wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

MID EXAM CARDIO 2025

Total questions: 30

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Kasus:
Seorang pria 62 tahun datang dengan pembengkakan pada tungkai, sesak saat berbaring, dan pembesaran vena leher. Hasil ekokardiografi menunjukkan peningkatan tekanan di arteri pulmonalis dan dilatasi ventrikel kanan.

Pertanyaan:
Berdasarkan anatomi dan fungsi jantung, mekanisme yang paling mungkin menyebabkan gejala tersebut adalah …

a)

Regurgitasi katup aorta yang meningkatkan tekanan sistemik

b)

Penurunan kontraktilitas ventrikel kanan akibat beban paru yang tinggi

c)

Disfungsi katup mitral yang menghambat pengosongan atrium kiri

d)

Penurunan aliran balik vena ke atrium kanan akibat hipovolemia

e)

Kebocoran septum atrium yang menurunkan oksigenasi darah

2.

Kasus:
Seorang wanita 55 tahun mengalami kelelahan dan sesak napas. Pemeriksaan auskultasi menunjukkan murmur holosistolik di apeks yang menjalar ke aksila. Hasil ekokardiografi menunjukkan regurgitasi darah dari ventrikel kiri ke atrium kiri saat sistol.

Pertanyaan:
Katup mana yang paling mungkin mengalami disfungsi, dan apa efek fisiologis utamanya?

a)

Katup trikuspid; menyebabkan peningkatan tekanan vena sistemik

b)

Katup mitral; menyebabkan peningkatan tekanan atrium kiri dan edema paru

c)

Katup pulmonal; menghambat aliran darah ke paru

d)

Katup aorta; menurunkan tekanan di sirkulasi sistemik

e)

Katup bikuspid; menurunkan volume akhir diastolik ventrikel kanan

3.

Kasus:
Seorang pasien 70 tahun mengalami pingsan mendadak dan bradikardia ekstrem. EKG menunjukkan gelombang P normal tetapi tidak diikuti oleh kompleks QRS secara konsisten.

Pertanyaan:
Berdasarkan anatomi sistem konduksi jantung, struktur mana yang kemungkinan besar mengalami kerusakan?

a)

SA node – menyebabkan takikardia sinus

b)

AV node – menyebabkan blok konduksi antara atrium dan ventrikel

c)

Bundle of His – meningkatkan konduksi ventrikel

d)

Purkinje fibers – mempercepat depolarisasi atrium

e)

Aortic arch baroreceptor – mengubah tonus vaskular

4.

Kasus:
Seorang pria berusia 60 tahun datang dengan nyeri dada menjalar ke lengan kiri dan sesak berat. Pemeriksaan menunjukkan peningkatan troponin dan EKG dengan elevasi segmen ST pada lead V3–V6.

Pertanyaan:
Kerusakan struktur mana yang paling mungkin terjadi, dan apa konsekuensi fungsionalnya?

a)

Atrium kanan; penurunan pengisian ventrikel kanan

b)

Ventrikel kiri; penurunan curah jantung sistemik

c)

Katup pulmonal; peningkatan tekanan paru

d)

Septum interventrikular; peningkatan regurgitasi trikuspid

e)

Atrium kiri; penurunan aliran darah ke paru

5.

Kasus:
Seorang pasien 48 tahun melaporkan pusing dan nyeri dada saat beraktivitas. Pemeriksaan menunjukkan murmur sistolik keras di daerah aorta dan hipertrofi ventrikel kiri pada ekokardiografi.

Pertanyaan:
Apa mekanisme kompensasi utama jantung terhadap kondisi ini?

a)

Penurunan tonus simpatis untuk mengurangi kontraktilitas

b)

Dilatasi atrium kanan untuk menambah volume akhir diastolik

c)

Hipertrofi konsentris ventrikel kiri untuk mengatasi peningkatan afterload

d)

Relaksasi dinding ventrikel kiri untuk menurunkan tekanan diastolik

e)

Peningkatan curah jantung melalui vasodilatasi sistemik

6.

Kasus:
Tn. H, 68 tahun, datang ke ruang pemeriksaan rutin dengan keluhan sakit kepala bagian belakang, mudah lelah, dan sering buang air kecil malam hari. TD 190/100 mmHg, nadi 86x/menit, RR 20x/menit, BMI 29 kg/m². Pasien mengatakan bosan minum obat karena “tidak terasa apa-apa”. Ia tinggal sendiri sejak istrinya meninggal setahun lalu dan jarang keluar rumah. Pemeriksaan EKG menunjukkan tanda-tanda hipertrofi ventrikel kiri ringan.

