Font size
Worksheets5. Respirasi
Total questions: 78
Worksheet time: 39mins
Seorang wanita, 50 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas yang semakin memberat sejak 3 hari terakhir. Pasien juga mengeluhkan nyeri dada tumpul di sisi kiri yang bertambah saat menarik napas dalam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan suara napas menurun di hemitoraks kiri bagian bawah, perkusi menunjukkan bunyi redup. Foto toraks sebagai berikut. Tatalaksana awal yang paling tepat untuk pasien ini adalah:
Torakosentesis diagnostik dan terapeutik
Observasi ketat tanpa intervensi
Pemberian bronkodilator nebulisasi
Pemberian antibiotik spektrum luas secara empiris
Intubasi endotrakeal dan ventilasi mekanik
Seorang laki-laki berusia 60 tahun diantar keluarganya ke IGD rumah sakit karena tidak sadarkan diri. Sebelumnya pasien mengalami sesak napas akibat asmanya kambuh. Pada pemeriksaan fisik, kesadaran pasien tampak sangat menurun, frekuensi denyut nadi 50x/menit, dan inspeksi thorax menunjukkan silent chest. Apakah diagnosis yang paling tepat?
Asma persisten berat
Status asmatikus
Asma serangan akut derajat berat
Asma persisten sedang
Asma serangan akut derajat sedang
Seorang perempuan berusia 30 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak napas, disertai demam dan batuk dengan dahak warna kuning. Keluhan ini sudah dialami 5 hari di rumah. Pemeriksaan fisik didapatkan tanda-tanda konsolidasi. Hasil pemeriksaan foto toraks didapatkan tanda-tanda konsolidasi dengan air bronchogram. Penderita dianjurkan untuk rawat inap, namun menolak dan minta rawat jalan. Komplikasi apakah yang dapat terjadi pada pasien ini?
Gagal jantung
Syok hipovolemik
Hospital acquired pneumonia
Pneumotoraks
Syok Sepsis
Seorang pria berusia 59 tahun mengeluhkan sesak napas sejak 1 hari, disertai batuk berdahak yang sulit dikeluarkan sejak 3 hari. Tidak ada demam. Riwayat perawatan di rumah sakit seminggu yang lalu karena kelemahan separuh tubuh akibat stroke. Pemeriksaan fisik menunjukkan trakea tertarik ke kanan, dada kanan tampak tertinggal saat bernapas, vokal fremitus di dada kanan menurun, perkusi redup di kanan dan sonor di kiri, serta auskultasi tanpa ronki dan wheezing. Foto toraks PA menunjukkan gambaran atelektasis total paru kanan. Hasil laboratorium WBC 7.510. Penyebab paling mungkin pada kasus ini adalah:
Infeksi oleh bakteri aerob
Inflamasi kronik bronkus
Bronkokonstriksi akibat inflamasi
Obstruksi bronkus akibat retensi dahak
Imunosupresi obat terhadap jalan napas
Anak laki-laki 3 tahun, nyeri hidung kanan 1 hari, hidung kanan berbau dan keluar ingus kekuningan. Rhinoskopi: sekret kental kuning kehijauan sisi kanan; sinus tender (-). Diagnosis paling mungkin:
Rinosinusitis kronis
Common cold
Rinitis alergi
Rinosinusitis akut
Benda asing
Laki-laki 32 tahun sesak 1 bulan makin berat; sesak bertambah saat tidur miring kanan. Riwayat TB 4 tahun lalu sudah OAT. PF: gerak dada kiri tertinggal, perkusi redup di kiri bawah, suara napas menurun di kiri bawah. Foto toraks: sudut kostofrenikus kiri tumpul. Temuan radiologis khas:
Honeycomb appearance
Meniscus sign
Batwing appearance
Coin lesion
Cavitas dengan air-fluid level
Fraksi oksigen yang dapat diberikan dengan menggunakan nasal kanul adalah:
40-60%
90-100%
30-40%
80-100%
60-80%
Seorang perempuan 51 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan batuk darah sejak 1 hari, batuk darah bercampur dengan dahak. Batuk lama berdahak banyak terutama pagi hari sejak 1 tahun terakhir, satu minggu terakhir dahak warna hijau disertai demam. Pasien riwayat berobat TB 3 tahun lalu dan dinyatakan sembuh. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah basah paru kanan. Pada pemeriksaan foto toraks terdapat gambaran Honey Comb Appearance. Bagaimana patogenesis kelainan tersebut?
Pelebaran bronkus yang permanen akibat infeksi kronik dan inflamasi
Bronkokonstriksi akibat hipersensitifitas jalan napas
Destruksi parenkim paru akibat inflamasi akut
Penyempitan bronkus akibat fibrosis, destroyed lung dan bronkokonstriksi
Destruksi parenkim paru akibat infeksi kronik dan noxius
Seorang bayi usia 1 hari dibawa ibunya ke IGD RS karena sesak napas. Pasien lahir preterm pada usia kehamilan 28 minggu, lahir secara pervaginam di bidan, ketuban jernih. Pada pemeriksaan fisik didapatkan frekuensi nadi 140x/menit, pernapasan 80x/menit, suhu 36,5°C, didapatkan sianosis, pernapasan cuping hidung, retraksi subkosta. Pemeriksaan jantung dalam batas normal.
