WorksheetsKemiskinan
Total questions: 1
Worksheet time: 30mins
Kapitalisme atau Ekonomi Kerakyatan?
Indonesia sedang terjebak di persimpangan ideologis: di atas kertas menganut ekonomi kerakyatan ala Pasal 33 UUD 1945, tapi praktiknya kapitalisme mengakar di mana-mana. Perdebatan klasik pun muncul: mana yang lebih ampuh mengentaskan kemiskinan dan menciptakan keadilan ekonomi?
Ekonomi kerakyatan berbasis Pancasila menekankan peran aktif rakyat dan negara. Prinsip dasarnya sederhana: produksi vital dikuasai negara, ekonomi digerakkan UMKM dan koperasi, dan pemerintah wajib hadir sebagai regulator yang melindungi kepentingan rakyat. UMKM yang menyerap 97% tenaga kerja dan menyumbang 60% PDB adalah bukti bahwa ekonomi kerakyatan bukan utopis.
Walau di sisi lain, arus liberalisasi dan kapitalisme terus mendominasi. Privatisasi BUMN, penghapusan subsidi, hingga kebijan pro-investor menjadi buktinya. Hasilnya? Konsentrasi kekayaan semakin ekstrem. Data Oxfam (2017) mencatat kekayaan empat orang terkaya Indonesia setara dengan 100 juta rakyat termiskin.
Tahun 2025, grup-grup konglomerat makin agresif mencaplok aset melalui akuisisi triliunan rupiah, melansir CNBC Indonesia, (23/7/2025). Kapitalisme memungkinkan segelintir elite terus menumpuk modal, sementara buruh dan UMKM bertahan di pinggiran sistem.
Kapitalisme menjanjikan pertumbuhan ekonomi cepat lewat investasi besar, tapi distribusinya minim. Ekonomi kerakyatan mungkin tak secepat kapitalisme dalam mencetak angka-angka makro, tapi lebih kokoh menopang ekonomi riil rakyat bawah. Dari tahun 1998 hingga pandemi, UMKM tetap kuat.
Data kemiskinan memperlihatkan paradoks ini: BPS mencatat 8,47% rakyat miskin, namun Bank Dunia mengklaim 68,3% hidup di bawah standar global. Hal ini menampakkan bahwa pertumbuhan ekonomi yang dikejar kapitalisme tak otomatis berarti kesejahteraan merata.
Dari artikel tersebut, jawablah pertanyaan berikut
1. Kemiskinan yang terjadi berdasarkan kasus tersebut termasuk jenis kemiskinan apa?
2. Berdasarkan pengamatanmu, mengapa praktik ekonomi kapitalis di Indonesia terus terjadi?
3. Menurutmu Bagaimana solusi untuk mengatasi kemiskinan sesuai dengan kasus tersebut?
