Font size
Worksheets6. Respirasi
Total questions: 90
Worksheet time: 45mins
Seorang perempuan usia 55 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan rasa mengganjal di tenggorokan, disertai rasa tidak nyaman saat makan. Kondisi ini telah dialami sejak 1 tahun terakhir. Pada pemeriksaan faringoskopi ditemukan granulasi dan pelebaran lateral band pada faring. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Faringitis tuberkulosa
Faringitis difteri
Faringitis akut
Faringitis kronis
Faringitis leutika
Laki-laki 77 tahun sesak memberat 1 minggu; sesak hilang timbul; batuk berdahak putih 2 tahun; perokok lama. PF: TD 140/100, nadi 90, RR 26, T 36,6°C; pelebaran sela iga, wheezing +/-, ronki +/-. Diagnosis:
PPOK
Bronkiektasis
Ca paru primer
Ca paru metastasis
Pneumonia
Seorang laki-laki usia 26 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan hidung gatal dan tersumbat sejak 2 bulan terakhir. Keluhan disertai ingus encer dan bersifat kambuh-kambuhan 2 hari per minggu, khususnya pada pagi hari. Keluhan ini menyebabkan konsentrasi saat bekerja terganggu. Pemeriksaan fisik didapatkan cavum nasi sempit, konka pucat, permukaan licin, cairan serous. Apakah diagnosis pasien ini?
Rhinitis alergi intermiten sedang-berat
Rhinitis alergi persisten ringan
Rhinitis alergi intermiten ringan
Rhinitis alergi persisten sedang-berat
Rhinitis alergi kronis
Pasien laki-laki usia 62 thn datang ke poliklinik Paru RSWS, setelah dilakukan pemeriksaan COPD Assessement Test didapatkan skor ACT = 23 dengan Riwayat 2 kali masuk rumah sakit dalam setahun karena sesaknya. Terapi yang dapat diberikan untuk pasien ini adalah:
LABA + Antihistamin
LABA, LAMA, Steroid sistemik
SABA + Steroid inhalasi
Kortikosteroid sistemik + LABA
LAMA dan LABA
Seorang laki-laki 55 tahun dengan keluhan sering batuk dengan sputum warna merah. Batuk disertai demam, keringat dingin, dan penurunan berat badan. Pasien memiliki riwayat TB paru dan sudah sembuh 10 tahun yang lalu. Dokter memutuskan untuk melakukan pemeriksaan penunjang pada pasien tersebut. Pemeriksaan apakah yang paling tepat?
KOH
Kultur sputum
Tes cepat molekular
Ziehl-Neelsen
Gram sputum
Seorang laki-laki usia 37 tahun dibawa ke Rumah Sakit setelah mengalami trauma dada. Dari hasil pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD) pasien tersebut dengan WSD terpasang, menunjukkan pH: 7,11 , pCO2 : 55, HCO3 : 24, dan pO2 : 64. Bagaimanakah interpretasi hasil Analisa Gas Darah pasien di atas?
Alkalosis respiratorik
Analisa gas darah dalam batas normal
Asidosis respiratorik
Asidosis metabolik
Alkalosis metabolik
Seorang laki-laki umur 50 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan sesak nafas yang disertai batuk yang sudah berlangsung lama. Dilakukan pemeriksaan foto thoraks, tampak adanya cairan dalam cavum pleura sinistra, dan dokter mendiagnosa dengan efusi pleura sinistra. Apakah jenis gangguan keseimbangan asam basa yang dialami penderita pada kasus diatas:
Asidosis respiratorik
Asidosis metabolik
Mixed asidosis metabolik dan asidosis respiratorik
Alkalosis respiratorik
Alkalosis metabolik
Perempuan 32 tahun hidung tersumbat 3 bulan, sesak malam hari mengganggu tidur. Pakai semprot hidung 4 bulan; seminggu terakhir tidak membaik. Tanda vital normal. Rhinoskopi: konka edema, hiperemis, sekret kental, kavum sempit. Terapi paling tepat:
Dekongestan intranasal
Dekongestan oral
Antibiotik oral
Kortikosteroid intranasal
Vasokonstriktor oral
Seorang anak perempuan umur 9 tahun diantar oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan sesak napas sejak 5 hari yang lalu disertai batuk, suara napas berbunyi keras, keluhan di dahului panas yang tidak terlalu tinggi, badan lemas, nyeri tenggorok. Pada pemeriksaan fisik, KU gelisah, sianosis dengan stridor, retraksi supra sterna, interkostal dan epigastrum, terdapat benjolan limfadenitis servikalis serta selaput putih keabuan yang menutupi tonsil, faring, melekat erat, lengket, bila dicabut mudah berdarah. Penanganan yang tepat pada kasus diatas adalah?
Pemberian serum anti difteri
Pemberian antibiotik
Pemberian kortikosteroid
Tonsilektomi
Adenotonsilektomi
Perempuan 35 tahun datang dengan keluhan sesak yang mendadak sejak 2 hari lalu, semakin memberat, dan berlangsung terus-menerus. Pasien sebelumnya mengalami demam tinggi mencapai 38,5°C selama 3 hari disertai batuk. Pada pemeriksaan fisik ditemukan retraksi dinding dada saat inspeksi, frekuensi napas 28 kali/menit, bunyi napas vesikuler, dan ronki basah halus. Kelainan yang paling mungkin terjadi pada pasien ini adalah:
Kelainan jalan napas
Penurunan tekanan parsial oksigen di alveolus
Kelainan otot pernapasan
Kelainan difusi
Kelainan ventilasi
An. Shalina, usia 5 tahun, dibawa oleh ibunya ke Puskesmas dengan keluhan batuk kurang lebih sudah sebulan dan demam selama 2 minggu ini. Keluhan berat badan tidak naik sejak 5 bulan terakhir. Nafsu makan anak memang tampak kurang. Ayahnya pernah berobat TB paru BTA (+) dan sedang dalam pengobatan. Pada pemeriksaan fisik didapatkan status gizi BB/U 70% berdasarkan kurva dan tidak terdapat pembesaran kelenjar getah bening maupun sendi. Pada pemeriksaan Rontgen toraks hasil tidak menunjukkan tanda khas. Pemeriksaan uji tuberkulin 3 mm. Skor TB pada anak tersebut adalah...