Resistensi vaskular paru yang tinggi
Defisiensi surfaktan
Aspirasi mekonium
Suplementasi oksigen berlebihan pada bayi
Penumpukan cairan paru
Perubahan susunan urutan nukleotida dari virus RNA yang menyebabkan perubahan antigenisitas protein HA dan NA yang tiba-tiba disebut
Emerging antigen
Drift antigen
Epidemic antigen
Shift antigen
variant antigen
Seorang laki-laki umur 70 tahun diketahui menderita gagal ginjal kronik selama 1 bulan, datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas sejak 2 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan frekuensi nafas 36 x/menit dan pada auskultasi terdengar ronchi basah halus di seluruh lapangan paru. Hasil evaluasi ABG ditemukan: pH: 7.27 (7.35-7.45); PCO2: 26.6 (4.6-6.4); HCO3: 9 (22-26). Dari hasil evaluasi pemeriksaan ABG menunjukkan status penderita dalam keadaan apa?
Uncompensated metabolic acidosis
Uncompensated respiratory acidosis
Partially compensated metabolic acidosis
Compensated respiratory alkalosis
Partially compensated respiratory alkalosis
Anak laki-laki 9 tahun dua kali sesak dalam sebulan; di antara serangan tanpa batuk; riwayat alergi debu. PF: RR 40, nadi 90, T 36,5°C; wheezing seluruh lapang paru. Diagnosis:
Asma persisten ringan
Status asmatikus
Asma persisten sedang
Asma persisten berat
Asma intermiten
Tn. Wilson, usia 36 tahun datang ke IGD dengan keluhan sesak napas sejak 30 menit SMRS. Sesak napas ini merupakan serangan ke-2 dalam satu minggu terakhir. Pasien juga terbangun merasakan sesak 3 kali saat malam hari dalam 1 bulan. Saat diperiksa, pasien masih dapat menceritakan kondisinya dengan kalimat yang terputus-putus. Dari hasil pemeriksaan lain, didapatkan TD 130/80 mmHg, Nadi 110x/menit, RR 26x/menit, T 37,5°C, dan wheezing di seluruh lapangan paru. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
Asma Persisten Ringan Eksaserbasi Ringan-Sedang
Asma mengancam jiwa
Asma Persisten Sedang Eksaserbasi Berat
Asma Intermiten Ringan Eksaserbasi Ringan-Sedang
Asma Persisten Ringan Eksaserbasi Berat
Pasien perempuan usia 56 tahun dengan PPOK saat ini menjalani program rehabilitasi paru yang terdiri dari tehnik relaksasi, breathing exercise, cough control, dan endurance exercise. Tehnik relaksasi pada pasien ini dapat dilakukan pada posisi:
Semifowler
Head down
Prone/tengkurap
Manual strain on hip
Duduk di bawah sinar matahari
Laki-laki 62 tahun sesak sejak 1 jam; batuk berdahak bertambah dan berwarna kehijauan sejak 2 hari; riwayat serupa 6 bulan lalu; perokok 3 bungkus/hari sejak usia 30 tahun. Tanda vital: TD 130/90, nadi 90, RR 35, T 38°C. PF: sela iga melebar, barrel chest. Lab: leukositosis. Tatalaksana yang diberikan:
Bronkodilator, epinefrin, antibiotik
Bronkodilator, steroid, antibiotik
Oksigen, steroid, antibiotik
Oksigen, antibiotik, epinefrin, bronkodilator
Oksigen, bronkodilator, steroid, antibiotik
Pasien Laki-laki usia 37 tahun dengan Bronkiektasis direncanakan untuk drainase postural. Persiapan untuk tindakan drainase postural pada pasien ini terdiri dari:
Minum obat anti tusif 30 menit sebelum tindakan
Sebaiknya makan dulu
Nebulisasi 15-30 menit sebelum tindakan
Memakai jaket/sweater
Menggunakan ikat pinggang
Seorang pria berusia 50 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan nyeri dada kanan yang dialami sejak 4 hari yang lalu. Nyeri dada terutama terasa saat napas panjang. Sesak napas dan demam terjadi sejak 7 hari lalu, disertai dengan menggigil dan batuk lendir kuning kehijauan tanpa darah. Nafsu makan menurun. Pasien memiliki riwayat diabetes mellitus selama 10 tahun dan tidak berobat teratur. Pada pemeriksaan fisik toraks, ditemukan asimetri dada kanan yang tertinggi, penurunan fremitus vokalis, dan perkusi redup pada medio basal paru kanan. Tekanan darah 130/85 mmHg, pernapasan 28x/menit, nadi 98x/menit, suhu 37,9°C. Hasil laboratorium menunjukkan leukosit 16.000 mg/dl dan Hb 9,8 mg/dl. Foto toraks menunjukkan adanya perselubungan homogen setinggi kosta VII pada paru kanan. Aspirasi cairan pleura kanan menunjukkan cairan berwarna kuning keruh. Untuk mendukung proses radang supuratif (empiema), analisis cairan pleura akan menunjukkan:
pH cairan pleura > 7,3
Kadar protein > 3 gr/dl
Kadar glukosa > 40 mg/dl
Rasio protein cairan pleura: protein serum < 0,5
Jumlah sel PMN > 5000
Seorang bayi laki-laki usia 1 hari dibawa ke RS dengan keluhan sesak nafas yang dialami sejak lahir. Pasien tidak demam, biru, ataupun muntah. BAB meconium. BAK lancer. Riwayat kehamilan cukup bulan dengan riwayat persalinan secara sectio caesaria. Hasil foto thorax menunjukkan gambar berikut ini: Apakah diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini?
