Font size
WorksheetsQuiz PKK New
Total questions: 54
Worksheet time: 5mins
Sebuah UMKM di Balikpapan mengembangkan abon kepiting sebagai produk unggulan daerah. Awalnya, kemasan hanya berupa plastik transparan biasa tanpa label. Setelah mengikuti pelatihan desain produk, pemilik mengganti kemasan dengan standing pouch berwarna, dilengkapi logo, informasi gizi, dan barcode. Apa alasan utama perubahan desain kemasan tersebut?
Untuk memperbanyak variasi rasa produk
Agar harga jual bisa lebih murah dibanding pesaing
Untuk meningkatkan nilai jual dan daya tarik produk di pasaran
Supaya biaya produksi lebih rendah
Agar konsumen lebih mudah memasak kembali produk
Seorang perajin batik Balikpapan mencoba membuat desain batik dengan motif pesut mahakam dan pohon mangrove sebagai ciri khas daerah. Namun, ia menghadapi kendala: desain terlihat terlalu ramai dan sulit diproduksi massal. Langkah analisis yang tepat agar produk batik tetap menarik namun efisien diproduksi adalah …
Menghilangkan motif utama agar desain lebih sederhana
Menyederhanakan pola motif tanpa menghilangkan identitas khas daerah
Menggunakan motif batik daerah lain yang lebih mudah
Memproduksi batik dengan harga sangat murah tanpa memperhatikan desain
Menambahkan semakin banyak motif agar terlihat unik
Sebuah kelompok siswa SMK di Balikpapan membuat proyek produk minuman herbal berbahan daun kelor. Mereka mendesain botol kaca dengan label modern dan slogan “Kelor Sehat Balikpapan”. Namun saat uji coba pasar, banyak konsumen mengeluhkan bahwa botol terlalu berat untuk dibawa. Apa yang seharusnya dianalisis oleh siswa untuk memperbaiki desain produk?
Komposisi rasa minuman herbal
Bentuk dan bahan kemasan yang lebih praktis serta ramah lingkungan
Variasi warna label produk
Strategi pemasaran media sosial
Harga jual produk dibanding pesaing
UMKM kuliner Balikpapan ingin mengembangkan produk otak-otak tenggiri beku. Dalam tahap desain, mereka sudah menentukan ukuran kemasan, logo, dan cara penyajian. Namun, mereka belum menguji daya tahan produk pada suhu tertentu sebelum dipasarkan ke luar daerah. Prosedur pengembangan produk apa yang sebaiknya dilakukan selanjutnya?
Menjual produk segera untuk mendapatkan keuntungan cepat
Melakukan uji coba penyimpanan dan distribusi untuk memastikan kualitas terjaga
Menurunkan harga produk agar lebih kompetitif
Membuat variasi rasa baru sebelum memastikan daya tahan produk
Mengganti bahan baku utama dengan yang lebih murah
Seorang pengrajin keripik pisang di Balikpapan ingin meningkatkan nilai jual produknya. Awalnya ia hanya menggunakan plastik polos tanpa merek. Setelah mengikuti pelatihan, ia mencoba membuat kemasan dengan desain logo, informasi gizi, dan warna menarik. Pernyataan yang tepat terkait strategi pengembangan desain produk ini adalah:
Benar
Salah
Seorang pengrajin keripik pisang di Balikpapan ingin meningkatkan nilai jual produknya. Awalnya ia hanya menggunakan plastik polos tanpa merek. Setelah mengikuti pelatihan, ia mencoba membuat kemasan dengan desain logo, informasi gizi, dan warna menarik. Pernyataan yang tepat terkait strategi pengembangan desain produk ini adalah:
Benar
Salah
Seorang pengrajin keripik pisang di Balikpapan ingin meningkatkan nilai jual produknya. Awalnya ia hanya menggunakan plastik polos tanpa merek. Setelah mengikuti pelatihan, ia mencoba membuat kemasan dengan desain logo, informasi gizi, dan warna menarik. Pernyataan yang tepat terkait strategi pengembangan desain produk ini adalah:
Benar
Salah
UMKM batik Balikpapan mencoba membuat motif pesut mahakam dan mangrove. Namun, desain awal terlihat terlalu kompleks sehingga sulit diproduksi massal. Pernyataan yang sesuai terkait langkah pengembangan desain adalah:
Benar
Salah
UMKM batik Balikpapan mencoba membuat motif pesut mahakam dan mangrove. Namun, desain awal terlihat terlalu kompleks sehingga sulit diproduksi massal. Pernyataan yang sesuai terkait langkah pengembangan desain adalah:
Benar
Salah
UMKM batik Balikpapan mencoba membuat motif pesut mahakam dan mangrove. Namun, desain awal terlihat terlalu kompleks sehingga sulit diproduksi massal. Pernyataan yang sesuai terkait langkah pengembangan desain adalah: Efisiensi produksi dapat tercapai jika desain disesuaikan dengan teknik
Benar
Salah
Kelompok siswa SMK membuat produk minuman herbal daun kelor dalam botol kaca. Saat uji coba pasar, banyak konsumen mengeluhkan botol terlalu berat dibawa.
