WorksheetsKuis Dasar Listrik
Total questions: 44
Worksheet time: 28mins
Dalam rangkaian seri, pernyataan yang benar adalah:
Tegangan berbeda pada setiap resistor
Arus berbeda pada setiap resistor
Resistansi total lebih kecil dari resistor terkecil
Penambahan resistor mengurangi resistansi total
Semua resistor harus memiliki nilai yang sama
Sebuah rangkaian paralel memiliki 3 resistor identik masing-masing 6 Ω. Resistansi totalnya adalah:
2 Ω
6 Ω
12 Ω
18 Ω
36 Ω
Hukum Tegangan Kirchhoff menyatakan bahwa:
Arus masuk = arus keluar
Tegangan sumber = jumlah tegangan jatuh
Resistansi total = jumlah resistansi
Daya terdisipasi = I²R
Tegangan sama di setiap cabang paralel
Jika tiga baterai 1,5 V disusun seri, tegangan totalnya adalah:
1,5 V
3,0 V
4,5 V
6,0 V
9,0 V
Alat yang digunakan untuk mengukur tegangan dalam rangkaian adalah:
Amperemeter
Ohmmeter
Voltmeter
Multimeter pada mode arus
Osiloskop
Daya listrik pada resistor dapat dihitung dengan rumus:
P = I × R
P = V / I
P = I² × R
P = V × R
P = V / R
Sebuah rangkaian seri memiliki R1=10Ω, R2=20Ω, dan tegangan sumber 12V. Arus total yang mengalir adalah:
0,2 A
0,4 A
0,6 A
0,8 A
1,0 A
Dua resistor 8Ω dan 12Ω dipasang paralel. Resistansi totalnya adalah:
4,8 Ω
6,0 Ω
8,0 Ω
10,0 Ω
20,0 Ω
Sebuah rangkaian pembagi tegangan menggunakan R1=1kΩ dan R2=2kΩ dengan sumber 9V. Tegangan pada R2 adalah:
3 V
4,5 V
6 V
7,5 V
9 V
Jika voltmeter dengan resistansi internal rendah digunakan, yang terjadi adalah:
Tegangan terukur lebih akurat
Arus terukur lebih besar
Tegangan terukur lebih rendah dari sebenarnya
Tidak ada pengaruh
Resistansi total rangkaian meningkat
Jembatan Wheatstone seimbang ketika:
Arus melalui galvanometer maksimum
Tegangan antara kedua cabang sama
Perkalian silang resistor sama
Semua resistor nilainya sama
Tidak ada arus yang mengalir
Teorema Thevenin digunakan untuk:
Menyederhanakan rangkaian menjadi sumber tegangan dan resistor seri
Menyederhanakan rangkaian menjadi sumber arus dan resistor paralel
Menghitung daya maksimum
Menganalisis rangkaian non-linier
Menghitung frekuensi resonansi
Sebuah rangkaian paralel memiliki I₁=2A, I₂=3A, dan I₃=1A. Arus totalnya adalah:
1 A
3 A
5 A
6 A
7 A
Jika tegangan pada resistor 100Ω adalah 5V, daya yang disipasikan adalah:
0,25 W
0,5 W
1,0 W
2,0 W
5,0 W
Sebuah rangkaian seri-paralel memiliki R1=6Ω seri dengan R2=3Ω paralel R3=6Ω. Resistansi totalnya adalah:
4 Ω
6 Ω
8 Ω
9 Ω
12 Ω
Hukum Arus Kirchhoff berlaku pada:
Simpul
Loop tertutup
Rangkaian seri
Rangkaian paralel
Semua jenis rangkaian
Sebuah baterai 12V dihubungkan dengan resistor 4Ω. Arus yang mengalir adalah:
2 A
3 A
4 A
6 A
12 A
Jika resistansi beban pada pembagi tegangan sangat kecil, maka:
Tegangan output hampir sama dengan tanpa beban
Tegangan output mendekati nol
Arus beban sangat kecil
Daya pada beban maksimum
Tidak ada pengaruh
Teorema Norton menyatakan bahwa rangkaian dapat disederhanakan menjadi:
Sumber tegangan dan resistor seri
Sumber arus dan resistor paralel
Sumber tegangan dan resistor paralel
Sumber arus dan resistor seri
Rangkaian ekivalen delta
Sebuah jembatan Wheatstone memiliki R1=100Ω, R2=200Ω, R3=150Ω. Agar seimbang, R4 harus:
75 Ω
150 Ω
200 Ω
300 Ω
400 Ω
Efek pembebanan voltmeter terjadi ketika:
Resistansi internal voltmeter sangat tinggi
Resistansi internal voltmeter sangat rendah
Voltmeter dipasang seri
Voltmeter mengukur arus
Tidak ada beban terpasang
Sebuah rangkaian Thevenin memiliki Vth=10V dan Rth=2Ω. Daya maksimum yang dapat ditransfer ke beban adalah:
5 W
10 W
12,5 W
15 W
20 W
Jembatan Wheatstone tidak seimbang dengan R1=1kΩ, R2=2kΩ, R3=3kΩ, R4=4kΩ, Vs=12V. Tegangan VAB adalah:
0,36 V
0,72 V
1,44 V
2,16 V
2,88 V
Sebuah rangkaian memiliki Vth=15V, Rth=5Ω. Jika beban RL=5Ω dipasang, arus yang mengalir adalah:
1 A
1,5 A