4
3
6
7
5
Pasien laki-laki 40 tahun datang ke praktek dokter umum dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk disertai dahak berwarna putih. Nyeri dada ada, dirasakan sejak 1 bulan terakhir dan semakin memberat dalam seminggu. Demam ada, keringat malam ada. Nafsu makan kurang dan berat badan menurun hingga 3 kilogram selama 1 bulan. Pasien mendapat obat batuk dari Puskesmas berulang kali namun batuk masih sering muncul. Riwayat dirawat di RS Labuang Baji selama 10 hari dengan keluhan yang sama. Kapan saja pemeriksaan sampel dahak pada pasien yang telah menjalani pengobatan tersebut?
Akhir bulan ke 2, 5, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 3,4,5, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 2,3,4, dan 5 pengobatan
Akhir bulan ke 2,3,4,5, dan 6 pengobatan
Akhir bulan ke 2,3 dan 6 pengobatan
Laki-laki 21 tahun hidung tersumbat; riwayat alergi, sering bersin pagi hari; terapi tidak teratur; semprot hidung kini tidak membantu. Rhinoskopi: konka hipertrofi, kavum nasi sempit, pucat; setelah pseudoefedrin konka tidak mengecil. Diagnosis paling tepat:
Polip nasi
Rhinitis ozanea
Rhinitis medikamentosa
Sinusitis
Rhinitis alergi
Seorang laki-laki 20 tahun datang ke klinik dokter umum dengan keluhan demam lebih dari 2 minggu disertai batuk lama tapi tanpa mengeluarkan dahak sama sekali. Setelah dilakukan foto thoraks, dokter memutuskan untuk pungsi percobaan, ternyata didapatkan cairan kuning jernih dan hasil analisanya menunjukkan transudat. Apakah kondisi yang dapat menyebabkan temuan pada pasien ini?
Asbestosis
Kanker paru
Pneumonia
Tuberkulosa
Hypoalbuminemia
Manakah di antara fungi berikut ini yang melalui siklus hidup trophozoite dan cyst?
Histoplasma capsulatum
Coccidioides posadasii
Aspergillus niger
Pneumocystis jiroveci
Cryptococcus gatii
Laki-laki 32 tahun batuk >1 bulan, keringat malam, BB turun; suhu subfebris; ronki apeks. Foto toraks sugestif TB; TCM M. TB reaktif. Penderita HIV, rutin ARV 2 tahun. Tatalaksana tepat:
Hentikan ARV, OAT 2 minggu lalu ARV + OAT
Hentikan ARV, obati TB sampai tuntas lalu mulai ARV
Lanjutkan ARV, langsung beri OAT
Hentikan ARV, obati TB 8 minggu lalu ARV + OAT
Hentikan ARV, OAT 4 minggu lalu ARV + OAT
Seorang laki-laki, berusia 18 tahun datang ke Poli Paru RS dengan keluhan sesak hilang timbul, disertai batuk berdahak. Sebulan terakhir, pasien terbangun di malam hari karena batuk 2 kali dalam sebulan, yang kadang disertai sesak. Hasil spirometri FEV1 ≥ 80% nilai prediksi dengan variabilitas > 20-30%. Pasien tidak merokok. Apakah diagnosis paling tepat pada kasus ini?
Asma persisten sedang
Status asmatikus
Asma intermitten
Asma persisten ringan
Asma persisten berat
Seorang laki-laki, berusia 20 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan sesak disertai mengi sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk dengan produksi dahak yang banyak. Pasien berbicara terbata-bata, dan duduk membungkuk. Pemeriksaan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 130x/menit, frekuensi napas 25x/menit, suhu 37,0 celcius. SO2 90% Riwayat penggunaan LABA dan ICS setiap hari. Pemeriksaan fisis didapatkan mengi di kedua paru. Berdasarkan keluhan dan gejala, pasien tersebut, maka terapi awal yang diberikan?
injeksi antibiotik + diazepam
inhalasi LABA terus menerus selama 1 jam
injeksi SABA kerja cepat
inhalasi SABA terus menerus selama 1 jam
inhalasi kortikosteroid terus meneru selama 1 jam
Seorang laki-laki berusia 35 tahun datang dengan keluhan batuk, pilek, demam, dan sesak napas sejak 4 hari yang lalu. Pasien memiliki riwayat bepergian ke peternakan ayam, dan seminggu kemudian ayam mati mendadak. Etiologi dari penyakit tersebut adalah:
H5N5
H4N1
H5N1
H1N1
H1N5
Laki-laki 28 tahun nyeri menelan 1 minggu, suara serak, lemas. PF: bercak keputihan pada lidah, palatum mole, tonsil, dinding posterior faring; ada ulkus kecil; KGB mandibula membesar. TPHA (+). Diagnosis:
Faringitis luetika
Faringitis gonorea
Faringitis akut
Faringitis bakteri
Faringitis tuberculosis
Seorang wanita datang dengan ke IGD dengan keluhan demam, menggigil, disertai sakit kepala dan batuk sejak 3 hari lalu. Dari hasil anamnesis dan pemeriksaan fisis, diagnosa oleh dokter IGD kecurigaan mengarah ke infeksi legionella pneumophila. Spesimen yang bukan salah satu dari jenis spesimen yang direkomendasikan dikirim ke laboratorium untuk mendeteksi langsung bakteri ini adalah...
Aspirat trakeal
Bronchoalveolar Lavage
Swab nasofaring
Aspirat bronkial
Sputum
Seorang perempuan berusia 20 tahun mengeluhkan sesak napas yang terjadi sejak 1 hari yang lalu. Sejak 1 minggu terakhir, tetangga pasien merenovasi rumahnya. Pasien juga mengalami mengi (+). Pasien mengungkapkan bahwa ia pernah mengalami keluhan serupa saat kecil. Bagaimana mekanisme terjadinya hal tersebut?
Adanya udara di rongga pleura
Adanya cairan di rongga pleura
Adanya infeksi pada bronkus sehingga terjadi penebalan dinding bronkus
Inflamasi pada parenkim paru
Bronkospasme
Seorang pria berusia 31 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak yang dialami sejak 3 minggu yang lalu, disertai dengan penurunan berat badan. Hasil pemeriksaan dahak dengan pewarnaan tahan asam menunjukkan adanya Basil Tahan Asam. Tes cepat molekuler terdeteksi gen Mycobacterium tuberculosis dengan rifampisin sensitif. Berat badan pasien saat ini 50 kg. Dokter akan meresepkan obat anti tuberkulosis untuk 1 bulan dengan sediaan kombinasi dosis tetap (150 mg Rifampisin, 75 mg Isoniazid, 400 mg Pirazinamid, dan 275 mg Etambutol).