Hyaline membrane disease (HMD)
Meconium aspiration syndrome (MAS)
Bronchopulmonary dysplasia
Neonatal pneumonia
Transient Tachypneu of Newborn (TTN)
Pria 39 tahun sesak dan demam tinggi 2 hari, batuk dan odinofagia, bekerja di peternakan ayam; banyak ayam mati mendadak. PF: TD 90/60, nadi 100, T 38,5°C, RR 30. Foto toraks: infiltrat bilateral. Mikroorganisme penyebab paling mungkin:
Virus H5N1
Virus H1N1
Virus parainfluenza
Virus influenza tipe C
Virus influenza tipe B
Seorang laki-laki berusia 35 tahun dibawa ke UGD rumah sakit dengan keluhan sesak dan nyeri dada setelah mengalami kecelakaan lalu lintas 1 jam yang lalu. Pada pemeriksaan fisik ditemukan hipersonor dan vocal fremitus meningkat pada dada kiri. Pada foto x-ray thorax ditemukan gambaran hyperlucent avascular pada bagian lateral hemithorax kiri, fraktur costa V kiri, dan mediastinum tampak terdesak ke hemithorax kanan. Berdasarkan deskripsi foto x-ray thorax ini, apakah diagnosis pasien tersebut?
Emboli paru
Pneumothorax
Emphysema paru
Emphysema subcutan
Traumatic wet lung
Laki-laki usia 60 tahun datang dengan keluhan sesak selama satu Minggu terakhir sebelum masuk RS. Sesak yang dialami hilang timbul dan memberat saat melakukan aktivitas. Batuk telah dialami sejak 4 bulan terakhir. Dirasakan penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan. Tidak ada demam. Pasien merupakan perokok yang menghabiskan 12 batang perhari dan telah merokok sejak 40 tahun yang lalu. Saat pemeriksaan APE setelah diberi bronkodilator, nilainya bertambah 10%. Salah satu tanda yang akan ditemukan pada pemeriksaan fisik adalah...
Edema ekstremitas
Venektasis
Barrel chest
Anhidrosis ipsilateral
Pigeon chest
Jika sinar X menembus lapisan jaringan berikut maka manakah yang memberikan hasil paling hitam pada film?
Tulang
Cairan Pleura
Jaringan lunak misalnya jantung
Marker Logam
Udara dalam paru-paru
Anak perempuan 3 tahun batuk 2 minggu, suara melengking; batuk sering hingga sulit bernapas, kadang muntah; saat batuk menarik napas cepat. PF: mata merah, sianosis bibir, nadi 100, RR 30, T 37°C; tanpa stridor/ronki/wheezing. Imunisasi hanya DPT 1x. Fase paling infeksius adalah:
Fase kataralis
Fase konvalens
Fase rekonvalens
Fase paroksismal
Fase inkubasi
Seorang laki-laki berusia 22 tahun datang ke Poli Paru RS dengan keluhan sesak harian > 2 kali seminggu. Terbangun malam hari karena batuk dan sesak. Pasien sudah memakai obat inhaler LABA dan steroid secara rutin untuk mengontrol asma. Nilai asma control test 20. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
Asma terkontrol
Asma Intermitten
Asma terkontrol Sebagian
Asma persisten sedang
Asma tidak terkontrol
Seorang perempuanberusia 30 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk dialami sejak 2 minggu yang lalu. Batuk disertai demam. Fisis paru didapatkan ronki basah halus. Pada foto thorax didapatkan konsolidasi homogen dengan airbronchogram sign positif. Untuk mendukung diagnosis pasien diminta melakukan pemeriksaan laboratorium. Manakah pernyataan yang tidak sesuai tentang hasil laboratorium bacterial pneumonia?
Peningkatan LED 80% kasus
Peningkatan CRP 80% kasus
Leukopenia pada 10-30% kasus
Lekositosis pada 70-90% kasus
Kultur bakteri positif 100% kasus
Seorang bayi baru lahir dirujuk ke rumah sakit dari puskesmas daerah dengan keadaan henti napas. Bayi lahir dengan umur kehamilan 20 minggu dan berat lahir 2500g. Bayi tampak biru dan tidak mampu menangis. Pada kasus diatas, kemungkinan besar penyebab bayi tidak bernapas adalah:
Bayi banyak menghasilkan surfactan
Hilangnya tekanan negatif dari rongga pleura
Rusaknya sel alveoli tipe 1
Hilangnya elastisitas paru
Kolapsnya alveolus akibat ikatan hidrogen pada molekul air
Ny. Orleans, usia 30 tahun datang ke poli TB DOTS mengeluhkan matanya tampak kekuningan disertai mual muntah hebat sejak 4 hari lalu. Pasien mengonsumsi OAT sejak 20 hari lalu. Pada pemeriksaan didapatkan TD 110/70 mmHg, HR 102 kali/menit, RR 18 kali/menit, suhu 36,6 C. Pada PF tampak sklera ikterik dan hepatomegali. Pemeriksaan SGOT dan SGPT meningkat 3 kali dari batas atas. Tindakan yang tepat pada pasien ini adalah...
Hentikan OAT dan rujuk ke internis
Berikan Piridoksin 50 mg/hari
Ganti menjadi regimen 9 RZ
Ganti menjadi regimen 2 HES/10 HE
Hentikan RHZ, monitoring gejala klinis dan fungsi liver
Pria 39 tahun batuk, sesak, demam tinggi 1 minggu. PF: ronkhii +/+, wheezing -/-. Foto toraks: tram-track line. Diagnosis?