Pertanyaan:
Berdasarkan data tersebut, tindakan keperawatan prioritas yang tepat adalah…

a)

Mengajarkan teknik napas dalam untuk menurunkan tekanan darah sesaat

b)

Memberikan edukasi tentang komplikasi hipertensi dan pentingnya kepatuhan terapi

c)

Menganjurkan pasien meningkatkan asupan cairan agar tekanan darah turun

d)

Menyusun jadwal latihan berat untuk menurunkan berat badan cepat

e)

Memberikan diuretik tambahan tanpa instruksi dokter

7.

Kasus:
Ny. M, 63 tahun, mengeluh nyeri pada kaki kanan sejak 3 bulan terakhir. Nyeri muncul saat berjalan ±50 meter dan hilang setelah berhenti. Pemeriksaan: kulit kaki pucat, dingin, luka kecil di jari kaki sulit sembuh, CRT >5 detik, nadi dorsalis pedis tidak teraba. Laboratorium menunjukkan kolesterol total 290 mg/dL. Pasien mengatakan masih merokok 1 bungkus/hari karena “untuk menenangkan pikiran.”

Pertanyaan:
Diagnosa keperawatan prioritas yang tepat adalah…

a)

Risiko infeksi berhubungan dengan penurunan integritas kulit

b)

Nyeri akut berhubungan dengan peningkatan tekanan intravaskular

c)

Ketidakefektifan perfusi jaringan perifer berhubungan dengan penurunan aliran darah arteri

d)

Gangguan mobilitas fisik berhubungan dengan nyeri kronis

e)

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan penurunan suplai oksigen jaringan

8.

Kasus:
Tn. J, 58 tahun, datang ke IGD dengan keluhan nyeri dada terasa menekan dan menjalar ke lengan kiri selama 15 menit. Pasien tampak pucat, berkeringat dingin, dan cemas. TD 150/90 mmHg, nadi 110x/menit, RR 28x/menit, SpO₂ 89%. EKG menunjukkan depresi segmen ST. Riwayat: perokok berat, jarang olahraga, sering begadang karena stres pekerjaan.

Pertanyaan:
Tindakan keperawatan awal yang paling tepat dilakukan adalah…

a)

Memberikan posisi semi-Fowler dan oksigen nasal kanul 3 L/menit

b)

Menganjurkan pasien melakukan napas dalam dan tenang

c)

Mengajarkan pasien latihan relaksasi otot progresif

d)

Menjelaskan hasil pemeriksaan EKG kepada keluarga

e)

Menganjurkan pasien segera berjalan untuk meningkatkan sirkulasi

9.

Kasus:
Tn. P, 72 tahun, dirawat di ruang interna dengan keluhan sesak napas berat, bengkak di tungkai, dan tidak bisa tidur datar. TD 130/85 mmHg, nadi 104x/menit, RR 30x/menit, SpO₂ 88%, terdapat ronki basah halus di paru, dan edema +2 pada kedua tungkai. Pasien tampak gelisah dan mengatakan “saya takut tidak bisa bernapas.”

Pertanyaan:
Diagnosa keperawatan prioritas yang harus ditegakkan perawat adalah…

a)

Ansietas berhubungan dengan sesak napas

b)

Kelebihan volume cairan berhubungan dengan retensi natrium dan air

c)

Intoleransi aktivitas berhubungan dengan kelelahan

d)

Gangguan pertukaran gas berhubungan dengan gangguan ventilasi

e)

Risiko cedera akibat kelemahan fisik

10.

Kasus:
Ny. R, 54 tahun, baru 5 hari pasca perawatan akibat acute myocardial infarction (AMI). Ia tampak cemas, sering menangis, dan mengatakan takut beraktivitas karena khawatir serangan akan berulang. TD 130/80 mmHg, nadi 78x/menit, RR 18x/menit, SpO₂ 97%. Ia tinggal bersama suami yang mendukung, namun anak-anaknya tinggal di luar kota.

