wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Penerapan CQI dan TQM

Total questions: 11

Worksheet time: 8mins

Name
Class
Date
1.

Dalam penerapan CQI, tim mutu menemukan bahwa kesalahan input data pasien sering terjadi karena alur kerja yang panjang dan berulang. Berdasarkan prinsip CQI, tindakan perbaikan yang paling tepat adalah …

a)

Memberikan pelatihan tambahan kepada petugas input data

b)

Membuat sistem insentif bagi petugas yang minim kesalahan

c)

Menyederhanakan alur entri data menjadi satu sistem terpusat

d)

Mengganti petugas yang sering melakukan kesalahan

2.

Jika manajemen rumah sakit telah menetapkan budaya mutu dan komitmen semua unit untuk bekerja dengan orientasi pada pelanggan, namun hasil mutu belum meningkat, maka yang paling mungkin belum optimal adalah …

a)

Sistem CQI belum diterapkan secara konsisten di tingkat operasional

b)

Manajemen belum membuat visi dan misi mutu

c)

Pelatihan mutu hanya diberikan kepada staf tertentu

d)

Audit mutu dilakukan terlalu sering

3.

Suatu puskesmas melakukan survei kepuasan pasien, menganalisis keluhan, lalu mengubah alur pelayanan berdasarkan data tersebut. Langkah tersebut menunjukkan penerapan prinsip …

a)

Pendekatan sistem pada TQM

b)

Berbasis data dan bukti dalam CQI

c)

Keterlibatan total pada TQM

d)

Fokus pelanggan dalam CQI

4.

Jika CQI dianggap sebagai “kendaraan” dan TQM sebagai “peta besar”, maka makna analogi tersebut adalah …

a)

TQM berfungsi sebagai alat teknis sedangkan CQI sebagai kebijakan mutu

b)

CQI menjalankan langkah-langkah operasional dari nilai-nilai yang ditetapkan TQM

c)

TQM memperbaiki proses kerja harian sedangkan CQI mengatur budaya organisasi

d)

CQI lebih filosofis dan jangka panjang daripada TQM

5.

Dalam model FOCUS–PDCA, tahapan “Understand causes of variation” berperan penting karena …

a)

Memastikan proses kerja dilakukan sesuai standar profesi

b)

Menetapkan indikator kinerja utama pelayanan

c)

Membedakan antara kesalahan individu dan masalah sistem

d)

Menguji efektivitas pelatihan karyawan terhadap mutu pelayanan

6.

Seorang kepala instalasi menggunakan data audit internal untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya akurasi pengisian rekam medis, lalu merancang solusi berba

4 lines
7.

Seorang kepala instalasi menggunakan data audit internal untuk mengidentifikasi penyebab rendahnya akurasi pengisian rekam medis, lalu merancang solusi berbasis data. Hal ini mencerminkan integrasi antara prinsip …

a)

Kepemimpinan dan pendekatan proses dalam TQM

b)

Pengambilan keputusan berbasis fakta (TQM) dan berbasis data (CQI)

c)

Keterlibatan total (TQM) dan teamwork (CQI)

d)

Fokus pelanggan (TQM) dan perbaikan berkelanjutan (CQI)

8.

Penerapan Six Sigma (DMAIC) dalam pelayanan kesehatan paling efektif bila organisasi ingin …

a)

Mengubah budaya organisasi menuju budaya mutu

b)

Mengurangi variasi dan kesalahan melalui pendekatan statistik

c)

Meningkatkan kolaborasi lintas profesi

d)

Menetapkan visi dan misi mutu jangka panjang

9.

Perbedaan utama antara prinsip “Keterlibatan Total” dalam TQM dan “Teamwork & Involvement” dalam CQI adalah …

a)

TQM fokus pada tim tertentu, CQI pada seluruh organisasi

b)

CQI menekankan kerjasama lintas fungsi dalam perbaikan proses, sedangkan TQM menekankan partisipasi semua karyawan dalam budaya mutu

c)

CQI menitikberatkan pada kepemimpinan, sedangkan TQM pada kerja sama

d)

TQM lebih menekankan hasil, sedangkan CQI menekankan proses

10.

Sebuah rumah sakit menetapkan kebijakan mutu “Pelayanan cepat, aman, dan ramah” dan membentuk budaya kerja yang berorientasi pasien. Upaya tersebut termasuk ke dalam …

a)

Langkah CQI dalam siklus PDCA

b)

Prinsip kepemimpinan dalam TQM

c)

Penerapan budaya mutu (TQM) sebagai dasar bagi CQI

d)

Evaluasi hasil berdasarkan data (CQI)

11.

Tanpa penerapan CQI yang konsisten, sistem TQM cenderung gagal karena …

a)

Tidak ada data yang dapat digunakan untuk analisis keuangan

b)

Filosofi mutu sulit diukur secara statistik

c)

Tidak ada mekanisme operasional untuk mewujudkan nilai-nilai mutu

d)

Kepemimpinan organisasi menjadi tidak efektif