TB Paru
Bronkiektasis
Pneumonia
PPOK
Ca Paru
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk yang dialami sejak 4 minggu yang lalu. Pasien juga mengalami demam. Pasien dilakukan pemeriksaan foto toraks dengan hasil sebagai berikut. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?
Bronchiectasis
TB paru
Giant Bulla
Aspergilloma
Absess paru
Seorang laki-laki 45 tahun batuk dahak kehijauan 2 minggu, demam menggigil, sesak. PF: TD 120/70, nadi 82, RR 30, T 39°C; fremitus paru kiri tengah meningkat, perkusi redup, suara amforik (+). Foto toraks: kavitas berdinding tebal dengan air-fluid level. Tatalaksana yang tepat:
Levofloxacin
Metilprednisolon
Clindamycin
Rifampicin
Ethambutol
Seorang pasien yang datang ke Puskesmas dinyatakan positif covid-19 setelah melakukan pemeriksaan swab di Rumah sakit rujukan Covid. Puskesmas kemudian melakukan tracing kontak terhadap anggota keluarga pasien tersebut. Upaya racing ini merupakan langkah upaya:
Pencegahan 'early diagnosis'
Pencegahan primordial
Pencegahan 'spesifik protection'
Pencegahan 'disability limitation'
Pencegahan primer
Seorang laki-laki usia 34 tahun dibawa ke IGD dengan keluhan mual muntah hebat. Pasien juga mengeluhkan nyeri pada perut bagian kanan atas. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 140/90 mmHg, nadi 90x/menit, napas 22x/menit, suhu 37,6°C. Pemeriksaan fisik tampak sklera ikterik. Pasien merupakan penderita TB dan sedang mengonsumsi OAT sejak 1 minggu yang lalu. Apakah kemungkinan obat yang menimbulkan keluhan pada pasien?
Rifampisin, Pirazinamid, Isoniazid
Streptomisin, Etambutol, Isoniazid
Etambutol, Streptomisin, Rifampisin
Isoniazid, Etambutol, Rifampisin
Pirazinamid, Rifampisin, Streptomisin
Anak laki-laki 5 tahun batuk pilek 5 hari, hidung buntu, sulit membuang ingus. Rinoskopi anterior: benjolan di hidung kanan, permukaan licin, pucat, mudah digerakkan, tidak nyeri. Tampak polip keluar dari meatus medius tapi belum memenuhi rongga hidung.
Stadium 3
Stadium 1
Stadium 5
Stadium 4
Stadium 2
Seorang laki-laki usia 45 tahun datang ke klinik untuk melakukan rangkaian medical check-up tahunan. Salah satu pemeriksaannya adalah pemeriksaan foto thorax. Pada saat pengambilan gambar, pasien lupa menarik nafas dalam-dalam sesuai dengan instruksi radiografer. Apakah tanda yang dapat dilihat pada foto thorax untuk mengetahui apakah inspirasi pasien sudah cukup saat pemeriksaan?
Diafragma kanan setinggi ICS 9-10 depan
Diafragma kanan setinggi costa 8-9 depan
Vertebra thoracal terlihat sampai Th 3-4
Vertebra thoracal terlihat sampai Th 4-5
Diafragma kanan setinggi ICS 9-10 belakang
Seorang bayi perempuan berusia 0 hari dengan sesak saat lahir. Bayi lahir pervaginam dengan usia kehamilan kurang bulan 32 minggu dan berat badan lahir 2000 gram. Pada pemeriksaan fisik didapatkan bayi tampak sianosis, tangis merintih, retraksi dinding dada (+), pernapasan cuping hidung (+). Denyut jantung pasien +/- 160x menit dan frekuensi napas 50x/menit. Dilakukan pemeriksaan foto torak sebagai berikut: Apakah patomekanisme penyebab kasus di atas?
Infeksi intrapartum per vaginam
Perlambatan pengeluaran dan penyerapan lung fluid
Barotrauma overdistended alveoli akibat pressure positif ventilasi
Tidak mengembangnya alveoli akibat defisiensi surfaktan
Aspirasi cairan amnion yang mengandung meconium
Tes apa yang biasanya dilakukan pada pasien yang dicurigai menderita asma tetapi tidak menunjukkan gejala saat pemeriksaan?
Uji Bronkodilator
Tes BTA
Spirometri standar
Pemeriksaan X-ray dada
Uji Provokasi Bronkus
Suatu hari pak Masran ke rumah sakit laboratorium, untuk memeriksakan kesehatan badannya karna turunnya keseimbangan cairan tubuhnya, setelah diperiksa ternyata diketahui PH darah = 7,59, kadar pCO2= 30 mmHg, dan kadar HCO3 = 24 mEq/L. Bagaimanakah kadar AGD di dalam darah Bapak Masran?
