NEW
Font size
S
M
L
XL
Worksheetspengapian konvensional
Total questions: 30
Worksheet time: 15mins
Name
Class
Date
1.
Fungsi utama dari koil pengapian (ignition coil) dalam sistem pengapian konvensional adalah untuk:
a)
Menghasilkan tegangan rendah untuk menggerakkan distributor.
b)
Mengubah energi mekanik menjadi energi listrik tegangan tinggi.
c)
Menstabilkan arus listrik yang mengalir ke platina dan kondensor.
d)
Menaikkan tegangan baterai 12 Volt menjadi tegangan tinggi (15.000 - 30.000 Volt) yang dibutuhkan busi.
e)
Mengatur saat pemutusan arus listrik primer oleh platina.
2.
Pada sistem pengapian konvensional, komponen yang berfungsi sebagai sakelar otomatis untuk memutus dan menghubungkan arus listrik primer ke koil pengapian adalah:
a)
Kondensor.
b)
Rotor dan tutup distributor.
c)
Platina (Breaker Point).
d)
Kumparan primer koil.
e)
Resistor ballast.
3.
Jika celah platina terlalu kecil dari spesifikasi yang dianjurkan, maka yang akan terjadi pada sistem pengapian adalah:
a)
Saat pengapian akan terlalu maju (advance).
b)
Sudut dwell akan terlalu kecil.
c)
Tegangan sekunder akan terlalu tinggi.
d)
Sudut dwell akan terlalu besar.
e)
Loncatan bunga api pada platina semakin kecil.
4.
Apa fungsi utama dari kondensor/kapasitor yang dipasang paralel dengan platina?
a)
Menyimpan tegangan tinggi yang dihasilkan koil sebelum dialirkan ke busi.
b)
Memperpanjang umur busi dan kabel tegangan tinggi.
c)
Meredam loncatan bunga api (spark) pada kontak platina dan mempercepat pemutusan arus primer.
d)
Mengatur saat pengapian otomatis berdasarkan beban mesin.
e)
Memisahkan arus listrik primer dan arus listrik sekunder.
5.
Mekanisme pengatur saat pengapian yang memajukan pengapian berdasarkan peningkatan putaran mesin (RPM) disebut:
a)
Vacuum Advancer.
b)
Governor Advancer (Centrifugal Advancer).
c)
Distributor Rotor.
d)
Contact Breaker.
e)
Busi (Spark Plug).
6.
Ketika kunci kontak ON, arus listrik mengalir dari baterai melalui kunci kontak menuju lilitan primer koil. Selanjutnya, arus ini akan mengalir ke:
a)
Terminal C koil → Tutup distributor → Busi.
b)
Massa (Ground) melalui celah platina.
c)
Terminal B koil → Platina → Massa (Ground) saat platina TERTUTUP.
d)
Kondensor → Platina → Lilitan sekunder → Busi.
e)
Terminal C koil → Rotor distributor → Busi.
7.
Jika terjadi loncatan bunga api yang besar dan terus-menerus pada kontak platina, kemungkinan besar komponen yang mengalami kerusakan adalah:
a)
Koil pengapian primer.
b)
Resistor ballast.
c)
Kabel tegangan tinggi.
d)
Kondensor/Kapasitor.
e)
Platina yang aus.
8.
Yang dimaksud dengan Sudut Dwell (Dwell Angle) adalah:
a)
Sudut putaran poros engkol ketika busi memercikkan bunga api.
b)
Sudut putaran cam distributor saat kontak platina dalam keadaan TERBUKA.
c)
Sudut putaran rotor distributor dari satu silinder ke silinder berikutnya.
d)
Sudut putaran cam distributor saat kontak platina dalam keadaan TERTUTUP dan arus primer mengalir.
e)
Sudut maksimal pemajuan pengapian oleh governor advancer.
9.
Jika sebuah mobil dengan mesin 4 silinder memiliki urutan pengapian 1-3-4-2, silinder manakah yang akan memercikkan bunga api segera setelah silinder nomor 3?
a)
Silinder 1.
b)
Silinder 2.
c)
Silinder 3.
d)
Silinder 4.
e)
Semua silinder memercik secara bersamaan.
10.
Saat mesin bekerja pada putaran tinggi, saat pengapian (ignition timing) perlu dimajukan agar pembakaran dapat dimulai lebih awal. Mekanisme yang bertanggung jawab untuk memajukan saat pengapian ini pada putaran tinggi adalah:
a)
Vacuum Advancer.
b)
Kondensor.
c)
Governor Advancer (Centrifugal Advancer).
d)
Celah Platina.
e)
Busi.
11.
Jika terminal B (negatif/minus) koil pengapian terhubung langsung ke massa (ground) tanpa melalui platina (contact breaker), yang akan terjadi adalah:
a)
Tegangan sekunder yang dihasilkan akan menjadi dua kali lipat.
b)
Arus primer akan mengalir terus menerus, koil pengapian akan menjadi sangat panas dan berpotensi rusak.
c)
Mesin dapat dihidupkan, namun pengapian akan terjadi terlalu maju (advance).
d)
Kondensor akan meledak karena kelebihan tegangan.
e)
Hanya silinder nomor 1 yang akan memercikkan bunga api.
