WorksheetsKuis 2 Pemeriksaan Akuntansi
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
Tujuan utama audit laporan keuangan adalah untuk
Menyusun laporan keuangan perusahaan
Memberikan jaminan mutlak atas kebenaran laporan keuangan
Memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan
Mendeteksi semua kecurangan yang terjadi
Siapa pihak yang bertanggung jawab atas penyusunan laporan keuangan
Auditor independen
Manajemen perusahaan
Investor
Akuntan publik
Asersi manajemen yang menyatakan bahwa semua transaksi yang seharusnya dicatat telah dicatat disebut asersi
Keberadaan (existence)
Kelengkapan (completeness)
Penilaian (valuation)
Hak dan kewajiban (rights and obligations)
Asersi keberadaan (existence) bertujuan untuk memastikan bahwa
Semua transaksi dicatat secara benar
Semua aset yang dilaporkan benar-benar ada
Semua kewajiban telah dibayar
Semua pendapatan telah dilaporkan
Asersi penilaian dan alokasi (valuation and allocation) mengacu pada
Kewajaran pengakuan transaksi
Ketepatan jumlah yang dicatat dalam laporan keuangan
Keberadaan fisik aset
Hak kepemilikan terhadap aset
Dalam audit laporan keuangan, opini wajar tanpa pengecualian diberikan apabila
Terdapat salah saji material
Auditor menemukan pelanggaran hukum
Laporan keuangan bebas dari salah saji material
Auditor tidak memperoleh bukti audit yang cukup
Pernyataan manajemen kepada auditor bahwa laporan keuangan disusun sesuai standar akuntansi disebut
Representation letter
Engagement letter
Audit report
Audit program
Materialitas dalam audit digunakan untuk
Menentukan batasan waktu audit
Mengukur tingkat risiko audit
Menilai pengaruh salah saji terhadap keputusan pengguna laporan keuangan
Menentukan jumlah auditor yang dibutuhkan
Konsep materialitas berkaitan erat dengan
Independensi auditor
Ketepatan waktu audit
Relevansi informasi keuangan
Pertimbangan profesional auditor
Bukti audit yang paling kuat biasanya diperoleh melalui
Konfirmasi eksternal
Tanya jawab dengan manajemen
Pemeriksaan dokumen internal
Pengamatan fisik
Bukti audit harus memiliki dua karakteristik utama, yaitu
Cukup dan relevan
Murah dan cepat
Banyak dan mudah diperoleh
Rahasia dan internal
Semakin besar tingkat materialitas, maka
Bukti audit yang dibutuhkan semakin banyak
Risiko audit semakin rendah
Bukti audit yang dibutuhkan semakin sedikit
Auditor tidak perlu melakukan pengujian
Bukti audit berupa dokumen pihak ketiga yang independen lebih andal dibandingkan bukti dari
Sumber internal
Catatan audit sebelumnya
Pernyataan lisan auditor
Prosedur analitis
Risiko bahwa laporan keuangan mengandung salah saji material sebelum diaudit disebut
Risiko audit
Risiko bawaan (inherent risk)
Risiko pengendalian
Risiko deteksi
Risiko bahwa sistem pengendalian internal gagal mendeteksi atau mencegah salah saji disebut
Risiko audit
Risiko bawaan
Risiko pengendalian
Risiko deteksi
Risiko bahwa auditor gagal mendeteksi salah saji material disebut
Risiko audit
Risiko bawaan
Risiko pengendalian
Risiko deteksi
Hubungan antara risiko audit (AR), risiko bawaan (IR), risiko pengendalian (CR), dan risiko deteksi (DR) dirumuskan sebagai
AR = IR + CR + DR
AR = IR × CR × DR
AR = IR – CR × DR
AR = (IR + CR) / DR
Risiko kecurangan (fraud risk) termasuk dalam
Risiko bisnis
Risiko audit
Risiko bawaan
Risiko operasional
Dalam penilaian risiko, auditor harus memahami entitas dan lingkungannya untuk
Menentukan jenis opini yang akan diberikan
Mengidentifikasi area dengan kemungkinan salah saji tinggi
Mempercepat waktu audit
Mengurangi biaya audit
Apabila tingkat risiko audit yang diinginkan rendah, auditor harus
Mengurangi jumlah bukti audit
Meningkatkan pengujian dan bukti audit
Mengabaikan risiko pengendalian
Menggunakan bukti audit internal saja
