wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Perbup Kobar 36 Tahun 2024 Pengendalian Kecurangan

Total questions: 30

Worksheet time: 15mins

Name
Class
Date
1.

Apa hubungan antara “strategi pencegahan” dan “strategi deteksi” dalam sistem pengendalian kecurangan menurut Perbup No. 36 Tahun 2024?

a)

Keduanya sama-sama dilakukan setelah kecurangan terjadi

b)

Strategi pencegahan dilakukan sebelum, sedangkan deteksi dilakukan saat atau setelah kecurangan terjadi

c)

Deteksi dilakukan untuk menggantikan fungsi pencegahan

d)

Keduanya hanya diterapkan oleh Inspektorat

2.

Mengapa Perbup ini menyatakan bahwa pengendalian kecurangan memperkuat sistem pengendalian intern pemerintah (SPIP)?

a)

Karena SPIP tidak berlaku di pemerintah daerah

b)

Karena SPIP hanya fokus pada audit keuangan

c)

Karena pengendalian kecurangan menjadi bagian spesifik dari SPIP dalam mencegah korupsi

d)

Karena SPIP menggantikan fungsi Satgas Pengendalian Kecurangan

3.

Apabila kepala perangkat daerah tidak menandatangani pakta integritas, maka pelaksanaan prinsip anti kecurangan dapat dinilai...

a)

Tetap berjalan karena bukan syarat utama

b)

Lemah karena kurangnya komitmen pimpinan

c)

Tidak berpengaruh terhadap integritas pegawai

d)

Harus dialihkan ke unit keuangan

4.

Dalam konteks Fraud Triangle, faktor “kesempatan” muncul terutama karena...

a)

Gaji tinggi dan penghargaan yang memadai

b)

Pengawasan internal yang lemah

c)

Adanya tekanan ekonomi dari keluarga

d)

Sikap tamak pelaku

5.

Evaluasilah efektivitas kebijakan “whistleblowing system” apabila pelapor tidak mendapat perlindungan hukum.

a)

Tetap efektif karena informasi tetap tersampaikan

b)

Kurang efektif karena pelapor takut melapor

c)

Tidak relevan dalam sistem pengendalian kecurangan

d)

Menjadi tanggung jawab Satgas Desa

6.

Manakah dari berikut ini yang tidak termasuk dalam atribut strategi pengendalian kecurangan?

a)

Kebijakan anti kecurangan

b)

Standar perilaku dan disiplin

c)

Prosedur audit eksternal

d)

Penilaian risiko kecurangan

7.

Jika Anda diminta menyusun kampanye internal “Budaya Anti Kecurangan”, strategi komunikasi yang paling tepat adalah...

a)

Hanya membuat spanduk dan poster

b)

Mengintegrasikan pesan anti kecurangan ke dalam visi dan nilai instansi

c)

Memberikan insentif kepada pelaku pelanggaran

d)

Menyembunyikan kasus kecurangan agar tidak menurunkan citra

8.

Bagaimana kaitan antara “penilaian risiko kecurangan” dan “rencana pengendalian kecurangan”?

a)

Penilaian risiko menjadi dasar perencanaan pengendalian

b)

Keduanya dilakukan setelah kecurangan ditemukan

c)

Penilaian risiko hanya dilakukan oleh aparat penegak hukum

d)

Rencana pengendalian menentukan risiko yang ada

9.

Mengapa penting bagi pimpinan daerah untuk memberikan contoh perilaku jujur dan disiplin?

a)

Karena pegawai hanya mengikuti perintah

b)

Karena budaya organisasi terbentuk dari teladan pimpinan

c)

Karena aturan hukum tidak berlaku bagi pejabat

d)

Karena kecurangan hanya terjadi di tingkat bawah

10.

Dalam Perbup No. 36 Tahun 2024, siapa yang bertanggung jawab utama terhadap pembinaan dan pengawasan pengendalian kecurangan?

a)

Sekretaris Daerah

b)

Inspektorat

c)

Bupati

d)

Kepala BPKP

11.

Jika suatu perangkat daerah tidak melaporkan hasil evaluasi risiko kecurangan, apa dampak strategisnya terhadap SPIP daerah?

a)

Tidak berpengaruh karena fungsi audit tetap jalan

b)

Melemahkan efektivitas SPIP dan akuntabilitas publik

c)

Meningkatkan kredibilitas lembaga

d)

Tidak terkait dengan sistem SPIP

12.

Bagian mana dari Perbup ini yang menjelaskan pembentukan Satgas Pengendalian Kecurangan?

a)

A. Bab III

b)

B. Bab IV

c)

C. Bab V

d)

D. Bab VI

13.

Buatlah ide program konkret untuk menginternalisasi “perilaku anti kecurangan” di lingkungan sekolah.

a)

Membuat lomba kejujuran dan laporan keuangan siswa

b)

Membiarkan siswa bersaing tanpa aturan

c)

Memberikan hadiah pada siswa yang melanggar

d)

Tidak perlu karena sekolah bukan instansi publik

14.

Apabila sebuah desa tidak memiliki Satgas Pengendalian Kecurangan, bagaimana seharusnya tindakan pemerintah daerah?

a)

Dibiarkan karena kewenangan desa

b)

Menegur dan mewajibkan pembentukan Satgas sesuai Perbup

c)

Mengambil alih pemerintahan desa

d)

Melaporkan langsung ke KPK

15.