12.
Penyetelan celah platina pada sistem pengapian konvensional biasanya dilakukan dengan menggunakan alat yang disebut:
a)
Timing Light.
b)
Tachometer.
c)
Dwell Tester.
d)
Feeler Gauge.
e)
Multimeter.
13.
Apa dampak yang paling mungkin terjadi jika resistor ballast (sering disebut resistor luar) pada koil pengapian konvensional rusak (open circuit)?
a)
Tegangan sekunder menjadi terlalu tinggi, merusak busi.
b)
Mesin tidak dapat dihidupkan (mati total) atau langsung mati setelah kunci kontak dilepas dari posisi START ke ON.
c)
Sudut dwell akan berkurang drastis.
d)
Platina akan mengalami keausan prematur karena arus berlebih.
e)
Pengapian akan selalu terjadi terlalu mundur (retard).
14.
Fungsi utama dari kabel tegangan tinggi (high tension cord) pada sistem pengapian konvensional adalah:
a)
Menghubungkan baterai ke koil pengapian untuk sirkuit primer.
b)
Membagi putaran poros engkol ke distributor.
c)
Menghantarkan tegangan tinggi dari koil dan distributor ke busi untuk memercikkan api.
d)
Sebagai jalur massa (ground) untuk sirkuit primer.
e)
Menstabilkan tegangan sekunder yang masuk ke busi.
15.
Jika celah elektroda busi terlalu besar, salah satu efek yang mungkin terjadi pada kinerja mesin, terutama pada putaran tinggi, adalah:
a)
Sudut dwell akan terlalu besar.
b)
Tegangan sekunder yang dibutuhkan untuk memicu percikan akan meningkat, menyebabkan kemungkinan misfire (gagal pengapian).
c)
Koil pengapian menjadi dingin karena kurangnya arus.
d)
Saat pengapian akan menjadi terlalu mundur (retard).
e)
Keausan platina akan berkurang secara signifikan.
16.
Saat pengapian pada mesin perlu dimajukan (advance) ketika terjadi peningkatan kevakuman intake manifold (beban mesin rendah). Mekanisme yang melakukan pemajuan ini adalah:
a)
Centrifugal Advancer.
b)
Kondensor.
c)
Spark Plug Gap.
d)
Vacuum Advancer.
e)
Resistor Ballast.
17.
Resistansi (hambatan) pada kumparan primer (primary coil) koil pengapian konvensional biasanya bernilai sangat rendah, yaitu sekitar:
a)
Di atas 10.000 Ohm.
b)
Sekitar 1 hingga 3 Ohm.
c)
Hampir mendekati tak terhingga (open circuit).
d)
Antara 10 hingga 20 Ohm.
e)
Antara 100 hingga 200 Ohm.
18.
Dalam sirkuit sekunder (tegangan tinggi) sistem pengapian konvensional, komponen yang berfungsi membagi dan mengalirkan tegangan tinggi secara bergantian ke tiap-tiap kabel busi adalah:
a)
Platina (Contact Breaker).
b)
Kondensor.
c)
Rotor Distributor.
d)
Kunci Kontak (Ignition Switch).
e)
Governor Advancer.
19.
Jika celah platina terlalu besar dari spesifikasi yang dianjurkan, maka efek yang terjadi pada Sudut Dwell dan kinerja koil pengapian adalah:
a)
Sudut dwell akan terlalu besar, tegangan sekunder meningkat.
b)
Sudut dwell akan terlalu kecil, dan tegangan sekunder akan berkurang.
c)
Saat pengapian akan menjadi terlalu mundur (retard), tegangan sekunder meningkat.
d)
Sudut dwell dan tegangan sekunder tidak terpengaruh.
e)
Sudut dwell akan terlalu kecil, dan tegangan sekunder meningkat.
20.
Mengapa pengapian harus dimajukan (advance) ketika putaran mesin (RPM) meningkat?
a)
Untuk menjaga agar koil pengapian tidak terlalu panas akibat arus primer yang berlebihan.
b)
Untuk memberikan waktu yang cukup bagi campuran udara-bahan bakar untuk terbakar dan menghasilkan tekanan maksimal saat piston berada di TMA (Titik Mati Atas).
c)
Untuk mengurangi jumlah gas buang NOx (Nitrogen Oksida) yang dihasilkan oleh mesin.
d)
Untuk mempermudah kerja dari kondensor dalam meredam loncatan bunga api.
e)
Untuk memperpanjang umur platina dan rotor distributor.
21.