4KDT diberikan sebanyak 84 tablet dengan aturan pakai 2 dd 2 tablet
4KDT diberikan sebanyak 56 tablet dengan aturan pakai 1 dd 2 tablet
4KDT diberikan sebanyak 84 tablet dengan aturan pakai 1 dd 3 tablet
4KDT diberikan sebanyak 112 tablet dengan aturan pakai 1 dd 4 tablet
4KDT diberikan sebanyak 56 tablet dengan aturan pakai 2 dd 1 tablet
Vaksin diproduksi untuk menstimulasi pembentukan antibody terhadap virus influenza dibuat berdasarkan:
Virus yang menyebabkan pandemi
Virus strain yang ditemukan di negara berkembang
Virus yang diprediksi akan muncul
Virus kombinasi yang telah diketahui sebelumnya
Protein virus yang paling stabil
Seorang laki-laki 7 tahun datang ke poliklinik dengan keluhan demam dialami sejak 3 hari yang lalu disertai dengan batuk kering dan pilek. Sesak nafas tidak ada, mual dan muntah tidak ada. Buang air besar dan Buang air kecil dalam batas normal. Dari pemeriksaan fisik ditemukan tanda vital, Tekanan darah: 110/70 mmHg, Nadi 102x/menit, pernafasan 20x/menit, Suhu badan per aksila 38,5oC. Ditemukan udem pada cavum nasi. Dokter tersebut mendiagnosis pasien ini dengan suspek Infeksi virus Influenza. Apa karakteristik dari virus penyebab tersebut di bawah ini?
Tidak diselubungi oleh envelope
Negatif sense single stranded DNA
Positif sense double stranded RNA
Negatif sense single stranded RNA
Positif sense single stranded RNA
Seorang laki-laki usia 58 tahun datang ke RS dengan keluhan sesak nafas sejak 2 bulan yang lalu. Sesak semakin hari semakin berat. Keluhan batuk, pilek, dan demam disangkal. Riwayat alergi dan asma disangkal. Pasien bekerja di tempat pengolahan logam sejak lulus SMA. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 90x/menit, napas 27x/menit, suhu 37°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki kasar +/- . Pada pemeriksaan X-Ray dijumpai eggshell calcification. Apakah diagnosa yang tepat pada pasien ini?
Ca paru
Silikosis
Antraksosis
Bisinosis
Asbestosis
Pria 36 tahun kontrol pasca rawat 1 minggu (DHF grade 3). Kini demam & sesak 2 hari, batuk berdahak. Tanda vital: TD 140/90, nadi 90, RR 24, T 39°C. Ronkhi paru bilateral. Diagnosis paling sesuai:
Healthcare associated pneumonia
Post-operative pneumonia
Hospital acquired pneumonia
Ventilator associated pneumonia
Community acquired pneumonia
Perempuan 32 tahun tidak bisa bernapas bila tidur miring kanan; sering bersin pagi hari. PF: benjolan putih keabuan, bertangkai, mudah digerakkan, tidak nyeri (polip). Pemeriksaan sederhana untuk menyingkirkan diagnosis banding:
Manuver Toynbee
Refleks glabela
Tampon adrenalin
Uji Valsalva
Tes inspeksi asam asetat
Pria 35 tahun batuk 1 bulan, dahak putih kental, demam, nafsu makan turun. Pernah OAT 2 tahun lalu, dinyatakan sembuh. PF: TD 120/80, nadi 88, RR 20, T 37,8°C, SpO₂ 98%; suara napas bronkial & ronki di paru kiri. TCM: M. tuberculosis detected, rifampicin resistance. Diagnosis:
TB Poliresisten
TB RR
TB MDR
TB XDR
TB Pre-XDR
Pada pasien dengan gejala pneumonia, spesimen apa yang paling sesuai diambil untuk membantu diagnosis?
Darah
Sputum
Cairan pleura
Urine
Swab nasofaring
Anak laki-laki 3 tahun tidak bisa makan 3 hari, nyeri tenggorok, demam, nyeri sendi. PF: nadi 115, RR 28, T 38,5°C; tonsil T3/T3 hiperemis dengan detritus seperti alur sungai. Diagnosis yang tepat:
Absess quinsy
Tonsilitis folikularis
Tonsilitis difteri
Absess peritonsil
Tonsilitis lakunaris
Pasien Perempuan usia 50 tahun dengan PPOK sedang melakukan terapi fisik dengan menghirup udara melalui hidung 1-2 detik kemudian menghembuskan napas secara perlahan selama 4-6 detik melalui mulut seolah bersiul. Latihan ini disebut:
Pursed lip breathing
Diaphragma breathing
Deep breathing
Mouth breathing
Breating control
Tn. Joy usia 77 tahun datang ke RS dengan keluhan batuk dan sesak nafas sejak 3 tahun terakhir. Sesak dirasakan saat pasien berjalan cepat. Pasien adalah perokok sejak usia 17 tahun dan konsumsi 1 bungkus rokok per hari. Pasien belum tidak pernah dirawat di RS. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tanda vital TD 130/80mmHg, HR 89 kali/mt, RR 24 kali/mt, suhu 36.8C. Pemeriksaan thorax perkusi hipersonor, auskultasi suara nafas vesikuler, ekspirasi memanjang. Pada pemeriksaan spirometri didapatkan hasil FEV1/FVC < 70% dan FEV1 55%. Tentukan derajat kasus ini
GOLD 3 dan Golongan A
GOLD 1 dan Golongan A
GOLD 3 dan Golongan B
GOLD 2 dan Golongan A
GOLD 2 dan Golongan B
Seorang perempuan, berusia 31 tahun datang ke UGD RS dengan keluhan sesak disertai mengi sejak 3 hari yang lalu. Keluhan disertai batuk dengan produksi dahak yang banyak. Pasien berbicara terbata-bata, dan duduk membungkuk. Pemeriksaan tekanan darah 120/70 mmHg, nadi 130x/menit, frekuensi napas 25x/menit, suhu 37,0 celcius. SO2 90% Riwayat penggunaan LABA dan ICS setiap hari. Pemeriksaan fisik didapatkan mengi di kedua . Berdasarkan keluhan dan gejala, pasien tersebut, setelah 1 jam pemberian terapi awal apa yang perlu dievaluasi?
