wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Akad Syariah

Total questions: 28

Worksheet time: 9mins

Name
Class
Date
1.

Dalam suatu proyek usaha, dua investor menyepakati modal bersama dan pengelolaan bersama. Salah satu investor kemudian menjual bagiannya secara bertahap kembali ke investor lain hingga kepemilikan berkurang. Akad apakah yang paling tepat menggambarkan struktur ini?

a)

Murabahah

b)

Musyarakah mutanaqisah

c)

Mudharabah

d)

Ijarah muntahiya bittamlik

2.

Sebuah bank syariah membeli barang dari pemasok dengan harga pokok Rp100 juta lalu menjual kembali kepada nasabah dengan margin yang disepakati dan pembayaran dicicil. Risiko kepemilikan barang selama produksi ditanggung siapa menurut prinsip murabahah?

a)

Penjual (bank) sampai penyerahan ke nasabah

b)

Nasabah sejak akad dibuat

c)

Pemasok sejak produksi dimulai

d)

Bersama-sama antara bank dan nasabah

3.

Dalam akad mudharabah, jika pengelola (mudharib) melakukan kelalaian yang nyata sampai menyebabkan kerugian, bagaimana pembagian kerugian?

a)

Ditanggung pengelola penuh

b)

Ditanggung pemilik modal penuh

c)

Ditanggung bersama sesuai nisbah

d)

Tidak ada kerugian yang harus ditanggung

4.

Bank syariah menawarkan produk tabungan yang menyatakan “dapat dibagikan keuntungan jika tersedia; tidak ada jaminan keuntungan”. Akad yang paling tepat untuk produk ini adalah:

a)

Qard hasan

b)

Wadiah yad dhamanah

c)

Mudharabah

d)

Murabahah

5.

Dalam transaksi sukuk yang representatif terhadap kepemilikan aset proyek, investor menerima imbalan berdasarkan kinerja aset. Instrumen ini paling dekat secara substansi dengan:

a)

Obligasi konvensional berkupon tetap

b)

Surat berharga berdasarkan kepemilikan aset (sukuk ijarah/istisna/musharaka)

c)

Deposito berjangka

d)

Saham preferen

6.

Suatu produk klaim asuransi syariah mensyaratkan kontribusi kolektif, pengelolaan dana tabarru’, dan redistribusi dana surplus kepada peserta. Prinsip yang dipakai adalah:

a)

Wakalah bil ujrah

b)

Tabarru’ dan tolong-menolong (ta’awun)

c)

Murabahah

d)

Qard hasan

7.

Seorang nasabah menaruh dana di bank syariah dengan akad wadiah, namun bank menggunakan dana tersebut untuk usaha dan menjanjikan sebagian keuntungan. Akad wadiah jenis apakah itu berubah menjadi?

a)

Tetap wadiah, karena hanya titipan

b)

Menjadi wadiah yad dhamanah (dengan tanggungan dan izin pemanfaatan) atau setara mudharabah jika ada pembagian nisbah

c)

Menjadi murabahah otomatis

d)

Menjadi qard hasan

8.

Perbedaan mendasar antara istishna dan salam adalah:

a)

Istishna untuk pemesanan barang yang dibuat berdasarkan spesifikasi dan penyerahan dapat dicicil; salam harus dibayar di muka dan untuk barang yang sudah ada

b)

Istishna untuk produk pertanian, salam untuk manufaktur

c)

Salam memerlukan sertifikasi halal, istishna tidak

d)

Tidak ada perbedaan signifikan

9.

Pada akad musyarakah, jika satu pihak menambahkan modal secara tak seimbang tetapi tidak sepakat membagi pengelolaan, hak suara dalam pengambilan keputusan biasanya ditentukan oleh:

a)

Proporsi modal, kecuali disepakati lain

b)

Hanya oleh pihak pengelola

c)

Pihak yang memberikan modal minoritas selalu kalah

d)

Ditentukan oleh regulator

10.

