Font size
S
M
L
XL
WorksheetsUTS ILMU FIQH BKI
Total questions: 100
Worksheet time: 17mins
Name
Class
Date
1.
Secara epistemologis, fiqh memiliki karakteristik khas dibandingkan syariah karena...
a)
Fiqh bersumber dari hasil penalaran manusia terhadap teks wahyu
b)
Fiqh identik dengan hukum yang bersifat absolut dan tetap
c)
Syariah merupakan tafsir para fuqaha terhadap hukum sosial
d)
Syariah bersifat ijtihadi sedangkan fiqh bersifat wahyu
e)
Fiqh tidak memiliki dasar nash yang eksplisit
2.
Hakikat fiqh sebagai ilmu normatif menunjukkan bahwa...
a)
Ia berfungsi mengatur perilaku manusia agar sejalan dengan nilai ilahiah
b)
Ia hanya mengatur urusan ritual tanpa menyentuh aspek sosial
c)
Ia bersifat empiris tanpa dasar teologis
d)
Ia berorientasi pada aspek ekonomi dan politik
e)
Ia tidak memiliki relevansi dalam kehidupan modern
3.
Istilah ijtihad dalam kajian fiqh menunjukkan adanya...
a)
Upaya rasional untuk menemukan hukum baru berdasarkan prinsip syariah
b)
Penolakan terhadap otoritas nash dan dalil qath’i
c)
Kewajiban untuk mengikuti pendapat satu mazhab tertentu
d)
Ketergantungan penuh pada tradisi klasik tanpa inovasi
e)
Penghapusan peran akal dalam penetapan hukum
4.
Keistimewaan fiqh dibandingkan disiplin hukum lain terletak pada...
a)
Integrasi antara aspek moral, spiritual, dan sosial dalam struktur hukumnya
b)
Fokus tunggal pada hukum positif dan sanksi pidana
c)
Pemisahan tegas antara nilai agama dan etika sosial
d)
Ketergantungan pada tradisi lokal dan adat masyarakat
e)
Pembatasan ruang ijtihad dalam bidang sosial
5.
Dalam konteks maqasid syariah, fiqh memiliki fungsi utama sebagai...
a)
Instrumen untuk mencapai kemaslahatan manusia secara menyeluruh
b)
Sarana pembatasan perilaku umat secara legalistik
c)
Sistem sanksi bagi pelanggaran hukum agama
d)
Mekanisme politik bagi kepentingan kelompok tertentu
e)
Alat pembenaran bagi kebijakan pemerintah
6.
Hubungan antara fiqh dan konteks sosial menunjukkan bahwa...
a)
Hukum Islam bersifat adaptif terhadap perubahan selama tidak bertentangan dengan nash
b)
Syariat bersifat statis dan tidak dapat diinterpretasi
c)
Fiqh menolak perubahan sosial karena bersifat mutlak
d)
Ulama tidak boleh mempertimbangkan kondisi masyarakat
e)
Hukum hanya berlaku untuk aspek ibadah mahdhah
7.
Dari segi metodologi, fiqh dapat dikatakan ilmiah karena...
a)
Ia memiliki sistematika, metode istidlal, dan validasi argumentatif yang rasional
b)
Ia bergantung pada keyakinan pribadi para ulama
c)
Ia menolak pendekatan logika dalam hukum
d)
Ia bersumber dari intuisi tanpa dasar empiris
e)
Ia tidak menggunakan kerangka berpikir ilmiah
8.
Dalam konteks konseling Islam, fiqh berfungsi sebagai...
a)
Pedoman normatif dalam merumuskan solusi yang sejalan dengan prinsip syariah
b)
Kerangka teoretis psikologi modern
c)
Panduan teknis untuk terapi klinis
d)
Sumber etika sekuler dalam interaksi sosial
e)
Acuan administratif lembaga dakwah
9.
Konsep niat dalam fiqh mengajarkan bahwa dalam konseling...
a)
Tujuan dan motivasi konselor menjadi penentu nilai moral dari tindakannya
b)
Hasil terapi lebih penting dari prosesnya
c)
Niat tidak berpengaruh terhadap keberhasilan konseling
d)
Evaluasi terapi harus bersifat objektif
e)
Kesuksesan klien bergantung pada kondisi sosial
10.
Kaidah “Al-umur bi maqashidiha” dalam praktik konseling bermakna...
a)
Setiap intervensi harus berorientasi pada kemaslahatan spiritual dan psikologis klien
b)
Konselor bebas menentukan arah terapi
c)
Tujuan konseling tidak memerlukan dasar syariah
d)
Semua proses konseling bersifat netral nilai
e)
Kemaslahatan tidak perlu menjadi pertimbangan
11.
Dalam pendekatan BKI, fiqh muamalah memberi pelajaran bahwa...
a)
Interaksi antara konselor dan klien harus didasari keadilan, amanah, dan kejujuran
b)
Hubungan konselor dan klien bersifat hierarkis
c)
Etika konseling tidak perlu diatur agama
d)
Konselor bebas menilai perilaku klien
e)
Prinsip moral tidak relevan dengan hasil terapi
12.