Arus puncak ekspirasi, vital sign, dan darah rutin
SO2, vital sign, dan foto thoraks
Arus puncak ekspirasi, FEV1, dan SO2
Arus puncak ekspirasi, FEV1, dan vital sign
Arus puncak ekspirasi, SO2, dan vital sign
Seorang laki-laki berumur 55 tahun, berobat ke poliklinik dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk tidak berdahak dan disertai sesak yang semakin memberat terutama jika beraktivitas. Pasien riwayat merokok sejak 30 tahun lalu. Pasien bekerja sebagai pembuat batu bata sejak umur 20 tahun dan tidak pernah menggunakan masker standar selama bekerja. Apakah diagnosis yang paling mungkin untuk pasien tersebut?
Silikosis
Barosis
Asbestosis
Siderosis
Silikosiderosis
An, TY, usia 7 tahun mengeluhkan batuk berdahak selama ± 1 bulan. Pasien tinggal serumah dengan kedua orang tuanya, 1 orang adik, paman, bibi, dan 2 orang sepupunya. Pasien juga mengalami demam naik turun selama ± 3 minggu terakhir. Tes Mantoux dilakukan dan hasilnya 10 mm. Apa saran yang dianjurkan untuk pasien?
Berikan isoniazid 5-10 mg/kg/hari selama 6 bulan
Berikan antibiotik spektrum luas dan lihat perkembangan kondisi pasien selama 1 minggu ke depan
Berikan OAT kategori anak
Berikan imunisasi BCG
Observasi kondisi pasien, tunda terapi terlebih dahulu
Seorang perempuan usia 31 tahun datang ke dokter dengan keluhan serak sejak 3 hari yang lalu, kadang disertai dengan batuk. Pasien menyangkal adanya nyeri menelan. Pasien merupakan seorang penyanyi, dan diketahui ia baru saja menyelesaikan tour konser yang diadakan selama 1 minggu. Pada pemeriksaan laringoskopi indirek tampak benjolan tidak bertangkai sebesar telur puyuh berwarna putih. Apakah diagnosis pada pasien ini?
Vocal nodule
Ca laring
Laringitis kronis
Tonsilitis kronis
Polip laring
Upaya apa yang dapat dilakukan untuk mencegah, menanggulangi, dan mengurangi tingkat kejadian pneumonia pada masyarakat?
Menghindari konsumsi makanan pedas
Meningkatkan ventilasi udara di dalam rumah
Memberikan obat antibiotik secara rutin
Melakukan imunisasi PCV (Pneumococcal Conjugate Vaccine)
Menyediakan hand sanitizer di rumah
Seorang pria berusia 60 tahun datang ke unit gawat darurat dengan keluhan sesak napas berat yang berkembang cepat dalam beberapa jam terakhir. Pasien memiliki riwayat hipertensi dan gagal jantung kiri kronik yang tidak terkontrol dengan baik. Pasien juga mengeluh adanya batuk berdahak yang berwarna berbusa dan kadang disertai darah. Sesak napas semakin memburuk pada malam hari. Apakah temuan radiologi yang khas pada penyakit tersebut
thumbprint sign
steeple sign
Kerley B line
honey comb apperance
focus ghon
Seorang laki-laki 55 tahun, datang ke IGD RS dengan keluhan sesak nafas, batuk sejak 3 bulan berdahak banyak terutama pagi hari, satu minggu terakhir dahak warna hijau disertai demam, pemeriksaan fisik didapatkan ronki basah basal paru kanan, dari pemeriksaan foto toraks PA terdapat gambaran Tram-track sign. Diagnosis paling mungkin pada kasus ini:
PPOK eksaserbasi
Pneumonia
Asma bronkial dalam serangan
Bronkiektasis terinfeksi
Tumor paru
Tn. Gani, usia 52 tahun, datang dengan keluhan batuk sejak 1 minggu yang lalu, yang sebenarnya sudah ada sejak 3 bulan terakhir, disertai nyeri dada dan sesak napas. Pasien memiliki riwayat merokok dan penyakit paru sebelumnya. Pemeriksaan fisik menunjukkan dada asimetris, perkusi redup di paru kanan, palpasi fremitus meningkat, dan auskultasi dengan suara napas vesikuler yang menurun disertai ronki pada paru kanan. Pemeriksaan radiologi menunjukkan gambaran konsolidasi homogen berbentuk segitiga pada paru kanan, dengan trakea tertarik ke kanan. Diagnosis yang paling mungkin pada kasus ini adalah:
Karsinoma paru
Atelektasis
Efusi pleura
Pneumothoraks
Abses paru
Seorang anak laki-laki usia 11 tahun diantar ayahnya ke poliklinik dengan keluhan demam sejak 3 minggu, disertai batuk berdahak >2 minggu dan penurunan BB dalam 1 bulan terakhir. Ayah pasien sedang menjalani pengobatan TB dengan riwayat BTA (+). PF: BB 40 kg, tanda vital & fisik normal, terdapat scar BCG di lengan kanan atas. Pemeriksaan tuberkulin: indurasi >15 mm. Foto toraks: gambaran sugestif TB. Regimen terapi OAT yang tepat adalah:
2RHZ – 4R3H3
2RHZ – 4RH
2RHZ – 10RH
2RHZE – 4RH
2RHZE – 10RH
Seorang perempuan berusia 18 tahun, datang diantar keluarganya ke UGD Rumah Sakit dengan keluhan sesak napas yang disertai mengi yang berat. Pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 130/80 mmHg, denyut nadi 110 x/menit, frekuensi napas 32 x/menit, suhu 36,5 °C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan wheezing pada kedua lapang paru. Apakah golongan obat lini pertama yang dapat diberikan?
Inhalasi Long Acting Muscarinic Antagonist
Inhalasi Short Acting Beta Antagonist
Inhalasi Short Acting Beta Agonist
Inhalasi Methylxantin
Inhalasi Short Acting Muscarinic Antagonist
Seorang anak laki-laki usia 3 tahun dibawa oleh ibunya ke UGD RS dengan keluhan sesak nafas sejak 2 hari yang lalu, disertai demam. Pada pemeriksaan fisik didapatkan pernafasan cuping hidung, frekuensi pernafasan 33x/menit, denyut nadi 118/menit, dan suhu 39.1oC. Pada pemeriksaan foto thorax didapatkan adanya perselubungan homogen pada lapangan tengah paru kanan. Apakah diagnosis yang paling mungkin pada pasien ini?