Alkalosis metabolik
Alkalosis respiratorik
Asidosis metabolik
Alkalosis Metabolik dengan Kompensasi Respiratorik Parsial
Seorang pasien laki laki datang ke Puskesmas dengan keluhan batuk lebih dari 2 minggu dan biasa disertai dengan darah. Setelah dilakukan pemeriksaan, pasien ini di diagnosis sebagai penyakit TB. Dokter puskesmas akan memberikan obat sesuai kategorinya. Tindakan dokter ini termasuk:
Pencegahan sekunder
Early detection
Pencegahan primer
Pencegahan primordial
Early diagnosis
Seorang wanita usia 28 tahun bekerja di peternakan ayam; akhir-akhir ini banyak ayam mati mendadak. Teman-temannya banyak yang mengalami sesak. Tatalaksana profilaksis untuk mencegah penyakit pada pasien ini adalah:
Falacyclovir 2 × 1 g
Acyclovir 5 × 800 mg
Acyclovir 5 × 200 mg
Oseltamivir 2 × 75 mg
Oseltamivir 1 × 75 mg
Laki-laki 55 tahun kontrol OAT bulan kedua; BTA (+) uji resistensi: resisten terhadap isoniazid dan pirazinamid. Diagnosis:
TB monoresisten
TB resisten rifampisin
TB MDR
TB XDR
TB poliresisten
Anak laki-laki 9 tahun dua kali sesak dalam sebulan; di antara serangan tanpa batuk; riwayat alergi debu. PF: RR 40, nadi 90, T 36,5°C, wheezing seluruh lapang paru. Setelah stabil, terapi controller yang tepat:
Low dose ICS + LABA
Medium dose ICS + medium dose LABA
Medium dose ICS
High dose ICS
Low dose ICS
Seorang anak wanita berusia 25 datang ke puskesmas dengan keluhan trismus 3 c. Riwayat sakit menelan dan demam berulang. Pemeriksaan fisik ditemukan uvula terdorong kontralateral ke sisi kanan disertai pembengkakan pada palatum molle sisi kiri.
Hipertrofi adenoid
Abses peritonsil
Tonsilitis kronik
Tonsilitis kronik eksarserbasi akut
Hipertrofi tonsil
Seorang laki-laki berusia 48 tahun datang ke puskesmas untuk control penyakit TB nya. Pasien sudah mengonsumsi OAT tiga bulan terakhir dengan teratur. Pasien menyampaikan bahwa tiga bulan terakhir berat badannya tetap tidak meningkat. Berat badan biasa sebelum menderita TB 56kg, dengan tinggi badan 165 cm. berat sekarang adalah 48 kg. Apakah yang menyebabkan tidak meningkatnya berat badan pasien kasus diatas?
Efek samping penggunaan OAT
Adanya perubahan microbiome usus menyebabkan demam yang berkepanjangan
Terjadinya anabolisme akibat pemberian OAT
Terjadinya katabolisme akibat peningkatan kebutuhan energy
Adanya efek perubahan microbiome di usus menyebabkan peningkatan kebutuhan protein
Pria 69 tahun batuk-demam 3 hari, dahak warna "karat", sesak hilang timbul. Compos mentis, TD 120/90, nadi 90, RR 24, T 38,5°C, ronhki basah halus bilateral. Tatalaksana paling tepat:
Rawat non-ICU, Levofloxacin IV
Rawat non-ICU, Ampisilin/Sulbaktam IV
Rawat jalan, Azithromycin PO
Rawat ICU, Ceftriaxone IV
Rawat jalan, Amoksisilin PO
Anak laki-laki 6 tahun batuk terus-menerus 2 minggu, melengking dan lama; setelah batuk tampak kebiruan dan muntah. Imunisasi hanya saat lahir. PF: nadi 98x/menit, napas 32x/menit, suhu 37,9°C, perdarahan subkonjungtiva (+). Diagnosis yang tepat:
Pertusis
Pneumonia
TBC ekstra paru
Bronkopneumonia
Absess paru
Berikut ini merupakan bentuk cairan transudat, kecuali:
Sirosis hepatis
Hipoalbuminemia
CHF
Sindroma nefrotik
TBC paru
Seorang Wanita 44 tahun datang kerumah sakit dahak berwarna kuning dan berbau busuk sejak 2 minggu yang lalu. Demam tinggi dan batuk berdahak yang dialami 3 minggu terakhir. Pasien juga mengeluh lemah, tidak nafsu makan dan tidak ada berkeringat malam. Pasien 3 minggu yang lalu baru sering sakit gigi karena gigi berlubang. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD: 130/80 mmHg, HR 100 x/menit RR: 24 x / menit. T: 39,1 0C. Hasil laboratorium didapatkan Hb 12,6 gr/dl. Wbc : 18.400/mm3 Trombosit 335.000/mm3, GDS 312 mg/dl. Pasien dilakukan Foto dada PA: didapatkan kavitas berdinding tebal dengan air fluid level, Diagnosis paling mungkin pada kasus ini
Pneumonia
Tumor paru
Hidropneumotoraks
Aspergilloma
Absess paru
Seorang perempuan berusia 45 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan demam tinggi disertai batuk berdahak sejak 3 hari. Keluhan tersebut kadang disertai sesak napas. Pasien mengaku baru saja pulang dari ibadah umrah di Arab Saudi 1 minggu yang lalu. Dokter puskesmas kemudian merujuk pasien ke rumah sakit untuk pemeriksaan dan tatalaksana lebih lanjut. Berdasarkan data di atas, diagnosis yang paling mungkin adalah?
H5N1
Swine Flu
H1N1
MERS
SARS
Seorang wanita, 55 tahun, datang dengan keluhan sesak napas yang memberat selama satu bulan terakhir, disertai nyeri dada yang tumpul. Pasien memiliki riwayat tumor paru primer yang terdeteksi satu tahun lalu. Pemeriksaan fisik menunjukkan suara napas melemah dan perkusi redup di hemitoraks kiri bagian bawah. Foto toraks menunjukkan adanya efusi pleura masif di sisi kiri. Patomekanisme utama yang menyebabkan efusi pleura pada pasien dengan tumor paru ini adalah:
Peningkatan tekanan hidrostatik
Peningkatan permeabilitas kapiler
Penurunan tekanan onkotik
Penurunan tekanan intrapleural
Obstruksi drainase limfatik
Dokter A baru ditempatkan disebuah Desa sebagai dokter puskesmas. Ketika melakukan kunjungan, Dokter A melihat banyak penduduk di wilayah kerja puskesmasnya mengalami penyakit batuk kronis yang kadang disertai darah dan keringat malam. Apakah yang menjadi program prioritas untuk dilaksanakan di desa tersebut?