Konsep hisbah dalam fiqh dapat diterapkan dalam konseling sebagai...
a)
Prinsip koreksi moral yang empatik dan membangun kesadaran spiritual klien
b)
Mekanisme pengawasan ketat terhadap perilaku klien
c)
Sanksi terhadap pelanggaran norma agama
d)
Instrumen hukum dalam mengadili klien
e)
Cara menegur klien secara formal
13.
Dalam fiqh, prinsip takhfif relevan untuk klien yang...
a)
Mengalami kesulitan psikologis sehingga membutuhkan pendekatan gradual
b)
Menolak proses konseling
c)
Tidak memiliki masalah emosional
d)
Berada dalam situasi ekonomi mapan
e)
Tidak mau melakukan perubahan
14.
Kaidah “La dharar wa la dhirar” dalam praktik konseling berarti...
a)
Konselor wajib menghindari intervensi yang dapat menimbulkan bahaya bagi klien
b)
Konselor harus tegas tanpa mempertimbangkan kondisi klien
c)
Setiap proses terapi bersifat mutlak
d)
Bahaya hanya ditentukan oleh pandangan klien
e)
Konselor bebas bereksperimen dengan metode apa pun
15.
Dalam perspektif maqasid syariah, fungsi fiqh dalam konseling adalah...
a)
Menjaga keselamatan iman, jiwa, dan akal klien melalui bimbingan berbasis nilai Islam
b)
Mengatur perilaku masyarakat secara hukum
c)
Memberi sanksi moral kepada pelanggar
d)
Menghapus dimensi psikologis dari terapi
e)
Menetapkan dosa klien berdasarkan fatwa
16.
Evaluasilah: “Fiqh merupakan instrumen moral bagi konselor Islam.”
a)
Benar, karena ia menjadi panduan dalam menyeimbangkan empati dan nilai hukum
b)
Salah, karena fiqh tidak membahas moralitas
c)
Benar, karena fiqh bersifat psikologis murni
d)
Salah, karena moral tidak berkaitan dengan hukum
e)
Benar, karena moral dapat diganti dengan teori Barat
17.
Dalam integrasi keilmuan, fiqh berkontribusi terhadap BKI melalui...
a)
Penyatuan nilai spiritual, etika hukum, dan pendekatan psikologis dalam pelayanan konseling
b)
Penghapusan aspek teologis dalam terapi
c)
Pemisahan antara agama dan psikologi
d)
Penggunaan metode sekuler dalam bimbingan
e)
Penolakan terhadap nilai empiris
18.
Masa Rasulullah ﷺ disebut periode normatif fiqh karena...
a)
Sumber hukum ditetapkan langsung oleh wahyu tanpa perantara ijtihad manusia
b)
Para sahabat berperan dominan dalam merumuskan hukum
c)
Fiqh sudah bersifat mazhab dan sistematis
d)
Hukum Islam bersumber pada adat masyarakat Arab
e)
Rasulullah menyerahkan penetapan hukum kepada mujtahid
19.
Ciri utama masa sahabat dalam perkembangan fiqh adalah...
a)
Penggunaan ijtihad kolektif dalam memutuskan masalah baru
b)
Penolakan terhadap qiyas dan ijma’
c)
Penghapusan praktik ijtihad individu
d)
Penggunaan logika Yunani dalam hukum Islam
e)
Pemisahan antara fatwa dan masyarakat
20.
Masa tabi’in dianggap sebagai masa diferensiasi fiqh karena...
a)
Munculnya pusat-pusat keilmuan dengan metode ijtihad yang berbeda
b)
Seluruh hukum bersumber dari satu mazhab tunggal
c)
Penutupan pintu ijtihad secara menyeluruh
d)
Penyeragaman metode hukum di Hijaz dan Irak
e)
Tidak adanya perdebatan metodologis
21.
Lahirnya mazhab-mazhab fiqh menunjukkan...
a)
Upaya sistematis ulama dalam membangun kerangka metodologi hukum Islam
b)
Perpecahan ulama dalam menentukan sumber hukum
c)
Dominasi politik atas pemikiran keagamaan
d)
Penolakan terhadap praktik ijma’
e)
Ketergantungan ulama pada kekuasaan khalifah
22.
Masa kodifikasi fiqh penting secara historis karena...
a)
Menandai lahirnya karya tertulis yang membakukan kaidah hukum Islam
b)
Menyebabkan hilangnya tradisi lisan dalam dakwah
c)
Menghapus perbedaan antara hukum dan akhlak
d)
Meniadakan peran qiyas dalam istinbath hukum
e)
Menghapuskan mazhab-mazhab kecil
23.
Faktor utama kemunduran fiqh pada masa klasik akhir adalah...
a)
Dogmatisme mazhab yang membatasi ruang ijtihad dan inovasi hukum
b)
Kekurangan kitab fiqh yang representatif
c)
Penolakan masyarakat terhadap hukum Islam
d)
Tidak adanya lembaga pendidikan hukum
e)
Dominasi rasionalisme ekstrem
24.
Masa kebangkitan fiqh modern ditandai dengan...
a)
Upaya rekonstruksi hukum Islam agar relevan dengan dinamika sosial kontemporer
b)
Penutupan akses terhadap sumber-sumber klasik
c)
Penghapusan nilai-nilai universal Islam
d)
Penyeragaman pemikiran hukum secara global
e)
Penolakan terhadap maqasid syariah
25.