Benar
Salah
Kelompok siswa SMK membuat produk minuman herbal daun kelor dalam botol kaca. Saat uji coba pasar, banyak konsumen mengeluhkan botol terlalu berat dibawa.
Benar
Salah
Kelompok siswa SMK membuat produk minuman herbal daun kelor dalam botol kaca. Saat uji coba pasar, banyak konsumen mengeluhkan botol terlalu berat dibawa. Analisis desain yang tepat adalah:
Benar
Salah
UMKM Balikpapan ingin memasarkan otak-otak tenggiri beku ke luar kota. Mereka sudah mendesain logo, ukuran kemasan, dan cara penyajian, tetapi belum menguji daya tahan produk saat distribusi. Pernyataan yang benar terkait prosedur pengembangan produk adalah:
Benar
Salah
UMKM Balikpapan ingin memasarkan otak-otak tenggiri beku ke luar kota. Mereka sudah mendesain logo, ukuran kemasan, dan cara penyajian, tetapi belum menguji daya tahan produk saat distribusi. Pernyataan yang benar terkait prosedur pengembangan produk adalah:
Benar
Salah
UMKM Balikpapan ingin memasarkan otak-otak tenggiri beku ke luar kota. Mereka sudah mendesain logo, ukuran kemasan, dan cara penyajian, tetapi belum menguji daya tahan produk saat distribusi. Pernyataan yang benar terkait prosedur pengembangan produk adalah:
Benar
Salah
Seorang pengusaha di Balikpapan memproduksi abon kepiting. Awalnya kemasan hanya plastik polos tanpa informasi. Setelah mendapat masukan, ia berencana mendesain ulang kemasan dengan tampilan lebih profesional. Apa strategi desain yang tepat untuk meningkatkan daya saing produk tersebut?
Menambahkan logo dan identitas merek
Mengurangi ukuran produk agar harga lebih murah
Memberikan informasi gizi dan izin PIRT di kemasan
Membuat kemasan transparan tanpa label agar isi terlihat jelas
Menjual tanpa kemasan agar konsumen lebih percaya kualitas
Sebuah UMKM batik di Balikpapan mencoba mengembangkan motif pesut mahakam dan mangrove. Namun desain awal terlalu rumit sehingga sulit diproduksi massal. Apa langkah yang tepat dalam pengembangan desain batik tersebut?
Menyederhanakan motif tanpa menghilangkan ciri khas local
Menghapus motif khas agar desain lebih sederhana
Menggunakan warna-warna kontras berlebihan agar lebih menarik
Menyesuaikan desain dengan teknik produksi agar efisien
Membuat motif lain dari daerah berbeda untuk mempercepat produksi
Kelompok siswa SMK membuat produk minuman herbal daun kelor dalam botol kaca. Saat uji coba, konsumen mengeluhkan botol terlalu berat dibawa. Apa analisis desain yang sebaiknya dilakukan?
Mengganti kemasan dengan pouch atau botol plastik ramah lingkungan
Mempertahankan botol kaca agar terlihat lebih premium
Menambahkan label berwarna cerah tanpa mengubah kemasan
Memilih bahan kemasan yang praktis, aman, dan ramah lingkungan
Menjual produk tanpa kemasan agar lebih murah
UMKM Balikpapan ingin memasarkan otak-otak tenggiri beku ke luar daerah. Mereka sudah membuat desain logo, ukuran kemasan, dan cara penyajian, tetapi belum menguji daya tahan produk pada proses distribusi. Prosedur pengembangan produk apa yang sebaiknya dilakukan selanjutnya?
