NEW
Font size
WorksheetsPAI Pedagogy and Assessment Questions 1-3
Total questions: 64
Worksheet time: 5hrs 20mins
Guru PAI membahas konsep riba dalam islam dengan mengaitkan fenomena ekonomi modern seperti bunga bank, pinjaman online dan transaksi digital. Untuk memperkuat keterampilan meneliti, guru menerapkan model pembelajaran berbasis proyek secara berkelompok di mana peserta didik diminta: • Mengamati praktik ekonomi disekitar mereka • Menganalisis apakah praktek tersebut mengandung unsur riba atau tidak • Menyusun laporan dan presentasi hasil analisis di hadapan kelas. Berdasarkan tujuan pembelajaran tersebut, instrument asesmen yang paling tepat untuk anda gunakan Adalah…
Rubrik yang berisi penilaian intonasi ketika presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi, dan kelengkapan laporan.
Rubrik yang berisi penilaian kehadiran dalam presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi dan solusi masalah.
Rubrik yang berisi penilaian kerjasama, kefasihan presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi dan solusi masalah.
Rubrik yang berisi kenyaringan suara ketika presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi dan solusi masalah.
Rubrik yang berisi penilaian kerjasama dalam kelompok, kelancaran presentasi, ketajaman analisis, kekuatan argumentasi dan kelengkapan laporan.
Pak Ahmad menyusun materi bahan ajar Akhlak. Salah satu paragraf materi tersebut berbunyi: “Alasan kita perlu memiliki sifat khauf adalah untuk melindungi diri dari perbuatan dosa, karena nafsu sering mendorong kita untuk melakukan perbuatan buruk tanpa henti. Khauf membantu kita mengekang nafsu tersebut.” Berdasarkan materi ini, tujuan pembelajaran pada ranah sikap yang tepat, guna meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia sesuai dengan dimensi Profil Pelajar Pancasila, adalah ….
Peserta didik terbiasa komunikasi untuk mencapai tujuan bersama dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik terbiasa menunjukkan inisiatif dan bekerja secara mandiri dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik mengeksplorasi dan membandingkan pengetahuan budaya, kepercayaan, serta praktiknya.
Peserta didik terbiasa melaksanakan ritual ibadah dalam kehidupan sehari-hari.
Peserta didik terbiasa mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari.
Guru PAI merencanakan pembelajaran pada materi akhlak karimah pemberani (Syaja’ah) dengan pendekatan TPACK. Tentukan alur materi ajar pembentukan akhlak karimah sebagai pilar pengembangan karakter bangsa dalam perencanaan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik!
N1.Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI). 2. Pengertian syaja’ah 3. Perilaku nekad tokoh pahlawan dalam tayangan film perjuangan
1.Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2.Nama-nama pahlawan kemerdekaan 3.Latar belakang agama yang dianut oleh pahlawan kemerdekaan
1.Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2.Pengertian syaja’ah 3.Perilaku nekad para pahlawan
1.Nilai-nilai keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia NKRI 2.Guru memberikan melakukan penilaian sikap siswa dalam memperhatikan tayangan film tentang Sejarah 3.nilai-nilai keimanan yang mendorong keberanian tokoh pahlawan dalam tayangan film perjuangan
1. Fakta-fakta keberanian pahlawan dalam tayangan film perjuangan dalam memperjuangkan kemerdekaan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) 2. pengertian saja’ah 3. semangat heroic yang mendorong keberanian para pahlawan
Ibu Anita membelajarkan materi ajar yang di dalamnya memuat nilai-nilai penguatan Profil Pelajar Keagamaan. Kegiatan dilakukan melalui aktivitas sebagai berikut: 1. Melakukan pengenalan dan langkah membangun kesadaran terhadap peserta didik tentang tema yang sedang dipelajari. 2. Melakukan kontekstualisasi materi dengan cara menggali permasalahan di lingkungan sekitar yang terkait dengan topik pembahasan. 3. Melakukan praktik dengan cara merumuskan peran yang dapat dilakukan melalui aksi nyata. 4. Melakukan refleksi terhadap proses pengalaman nilai dan melakukan evaluasi dan refleksi. 5. Melakukan tindak lanjut dengan cara menyusun langkah strategis dalam pembelajaran selanjutnya. Materi yang potensial dikembangkan berdasarkan aktivitas pembelajaran dalam konteks Profil tersebut adalah ….
Berkeadaban, Keteladanan, Kewarganegaraan dan kebangsaan, Mengambil jalan tengah dan Keesaan sebagai materi pokok pembahasan dalam pembelajaran.
Berkeadaban, Kesetaraan, Musyawarah, Toleransi, Kemandirian sehingga materi ini relevan dengan penguatan moderasi beragama.
Berkeadaban, Keteladanan, Kewarganegaraan dan kebangsaan, Mengambil jalan tengah dan Berimbang.
Berkeadaban, Musyawarah, Toleransi, Dinamis dan Kreatif, Kebaikan sehingga materi ini relevan dengan penguatan moderasi beragama.
Dalam pembelajaran PAI kelas X SMA, guru menyampaikan materi “Islam sebagai Agama yang Moderat” yang menekankan nilai tawasuth (moderat), tasamuh (toleransi), dan ta’adul (adil). Asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih enggan bekerja sama dengan teman yang berbeda keyakinan atau mazhab, bahkan ada yang tidak mau bermakmum dalam shalat berjamaah dengan yang berbeda mazhab. Guru berharap pembelajaran dapat membentuk sikap toleran dan inklusif, lalu merancang asesmen akhir untuk menilai perubahan sikap siswa terhadap keberagaman. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai perubahan sikap siswa terkait moderasi beragama adalah …
Penugasan kepada peserta didik untuk membuat esai tentang pentingnya toleransi dalam Islam.
Soal uraian tentang pengertian moderasi beragama dalam Islam.
Angket tertutup untuk mengukur pemahaman peserta didik tentang moderasi beragama.
Rubrik penilaian ceramah tentang pentingnya menghargai perbedaan.
Lembar observasi dengan indikator sikap toleransi, inklusivitas, dan kerja sama lintas mazhab.
Pak Shodik melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan nilai-nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan deep learning pada tahap Fase Refleksi dan Evaluasi. Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan ini adalah …
Siswa membuat proyek “Gerakan jujur” yang melibatkan tindakan nyata di komunitas, seperti menjual dagangan dengan tema kejujuran dalam bentuk jual beli swalayan.
Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat dan hadis tentang jujur, kemudian mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern.
Siswa melakukan simulasi tentang bagaimana seseorang bisa menerapkan nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam interaksi dalam pekerjaan.
Siswa memberikan umpan balik terhadap proyek kelompok lain dan mendiskusikan tantangan serta keberhasilan mereka dalam menerapkan nilai jujur.
Guru menyajikan ayat al-Qur’an dan Hadis tentang jujur untuk membangun pemahaman awal.
Pak Shodik melakukan pembelajaran agar siswa dapat menerapkan nilai-nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari dengan pendekatan deep learning pada tahap Fase Refleksi dan Evaluasi. Pembelajaran yang bisa dirancang dalam pendekatan ini adalah …
Siswa membuat proyek “Gerakan jujur” yang melibatkan tindakan nyata di komunitas, seperti menjual dagangan dengan tema kejujuran dalam bentuk jual beli swalayan.
Siswa secara berkelompok menafsirkan beberapa ayat dan hadis tentang jujur, kemudian mendiskusikan maknanya dalam kehidupan modern.
Siswa melakukan simulasi tentang bagaimana seseorang bisa menerapkan nilai jujur dalam kehidupan sehari-hari, misalnya dalam interaksi dalam pekerjaan.
Siswa memberikan umpan balik terhadap proyek kelompok lain dan mendiskusikan tantangan serta keberhasilan mereka dalam menerapkan nilai jujur.
Guru menyajikan ayat al-Qur’an dan Hadis tentang jujur untuk membangun pemahaman awal.
Guru membahas materi hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir. Namun penyajiannya kurang menciptakan kesetaraan belajar, menjembatani kesenjangan, dan kurang memaksimalkan potensi setiap siswa. Untuk memaksimalkan pembelajaran yang bisa diserap oleh seluruh siswa, guru perlu menggunakan rancangan pembelajaran berikut …
Guru memberi tugas kepada siswa untuk mencari dan membandingkan pendapat ulama klasik berkaitan dengan materi.