Efusi Pleura
Schwarte
Bronkitis
Asma Bronkiale
Pneumonia
Seorang anak laki-laki usia 6 tahun dibawa ke IGD RS karena batuk terus menerus sejak 2 minggu ini. Batuk terdengar melengking dan lama. Setelah batuk, anak tampak kebiruan dan muntah-muntah. Riwayat imunisasi hanya pada saat pasien lahir. Pada pemeriksaan fisik didapatkan nadi 98x/menit, napas 32x/menit, suhu 37,9°C, perdarahan subkonjungtiva (+). Antibiotik yang tepat pada pasien ini adalah:
Sulfonamid
Sefalosporin
Makrolida
Aminoglikosida
Beta laktam
Wanita 51 tahun hidung tersumbat 4 bulan, sulit bernapas terutama malam. Sudah memakai obat hidung 6 bulan, 1 bulan terakhir makin parah. Rhinoskopi anterior: konka hiperemis, sekret kental, kavum nasi sempit. Diagnosis:
Rhinitis alergika
Sinusitis kronik
Rhinitis vasomotor
Rhinitis medikamentosa
Rhinosinusitis
Seorang laki-laki 65 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan sesak napas dan batuk lama. Sesak dan batuk sudah dialami sejak lebih dari 5 tahun, tidak disertai demam. Merokok lebih dari 30 tahun, sekitar 1 bungkus perhari. Sejak sakit selera makannya berkurang karena mual dan sesak bila makan. Berat badan semakin menurun sejak 6 bulan terakhir. Apakah makanan yang paling penting dibatasi untuk mencegah peningkatan CO2 darah pada pasien di atas?
Jeruk
Brokoli
Nasi
Ikan
Margarine
Anak laki-laki umur 4 tahun 2 bulan, dibawa oleh ibunya ke poliklinik dengan keluhan BB turun terus 3 bulan terakhir (BB saat ini 9 kg), ada batuk 3 minggu, ada demam 1 minggu tidak terlalu tinggi. Riwayat imunisasi BCG (+). Ayah penderita minum obat anti Tuberkulosis karena TB paru aktif. Pemeriksaan penunjang foto toraks tampak limfadenopati kiri dan kanan pada hilus paru. Pada hasil Mantoux test diameter indurasi 11 mm. Bila hasil pemeriksaan BTA negatif, maka tatalaksana pada kasus di atas adalah?
2RHZE, 4RH
2RHZE, 10RH
2RHZ, 7RH
2RHZE, 10RH
2RHZ, 4RH
Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke Klinik Pratama dengan keluhan batuk yang tidak kunjung sembuh sejak 2 minggu yang lalu. Sebelumnya, pasien didiagnosis TB paru 2,5 bulan lalu dan saat ini sedang mengonsumsi obat rifampisin dan isoniazid. Riwayat konsumsi OAT sebelum sakit disangkal. Hasil pemeriksaan BTA saat ini didapatkan positif. Apa pemeriksaan selanjutnya yang tepat?
TCM
Uji sensitivitas OAT
Spirometri
Rontgen thorax
Sputum BTA ulang
Apa tujuan utama dari pemeriksaan TCM/GeneXpert pada pasien yang dicurigai menderita tuberkulosis?
Menilai tingkat keparahan infeksi paru
Mengidentifikasi semua jenis bakteri di saluran pernapasan
Mendeteksi adanya Mycobacterium tuberculosis (MTB) dan resistensi terhadap rifampisin
Mengukur jumlah leukosit dalam darah
Menentukan kebutuhan terapi antibiotik umum
Seorang laki-laki usia 40 tahun datang IGD dengan keluhan sesak sejak 3 hari. Pasien juga mengaku mengalami demam tinggi dan batuk berdahak dengan warna dahak kuning kehijauan. Pasien sebelumnya tidak pernah menderita sakit apapun. Dari pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 120/80 mmHg, nadi 94 kali/menit, napas 22 kali/menit, suhu 38,8°C. Pada pemeriksaan auskultasi didapatkan suara nafas bronkial dan suara ronki di parakardial kanan. Rontgen thorax menunjukkan gambaran infiltrat pada parakardial kanan. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien ini?
Pneumonia komunitas
Hospital acquired pneumoniae
Health care associated pneumoniae
Pneumonia nosokomial
TB paru
Jika FEV1 seorang pasien meningkat sebesar 18% setelah uji bronkodilator, kemungkinan diagnosisnya adalah:
Aspirasi Pneumonia
Tuberkulosis
Bronkiolitis
PPOK
Asma
Seorang laki-laki berusia 25 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan suara serak sejak 4 hari yang lalu. Keluhan disertai nyeri tenggorokan. 1 minggu sebelumnya, pasien menderita batuk pilek namun sudah membaik. Pasien bekerja sebagai presenter pada salah satu stasiun televisi. Pasien juga sering merokok untuk menenangkan pikirannya. Pada pemeriksaan tanda vital didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, nadi 82 kali/menit, napas 18 kali/menit, suhu 37,5°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan tonsil T1/T1. Pemeriksaan laringoskopi indirek tampak rima glotis terbuka, hiperemis, edema, gerak simetris. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien tersebut?
Laringitis akut
Vocal nodule
Faringitis akut
Laringitis TB
Tonsilitis akut
Seorang pria berusia 65 tahun datang ke rumah sakit dengan keluhan batuk berdahak yang disertai sesak napas dan penurunan berat badan. Pasien memiliki riwayat merokok selama 40 tahun, namun sudah berhenti 5 tahun yang lalu. Setelah dilakukan pemeriksaan toraks melalui CT scan, ditemukan massa di area carina, yaitu tempat trakea bercabang menjadi bronkus kanan dan kiri. Hasil biopsi menunjukkan tumor tersebut adalah adenocarcinoma. Berdasarkan diagnosis tersebut, langkah tatalaksana yang paling tepat untuk pasien ini adalah:
Radioterapi paliatif
Kemoterapi neoadjuvant
Terapi imunoterapi
Operasi reseksi tumor
Medikamentos
Seorang laki-laki berumur 55 tahun, berobat ke poliklinik dengan keluhan batuk sejak 2 bulan terakhir. Batuk kering disertai sesak yang semakin memberat terutama jika beraktivitas. Terdapat keluhan nafsu makan berkurang dan penurunan berat badan. Pasien riwayat merokok sejak 30 tahun lalu. Pasien bekerja sebagai tukang ledeng sejak umur 20 tahun dan tidak pernah menggunakan masker standar selama bekerja. Tipe pneumokoniosis pada skenario diatas adalah?