Melakukan uji coba penyimpanan dan distribusi
Menjual produk secepatnya tanpa uji coba
Menurunkan harga agar lebih kompetitif
Melakukan uji daya tahan produk terhadap suhu tertentu
Membuat variasi rasa baru meskipun ketahanan belum teruji
Kelompok siswa SMK membuat usaha kuliner lokal Amplang Samarinda. Mereka menargetkan pasar wisatawan yang membeli oleh-oleh. Dalam satu minggu, mereka memproduksi 500 bungkus amplang. Biaya yang dikeluarkan: - Ikan tenggiri: Rp2.500.000,00 - Tepung & bumbu: Rp1.200.000,00 - Minyak goreng: Rp800.000,00 - Plastik kemasan: Rp500.000,00 - Stiker label: Rp250.000,00 Pertanyaan: Berapakah biaya produksi per bungkus amplang?
Rp9.000,00
Rp8.500,00
Rp10.000,00
Rp9.200,00
Rp8.800,00
Siswa SMK membuka usaha Sarung Samarinda tenun ikat tradisional. Untuk menghasilkan 50 sarung per bulan, biaya produksi sebagai berikut: • Benang dan pewarna: Rp5.000.000,00 • Upah penenun: Rp12.000.000,00 • Sewa alat tenun: Rp3.000.000,00 • Transportasi distribusi: Rp2.000.000,00 Pertanyaan: Jika mereka ingin menentukan biaya produksi per unit, berapakah hasilnya?
Rp420.000,00
Rp440.000,00
Rp450.000,00
Rp460.000,00
Rp480.000,00
Kelompok siswa memproduksi kue tradisional khas Samarinda yaitu Karuang. Dalam 1 minggu mereka memproduksi 200 toples. Biaya yang dikeluarkan: • Bahan baku (tepung ketan, gula, santan): Rp2.000.000,00 • Gas dan listrik: Rp600.000,00 • Toples kemasan: Rp1.000.000,00 • Upah tenaga kerja: Rp1.400.000,00 Jika mereka menargetkan keuntungan 25% dari biaya produksi, berapa harga jual per toples yang harus dipasang?
Rp26.000,00
Rp28.000,00
Rp30.000,00
Rp32.000,00
Rp34.000,00
Kelompok siswa SMK membuat usaha Kue Ilat Sapi, camilan khas Samarinda yang banyak dibeli wisatawan sebagai oleh-oleh. Dalam 1 minggu mereka memproduksi 300 kotak kue. Biaya yang dikeluarkan: • Tepung terigu, gula, margarin: Rp1.800.000,00 • Telur dan bahan tambahan: Rp1.200.000,00 • Kotak kemasan: Rp600.000,00 • Upah tenaga kerja: Rp1.200.000,00 Pertanyaan: Jika kelompok siswa ingin mendapatkan keuntungan 30%, berapakah harga jual per kotak kue yang sebaiknya ditetapkan?
Rp17.000,00
Rp18.000,00
Rp19.000,00
Rp20.000,00
Rp22.000,00
Kelompok siswa memproduksi 250 cetakan gula gaet (gula merah cetak). Biaya total adalah Rp5.000.000. Apakah pernyataan "Biaya produksi per cetakan gula gaet = Rp20.000" benar atau salah?
True
False
Soal 1 – Gula Gaet Samarinda Kelompok siswa memproduksi 250 cetakan gula gaet (gula merah cetak). Biaya: - Bahan baku nira aren: Rp2.000.000 - Bahan bakar kayu & gas: Rp800.000 - Cetakan bambu & plastik pembungkus: Rp700.000 - Upah tenaga kerja: Rp1.500.000 Total biaya = Rp5.000.000 Tabel Pernyataan: B. Jika dijual Rp25.000/cetakan, keuntungan total = Rp1.250.000 Apakah pernyataan di atas Benar atau Salah?
True
False
Soal 1 – Gula Gaet Samarinda Kelompok siswa memproduksi 250 cetakan gula gaet (gula merah cetak). Biaya: - Bahan baku nira aren: Rp2.000.000 - Bahan bakar kayu & gas: Rp800.000 - Cetakan bambu & plastik pembungkus: Rp700.000 - Upah tenaga kerja: Rp1.500.000 Total biaya = Rp5.000.000 Tabel Pernyataan: C. Jika hanya terjual 200 cetakan dengan harga Rp25.000, tetap untung Rp500.000 Apakah pernyataan di atas Benar atau Salah?
True
False
Kelompok siswa membuat 50 lembar batik Samarinda. Biaya total adalah Rp9.000.000. Apakah biaya produksi per lembar batik = Rp180.000?
