WorksheetsUlangan Teks Cerpen
Total questions: 15
Worksheet time: 1hrs 15mins
Pagi itu, Rani dan Sinta berlari kecil di bawah rintik hujan menuju sekolah, tertawa tanpa peduli pada sepatu mereka yang becek. Persahabatan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SD, melewati suka duka bersama. Sinta yang pendiam selalu menemukan keberanian lewat semangat Rani, sementara Rani belajar arti ketenangan dari Sinta. Saat salah satu dari mereka terjatuh, yang lain selalu siap mengulurkan tangan. Bagi mereka, hujan bukan alasan untuk berhenti melangkah—justru menjadi saksi betapa hangatnya arti sebuah persahabatan sejati.
Unsur tokoh dan penokohan yang sesuai dengan kutipan cerpen tersebut adalah....
Sinta yang pemberani
Rani yang mengulurkan tangan
Sinta yang hangat dan ramah
Rani yang baik hati
Sinta yang pendiam
Pagi itu, Rani dan Sinta berlari kecil di bawah rintik hujan menuju sekolah, tertawa tanpa peduli pada sepatu mereka yang becek. Persahabatan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SD, melewati suka duka bersama. Sinta yang pendiam selalu menemukan keberanian lewat semangat Rani, sementara Rani belajar arti ketenangan dari Sinta. Saat salah satu dari mereka terjatuh, yang lain selalu siap mengulurkan tangan. Bagi mereka, hujan bukan alasan untuk berhenti melangkah—justru menjadi saksi betapa hangatnya arti sebuah persahabatan sejati.
Latar waktu dalam kutipan cerpen tersebut adalah...
Malam hari di taman kota
Sore hari di lapangan
Pagi hari saat hujan
Siang hari di kelas
Petang hari di rumah
Pagi itu, Rani dan Sinta berlari kecil di bawah rintik hujan menuju sekolah, tertawa tanpa peduli pada sepatu mereka yang becek. Persahabatan mereka telah terjalin sejak duduk di bangku SD, melewati suka duka bersama. Sinta yang pendiam selalu menemukan keberanian lewat semangat Rani, sementara Rani belajar arti ketenangan dari Sinta. Saat salah satu dari mereka terjatuh, yang lain selalu siap mengulurkan tangan. Bagi mereka, hujan bukan alasan untuk berhenti melangkah—justru menjadi saksi betapa hangatnya arti sebuah persahabatan sejati.
Latar suasana yang tergambar dalam cerpen tersebut adalah …
Tegang dan menyeramkan
Sedih dan penuh penyesalan
Ramai dan membingungkan
Hangat dan penuh keceriaan
Sunyi dan mencekam
Keringat mengalir di pelipis Arga saat ia mendorong gerobak sayur menembus panas matahari siang. Sejak ayahnya sakit, ia tak pernah absen berkeliling kampung menjajakan dagangan demi membantu ibunya. Meski lelah dan sering diejek teman-temannya karena tidak bermain seperti anak lain, Arga tak pernah menyerah. Ia tahu, setiap langkah dan peluhnya adalah bukti cinta untuk keluarga. Di balik tubuh kecilnya, tersimpan tekad besar: suatu hari nanti, ia ingin membahagiakan orang tuanya dengan keberhasilannya sendiri.
Nilai moral yang dapat diambil dari cerita tersebut adalah …
Perjuangan harus dilakukan dengan sabar dan tekun
Bermain lebih penting daripada bekerja
Cinta kepada keluarga mendorong seseorang untuk berjuang
Hidup tidak perlu berusaha keras
Keberhasilan membutuhkan pengorbanan
Keringat mengalir di pelipis Arga saat ia mendorong gerobak sayur menembus panas matahari siang. Sejak ayahnya sakit, ia tak pernah absen berkeliling kampung menjajakan dagangan demi membantu ibunya. Meski lelah dan sering diejek teman-temannya karena tidak bermain seperti anak lain, Arga tak pernah menyerah. Ia tahu, setiap langkah dan peluhnya adalah bukti cinta untuk keluarga. Di balik tubuh kecilnya, tersimpan tekad besar: suatu hari nanti, ia ingin membahagiakan orang tuanya dengan keberhasilannya sendiri.
