WorksheetsLatihan soal TKA Bahasa Indonesia Tingkat Lanjut
Total questions: 20
Worksheet time: 20mins
"Urbanisasi yang terjadi secara cepat di kota-kota besar menimbulkan berbagai dampak terhadap lingkungan. Peningkatan jumlah penduduk menyebabkan permintaan terhadap hunian, transportasi, dan infrastruktur publik meningkat secara signifikan. Akibatnya, ruang terbuka hijau berkurang, polusi udara meningkat, dan sistem drainase mengalami tekanan sehingga rawan terjadi banjir. Pemerintah kota telah melakukan beberapa upaya, seperti pembangunan taman kota, regulasi transportasi, dan peningkatan sistem pengelolaan air hujan. Namun, tantangan tetap ada karena pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi yang pesat membutuhkan strategi pengelolaan lingkungan yang lebih holistik dan terintegrasi."
Berdasarkan teks di atas, informasi manakah yang paling tepat menunjukkan dampak urbanisasi terhadap lingkungan perkotaan?
Urbanisasi yang cepat meningkatkan permintaan hunian, transportasi, dan infrastruktur publik sehingga memengaruhi kualitas lingkungan perkotaan.
Pemerintah kota telah membangun taman kota dan meningkatkan sistem pengelolaan air hujan untuk memperindah kota dan membuat wisatawan lebih nyaman.
Aktivitas ekonomi yang pesat menyebabkan masyarakat memiliki lebih banyak pekerjaan dan peluang usaha baru di perkotaan.
Penduduk perkotaan menikmati kemudahan transportasi dan fasilitas publik yang memadai sehingga kehidupan menjadi lebih nyaman.
Regulasi transportasi diterapkan untuk menertibkan pengguna jalan dan mengurangi kemacetan di pusat kota saja.
"Banyak siswa yang kurang peduli terhadap kebersihan lingkungan sekolah. Sampah berserakan di kelas, koridor, dan halaman sekolah. Beberapa siswa membuang sampah sembarangan meskipun sudah tersedia tempat sampah. Hal ini mengganggu kenyamanan belajar dan menimbulkan risiko kesehatan. Sebagai bagian dari OSIS, kami ingin memberikan masukan yang konstruktif agar perilaku ini dapat diperbaiki tanpa menyinggung perasaan siapapun. Kritik harus disampaikan dengan cara yang sopan, jelas, dan sesuai norma sosial sehingga semua siswa dapat memahami pentingnya menjaga kebersihan sekolah."
Berdasarkan stimulus di atas, manakah kalimat berikut yang paling tepat untuk menyampaikan kritik kepada siswa mengenai kebersihan sekolah secara sopan, jelas, dan sesuai norma sosial serta budaya?
"Kami mengamati bahwa beberapa siswa membuang sampah sembarangan sehingga kebersihan kelas dan lingkungan sekolah perlu diperhatikan dengan lebih serius demi kenyamanan bersama."
"Perilaku membuang sampah sembarangan yang terjadi masih cukup sering dan penting bagi seluruh siswa untuk secara aktif menjaga kebersihan agar tercipta lingkungan belajar yang nyaman dan sehat."
"Kami menyadari bahwa kebersihan lingkungan sekolah terkadang terabaikan oleh beberapa siswa, sehingga semua pihak diharapkan berperan aktif dalam menjaga kebersihan demi kesehatan dan kenyamanan bersama."
"Sejumlah siswa masih membuang sampah sembarangan di berbagai area sekolah, dan sangat penting bagi semua siswa untuk meningkatkan kesadaran serta tanggung jawab menjaga lingkungan sekolah agar nyaman dan aman."
"Beberapa siswa menunjukkan perilaku kurang memperhatikan kebersihan dengan membuang sampah sembarangan, sehingga dibutuhkan partisipasi semua siswa untuk memelihara kebersihan demi kenyamanan dan kesehatan bersama."
"Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah semakin meningkat setiap tahunnya. Banyak sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa serta staf sekolah. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyediaan tempat sampah khusus hingga pengajaran tentang daur ulang, tetapi efektivitasnya belum optimal dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi baru yang lebih sistematis dan menyeluruh. Salah satu usulan adalah penerapan program waste bank di sekolah, yang memungkinkan siswa menyetorkan sampah plastik dan mendapatkan insentif berupa penghargaan atau poin tambahan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan mengurangi volume sampah di lingkungan sekolah secara signifikan."
Berdasarkan cuplikan di atas, manakah kalimat yang paling tepat dijadikan kalimat pengajuan usulan dalam karya tulis ilmiah?
"Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah terus meningkat setiap tahunnya dan menimbulkan dampak negatif terhadap kebersihan dan kesehatan sekolah secara keseluruhan."
"Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari penyediaan tempat sampah khusus hingga pengajaran daur ulang, tetapi efektivitasnya belum optimal dan memerlukan evaluasi lebih lanjut."
"Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi baru yang lebih sistematis dan menyeluruh agar pengelolaan sampah plastik dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata."
"Salah satu usulan adalah penerapan program waste bank di sekolah yang memungkinkan siswa menyetorkan sampah plastik dan mendapatkan insentif berupa penghargaan atau poin tambahan."
"Banyak sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan siswa serta staf sekolah."
"Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah semakin meningkat setiap tahunnya. Banyak sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan berpotensi membahayakan kesehatan siswa serta staf sekolah. Berbagai upaya telah dilakukan, mulai dari penyediaan tempat sampah khusus hingga pengajaran tentang daur ulang, tetapi efektivitasnya belum optimal dan memerlukan evaluasi lebih lanjut. Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi baru yang lebih sistematis dan menyeluruh. Salah satu usulan adalah penerapan program waste bank di sekolah, yang memungkinkan siswa menyetorkan sampah plastik dan mendapatkan insentif berupa penghargaan atau poin tambahan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan mengurangi volume sampah di lingkungan sekolah secara signifikan."