Guru membagi peserta didik berdasarkan gaya belajar mereka untuk mengekspresikan pemahaman secara kreatif sesuai minat masing-masing.
Guru menciptakan pembelajaran yang lebih efektif dan inovatif, dengan memanfaatkan teknologi sebagai alat bantu yang relevan dengan materi dan metode pembelajaran.
Guru berupaya membuat siswa memahami materi pelajaran secara lebih mendalam, bukan hanya sekadar menghafal. Siswa didorong untuk berpikir kritis. Di samping itu guru juga menekankan pembelajaran yang bermakna, mindful, dan menyenangkan.
Guru berperan sebagai fasilitator, dengan membantu siswa dalam memilih proyek, memberikan pertanyaan yang menantang, dan membimbing siswa selama proses pembelajaran proyek.
Perhatikan pernyataan berikut ini: 1) Guru mengintegrasikan ChatGPT untuk membantu siswa merangkum materi, namun tidak membimbing cara penggunaannya secara etis. 2) Seorang guru memanfaatkan aplikasi AI visual untuk menjelaskan materi sejarah kebudayaan Islam, tetapi tidak memeriksa akurasi konten yang dihasilkan. 3) Guru membuat tugas berbasis AI generatif untuk Gen Z, namun seluruh asesmen dilakukan dengan cara konvensional. 4) Guru memberikan kebebasan penuh kepada siswa menggunakan AI dalam membuat presentasi, tanpa adanya rubrik evaluasi yang memadai. 5) Guru menggunakan teknologi AI secara terintegrasi dan membimbing peserta didik untuk menggunakannya secara bertanggung jawab serta menyesuaikan pendekatan dengan gaya belajar mereka. Pernyataan yang menunjukkan praktik bermasalah dan solusinya secara ilmiah adalah …
1, 3, dan 5, karena hanya menyebutkan ketidaksesuaian antara tugas dan asesmen.
2, 4, dan 5, karena menunjukkan ketidaksesuaian konten, rubrik, dan pendekatan gaya belajar.
1, 2, dan 4, karena menampilkan penyalahgunaan teknologi tanpa pendampingan dan kriteria evaluasi yang jelas.
1, 2, dan 3, karena ketiganya melibatkan AI, namun tidak disertai kontrol dari guru
Guru menyampaikan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir dengan menggunakan pendekatan Deep Learning. Pada langkah yang paling akhir dalam pendekatan ini adalah fase refleksi dan Evaluasi (reflection and evaluation stage). Teknik penilaian pada fase refleksi dan evaluasi yang paling tepat adalah …
Jurnal reflektif tentang bagaimana pemahaman mereka tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir berubah setelah mengikuti pembelajaran ini.
Tes isian singkat mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Observasi untuk mengamati keaktifan siswa saat diskusi kelompok tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Ceklist untuk mengamati keaktifan siswa saat diskusi kelompok tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Catatan anecdotical untuk mengetahui perkembangan langkah-langkah deep learning dalam pembelajaran tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Manakah kombinasi nomor kasus yang paling tepat untuk menunjukkan penyalahgunaan teknologi tanpa pendampingan dan kriteria evaluasi yang jelas?
1, 3, dan 5, karena hanya menyebutkan ketidaksesuaian antara tugas dan asesmen.
2, 4, dan 5, karena menunjukkan ketidakkesesuaian konten, rubrik, dan pendekatan gaya belajar.
1, 2, dan 4, karena menampilkan penyalahgunaan teknologi tanpa pendampingan dan kriteria evaluasi yang jelas.
1, 2, dan 3, karena ketiganya melibatkan AI, namun tidak disertai kontrol dari guru.
Pada tahap refleksi dan evaluasi dalam pendekatan Deep Learning untuk materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir, teknik penilaian yang paling tepat adalah ...
Jurnal reflektif tentang bagaimana pemahaman mereka tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir berubah setelah mengikuti pembelajaran ini.
Tes isian singkat mengenai ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Observasi untuk mengamati keaktifan siswa saat diskusi kelompok tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Ceklist untuk mengamati keaktifan siswa saat diskusi kelompok tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Catatan anecdotal untuk mengetahui perkembangan langkah-langkah deep learning dalam pembelajaran tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir.
Pemberian hukuman untuk menegakkan disiplin dapat menjadi tindak kekerasan. Hukuman dan hadiah diperlukan untuk menguatkan perilaku yang diharapkan. Hukuman harus memberikan efek jera sehingga mengurangi atau menghilangkan perilaku yang tidak perlu dan atau negatif. Bentuk hukuman yang mendidik pada kasus kesiangan, siswa ….
mengerjakan tugas sesuai mata pelajaran jam pertama
melakukan push up 20 kali
membersihkan halaman sekolah dengan alat-alat kebersihan
memperoleh poin nilai pengurangan pada buku siswa
membaca dan menyalin kitab suci
Dalam pembelajaran PAI kelas XI tentang fiqih kontemporer, guru menyampaikan materi hukum e-commerce. Namun, materi tersebut disajikan tanpa mengaitkannya secara langsung dengan realitas kehidupan bermuamalah peserta didik di era digital. Sebagai calon guru PAI yang bertanggung jawab atas pembelajaran fiqih kontemporer, Anda diminta untuk menggunakan model pembelajaran yang membantu peserta didik mengembangkan pemahaman tentang diri mereka sendiri dan lingkungannya sehingga mereka dapat membuat keputusan yang tepat dalam bermuamalah di era modern. Strategi yang paling tepat yang perlu Anda terapkan adalah …
Menyediakan layanan bimbingan konseling yang berfokus pada masalah-masalah fiqih kontemporer dan memberikan ruang bagi peserta didik untuk mendiskusikan permasalahan mereka terkait fiqih dalam kehidupan sehari-hari.
Membentuk kelompok diskusi untuk membahas masalah fiqih kontemporer tanpa bimbingan langsung, dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk mencari solusi secara mandiri.
Memberikan tes atau ujian tertulis tentang fiqih kontemporer dengan fokus pada materi hukum-hukum fiqh klasik dan perbandingan dengan fiqih kontemporer.
Menyampaikan materi fiqih kontemporer melalui ceramah, kemudian memberikan tugas individu untuk menulis esai tentang penerapan hukum fiqih dalam kehidupan modern.
Menggunakan media sosial sebagai sarana diskusi kelompok tentang fiqih kontemporer dengan peserta didik lainnya.
Pak Karnadi mengajarkan materi Islam sebagai agama yang moderat. Oleh karena itu, ia dituntut untuk benar-benar menguasai konsep moderasi dalam Islam agar tidak membawa siswa terjerumus ke dalam sikap liberal (tafrith) maupun sikap ekstrem (ifrath). Pemahaman yang keliru justru dapat menyebabkan siswa menjadi liberal, alih-alih memiliki jiwa yang moderat, akibat ketidaktahuan terhadap konsep Islam Wasathiyah. Agar internalisasi sikap moderat dapat berlangsung secara efektif, Pak Karnadi perlu menggunakan pendekatan, strategi, dan metode pembelajaran yang tepat dengan didukung oleh pengetahuan dan keterampilan dalam memanfaatkan media berbasis teknologi. Rancangan pembelajaran yang demikian ini menggunakan pendekatan …
Project Based Learning (PjBL)
Problem Based Learning (PBL)
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Technological Pedagogical and Content Knowledge (TPACK)
Differentiation Based Learning (DBL)
Dalam mata pelajaran PAI kelas IX, seorang guru mengajarkan materi pengendalian quwwatu syahwah (kekuatan syahwat) sebagai bagian dari pembentukan akhlak karimah. Ia menyampaikan materi melalui slide presentasi menarik dan membagikan video pendek tentang bahaya pornografi. Untuk mengevaluasi hasil pembelajaran, guru memberikan tes pilihan ganda secara daring dan meminta siswa membuat poster kampanye digital tentang pentingnya menjaga kesucian diri. Namun, guru tidak mengadakan refleksi atau diskusi terbuka mengenai tantangan nyata yang dihadapi siswa dalam menjaga quwwatu syahwah di era digital, dan tidak memfasilitasi umpan balik dari siswa atas proses pembelajaran yang berlangsung. Manakah dari berikut ini yang merupakan praktik evaluasi pembelajaran yang paling tepat dan berkelanjutan untuk meningkatkan akhlak karimah peserta didik?