Masa sahabat dalam sejarah fiqh dapat dijadikan model konseling karena...
a)
Praktik musyawarah dan empati sosial menjadi dasar penyelesaian masalah umat
b)
Konseling dilakukan tanpa pertimbangan hukum
c)
Sahabat hanya fokus pada fatwa hukum formal
d)
Tidak ada pendekatan interpersonal dalam fiqh
e)
Sahabat menolak perbedaan pendapat
26.
Prinsip ijtihad pada masa tabi’in menunjukkan...
a)
Kemandirian berpikir dalam mencari solusi sesuai konteks sosial klien
b)
Ketergantungan penuh pada pendapat ulama senior
c)
Penolakan terhadap variasi pendekatan hukum
d)
Pengabaian terhadap realitas masyarakat
e)
Kewajiban mengikuti otoritas politik
27.
Fiqh mazhabi memberi pelajaran bagi konselor bahwa...
a)
Perbedaan metode dapat melahirkan beragam pendekatan dalam memahami manusia
b)
Keseragaman metode merupakan syarat keberhasilan terapi
c)
Hanya satu mazhab yang benar secara mutlak
d)
Perbedaan harus dihindari dalam pelayanan konseling
e)
Mazhab tidak relevan dengan konseling
28.
Masa kodifikasi fiqh mengajarkan konselor bahwa...
a)
Pendekatan ilmiah dan sistematis diperlukan untuk merumuskan metode konseling yang efektif
b)
Pengalaman personal lebih penting dari metode ilmiah
c)
Sistem konseling dapat berjalan tanpa teori
d)
Penulisan ilmiah membatasi kebebasan berpikir
e)
Terapi spiritual tidak perlu dokumentasi
29.
Kaidah ijma’ dalam sejarah fiqh dapat diterapkan dalam BKI melalui...
a)
Kesepakatan kolektif antarpraktisi untuk menjaga standar etika dan profesionalitas
b)
Penerimaan mutlak terhadap pendapat senior
c)
Ketundukan penuh pada keputusan lembaga
d)
Penolakan terhadap evaluasi praktik
e)
Pengabaian nilai empiris dalam konseling
30.
Masa kemunduran fiqh dapat dianalogikan dengan...
a)
Stagnasi intelektual konselor yang tidak memperbaharui pendekatan ilmiah
b)
Perkembangan pesat metode terapi modern
c)
Peningkatan kualitas profesional konselor
d)
Inovasi spiritual dalam bimbingan
e)
Adaptasi nilai-nilai baru dalam konseling
31.
Kebangkitan fiqh modern mengajarkan konselor untuk...
a)
Mengintegrasikan nilai-nilai agama dengan pendekatan psikologi dan sosiologi
b)
Menghindari pendekatan ilmiah dalam terapi
c)
Mengandalkan teks klasik tanpa kontekstualisasi
d)
Menolak teori psikologi Barat secara mutlak
e)
Memisahkan nilai agama dari praktik konseling
32.
Dalam konteks maqasid syariah, sejarah fiqh menegaskan bahwa...
a)
Tujuan hukum selalu berorientasi pada kemaslahatan manusia, sama seperti tujuan konseling
b)
Hukum hanya mengatur ibadah mahdhah
c)
Kemaslahatan bersifat simbolik
d)
Prinsip maslahat tidak berlaku bagi psikologi
e)
Konseling tidak memerlukan orientasi nilai
33.
Kaidah sadduz dzari’ah dapat diterapkan dalam konseling sebagai...
a)
Pencegahan terhadap potensi perilaku yang dapat menimbulkan mudarat bagi klien
b)
Pembatasan kebebasan klien secara mutlak
c)
Pengawasan ketat terhadap kehidupan pribadi
d)
Penghapusan rasa tanggung jawab konselor
e)
Penolakan terhadap pendekatan empatik
34.
Sejarah fiqh secara filosofis mengajarkan bahwa...
a)
Perubahan sosial dan spiritual harus berjalan seimbang dalam pembentukan karakter manusia
b)
Tradisi hukum tidak dapat disesuaikan dengan zaman
c)
Hukum tidak berpengaruh pada moralitas
d)
Nilai agama terpisah dari bimbingan moral
e)
Perubahan sosial tidak mempengaruhi manusia
35.
Pembagian utama ilmu fiqh menjadi fiqh ibadah dan fiqh muamalah menunjukkan bahwa...
a)
Hukum Islam mencakup dimensi vertikal dan horizontal kehidupan manusia
b)
Fiqh hanya berorientasi pada ibadah ritual tanpa aspek sosial
c)
Muamalah merupakan bagian yang terpisah dari hukum Islam
d)
Ibadah memiliki ruang ijtihad yang luas
e)
Fiqh tidak mengatur interaksi sosial
36.
Fiqh ibadah bersifat tauqīfī karena...
a)
Ketentuan dan tata cara pelaksanaannya ditetapkan secara langsung oleh wahyu
b)
Penetapannya diserahkan pada kesepakatan ulama
c)
Ibadah dapat diubah sesuai kondisi masyarakat
d)
Bersumber pada tradisi budaya dan kebiasaan
e)
Didasarkan pada pertimbangan maslahat duniawi
37.
