wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

DUTA LALU LINTAS

Total questions: 20

Worksheet time: 10hrs 0mins

Name
Class
Date
1.

Undang Undang Republik Indonesia yang menjadi landasan hukum utama dan mengatur secara komprehensif tentang lalu lintas dan angkutan jalan, adalah….

a)

Undang-Undang Nomor 13 Tahun 1992

b)

Undang-Undang Nomor 38 Tahun 2004

c)

Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002

d)

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009

e)

Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2009

2.

Rambu lalu lintas yang berbentuk lingkaran dengan latar belakang putih dan memiliki garis tepi merah, serta di dalamnya terdapat gambar atau simbol, umumnya mengindikasikan jenis rambu…

a)

Larangan

b)

Petunjuk

c)

Perintah

d)

Peringatan

e)

Pengetahuan

3.

Marka jalan membujur berupa garis utuh ganda (dua garis sejajar tidak terputus) yang berada di tengah jalan memiliki makna larangan…

a)

Berhenti dan parkir di sepanjang garis tersebut.

b)

Melintasi garis tersebut untuk berpindah jalur atau mendahului kendaraan lain.

c)

Berkendara melebihi batas kecepatan yang ditentukan di jalan tersebut.

d)

Memutar balik dan mendahului di area garis tersebut

e)

Melintasi garis tepi berhenti sejenak di tepi jalan

4.

Berdasarkan data kecelakaan lalu lintas di Indonesia, faktor penyebab kecelakaan yang paling dominan dan menyumbang persentase tertinggi adalah...

a)

Faktor Manusia (pelanggaran aturan, kelelahan, atau kurang konsentrasi).

b)

Faktor Kendaraan (rem blong atau ban pecah).

c)

Faktor Cuaca/Lingkungan (hujan lebat, kabut, atau banjir).

d)

Faktor Jalan (kerusakan atau kondisi jalan yang buruk).

e)

Faktor Kombinasi (Kelelahan, Hujan Lebat, Dan kerusakan)

5.

Seorang pengemudi berada di jalan menanjak sempit dan berpapasan dengan kendaraan dari arah berlawanan. Tindakan yang paling tepat adalah …

a)

Memaksa kendaraan lain untuk mundur

b)

Menyalakan lampu jauh agar kendaraan lain menepi

c)

Memberi isyarat agar kendaraan dari atas tanjakan lewat dulu

d)

Menginjak gas agar segera melewati tanjakan

e)

Membunyikan klakson terus-menerus

6.

Kecelakaan lalu lintas di perkebunan banyak terjadi di persimpangan jalan, untuk mencegah agar kecelakaan tidak terjadi di persimpangan, adalah?

a)

Melakukan grading & compacting di setiap persimpangan jalan

b)

Membuat gundukan/bundcross dan rambu - rambu pada jalan yang rawan kecelakaan

c)

Memiliki SIM

d)

Menyerak sirtu di persimpangan jalan

e)

Membuat kaca cembung

7.

Seorang pengendara menyalakan sirine dan lampu hazard di jalan raya tanpa keadaan darurat atau kepentingan yang mendesak. Sebagai warga negara yang memahami aturan lalu lintas berdasarkan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, bagaimana seharusnya Anda menilai tindakan tersebut?

a)

Membiarkannya, karena penggunaan sirine dan hazard adalah hak setiap pengendara sebagai bentuk kewaspadaan di jalan raya.

b)

Menirunya agar lalu lintas menjadi lebih lancar, karena lampu hazard dapat membantu memberi tanda kepada pengendara lain.

c)

Menegurnya dengan sopan atau melaporkannya kepada pihak berwenang, karena tindakan tersebut menyalahi Pasal 59 ayat (5) dan Pasal 282 UU No. 22 Tahun 2009 tentang penyalahgunaan isyarat peringatan.

d)

Mengabaikannya, karena tidak menimbulkan kecelakaan berarti.

e)

Menyebarkan video kejadian tersebut di media sosial agar menjadi pelajaran bagi pengendara lain.

8.

Menurut Anda, kebijakan manakah yang paling efektif untuk menekan angka kecelakaan lalu lintas di kalangan pelajar?

a)

Menambah jam pelajaran tentang etika berlalu lintas di sekolah

b)

Menaikkan biaya pengurusan SIM

c)

Menghapus batas usia pengemudi motor

d)

Membebaskan pelajar dari tilang pertama

e)

Menambah titik kemacetan agar laju kendaraan lambat

9.

Jika Anda menjadi petugas lalu lintas dan menemukan pengendara yang melanggar karena tergesa mengantar orang sakit, keputusan terbaik adalah …

a)

Langsung menilang sesuai prosedur tanpa kompromi

b)

Memberi peringatan keras dan membiarkannya lewat

c)

Meminta bukti keadaan darurat dan mengarahkannya lewat jalur aman

d)

Mengabaikan pelanggaran karena alasan kemanusiaan

e)

Membiarkan masyarakat menilai sendiri tindakan pengendara

10.

Ketika pengendara menyalakan lampu sein kanan, namun justru berbelok ke kiri, hal ini menunjukkan …

a)

Pengendara berhati-hati agar tidak ditabrak

b)

Adanya ketidaksesuaian antara isyarat dan tindakan

c)

Pengendara ingin menghormat lampu kendaraan

d)

Pengendara sedang dalam situasi darurat

e)

Pengendara sedang menguji kondisi lampu

11.