Berdasarkan cuplikan di atas, manakah kalimat yang paling tepat dijadikan kalimat pemecahan masalah dalam karya tulis ilmiah?
"Permasalahan sampah plastik di lingkungan sekolah terus meningkat setiap tahunnya dan menimbulkan dampak negatif terhadap kebersihan dan kesehatan sekolah secara keseluruhan."
"Berbagai upaya telah dilakukan mulai dari penyediaan tempat sampah khusus hingga pengajaran daur ulang, tetapi efektivitasnya belum optimal dan memerlukan evaluasi lebih lanjut."
"Oleh karena itu, perlu dilakukan strategi baru yang lebih sistematis dan menyeluruh agar pengelolaan sampah plastik dapat berjalan lebih efektif dan berdampak nyata."
"Salah satu usulan adalah penerapan program waste bank di sekolah yang memungkinkan siswa menyetorkan sampah plastik dan mendapatkan insentif berupa penghargaan atau poin tambahan, sehingga diharapkan dapat meningkatkan kesadaran siswa dan mengurangi volume sampah secara signifikan."
"Banyak sampah plastik yang tidak dikelola dengan baik sehingga menimbulkan pencemaran lingkungan dan membahayakan kesehatan siswa serta staf sekolah."
"Sekolah dasar di Gantong, Belitung, berdiri di atas tanah yang bergelombang dengan bangunan reyot, dinding miring, dan atap yang bocor di beberapa sudut. Meski begitu, sepuluh anak kelas empat tetap datang setiap hari dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar. Mereka menempuh jalan tanah berdebu dan berlumpur saat hujan, mengenakan sepatu lusuh dan pakaian yang sering kotor, namun mata mereka tetap berbinar ketika menapaki ruang kelas yang sederhana.
Bu Mus, guru mereka, selalu menyambut anak-anak itu dengan senyum hangat dan cerita menarik. Ia menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, persahabatan, dan pentingnya mimpi. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari, dari interaksi satu sama lain, dan dari kisah kehidupan di sekitar mereka. Mereka diajari untuk menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, dan menumbuhkan rasa percaya diri meskipun hidup mereka serba terbatas.
Suatu hari, sekolah hampir saja ditutup karena kekurangan murid dan dana. Anak-anak dan masyarakat sekitar bersatu, mengadakan pertunjukan kecil, menulis surat-surat permohonan, dan mempresentasikan alasan mengapa sekolah harus tetap buka. Semangat ini menimbulkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan orang tua murid. Anak-anak menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa tanggung jawab dalam mempertahankan hak mereka untuk belajar.
Latar sekolah yang sederhana dan reyot itu menjadi saksi semangat belajar anak-anak yang luar biasa. Setiap sudut ruangan yang retak, setiap papan tulis yang lusuh, mencerminkan tantangan yang mereka hadapi, namun juga menjadi bukti kehangatan interaksi antara guru dan murid. Anak-anak menghadapi kesulitan dengan tawa, rasa ingin tahu yang tinggi, dan tekad untuk mengubah nasib mereka melalui pendidikan. Setiap hari di sekolah itu adalah pelajaran tentang ketekunan, persahabatan, dan keberanian untuk bermimpi meskipun kenyataan tampak sulit dan menantang bagi siapa pun yang datang ke sana."
Novel Laskar Pelangi (Andrea Hirata)
Berdasarkan cuplikan di atas, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan karakter para siswa dan guru dalam novel Laskar Pelangi?
Para siswa menghadapi kondisi sekolah yang reyot dan perjalanan yang sulit setiap hari, namun mereka tetap menunjukkan semangat, rasa ingin tahu, dan keinginan untuk belajar, sementara Bu Mus penuh dedikasi, mengajar dengan senyum hangat, dan menanamkan nilai-nilai moral, kerja keras, serta persahabatan.
Para siswa terlihat putus asa dengan kondisi sekolah yang reyot dan perjalanan yang sulit, tidak tertarik belajar, dan sering mengabaikan guru, sementara Bu Mus hanya mengajar karena kewajiban tanpa menanamkan nilai moral atau membimbing murid dengan dedikasi dan perhatian.
Para siswa selalu bermain dan tidak menunjukkan keinginan belajar meski sekolah reyot, sering terlambat, dan tidak menghargai guru, sementara Bu Mus jarang hadir di kelas dan tidak menanamkan nilai moral, kerja keras, atau persahabatan kepada murid-muridnya.
Para siswa mudah menyerah menghadapi kondisi sekolah yang reyot dan perjalanan yang sulit, selalu merasa takut dan rendah diri, sementara Bu Mus tidak peduli terhadap kemajuan murid dan jarang menumbuhkan semangat belajar, percaya diri, atau tanggung jawab di antara mereka.
Para siswa tidak menunjukkan semangat belajar dan sering menolak kehadiran di sekolah karena kondisi buruk, tidak memiliki rasa ingin tahu, dan tidak menghargai guru, sementara Bu Mus lebih fokus pada aturan ketat tanpa memberikan motivasi, nilai moral, atau dukungan emosional bagi muridnya.
"Sekolah dasar di Gantong, Belitung, berdiri di atas tanah yang bergelombang dengan bangunan reyot, dinding miring, dan atap yang bocor di beberapa sudut. Meski begitu, sepuluh anak kelas empat tetap datang setiap hari dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar. Mereka menempuh jalan tanah berdebu dan berlumpur saat hujan, mengenakan sepatu lusuh dan pakaian yang sering kotor, namun mata mereka tetap berbinar ketika menapaki ruang kelas yang sederhana.
Bu Mus, guru mereka, selalu menyambut anak-anak itu dengan senyum hangat dan cerita menarik. Ia menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, persahabatan, dan pentingnya mimpi. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari, dari interaksi satu sama lain, dan dari kisah kehidupan di sekitar mereka. Mereka diajari untuk menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, dan menumbuhkan rasa percaya diri meskipun hidup mereka serba terbatas.