Amanat yang dapat disimpulkan dari cerita Arga adalah …
Jangan menyerah meskipun hidup penuh kesulitan
Anak harus berbakti dan membantu orang tua
Hidup yang bahagia tidak perlu bekerja keras
Setiap perjuangan akan membawa hasil di kemudian hari
Mengeluh adalah cara terbaik menghadapi masalah
Sejak pagi aku sudah berlari di antara semak basah, berusaha mengejar harapanku yang terasa semakin menjauh.
Unsur intrinsik yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah...
Tema
Latar waktu
Latar tempat
Sudut pandang
Amanat
Senja itu, Raka duduk sendirian di bangku taman tempat ia dan Dira dulu sering berbagi tawa. Angin sore berhembus pelan, membawa kenangan yang tak lagi ingin ia ingat, namun tetap datang tanpa diundang. Di tangannya masih tergenggam surat kecil yang tak sempat ia berikan—surat yang penuh kata maaf dan harapan yang kini tak berarti lagi. Hatinya perih, bukan karena Dira pergi, tapi karena ia sadar, kadang cinta yang tulus pun tak selalu cukup untuk membuat dua hati tetap bersama.
Jodohkanlah unsur intrinsik di bawah ini berdasarkan kutipan cerpen di atas!
Latar waktu
Senja
Penokohan
Pasrah
Sudut Pandang
Orang Ketiga
Alur
Campuran
Tema
Patah hati
Senja itu, Raka duduk sendirian di bangku taman tempat ia dan Dira dulu sering berbagi tawa. Angin sore berhembus pelan, membawa kenangan yang tak lagi ingin ia ingat, namun tetap datang tanpa diundang. Di tangannya masih tergenggam surat kecil yang tak sempat ia berikan—surat yang penuh kata maaf dan harapan yang kini tak berarti lagi. Hatinya perih, bukan karena Dira pergi, tapi karena ia sadar, kadang cinta yang tulus pun tak selalu cukup untuk membuat dua hati tetap bersama.
Amanat dalam kutipan cerpen di atas adalah...
Pasrah menerima keadaan
Menyadari terkadang harapan tidak selalu sesuai dengan kenyataan
Kita tidak bisa memaksakan kehendak pada orang lain
Menunggu adalah hal yang paling melelahkan
Menyadari cinta yang bertepuk sebelah tangan
Pagi itu, Naya menatap pot bunga di depan rumah yang dulu selalu dirawat oleh neneknya. Sejak nenek pergi untuk selamanya, halaman rumah terasa sepi dan dingin. Setiap kelopak yang gugur membuat hatinya semakin kosong, seolah ikut jatuh bersama kenangan yang tak akan kembali. Namun di balik air mata, Naya berjanji akan menjaga taman itu—sebagai cara kecil untuk tetap merasa dekat dengan sosok yang kini hanya bisa ia temui dalam doa.
Alur yang digunakan dalam cerpen tersebut adalah …
Alur maju
Alur mundur
Alur campuran
Alur balik penuh
Alur kilas waktu
Di bawah langit mendung, Lina menatap laut yang bergelombang sambil menahan air mata, menyadari bahwa kepergian sahabatnya bukan mimpi yang bisa ia ulang. Seperti melihat cakrawala di kejauhan yang tak mampu digapai.
Kaidah kebahasaan yang terdapat dalam kalimat cerpen tersebut adalah …
Kata kerja mental
Kata kerja material
Konjungsi temporal
Kalimat lampau
Majas simile
Senja itu, Rina berdiri di tepi jendela kamarnya sambil menatap hujan yang turun perlahan. Suasana sepi membuat pikirannya melayang pada kenangan terakhir bersama sahabatnya, Dinda, yang kini telah pergi untuk selamanya. Di meja kecil dekat tempat tidurnya, masih tergeletak foto mereka berdua, tersenyum cerah dalam seragam sekolah. Rina menggenggam foto itu erat, merasakan perih yang kembali mengalir dalam dadanya.