Menggunakan polling online untuk mengetahui siswa mana yang sudah memahami materi.
Mengadakan refleksi terbimbing dan jurnal harian peserta didik sebagai sarana evaluasi efektif dan tindak lanjut karakter.
Memberikan kuis daring secara periodik untuk mengukur daya ingat siswa terhadap materi.
Menilai hasil poster digital dengan rubrik penilaian visual dan desain.
Memberikan soal uraian tentang pengertian quwwatu syahwah dan dalilnya dalam Al-Qur’an.
Bu Aisyah menyusun materi bahan ajar Akidah. Materi itu berbunyi, “Kita tidak memiliki kebebasan mutlak, kita lahir tidaklah atas kehendaknya sendiri. Bahkan orang tua, lingkungan, zaman, dan tempat dia dilahirkanpun tidak bisa diusahakan.” Berdasarkan materi di atas, tujuan pembelajaran ranah sikap yang tepat untuk mengembangkan sikap penerimaan terhadap tradisi peserta didik adalah ….
Peserta didik mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan secara tepat
Peserta didik menerima tradisi atau budaya lokal secara mutlak sebagai wujud dari penghormatan terhadap perbedaan
Peserta didik melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia dengan penuh tanggung jawab
Peserta didik membiasakan untuk menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya secara tepat.
Peserta didik menerima tradisi atau budaya lokal selama tidak bertentangan dengan ajaran dan prinsip-prinsip agama.
Sebagai guru aqidah akhlak, Pak Mutohar memberi materi dengan tiga level. Pertama materi tentang pengenalan dasar dan ciri-ciri umum mukjizat, karamah, dan sihir. Tujuan konten ini adalah memahami pengertian dan perbedaan umum ketiganya secara sederhana. Kedua, perbedaan konseptual dan sumber dalil. Tujuan konten ini untuk memahami perbedaan hakikat, tujuan, dan hukum dari ketiga fenomena tersebut. Ketiga, kajian filosofis dan teologis. Tujuan konten ini adalah untuk menganalisis makna teologis dan implikasi akidah dari fenomenanya ini. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan…
diferensiasi konten
pembelajaran berbasis deep learning
diferensiasi lingkungan
diferensiasi proses
diferensiasi produk
Guru menyampaikan tafsir QS. Al-Baqarah: 2 sebagai petunjuk bagi orang-orang bertakwa. Namun materi yang disampaikan hanya berfokus pada penafsiran normatif yang belum dikontekstualisasikan dengan berbagai masalah yang sedang dihadapi saat ini. Akibatnya peserta didik kurang aktif dan kritis. Untuk mengembangkan kemampuan siswa dalam menerapkan konsep dan pengetahuan pada masalah nyata, serta meningkatkan keterampilan berpikir kritis dan pemecahan masalah, guru perlu menggunakan strategi…
Differentiated Based Learning (DBL)
Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK)
Problem Based Learning (PBL)
Project Based Learning (PjBL)
Deep Learning (DL)
Guru menjelaskan pada para siswanya tentang sustainability development goals (SDGs). Tujuan yang dirancang guru adalah membangun kesadaran pentingnya pendidikan bermutu. Siswa diharapkan memiliki komitmen untuk tekun dan giat dalam menyerap materi pelajaran. Apakah substansi yang dituju dari kegiatan yang dilakukan oleh guru?
Mengembangkan keterampilan belajar siswa
Mendorong siswa menjadi teladan belajar sepanjang hayat
Memberikan tambahan pengetahuan untuk memperkaya materi pelajaran
Membangun kesadaran pentingnya mengerti diri dalam proses belajar mengajar
Mendorong siswa memiliki motivasi yang kuat untuk mengembangkan diri
Dalam pembelajaran PAI pada peserta didik SMA yang sudah lancar dan fasih membaca al-Qur'an, guru PAI merencanakan tujuan pembelajaran yang difokuskan untuk menganalisis berbagai solusi problematika penerapan sikap lemah lembut sebagaimana dalam al-Qur'an surat Ali Imran ayat 159 melalui model PBL. Tentukan materi yang paling tepat dengan model pembelajaran tersebut.
Problematika menerapkan ayat mutasyabihat dalam kehidupan nyata
Problematika tafsir al-Qur'an surat Ali Imran ayat 59
Problematika penerapan sikap lemah lembut dan solusinya dalam kehidupan nyata
Problematika makharijul huruf bagi anak-anak dan solusinya
Problematika kefasihan anak dalam membaca al-Qur'an
Seorang guru meyakini bahwa perubahan perilaku pada siswa merupakan sebuah proses yang melibatkan perubahan pada aspek lain. Keyakinan yang dimaksud guru tersebut adalah....
Perubahan perilaku dipengaruhi oleh aspek perasaan, cara berpikir dan fisiologi
Perubahan perilaku cenderung diawali dengan perubahan cara berpikir
Perubahan perilaku memerlukan perubahan pada lingkungannya
Perubahan perilaku merupakan target utama dalam mendidik siswa
Perubahan perilaku memerlukan latihan-latihan dan penguatan
Pak Budiman menyusun materi Fikih. Salah satu paragrafnya berbunyi: "Pernikahan menurut istilah syara' adalah akad yang mengandung ketentuan hukum kebolehan hubungan seksual dengan lafaz nikah atau kata-kata yang semakna dengannya" (al-Anshary, t.t: 30). Selanjutnya, Abdurrahman al-Jaziri menyatakan bahwa "Perkawinan adalah perjanjian suci antara seorang laki-laki dan seorang perempuan untuk membentuk keluarga bahagia." Definisi kedua ini membantu menghilangkan kesan negatif masyarakat terhadap makna pernikahan dan menempatkannya sebagai institusi yang mulia. Berdasarkan materi tersebut, tujuan pembelajaran pada ranah pengetahuan yang tepat agar peserta didik mampu berpikir kritis adalah....
Peserta didik mampu berempati kepada orang lain terkait dengan definisi pernikahan.
Peserta didik mampu menyebutkan suatu definisi pernikahan dengan bahasa sendiri secara tepat
Peserta didik mampu mengembangkan refleksi diri tentang definisi pernikahan
Peserta didik mampu mengevaluasi suatu definisi pernikahan secara lebih komprehensif.
Peserta didik mampu menghasilkan gagasan yang orisinal tentang definisi pernikahan.
Guru bertanggung jawab mengembangkan kemampuan dan seni mengajar sehingga menarik perhatian siswa. Pada saat guru melihat siswa tidak memperhatikan pembelajaran, maka yang perlu dilakukan...
menggunakan nama siswa sebagai contoh penjelasan
mengatur intonasi suara untuk menarik perhatian
menegur peserta didik untuk memperhatikan
mengajak peserta didik melakukan aktivitas bersama
mengajukan pertanyaan pada peserta didik
Perhatikan pernyataan praktik pembelajaran terkait dengan materi tentang Islam sebagai agama moderat sebagai berikut! 1. Penyajian materi ajar menggunakan teks, wacana, dan dialog yang di dalamnya mencerminkan adanya sikap moderat dalam Islam, seperti toleransi, keseimbangan, dan keadilan. 2. Metode pembelajaran menggunakan metode interaktif seperti diskusi, studi kasus, dan simulasi percakapan yang melibatkan skenario kehidupan sehari-hari terkait keberagaman, baik dalam konteks Islam maupun hubungan antargama. 3. Pembelajaran materi keagamaan berorientasi pada penguatan dan penanaman sikap terbuka terhadap perbedaan dengan memperkenalkan istilah atau konsep dalam berbagai mazhab/pendapat. Pernyataan tersebut yang bermuatan semangat nilai-nilai moderasi beragama dan alasannya yang paling benar adalah ....
a. Pernyataan nomor (2) benar, karena penggunaan metode pembelajaran secara interaktif dapat mengubah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara bermain peran dan mendemonstrasikan kekerasan sebagai salah satu strateginya untuk mengejawantahkan esensi ajaran agama, berdasarkan prinsip trial and error.