Fiqh muamalah bersifat ijtihādī karena...
a)
Dapat berkembang mengikuti perubahan sosial selama sesuai dengan prinsip syariah
b)
Tidak memiliki dasar nash yang pasti
c)
Hanya berlaku pada masa sahabat
d)
Terbatas pada hukum ekonomi Islam
e)
Tidak memerlukan pertimbangan maslahat
38.
Pembagian fiqh menjadi berbagai cabang keilmuan mencerminkan...
a)
Luasnya cakupan hukum Islam dalam menjawab kebutuhan manusia secara multidimensional
b)
Upaya penyederhanaan konsep hukum Islam
c)
Fragmentasi keilmuan dalam syariat
d)
Pemisahan antara hukum dunia dan akhirat
e)
Penolakan terhadap kajian interdisipliner
39.
Cabang fiqh yang mengatur hubungan manusia dengan sesama disebut...
a)
Fiqh muamalah
b)
Fiqh ibadah
c)
Fiqh jinayah
d)
Fiqh siyasah
e)
Fiqh qadha’
40.
Dalam konteks maqasid syariah, fiqh ibadah bertujuan untuk...
a)
Meneguhkan hubungan spiritual manusia dengan Allah sebagai dasar moralitas sosial
b)
Membangun tatanan sosial politik umat
c)
Mengatur distribusi ekonomi secara adil
d)
Menentukan hak-hak individu di masyarakat
e)
Mengembangkan norma hukum positif
41.
Cabang-cabang fiqh seperti munakahat, jinayah, dan siyasah menunjukkan bahwa...
a)
Islam mengatur seluruh aspek kehidupan manusia secara menyeluruh dan terpadu
b)
Fiqh hanya fokus pada urusan perdata
c)
Hukum Islam terbatas pada ritual
d)
Aspek sosial berada di luar cakupan fiqh
e)
Norma agama tidak mengikat hukum publik
42.
Dalam konteks konseling, fiqh ibadah mengajarkan pentingnya...
a)
Kebersihan hati dan niat tulus dalam setiap bentuk pelayanan terhadap klien
b)
Ketaatan formal terhadap hukum tanpa refleksi moral
c)
Kepatuhan terhadap aturan administratif
d)
Pengabaian aspek spiritual klien
e)
Pemisahan antara ibadah dan kehidupan sosial
43.
Prinsip fiqh muamalah mengajarkan konselor bahwa...
a)
Setiap hubungan sosial harus dibangun atas dasar keadilan, amanah, dan saling percaya
b)
Konseling dapat dilakukan tanpa aturan moral
c)
Konselor bebas menentukan nilai yang dianut klien
d)
Etika profesional tidak terkait agama
e)
Nilai maslahat tidak berlaku dalam relasi konseling
44.
Cabang fiqh munakahat memberi kontribusi terhadap konseling keluarga dalam hal...
a)
Pengaturan hak dan kewajiban suami istri berdasarkan prinsip keadilan syariah
b)
Penetapan hukuman bagi pihak yang bersalah
c)
Penghapusan peran perempuan dalam keluarga
d)
Dominasi salah satu pihak dalam rumah tangga
e)
Ketergantungan emosional terhadap ulama
45.
Fiqh jinayah memberi inspirasi bagi konselor untuk...
a)
Membangun pendekatan korektif yang berorientasi pada perbaikan perilaku, bukan penghukuman
b)
Menetapkan sanksi terhadap klien secara moral
c)
Mengabaikan aspek hukum dalam terapi
d)
Mengedepankan pendekatan represif
e)
Menghapus nilai akhlak dalam konseling
46.
Kaidah la haraj dalam fiqh dapat diterapkan dalam konseling sebagai...
a)
Prinsip toleransi terhadap kondisi psikologis klien dalam proses perubahan diri
b)
Kelonggaran penuh tanpa batas nilai
c)
Penundaan proses terapi secara terus-menerus
d)
Penolakan terhadap tanggung jawab moral
e)
Kebebasan tanpa kendali etika
47.
Dalam konteks maqasid syariah, fiqh munakahat berfungsi...
a)
Melindungi kehormatan, keturunan, dan kesejahteraan keluarga klien
b)
Mengatur hubungan ekonomi antaranggota masyarakat
c)
Mendorong dominasi spiritual dalam terapi
d)
Menghapus nilai hukum dalam keluarga
e)
Mengalihkan tanggung jawab keluarga pada negara
48.
Prinsip hisbah dalam bimbingan dapat dipahami sebagai...
a)
Pengawasan moral internal yang menuntun klien untuk memperbaiki perilaku secara sadar
b)
Kontrol sosial yang memaksa perubahan perilaku
c)
Penilaian terhadap kesalahan pribadi klien
d)
Penetapan sanksi terhadap pelanggaran nilai agama
e)
Evaluasi eksternal tanpa empati
49.
Dalam fiqh qadha’, nilai keadilan mengajarkan konselor untuk...
a)
Memperlakukan setiap klien secara proporsional dan objektif tanpa diskriminasi
b)
Mengutamakan kepentingan pihak tertentu
c)
Mengedepankan emosi pribadi dalam terapi
d)
Menentukan kebenaran berdasarkan persepsi
e)
Menghindari tanggung jawab sosial
50.