Sebuah fintech syariah menawarkan pembiayaan berbasis revenue-sharing untuk UMKM, namun platform tersebut menggunakan kontrak kompleks dan klausa yang tidak jelas sehingga calon mitra kebingungan. Masalah utama yang timbul berkaitan

4 lines
11.

pembiayaan berbasis revenue-sharing untuk UMKM, namun platform tersebut menggunakan kontrak kompleks dan klausa yang tidak jelas sehingga calon mitra kebingungan. Masalah utama yang timbul berkaitan dengan prinsip syariah apa?

a)

Riba

b)

Gharar (ketidakjelasan)

c)

Zakat

d)

Wilayah yurisdiksi

12.

Dewan Pengawas Syariah (DPS) pada lembaga keuangan syariah memiliki peran apa terkait produk baru?

a)

Menetapkan strategi pemasaran produk

b)

Menilai dan memberi opini kepatuhan produk terhadap prinsip syariah sebelum diluncurkan

c)

Menentukan suku bunga pasar

d)

Mengurus perizinan OJK

13.

Dalam skema musyarakah, if one partner provides expertise (manajemen) while the other provides most capital, pembagian keuntungan harus:

a)

Berdasarkan kontribusi modal saja

b)

Disesuaikan dengan kesepakatan nisbah yang fleksibel, bukan semata proporsi modal

c)

Sama rata tanpa melihat kontribusi

d)

Ditetapkan oleh OJK

14.

Produk ijarah muntahiya bittamlik (leasing syariah yang diakhiri kepemilikan) sering dipilih untuk pembiayaan properti karena:

a)

Menghilangkan kebutuhan akad jual beli sama sekali

b)

Menggabungkan sewa selama periode dengan transfer kepemilikan di akhir sesuai syarat — mengurangi unsur riba dan gharar jika disusun benar

c)

Memungkinkan bunga turun-naik otomatis

d)

Sebab lebih murah dibanding murabahah selalu

15.

Jika suatu produk mengklaim “jaminan keuntungan minimal X%” tanpa dasar kontraktual yang jelas, isu syariah utama yang muncul adalah:

a)

Halal/haram barang

b)

Kesesuaian nisbah bagi hasil saja

c)

Unsur riba atau ketidakpastian (gharar) dan potensi kontradiksi dengan akad mudharabah/musyarakah

d)

Kewenangan DPS

16.

Regulasi nasional yang mengkoordinasikan perkembangan ekonomi dan keuangan syariah di level kebijakan terpadu di Indonesia adalah:

a)

DSN-MUI

b)

KNEKS (Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah)

c)

OJK saja

d)

BI Syariah

17.

Dalam konteks pengukuran inklusi keuangan syariah, indikator SNLIK yang penting bukan hanya kepemilikan rekening, tetapi juga:

a)

Jumlah cabang bank syariah saja

b)

Pemahaman literasi produk syariah dan akses terhadap produk yang sesuai kebutuhan masyarakat

c)

Tingkat keuntungan bank syariah

d)

Jumlah fatwa yang diterbitkan DSN-MUI

18.

Suatu proyek wakaf produktif hendak dibiayai melalui sukuk wakaf. Risiko utama legal-operasional yang harus diantisipasi adalah:

a)

Perubahan nilai tukar asing saja

b)

Kepastian status wakaf, struktur pengelolaan aset wakaf, dan kepastian hak-hak investor/sukuk holder diatur jelas

c)

Ketersediaan shariah board internasional

d)

Kenaikan suku bunga acuan BI

19.

Sebuah bank syariah menghadapi NPF (non-performing financing) tinggi pada portofolio murabahah karena kegagalan verifikasi fisik barang. Tindakan pencegahan terbaik adalah:

a)

Menghentikan semua murabahah secara total

b)

Memperkuat due diligence, bukti kepemilikan/penyerahan, dan pencatatan aset serta audit syariah

c)

Menuntut nasabah tanpa relaksasi

d)

Mengalihkan portofolio ke deposito konvensional

20.