Pernyataan nomor (2) kurang tepat, metode atau strategi apapun tidak bisa mempengaruhi cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama siswa, langkah-langkah apapun dalam mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berdasarkan prinsip adil, seimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa mengalami kendala yang berat.
kendala yang berat. c. Pernyataan nomor (1) kurang tepat, karena cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama tidak bisa dipengaruhi oleh pemilihan materi, sehingga dengan cara apapun pengejawantahan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berdasarkan prinsip adil, seimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa akan kandas atau tidak berhasil.
Pernyataan nomor (1) benar, karena materi dapat mengubah cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama, yang melindungi martabat kemanusiaan dan membangun kemaslahatan umum berdasarkan prinsip adil, seimbang, dan menaati konstitusi sebagai kesepakatan berbangsa.
Pernyataan nomor (3) benar, karena penguatan sikap dan nilai itu dapat ditanamkan melalui pembelajaran yang modern sehingga bisa mempengaruhi cara pandang siswa dalam kehidupan bersama, dengan cara mengejawantahkan esensi ajaran agama di era Gen Z dan Alpha, yang melindungi kemaslahatan umum.
Pada pelaksanaan pembelajaran mengenai perkembangan kepemimpinan Khalifah Abu Bakar Assiddik dan Khalifah Umar bin Khattab, guru membangun keterhubungan antara konsep kepemimpinan masa khalifah al-Rasyidun dengan kondisi kekinian sehingga materi tersebut benar-benar bermanfaat bagi peserta didik. Deep learning yang digunakan dalam pembelajaran tersebut berada pada fase...
Fase Refleksi dan Evaluasi (Reflection and Evaluation Stage)
Membangun Kesadaran (Mindful Learning)
Menciptakan Pembelajaran Bermakna (Meaningful Learning)
Fase Eksplorasi (Exploration Stage)
Menjadikan Pembelajaran Menyenangkan (Joyful Learning)
Sebagai apresiasi terhadap prestasi dan kinerja, Kepala Dinas Pendidikan mengangkat Anda menjadi Pengawas. Dengan jabatan baru tersebut, Anda harus menempuh perjalanan sekitar satu jam untuk tiba di kantor. Sementara sebelumnya, Anda cukup jalan kaki sekitar 5 menit untuk tiba di sekolah. Bagaimana sikap Anda?
Siap menjalankan karena setiap pekerjaan pasti ada risikonya.
Menolak jabatan tersebut karena pertimbangan kepentingan keluarga.
Menjalankan dengan sepenuh hati demi kebaikan bersama.
Melakukan negosiasi agar kepala dinas agar memindah ke tempat yang lebih dekat.
Meyakinkan kepada anggota keluarga akan risiko jabatan baru itu.
Guru PAI mengajak peserta didik untuk memahami secara mendalam kriteria hadis sahih, dengan menerapkan pendekatan Project Based Learning (PjBL) dalam bentuk tugas membuat video pendek yang menjelaskan kriteria hadis sahih. Instrumen asesmen yang paling untuk menilai kompetensi siswa adalah....
Grafik perkembangan yang menggambarkan tahap perkembangan siswa dalam belajar
Rubrik untuk menilai kinerja secara objektif dan transparan berdasarkan kriteria dan standar yang jelas
Checklist untuk memastikan semua aspek yang dinilai telah dievaluasi secara komprehensif dan terstruktur
Catatan anecdoTal untuk mencatat performa dan perilaku yang menonjol, disertai latar belakang kejadian dan hasil analisis atas observasi yang dilakukan
Ceklis kehadiran dan partisipasi aktif peserta didik dalam diskusi kelompok
Sebagai guru al-Qur'an Hadis, pak Mustofa memberikan tugas kepada peserta didik untuk membuat poster klasifikasi hadis klasifikasi hadis klasifikasi hadis ditinjau dari kualitasnya disertai dengan hukum maqbul dan mardhunya pengalaman hadis tersebut. Hal ini disebabkan sering munculnya masalah di lapangan banyaknya orang yang tidak bisa membedakan antara hadis shahih, hasan dan dhaif. Rancangan pembelajaran di atas berpendekatan...
Pembelajaran Berbasis Deep Learning
Technological Pedagogical and Content Knowledge/TPACK
Problem Based Learning (PBL)
Project Based Learning (PjBL)
Differentiation Based Learning/DBL
Seorang guru diangkat sebagai wali kelas di kelas baru. Oleh karena itu ia segera merencanakan mengarahkan siswanya agar tetap mampu mengembangkan rasa persatuan di kelas tersebut. Hal yang dapat dilakukan guru adalah ....
mengajak peserta didik membuat seragam baru kelas
memotivasi siswa agar disiplin menepati waktu belajar
meminta peserta didik membentuk kelompok belajar
meminta peserta didik belajar dengan tekun dan rajin
melibatkan peserta didik dalam suatu kegiatan sekolah
Pak Umar menyusun materi bahan ajar Hadis. Di antara paragraf materi itu berbunyi, "Salah satu kriteria hadis shahih adalah tidak boleh ada syadz (kejanggalan). Imam al-Syafi'i sebagaimana dikutip al-Naisaburi menjelaskan bahwa kejanggalan dalam periwayatan adalah apabila sebuah hadis diriwayatkan oleh perawi yang tsiqah, namun bertentangan dengan mayoritas riwayat lain yang juga tsiqah." Berdasar materi di atas, tujuan pembelajaran ranah ketrampilan yang tepat supaya peserta didik memiliki semangat gotong royong adalah....
Peserta didik mempresentasikan hasil diskusi tentang kriteria hadis shahih dengan bekerja sama
Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dengan Percaya diri, tangguh (resilient), dan adaptif
Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dengan Menghilangkan stereotip dan prasangka
Peserta didik mengkomunikasikan hasil diskusi dengan menumbuhkan rasa menghormati terhadap keanekaragaman budaya
Peserta didik menyampaikan hasil diskusi dengan mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan
Dalam pembelajaran materi mu'jizat, karamah, dan sihir, guru PAI menyusun instrumen asesmen sebagai berikut: 1. Jelaskan perbedaan antara mujizat, karamah, dan sihir berdasarkan dalil dan konteks masa kini! 2. Bagaimana sikap anda terhadap praktek perdukunan yang marak di masyarakat yang tidak bisa dipisahkan dengan sihir? 3. Pilihlah opsi: : a. Selalu b. Sering c. kadang d. Tidak pernah. Saya pergi ke dukun setiap ada permasalahan hidup 4. Buatlah sebuah poster yang menunjukan perbedaan antara mu'jizat, karamah, dan sihir! 5. Sebutkan ciri-ciri mu'jizat disertai dengan 5 contoh! Instrumen asesmen yang tepat untuk menilai aspek sikap adalah...
(2) dan (4)
(1) dan (3)
(2) dan (3)
(1) dan (2)
(3) dan (4)
Bu Qomariyah melaksanakan program penguatan profil pelajar pancasila. Dia memilih materi hadis Nabi SAW yang berbunyi, "Seorang Muslim wajib mendengar dan taat (kepada pemimpin) dalam hal yang ia sukai maupun yang ia benci, kecuali jika diperintahkan untuk melakukan maksiat. Maka jika diperintahkan untuk maksiat, tidak ada kewajiban mendengar dan taat." (H.R. Muslim). Pengembangan materi di atas relevan dengan tujuan pendidikan karakter nilai-nilai PPRA...
Mengenali kualitas dan minat diri serta tantangan yang dihadapi (Qudwah)
Melaksanakan Hak dan Kewajiban sebagai Warga Negara Indonesia (Muwathanah)
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan (Ta'addub)
Berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan bersama (syura)
Mengutamakan persamaan dengan orang lain dan menghargai perbedaan (Musdawah)
Berdasarkan deskripsi, teknik asesmen yang paling tepat yang dapat digunakan Pak Busyra untuk menilai peningkatan pengetahuan siswa setelah pembelajaran adalah...
Pemberian tes esai untuk mengukur kemampuan analisis terhadap hak-hak rakyat dalam Islam
Wawancara mendalam tentang pemahaman siswa terhadap nilai-nilai keislaman
Penilaian diri untuk mengetahui perubahan sikap terhadap nilai-nilai Islam
Observasi perilaku siswa dalam menyikapi isu sosial
Penugasan proyek sosial sebagai bentuk praktik nilai hak rakyat
Guru mengajarkan materi kajian tafsir bil-ma'tsur dan tafsir bil-ra'yi melalui pendekatan PBL (Problem Based Learning). Dengan diawali adanya masalah bahwa tafsir bir-ra yi berpotensi subjektivitas dan penafsiran yang dipaksakakan. Selanjutnya peserta didik didorong secara kolaboratif untuk menemukan solusi agar tafsir tersebut tidak menimbulkan masalah. Peserta didik berdiskusi dan mepresentasikan hasil. Teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai pembelajaran tersebut adalah...