Pertanyaan:
Tindakan keperawatan yang paling tepat untuk membantu pasien beradaptasi dengan kondisinya adalah…

a)

Menjelaskan bahwa aktivitas ringan tidak berbahaya bila dilakukan bertahap

b)

Mengingatkan pasien untuk istirahat total selama 1 bulan

c)

Menyarankan pasien untuk tidak membicarakan penyakitnya

d)

Memberikan penjelasan bahwa kecemasan adalah tanda ketidaksiapan mental

e)

Mengalihkan perhatian pasien dengan kegiatan rumah tangga berat

11.

Kasus:
Tn. F, 60 tahun, telah dirawat selama 3 hari karena hipertensi tidak terkontrol (TD awal 190/100 mmHg). Setelah diberikan terapi obat antihipertensi dan edukasi diet rendah garam, pasien rutin melakukan latihan napas dalam setiap pagi. Hasil pemantauan hari ketiga menunjukkan TD 135/85 mmHg, nadi 82x/menit, wajah tampak rileks, dan pasien mengatakan “saya lebih tenang dan bisa tidur nyenyak.”

Pertanyaan:
Indikator hasil (SLKI) yang menunjukkan efektivitas intervensi keperawatan adalah…

a)

Tekanan darah meningkat karena aktivitas

b)

Pasien tampak cemas tentang penyakitnya

c)

Tekanan darah stabil <140/90 mmHg dan pasien tampak tenang

d)

Nadi meningkat saat latihan ringan

e)

Pasien mengatakan masih sulit tidur

12.

Kasus:
Ny. E, 66 tahun, dirawat karena gangguan perfusi perifer akibat arterosklerosis. Awalnya terdapat luka di jari kaki kanan dengan kulit pucat dan dingin. Setelah 5 hari diberikan edukasi berhenti merokok, senam kaki ringan, dan perawatan luka aseptik, didapatkan hasil: kulit hangat, CRT <3 detik, dan luka mulai menutup dengan jaringan granulasi.

Pertanyaan:
Evaluasi keberhasilan intervensi keperawatan yang paling tepat adalah…

a)

Pasien masih mengeluh nyeri hebat dan kulit tetap pucat

b)

Luka menunjukkan penyembuhan dan perfusi perifer membaik

c)

Pasien masih merokok tetapi kaki tidak nyeri

d)

CRT tetap >5 detik, warna kulit keunguan

e)

Kaki terasa dingin saat malam hari

13.

Kasus:
Tn. Y, 58 tahun, dirawat akibat nyeri dada akibat angina tidak stabil. Setelah diberikan oksigen, posisi semi-Fowler, serta edukasi teknik relaksasi, pasien tampak lebih tenang. Hasil evaluasi menunjukkan: TD 130/85 mmHg, nadi 78x/menit, RR 18x/menit, pasien mengatakan nyerinya “hanya sedikit terasa,” dan EKG menunjukkan segmen ST sudah normal.

Pertanyaan:
Indikator keberhasilan utama dari intervensi keperawatan adalah…

a)

Pasien masih tampak cemas dan TD menurun

b)

Nyeri dada berkurang dan tanda vital stabil

c)

Nadi meningkat saat istirahat

d)

EKG menunjukkan depresi segmen ST

e)

RR meningkat saat berbicara

14.

Kasus:
Tn. L, 74 tahun, mengalami Congestive Heart Failure dengan edema tungkai dan sesak berat. Setelah 5 hari terapi (diuretik, pembatasan cairan, posisi semi-Fowler), berat badan turun 1,8 kg, edema berkurang menjadi +1, RR 22x/menit, dan pasien mengatakan bisa tidur lebih nyenyak tanpa sesak.

Pertanyaan:
Indikator SLKI yang sesuai dengan hasil tersebut adalah…

a)

Status cairan tubuh memburuk

b)

Pola tidur terganggu akibat ortopnea

c)

Kelebihan volume cairan menurun

d)

Perfusi jaringan menurun

e)

Kelelahan meningkat

15.

Kasus:
Ny. T, 53 tahun, pasca infark miokard 7 hari lalu, tampak lebih tenang dan mulai berpartisipasi dalam latihan mobilisasi ringan bersama fisioterapis. Ia mengatakan, “saya sudah lebih berani berjalan dan yakin bisa sembuh.” Suami tampak mendukung penuh selama proses rehabilitasi.