Banyak kecelakaan terjadi karena pengendara menggunakan ponsel saat berkendara. Berdasarkan hal tersebut, penyebab utamanya adalah …

a)

Kondisi jalan yang sempit

b)

Kurangnya rambu lalu lintas

c)

Terganggunya konsentrasi pengendara

d)

Kualitas kendaraan yang buruk

e)

Tidak adanya polisi di jalan

12.

Seorang pengemudi mengabaikan rambu “dilarang berhenti” di depan rumah sakit karena ingin menunggu penumpang. Berdasarkan situasi ini, apa potensi dampak yang muncul?

a)

Tidak ada dampak karena tujuannya baik

b)

Membantu pasien mendapat transportasi

c)

Mengganggu akses kendaraan darurat

d)

Mempercepat arus lalu lintas

e)

Menambah lahan parkir sementara

13.

Sebuah survei di sekolah menunjukkan bahwa 70% siswa mengetahui pentingnya memakai helm, tetapi hanya 40% yang melakukannya. Analisis yang paling logis dari data tersebut adalah …

a)

Pengetahuan siswa tidak berpengaruh terhadap perilaku berlalu lintas

b)

Sosialisasi keselamatan sudah cukup efektif

c)

Ada kesenjangan antara pengetahuan dan sikap dalam penerapan perilaku aman

d)

Siswa merasa helm hanya simbol formalitas

e)

Kepatuhan hanya dipengaruhi oleh pengawasan polisi

14.

Sebagai Duta Lalu Lintas, kamu ingin menciptakan proyek “Sekolah Tertib Jalan”. Agar proyek tersebut berkelanjutan, strategi yang paling inovatif dan sistemik adalah …

a)

Mengadakan lomba slogan keselamatan setiap semester

b)

Membentuk tim pelajar pengawas lalu lintas dan bermitra dengan pihak kepolisian serta OSIS

c)

Membagikan brosur ke masyarakat sekitar

d)

Menyebarkan video kampanye di media sosial

e)

Mengimbau setiap guru mengingatkan siswa setiap pagi

15.

Di lingkungan sekolah terdapat dua tipe pelanggar: 1. yang tahu aturannya tapi sengaja melanggar, 2. yang tidak tahu aturannya. Langkah paling tepat dan terarah untuk menangani keduanya adalah …

a)

Memberikan hukuman sama agar adil

b)

Mengedukasi kelompok (2) dan menegur tegas kelompok (1)

c)

Melapor ke polisi untuk kedua kelompok

d)

Membiarkan saja karena tanggung jawab pribadi

e)

Membuat pengumuman umum tanpa membedakan kasus

16.

Ketika volume kendaraan meningkat, kemacetan di simpang jalan menjadi parah. Dalam konsep manajemen lalu lintas, solusi yang paling efektif bukan hanya pelebaran jalan, tetapi juga …

a)

Menambah polisi untuk mengatur arus

b)

Meningkatkan manajemen waktu lampu lalu lintas dan perilaku disiplin pengguna jalan

c)

Menutup sebagian akses jalan kecil

d)

Melarang kendaraan pribadi

e)

Meningkatkan pajak kendaraan

17.

Sebuah sekolah menerapkan program “Satu Hari Tanpa Kendaraan” setiap Jumat. Setelah tiga bulan, siswa menjadi lebih tertib, namun kehadiran menurun. Evaluasi paling tepat adalah …

a)

Program tidak efektif karena membuat siswa malas datang

b)

Program efektif dalam menanamkan disiplin, tapi perlu solusi transportasi alternatif

c)

Program harus dihentikan total

d)

Program berhasil meski menimbulkan dampak lain

e)

Program tidak perlu dievaluasi karena hasilnya sebagian positif

18.

Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan mengatur bahwa pengguna jalan wajib mengutamakan pejalan kaki dan pesepeda. Ketentuan ini menunjukkan bahwa prinsip utama dalam lalu lintas Indonesia adalah …

a)

Penegakan hukum berbasis sanksi

b)

Kesetaraan antara semua pengguna jalan

c)

Keamanan kelompok rentan sebagai prioritas utama

d)

Pengutamaan kendaraan bermotor

e)

Kebebasan mobilitas individu

19.

Kamu menemukan temanmu berkendara sambil menggunakan ponsel. Berdasarkan prinsip keselamatan lalu lintas, tindakan aplikatif yang paling tepat adalah …

a)

Membiarkan karena tidak berbahaya di jalan sepi

b)

Mengingatkan dengan cara yang sopan dan memberi contoh perilaku aman

c)

Melaporkan langsung ke polisi lalu lintas

d)

Mengambil foto dan menggunggah ke media sosial

e)

Meminta teman lain menegurnya secara bersama - sama

20.

Untuk mengurangi angka kecelakaan pelajar di sekitar sekolah, rancangan kebijakan yang paling sistemik adalah …

a)

Melarang semua siswa membawa kendaraan bermotor

b)

Membuat zona aman sekolah (school safety zone) dengan rambu dan petugas siswa

c)

Memberikan sanksi denda kepada siswa yang terlambat

d)

Menambah CCTV di setiap sudut jalan

e)

Meningkatkan jam pelajaran PKN tentang disiplin