Reaksi hipersensitivitas I
Reaksi hipersensitivitas IV
Fibrosis interstitial
Fibrosis intrapleural
Fibrosis nodul
Anak berusia 6 tahun diantar ke poli dengan keluhan batuk selama 3 minggu dan demam selama 4 minggu. Tidak ada riwayat tuberkulosis (TB) atau kontak dengan penderita TB. Pada pemeriksaan fisik ditemukan pembesaran kelenjar getah bening (KGB) di regio coli dextra sebanyak 3 buah dengan ukuran 2 cm, konsistensi kenyal, dan nyeri tekan (-). Hasil tuberkulin 10 mm. Tindakan yang paling tepat dilakukan adalah:
INH 6 bulan
Foto thoraks
Beri antibiotik, kemudian evaluasi
Observasi saja, kontrol setelah 2 minggu
Beri OAT
Laki-laki 29 tahun, nyeri dada kiri dan sesak memberat 1 jam; tinggi 185 cm, BB 55 kg; non-perokok. PF: gerak dada kiri tertinggal, perkusi kiri hipersonor, suara napas kiri menurun. Diagnosis:
Pneumotoraks spontan primer
Pneumotoraks tension
Pneumotoraks traumatik
Pneumotoraks iatrogenik
Pneumotoraks spontan sekunder
Anak perempuan usia 2 tahun batuk berat 3 minggu, disertai muntah. Imunisasi hanya BCG. PF: nadi 120, RR 60, suhu 36°C. Batuk paroksismal diikuti suara whoop inspirasi. Mikroorganisme penyebab?
Virus parainfluenza
Virus influenza C
Mycobacterium tuberculosis
Virus influenza B
Bordetella pertussis
Gejala khas apa yang dapat ditemukan pada kasus bronkiektasis?
Sesak saat berbaring
Sputum 3 lapis
Batuk darah
Nyeri otot saat inspirasi
Sianosis perifer ekstremitas
Pada pasien dengan Penyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK), tanda-tanda kekurangan oksigen (hipoksia) yang mungkin muncul antara lain:
Kulit pucat atau kebiruan (sianosis)
Penurunan kesadaran
Napas cuping hidung
Hipotensi
Semua jawaban di atas
Seorang wanita 35 tahun datang dengan sesak napas 3 hari, nyeri menelan, mual, muntah, dan demam tinggi sejak 3 hari lalu. Tinggal dekat peternakan ayam yang sedang wabah. Pemeriksaan: TD 110/70 mmHg, nadi 105x/menit, T 38,5°C, RR 30x/menit. Diagnosis yang tepat adalah:
Rhinitis influenza
Rhinitis alergi
Probable Avian Influenza
Confirmation Avian Influenza
Suspek Avian Influenza
Seorang anak perempuan 7 tahun 4 bulan datang ke puskesmas dengan keluhan sesak dan bunyi "mengi" bila bernapas. Dialami bila kena kipas angin sejak anak berumur 5 tahun. Tidak mengalami demam. Apakah sumber protein yang paling baik dikonsumsi untuk mencegah infeksi pada pasien tersebut?
Tahu
Ayam
Susu kedelai
Kacang hijau
Tempe
Laki-laki 46 tahun sesak memberat 1 jam; sudah sering kambuh. Compos mentis namun hanya bisa mengucap kata demi kata. Tanda vital: TD 130/80, nadi 130, RR 32, T 37,6°C; retraksi suprasternal; mengi pada ekspirasi dan inspirasi. Diagnosis:
Asma eksaserbasi ringan
Asma eksaserbasi berat
Asma serangan mengancam nyawa
Asma eksaserbasi sedang
Asma persisten
Seorang laki-laki usia 37 tahun dibawa ke Rumah Sakit setelah mengalami trauma dada. Dari hasil pemeriksaan Analisa Gas Darah (AGD) pasien tersebut dengan WSD terpasang, menunjukkan pH: 7,11, pCO2: 55, HCO3: 22, dan pO2: 62. Bagaimanakah interpretasi hasil Analisa Gas Darah pasien di atas?
Alkalosis respiratorik
Analisa gas darah dalam batas normal
Alkalosis metabolik
Asidosis respiratorik
Asidosis metabolik
Laki-laki 29 tahun hidung tersumbat bergantian 1 tahun; bersin dan sekret putih; membaik dengan minyak kayu putih; tidak ada riwayat alergi. PF: konka edema merah gelap, sekret seromukosa. Diagnosis:
Rhinitis atrofiikans
Rhinitis vasomotor
Rhinitis akut
Rhinitis alergi
Rhinitis medikamentosa
Seorang laki-laki berusia 52 tahun dengan keluhan Batuk lama yang dialami sejak 3 tahun yang lalu, kadang kadang disertai dengan sesak nafas terutama setelah aktivitas bekerja. Pasien riwayat berobat poli rehabilitasi medik 1 tahun yang lalu, Namun karena terkendala jauh kembali berobat di Puskesmas. Program rehabilitasi yang diberikan melingkupi latihan pernapasan, latihan aerobik dan modalitas terapi. Apakah parameter berikut yang tidak dapat diukur dengan spirometri sederhana?
Force vital capacity
Tidal volume
Vital capacity
Residual volume
Total ventilation
Seorang pasien laki-laki, 35 tahun, datang ke IGD dengan keluhan sesak napas mendadak setelah terjatuh dari motor. Pemeriksaan fisik menunjukkan suara napas menurun di hemitoraks kanan, disertai nyeri dada sebelah kanan. Pada pemeriksaan radiologi dada terlihat adanya garis pleura radiopak dengan tidak adanya pola paru di distal garis tersebut. Berdasarkan temuan ini, kemungkinan diagnosis yang paling tepat adalah:
Edema paru
Efusi pleura
Hemotoraks
Pneumonia
Pneumotoraks
Gejala utama yang sering muncul pada pasien dengan asma adalah:
Sesak napas
Nyeri dada
Kehilangan nafsu makan
Demam
Batuk
Seorang anak laki-laki, berusia 1 tahun dibawah oleh ibunya ke rumah sakit dengan keluhan utama batuk yang dialami sejak 2 minggu yang lalu. Batu lama kelamaan menjadi berdahak. Demam positif. Riwayat Penyakit Dahulu Pasien belum pernah mengalami gejala serupa sebelumnya. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki basal paru kanan. Apakah diagnosis yang paling tepat untuk pasien ini?