Pertanyaan:
Indikator hasil keperawatan (SLKI) yang menunjukkan keberhasilan asuhan adalah…

a)

Pasien menolak mengikuti latihan karena takut kambuh

b)

Pasien tampak cemas saat berdiskusi dengan suami

c)

Pasien menunjukkan keyakinan diri dan keterlibatan aktif dalam rehabilitasi

d)

Pasien hanya ingin beristirahat total di tempat tidur

e)

Pasien belum memahami pentingnya aktivitas bertahap

16.

Kasus:
Tn. R, 45 tahun, didiagnosis penyakit jantung koroner. Dokter menyarankan tindakan kateterisasi segera karena ada risiko serangan ulang. Namun pasien menolak prosedur tersebut karena takut mati di meja operasi dan ingin “mencoba pengobatan herbal dulu.” Istrinya meminta perawat untuk membujuk agar suaminya mau mengikuti saran dokter.

Pertanyaan:
Tindakan perawat yang paling tepat sesuai prinsip etika profesi adalah…

a)

Menyetujui keputusan keluarga untuk segera menjadwalkan tindakan medis

b)

Membujuk pasien agar setuju demi keselamatan jiwanya

c)

Menghormati keputusan pasien dan memberikan informasi yang jelas tentang konsekuensinya

d)

Melapor ke dokter agar pasien dipaksa menandatangani persetujuan

e)

Mengabaikan keengganan pasien karena sudah dijelaskan oleh dokter

17.

Kasus:
Ny. L, 70 tahun, mengalami gagal jantung dan sesak berat. Dokter menunda terapi diuretik karena tekanan darah pasien turun. Keluarga meminta perawat memberikan obat yang “biasanya diberikan” agar pasien cepat lega. Pasien tampak kesakitan dan keluarga memohon belas kasihan.

Pertanyaan:
Langkah etis terbaik yang harus dilakukan perawat adalah…

a)

Memberikan obat karena perawat tahu obat itu akan membantu pasien

b)

Meminta keluarga menandatangani surat pernyataan agar tindakan bisa dilanjutkan

c)

Menjelaskan bahwa pemberian obat tanpa instruksi dokter melanggar prinsip keselamatan pasien

d)

Mengabaikan permintaan keluarga agar tidak menimbulkan konflik

e)

Menerima permintaan keluarga dengan syarat pasien mengizinkan

18.

Kasus:
Di ruang rawat, terdapat dua pasien CHF dengan kondisi hampir sama. Salah satunya, Tn. M, adalah kerabat pejabat rumah sakit. Ia sering mendapat perhatian lebih, seperti prioritas pemeriksaan EKG dan kunjungan dokter lebih cepat. Sementara pasien lain harus menunggu lebih lama dan terlihat tidak puas.

Pertanyaan:
Tindakan etis perawat untuk menerapkan prinsip keadilan adalah…

a)

Mengikuti kebijakan karena pasien tersebut orang penting

b)

Menjelaskan pada pasien lain bahwa dokter sedang sibuk

c)

Meminta pasien lain bersabar dan menunggu giliran

d)

Menegakkan keadilan dengan memberikan pelayanan setara tanpa diskriminasi

e)

Mengutamakan pasien yang dapat memberikan donasi pada rumah sakit

19.

Kasus:
Seorang pasien lansia dengan diagnosis gagal jantung terminal bertanya kepada perawat, “Apakah saya masih bisa sembuh?” Dokter belum menyampaikan prognosisnya karena keluarga meminta agar pasien “tidak tahu dulu supaya tidak sedih.” Pasien tampak cemas menunggu jawaban.

Pertanyaan:
Sikap perawat yang paling etis dalam situasi ini adalah…

a)

Mengalihkan pembicaraan agar pasien tidak khawatir

b)

Menyampaikan bahwa pasien akan sembuh agar tetap semangat

c)

Menunggu instruksi dokter untuk menjawab pertanyaan pasien

d)

Mengatakan keluarga tidak mengizinkan informasi disampaikan

e)

Memberikan jawaban jujur dengan empati dan menilai kesiapan pasien untuk menerima informasi

20.

Kasus:
Perawat jaga menerima panggilan telepon dari seseorang yang mengaku sebagai teman dekat pasien Tn. S, yang sedang dirawat karena penyakit jantung koroner. Orang itu meminta informasi tentang kondisi medis pasien “hanya untuk memastikan kabar.” Perawat mengenal orang tersebut sebagai tetangga pasien.

