmu
Dunia adalah tempat untuk mencari pujian
ࣙالَّذِيْ خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيٰوةَ لِيَبْلُوَكُمْ اَيُّكُمْ اَحْسَنُ عَمَلًاۗ وَهُوَ الْعَزِيْزُ الْغَفُوْرُۙ ٢
alladzî khalaqal-mauta wal-ḫayâta liyabluwakum ayyukum aḫsanu ‘amalâ, wa huwal-‘azîzul-ghafûr
yaitu yang menciptakan kematian dan kehidupan untuk menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dia Mahaperkasa lagi Maha Pengampun.
Apa hubungan tersirat antara QS. Al-Mulk ayat 2 dan sifat ikhlas?
Allah menguji manusia agar mencari penghargaan
Allah menguji siapa yang paling baik amalnya
Allah menilai banyaknya amal, bukan niatnya
Allah memuliakan yang dipuji manusia
وَعِبَادُ الرَّحْمٰنِ الَّذِيْنَ يَمْشُوْنَ عَلَى الْاَرْضِ هَوْنًا وَّاِذَا خَاطَبَهُمُ الْجٰهِلُوْنَ قَالُوْا سَلٰمًا ٦٣
wa ‘ibâdur-raḫmânilladzîna yamsyûna ‘alal-ardli haunaw wa idzâ khâthabahumul-jâhilûna qâlû salâmâ
Hamba-hamba Tuhan Yang Maha Pengasih itu adalah yang berjalan di atas bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salam.”
Apa makna tersirat ayat QS. Al-Furqan ayat 63 dalam konteks ikhlas?
Ikhlas melahirkan kesombongan
Ikhlas menjadikan seseorang rendah hati dan lembut
Ikhlas membuat seseorang tidak perlu mendengar orang lain
Ikhlas adalah tanda kehebatan diri
وَاَنَّ سَعۡيَهٗ سَوۡفَ يُرٰى ٤٠
dan sesungguhnya usahanya itu kelak akan diperlihatkan (kepadanya),
ثُمَّ يُجۡزٰٮهُ الۡجَزَآءَ الۡاَوۡفٰىۙ ٤١
kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang paling sempurna,
Apa pelajaran tersirat dari QS. An-Najm ayat 39–41 tentang amal baik?
Amal manusia ditentukan oleh pengakuan orang lain
Setiap amal akan dibalas sesuai keikhlasannya
Amal yang tidak diketahui orang tidak bernilai
Amal tanpa niat masih bisa diterima
Tingkat ikhlas awam menurut para ulama tasawuf adalah...
Melakukan ibadah karena ingin dipuji orang lain
Melakukan ibadah kepada Allah SWT dengan perasaan takut
Melakukan ibadah tanpa tujuan apapun
Melakukan ibadah hanya untuk mendapatkan kekayaan
Orang yang beribadah dengan tujuan agar rezekinya dimudahkan tergolong dalam tingkatan ikhlas…
Khawas al-Khawas
Awam
Khawas
Mukhlisin sejati
Perbedaan antara ikhlas khawas dan ikhlas awam terletak pada…
Tujuan ibadahnya
Cara beribadahnya
Waktu pelaksanaannya
Tempat pelaksanaannya
Orang yang shalat tahajud agar urusannya di dunia lancar menunjukkan bahwa ia…
Sudah mencapai ikhlas sejati
Masih di tingkatan ikhlas awam
Termasuk golongan khawas al-khawas
Tidak memiliki niat baik sama sekali
Ciri utama ikhlas khawas al-khawas adalah…
Beramal karena takut neraka
Beramal agar dipuji manusia
Beramal hanya untuk ridha Allah
Beramal agar mendapat kedudukan
Dalam pandangan Imam Al-Ghazali, siapa yang akan selamat dari kebinasaan?