Pleuropneumonia
Pneumopericardium
Pneumotoraks
Pneumonia
Pneumomediastinum
Apabila seorang penderita TB datang berobat ke Puskesmas setiap bulannya untuk melanjutkan terapi, evaluasi apa saja yang akan dilakukan oleh Dokter Puskesmas?
Evaluasi kontak serumah, foto toraks, sputum BTA
Efek samping obat, foto toraks, sputum gram
Kenaikan berat badan, keteraturan berobat, efek samping obat
Keteraturan berobat, sputum gram, kenaikan berat badan
Keteraturan berobat, evaluasi kontak serumah, sputum BTA
Seorang pasien laki-laki, usia 57 tahun setelah 2 minggu menjalani perawatan akhirnya diputuskan operasi karena terdapat tumor pada diafragma yang berada pada daerah hiatus aorticus. Struktur apakah yang dapat mengalami kelainan akibat penekanan tumor tersebut?
Aorta Ascendens
Vena Hemiazygos
Nervus Laryngeus
Ductus Thoracicus
Vena Cava Inferior
Laki-laki umur 22 tahun datang ke poli THT dengan keluhan nyeri menelan sejak 3 hari terus menerus. Riwayat odynofagi berulang, trismus 3 cm, palatum mole bombans (+), hiperemis (+), tonsil kiri tampak membesar dan uvula terdesak ke sisi kanan. Tindakan yang paling tepat untuk penderita ini adalah :
Pungsi Absess
Tonsilektomi
Adenoidektomi
biopsi tonsil
Insisi Absess
Laki-laki 32 tahun sesak 1 bulan makin berat, lebih sesak bila miring kanan; riwayat TB 4 tahun lalu sudah OAT. PF paru kiri: gerak tertinggal, perkusi redup, suara napas menurun; foto toraks: sudut kostofrenikus kiri tumpul. Tatalaksana nonfarmakologi yang tepat?
Fisioterapi dada
OAT kategori 1
Oksigen dosis tinggi
Thoracocentesis
6-minute walking test
Seorang perempuan usia 24 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan keluhan hidung tersumbat sejak 2 minggu. Keluhan disertai ingus kental berwarna hijau, anosmia, sakit kepala, napas berbau busuk. Pemeriksaan hidung: rongga hidung lapang, konka media hipotropi, sekret purulen dan krusta kehijauan. Apakah diagnosis yang paling tepat pada pasien?
Rhinitis simpleks
Rhinitis medikamentosa
Rhinitis vasomotor
Rhinitis alergika
Rhinitis atrofi
Tujuan pengobatan PPOK adalah:
Mencegah progresifitas penyakit
Mencegah kematian akibat PPOK
Memperbaiki toleransi latihan
B dan C benar
Semua benar
Apakah struktur yang ditunjukkan oleh panah merah pada foto torak x-ray di bawah ini?
Diafragma
Aorta
Thymus
Paru
Jantung
Seorang Pria 34 tahun datang kerumah sakit dahak berwarna kuning dan berbau busuk sejak 1 minggu yang lalu. Demam tinggi dan batuk berdahak yang dialami 2 minggu terakhir. Pasien juga mengeluh lemah, tidak nafsu makan dan berat badan menurun. Pasien 2 minggu yang lalu membersihkan karang gigi di dokter gigi. Dari pemeriksaan fisik didapatkan TD: 120/80 mmHg, HR 110 x/menit RR: 24 x / menit. T: 39,2 OC. Hasil laboratorium didapatkan Hb 12,2 gr/dL. Wbc : 21.400/mm3 Trombosit 331.000/mm3. Pasien dilakukan Foto dada dengan hasil didapatkan kavitas berdinding tebal dengan air-fluid level didalamnya. Patogenesis kelainan pada kasus ini adalah?
Aspirasi jaringan/bakteri Infeksi & inflamasi Nekrosis jaringan & liukefaksi
Aspirasi jaringan/bakteri Nekrosis jaringan & liukefaksi Infeksi & inflamasi
Infeksi & inflamasi Aspirasi jaringan/bakteri Nekrosis jaringan & liukefaksi
Infeksi & inflamasi Liukefaksi Infeksi & inflamasi Aspirasi jaringan/bakteri
Nekrosis jaringan & liukefaksi Infeksi & inflamasi Aspirasi jaringan/bakteri
Tn. Hales, usia 40 tahun, datang ke RS dengan keluhan batuk berdahak sejak 10 hari yang lalu. Dahak berwarna kuning kecoklatan. Pemeriksaan fisik didapatkan kesadaran sadar penuh, TD 140/80 mmHg, nadi 70x/menit, RR 28x/menit, suhu 37,8°C. Status lokalis didapatkan dada kanan tertinggal saat inspirasi, perkusi redup pada lapang tengah hemithorax kanan, suara bronkial dan ronki basah pada hemithorax kanan. Pemeriksaan rontgen ditemukan adanya kavitas dengan air fluid level (+). Tatalaksana yang tepat adalah:
Klindamisin 3x600 mg IV
Ceftriaxone 2x2 g IV
Metronidazol 3x500 mg IV
Levofloxacin 1x750 mg IV
Amoksisilin-klavulanat 3x1,2 g IV
Apa anjuran yang tepat untuk penanganan pasien dengan tuberkulosis (TB) dalam rangka mencegah penularan penyakit?