Pertanyaan:
Tindakan yang paling sesuai dengan prinsip etika profesi adalah…

a)

Memberikan informasi singkat agar tidak menyinggung penelepon

b)

Mengatakan bahwa pasien dalam kondisi stabil tanpa rincian

c)

Menolak memberikan informasi dan menjelaskan bahwa hal itu bersifat rahasia

d)

Menyampaikan sebagian informasi agar penelepon tidak salah paham

e)

Menanyakan pendapat dokter sebelum memberikan jawaban

21.

Kasus:
Data nasional menunjukkan peningkatan signifikan kasus hipertensi pada usia produktif akibat pola makan tinggi natrium dan kurang aktivitas fisik. Di tempat kerja, perawat komunitas menemukan mayoritas karyawan memiliki tekanan darah >140/90 mmHg dan sering makan cepat saji.

Pertanyaan:
Tindakan keperawatan yang paling tepat dalam menanggapi tren tersebut adalah…

a)

Melakukan edukasi dan kampanye gaya hidup sehat melalui program “Senam Jantung Sehat” mingguan di kantor

b)

Memberikan terapi antihipertensi pada seluruh pegawai dengan tekanan darah tinggi

c)

Menyarankan karyawan melakukan pemeriksaan EKG rutin setiap minggu

d)

Menyusun laporan statistik hipertensi tanpa intervensi

e)

Menunda tindakan sampai muncul komplikasi jantung

22.

Kasus:
Tn. R, 48 tahun, bekerja sebagai manajer perusahaan dengan tekanan kerja tinggi. TD 160/100 mmHg, denyut nadi 92x/menit, sering pusing, dan sulit tidur. Ia tidak rutin olahraga dan masih mengonsumsi makanan cepat saji. Perawat menerapkan Evidence-Based Practice (EBP) terkait manajemen stres pada hipertensi.

Pertanyaan:
Intervensi keperawatan berbasis bukti yang paling tepat adalah…

a)

Memberikan antibiotik profilaksis untuk mencegah infeksi

b)

Menganjurkan pasien untuk istirahat total tanpa aktivitas

c)

Membatasi konsumsi cairan hingga 1 liter per hari

d)

Menyarankan pasien menambah asupan kafein untuk meningkatkan energi

e)

Mengajarkan teknik relaksasi napas dalam dan meditasi secara terstruktur

23.

Kasus:
Ny. D, 64 tahun, dengan gagal jantung kronis menjalani rawat jalan. Ia sering tidak mengikuti jadwal kontrol dan tidak mematuhi diet rendah garam. Perawat berkoordinasi dengan dokter, ahli gizi, dan keluarga untuk membuat rencana tindak lanjut berbasis manajemen kasus.

Pertanyaan:
Langkah perawat yang paling mencerminkan fungsi case manager adalah…

a)

Menyusun laporan penelitian tentang angka kekambuhan gagal jantung

b)

Menggantikan ahli gizi dalam menentukan pola makan pasien

c)

Mengatur komunikasi lintas profesi dan memastikan rencana diet serta obat dijalankan secara berkesinambungan

d)

Memberikan obat tambahan tanpa instruksi dokter

e)

Mengabaikan perilaku pasien karena faktor usia

24.

Kasus:
Tn. S, 59 tahun, pasca infark miokard fase rehabilitasi II. Ia takut beraktivitas fisik karena pernah merasa nyeri dada saat latihan. Tim rehabilitasi terdiri dari dokter, fisioterapis, psikolog, dan perawat.

Pertanyaan:
Peran perawat dalam kolaborasi interprofesional yang paling tepat adalah…

a)

Menyarankan pasien melakukan olahraga di rumah tanpa pendampingan

b)

Menolak masukan dari fisioterapis agar asuhan tidak tumpang tindih

c)

Menghentikan seluruh program rehabilitasi hingga pasien benar-benar pulih

d)

Mengkomunikasikan kecemasan pasien kepada psikolog dan menyesuaikan program latihan bersama tim

e)

Menentukan intensitas latihan sendiri karena mengenal pasien lebih dekat

25.

Kasus:
Ny. A, 66 tahun, menderita penyakit jantung koroner. Ia kesulitan membeli obat rutin karena kehilangan pekerjaan dan BPJS nonaktif. Keluarga hampir menyerah melanjutkan pengobatan.

