NEW
Font size
WorksheetsPerbup Kobar 36 Tahun 2024 Pengendalian Kecurangan
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Apa hubungan antara “strategi pencegahan” dan “strategi deteksi” dalam sistem pengendalian kecurangan menurut Perbup No. 36 Tahun 2024?
Keduanya sama-sama dilakukan setelah kecurangan terjadi
Strategi pencegahan dilakukan sebelum, sedangkan deteksi dilakukan saat atau setelah kecurangan terjadi
Deteksi dilakukan untuk menggantikan fungsi pencegahan
Keduanya hanya diterapkan oleh Inspektorat
Mengapa Perbup ini menyatakan bahwa pengendalian kecurangan memperkuat sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP)?
Karena SPIP tidak berlaku di pemerintah daerah
Karena SPIP hanya fokus pada audit keuangan
Karena pengendalian kecurangan menjadi bagian spesifik dari SPIP dalam mencegah korupsi
Karena SPIP menggantikan fungsi Satgas Pengendalian Kecurangan
Apabila kepala perangkat daerah tidak menandatangani pakta integritas, maka pelaksanaan prinsip anti kecurangan dapat dinilai...
Tetap berjalan karena bukan syarat utama
Lemah karena kurangnya komitmen pimpinan
Tidak berpengaruh terhadap integritas pegawai
Harus dialihkan ke unit keuangan
Dalam konteks Fraud Triangle, faktor “kesempatan” muncul terutama karena...
Gaji tinggi dan penghargaan yang memadai
Pengawasan internal yang lemah
Adanya tekanan ekonomi dari keluarga
Sikap tamak pelaku
Evaluasilah efektivitas kebijakan “whistleblowing system” apabila pelapor tidak mendapat perlindungan hukum.
Tetap efektif karena informasi tetap tersampaikan
Kurang efektif karena pelapor takut melapor
Tidak relevan dalam sistem pengendalian kecurangan
Menjadi tanggung jawab Satgas Desa
Manakah dari berikut ini yang tidak termasuk dalam atribut strategi pengendalian kecurangan?
Kebijakan anti kecurangan
Standar perilaku dan disiplin
Prosedur audit eksternal
Penilaian risiko kecurangan
Jika Anda diminta menyusun kampanye internal “Budaya Anti Kecurangan”, strategi komunikasi yang paling tepat adalah...
Hanya membuat spanduk dan poster
Mengintegrasikan pesan anti kecurangan ke dalam visi dan nilai instansi
Memberikan insentif kepada pelaku pelanggaran
Menyembunyikan kasus kecurangan agar tidak menurunkan citra
Bagaimana kaitan antara “penilaian risiko kecurangan” dan “rencana pengendalian kecurangan”?
Penilaian risiko menjadi dasar perencanaan pengendalian
Keduanya dilakukan setelah kecurangan ditemukan
Penilaian risiko hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum
Rencana pengendalian menentukan risiko yang ada
Mengapa penting bagi pimpinan daerah untuk memberikan contoh perilaku jujur dan disiplin?
Karena pegawai hanya mengikuti perintah
Karena budaya organisasi terbentuk dari teladan pimpinan
Karena aturan hukum tidak berlaku bagi pejabat
Karena kecurangan hanya terjadi di tingkat bawah
Dalam Perbup No. 36 Tahun 2024, siapa yang bertanggung jawab utama terhadap pembinaan dan pengawasan pengendalian kecurangan?
Sekretaris Daerah
Inspektorat
Bupati
Kepala BPKP
Jika suatu perangkat daerah tidak melaporkan hasil evaluasi risiko kecurangan, apa dampak strategisnya terhadap SPIP daerah?
Tidak berpengaruh karena fungsi audit tetap jalan
Melemahkan efektivitas SPIP dan akuntabilitas publik
Meningkatkan kredibilitas lembaga
Tidak terkait dengan sistem SPIP
Bagian mana dari Perbup ini yang menjelaskan pembentukan Satgas Pengendalian Kecurangan?
A. Bab III
B. Bab IV
C. Bab V
D. Bab VI
Buatlah ide program konkret untuk menginternalisasi “perilaku anti kecurangan” di lingkungan sekolah.
Membuat lomba kejujuran dan laporan keuangan siswa
Membiarkan siswa bersaing tanpa aturan
Memberikan hadiah pada siswa yang melanggar
Tidak perlu karena sekolah bukan instansi publik
Apabila sebuah desa tidak memiliki Satgas Pengendalian Kecurangan, bagaimana seharusnya tindakan pemerintah daerah?