Pengamatan langsung untuk menilai keaktifan dan karakter siswa dalam pembelajaran kolaboratif.
Portofolio atas hasil kerja peserta didik yang dilakukan dari waktu ke waktu.
Menggunakan tes pilihan ganda untuk menilai pengetahuan peserta didik tentang kelemahan dan kelebihan tafsir bil-ma’tsur dan tafsir bil-ra’yi.
Pemberian tugas kepada peserta didik untuk mengukur pengetahuannya tentang kelemahan-kelemahan tafsir bir ra’yi.
Tes tertulis untuk mengukur siswa dalam menjelaskan kelemahan-kelemahan tafsir bir ra’yi beserta solusinya.
Seorang guru PAI mengajar materi zakat produktif dalam konteks fiqih kontemporer kepada peserta didik kelas IX dengan pendekatan blended learning. Guru menyajikan materi berupa tayangan video tentang praktik zakat produktif di desa binaan, kemudian memberikan tugas membuat poster digital yang menjelaskan perbedaan antara zakat konsumtif dan produktif. Namun, guru tidak memberikan pendampingan diskusi secara sinkron, dan tidak menyertakan panduan rubrik penilaian. Akibatnya, beberapa peserta didik kebingungan membedakan konsep, dan karya poster mereka tidak mencerminkan pemahaman yang mendalam terhadap isi materi. Dalam konteks tersebut, praktik baik (best practice) yang paling tepat untuk direncanakan guna meningkatkan kualitas pembelajaran secara berkelanjutan adalah ...
Menganjurkan peserta didik mencari referensi tambahan dari berbagai platform media sosial.
Mengalihkan pendekatan pembelajaran menjadi ceramah untuk menjelaskan kembali konsep zakat.
Memberikan ujian tertulis sebagai bentuk asesmen akhir terhadap pemahaman zakat produktif.
Menyediakan sesi diskusi interaktif dan rubrik penilaian yang jelas sebelum penugasan proyek.
Mengganti media video dengan bahan ajar teks agar peserta didik fokus membaca dan memahami.
Pak Rafiq menyampaikan materi mengenai tokoh-tokoh pemimpin Islam seperti para khulaur Rasyidun tentang keterampilan kepemimpinan yang mereka miliki. Sebelum pembelajaran dimulai, guru melakukan asesmen awal untuk mengetahui keterampilan siswa dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan sejarah Islam, baik secara lisan maupun tulisan. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kesulitan dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan para khalifah Islam secara terstruktur dan jelas. Setelah pembelajaran, guru ingin menilai apakah keterampilan siswa dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan sejarah Islam telah berkembang. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai keterampilan siswa dalam menyajikan hasil analisis kepemimpinan dalam sejarah Islam adalah...
Pedoman Wawancara untuk menggali pemahaman siswa tentang tokoh kepemimpinan Islam
Angket tertutup yang mengukur pandangan siswa terhadap gaya kepemimpinan tokoh Islam
Tes objektif tentang karakteristik kepemimpinan para khalifah
Instrumen penugasan esai tentang perbandingan gaya kepemimpinan para khalifah
Rubrik penilaian untuk menilai struktur dan kualitas presentasi hasil analisis siswa
Karena peserta didik keaktifan dan minatnya rendah dalam pembelajaran, pak Budiman menggunakan media Kahoot; Untuk kuis interaktif mengenai pemahaman siswa terhadap materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Hal ini menunjukkan bahwa pak Budi merancang pembelajaran dengan pendekatan...
Pedagogical Knowledge – PK
Differentiation Based Learning/DBL
Technological Knowledge – TK
Content Knowledge – CK
Problem Based Learning (PBL)
Guru menyajikan materi mu'jizat, karamah, dan sihir. Sayang sekali penyajiannya kurang mengkontektualisasikan dengan kondisi kekinian. Peserta didikpun merasa tertekan dalam pembelajaran karena hanya menghafal perbedaan ketiga istilah tersebut. Mereka juga mengalami kesulitan memahami relevansinya dalam kehidupan modern yang penuh dengan fenomena spiritual, teknologi ilusi, dan praktik supranatural yang viral di media sosial. Idealnya guru dapat menciptakan pembelajaran yang bermakna sesuai dengan konteks saat ini agar peserta didik mampu merututkan menanam merasa senang dan nantinya bermakna mendalam. Strategi yang paling tepat untuk mewujudkan idealitas itu adalah....
Inquiry Learning, karena peserta didik diminta menelusuri pengertian mu'jizat, karamah, dan sihir dari berbagai sumber
Problem Based Learning, karena peserta didik diajak memecahkan masalah tentang fenomena spiritual modern secara kolaboratif
Contextual Teaching and Learning, karena peserta didik diminta mengaitkan materi dengan kejadian sehari-hari dalam masyarakat
Project Based Learning, karena peserta didik diminta membuat proyek kreatif yang menampilkan perbedaan ketiga konsep tersebut
Deep Learning, karena peserta didik didorong menganalisis secara kritis dan mendalam makna serta relevansi ketiga konsep tersebut di era modern
Guru PAI melaksanakan pembelajaran pada materi zakat profesi dengan pendekatan Differentiated Based Learning (DBL), maka guru menggunakan teknologi yang sesuai dengan individu ber gaya belajar auditori. Penggunaan media berbasis teknologi yang paling tepat dalam pembelajaran tersebut adalah....
E-book kumpulan fatwa Majelis Ulama tentang zakat profesi
Penyajian peta konsep tentang ketentuan zakat profesi
Video ceramah guru tentang ketentuan zakat profesi
Penggunaan internet untuk mencari artikel tentang ketentuan zakat profesi
Tanya jawab melalui media WhatsApp
Guru membuat tujuan pembelajaran materi empat kekuatan/potensi utama jiwa (quwwah) menurut Imam al-Ghazali. Redaksi tujuan itu adalah peserta didik menerapkan sikap hikmah, berani dan iffah dalam kehidupan sehari-hari. Sebagai calon guru PAI profesional, asesmen yang tepat sesuai tujuan pembelajaran di atas adalah....
Menggunakan rubrik observasi perilaku untuk mencatat sikap peserta didik selama proses pembelajaran.
Menilai hasil proyek poster yang dibuat peserta didik tentang tiga kekuatan jiwa.
Menugaskan peserta didik membuat makalah tentang hubungan antara akhlak dan kekuatan jiwa.
Melaksanakan kuis lisan mengenai ciri-ciri akhlak terpuji berdasarkan pandangan Imam al-Ghazali.
Memberikan soal uraian tentang definisi quwwah dan aplikasinya dalam kehidupan remaja.
Ibu Murni merancang pembelajaran materi pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan strategi pembelajaran yang berbeda sesuai dengan perbedaan individu. Pertama, Strategi "Poster Inspiratif" dimana Siswa diminta membuat poster yang menggambarkan nilai-nilai akhlak karimah seperti jujur, sabar, dan menghormati orang tua. Kedua, Strategi "Drama Mini Akhlak" dimana Siswa membuat dan memainkan drama pendek yang menggambarkan contoh perilaku akhlak karimah, misalnya menolong teman, memaafkan kesalahan, atau menghormati guru. Rancangan pembelajaran seperti ini berpendekatan...
Diferensiasi sumber
Diferensiasi proses
Diferensiasi produk
Diferensiasi konten
Diferensiasi Lingkungan
Dalam pembelajaran pada materi zakat, guru PAI juga melaksanakan Program penguatan profil pelajar pancasila (P5). Tentukan materi ajar PAI untuk mencapai tujuan nilai-nilai berpikir kritis dan gotong royong!
1. Ayat-ayat al-Quran tentang gotong royong 2. Ayat-ayat al-Quran tentang kewajiban berpikir kritis
1. Kontekstualisasi zakat 2. Ketentuan wajib zakat
1. Pelaksanaan zakat fitrah pada masa Rasulullah 2. Para penerima zakat fitrah
1. Zakat di zaman modern 2. Kebersamaan dan pengelolaan zakat fitrah
1. Menganalisis berbagai pendapat ulama tentang ketentuan zakat 2.Hubungan antara zakat dengan nilai gotong royong
Dalam memahami pesan ayat al-Quran dengan penafsiran bil ma'tsur, peserta didik belajar dengan pendekatan pembelajaran berbasis masalah (PBL). Tentukan rancangan yang paling tepat untuk langkah-langkah pembelajaran PBL tersebut!