Suatu hari, sekolah hampir saja ditutup karena kekurangan murid dan dana. Anak-anak dan masyarakat sekitar bersatu, mengadakan pertunjukan kecil, menulis surat-surat permohonan, dan mempresentasikan alasan mengapa sekolah harus tetap buka. Semangat ini menimbulkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan orang tua murid. Anak-anak menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa tanggung jawab dalam mempertahankan hak mereka untuk belajar.
Latar sekolah yang sederhana dan reyot itu menjadi saksi semangat belajar anak-anak yang luar biasa. Setiap sudut ruangan yang retak, setiap papan tulis yang lusuh, mencerminkan tantangan yang mereka hadapi, namun juga menjadi bukti kehangatan interaksi antara guru dan murid. Anak-anak menghadapi kesulitan dengan tawa, rasa ingin tahu yang tinggi, dan tekad untuk mengubah nasib mereka melalui pendidikan. Setiap hari di sekolah itu adalah pelajaran tentang ketekunan, persahabatan, dan keberanian untuk bermimpi meskipun kenyataan tampak sulit dan menantang bagi siapa pun yang datang ke sana."
Novel Laskar Pelangi (Andrea Hirata)
Peristiwa manakah yang paling tepat digambarkan dalam cuplikan di atas?
Sekolah hampir ditutup karena kekurangan murid dan dana, namun para siswa dan masyarakat bersatu, mengadakan pertunjukan, menulis surat permohonan, dan menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa tanggung jawab agar sekolah tetap buka dan anak-anak bisa melanjutkan pendidikan mereka.
Sekolah tetap buka tanpa ada usaha atau dukungan dari siswa dan masyarakat, dan anak-anak tidak menunjukkan semangat belajar atau keberanian menghadapi tantangan yang ada di sekolah mereka yang reyot dan terbatas.
Sekolah ditutup oleh pemerintah tanpa mempertimbangkan suara atau partisipasi siswa dan masyarakat, sehingga anak-anak kehilangan kesempatan belajar, tanpa ada upaya untuk menyelamatkan sekolah atau mengekspresikan kreativitas mereka.
Anak-anak memutuskan untuk meninggalkan sekolah karena kondisi reyot dan perjalanan sulit, tanpa melakukan apapun untuk mempertahankan hak mereka untuk belajar, dan tidak ada dukungan dari guru atau masyarakat yang peduli.
Sekolah tetap buka karena guru memaksa, sementara siswa dan masyarakat tidak berperan dalam menyelamatkan sekolah, sehingga peristiwa yang terjadi tidak melibatkan semangat, kreativitas, atau tanggung jawab anak-anak sama sekali.
"Sekolah dasar di Gantong, Belitung, berdiri di atas tanah yang bergelombang dengan bangunan reyot, dinding miring, dan atap yang bocor di beberapa sudut. Meski begitu, sepuluh anak kelas empat tetap datang setiap hari dengan semangat dan rasa ingin tahu yang besar. Mereka menempuh jalan tanah berdebu dan berlumpur saat hujan, mengenakan sepatu lusuh dan pakaian yang sering kotor, namun mata mereka tetap berbinar ketika menapaki ruang kelas yang sederhana.
Bu Mus, guru mereka, selalu menyambut anak-anak itu dengan senyum hangat dan cerita menarik. Ia menanamkan nilai kejujuran, kerja keras, persahabatan, dan pentingnya mimpi. Anak-anak tidak hanya belajar dari buku, tetapi juga dari pengalaman sehari-hari, dari interaksi satu sama lain, dan dari kisah kehidupan di sekitar mereka. Mereka diajari untuk menghargai diri sendiri, menghormati orang lain, dan menumbuhkan rasa percaya diri meskipun hidup mereka serba terbatas.
Suatu hari, sekolah hampir saja ditutup karena kekurangan murid dan dana. Anak-anak dan masyarakat sekitar bersatu, mengadakan pertunjukan kecil, menulis surat-surat permohonan, dan mempresentasikan alasan mengapa sekolah harus tetap buka. Semangat ini menimbulkan dukungan dari berbagai pihak, termasuk tokoh masyarakat dan orang tua murid. Anak-anak menunjukkan kreativitas, keberanian, dan rasa tanggung jawab dalam mempertahankan hak mereka untuk belajar.
Latar sekolah yang sederhana dan reyot itu menjadi saksi semangat belajar anak-anak yang luar biasa. Setiap sudut ruangan yang retak, setiap papan tulis yang lusuh, mencerminkan tantangan yang mereka hadapi, namun juga menjadi bukti kehangatan interaksi antara guru dan murid. Anak-anak menghadapi kesulitan dengan tawa, rasa ingin tahu yang tinggi, dan tekad untuk mengubah nasib mereka melalui pendidikan. Setiap hari di sekolah itu adalah pelajaran tentang ketekunan, persahabatan, dan keberanian untuk bermimpi meskipun kenyataan tampak sulit dan menantang bagi siapa pun yang datang ke sana."
Novel Laskar Pelangi (Andrea Hirata)
Berdasarkan cuplikan di atas, manakah latar tempat dan suasana yang paling tepat?
Sekolah modern di kota besar dengan fasilitas lengkap, siswa kurang semangat, dan guru hanya mengajar dengan aturan ketat tanpa motivasi atau perhatian emosional, di mana suasana ramai tetapi tidak hangat dan tidak ada interaksi guru-murid yang mendukung nilai moral atau pendidikan karakter.
Sekolah mewah di kota metropolitan dengan fasilitas lengkap dan siswa malas belajar, guru jarang hadir, dan tidak ada nilai moral, persahabatan, atau semangat belajar, sehingga latar hanya mencerminkan kemewahan fisik tanpa pengalaman pendidikan yang mendalam.