Pertanyaan:
Tindakan keperawatan yang paling sesuai dengan prinsip advokasi dan keadilan sosial adalah…

a)

Melaporkan kondisi pasien ke media sosial agar mendapat perhatian publik

b)

Menyampaikan kepada keluarga untuk menghentikan obat karena keterbatasan biaya

c)

Menyarankan pasien beralih ke pengobatan tradisional agar lebih murah

d)

Memberikan sebagian obat dari stok pribadi perawat agar pasien segera minum obat

e)

Membantu pasien mengurus reaktivasi BPJS dan menghubungkannya dengan layanan bantuan obat dari dinas kesehatan

26.

Kasus:
Tn. H, 45 tahun, bekerja di perusahaan logistik dengan jam kerja panjang. Tekanan darah 165/95 mmHg, berat badan 90 kg, tinggi 170 cm. Ia sering makan cepat saji dan jarang berolahraga. Data RISKESDAS menunjukkan prevalensi hipertensi 34,1% pada orang dewasa di Indonesia.

Pertanyaan:
Langkah promotif-preventif yang paling sesuai dilakukan perawat Puskesmas dalam kasus ini adalah…

a)

Memberikan suplemen herbal penurun tekanan darah

b)

Menyarankan pasien membeli alat tensimeter digital pribadi

c)

Melakukan edukasi diet DASH dan aktivitas fisik 30 menit per hari

d)

Mengatur jadwal kerja pasien agar tidak stres

e)

Menyarankan pasien melakukan hemodialisis dini

27.

Kasus:
Ny. F, 58 tahun, datang dengan nyeri dada menjalar ke rahang dan lengan kiri, EKG menunjukkan ST-elevasi. Dokter menyiapkan tindakan PCI, sementara pasien tampak panik dan menangis. Fisioterapis dan ahli gizi telah diminta bergabung dalam tim.

Pertanyaan:
Peran perawat yang paling tepat dalam kolaborasi interprofesional ini adalah…

a)

Mengatur jadwal tindakan PCI sesuai permintaan keluarga

b)

Memberikan dukungan emosional dan edukasi tentang pentingnya PCI

c)

Mengambil alih peran fisioterapis untuk menghemat waktu

d)

Mengizinkan pasien menunda prosedur karena cemas

e)

Menyerahkan seluruh komunikasi kepada dokter jaga

28.

Kasus:
Tn. S, 66 tahun, gagal jantung kronis dengan edema tungkai +2, RR 28x/menit, SpO₂ 90%. Ia tidak memahami diet rendah garam dan sering melewatkan kontrol. Perawat berperan sebagai case manager di ruang rawat.

Pertanyaan:
Tindakan perawat yang menggambarkan peran manajemen kasus adalah…

a)

Memberikan obat diuretik tanpa evaluasi intake-output

b)

Mengatur koordinasi dengan ahli gizi untuk penyusunan menu diet pasien

c)

Menyerahkan seluruh penjelasan pada dokter jaga

d)

Menunda pemantauan berat badan karena pasien lelah

e)

Menganjurkan pasien menambah asupan cairan agar tidak dehidrasi

29.

Kasus:
Tn. D, 60 tahun, pasca infark miokard, direkomendasikan mengikuti rehabilitasi jantung fase II. Ia menolak karena merasa takut serangan jantung kambuh saat berolahraga.

Pertanyaan:
Tindakan perawat yang paling tepat untuk meningkatkan partisipasi pasien adalah…

a)

Mengabaikan ketakutan pasien agar jadwal latihan tidak terganggu

b)

Memaksa pasien segera ikut latihan sesuai jadwal

c)

Menghentikan semua program latihan sampai pasien yakin

d)

Mengalihkan program rehabilitasi ke terapi obat semata

e)

Menjelaskan manfaat latihan fisik bertahap dan memfasilitasi dukungan keluarga

30.

Kasus:
Ny. R, 42 tahun, dengan lupus sistemik mengalami perikarditis. Ia kehilangan pekerjaan dan tidak mampu membeli obat imunosupresan. Pasien berkata, “Saya berhenti saja berobat, percuma kalau tak punya uang.”

Pertanyaan:
Peran advokasi perawat yang sesuai prinsip keadilan adalah…

a)

Menyarankan pasien mencari alternatif pengobatan tradisional

b)

Menunda terapi sampai pasien memperoleh pekerjaan

c)

Menghubungkan pasien dengan program bantuan BPJS dan sosial kesehatan

d)

Mengumpulkan dana pribadi untuk membantu pasien

e)

Memberikan saran agar pasien menghentikan pengobatan sementara