Peserta didik menerima masalah nyata dalam Peserta didik 1. Menerima masalah nyata dalam kehidupan yang berhubungan dengan cara menafsirkan ayat al-Quran yang dipelajai 2. Mencari data hadis atau perkataan sahabat untuk menafsirkan ayat al-Quran yang dipelajai 3. Mendiskusikan hadis dan perkataan sahabat yang ditemukan 4. Mempresentasikan solusi atas jawaban terhadap masalah yang ditemukan
Peserta didik 1. Membaca ayat al-Quran yang dipelajai 2. Menerjemahkan perkata ayat al-Quran yang dipelajai 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari kamus 4. Memahami ayat al-Quran yang dipelajai perdasarkan pendapat mufassir
Peserta didik 1. Membaca ayat al-Quran yang dipelajai 2. Menerjemahkan perkata ayat al-Quran yang dipelajai 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari teks 4.Memahami avat al Quran yang dipelaiai nerdasarkan pendapat mufassir
Peserta didik 1. Membaca ayat al-Quran yang dipelajai 2. Menerjemahkan perkata ayat al-Quran yang dipelajai 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari konteks 4. Memahami ayat al-Quran yang dipelajai perdasarkan pendapat mufassir
Peserta didik 1. Membaca ayat al-Quran yang dipelajai 2. Menerjemahkan perkata ayat al-Quran yang dipelajai 3. Menemukan kata-kata yang memiliki arti berbeda dari kamus 4. Memahami ayat al-Quran yang dipelajai perdasarkan arti kata
Guru PAI melakukan evaluasi terhadap pemahaman siswa SMA dengan meminta siswa menyebutkan hikmah beriman kepada takdir bagi siswa level rendah. Tentukan materi ajar yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dengan pendekatan DBL!
Manusia menyadari bahwa semua yang terjadi adalah bagian dari rencana Allah membuat hati lebih tenang saat menghadapi musibah
Secara rasional, adanya takdir dapat dibuktikan melalui pemahaman tentang keteraturan alam semesta dan keterbatasan manusia
Meyakini dengan sepenuh hati bahwa segala sesuatu yang terjadi di alam semesta ini, baik yang sudah terjadi maupun yang akan terjadi, semuanya berada dalam pengetahuan, kehendak, dan ketetapan Allah SWT
Dalam ajaran Ahlus Sunnah wal Jama'ah, dijelaskan bahwa Allah memang mengetahui dan menetapkan segala sesuatu, tetapi manusia tetap diberi kebebasan dalam memilih, sehingga ia tetap bertanggung jawab atas semua perbuatannya
Takdir terbagi dua, yaitu mubram dan muallaq. Takdir mubram adalah ketetapan Allah yang mutlak dan tidak bisa diubah, kematian, dan jenis kelamin seseorang. Sedangkan takdir muallaq adalah ketetapan Allah yang masih bisa berubah tergantung pada usaha, ikhtiar, dan doa manusia
Perhatikan pernyataan-pernyataan berikut terkait praktik pembelajaran materi sistem pendidikan pada masa Khulafaur Rasyidin: 1. Guru menyajikan konten secara kontekstual dengan membandingkan sistem halaqah pada masa Khulafaur Rasyidin dengan metode mentoring dalam pembelajaran digital masa kini. 2. Guru menggunakan metode ceramah satu arah dan tidak memberi ruang diskusi ataupun refleksi dari peserta didik. 3. Guru memanfaatkan aplikasi pembelajaran daring untuk memfasilitasi kolaborasi peserta didik dalam membahas nilai-nilai pendidikan Islam klasik dan relevansinya saat ini. 4. Guru memberikan tugas hafalan tentang nama-nama Khulafaur Rasyidin tanpa mengaitkan kontribusi mereka terhadap sistem pendidikan. 5. Guru mengajak peserta didik untuk membuat video kreatif yang mengangkat kembali nilai-nilai pendidikan Islam pada masa Khulafaur Rasyidin dalam konteks kekinian. Manakah kombinasi pernyataan yang menunjukkan praktik baik (best practice) dalam pelaksanaan pembelajaran berkualitas secara berkelanjutan?
1, 2, dan 4
2, 4, dan 5
1, 2, dan 3
1, 3, dan 5
2, 3, dan 5
Pak Ahmad guru mata pelajaran telah melakukan pengembangan materi ajar untuk keperluan pembelajaran yang pada setiap proses dan akhir pembelajaran dilaksanakan evaluasi. Hasil evaluasi menunjukkan perbaikan pembelajaran sebagai berikut. 1. Penetapan tujuan pembelajaran terkait moderasi beragama yang berorientasi pada cara pandang, sikap, dan praktik beragama dalam kehidupan bermasyarakat. 2. Pemilihan materi pembelajaran yang praktis terdiri dari konsep moderat dalam kitab suci agama yang terbagi dalam tiga dimensi, yaitu moderat dalam keyakinan, moderat dalam akhlak/etika/budi pekerti, moderat dalam persoalan ajaran agama. 3. Penggunaan strategi pembelajaran bersifat reflektif yakni mendorong siswa untuk merefleksikan pemahaman, pengalaman dan sikap keberagamaan mereka. 4. Pemanfaatan media pembelajaran di era digital melalui video pembelajaran, podcast, konten yang menarik tentang kesadaran moderasi beragama. Berdasarkan pernyataan tersebut, dilakukan pengembangan materi yang paling tepat untuk memperkuat nilai-nilai Islam sebagai agama yang moderat adalah.....
Komitmen Kebangsaan: Tidak mengakui wilayah negaranya sebagai satu kesatuan
Toleransi: Menerima perbedaan sebagai fitrah manusia dalam kehidupan
Anti Kekerasan: Main hakim sendiri dalam kehidupan sosial
Penerimaan terhadap tradisi: Melestarikan adat dan budaya orang lain secara suka rela
Komitmen Kebangsaan: Menghormati simbol-simbol kenegaraan bangsa lain
Guru menjelaskan klasifikasi hadis menjadi tiga yaitu shahih, hasan, dan dhaif berdasarkan kajian sanad dan matan. Namun faktanya ada permasalahan di masyarakat yaitu tersebarnya hadis-hadis dhaif bahkan palsu. Untuk memecahkan masalah tersebut peserta didik perlu dikembangkan keterampilannya untuk membuat suatu poster atau video podcast berisi bahaya menyebarkan hadis palsu secara kolaboratif. Strategi pembelajaran yang paling tepat untuk tujuan tersebut adalah ...
Deep learning (DL)
Technological, Pedagogical and Content Knowledge (TPACK)
Problem Based Learning (PBL)
Project Based Learning (PjBL)
Diferentiated Based Learning (DBL)
Ibu Soraya mengajar di sekolah inklusi. Ketika mengajar pada hari pertama masuk sekolah ada siswa yang berperilaku agresif. Berikut ini adalah contoh tindakan menunjukkan bahwa Bu Soraya adalah seorang guru yang menjunjung tinggi harkat dan martabat peserta didik.
Meminta teman-temannya untuk mengawasi tindakan anak tersebut
Menasehati anak tersebut dengan disertai ancaman hukuman non fisik
Memindahkan tempat duduk siswa berdampingan dengan siswa yang nakal
Meminta anak tersebut membuat surat pernyataan untuk dibaca secara keras
Meminta siswa tersebut untuk duduk di bangku belakang
Dalam Pembelajaran Berbasis Projek (PjBL) untuk mencapai tujuan pembelajaran agar peserta didik dapat menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis guru melaksanakan langkah-langkah pembelajaran yang sesuai dengan model PjBL. Tentukan langkah-langkah pembelajaran yang tepat sesuai dengan model PjBL!