Sekolah virtual atau daring di kota besar dengan teknologi canggih, murid tidak pernah bertemu guru secara langsung, dan suasana dingin serta kurang interaksi, sehingga latar tidak mencerminkan kehangatan belajar atau pengembangan karakter.
Sekolah terpencil di pulau jauh, kondisi bangunan sangat baik, tetapi guru tidak peduli, siswa tidak peduli, dan tidak ada interaksi atau semangat belajar, sehingga latar tidak mencerminkan pendidikan karakter atau pengalaman belajar yang bermakna.
Sekolah dasar di Gantong, Belitung, berdiri di atas tanah bergelombang dengan bangunan reyot, dinding miring, atap bocor, namun penuh interaksi hangat antara guru dan murid, di tengah suasana pedesaan sederhana yang tetap memberikan pengalaman belajar dan nilai moral bagi anak-anak yang gigih.
Cuplikan dari novel "The Midnight Library" karya Matt Haig (terjemahan bahasa Indonesia)
"Nora Seed berdiri di tengah rak-rak buku yang tak terhitung jumlahnya. Setiap buku adalah kehidupan yang mungkin, setiap halaman menceritakan pilihan yang berbeda, keputusan yang telah diambil atau dihindari. Ia melihat versi dirinya yang menjadi penulis sukses, seorang musisi, bahkan guru yang berdedikasi. Beberapa versi menjalani kehidupan yang tampak sempurna dari luar, tetapi menghadapi kesepian dan kegagalan yang tidak terlihat.
Dalam salah satu buku, Nora menemukan dirinya yang berani meninggalkan kota kelahiran untuk mengejar impian jauh di negeri lain. Di buku lain, ia tetap di rumah, merawat orang tua yang menua, menghadapi rasa bersalah yang mendalam karena tidak pernah mencoba hal-hal baru. Ia menyadari bahwa kebahagiaan bukanlah satu jalur, tetapi hasil dari pilihan yang sadar dan konsekuensi yang diterima dengan lapang dada.
Saat menyusuri rak demi rak, Nora bertemu dengan dirinya yang penuh amarah, yang merasa dunia tidak adil, dan yang lainnya yang penuh ketenangan, menerima hidup sebagaimana adanya. Ia mulai memahami bahwa penyesalan adalah bagian dari kehidupan, bukan musuh yang harus dihindari.
Perpustakaan itu menjadi cermin besar, menantang Nora untuk menilai nilai-nilai yang selama ini dipegang: kesetiaan, tanggung jawab, keberanian, dan empati. Ia mulai menulis catatan tentang versi-versi dirinya, mencatat pelajaran yang bisa diambil, dan menyadari bahwa kehidupan tidak selalu soal pencapaian luar biasa, tetapi bagaimana seseorang menghadapi pilihan, berinteraksi dengan orang lain, dan menjalani hari demi hari dengan integritas dan kesadaran.
Sebelum meninggalkan perpustakaan, Nora menatap satu rak terakhir. Ia tersenyum, menyadari bahwa meskipun tidak semua pilihan sempurna, hidup tetap bisa bermakna jika dijalani dengan kesadaran, tanggung jawab, dan kejujuran terhadap diri sendiri dan orang lain."
Berdasarkan cuplikan di atas, manakah pernyataan yang benar mengenai karakter dan nilai moral Nora Seed?
Nora Seed memahami bahwa kebahagiaan dapat ditemukan melalui penerimaan dan kesadaran terhadap konsekuensi pilihan.
Benar
Salah
Syair Bidasari
Dengarkan tuan suatu riwayat
Raja di desa Negeri Kembayat
Dikarang fakir dijadikan hikayat
Supaya menjadi tamsil ibarat
Ada raja suatu negeri,
Sultan halifah akas bestari,
Asalnya baginda raja yang bahari,
Melimpah ngadil dagang senteri.
Hairan orang empunya temasya,
Baginda itulah raja perkasa,
Sangat tiada merasai susah,
Entah pada esok dan lusa.
Seri sultan raja bestari,
Setelah ia sudah beristeri,
Beberapa bulan beberapa hari,
Hamillah puteri permaisuri.
Ungkapkan kembali isi syair tersebut. Pilih jawaban yang paling tepat.
Syair menceritakan tentang seorang pedagang miskin yang berkelana ke negeri asing, mencari pengalaman dan akhirnya menjadi raja.
Syair menceritakan kisah seorang raja yang sedang berperang dengan kerajaan tetangga, menghadapi kesulitan, dan akhirnya kalah dalam peperangan.
Syair menceritakan tentang rakyat biasa yang menemukan harta karun di sungai dan menjadi penguasa desa setelah membagi harta.
Syair menceritakan tentang seorang raja di Negeri Kembayat yang bijaksana, hidupnya makmur, kuat, tidak mengalami kesulitan, dan memiliki anak setelah menikah.
Syair menceritakan tentang seorang raja tua yang tidak memiliki keturunan dan meninggal tanpa pewaris, meninggalkan kerajaan dalam kekacauan.
“Pemerintah telah mengimplementasikan program kendaraan listrik untuk memperluas penggunaan transportasi ramah lingkungan. Program ini memangkas penggunaan bahan bakar fosil dan mengefisiensikan energi. Namun, infrastruktur pengisian daya tetap terbatas, sehingga kebijakan belum sepenuhnya terlaksanakan. Para ahli mendorong pengoptimalan kolaborasi dan peningkatan literasi publik melalui kampanye intensif.”
(Tempo.co, 17 Agustus 2025)
Pernyataan berikut apakah benar menunjukkan ketepatan (atau ketidaktepatan) penggunaan afiks dalam kutipan artikel?
Terlaksanakan sudah tepat menjadi kerangka verba pasif yang menegaskan efektivitas implementasi program.