Bagian teks cerpen di atas termasuk ke dalam struktur orientasi karena...
Menunjukkan penyelesaian masalah yang dialami tokoh.
Menampilkan konflik utama dalam cerita.
Menggambarkan suasana awal, tokoh, dan latar cerita.
Memberikan amanat atau pesan moral kepada pembaca.
Menjelaskan akibat dari peristiwa utama dalam cerita.
Sejak kepergian ayahnya, Dika merasa hidupnya berubah total. Ia tak lagi semangat pergi ke kampus, bahkan musik yang dulu menjadi pelariannya kini tak memberi ketenangan. Setiap pagi ia hanya duduk di kamar, menatap kosong dinding putih tanpa arah. Hatinya seakan kehilangan kompas, tak tahu harus melangkah ke mana, sementara dunia di luar terus berjalan tanpa menunggunya.
Kutipan cerpen di atas termasuk ke dalam struktur bagian...
Komplikasi karena menceritakan pengenalan tokoh dan latar.
Komplikasi karena menunjukkan munculnya konflik atau masalah yang dihadapi tokoh.
Evaluasi karena menjelaskan penyelesaian dari masalah yang terjadi.
Koda karena menyampaikan pesan moral dari pengalaman tokoh.
Resolusi karena menggambarkan suasana awal sebelum konflik muncul.
Sejak kepergian ayahnya, Dika merasa hidupnya berubah total. Ia tak lagi semangat pergi ke kampus, bahkan musik yang dulu menjadi pelariannya kini tak memberi ketenangan. Setiap pagi ia hanya duduk di kamar, menatap kosong dinding putih tanpa arah. Hatinya seakan kehilangan kompas, tak tahu harus melangkah ke mana, sementara dunia di luar terus berjalan tanpa menunggunya.
Konflik utama yang tampak dalam paragraf cerpen di atas adalah...
Dika merasa bahagia karena hidupnya berjalan lancar.
Dika kehilangan semangat hidup setelah kepergian ayahnya.
Dika berusaha mencari cara agar bisa melanjutkan studinya.
Dika menemukan arah hidup baru dengan bantuan sahabatnya.
Dika mulai menikmati kesendirian dan ketenangan hidupnya.
Setelah berbulan-bulan terjebak dalam kesedihan, Dika akhirnya menyadari bahwa kepergian ayahnya bukanlah akhir dari segalanya. Ia mulai kembali menulis lagu dan menemukan makna baru dalam setiap nadanya. Dari kehilangan itu, Dika belajar bahwa hidup memang tak selalu mudah, tetapi setiap luka dapat menjadi jalan untuk menemukan diri sendiri.
Paragraf cerpen di atas termasuk ke dalam struktur bagian....
Orientasi karena menunjukkan pengenalan tokoh dan latar cerita.
Komplikasi karena menampilkan puncak konflik yang dihadapi tokoh.
Koda karena menggambarkan penyelesaian dan pesan moral dari cerita.
Orientasi karena menjelaskan peristiwa yang menimbulkan masalah.
Resolusi karena menguraikan latar tempat dan waktu terjadinya peristiwa.
Perhatikan kutipan berikut!
“Setelah berbulan-bulan terjebak dalam kesedihan, Dika akhirnya menyadari bahwa kepergian ayahnya bukanlah akhir dari segalanya. Ia mulai kembali menulis lagu dan menemukan makna baru dalam setiap nadanya.”
Kaidah kebahasaan yang terdapat dalam kutipan tersebut adalah ....
Penggunaan kata kerja mental
Penggunaan kata ganti orang ketiga
Penggunaan kata hubung temporal
Penggunaan majas hiperbola
Penggunaan kalimat perintah