Pasien harus diisolasi dalam kamar khusus dengan ventilasi baik
Tidak ada kebutuhan khusus untuk isolasi, hanya konsumsi obat secara teratur
Pasien perlu menghindari semua aktivitas fisik di luar rumah
Pasien harus menggunakan masker saat tidur
Pasien dapat tinggal di ruangan bersama dengan keluarga tanpa perlindungan tambahan
Seorang laki-laki berusia 28 tahun datang ke poliklinik rumah sakit dengan tujuan untuk melanjutkan pengobatan tuberkulosis fase intensif bulan ke 2. Pasien tersebut mengeluhkan mual dan muntah disertai dengan mata berwarna kuning. Dokter menganjurkan untuk melakukan pemeriksaan laboratorium terkait fungsi hati. Bagaimana hasil minimal yang ditunjukkan oleh pemeriksaan laboratorium tersebut untuk menyatakan bahwa terdapat hepatotoksik akibat penggunaan obat pada kasus di atas?
Kadar SGPT/ALT 1-3 kali di atas batas normal.
Kadar SGPT/ALT > 3 kali di atas batas normal.
Kadar SGPT/ALT 5-10 kali di atas batas normal.
Kadar SGPT/ALT > 5 kali di atas batas normal.
Kadar SGPT/ALT > 5 kali di atas batas normal.
Seorang wanita usia 42 tahun datang dengan keluhan batuk-batuk sejak 3 minggu lalu disertai dahak berwarna kekuningan, kadang terdapat flek darah. Pada pemeriksaan didapatkan tekanan darah 120/90 mmHg, nadi 80x/menit, pernafasan 24x/menit, suhu 37,3°C. Pada pemeriksaan fisik didapatkan ronki +/-, mengi +/-. Pemeriksaan BTA didapatkan hasil +/- dan dokter memutuskan untuk inisiasi OAT kategori 1. Waktu pemeriksaan BTA untuk monitoring pengobatan adalah...
Pada akhir bulan ke-2, akhir fase sisipan, akhir bulan ke-5 dan akhir pengobatan
Pada akhir bulan ke-2, akhir bulan ke-5, dan akhir pengobatan
Pada akhir bulan ke-2, akhir fase sisipan, dan akhir pengobatan
Pada akhir bulan ke-2, awal bulan ke-3, dan akhir pengobatan
Pada awal bulan ke-2, awal bulan ke-3, dan awal bulan ke-6
Seorang laki-laki berusia 37 tahun datang ke Puskesmas dengan keluhan rasa mengganjal di tenggorokan sejak 7 hari yang lalu. Keluhan ini telah dialami sejak 6 bulan yang lalu, namun hilang timbul. Keluhan disertai nyeri tenggorok, demam, dan batuk pilek. Pemeriksaan fisik didapatkan tekanan darah 110/70 mmHg, pernapasan 20 x/menit, nadi 86 x/menit, suhu 37,8°C. Pemeriksaan mulut didapatkan tonsil T3–T3 hiperemis, detritus, kripta melebar, dan terdapat halitosis. Apakah diagnosis yang tepat pada pasien?
Tonsilitis akut
Tonsilitis kronis eksaserbasi akut
Tonsilitis septik
Tonsilitis difteri
Tonsilitis kronis
Laki-laki 60 tahun sesak memberat 5 hari; dalam 1 tahun terakhir 3 kali kumat. Batuk dahak kental, sesak saat berjalan ±100 m. Perokok aktif sejak usia 20 tahun. PF: compos mentis, TD 120/70, nadi 82, T 37,5°C, RR 30, wheezing +/+, ronki -/-. Berdasarkan kriteria GOLD, diagnosis adalah:
PPOK kategori D
PPOK kategori A
PPOK kategori B
PPOK kategori E
PPOK kategori C
Pada pasien yang dicurigai tuberculosis berapa kali pemeriksaan sputum dilakukan?
2 Kali
1 Kali
5 Kali
4 Kali
3 Kali
Mekanisme yang mendasari air flow limitation pada pasien PPOK adalah:
Small airway inflammation
Destruksi interalveolar
A dan C benar
Massa otot dinding dada mengecil
Fibrosis interstitial
Seorang anak laki-laki usia 9 tahun dibawa ibunya ke dokter karena nyeri tenggorokan. Pasien juga demam sejak 4 hari terakhir, hilang timbul setelah diberi obat dari warung. Pada pemeriksaan mulut didapatkan pseudomembran putih pada dinding faring yang berdarah saat diangkat. Apa diagnosis pasien ini?
Tetanus
Difteri
Pertusis
Abses Ludovici
SARS
Pria 32 tahun hidung tersumbat 1 tahun, bergantian kanan-kiri; bersin & sekret putih; membaik dengan minyak kayu putih; riwayat alergi disangkal. PF: konka hipertrofi, edema, merah gelap; sekret seromukosa. Diagnosis:
Rhinitis akut
Rhinitis medikamentosa
Rhinitis alergi
Rhinitis vasomotor
Rhinitis ozaena
Seorang perempuan usia 24 tahun, datang ke puskesmas dengan keluhan batuk berdahak sejak 5 hari yang lalu. Keluhan dahak berwarna putih. Pasien kadang juga mengeluhkan agak meriang dan pegal-pegal. Pasien menyangkal riwayat merokok namun baru saja menikah dan suami pasien adalah perokok berat. Riwayat keluhan serupa (-), riwayat penyakit paru (-), riwayat atopi (-). Pada pemeriksaan fisik tanda vital didapatkan tekanan darah 115/70 mmHg, nadi 80 kali/menit, napas 22 kali/menit, suhu 37,8°C. Pemeriksaan status lokalis dijumpai ronki kasar dan mengi ekspirasi pada kedua paru. Pada pemeriksaan X-Ray thorax dijumpai peningkatan corakan bronkovaskular.
Apakah diagnosis kasus di atas?
Bronkiektasis
PPOK
Bronkitis Akut
Trakeitis
PPOK eksaserbasi akut
Seorang perempuan berusia 22 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan batuk dan sesak yang sudah berlangsung selama 2 bulan. Pasien juga mengeluhkan demam dan keringat dingin pada malam hari. Pasien sedang hamil trimester kedua dan tinggal bersama mertua yang sedang menjalani pengobatan TB paru. Dokter melakukan pemeriksaan dahak dan hasil BTA menunjukkan positif negatif (+/-).
Obat yang tidak boleh diberikan pada pasien ini adalah?
Rifampisin
Isoniazid
Etambutol
Pirazinamid
Streptomisin
Tujuan pengobatan PPOK adalah:
Mencegah progresifitas penyakit dan memperbaiki toleransi latihan
Memperbaiki toleransi latihan
Mencegah progresifitas penyakit
Semua benar
Mencegah kematian akibat PPOK