Benar
Tidak Benar
Dampak Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Manusia
Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin pesat dan memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. AI hadir bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi.
Di bidang kesehatan, kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk menganalisis data pasien, mempercepat proses diagnosa, dan membantu dokter menentukan metode pengobatan yang lebih tepat. Misalnya, sistem berbasis AI dapat mendeteksi tanda-tanda penyakit kanker lebih cepat dibandingkan analisis manual. Hal ini tentu saja meningkatkan peluang kesembuhan pasien.
Dalam sektor pendidikan, teknologi AI digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih personal. Aplikasi pembelajaran daring dengan AI dapat menyesuaikan materi sesuai kemampuan peserta didik. Guru juga terbantu dengan data hasil belajar yang tersaji secara otomatis sehingga strategi pembelajaran bisa lebih efektif.
Sementara itu, pada dunia kerja, kecerdasan buatan memberi peluang sekaligus tantangan. Banyak pekerjaan yang kini lebih efisien karena otomatisasi, namun di sisi lain, beberapa jenis pekerjaan manusia tergeser oleh mesin. Oleh sebab itu, keterampilan baru seperti analisis data, berpikir kritis, dan kreativitas semakin dibutuhkan agar manusia tetap relevan di era digital.
Meski begitu, perkembangan AI tetap menimbulkan berbagai pertanyaan etis, seperti privasi data dan tanggung jawab atas keputusan mesin. Maka, penggunaan AI sebaiknya diiringi regulasi yang jelas dan pengawasan ketat agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan kerugian besar.
Dengan demikian, kecerdasan buatan membawa banyak kemudahan, tetapi juga menuntut kesiapan manusia dalam menghadapinya. Adaptasi, penguasaan teknologi, serta sikap kritis menjadi kunci agar manusia tidak tertinggal dalam arus perubahan ini.
Kalimat tanggapan positif yang sesuai dengan isi teks tersebut adalah ….
Saya tidak setuju dengan penggunaan AI karena hanya membuat manusia malas bekerja.
Perkembangan AI memang tidak berguna jika tidak bisa menggantikan semua pekerjaan manusia.
Teknologi AI terbukti membantu manusia dalam bidang kesehatan dan pendidikan, sehingga perlu terus dikembangkan secara bijak.
AI seharusnya dilarang karena dapat menimbulkan pengangguran massal di masa depan.
Penggunaan AI sama sekali tidak memberi manfaat bagi masyarakat umum.
Dampak Teknologi Kecerdasan Buatan dalam Kehidupan Manusia Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) semakin pesat dan memberikan dampak signifikan dalam berbagai aspek kehidupan manusia. AI hadir bukan hanya sebagai pendukung, tetapi juga sebagai pengubah cara manusia bekerja, belajar, dan berinteraksi. Di bidang kesehatan, kecerdasan buatan dimanfaatkan untuk menganalisis data pasien, mempercepat proses diagnosa, dan membantu dokter menentukan metode pengobatan yang lebih tepat. Misalnya, sistem berbasis AI dapat mendeteksi tanda-tanda penyakit kanker lebih cepat dibandingkan analisis manual. Hal ini tentu saja meningkatkan peluang kesembuhan pasien. Dalam sektor pendidikan, teknologi AI digunakan untuk menciptakan pembelajaran yang lebih personal. Aplikasi pembelajaran daring dengan AI dapat menyesuaikan materi sesuai kemampuan peserta didik. Guru juga terbantu dengan data hasil belajar yang tersaji secara otomatis sehingga strategi pembelajaran bisa lebih efektif. Sementara itu, pada dunia kerja, kecerdasan buatan memberi peluang sekaligus tantangan. Banyak pekerjaan yang kini lebih efisien karena otomatisasi, namun di sisi lain, beberapa jenis pekerjaan manusia tergeser oleh mesin. Oleh sebab itu, keterampilan baru seperti analisis data, berpikir kritis, dan kreativitas semakin dibutuhkan agar manusia tetap relevan di era digital. Meski begitu, perkembangan AI tetap menimbulkan berbagai pertanyaan etis, seperti privasi data dan tanggung jawab atas keputusan mesin. Maka, penggunaan AI sebaiknya diiringi regulasi yang jelas dan pengawasan ketat agar manfaatnya dapat dirasakan tanpa menimbulkan kerugian besar. Dengan demikian, kecerdasan buatan membawa banyak kemudahan, tetapi juga menuntut kesiapan manusia dalam menghadapinya. Adaptasi, penguasaan teknologi, serta sikap kritis menjadi kunci agar manusia tidak tertinggal dalam arus perubahan ini.
Kalimat berikut yang termasuk tanggapan kritis dan berimbang terhadap isi teks tersebut adalah... (Pilih lebih dari 1 jawaban!)
AI membawa kemajuan besar, tetapi perlu diatur agar tidak menimbulkan masalah etis.
AI hanya menimbulkan masalah sosial dan tidak ada manfaatnya.
AI sebaiknya dikembangkan bersama dengan peningkatan kompetensi manusia.
AI tidak perlu dikritisi karena semua teknologinya sudah sempurna.
Semua pekerjaan sebaiknya digantikan AI agar lebih efisien.
Peningkatan Kompetensi Profesional Melalui Pelatihan Berbasis Teknologi
Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, peningkatan kompetensi profesional menjadi kebutuhan yang mendesak di dunia akademik maupun dunia kerja. Kemajuan teknologi menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, terutama dalam hal penggunaan perangkat digital dan penguasaan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, kolaborasi, dan kreativitas.
Pelatihan berbasis teknologi menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi tersebut. Melalui pelatihan daring (online training), peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tanpa dibatasi ruang dan waktu. Platform pembelajaran digital menyediakan berbagai materi interaktif, seperti video pembelajaran, simulasi, serta forum diskusi yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan secara aktif. Selain itu, pendekatan ini juga memudahkan lembaga atau perusahaan dalam mengukur capaian kompetensi peserta melalui sistem evaluasi otomatis dan umpan balik langsung.