Program Tuberculosis
Program DOTS
Program Keluarga Berencana
Program pencegahan penyakit
Program Imunisasi BCG
Seorang anak laki-laki usia 5 tahun dibawa keluarganya ke Puskesmas dengan keluhan batuk yang tidak berhenti sejak 3 hari ini. Batuk terus-menerus hingga kadang pasien tampak membiru atau muntah di akhir batuk. Riwayat kontak dengan keluhan serupa (-). Riwayat imunisasi tidak diketahui. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 110x/menit, suhu 37,5°C, laju pernapasan 38x/menit, ditemukan perdarahan subkonjungtiva ODS, faring hiperemis. Apakah media yang tepat untuk kultur mikroorganisme penyebab keluhan pada pasien ini?
Bordet Gengou Agar
Nutrient Agar
Thiosulfate Citrate Bile Salt Agar
McConkey Agar
Chocolate agar
Seorang perempuan berusia 44 tahun datang ke puskesmas dengan batuk yang dialami sejak 3 hari yang lalu. Batuk disertai dahak berwarna kuning. Pasien juga mengalami demam. Pada pemeriksaan fisik TD 120/80 mmHg Nadi 100x/menit Frekuensi Napas 24 x/menit Suhu 38.7 C. Pemeriksaan fisis paru menunjukkan ronki basah halus pada lapangan atas paru kanan. Pasien dilakukan pemeriksaan Foto toraks dengan hasil sebagai berikut. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien tersebut?
TB milier
Pneumothorax
Pneumokiosis
TB paru
Pneumonia
Seorang pasien dengan gejala batuk lebih dari 3 minggu, demam, keringat pada malam hari. Pada Foto toraks diperoleh gambaran cavitas di upper right lobe yang disertai dengan perselubungan, dan pada hasil pemeriksaan lab diperoleh hasil BTA positif. Berikut ini yang BUKAN merupakan cara transmisi dari bakteri penyebabnya adalah...
Limfogen
Skin contact
Hematogen
Perkontinuitatum
Droplet
Seorang laki-laki berusia 58 tahun datang ke Poliklinik puskesmas dengan membawa hasil spirometri yang telah dilakukan di RS. Keluhan pasien sehingga dilakukan spirometri adalah sesak napas terutama jika berjalan sekitar 100 meter. Hasil spirometri pasien tersebut yaitu: KVP 5000 mlKVP prediksi 5000 mlKV 4800 ml KV prediksi 5000 mlVEP 1 2500 mlVEP 1 prediksi 5000 mlVEP 1 post BD 2700 ml. Apakah diagnosis pasien diatas?
PPOK
Bronkiektasis
Tumor paru
Pneumonia
Asma bronchial
Kapan waktu terbaik untuk mengumpulkan sputum pada pasien untuk memastikan hasil pemeriksaan yang optimal?
Kapan saja sepanjang hari
Malam hari sebelum tidur
Sore hari setelah berolahraga
Setelah makan siang
Pagi hari sebelum makan
Pasien laki-laki, usia 45 tahun dirawat dengan asma bronkial eksaserbasi akut. Di hari ke-3 perawatan, pasien dikonsulkan untuk mendapatkan terapi fisik dada. Tujuan terapi fisik dada diantaranya:
Mempercepat kesembuhan
Meningkatkan produksi sekret yang lebih encer
Merangsang batuk saat ekspirasi
Mengurangi energi yang diperlukan selama respirasi
Meningkatkan kadar oksigen di dalam darah
Seorang laki-laki berusia 52 tahun dengan keluhan batuk lama yang dialami sejak 3 tahun yang lalu, kadang kadang disertai dengan sesak nafas terutama setelah aktivitas bekerja. Pasien riwayat berobat Poli Rehabilitasi Medik 1 tahun yang lalu, namun karena terkendala jauh kembali berobat di Puskesmas. Program rehabilitasi yang diberikan melingkupi latihan pernapasan, latihan aerobic, dan modalitas terapi. Apakah mekanisme yang terjadi dalam ekspirasi normal pada kondisi istirahat?
Peningkatan vaskularisasi alveolar
Diafragma bergerak naik ke atas
Ekspirasi normal membutuhkan upaya otot ekstrinsik
Tekanan alveolar kurang dari tekanan atmosfer
Tekanan intrapleural menurun secara bertahap
Seorang anak berusia 8 tahun datang ke klinik dengan riwayat asma yang tidak terkontrol dengan baik. Anak tersebut sering mengalami sesak napas dan batuk, terutama saat cuaca dingin atau setelah berolahraga. Dokter menyarankan orang tua anak tersebut untuk meningkatkan konsumsi ikan, karena ikan mengandung zat yang dapat membantu mengurangi peradangan pada saluran napas. Dokter juga menjelaskan bahwa zat tersebut berperan dalam mengurangi gejala asma dengan cara menurunkan peradangan dan meningkatkan fungsi pernapasan. Berdasarkan informasi di atas, apa zat yang terkandung dalam ikan yang dapat membantu mengurangi gejala asma pada anak tersebut?