True
False
Soal 2 – Batik Samarinda Kelompok siswa membuat 50 lembar batik Samarinda. Biaya: - Kain mori & pewarna alami: Rp3.000.000 - Alat canting & lilin batik: Rp1.000.000 - Upah pengerjaan: Rp4.000.000 - Kemasan kotak batik: Rp1.000.000 Total biaya = Rp9.000.000 Tabel Pernyataan: B. Jika dijual Rp200.000/lembar, keuntungan total = Rp1.000.000 Apakah pernyataan di atas Benar atau Salah?
True
False
Soal 2 – Batik Samarinda Kelompok siswa membuat 50 lembar batik Samarinda. Biaya: - Kain mori & pewarna alami: Rp3.000.000 - Alat canting & lilin batik: Rp1.000.000 - Upah pengerjaan: Rp4.000.000 - Kemasan kotak batik: Rp1.000.000 Total biaya = Rp9.000.000 Tabel Pernyataan: C. Jika dijual Rp220.000/lembar, keuntungan per unit = Rp40.000 Apakah pernyataan di atas Benar atau Salah?
True
False
Siswa membuat 100 kalung manik-manik Dayak untuk dijual di toko oleh-oleh. Total biaya = Rp4.500.000. Cocokkan setiap pernyataan dengan Benar/Salah.
Biaya produksi per kalung = Rp45.000
Benar
Jika dijual Rp55.000/kalung, total keuntungan = Rp1.000.000
Benar
Dengan harga jual Rp50.000, keuntungan per unit = Rp7.000
Salah
Sebuah kelompok siswa memproduksi abon kepiting. Biaya tetap per minggu Rp2.000.000, biaya variabel Rp12.000 per kemasan, dan mereka memproduksi 500 kemasan/minggu. Harga jual Rp20.000/kemasan. Berdasarkan data tersebut, strategi perencanaan produksi yang paling tepat agar usaha tetap menguntungkan adalah ….
Hitunglah biaya produksi per unit, keuntungan per unit jika dijual Rp55.000, dan keuntungan per unit jika dijual Rp50.000 berdasarkan data berikut: - Total biaya = Rp4.500.000 - Jumlah kalung = 100 - Harga jual per kalung: Rp55.000 dan Rp50.000
Biaya produksi per unit = Rp45.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp55.000 = Rp10.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp50.000 = Rp5.000
Biaya produksi per unit = Rp50.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp55.000 = Rp5.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp50.000 = Rp0
Biaya produksi per unit = Rp40.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp55.000 = Rp15.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp50.000 = Rp10.000
Biaya produksi per unit = Rp55.000 Keuntungan per unit jika dijual Rp55.000 = Rp0 Keuntungan per unit jika dijual Rp50.000 = -Rp5.000
Pilihlah pernyataan yang benar terkait strategi penetapan harga produk!
Salah
Benar
Salah
Benar
Salah
Kelompok siswa ingin membuat produk turunan Tenun Ulap Doyo agar lebih terjangkau untuk konsumen muda. Biaya produksi 1 meter kain Rp200.000, jika dibuat menjadi dompet membutuhkan tambahan Rp50.000. Harga jual dompet Rp300.000. Agar usaha berkelanjutan, langkah yang tepat dalam perencanaan produksi adalah ….
Menghitung margin keuntungan sebelum menentukan volume produksi.
Menetapkan harga jual lebih rendah dari biaya produksi agar laku di pasar.
Membuat variasi produk lain seperti tas kecil dan aksesoris.
Mengabaikan biaya tambahan karena dianggap kecil.
Menentukan target konsumen yang sesuai dengan daya beli.
Sebuah usaha siswa menjual madu hutan dengan dua jenis kemasan: - Botol kaca 500 ml = Rp80.000 (biaya produksi Rp60.000). - Sachet 20 ml = Rp10.000 (biaya produksi Rp7.000). Hasil survei menunjukkan: - Konsumen menengah-atas lebih suka botol kaca. - Konsumen pelajar lebih memilih sachet. Berdasarkan data di atas, kemasan mana yang lebih sesuai untuk konsumen pelajar?
Botol kaca
Sachet
Mengapa pemilihan bahan baku benang sangat penting dalam proses produksi sarung Samarinda?