Dalam konteks dunia kerja, pelatihan berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Karyawan yang terbiasa belajar secara mandiri dan adaptif akan lebih siap menghadapi tantangan industri yang dinamis. Sementara itu, di lingkungan akademik, dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan teknologi untuk memperbarui metode pengajaran, mengembangkan bahan ajar digital, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Namun demikian, pelaksanaan pelatihan berbasis teknologi juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan literasi teknologi, serta kurangnya motivasi belajar mandiri. Oleh karena itu, dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah, dan perusahaan sangat diperlukan, baik dalam bentuk penyediaan fasilitas maupun kebijakan yang mendorong pengembangan kompetensi berbasis teknologi.
Dengan pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta produktivitas kerja nasional.
Manakah kalimat berikut yang tepat digunakan untuk mengajukan usulan berdasarkan teks tersebut?
Banyak orang tidak memahami pentingnya pelatihan berbasis teknologi.
Pemerintah seharusnya menghapus pelatihan daring karena tidak efektif.
Sebaiknya lembaga pendidikan menyediakan pelatihan berbasis teknologi secara berkelanjutan.
Pelatihan berbasis teknologi tidak sesuai bagi dunia kerja.
Karyawan sudah cukup kompeten tanpa perlu pelatihan tambahan.
Peningkatan Kompetensi Profesional Melalui Pelatihan Berbasis Teknologi
Dalam era globalisasi dan perkembangan teknologi informasi yang pesat, peningkatan kompetensi profesional menjadi kebutuhan yang mendesak di dunia akademik maupun dunia kerja. Kemajuan teknologi menuntut setiap individu untuk mampu beradaptasi dengan perubahan yang terjadi, terutama dalam hal penggunaan perangkat digital dan penguasaan keterampilan abad ke-21, seperti berpikir kritis, komunikasi efektif, kolaborasi, dan kreativitas.
Pelatihan berbasis teknologi menjadi salah satu strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi tersebut. Melalui pelatihan daring (online training), peserta dapat memperoleh pengetahuan dan keterampilan baru tanpa dibatasi ruang dan waktu. Platform pembelajaran digital menyediakan berbagai materi interaktif, seperti video pembelajaran, simulasi, serta forum diskusi yang memungkinkan terjadinya pertukaran gagasan secara aktif. Selain itu, pendekatan ini juga memudahkan lembaga atau perusahaan dalam mengukur capaian kompetensi peserta melalui sistem evaluasi otomatis dan umpan balik langsung.
Dalam konteks dunia kerja, pelatihan berbasis teknologi tidak hanya meningkatkan produktivitas, tetapi juga memperkuat budaya belajar sepanjang hayat (lifelong learning). Karyawan yang terbiasa belajar secara mandiri dan adaptif akan lebih siap menghadapi tantangan industri yang dinamis. Sementara itu, di lingkungan akademik, dosen dan tenaga kependidikan dapat memanfaatkan teknologi untuk memperbarui metode pengajaran, mengembangkan bahan ajar digital, serta meningkatkan efektivitas proses pembelajaran.
Namun demikian, pelaksanaan pelatihan berbasis teknologi juga menghadapi beberapa kendala, seperti keterbatasan infrastruktur digital, kesenjangan literasi teknologi, serta kurangnya motivasi belajar mandiri. Oleh karena itu, dukungan dari lembaga pendidikan, pemerintah, dan perusahaan sangat diperlukan, baik dalam bentuk penyediaan fasilitas maupun kebijakan yang mendorong pengembangan kompetensi berbasis teknologi.
Dengan pelatihan yang terencana dan berkelanjutan, diharapkan sumber daya manusia Indonesia mampu bersaing di tingkat global dan berkontribusi terhadap peningkatan kualitas pendidikan serta produktivitas kerja nasional.
Kalimat berikut yang tepat digunakan untuk menyampaikan pemecahan masalah adalah …
Lembaga pendidikan, pemerintah, dan perusahaan perlu bekerja sama menyediakan dukungan fasilitas dan kebijakan.
Banyak peserta pelatihan kurang bermotivasi belajar.
Dunia kerja menghadapi tantangan akibat perkembangan teknologi.
Kompetensi profesional sulit ditingkatkan tanpa pelatihan daring.
Kesenjangan literasi digital terus meningkat di berbagai sektor.
Cuplikan dari “The Old Man and the Sea” (Ernest Hemingway) — Terjemahan Bahasa Indonesia
Di laut biru yang dalam, seorang lelaki tua bernama Santiago mengarungi ombak dengan perahunya yang kecil. Sudah delapan puluh empat hari ia melaut tanpa membawa seekor ikan pun. Namun pagi itu, ia bertekad bahwa hari ini akan berbeda. Angin berembus lembut, dan permukaan laut tampak seperti kaca yang memantulkan cahaya matahari pagi.
Santiago menatap jauh ke cakrawala, matanya yang tua namun tajam berkilat penuh harapan. Ia mencintai laut sebagaimana ia mencintai hidup—dengan kesederhanaan dan penghormatan. Laut baginya bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi sahabat lama yang selalu menyimpan rahasia dan ujian.
Ketika senar pancingnya tiba-tiba menegang, ia merasakan hentakan yang kuat. “Ini dia,” bisiknya. Seekor ikan besar menggigit umpannya. Ia tahu pertarungan ini tidak akan singkat. Dengan tangan penuh luka dan tubuh renta, Santiago menahan tarikan makhluk laut yang luar biasa itu. Hari berganti malam, dan malam kembali menjadi siang, namun ia tak menyerah.
Dalam keheningan laut yang luas, ia berbicara kepada dirinya sendiri dan kepada ikan itu. “Kita sama,” katanya lirih. “Engkau berjuang untuk hidupmu, aku berjuang untuk harga diriku.”