Mengapa penilaian risiko kecurangan penting dilakukan secara berkala?

a)

Untuk memperbarui data dan menyesuaikan dengan perubahan lingkungan

b)

Agar pegawai tetap sibuk

c)

Karena diminta oleh pihak eksternal

d)

Untuk menggantikan laporan keuangan

16.

Kebijakan anti kecurangan menjadi efektif jika...

a)

Hanya disahkan tanpa sosialisasi

b)

Didukung oleh komitmen pimpinan dan budaya organisasi

c)

Tidak ada pelaporan kasus kecurangan

d)

Tidak diterapkan pada seluruh pegawai

17.

Anda diminta menyusun pelatihan internalisasi antikecurangan. Aspek apa yang paling perlu dimasukkan?

a)

Pemahaman hukum pidana umum

b)

Simulasi penerapan Fraud Triangle dan deteksi dini

c)

Pelatihan cara memanipulasi laporan

d)

Penghapusan prosedur pelaporan

18.

Bagaimana menilai keberhasilan implementasi perilaku anti kecurangan?

a)

Tidak ada laporan kecurangan sama sekali

b)

Meningkatnya kesadaran pelaporan dan kepatuhan etika

c)

Adanya ketakutan melapor

d)

Penurunan produktivitas pegawai

19.

Apa fungsi utama “pakta integritas” dalam konteks Perbup ini?

a)

Sebagai formalitas administratif

b)

Sebagai pernyataan komitmen antikorupsi dan tanggung jawab etis

c)

Sebagai laporan keuangan tahunan

d)

Sebagai bukti pelanggaran

20.

Desain sistem pengendalian kecurangan di OPD sebaiknya melibatkan...

a)

Hanya kepala OPD

b)

Semua pihak yang terlibat dalam proses keuangan dan layanan publik

c)

Auditor eksternal saja

d)

Pegawai kontrak

21.

Mengapa tindakan “autocratic style” pimpinan termasuk tanda peringatan umum (general warning sign)?

a)

Karena memperkuat kepemimpinan

b)

Karena menutup kontrol dan koreksi bawahannya

c)

Karena menciptakan kinerja cepat

d)

Karena menambah loyalitas

22.

Evaluasilah dampak lemahnya pelaksanaan kode etik di instansi pemerintah.

a)

Pegawai menjadi lebih inovatif

b)

Terjadi ketidakkonsistenan perilaku dan meningkatnya potensi fraud

c)

Meningkatkan loyalitas

d)

Tidak berpengaruh signifikan

23.

Siapa yang berwenang menetapkan Satgas Pengendalian Kecurangan Daerah?

a)

Sekretaris Daerah

b)

Bupati

c)

DPRD

d)

Kepala Inspektorat

24.

Jika Anda menjadi anggota Satgas, langkah awal yang sebaiknya dilakukan untuk mendesain sistem pengendalian kecurangan adalah...

a)

Menunggu arahan pimpinan

b)

Melakukan penilaian risiko (fraud risk assessment)

c)

Membuat laporan tahunan terlebih dahulu

d)

Menyusun peraturan desa

25.

Bagaimana Anda menilai efektivitas “budaya anti kecurangan” bila tidak diikuti tindakan tegas pada pelanggaran?

a)

Tetap efektif karena budaya sudah terbentuk

b)

Tidak efektif karena tanpa sanksi budaya hanya simbolik

c)

Tidak berpengaruh pada pegawai

d)

Dapat digantikan dengan pelatihan

26.

Apa tujuan utama pembentukan Satgas Pengendalian Kecurangan di desa?

a)

Melaksanakan pengawasan keuangan nasional

b)

Mengelola APBD

c)

Mengendalikan, mendeteksi, dan menindaklanjuti potensi kecurangan di tingkat desa

d)

Menggantikan peran BPD

27.

Bagaimana cara kreatif menumbuhkan whistleblowing system yang efektif di instansi pemerintah?

a)

Membuka kanal laporan anonim yang dijamin kerahasiaannya

b)

Membatasi pelapor hanya pejabat eselon

c)

Mewajibkan laporan dengan identitas lengkap di depan umum

d)

Menutup semua laporan tanpa tindak lanjut

28.

Mengapa audit saja tidak cukup untuk mendeteksi kecurangan?

a)

Karena audit hanya fokus pada laporan keuangan

b)

Karena kecurangan bersifat tersembunyi dan memerlukan sistem deteksi khusus

c)

Karena auditor jarang melakukan investigasi

d)

Karena audit tidak diatur dalam Perbup

29.

Apa makna pernyataan bahwa Pemerintah Daerah “tidak mentoleransi kecurangan”?

a)

Setiap bentuk pelanggaran harus diabaikan

b)

Ada sanksi tegas tanpa pandang bulu terhadap pelaku

c)

Hanya berlaku untuk pejabat tinggi

d)

Tidak berlaku bagi pihak ketiga

30.

Jika Anda ditugaskan mengevaluasi efektivitas Perbup ini, indikator utama apa yang perlu dibuat?

a)

Jumlah laporan kecurangan yang diproses

b)

Penurunan kasus fraud dan peningkatan budaya integritas

c)

Banyaknya pegawai diberi sanksi

d)

Banyaknya aturan baru dibuat