Orang yang berilmu saja
Orang yang banyak beramal
Orang yang ikhlas dalam amalnya
Orang yang terkenal dengan ilmunya
Pernyataan “Orang ikhlas pun harus berhati-hati dalam amalnya” mengandung pesan tersirat bahwa…
Ikhlas mudah dicapai
Riya dapat muncul tanpa disadari
Amal tanpa niat tetap diterima
Orang ikhlas tidak perlu introspeksi
Jika seseorang beramal karena ingin menghindari neraka, maka tingkat keikhlasannya termasuk…
Ikhlas Awam
Ikhlas Khawas
Ikhlas Khawas al-Khawas
Tidak termasuk ikhlas sama sekali
Pesan spiritual tersirat dari perkataan Imam Al-Ghazali: "Orang yang ikhlas pun berada dalam bahaya besar" adalah…
Ikhlas bukan jaminan aman dari ujian niat
Orang ikhlas pasti diterima amalnya
Orang ikhlas tidak butuh pengawasan diri
Keikhlasan tidak penting dalam amal
وَمَا أُمِرُوا إِلَّا لِيَعْبُدُوا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ adalah…
Ikhlas Awam
Ikhlas Khawas
Ikhlas Khawas al-Khawas
Semua sama
Tingkatan ikhlas dapat diibaratkan seperti tangga spiritual menuju kesempurnaan iman. Apa pelajaran tersirat dari pengelompokan ini?
Bahwa setiap manusia wajib langsung mencapai puncak ikhlas
Bahwa keikhlasan berkembang sesuai pemahaman dan kesadaran
Bahwa amal tidak perlu disertai niat
Bahwa semua orang sudah pasti ikhlas
Mengapa amal ibadah yang dilakukan dengan ikhlas akan diterima oleh Allah SWT?
Karena dilakukan di tempat ibadah
Karena dilakukan bersama banyak orang
Karena dilakukan dengan niat dan pikiran bahwa ibadah adalah karunia dari Allah SWT
Karena dilakukan pada waktu tertentu
Bagaimana cara agar kita terhindar dari sikap riya atau ujub dalam beramal?
Dengan menyembunyikan amal dari orang lain
Dengan mengingat bahwa semua yang kita lakukan adalah karunia dari Allah SWT
Dengan memamerkan amal kepada orang lain
Dengan beramal hanya saat ada orang yang melihat
Jelaskan alasan mengapa memberikan sebagian rezeki kepada orang yang membutuhkan dianggap sebagai bentuk keikhlasan!
Karena rezeki yang dimiliki hanyalah titipan Allah SWT
Karena ingin dipuji oleh orang lain
Karena ingin mendapatkan balasan langsung
Karena ingin menjadi terkenal
Mengapa kehidupan kalbu dan kebebasan dari kesedihan di dunia tidak bisa tercapai tanpa keikhlasan?
Karena keikhlasan membuat hati lebih tenang dan tenteram
Karena keikhlasan membuat seseorang kaya
Karena keikhlasan membuat seseorang terkenal
Karena keikhlasan membuat seseorang berkuasa
Apa makna dari doa “Allahummarzuqnal-ikhlas wal Istiqqomah wa hubbAllah wa hubba man ahabbah” ?
Meminta rezeki berupa ikhlas, istiqomah, cinta kepada Allah dan cinta kepada orang-orang yang mencintai Allah
Meminta kekayaan dan kekuasaan di dunia
Meminta kesehatan dan umur panjang
Meminta perlindungan dari musuh
Sebutkan salah satu cara agar amal yang kita lakukan diterima oleh Allah SWT!
Melakukan amal dengan ikhlas
Melakukan amal di depan banyak orang
Melakukan amal hanya saat ada kebutuhan
Melakukan amal tanpa niat
Mengapa kita tidak boleh menganggap bahwa semua yang kita miliki adalah hasil usaha sendiri?
Karena semua yang kita miliki adalah titipan Allah SWT
Karena semua yang kita miliki adalah milik orang lain
Karena semua yang kita miliki adalah hasil warisan
Karena semua yang kita miliki adalah hasil kerja keras semata
Makna hadis “Ikhlaskanlah amal, maka sedikit darinya mencukupimu” adalah…
Banyaknya amal menjadi ukuran utama
Keikhlasan menjadikan amal bernilai besar
Amal sedikit tidak akan bermanfaat
Amal tanpa tujuan duniawi sia-sia
Seseorang yang sholat karena ingin menghindari pekerjaan termasuk tidak ikhlas karena…
Tidak melakukan wudhu dengan sempurna
Niatnya bukan karena Allah SWT
Ia tidak memahami makna sholat
Ia sholat di waktu yang tidak tepat
Orang yang bersedekah agar mendapat perhatian dari orang lain termasuk orang yang…
Ikhlas
Munafik
Riya’
Zuhud
Mengapa orang yang ikhlas akan hidup tenang dan tenteram?
Karena ia tidak berharap balasan dari manusia
Karena ia jarang berinteraksi dengan orang lain
Karena ia tidak pernah berbuat salah
Karena ia banyak harta dan jabatan