Fiqh kontemporer membuka peluang bagi konselor untuk...
a)
Mengintegrasikan pendekatan psikologi modern dengan nilai maqasid syariah
b)
Mengganti nilai agama dengan teori humanistik
c)
Mengabaikan spiritualitas dalam konseling
d)
Menolak inovasi metodologis dalam terapi
e)
Memisahkan nilai moral dari praktik profesional
51.
Cabang-cabang fiqh dalam bimbingan Islam menunjukkan bahwa...
a)
Aspek hukum, moral, dan spiritual merupakan satu kesatuan dalam pelayanan konseling
b)
Aspek hukum tidak relevan dalam terapi
c)
Dimensi spiritual berdiri terpisah dari sosial
d)
Konseling hanya berfokus pada hukum positif
e)
Nilai agama dapat dipisahkan dari keilmuan
52.
Dua kalimat syahadat menjadi dasar pelaksanaan ibadah karena...
a)
Ia merupakan deklarasi iman yang meneguhkan hubungan antara keyakinan dan amal perbuatan
b)
Ia hanya menjadi formalitas pengakuan terhadap agama
c)
Ia tidak berkaitan dengan amal sosial
d)
Ia menandai keanggotaan administratif umat Islam
e)
Ia berfungsi sebagai slogan keagamaan tanpa implikasi hukum
53.
Hubungan antara syahadat dan amal menunjukkan prinsip bahwa...
a)
Keimanan sejati harus tercermin dalam tindakan konkret dan berkesinambungan
b)
Iman bersifat abstrak tanpa tuntutan moral
c)
Amal tidak menentukan kualitas iman seseorang
d)
Syahadat hanya berfungsi sebagai syarat administratif
e)
Amal saleh berdiri terpisah dari keyakinan
54.
Secara epistemologis, syahadat memiliki implikasi terhadap fiqh karena...
a)
Menjadi sumber legitimasi moral bagi setiap pelaksanaan hukum Islam
b)
Tidak memiliki hubungan dengan hukum praktis
c)
Hanya berkaitan dengan aspek teologis semata
d)
Dibatasi pada masalah ritual ibadah saja
e)
Tidak mengandung unsur normatif
55.
Dalam kerangka maqasid syariah, syahadat berfungsi untuk...
a)
Menjaga kemurnian aqidah dan membimbing perilaku manusia sesuai nilai ilahiah
b)
Mengatur hubungan antarumat beragama secara politis
c)
Membatasi kebebasan berpikir umat Islam
d)
Menghapus tanggung jawab sosial individu
e)
Menentukan status sosial keagamaan seseorang
56.
Prinsip “lā ilāha illallāh” dalam konteks fiqh berarti...
a)
Pengakuan total terhadap otoritas hukum Allah dalam seluruh aspek kehidupan
b)
Pengakuan simbolik terhadap keesaan Tuhan tanpa konsekuensi hukum
c)
Penolakan terhadap peran akal dalam memahami hukum
d)
Penghapusan otoritas ulama dalam ijtihad
e)
Penerimaan terhadap pluralisme hukum tanpa batas
57.
Implementasi syahadat dalam fiqh mencerminkan konsep...
a)
Integrasi antara aspek teologis, etis, dan yuridis dalam tindakan keagamaan
b)
Pemisahan antara keimanan dan pelaksanaan hukum
c)
Rasionalisasi hukum tanpa dasar spiritual
d)
Praktik hukum yang bebas nilai moral
e)
Pemutusan hubungan antara tauhid dan amal
58.
Syahadat Muhammad Rasulullah mengandung konsekuensi hukum bahwa...
a)
Umat Islam wajib menjadikan sunnah Nabi sebagai pedoman normatif dalam ibadah dan muamalah
b)
Ajaran Nabi hanya bersifat simbolik dan historis
c)
Sunnah tidak diperlukan dalam penetapan hukum
d)
Fiqh tidak boleh merujuk pada hadis
e)
Perintah Nabi hanya berlaku untuk konteks masa lalu
59.
Dalam praktik konseling Islam, makna syahadat mencerminkan...
a)
Integrasi antara keyakinan spiritual dan tindakan terapeutik berbasis nilai ilahiah
b)
Pemisahan antara akidah dan perilaku moral
c)
Dominasi aspek ritual dalam pendekatan psikologi
d)
Netralitas agama dalam pelayanan konseling
e)
Penolakan terhadap pendekatan ilmiah
60.
Syahadat sebagai dasar ibadah menegaskan bahwa konseling...
a)
Harus berorientasi pada pembentukan kesadaran spiritual dan moral klien
b)
Hanya fokus pada penyelesaian masalah psikologis
c)
Tidak perlu mengacu pada nilai agama
d)
Terbebas dari prinsip etika Islam
e)
Berorientasi pada hasil material
61.
Prinsip “lā ilāha illallāh” dalam konseling berarti...
a)
Menolak segala bentuk ketergantungan klien pada selain Allah dalam proses penyembuhan batin
b)
Mendorong klien untuk mengandalkan kekuatan sosial
c)
Menghapus unsur spiritual dalam terapi
d)
Menekankan rasionalitas tanpa aspek iman
e)
Menyederhanakan pendekatan psikologis
62.