Akhirnya, setelah berhari-hari melawan kelelahan dan kesepian, Santiago berhasil menaklukkan ikan itu. Namun ketika ia kembali ke pantai, yang tersisa hanyalah kerangka besar, dimakan hiu sepanjang perjalanan pulang. Meski demikian, di matanya tidak ada penyesalan. Ia telah membuktikan pada dirinya sendiri bahwa keberanian dan tekad manusia bisa melampaui batas tubuh yang rapuh.
Apa makna peristiwa perjuangan Santiago dalam teks tersebut?
Kemenangan tidak penting jika hasilnya tidak sempurna.
Keberanian dan keteguhan hati lebih berharga daripada hasil akhir.
Perjuangan manusia adalah hal yang sia-sia.
Usia tua adalah penghalang untuk mencapai tujuan.
Hidup di laut selalu penuh kesialan dan bahaya.
Cuplikan dari “The Old Man and the Sea” (Ernest Hemingway) — Terjemahan Bahasa Indonesia
Di laut biru yang dalam, seorang lelaki tua bernama Santiago mengarungi ombak dengan perahunya yang kecil. Sudah delapan puluh empat hari ia melaut tanpa membawa seekor ikan pun. Namun pagi itu, ia bertekad bahwa hari ini akan berbeda. Angin berembus lembut, dan permukaan laut tampak seperti kaca yang memantulkan cahaya matahari pagi.
Santiago menatap jauh ke cakrawala, matanya yang tua namun tajam berkilat penuh harapan. Ia mencintai laut sebagaimana ia mencintai hidup—dengan kesederhanaan dan penghormatan. Laut baginya bukan sekadar tempat mencari nafkah, tetapi sahabat lama yang selalu menyimpan rahasia dan ujian.
Ketika senar pancingnya tiba-tiba menegang, ia merasakan hentakan yang kuat. “Ini dia,” bisiknya. Seekor ikan besar menggigit umpannya. Ia tahu pertarungan ini tidak akan singkat. Dengan tangan penuh luka dan tubuh renta, Santiago menahan tarikan makhluk laut yang luar biasa itu. Hari berganti malam, dan malam kembali menjadi siang, namun ia tak menyerah.
Dalam keheningan laut yang luas, ia berbicara kepada dirinya sendiri dan kepada ikan itu. “Kita sama,” katanya lirih. “Engkau berjuang untuk hidupmu, aku berjuang untuk harga diriku.”
Akhirnya, setelah berhari-hari melawan kelelahan dan kesepian, Santiago berhasil menaklukkan ikan itu. Namun ketika ia kembali ke pantai, yang tersisa hanyalah kerangka besar, dimakan hiu sepanjang perjalanan pulang. Meski demikian, di matanya tidak ada penyesalan. Ia telah membuktikan pada dirinya sendiri bahwa keberanian dan tekad manusia bisa melampaui batas tubuh yang rapuh.
Mengapa Santiago terus berjuang melawan ikan besar itu meskipun tubuhnya lelah?
Karena ia ingin menjadi orang terkaya di desanya.
Karena ia mendapat perintah dari pemimpin nelayan.
Karena ia takut ditertawakan anak-anak muda di kampung.
Karena ia ingin menjual ikan itu untuk membeli kapal baru.
Karena ia bertekad untuk membuktikan keberanian dan harga dirinya.
“Sekolah di Gerbong Kereta”
Hari pertama Totto-chan masuk sekolah baru. Ia berjalan bersama ibunya menuju tempat yang disebut Sekolah Tomoe. Sepanjang jalan, Totto-chan bertanya-tanya seperti apa sekolah itu. Dalam bayangannya, sekolah pasti memiliki ruang kelas besar, papan tulis hitam, dan deretan meja yang rapi. Namun, begitu sampai di sana, matanya terbelalak. Di halaman luas itu berdiri gerbong-gerbong kereta tua yang disusun berderet.
“Ini sekolahmu,” kata Ibu sambil tersenyum.
“Sekolah? Tapi ini kan kereta!” seru Totto-chan dengan heran.
Kepala sekolah, seorang pria tua bernama Tuan Kobayashi, menyambut mereka dengan ramah. Ia mengenakan jas sederhana dan senyumnya hangat. “Selamat datang di Tomoe Gakuen,” katanya. “Kau boleh duduk di mana saja di dalam gerbong itu. Di sini, kami belajar dengan cara yang menyenangkan.”
Totto-chan langsung berlari ke salah satu gerbong dan membuka jendela. Angin segar masuk, membuat tirai putih berkibar. Ia merasa seperti sedang berpetualang di dalam kereta sungguhan.
Pelajaran dimulai dengan cara yang tak biasa. Guru membiarkan murid memilih mata pelajaran yang ingin mereka pelajari lebih dulu. Ada yang membaca, menggambar, atau belajar sains di halaman. Tidak ada bel keras yang memaksa mereka duduk diam.
Totto-chan merasa bahagia. Untuk pertama kalinya, ia merasa diterima apa adanya. Sekolah ini tidak memarahinya karena terlalu banyak bicara. Di Tomoe, rasa ingin tahunya justru dihargai. Ia tahu, di tempat inilah ia bisa belajar dengan gembira — menjadi dirinya sendiri.
Berdasarkan cuplikan novel Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela tersebut, identifikasikan pernyataan yang menunjukkan karakter tokoh utama dan tokoh pendukung dalam teks tersebut! Pilih lebih dari 1 jawaban.
Totto-chan memiliki rasa ingin tahu yang besar terhadap lingkungan barunya.
Ibu Totto-chan bersikap sabar dan mendukung anaknya untuk beradaptasi.
Tuan Kobayashi digambarkan sebagai kepala sekolah yang kaku dan otoriter.
