WorksheetsIMUNOLOGI PRA UTS
Total questions: 10
Worksheet time: 5mins
Konsep cross reactivity pada antibodi menjelaskan bahwa antibodi dapat bereaksi terhadap lebih dari satu antigen karena...
Paratop antibodi bersifat tidak spesifik terhadap antigen
Adanya epitop dengan struktur mirip pada antigen yang berbeda
Antigen yang berbeda memiliki berat molekul yang sama
Antibodi mengalami mutasi somatik setelah terikat antigen
Kompleks antigen–antibodi bersifat kovalen dan irreversibel
Antibodi IgM sangat efektif dalam proses aglutinasi karena...
Mempunyai dua situs pengikatan antigen yang identik
Bentuk monomer yang mampu melewati plasenta
Struktur pentamer dengan banyak paratop meningkatkan aviditas
Mengaktifkan sistem komplemen melalui jalur alternatif
Dapat berikatan dengan reseptor Fc pada semua sel imun
Perbedaan antara afinitas dan aviditas dalam interaksi antigen–antibodi adalah...
Afinitas menunjukkan kekuatan total seluruh ikatan antigen–antibodi
Aviditas berhubungan dengan kekuatan ikatan tunggal antara epitop dan paratop
Afinitas mencerminkan kekuatan satu ikatan, sedangkan aviditas menggambarkan kekuatan total semua ikatan
Afinitas hanya dimiliki antibodi monomerik, aviditas pada antibodi polimerik
Keduanya merupakan konsep identik yang tidak dapat dibedakan
Jalur alternatif aktivasi komplemen berbeda dari jalur klasik karena...
Membutuhkan kompleks antigen–antibodi sebagai pemicu
Melibatkan C1, C2, dan C4 dalam tahap awal
Tidak memerlukan antibodi dan dimulai dengan aktivasi C3b spontan
Tidak dapat menghasilkan kompleks serangan membran (MAC)
Hanya terjadi pada permukaan sel eukariotik
Peran utama protein Properdin dalam jalur alternatif sistem komplemen adalah...
Menghambat pembentukan kompleks C3bBb
Menstabilkan kompleks C3bBb untuk memperkuat aktivasi komplemen
Mengaktivasi langsung komponen C9 untuk membentuk MAC
Menurunkan sensitivitas sel fagosit terhadap opsonin
Meningkatkan permeabilitas vaskular pada proses inflamasi
Fungsi fragmen C3b yang paling berperan dalam proses *adherens imun* adalah...
Menstimulasi pelepasan histamin oleh sel mast
Berperan sebagai opsonin yang mempermudah fagositosis antigen
Menghambat pengikatan antigen pada reseptor Fc antibodi
Menetralkan toksin melalui mekanisme blocking
Menginduksi produksi sitokin proinflamasi oleh makrofag
Pada jalur presentasi antigen MHC kelas I, proses degradasi dan pengikatan peptida terjadi di...
Endosom dan lisosom
Sitoplasma dan retikulum endoplasma
Nukleus dan kompleks Golgi
Vesikel fagosom dan lisosom
Sitoplasma dan membran plasma
Setelah sel T helper (CD4+) mengenali kompleks antigen–MHC kelas II pada sel penyaji antigen, respon utama yang terjadi adalah...
Lisis sel target melalui pelepasan perforin
Sekresi sitokin yang mengaktivasi sel B dan makrofag
Pembentukan kompleks serangan membran terhadap antigen
Induksi apoptosis pada sel yang terinfeksi
Penekanan ekspresi gen MHC untuk mencegah autoimun
Komponen berikut tidak termasuk dalam pertahanan biokimia sistem imun nonspefisik adalah...
Enzim lisozim pada saliva dan keringat yang mampu menghancurkan peptidoglikan dinding bakteri
Laktoferin dan transferin dalam serum yang mengikat besi untuk mencegah pertumbuhan mikroba
Asam klorida (HCl) dalam lambung yang dapat membunuh mikroorganisme
Antibodi IgA sekretori yang melokalisasi proteksi di permukaan mukosa
Asam lemak dari kelenjar sebaseus yang bersifat antibakteri
Pernyataan yang paling tepat terkait perbedaan fungsi antara neutrofil dan makrofag adalah...
Neutrofil merupakan fagosit jaringan yang berperan utama dalam penyajian antigen
Makrofag hanya berfungsi dalam inflamasi akut dan tidak dapat melakukan fagositosis
Neutrofil bekerja pertama kali pada infeksi akut, sedangkan makrofag berperan lebih lama dalam fagositosis dan perbaikan jaringan
Makrofag menghasilkan histamin dan heparin yang memicu reaksi alergi
Keduanya berasal dari sel B yang terdiferensiasi di sumsum tulang