Urutan langkah yang benar terjadi di koil pengapian untuk menghasilkan tegangan tinggi adalah:
a)
Platina TERBUKA → Arus Primer MENGALIR → Medan Magnet HILANG → Tegangan Sekunder NOL.
b)
Platina TERTUTUP → Medan Magnet TERBENTUK → Platina TERBUKA → Tegangan Sekunder NAIK.
c)
Platina TERBUKA → Arus Sekunder MENGALIR → Kondensor MELEPAS muatan → Tegangan Primer NAIK.
d)
Medan Magnet TERBENTUK → Koil PANAS → Arus Primer TERPUTUS → Tegangan Sekunder RENDAH.
e)
Rotor MEMUTAR → Platina TERTUTUP → Tegangan Primer NAIK → Tegangan Sekunder NOL.
22.
Jika sudut dwell pada mesin 4 silinder terukur 60∘ (melebihi spesifikasi 52∘±6∘), maka tindakan penyesuaian yang harus dilakukan adalah:
a)
Memperbesar celah busi.
b)
Memperkecil celah platina.
c)
Memperkecil celah elektroda busi.
d)
Memperbesar celah platina.
e)
Menyetel ulang kerja dari vacuum advancer.
23.
Tahanan yang terukur pada kumparan sekunder (secondary coil) koil pengapian konvensional, saat diukur menggunakan ohmmeter, seharusnya bernilai sekitar:
a)
Mendekati 0 Ohm (sangat rendah).
b)
Antara 1 hingga 3 Ohm.
c)
Antara 10 hingga 20 Ohm.
d)
Beberapa ribu hingga puluhan ribu Ohm (5.000 hingga 30.000 Ohm).
e)
Tak terhingga (Open Circuit).
24.
Jika saat mesin di START (cranking), mesin hidup normal, namun segera mati ketika kunci kontak dilepas ke posisi ON, kemungkinan penyebabnya adalah:
a)
Kerusakan pada kondensor.
b)
Kerusakan pada resistor ballast (open circuit).
c)
Celah platina terlalu kecil.
d)
Kabel tegangan tinggi ke koil putus.
e)
Governor advancer macet pada posisi advance.
25.
Tujuan utama dari mekanisme Vacuum Advancer pada distributor adalah untuk memajukan saat pengapian ketika:
a)
Mesin berputar pada RPM tinggi (lebih dari 3000 RPM).
b)
Mesin bekerja pada beban berat (akselerasi penuh) dan kevakuman rendah.
c)
Mesin bekerja pada beban ringan (idle atau kecepatan jelajah stabil) dan kevakuman tinggi.
d)
Suhu mesin terlalu rendah (dingin).
e)
Tegangan baterai menurun drastis di bawah 10 Volt.
26.
Jika tegangan pada terminal positif koil pengapian (terminal yang terhubung ke kunci kontak) saat kunci kontak ON (mesin mati) terukur 9 Volt, sedangkan tegangan baterai adalah 12 Volt, ini mengindikasikan:
a)
Kondensor mengalami short circuit.
b)
Terdapat Resistor Ballast yang terpasang di sirkuit primer.
c)
Koil pengapian mengalami kerusakan internal short.
d)
Platina dalam posisi TERBUKA.
e)
Busi mengalami fouling (kotor).
27.
Pemeriksaan resistansi pada kumparan koil pengapian dilakukan untuk mendiagnosis:
a)
Saat pengapian (ignition timing) mesin.
b)
Kondisi Centrifugal dan Vacuum Advancer.
c)
Kondisi fisik lilitan koil (putus atau hubungan singkat).
d)
Besarnya sudut dwell (dwell angle) platina.
e)
Kevakuman intake manifold.
28.
Berapakah rasio (perbandingan) jumlah lilitan antara kumparan sekunder terhadap kumparan primer pada koil pengapian konvensional?
a)
Sekitar 1:1 (sama banyak).
b)
Rasio sekunder terhadap primer sangat kecil (misalnya 1:100).
c)
Rasio primer terhadap sekunder adalah 100:1.
d)
Rasio sekunder terhadap primer sangat besar (misalnya 100:1 hingga 200:1).
e)
Rasio lilitan tidak penting, yang penting adalah bahan kawatnya.
29.
Fungsi dari cam distributor yang berbentuk segi empat (pada mesin 4 silinder) adalah:
a)
Membagi tegangan tinggi ke tiap-tiap busi.
b)
Mengatur kevakuman untuk Vacuum Advancer.
c)
Menggerakkan platina secara mekanis untuk memutus dan menghubungkan arus primer.
d)
Menentukan resistansi total pada sirkuit primer.
e)
Menghubungkan poros engkol ke poros distributor.
30.
Jika kondensor mengalami open circuit (terputus), yang akan teramati saat mesin berjalan adalah:
a)
Tegangan baterai akan meningkat drastis.
b)
Loncatan bunga api yang sangat besar pada kontak platina dan mesin sulit hidup atau misfire.
c)
Mesin hanya bisa hidup pada RPM tinggi.
d)
Koil pengapian menjadi sangat dingin.
e)
Pengapian akan selalu terjadi terlalu maju (advance).
Reset