Guru menugaskan peserta didik untuk menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis; Guru meminta peserta didik untuk membaca modul tentang klasifikasi hadis; Guru menjelaskan kepada peserta didik tentang masalah klasifikasi hadis
Guru meminta peserta didik untuk membaca modul tentang klasifikasi hadis; Guru memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi tentang klasifikasi hadis; Guru menugaskan peserta didik untuk menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis
Guru menugaskan peserta didik untuk menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis; Guru meminta peserta didik untuk membaca modul tentang klasifikasi hadis; Guru mengorientasikan peserta didik pada masalah klasifikasi hadis
Guru mengorientasikan peserta didik pada masalah klasifikasi hadis; Guru meminta peserta didik untuk berdiskusi untuk membuat peta konsep klasifikasi hadis; Guru menugaskan peserta didik untuk melaporkan peta konsep tentang klasifikasi hadis
Guru memfasilitasi peserta didik untuk berdiskusi tentang klasifikasi hadis; Guru meminta peserta didik untuk membaca modul tentang klasifikasi hadis; Guru menugaskan peserta didik untuk menyusun peta konsep tentang klasifikasi hadis
Seorang guru PAI menanamkan nilai zuhud dengan meninggalkan urusan dunia secara keseluruhan agar peserta didik benar-benar menjauhi kenakalan. Pendekatan seperti ini tentu kurang tepat karena cenderung tidak mempertimbangkan perkembangan zaman yang semakin kompleks. Padahal mestinya zuhud bukan berarti meninggalkan dunia secara keseluruhan, tetapi lebih pada sikap hati yang tidak terikat dan tergoda oleh kesenangan duniawi. Rancangan pembelajaran yang paling tepat untuk menghadapi situasi di atas adalah...
Menyusun materi tentang hikmah zuhud yang dihafal oleh peserta didik agar mereka menginternalisasikan nilai zuhud dalam pribadi mereka
Menyusun pembelajaran dengan menekankan pada metode keteladanan guru dalam mengimplementasikan nilai-nilai kezuhudan
Menyusun pembelajaran berbasis masalah penyimangan akhlak sebagaian umat Islam yang diakibatkan oleh kondisi kemiskinan dalam bentuk PBL
Menyediakan materi ajar berbasis literasi digital untuk mengajarkan tentang kezuhudan dan kejujuran di dunia maya.
Menyusun pembelajaran berbasis masalah dengan membuat suatu produk berupa poster yang berisi dalil-dalil tentang zuhud.
Guru hendakkan dapat mengembangkan sikap rela berkorban bagi bangsa dan negara, termasuk bagi kepentingan masyarakat banyak. Ketika ada sebagian warga masyarakat mengalami musibah kebakaran, maka guru dalam pembelajaran dapat melakukan....
mengajak menyisihkan uang saku untuk memberikan donasi
mengarahkan peserta didik berhati-hati dalam bertindak apapun
membawa para peserta didik untuk melihat rumah yang terbakar
memberi bantuan kepada peserta didik yang terkena musibah
memberikan petunjuk ketika berkunjung ke tempat kebakaran
Dalam pelaksanaan pembelajaran di SD pada materi shalat wajib, guru PAI mengembangkan materi ajar yang memasukan nilai-nilai moderasi beragama, yaitu tasamuh. Manakah yang termasuk contoh pengembangan materi yang menunjukkan pembelajaran tasamuh pada materi shalat wajib untuk peserta didik SD?
Bacaan iftitah dari berbagai madzhab
Keutamaan membaca doa iftitah
Keharusan iftitah berdasarkan madzhab tertentu
Perbandingan keutamaan bacaan iftitah menurut madzhab tertentu
Bacaan iftitah dari satu madzhab saja
Seorang guru sejarah kebudayaan Islam sedang mempersiapkan pembelajaran materi "Transformasi Peradaban Islam" di kelas XI. Untuk menyesuaikan dengan karakteristik peserta didik yang heterogen dalam gaya belajar dan Tingkat kematangan berpikir, guru menerapkan model pelayanan konseling di dalam proses penyusunan dan penyampaian materi. Dalam menyiapkan alur materi agar efektif mengevaluasi tujuan pembelajaran dan membangun pemahaman siswa secara mendalam, strategi yang paling tepat dilakukan guru adalah...
Menentukan tema utama transformasi peradaban, memetakan relevansinya dengan isu kontemporer yang dekat dengan pengalaman siswa, lalu mengintegrasikan sesi konseling reflektif pada setiap tahapan pembelajaran.
Menyampaikan seluruh materi ajar sesuai kurikulum secara linear, lalu mengadakan evaluasi akademik tanpa mempertimbangkan perubahan psikososial peserta didik.
Mengadaptasi alur materi berdasarkan minat mayoritas siswa, namun tetap menyajikan transformasi peradaban secara utuh hanya di akhir pembelajaran.
Membagi materi menjadi proyek kelompok berdasarkan periode sejarah, membiarkan siswa mencari koneksi sendiri dengan kehidupan mereka melalui diskusi bebas tanpa konseling terstruktur.
Menyusun urutan materi berdasarkan kronologi sejarah Islam dengan fokus pada penghafalan peristiwa, kemudian mengadakan sesi konseling umum di akhir semester.
Guru menyampaikan materi seputar kewajiban negara dalam menjamin kesejahteraan dan keamanan warganya. Namun, penyajian materi hanya menggunakan buku teks bacaan tanpa penggunaan media audio maupun visual padahal peserta didiknya ada yang mengalami gangguan pendengaran. Pendekatan yang paling sesuai untuk terapkan dalam situasi tersebut adalah..
Menggunakan Pendekatan berbasis teknologi
Melaksanakan pendekatan pembelajaran berbasis Masalah (PBL)
Melaksanakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan anak berkebutuhan khusus (ABK)
Melaksanakan pendekatan dengan Basis Proyek (PjBI)
Menggunakan Pendekatan Kontekstual
Bu Rina menyusun materi ajar Tafsir. Materi itu berbunyi, "Menurut Al-Zamakhsyari, kriteria ayat-ayat yang tergolong muhkamad adalah ayat-ayat yang berhubungan erat dengan hakikat (realitas); sedangkan mutasyabihat adalah ayat-ayat yang membutuhkan penelitian (tahqiqot). Berdasar materi di atas, tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai supaya peserta didik memiliki kemampuan berpikir dinamis dan inovatif adalah...
Peserta didik mengajukan pertanyaan secara kritis tentang ayat-ayat mutasyabihat
Peserta didik menerima hasil gagasan yang orisinal dan teknik untuk memahami ayat-ayat mutasyabihat secara mutlak
Peserta didik, mengidentifikasi, mengklarifikasi, dan mengolah informasi dan gagasan tentang ayat muhkamad dan mutasyabihat secara cermat
Peserta didik, merefleksi dan mengevaluasi pemikirannya tentang ayat muhkamad dan mutasyabihat secara kritis
Peserta didik menghasilkan gagasan yang orisinal untuk menemukan teknik memahami ayat-ayat mutasyabihat secara bertanggungjawab
Seorang guru menjelaskan materi di kelas. Besoknya guru menemukan sumber bacaan berkenaan dengan materi yang kemarin diajarkan di kelas. Berdasarkan informasi pada sumber bacaan terbaru, ternyata terdapat kekeliruan informasi yang telah disampaikan. Tindakan yang dilakukan guru berkaitan dengan kekeliruan informasi pada sumber bacaan adalah
membagikan sumber bacaan baru tersebut
meminta maaf pada siswa atas kekeliruan tersebut
mempergunakan informasi baru pada kelas yang berbeda
meminta guru lain untuk menyampaikan materi dari sumber bacaan terbaru
memberitahukan kekeliruan informasi pada pertemuan berikutnya
Guru harus memastikan peserta didik menguasai materi pembelajaran. Langkah-langkah yang dilakukan guru untuk memastikan peserta didik menguasai materi pelajaran adalah
menetapkan materi sesuai tujuan, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, mengembangkan media penyampaian materi, menyusun materi secara terstruktur
menyusun materi secara terstruktur, menetapkan materi sesuai tujuan, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, mengembangkan media penyampaian materi
mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, menetapkan materi sesuai tujuan, Menyusun materi secara terstruktur, mengembangkan media penyampaian materi
menetapkan materi sesuai tujuan, menyusun materi secara terstruktur, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan. mengembangkan media penyampaian materi
menetapkan materi sesuai tujuan, mengumpulkan berbagai informasi dari berbagai sumber bacaan, Menyusun materi secara terstruktur, mengembangkan media penyampaian materi
Dalam pembelajaran mata pelajaran Pendidikan Karakter di kelas X SMA, guru menyampaikan materi tentang pentingnya nilai-nilai kebersamaan, kejujuran, dan tanggung jawab dalam kehidupan sehari-hari. Sebelum memulai pembelajaran, guru melakukan asesmen awal untuk mengetahui sikap siswa terkait nilai-nilai tersebut. Hasil asesmen awal menunjukkan bahwa sebagian siswa masih kurang menunjukkan sikap jujur, misalnya dalam pekerjaan rumah atau saat ujian. Setelah materi tentang nilai kebersamaan dan kejujuran disampaikan, guru ingin menilai apakah ada perubahan sikap siswa, terutama dalam hal kejujuran, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap teman. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai perubahan sikap siswa terhadap nilai kebersamaan, kejujuran, dan tanggung jawab adalah...
