Font size
WorksheetsQuiz IC 555 KELAS XI TITL 4
Total questions: 35
Worksheet time: 25mins
Fungsi utama IC 555 adalah sebagai:
Amplifier
Timer/multivibrator
Regulator
Sensor
Salah satu aplikasi IC 555 adalah:
Penguat audio
Osilator pulsa
Konverter tegangan
Pengaman arus
Dalam konfigurasi astabil, IC 555 menghasilkan:
Sinyal kontinu
Gelombang persegi bolak-balik
Tegangan DC stabil
Arus AC 50 Hz
Pada rangkaian flip-flop LED dengan 555, LED menyala secara:
Bersamaan
Bergantian
Acak
Selalu satu LED mati
Komponen eksternal utama untuk IC 555 adalah:
Resistor dan kapasitor
Induktor dan dioda
Transistor dan relay
Sensor dan motor
Dalam konfigurasi monostabil, IC 555:
Menghasilkan pulsa tunggal sesuai trigger
Menghasilkan gelombang kontinu
Mengukur suhu
Mengatur suhu otomatis
Kapasitor pada rangkaian astabil IC 555 menentukan:
Tegangan input
Periode gelombang
Arus output
Tegangan dropout
LED flip-flop dengan IC 555 membutuhkan minimal:
Dua LED
Empat LED
Satu LED
Tiga LED
Transisi LED pada flip-flop 555 dikendalikan oleh:
Delay internal
Timer eksternal
Tegangan ambang (threshold)
Frekuensi jaringan
IC 555 bisa digunakan untuk:
Menghasilkan PWM
Menggerakkan motor AC langsung
Menyimpan data digital
Menyaring frekuensi
Threshold dan trigger pada IC 555 reusable untuk:
Memicu osilator
Mencapai treshold tegangan tertentu sebelum flip-flop berubah
Mengatur warna LED
Menyaring gangguan
Pin 2 pada IC 555 disebut:
Discharge
Reset
Trigger
Threshold
Rangkaian LED flip-flop menggunakan IC 555 sering digunakan di:
Lampu hias berkelap-kelip
Pengontrol suhu
Pengomprengan sinyal digital
Stabilizer daya
Resistor di rangkaian astabil menentukan:
Tegangan output
Waktu “on” dan “off” gelombang
Tegangan input
Arus beban
Dalam flip-flop LED, output IC 555 digunakan untuk:
Mengatur arus motor
Menyala/mematikan LED
Menguatkan sinyal audio
Mengukur kelembapan
Dalam flip-flop LED, output IC 555 digunakan untuk:
Mengatur arus motor
Menyala/mematikan LED
Menguatkan sinyal audio
Mengukur kelembapan
IC 555 dikembangkan tahun:
1970-an
1980-an
1990-an
2000-an
Ketika trigger (pin 2) mendapat pulsa rendah, IC 555:
Tidak merespon
Memulai penghitung waktu output tinggi
Mematikan reset
Memicu LED merah
Pin 7 pada IC 555 adalah:
Output
Discharge
Vcc
Ground
Kapasitor di antara pin 2 dan ground berfungsi:
Menyaring trigger noise
Menyimpan data
Mengatur frekuensi
Menyaring output LED
Untuk mengubah frekuensi osilasi, Anda bisa mengubah:
Jumlah LED
Nilai R dan C di rangkaian
Tegangan supply
Jenis transistor
LED flip-flop dengan IC 555 sering dipakai sebagai:
Lampu indikator bergantian
Sensor gerak
Kapasitor elektronik
Modul Bluetooth
IC 555 dapat di-drive dengan tegangan:
1–5 V
4.5–15 V
20–30 V
100 V
Reset (pin 4) di IC 555 digunakan untuk:
Menginisiasi timer
Menghentikan timer jika diberi sinyal low
Menyaring noise
Menyimpan data
Output IC 555 adalah:
Tegangan analog
Tegangan digital (0/Vcc)
Arus bolak-balik
Gelombang sinus
Di rangkaian astabil, LED flip-flop akan:
Menyala tetap satu LED
Bergantian menyala antar LED
Meredup perlahan
Mengedip sama cepat
IC 555 sering digantikan di berbagai aplikasi modern oleh:
Arduino
Motor stepper
LED RGB
Sensor suhu
Jika C meningkat, periode siklus IC 555 akan:
Bertambah
Berkurang
Tidak berubah
Menjadi acak
LED flip-flop paling sederhana memerlukan rangkaian:
Rangkaian kompleks dengan microcontroller
Rangkaian analog sederhana dengan IC 555
Sensor cahaya
Resistor saja
Dalam LED flip-flop, ketika salah satu LED menyala, yang lain:
Juga menyala
Tetap padam
Berwarna merah
Berkedip cepat
Jelaskan fungsi IC 555 dan bagaimana perannya dalam rangkaian timer dan osilator.
(a)
Deskripsikan bagaimana rangkaian flip-flop LED bekerja menggunakan IC 555.
(a)
Apa pengaruh perubahan nilai resistor atau kapasitor terhadap frekuensi osilasi IC 555?
(a)
Mengapa pin reset (pin 4) penting pada IC 555 dan apa yang terjadi jika tetap diberi sinyal low?
(a)
Sebutkan minimal tiga aplikasi praktis IC 555 selain flip-flop LED. Jelaskan satu contohnya.
(a)