Totto-chan merasa bosan karena pelajaran di sekolah Tomoe sangat membatasi kebebasan siswa.
Sekolah Tomoe memberikan kebebasan bagi siswa untuk belajar sesuai minatnya.
“Sekolah di Gerbong Kereta”
Hari pertama Totto-chan masuk sekolah baru. Ia berjalan bersama ibunya menuju tempat yang disebut Sekolah Tomoe. Sepanjang jalan, Totto-chan bertanya-tanya seperti apa sekolah itu. Dalam bayangannya, sekolah pasti memiliki ruang kelas besar, papan tulis hitam, dan deretan meja yang rapi. Namun, begitu sampai di sana, matanya terbelalak. Di halaman luas itu berdiri gerbong-gerbong kereta tua yang disusun berderet.
“Ini sekolahmu,” kata Ibu sambil tersenyum.
“Sekolah? Tapi ini kan kereta!” seru Totto-chan dengan heran.
Kepala sekolah, seorang pria tua bernama Tuan Kobayashi, menyambut mereka dengan ramah. Ia mengenakan jas sederhana dan senyumnya hangat. “Selamat datang di Tomoe Gakuen,” katanya. “Kau boleh duduk di mana saja di dalam gerbong itu. Di sini, kami belajar dengan cara yang menyenangkan.”
Totto-chan langsung berlari ke salah satu gerbong dan membuka jendela. Angin segar masuk, membuat tirai putih berkibar. Ia merasa seperti sedang berpetualang di dalam kereta sungguhan.
Pelajaran dimulai dengan cara yang tak biasa. Guru membiarkan murid memilih mata pelajaran yang ingin mereka pelajari lebih dulu. Ada yang membaca, menggambar, atau belajar sains di halaman. Tidak ada bel keras yang memaksa mereka duduk diam.
Totto-chan merasa bahagia. Untuk pertama kalinya, ia merasa diterima apa adanya. Sekolah ini tidak memarahinya karena terlalu banyak bicara. Di Tomoe, rasa ingin tahunya justru dihargai. Ia tahu, di tempat inilah ia bisa belajar dengan gembira — menjadi dirinya sendiri.
Berdasarkan cuplikan novel Totto-chan: Gadis Cilik di Jendela, perbandingan nilai yang tampak antara sekolah lama (yang dibayangkan Totto-chan) dan sekolah Tomoe (tempat barunya) adalah …
Sekolah lama menanamkan nilai kebebasan, sedangkan sekolah Tomoe menekankan kedisiplinan ketat.
Sekolah lama membatasi ekspresi siswa, sedangkan sekolah Tomoe menghargai keunikan dan rasa ingin tahu.
Sekolah lama dan sekolah Tomoe sama-sama menekankan nilai kemandirian dalam belajar.
Sekolah lama lebih menghargai kreativitas siswa daripada sekolah Tomoe.
Sekolah lama dan sekolah Tomoe tidak memiliki perbedaan nilai yang mencolok dalam kegiatan belajar.
Tukang Kebun
oleh (Sapardi Djoko Damono)
Setelah beberapa kali ketukan,
pintu kubuka rupanya ada tamu
yang, katanya, menjemputku sore hari ini
Apakah aku sudah pernah mengenalnya?
Waktu kutanyakan pergi ke mana,
jawabnya ringkas, Ke sana, ke samudra raya!
Ditunjukkannya pula rajah di lengannya:
gambar jangkar, tengkorak, dan kata tak terbaca.
Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan
di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar
menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,
mengurus pagar dan membersihkan rumah.
Aku tak mampu apa dan bagaimana lagi.
Pandanganku tinggal sejengkal,
dan telingaku? Suaraku sendiri pun tak dikenal.
Tamu itu membelalak ketika kupersilahkan duduk.
Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya
siapa gerangan yang telah mengutusnya.
makna simbolik “tamu yang menjemput ke samudra raya” dapat ditafsirkan sebagai … (pilih lebih dari 1 jawaban!)
Pertanda kematian atau akhir kehidupan sang tukang kebun.
Simbol perjalanan panjang menuju kebebasan sejati.
Undangan untuk bekerja di tempat yang lebih baik.
Ajakan untuk berlayar ke tempat baru di dunia nyata.
Lambang perpisahan dengan kehidupan dunia fana.
Tukang Kebun
oleh (Sapardi Djoko Damono)
Setelah beberapa kali ketukan,
pintu kubuka rupanya ada tamu
yang, katanya, menjemputku sore hari ini
Apakah aku sudah pernah mengenalnya?
Waktu kutanyakan pergi ke mana,
jawabnya ringkas, Ke sana, ke samudra raya!
Ditunjukkannya pula rajah di lengannya:
gambar jangkar, tengkorak, dan kata tak terbaca.
Aku ini tukang kebun tua yang lahir dan dibesarkan
di pedalaman, sepanjang hidup hanya belajar
menghayati rumput, pohon, dan tanah basah,
mengurus pagar dan membersihkan rumah.
Aku tak mampu apa dan bagaimana lagi.
Pandanganku tinggal sejengkal,
dan telingaku? Suaraku sendiri pun tak dikenal.
Tamu itu membelalak ketika kupersilahkan duduk.
Tuhan, aku takut. Tolong tanyakan padanya
siapa gerangan yang telah mengutusnya.
Unsur ketegangan batin dan ketakutan dalam puisi dapat dialihwacanakan menjadi prosa dengan kalimat … (pilih lebih dari 1 jawaban!)
Ia tenang menyambut tamunya sambil tersenyum lebar.
Ketika melihat tamu itu, tukang kebun merasa takut dan cemas.
Ia berpikir tamu itu diutus oleh seseorang untuk membawanya pergi.
Ia memohon kepada Tuhan agar diberi petunjuk tentang maksud kedatangan tamu itu.
Ia berusaha mengingat apakah pernah berjanji pergi ke samudra raya.