Syahadat Muhammad Rasulullah memberi arah bagi konselor untuk...
a)
Meneladani sifat rahmah dan hikmah Rasulullah dalam menghadapi klien
b)
Menjadi otoriter dalam proses konseling
c)
Menghindari empati terhadap klien
d)
Menyalahkan klien secara terbuka
e)
Menetapkan nilai secara sepihak
63.
Evaluasilah pernyataan: “Syahadat memiliki dimensi terapeutik dalam konseling Islam.”
a)
Benar, karena ia menumbuhkan kesadaran spiritual dan tanggung jawab moral klien
b)
Salah, karena syahadat bersifat teologis murni
c)
Benar, karena ia menghapus aspek psikologis
d)
Salah, karena konseling tidak bersifat spiritual
e)
Benar, tetapi hanya secara ritual
64.
Dalam perspektif fiqh, syahadat mendorong konselor untuk...
a)
Menjadikan setiap intervensi konseling sejalan dengan nilai tauhid dan kemaslahatan
b)
Menghindari aspek agama dalam terapi
c)
Menetapkan nilai berdasarkan budaya
d)
Mengabaikan niat dalam bimbingan
e)
Menolak pendekatan spiritual dalam terapi
65.
Konsep tauhid dalam syahadat relevan dengan prinsip konseling karena...
a)
Menegaskan kesatuan aspek jasmani, rohani, dan sosial dalam diri manusia
b)
Mengisolasi masalah psikologis dari spiritualitas
c)
Memisahkan aspek moral dari terapi
d)
Menolak prinsip empati
e)
Menetapkan keimanan tanpa tindakan
66.
Kaidah ikhlas dalam syahadat menuntut konselor untuk...
a)
Melakukan bimbingan dengan motivasi ibadah, bukan pencapaian duniawi
b)
Mengutamakan popularitas pribadi dalam pelayanan
c)
Menentukan hasil terapi secara sepihak
d)
Mengabaikan niat dalam setiap tindakan
e)
Memandang klien sebagai objek penelitian
67.
Dalam maqasid syariah, syahadat berfungsi untuk...
a)
Menjaga keimanan dan akhlak individu melalui proses bimbingan yang berorientasi maslahat
b)
Menetapkan standar hukum positif dalam terapi
c)
Menghapus nilai moral dalam interaksi
d)
Menolak inovasi metode konseling
e)
Menentukan orientasi ekonomi dalam terapi
68.
Syahadat sebagai asas fiqh mengajarkan bahwa konseling...
a)
Harus menjadi sarana penyadaran spiritual menuju penghambaan sejati kepada Allah
b)
Hanya bersifat prosedural dan administratif
c)
Tidak perlu mempertimbangkan aspek akidah
d)
Berfokus pada hasil material klien
e)
Tidak berkaitan dengan nilai agama
69.
Secara terminologis, thaharah dalam fiqh bermakna...
a)
Upaya mensucikan diri dari hadas dan najis guna memungkinkan pelaksanaan ibadah
b)
Aktivitas fisik untuk menjaga kebersihan tubuh tanpa dimensi spiritual
c)
Ritual penyucian yang hanya dilakukan sebelum shalat
d)
Pembersihan benda dari kotoran lahiriah semata
e)
Tindakan administratif sebelum ibadah
70.
Prinsip utama dalam thaharah adalah...
a)
Kesucian lahir dan batin sebagai syarat sah ibadah
b)
Keteraturan fisik tanpa dimensi moral
c)
Pengulangan ritual tanpa makna
d)
Pembersihan material semata
e)
Peningkatan status sosial umat
71.
Kaidah fiqh yang mendasari thaharah adalah...
a)
“Al-thahuru syathru al-iman” – kebersihan merupakan bagian dari iman
b)
“Al-umur bi maqashidiha” – segala sesuatu tergantung niat
c)
“La dharar wa la dhirar” – tidak boleh menimbulkan bahaya
d)
“Al-yaqin la yazulu bisy-syakk” – keyakinan tidak hilang karena keraguan
e)
“Al-‘adah muhakkamah” – adat dapat menjadi hukum
72.
Dalam maqasid syariah, thaharah berfungsi untuk...
a)
Menjaga jiwa dan akal manusia melalui kebersihan dan kesadaran spiritual
b)
Mengatur hubungan sosial semata
c)
Menentukan status sosial keagamaan seseorang
d)
Menghapuskan dosa besar
e)
Menjaga kepentingan ekonomi umat
73.
Signifikansi thaharah dalam sistem hukum Islam menunjukkan bahwa...
a)
Kesucian menjadi fondasi moral dan hukum dalam pelaksanaan seluruh ibadah
b)
Kebersihan hanya bersifat simbolik
c)
Thaharah tidak termasuk dalam hukum ibadah
d)
Aspek spiritual tidak relevan dalam kebersihan
e)
Hukum Islam tidak mengatur hal-hal fisik
74.
Dalam konteks konseling Islam, thaharah bermakna...
a)
Proses penyucian lahir dan batin untuk mempersiapkan kondisi spiritual konselor dan klien
b)
Aktivitas ritual tanpa relevansi psikologis
c)
Proses administratif sebelum terapi
d)
Tindakan fisik tanpa nilai moral
e)
Penolakan terhadap pendekatan ilmiah
75.