Dalam akad qard hasan di lembaga sosial, apabila pemberi pinjaman mensyaratkan imbalan non-nominal (mis. voucher), bagaimana hukumnya?

a)

Selalu sah karena bukan uang

b)

Perlu kehati-hatian karena bisa dianggap sebagai riba terselubung jika bersifat mengikat dan meleb

21.

nsyaratkan imbalan non-nominal (mis. voucher), bagaimana hukumnya?

a)

Selalu sah karena bukan uang

b)

Perlu kehati-hatian karena bisa dianggap sebagai riba terselubung jika bersifat mengikat dan melebihi pengembalian pokok

c)

Dilarang oleh DSN-MUI selalu

d)

Diperbolehkan tanpa batas

22.

Perbedaan utama murabahah sebagai pembiayaan konsumsi dengan murabahah untuk tujuan perdagangan adalah:

a)

Tidak ada perbedaan sama sekali

b)

Dalam perdagangan, bank biasanya juga bertindak sebagai distributor dan risiko inventori lebih besar; untuk konsumsi lebih sederhana dan fokus pada margin pembelian-jual

c)

Murabahah konsumsi selalu tanpa margin

d)

Murabahah perdagangan tidak memerlukan akad tertulis

23.

Suatu penawaran investasi menjanjikan return tinggi dan mengklaim terdaftar di “OJK”, tetapi saat dicek tidak ada dalam daftar OJK. Langkah paling tepat:

a)

Langsung investasikan karena klaim itu valid

b)

Laporkan ke OJK dan verifikasi daftar resmi sebelum ikut serta — berhati-hati terhadap indikasi investasi bodong/ponzi

c)

Hanya adukan ke polisi tanpa verifikasi

d)

Investasikan sebagian kecil saja untuk uji coba

24.

Dalam skema musyarakah untuk pembangunan infrastruktur, covenants (kovenan) yang adil menurut prinsip syariah sebaiknya:

a)

Menyandarkan hak-hak investor sepenuhnya sehingga pengelola tak punya ruang gerak

b)

Menyeimbangkan hak dan kewajiban sesuai kontribusi modal dan tanggung jawab pengelolaan untuk menghindari eksploitasi

c)

Menghapus DPS dari pengawasan produk

d)

Menetapkan nisbah keuntungan tetap tanpa fleksibilitas

25.

Lembaga keuangan syariah yang ingin menyalurkan dana zakat dan infak secara lebih efektif harus memperhatikan aspek:

a)

Hanya pemasaran digital

b)

Mekanisme penyaluran yang transparan, tujuan sosial produktif, dan akuntabilitas serta kewenangan pengelolaan dana zakat

c)

Menukar zakat menjadi saham

d)

Menggunakan akad murabahah untuk semua penyaluran

26.

Jika suatu fintech syariah menawarkan kontrak istishna dengan subkontrak berkali-kali tanpa kejelasan deliverable, regulator syariah kemungkinan akan menganggapnya:

a)

Sah selama ada tanda tangan digital

b)

Mengandung gharar dan perlu revisi kontrak agar spesifikasi, jadwal, dan penjaminan lebih jelas

c)

Otomatis menjadi mudharabah

d)

Boleh karena fintech bersifat inovatif

27.

Dalam evaluasi produk sukuk, investor syariah harus memeriksa aspek apa selain syariah compliance?

a)

Hanya tata letak dokumen

b)

Struktur pembayaran, underlying asset, mekanisme redemption, rating, dan resiko likuiditas

c)

Jumlah cabang penerbit saja

d)

Jumlah fatwa dari negara lain

28.

DSN-MUI memberikan fatwa bahwa suatu transaksi diperbolehkan. Namun Dewan Pengawas Syariah lembaga lokal mempunyai catatan berbeda. Tindakan yang sejalan dengan good governance adalah:

a)

Mengabaikan DPS lokal karena fatwa DSN lebih tinggi

b)

Diskusi harmonisasi, dokumentasi perbedaan, dan menyesuaikan produk agar mematuhi fatwa nasional serta panduan DPS jika relevan

c)

Menutup produk tanpa analisa

d)

Menuntut DPS lokal di pengadilan syariah