Karena benang akan menentukan harga jual sarung saja
Karena benang berpengaruh terhadap kualitas, motif, dan daya tahan produk
Karena benang hanya digunakan sebagai hiasan tambahan
Karena semua benang memiliki kualitas yang sama
Karena benang dapat diganti dengan bahan apa saja
Langkah paling tepat yang bisa dilakukan pelaku usaha kue ilat sapi di Samarinda agar produknya tidak cepat melempem setelah 2 hari adalah…
Menggunakan kemasan kedap udara
Menambah gula dalam adonan
Menyimpan di tempat terbuka
Mengurangi waktu pemanggangan
Sebuah usaha kuliner di Samarinda memproduksi Amplang, makanan ringan khas Kaltim. Dalam produksinya, pelaku usaha mengeluhkan biaya produksi tinggi karena penggunaan ikan tenggiri murni. Beberapa pekerja mengusulkan untuk mencampur bahan baku dengan ikan lain yang lebih murah. Jika Anda menjadi manajer produksi, keputusan apa yang paling tepat agar efisiensi biaya tetap tercapai tanpa menurunkan kualitas produk?
Mengganti seluruh bahan baku dengan ikan murah agar biaya turun
Mencampur ikan tenggiri dengan ikan lain berkualitas hampir sama agar rasa tetap terjaga
Mengurangi jumlah ikan agar adonan lebih banyak terbuat dari tepung
Mengabaikan usulan pekerja karena hanya membuang waktu
Menghentikan produksi Amplang dan beralih ke produk lain
Sebuah kelompok siswa SMK di Samarinda membuat proyek pembuatan tas anyaman dari rotan sebagai produk kreatif. Saat tahap produksi, mereka menemukan beberapa kendala: (1) waktu produksi lama karena dikerjakan manual, (2) ukuran tas tidak seragam, (3) permintaan pasar tinggi. Dari masalah di atas, apa analisis strategi terbaik agar proses produksi lebih efektif?
Menolak permintaan pasar agar tidak kewalahan
Menggunakan mesin bantu sederhana untuk mempercepat dan menyeragamkan ukuran produk
Menjual produk dengan harga lebih murah agar lebih cepat laku
Mengurangi kualitas produk agar proses lebih cepat
Pernyataan berikut berkaitan dengan proses produksi:
Produk langsung dipasarkan tanpa uji coba rasa atau kelayakan penyimpanan.
Menambahkan kemasan kedap udara untuk menjaga kualitas dan keawetan produk.
Sebuah kelompok siswa membuat sabun cuci piring cair sebagai proyek PKK. Pada tahap awal produksi, mereka menemukan beberapa masalah: busa sabun cepat hilang, bau menyengat, dan warna produk tidak stabil. Analisis pernyataan berikut untuk menemukan langkah perbaikan dalam proses produksi:
Mengurangi penggunaan bahan kimia berlebihan yang menyebabkan bau menyengat.
Menambahkan pewarna lebih banyak agar warna produk stabil dan menarik.
Menyeimbangkan komposisi bahan aktif pembersih agar busa lebih tahan lama.
Tindakan yang tepat sebagai solusi perbaikan proses produksi adalah...
Melakukan evaluasi dan perbaikan pada setiap tahap produksi
Mengabaikan masalah yang terjadi selama proses produksi
Mengurangi jumlah pekerja tanpa analisis
Meningkatkan harga produk tanpa meningkatkan kualitas
Pilih Benar atau Salah untuk setiap pernyataan berikut:
Menggunakan benang dan jarum yang sesuai dengan ketebalan bahan spanduk.
Mengurangi kualitas bahan baku agar biaya produksi lebih murah.
Melatih keterampilan menjahit anggota tim agar hasil produksi lebih rapi dan kuat.
Sebuah kelompok siswa SMK membuat usaha minuman herbal instan. Mereka menghadapi tantangan dalam menentukan urutan proses produksi agar kualitas produk tetap terjaga dan higienis. Langkah mana yang paling tepat untuk memastikan proses produksi berjalan sesuai standar?
Menentukan desain kemasan terlebih dahulu sebelum menguji kualitas produk
Melakukan riset bahan baku dan memilih yang sesuai standar Kesehatan
Membuat prototipe minuman dan melakukan uji coba rasa serta daya simpan
Menentukan harga jual produk sebelum proses produksi dilakukan
Menetapkan alur kerja produksi yang efisien dari persiapan hingga pengemasan
Tim kewirausahaan siswa memproduksi kue kering untuk dijual saat bulan Ramadhan. Produksi meningkat dua kali lipat karena permintaan tinggi. Namun, mereka sering kehabisan stok sebelum semua pesanan terpenuhi. Langkah apa yang sebaiknya dilakukan untuk mengatasi masalah tersebut?