Makna thaharah ma’nawiyyah dalam bimbingan konseling adalah...
a)
Kebersihan hati dari penyakit batin yang menghambat hubungan terapeutik
b)
Kewajiban menjaga kebersihan ruangan
c)
Penggunaan alat terapi yang steril
d)
Pembersihan fisik tanpa refleksi spiritual
e)
Penghapusan norma sosial dalam terapi
76.
Kaidah “Al-thahuru syathru al-iman” memberi pelajaran bahwa konseling...
a)
Harus menumbuhkan kesadaran spiritual sebagai bagian dari proses penyembuhan diri
b)
Tidak perlu memperhatikan nilai keagamaan
c)
Hanya menekankan hasil empiris
d)
Mengabaikan aspek akhlak dalam terapi
e)
Berorientasi pada aspek ekonomi
77.
Dalam maqasid syariah, thaharah berfungsi dalam konseling untuk...
a)
Menjaga keseimbangan antara kesehatan mental dan kemurnian spiritual
b)
Menentukan status sosial klien
c)
Menghapus pendekatan ilmiah
d)
Membatasi empati konselor
e)
Menolak inovasi metode bimbingan
78.
Prinsip niyyah dalam thaharah mengajarkan konselor untuk...
a)
Memurnikan tujuan pelayanan dari kepentingan pribadi menuju pengabdian kepada Allah
b)
Mengutamakan keuntungan material
c)
Menetapkan tujuan terapi secara umum
d)
Mengabaikan niat dalam bimbingan
e)
Menilai klien secara sepihak
79.
Konsep najis dalam fiqh dapat diibaratkan dalam konseling sebagai...
a)
Gangguan moral dan spiritual yang harus dibersihkan melalui proses introspeksi
b)
Masalah fisik yang memerlukan perawatan medis
c)
Kondisi sosial yang tidak relevan
d)
Hambatan ekonomi dalam terapi
e)
Penyimpangan kognitif yang wajar
80.
Prinsip istinja’ dalam konteks konseling mengandung nilai...
a)
Kesadaran untuk membersihkan diri dari pengaruh negatif masa lalu
b)
Kewajiban ritual tanpa refleksi moral
c)
Pembersihan tubuh dari najis semata
d)
Penolakan terhadap introspeksi diri
e)
Pembatasan ruang empati
81.
Kaidah la dharar wa la dhirar mengajarkan bahwa konselor...
a)
Tidak boleh melakukan intervensi yang menimbulkan bahaya bagi kondisi psikologis klien
b)
Boleh menekan klien untuk berubah cepat
c)
Wajib memaksakan solusi moral
d)
Tidak perlu memperhatikan keadaan batin klien
e)
Dapat menunda terapi tanpa alasan
82.
Thaharah memiliki makna simbolik bagi konseling Islam karena...
a)
Melambangkan proses penyucian diri menuju keseimbangan spiritual dan psikologis
b)
Menunjukkan kewajiban administratif lembaga
c)
Menghapuskan aspek sosial dalam terapi
d)
Memisahkan spiritualitas dari keilmuan
e)
Membatasi ruang ijtihad profesional
83.
Dalam praktik konseling, thaharah menjadi prinsip dasar untuk...
a)
Membangun kesadaran moral, kebersihan hati, dan kesiapan spiritual dalam interaksi terapeutik
b)
Menentukan peran sosial konselor secara formal
c)
Menilai klien dari segi status agama
d)
Menghindari tanggung jawab profesional
e)
Menghapus nilai akhlak dari praktik terapi
84.
Secara fiqhiyah, shalat fardlu disebut sebagai ibadah mahdhah karena...
a)
Tata cara dan rukunnya ditetapkan secara langsung oleh wahyu tanpa ruang ijtihad manusia
b)
Pelaksanaannya disesuaikan dengan adat dan budaya lokal
c)
Boleh diubah sesuai kebutuhan sosial
d)
Tidak memiliki ketentuan baku dalam nash
e)
Hanya bersifat simbolik tanpa dimensi spiritual
85.
Hikmah diwajibkannya shalat lima waktu adalah...
a)
Membangun disiplin spiritual dan moral sebagai kontrol internal kehidupan manusia
b)
Menunjukkan identitas keagamaan umat Islam semata
c)
Menghapus dosa besar seluruhnya tanpa taubat
d)
Sebagai sarana politik bagi persatuan umat
e)
Penanda administratif keislaman individu
86.
Kaidah “Al-umur bi maqashidiha” dalam konteks shalat berarti...
a)
Nilai ibadah ditentukan oleh niat yang melandasi setiap pelaksanaannya
b)
Shalat sah meskipun tanpa niat
c)
Niat hanya formalitas yang tidak berpengaruh
d)
Tujuan ibadah bergantung pada hasil sosialnya
e)
Shalat tidak perlu disertai niat
87.
Rukun dan syarat shalat berbeda karena...
a)
Rukun merupakan bagian esensial ibadah, sedangkan syarat mendahului pelaksanaan shalat
b)
Rukun dapat diabaikan bila tidak sempat
c)
Syarat hanya berlaku bagi orang tertentu
d)
Rukun bersifat administratif, bukan spiritual
e)
Syarat lebih utama daripada rukun
88.
Dalam maqasid syariah, shalat berfungsi untuk...
a)
Menjaga kesucian iman dan keseimbangan spiritual dalam kehidupan manusia
b)
Meningkatkan status sosial umat Islam
c)
Menghapus kewajiban zakat dan puasa
d)
Mengatur hubungan antarumat beragama
e)
Menentukan struktur hukum Islam
89.