Serat dan omega-3
Lemak jenuh dan omega-3
Vitamin C dan kalsium
Protein dan omega-6
Protein dan omega-3
Anak usia 3 tahun diantar oleh ibunya dengan keluhan suara serak disertai nyeri menelan. Demam sejak 4 hari yang lalu. Anak tampak tenang, disfoní, tonsil l2/2 dengan lapisan putih menutupi sebagian tonsil dan mudah berdarah. diagnosis yang paling tepat pada kasus ini adalah :
Tonsilofaringitis
Tonsillitis difteri
Tonsilitis kronik eksaserbasi akut
Tonsilitis kronik
Tumor tonsil
Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke puskesmas untuk konsultasi dengan dokter. Pasien adalah penderita asma akut, pasien termasuk orang yang terdidik dan sering membaca dan mencari informasi tentang penyakitnya. Pasien mengungkapkan ia membaca bahwa pada penderita asma akut terjadi peningkatan stress oksidatif. Ia membaca pada kondisi tersebut, mengkonsumsi antioksidan bisa menolong. Manakah pernyataan dibawah ini yang paling tepat sesuai kedokteran berbasis bukti mengenai kondisi pasien kasus diatas?
Intake kalori yang cukup akan mengurangi stress oksidatif
Pemberian antioksidan dan omega 3 mempunyai manfaat sangat minimal pada kondisi ini
Intake air yang cukup akan mengurangi stress oksidatif
Omega 3 PUFA lebih baik diberikan karena hasilnya sangat bagus
Vitamin C paling baik diberikan sebagai antioksidan karena hasilnya sangat superior dibanding antioksidan yang lain
Laki-laki 65 tahun epistaksis masif bilateral (~350 cc), post-nasal drip (+), hipertensi tidak terkontrol. Pembuluh darah yang paling mungkin terlibat:
Arteri faringeal ascendens
Arteri sfenopalatina
Arteri etmoidalis anterior
Arteri palatina mayor
Pleksus Kiesselbach
Seorang laki-laki usia 20 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan nyeri dada kanan terutama bila menarik napas. Setelah melakukan pemeriksaan fisik, Dokter mencurigai kelainan pada pleura. Pemeriksaan fisik apa yang dilakukan untuk membedakan efusi pleura atau pneumotoraks pada pasien ini?
Fremitus raba
Auskultasi
Perkusi
Inspeksi
Palpasi
Teknik manual untuk mobilisasi sekret yang digunakan saat drainase postural:
Simulasi
Perturbasi
Stroking
Perkusi
Rocking
Seorang perempuan berusia 20 tahun datang ke IGD RS dengan keluhan sesak napas sejak 5 hari disertai batuk berdahak berwarna kekuningan. Tanda vital pasien tekanan darah 110/60 mmHg, frekuensi napas 30x/menit, temperatur 37°C, denyut nadi 110x/menit, saturasi oksigen 92% tanpa oksigen. Pemeriksaan fisik ditemukan mengi saat ekspirasi. Apakah pemeriksaan yang diperlukan untuk diagnosis kasus ini?
Arus Puncak Ekspirasi
Foto Thorax
Hematologi rutin
Oxymetri
Analisis Gas Darah
Pria 24 tahun sesak 30 menit, hanya bisa bicara potong-potong; sebulan terakhir 5 kali kambuh. Riwayat sesak sejak kecil, keluarga serupa. PF: wheezing +/+, rhonki -/-. Pemeriksaan penunjang untuk menegakkan diagnosis?
Foto toraks
Spirometri
Kultur darah
Analisa gas darah
Oksimeter
Seorang laki laki umur 27 tahun datang kefaskes 1 dengan keluhan sesak disertai batuk berdahak. Keluhan ini dirasakan sejak 2 hari sebelum nya, riwayat sesak pernah dialami 1 bulan lalu dan tanpa pengobatan sehingga penderita dapat bekerja kembali. Pada kasus ini terjadi Inflamasi jalan napas yang menyebabkan kondisi dibawah ini
Hiperplasia
Bronkokonstriksi
Edema mukosa
Hipereaktiviti bronkus
Pelepasan mediator inflamasi
Seorang laki-laki usia 60 tahun dengan keluhan utama sesak napas sejak 1 minggu sebelum masuk RS. Sesak dialami hilang timbul, kadang diperberat dengan aktivitas. Batuk sudah dirasakan sejak 4 bulan terakhir. Berat badan dan nafsu makan menurun. Demam tidak ada. Pasien merupakan perokok dengan jumlah rokok setiap hari sebanyak 12 batang dan sudah merokok selama 40 tahun. pemeriksaan arus puncak ekspirasi (APE), setelah diberikan bronkodilator, terjadi peningkatan 10% dari nilai sebelumnya. Bagaimanakah mekanisme terjadinya keluhan utama pada kasus diatas?
Inhalasi droplet menyebabkan infeksi saluran napas, limfadenitis, kompleks primer, penyebaran secara limfogen, hematogen atau perkontinuitan.
Iritasi partikel asing, dysplasia epitel bronkus, hipersekresi onkogen, penurunan fungsi tumor supresor gen
Iritasi saluran napas oleh partikel asing, inflamasi paru, stress oksidatif, ketidakseimbangan proteinase, kerusakan alveoli, fibrosis saluran napas
Allergen mengaktifkan sel T, pengeluaran histamine, aktivasi sel mast, edema mukosa, hipersekresi mucus
Inhalasi zat toxic, inflamasi saluran napas, hipersekresi mucus, edema mukosa aktivasi eosinophil
Seorang anak laki-laki berusia 14 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk yang dialami sejak 4 minggu lalu. Pasien juga mengalami demam. Pemeriksaan foto toraks menunjukkan kavitas berdinding tebal dengan gambaran air-fluid level. Diagnosis yang paling tepat untuk kasus ini adalah:
Absess paru
Bronchiectasis
Giant Bulla
Aspergilloma
Bronchopneumonia
SARS-CoV-2 menginfeksi sel manusia melalui ikatan dengan reseptor spesifik pada permukaan sel inang. Reseptor ini dikenal sebagai:
ACE2
CD4
CXCR4
PNP-2
CCR5
Obat mana yang dapat menyebabkan urin berwarna kemerahan pada pasien yang menjalani pengobatan tuberkulosis?