Menambah tenaga kerja sementara untuk mempercepat produksi
Mengurangi jumlah pesanan agar produksi tetap terkendali
Membeli oven tambahan untuk mempercepat proses pemanggangan
Menetapkan jadwal produksi yang lebih terstruktur dan terencana
Mengabaikan permintaan tambahan agar tidak merepotkan tim produksi
Sebuah kelompok siswa membuat sabun cuci ramah lingkungan. Setelah produksi berjalan, mereka menemukan bahwa beberapa produk cepat rusak (tekstur berubah) saat disimpan di suhu ruangan. Apa analisis yang tepat untuk mengidentifikasi penyebab masalah tersebut?
Mengevaluasi komposisi bahan baku yang digunakan
Mengganti nama merek agar produk lebih menarik
Menganalisis cara penyimpanan produk di Gudang
Memperhatikan prosedur pencampuran dan perbandingan bahan
Menurunkan harga agar produk tetap terjual cepat
Sebuah tim produksi makanan ringan siswa ingin meningkatkan efisiensi. Mereka menemukan bahwa waktu produksi banyak terbuang pada proses pengemasan manual. Solusi mana yang paling tepat untuk menganalisis dan memperbaiki permasalahan tersebut?
Melakukan studi waktu kerja untuk mengetahui titik pemborosan
Menurunkan jumlah produksi agar pekerjaan lebih ringan
Menggunakan alat bantu sederhana seperti sealer otomatis
Meningkatkan promosi agar produk lebih cepat terjual
Menghentikan produksi sementara hingga tim siap kembali
Seorang siswa SMK sedang mengerjakan proyek kewirausahaan dengan produk lokal khas Samarinda, yaitu keripik ikan haruan (keripik ikan air tawar khas Kalimantan Timur). Ia harus merancang pengemasan yang menarik, praktis, dan aman untuk menjaga kualitas produk agar dapat bersaing di pasar lokal dan nasional. Dalam memilih bahan pengemasan keripik ikan haruan agar tetap renyah dan tahan lama, bahan apa yang paling tepat digunakan?
Kertas karton biasa
Plastik vacuum seal
Plastik kresek biasa
Kertas minyak
Aluminium foil tanpa lapisan plastik
Untuk meningkatkan nilai jual produk keripik ikan haruan khas Samarinda, aspek desain kemasan apa yang sebaiknya diprioritaskan?
Warna kemasan yang cerah dan menarik perhatian
Menggunakan desain minimalis tanpa informasi produk
Menggunakan gambar produk dari luar daerah lain
Menghilangkan label tanggal kedaluwarsa agar terkesan lebih lama
Menggunakan kemasan yang tidak dapat dibuka ulang
Siswa ingin menambahkan informasi pada kemasan yang dapat meningkatkan kepercayaan konsumen terhadap produk lokal tersebut. Informasi manakah yang paling penting untuk dicantumkan?
Daftar bahan baku dan asal bahan
Harga produk dan diskon yang sedang berlaku
Alamat tempat tinggal pembuat produk
Foto keluarga pembuat produk
Testimoni dari teman-teman saja
Jika produk keripik ikan haruan ingin dipasarkan ke luar Samarinda, pengemasan apa yang harus diperhatikan untuk menghindari kerusakan selama pengiriman?
Menggunakan kemasan yang sangat tipis agar hemat biaya
Memastikan kemasan kuat, kedap udara, dan tahan goncangan
Menghilangkan label agar kemasan tampak sederhana
Menggunakan kemasan yang mudah sobek agar cepat dibuka
Menggunakan kemasan dengan banyak lubang udara
Langkah paling tepat untuk memenuhi kebutuhan kemasan “Seruni Fresh” adalah ….
Menggunakan botol plastik PET sekali pakai karena harganya murah.
Memilih botol kaca daur ulang dengan segel kedap udara.
Mendesain label berwarna cerah yang menonjolkan manfaat kesehatan.
Menggunakan kemasan kertas tanpa lapisan pelindung agar mudah terurai.
Menambahkan QR code pada label untuk menampilkan informasi nutrisi.
Dua langkah terpenting agar kemasan keripik pisang premium memenuhi standar ritel modern adalah …
Menggunakan standing pouch aluminium foil dengan zip lock.
Mendesain kemasan polos agar biaya cetak rendah.
Menambahkan informasi gizi, komposisi, dan tanggal kedaluwarsa.
Memilih plastik transparan tanpa lapisan pelindung.
Memberi stiker promo besar menutupi seluruh kemasan.