Dibiarkan karena kewenangan desa
Menegur dan mewajibkan pembentukan Satgas sesuai Perbup
Mengambil alih pemerintahan desa
Melaporkan langsung ke KPK
Mengapa penilaian risiko kecurangan penting dilakukan secara berkala?
Untuk memperbarui data dan menyesuaikan dengan perubahan lingkungan
Agar pegawai tetap sibuk
Karena diminta oleh pihak eksternal
Untuk menggantikan laporan keuangan
Kebijakan anti kecurangan menjadi efektif jika...
Hanya disahkan tanpa sosialisasi
Didukung oleh komitmen pimpinan dan budaya organisasi
Tidak ada pelaporan kasus kecurangan
Tidak diterapkan pada seluruh pegawai
Anda diminta menyusun pelatihan internalisasi antikecurangan. Aspek apa yang paling perlu dimasukkan?
Pemahaman hukum pidana umum
Simulasi penerapan Fraud Triangle dan deteksi dini
Pelatihan cara memanipulasi laporan
Penghapusan prosedur pelaporan
Bagaimana menilai keberhasilan implementasi perilaku anti kecurangan?
Tidak ada laporan kecurangan sama sekali
Meningkatnya kesadaran pelaporan dan kepatuhan etika
Adanya ketakutan melapor
Penurunan produktivitas pegawai
Apa fungsi utama “pakta integritas” dalam konteks Perbup ini?
Sebagai formalitas administratif
Sebagai pernyataan komitmen antikorupsi dan tanggung jawab etis
Sebagai laporan keuangan tahunan
Sebagai bukti pelanggaran
Desain sistem pengendalian kecurangan di OPD sebaiknya melibatkan...
Hanya kepala OPD
Semua pihak yang terlibat dalam proses keuangan dan layanan publik
Auditor eksternal saja
Pegawai kontrak
Mengapa tindakan “autocratic style” pimpinan termasuk tanda peringatan umum (general warning sign)?
Karena memperkuat kepemimpinan
Karena menutup kontrol dan koreksi bawahannya
Karena menciptakan kinerja cepat
Karena menambah loyalitas
Evaluasilah dampak lemahnya pelaksanaan kode etik di instansi pemerintah.
Pegawai menjadi lebih inovatif
Terjadi ketidakkonsistenan perilaku dan meningkatnya potensi fraud
Meningkatkan loyalitas
Tidak berpengaruh signifikan
Siapa yang berwenang menetapkan Satgas Pengendalian Kecurangan Daerah?
Sekretaris Daerah
Bupati
DPRD
Kepala Inspektorat
Jika Anda menjadi anggota Satgas, langkah awal yang sebaiknya dilakukan untuk mendesain sistem pengendalian kecurangan adalah...
Menunggu arahan pimpinan
Melakukan penilaian risiko (fraud risk assessment)
Membuat laporan tahunan terlebih dahulu
Menyusun peraturan desa
Bagaimana Anda menilai efektivitas “budaya anti kecurangan” bila tidak diikuti tindakan tegas pada pelanggaran?
Tetap efektif karena budaya sudah terbentuk
Tidak efektif karena tanpa sanksi budaya hanya simbolik
Tidak berpengaruh pada pegawai
Dapat digantikan dengan pelatihan
Apa tujuan utama pembentukan Satgas Pengendalian Kecurangan di desa?
Melaksanakan pengawasan keuangan nasional
Mengelola APBD
Mengendalikan, mendeteksi, dan menindaklanjuti potensi kecurangan di tingkat desa
Menggantikan peran BPD
Bagaimana cara kreatif menumbuhkan whistleblowing system yang efektif di instansi pemerintah?
Membuka kanal laporan anonim yang dijamin kerahasiaannya
Membatasi pelapor hanya pejabat eselon
Mewajibkan laporan dengan identitas lengkap di depan umum
Menutup semua laporan tanpa tindak lanjut
Mengapa audit saja tidak cukup untuk mendeteksi kecurangan?
Karena audit hanya fokus pada laporan keuangan
Karena kecurangan bersifat tersembunyi dan memerlukan sistem deteksi khusus
Karena auditor jarang melakukan investigasi
Karena audit tidak diatur dalam Perbup
Apa makna pernyataan bahwa Pemerintah Daerah “tidak mentoleransi kecurangan”?
Setiap bentuk pelanggaran harus diabaikan
Ada sanksi tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku
Hanya berlaku untuk pejabat tinggi
Tidak berlaku bagi pihak ketiga
Jika Anda ditugaskan mengevaluasi efektivitas Perbup ini, indikator utama apa yang perlu dibuat?
Jumlah laporan kecurangan yang diproses
Penurunan kasus fraud dan peningkatan budaya integritas
Banyaknya pegawai diberi sanksi
Banyaknya aturan baru dibuat