Teknik tes tertulis yang mengukur pengetahuan tentang teori kejujuran dan tanggung jawab
Teknik penugasan yang meminta siswa menulis laporan pribadi mengenai pengalaman tentang nilai tanggung jawab
Teknik observasi terhadap perilaku siswa dalam aktivitas kelompok dan interaksi sehari-hari
Teknik wawancara untuk menggali pandangan siswa tentang nilai kebersamaan dalam kehidupan sehari-hari
Teknik angket yang mengukur pandangan siswa tentang pentingnya kejujuran dalam kehidupan sosial
Pak Feri melaksanakan praktik pembelajaran yang bermuatan nilai-nilai P5 yang mengacu tujuan pembelajaran. Langkah implementasi P5 sebagai berikut. 1. Menetapkan profile modul project yang mencakup tema dan topik, fase dan durasi kegiatan. 2. Menjelaskan tujuan pembelajaran yang mengandung dimensi dan nilai-nilai beriman dan berakhlak mulia, berkebinekaan global, bergotong-royong, mandiri, bernalar kritis, dan kreatif. 3. Menguraikan aktivitas pembelajaran project dan detail langkah-langkah atau tahapan kegiatan/asesmen 4. Melakukan asesmen berdasarkan instrumen dan pengolahan hasil asesmen untuk menyimpulkan pencapaian project profil P5. Pengembangan materi ajar bermuatan nilai-nilai P5 yang paling sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah...
Pengembangan materi untuk anak RA adalah Aku Sayang Bumi, Aku Cinta Indonesia, Bermain dan Bekerja Sama, Imajinasiku/Imajinasi dan Kreativitasku, dan Hidup Berkelanjutan. Materi tersebut sesuai dengan Tingkat perkembangan siswa
Pengembangan materi untuk anak SD/MI adalah Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Bangunlah Jiwa dan Raganya dan Bermain dan Bekerja Sama
Pengembangan materi untuk anak SMK/MAK adalah Hidup Berkelanjutan, Kearifan Lokal, Kewirausahaan, Keberkerjaan dan Imajinasiku/Imajinasi dan Kreativitasku
Pengembangan materi untuk anak SMA/MA adalah Hidup Berkelanjutan, Kearifian tokal, Bhinneka Tunggal Ika, Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI dan Aku Cinta Indonesia
Seorang guru PAI sebenarnya bermaksud mengajarkan nilai-nilai Islam yang moderat, namun karena pemahaman terhadap konsep moderasi yang kurang tepat, yang terjadi justru sebaliknya. Alih-alih menumbuhkan sikap seimbang, guru cenderung mendiskreditkan salah satu pihak atau pandangan, sehingga tanpa disadari mendorong peserta didik untuk bersikap ekstrim ke arah yang berlawanan. Akibatnya, murid tidak berada di posisi tengah sebagaimana semestinya dalam prinsip wasathiyah (moderat), melainkan terjebak pada sikap ekstrim kiri yang jauh dari nilai keadilan dan keseimbangan dalam Islam. Sebagai calon guru PAI yang profesional penting sekali memberikan pemahaman moderasi yang benar agar peserta benar-benar bersikap tengah dan seimbang. Pendekatan pembelajaran yang paling tepat untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan relevan dengan perkembangan zaman adalah...
Pendekatan berbasis masalah yang mengajak siswa untuk menganalisis isu-isu dampak negatif dari sikap ekstrem kanan serta mencari solusinya berdasarkan ajaran Islam yang moderat.
Pendekatan berbasis masalah yang mengajak siswa menganalisis isu-isu dampak negatif terhadap sikap ekstrem kiri, serta mencari solusinya berdasarkan ajaran Islam yang moderat.
Pendekatan indoktrinasi yang berusaha penanaman ide, sikap, atau nilai moderasi tanpa ada sikap kritis agar peserta didik menerima doktrin moderasi secara utuh berdasarkan ajaran Islam moderat.
Pendekatan TPACK yang yang menampilkan video orang-orang yang intoleran agar mudah mengidentifikasi kelompok yang toleran dan intoleran berdasarkan ajaran Islam yang moderat.
Pendekatan bimbingan konseling yang fokus pada hubungan interpersonal yang hangat dan empatik dan menghormati kebutuhan, emosi, dan potensi peserta didik yang memiliki sikap tidak moderat baik ekstrem kiri maupun kanan berdasarkan ajaran Islam yang moderat
Seorang guru PAI di SMA menggunakan bantuan aplikasi Al berbasis chatbot untuk menjawab pertanyaan peserta didik tentang makna ayat-ayat Al-Qur'an. Ia juga menyusun bahan ajar dengan bantuan platform digital untuk menyesuaikan kebutuhan belajar peserta didik yang beragam. Namun, ia belum menguasai cara mengevaluasi kualitas konten berbasis Al yang digunakan dan cenderung bergantung penuh pada hasil Al tanpa mengkaji ulang kontennya dari sisi pedagogi maupun akurasi tafsir. Dari kasus tersebut, kemampuan guru yang belum optimal dan perlu ditingkatkan sebagai bagian dari pengembangan profesional berkelanjutan adalah...
Meningkatkan kemampuan komunikasi daring dengan peserta didik di luar kelas.
Mengintegrasikan video pembelajaran AI-generated ke dalam perangkat ajar.
Menggunakan aplikasi perekam layar untuk membuat tutorial pengajaran.
Meningkatkan keterampilan dalam menyusun soal digital berbasis platform kuis interaktif.
Mengembangkan kecakapan literasi digital dan literasi Al-Qur'an untuk memverifikasi hasil AI.
Pengembangan materi untuk anak SMA/MA adalah Hidup Berkelanjutan, Kearifan lokal, Bhinneka Tunggal Ika, Berekayasa dan Berteknologi untuk Membangun NKRI dan Aku Cinta Indonesia.
Benar
Salah
Guru menyajikan materi kepemimpinan Islam hanya berfokus pada aspek kognitif saja. Akibatnya pembelajaran kurang bisa membantu individu untuk menyelesaikan masalah psikologis yang sedang dihadapi. Sebagai calon guru PAI yang profesional, pendekatan pembelajaran yang paling tepat agar bisa membantu masalah personal yang sedang dihadapi siswa adalah....
Pendekatan yang bisa mengembangkan keterampilan praktis dan pemecahan masalah melalui proyek-proyek yang menantang. Peserta didik tidak hanya mempelajari materi, tetapi juga mengembangkan keterampilan praktis dan pemecahan masalah melalui proyek-proyek yang menantang
Pendekatan yang melibatkan siswa dalam proses mengamati, menanya, mengumpulkan data, mengasosiasi, dan mengomunikasikan hasil sehingga dapat mengembangkan kompetensinya secara holistic
Pendekatan di mana guru menggunakan berbagai metode, materi, dan penilaian untuk memenuhi kebutuhan individual setiap peserta didik, sehingga membantu peserta didik belajar secara lebih efektif karena mereka dapat belajar sesuai dengan gaya dan kecepatan belajar mereka
Pendekatan dan strategi pembelajaran yang menyesuaikan konten, proses, dan produk dengan kebutuhan individu setiap siswa. Sehingga pembelajaran memberikan fleksibilitas yang membuat siswa dapat mencapai potensi terbaiknya
Pendekatan dan strategi yang dapat memperhatikan aspek kognitif, afektif, dan spiritual peserta didik, mengutamakan penciptaan lingkungan yang aman, hubungan interpersonal yang empatik, sehingga guru sekaligus conselor