Streptomisin
Pirazinamid
Isoniazid
Ethambutol
Rifampisin
Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke IGD RSUP dibawa oleh keluarganya setelah mengalami kecelakaan 2 jam SMRS. Pasien mengeluhkan nyeri dada dan sesak napas yang semakin memberat. Pada pemeriksaan fisik, ditemukan jejas pada hemithorax dextra, peningkatan JVP, perkusi hipersonor pada hemithorax dextra, dan trakea deviasi ke kontralateral. Apa yang dokter harus lakukan sebagai tatalaksana awal?
Oksigenasi NRM
Needle thoracostomy
WSD
Posisikan pasien pronasi
Challenge cairan
Perempuan 33 tahun batuk 1 bulan, keringat malam, BB turun; pernah keluhan serupa sebelumnya namun hanya minum OAT 2 minggu lalu berhenti karena membaik. Termasuk kasus TB apa?
Kasus putus obat
Kasus kambuh
Kasus baru
Kasus gagal
Kasus MDR
Tn. Shen Long, usia 50 tahun datang ke RS untuk kontrol luka post-op setelah 1 minggu pulang dari RS. Pasien sempat dirawat selama 2 minggu di RS tersebut akibat patah tulang. Saat ini pasien mengeluhkan demam dan sesak napas sejak 2 hari lalu. Pada pemeriksaan didapatkan TD 140/90 mmHg, HR 104 kali/menit, RR 28 kali/menit, suhu 38,7 C. Pada PF didapatkan ronki paru bilateral. Status lokalis luka tampak terawat dengan baik, darah (-), pus (-), nyeri minimal. Diagnosis yang paling sesuai pada pasien ini adalah...
Ventilator associated pneumonia
Hospital acquired pneumonia
Healthcare associated pneumonia
Post-operative pneumonitis
Community acquired pneumonia
Seorang Laki-laki, 62 tahun, 1 hari mengeluh napas terasa sesak sejak 7 hari. Sejak 5 hari mengeluh batuk berdahak dan dahak sulit dikeluarkan. Demam tidak ada. Riwayat di rawat di RS 1 minggu yang lalu karena kelemahan separuh badan akibat stroke. Pemeriksaan Fisik, trakea tertarik ke kanan, pemeriksaan paru, asimetris, dada kanan tertinggal saat bernapas, vokal fremitus di dada kanan menurun, Perkusi paru redup di kanan dan sonor di kiri, auskultasi tidak didapatkan ronki dan wheezing. Hasil pemeriksaan laboratorium didapatkan WBC 7.510. Pada Foto toraks didapatkan perselubungan homogen dengan retraksi trachea dan mediastinum ke ipsilateral. Diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini adalah:
Abses paru
Empyema
Efusi pleura
Pneumonia
Atelektasis
Seorang pasien laki-laki berusia 30 tahun datang dengan keluhan sesak napas yang sudah dialami sejak 2 hari yang lalu. Sesak napas ini disertai demam tinggi dan batuk berdahak yang sudah berlangsung selama 3 minggu terakhir. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 90 kali/menit, frekuensi napas 30 kali/menit, dan suhu tubuh 40°C. Pada pemeriksaan fisik ditemukan perkusi redup pada lapang paru kanan dan rhonki basah. Pada foto toraks didapatkan gambaran perkabutan di basal paru kanan. Hasil WBC 20.000 sel/mm³.
Pneumothorax
Pneumonia
Tuberculosis
Pleural Effusion
Acute Bronchitis
Seorang anak perempuan berusia 10 tahun datang ke Puskesmas diantar orang tuanya dengan keluhan bersin-bersin dan pilek sejak 5 hari yang lalu. Keluhan disertai hidung yang tersumbat. Keluhan tersebut hilang timbul dan sudah terjadi sejak 4 bulan yang lalu. Orang tuanya juga mengatakan bahwa anaknya sampai sering sulit tidur dan akhirnya menjadi mengantuk di sekolah. Tidak diketahui riwayat alergi pada pasien, namun ayah pasien menderita asma dan ibu pasien memiliki riwayat alergi seafood. Pemeriksaan fisik: garis melintang pada hidung, warna hitam dibawah mata, rhinoskopi anterior konka inferior pucat, edema, dan sekret serosa.
Rhinitis intermitten ringan
Rhinitis alergi persisten sedang berat
Rhinitis alergi intermitten sedang berat
Rhinitis alergi persisten ringan
Rhinitis vasomotor
Pada penderita asma akut ditemukan banyak sel
Limfosit
Basofil
Neutrofil
NK sel
Eosinofil
Wanita 28 tahun membawa anak usia 1 tahun, anak sehat & aktif tanpa gejala. Ibu TB BTA(+) on OAT. Tindakan selanjutnya:
Uji tuberkulin pada anak
Tidak perlu pengobatan
OAT 2RHZE/4RH
INH 10 mg/kgBB selama 6 bulan
OAT 2RHZ/4RH