2 A
2,5 A
3 A
Dua baterai 9V dengan resistansi internal 1Ω disusun seri. Jika dihubungkan dengan beban 8Ω, arus beban adalah:
1 A
1,5 A
2 A
2,5 A
3 A
Sebuah rangkaian paralel memiliki tiga cabang dengan R1=10Ω, R2=20Ω, R3=30Ω. Jika arus total 5A, arus pada R3 adalah:
0,91 A
1,36 A
1,82 A
2,27 A
2,73 A
Sebuah voltmeter dengan sensitivitas 20kΩ/V pada skala 10V memiliki resistansi internal:
20 kΩ
100 kΩ
200 kΩ
500 kΩ
1 MΩ
Sebuah rangkaian seri-paralel memiliki R1=2Ω, R2=3Ω, R3=6Ω. Jika tegangan sumber 12V, daya total adalah:
12 W
18 W
24 W
36 W
48 W
Teorema superposisi digunakan untuk menganalisis rangkaian dengan:
Sumber tegangan saja
Sumber arus saja
Sumber dependen
Lebih dari satu sumber independen
Rangkaian non-linier
Sebuah rangkaian Norton memiliki IN=2A dan RN=4Ω. Jika dihubungkan dengan beban 6Ω, tegangan beban adalah:
4,8 V
6,0 V
7,2 V
8,4 V
9,6 V
Tiga resistor 2 Ω, 3 Ω, dan 6 Ω disusun paralel. Resistansi totalnya adalah:
A. 0,5 Ω
B. 1 Ω
C. 1,5 Ω
D. 2 Ω
E. 11 Ω
Pembagi tegangan dengan R₁ = 1 kΩ dan R₂ = 2 kΩ diberi tegangan input 9 V. Tegangan output pada R₂ adalah:
A. 3 V
B. 4,5 V
C. 6 V
D. 7,5 V
E. 9 V
Dua resistor 8 Ω dan 24 Ω dipasang paralel. Kuat arus total yang mengalir jika tegangan 12 V adalah:
A. 0,5 A
B. 1 A
C. 1,5 A
D. 2 A
E. 3 A
Besarnya arus yang mengalir jika tegangan 12 V diberikan pada resistor 6 Ω adalah...
A. 0,5 A
B. 2 A
C. 6 A
D. 12 A
E. 72 A
Konsep resistansi Thevenin (Rth) diperoleh dengan
A. Mengukur tegangan rangkaian terbuka
B. Menghubungsingkat semua sumber independen dan melihat resistansi di terminal
C. Mengukur arus hubung singkat
D. Menjumlahkan semua resistansi dalam rangkaian
E. Membagi tegangan thevenin dengan arus norton
Dalam jembatan Wheatstone tidak seimbang, tegangan VAB ≠ 0 menunjukkan bahwa...
A. Perkalian silang resistor sama
B. Arus melalui semua resistor sama
C. Perbandingan resistor tidak memenuhi kondisi keseimbangan
D. Tegangan sumber terlalu kecil
E. Galvanometer rusak
Konsep transfer daya maksimum tercapai ketika....
A. Resistansi beban = resistansi sumber
B. Resistansi beban = 0
C. Resistansi beban = tak hingga
D. Tegangan beban = tegangan sumber
E. Arus beban = arus sumber
Mengapa dalam sistem kelistrikan rumah digunakan rangkaian paralel daripada seri?
A. Karena lebih mudah dihitung
B. Karena setiap perangkat mendapat tegangan sumber yang sama
C. Karena menghemat kabel
D. Karena arus total lebih kecil
E. Karena daya listrik lebih stabil
Jika Anda ingin mengukur tegangan pada resistor tanpa mengganggu rangkaian, konsep apa yang menjelaskan mengapa voltmeter harus dipasang paralel?
A. Hukum Ohm
B. Hukum Arus Kirchhoff
C. Pembagi tegangan
D. Komponen paralel memiliki tegangan sama
E. Prinsip superposisi
Pembagi arus pada rangkaian paralel didasarkan pada
A. Hukum Tegangan Kirchhoff dan hukum Ohm
B. Hukum Arus Kirchhoff dan hukum Ohm
C. Teorema Thevenin dan Norton
D. Prinsip jembatan Wheatstone
E. Konsep transformasi sumber
Konsep utama teorema Thevenin adalah
A. Menyederhanakan rangkaian menjadi sumber arus paralel resistor
B. Mengganti rangkaian kompleks dengan sumber tegangan seri resistor
C. Menghitung daya maksimum yang dapat ditransfer
D. Menganalisis rangkaian dengan superposisi
E. Mengubah rangkaian segitiga menjadi bintang
Jika dua resistor 10Ω dan 20Ω disusun paralel, resistansi totalnya adalah:
6,67 Ω
30 Ω
10 Ω
40 Ω
15 Ω
Dalam rangkaian paralel, pernyataan yang benar adalah:
Penambahan resistor meningkatkan resistansi total
Resistansi total lebih besar dari resistor terbesar
Tegangan sama pada setiap resistor
Semua resistor harus memiliki nilai yang berbeda
Arus berbeda pada setiap resistor
Sebuah rangkaian memiliki Vth=20V dan Rth=4Ω. Jika beban RL=4Ω dipasang, arus yang mengalir adalah:
2 A
2,5 A
3 A
3,5 A
4 A