Evaluasilah: “Shalat merupakan manifestasi fiqh ibadah yang bersifat universal.”
a)
Benar, karena shalat memiliki ketentuan tetap yang berlaku bagi seluruh umat Islam tanpa batas ruang dan waktu
b)
Salah, karena shalat dapat diubah sesuai konteks
c)
Benar, karena setiap masyarakat menentukan bentuknya sendiri
d)
Salah, karena shalat hanya simbol budaya
e)
Benar, karena fiqh bersifat kontekstual
90.
Fungsi sosial shalat berjamaah dalam perspektif fiqh adalah...
a)
Membangun solidaritas dan kesetaraan umat di bawah nilai tauhid
b)
Menunjukkan perbedaan status sosial
c)
Mempertegas hierarki antara imam dan makmum
d)
Sebagai sarana kompetisi keagamaan
e)
Menunjukkan kekuasaan lembaga agama
91.
Dalam konteks konseling Islam, shalat fardlu memiliki fungsi sebagai...
a)
Mekanisme spiritual yang menumbuhkan kesadaran diri, disiplin, dan keseimbangan emosional
b)
Aktivitas ritual tanpa nilai psikologis
c)
Tradisi ibadah tanpa dampak terapeutik
d)
Upaya administratif dalam ibadah
e)
Bentuk mediasi antara klien dan masyarakat
92.
Prinsip khusyuk dalam shalat dapat diterapkan dalam konseling dengan...
a)
Menghadirkan kesadaran penuh dan empati total terhadap kondisi klien
b)
Menetapkan jarak emosional dari klien
c)
Menyembunyikan emosi dan perasaan empatik
d)
Menekankan aspek formal dalam interaksi
e)
Menghindari refleksi diri konselor
93.
Kaidah “As-salah tanha ‘anil fahsya’ wal munkar” bermakna dalam konseling bahwa...
a)
Proses bimbingan harus mengarahkan klien pada perubahan moral dan perilaku positif
b)
Tujuan konseling hanya bersifat akademik
c)
Terapi bersifat netral nilai
d)
Etika tidak diperlukan dalam intervensi
e)
Klien tidak perlu mengubah perilaku
94.
Evaluasilah pernyataan: “Shalat merupakan terapi spiritual bagi jiwa manusia.”
a)
Benar, karena shalat dapat menenangkan hati dan memperkuat kesadaran spiritual klien
b)
Salah, karena shalat hanya bersifat ritual
c)
Benar, karena shalat menggantikan kebutuhan psikologis
d)
Salah, karena efek shalat hanya sosial
e)
Benar, tetapi hanya untuk ulama
95.
Dalam maqasid syariah, shalat bertujuan dalam konseling untuk...
a)
Menjaga kestabilan iman dan akhlak melalui penguatan spiritualitas klien
b)
Menetapkan sistem hukum bagi terapi
c)
Mengatur pola hubungan sosial klien
d)
Menghapus unsur psikologis dalam terapi
e)
Membatasi metode konseling
96.
Prinsip jamaah dalam shalat mengajarkan konselor bahwa...
a)
Kebersamaan dan solidaritas adalah fondasi hubungan terapeutik yang empatik
b)
Klien harus tunduk pada otoritas konselor
c)
Terapi bersifat individualistik
d)
Empati hanya berlaku untuk konselor
e)
Hubungan terapeutik tidak membutuhkan interaksi
97.
Nilai tuma’ninah dalam praktik konseling berarti...
a)
Ketenangan dan kestabilan batin konselor dalam menghadapi dinamika emosional klien
b)
Menghindari refleksi diri dalam proses konseling
c)
Ketegasan tanpa empati terhadap klien
d)
Penekanan terhadap hasil cepat
e)
Penolakan terhadap pendekatan spiritual
98.
Prinsip niyyah dalam shalat mengajarkan konselor bahwa...
a)
Setiap intervensi harus dimulai dengan niat tulus untuk kemaslahatan klien dan ridha Allah
b)
Motivasi duniawi menjadi prioritas utama
c)
Tujuan terapi tidak perlu dipertimbangkan
d)
Keberhasilan diukur hanya dari hasil ekonomi
e)
Proses tidak memerlukan niat khusus
99.
Dalam fiqh, waktu shalat yang teratur memberi inspirasi bagi konselor untuk...
a)
Menegakkan disiplin, ketepatan waktu, dan komitmen dalam pelaksanaan bimbingan
b)
Mengatur sesi terapi tanpa perencanaan
c)
Mengabaikan konsistensi waktu dalam layanan
d)
Menyesuaikan jadwal hanya pada klien
e)
Memisahkan spiritualitas dari manajemen waktu
100.
Shalat sebagai bentuk komunikasi spiritual memberi makna bahwa...
a)
Konseling merupakan dialog antara hati, akal, dan nilai ketuhanan dalam diri manusia
b)
Proses bimbingan bersifat mekanis dan bebas nilai
c)
Spiritualitas tidak relevan dalam psikoterapi
d)
Komunikasi terapeutik cukup bersifat verbal
e)
Nilai agama harus dihindari dalam terapi
Reset
