wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2017

Total questions: 118

Worksheet time: 59mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan utama diterbitkannya Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2017 adalah untuk menetapkan standar apa?

a)

Standar Akuntansi Pemerintahan

b)

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

c)

Standar Pelaporan Anggaran

d)

Standar Pengadaan Barang/Jasa

2.

Menurut pertimbangan huruf b, standar pemeriksaan keuangan negara berfungsi sebagai apa dalam pelaksanaan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara?

a)

Pedoman yang bersifat opsional

b)

Patokan yang wajib dipedomani

c)

Rangkuman hasil pemeriksaan

d)

Instruksi teknis bagi bendahara

3.

Menurut pertimbangan huruf c, mengapa Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 perlu diganti?

a)

Karena masa berlakunya telah habis

b)

Tidak sesuai dengan perkembangan standar pemeriksaan dan kebutuhan organisasi BPK

c)

Bertentangan dengan UUD 1945

d)

Tidak pernah diundangkan

4.

Pilih padanan yang tepat antara dasar hukum (Mengingat) dan substansinya.

a)

UU No. 17 Tahun 2003

1.

Keuangan Negara

b)

UU No. 1 Tahun 2004

2.

Perbendaharaan Negara

c)

UU No. 15 Tahun 2004

3.

Pemeriksaan Pengelolaan dan Tanggung Jawab Keuangan Negara

d)

UU No. 15 Tahun 2006

4.

Badan Pemeriksa Keuangan

5.

Pada bagian Menimbang huruf a, siapa yang menyusun standar pemeriksaan keuangan negara menurut ketentuan perundang-undangan?

a)

Kementerian Keuangan

b)

Badan Pemeriksa Keuangan

c)

Dewan Perwakilan Rakyat

d)

Presiden

6.

Lengkapi pernyataan: Bagian 'Menetapkan' menyatakan PERATURAN BADAN PEMERIKSA KEUANGAN TENTANG ________.

a)

Standar Akuntansi Pemerintahan

b)

Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

c)

Standar Pengendalian Intern Pemerintah

d)

Standar Pelaporan Keuangan Daerah

7.

Menurut Pasal 1 angka 1, apa tugas Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)?

a)

Mengelola APBN dan APBD

b)

Menyusun kebijakan fiskal

c)

Memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

d)

Menetapkan standar akuntansi sektor publik

8.

Menurut Pasal 1 angka 1, landasan konstitusional yang menjadi rujukan bagi tugas BPK tercantum dalam apa?

a)

Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945

b)

Undang-Undang Keuangan Negara Tahun 2003

c)

Peraturan Pemerintah tentang Perbendaharaan Negara

d)

Keputusan Presiden tentang Audit

9.

Apa yang dimaksud dengan SPKN dalam konteks pemeriksaan keuangan negara?

a)

Patokan untuk melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

b)

Standar akuntansi pemerintahan berbasis akrual

c)

Pedoman teknis penyusunan APBN/APBD

d)

Instruksi internal kementerian keuangan

10.

PSP (Pernyataan Standar Pemeriksaan) didefinisikan sebagai:

a)

Standar pemeriksaan yang diberi judul, nomor, dan tanggal efektif

b)

Prosedur audit sementara yang fleksibel

c)

Rencana kerja tahunan auditor pemerintah

d)

Kumpulan catatan keuangan milik negara

11.

Cocokkan istilah dengan definisinya yang tepat.

a)

Keuangan Negara

1.

Semua hak dan kewajiban negara yang dapat dinilai dengan uang serta segala sesuatu yang dapat dijadikan milik negara terkait pelaksanaan hak dan kewajiban tersebut

b)

Pengelolaan Keuangan Negara

2.

Keseluruhan kegiatan pejabat pengelola keuangan negara sesuai kedudukan dan kewenangannya, meliputi perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban

c)

Tanggung Jawab Keuangan Negara

3.

Kewajiban Pemerintah untuk melaksanakan pengelolaan keuangan negara secara tertib, taat pada peraturan perundang-undangan, efisien, ekonomis, efektif, dan transparan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan

12.

Menurut definisi dalam materi, siapa yang disebut Pemeriksa dalam konteks pemeriksaan keuangan negara?

a)

Orang yang melaksanakan tugas pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama Badan Pemeriksa Keuangan

b)

Pejabat pengelola keuangan negara di kementerian/lembaga

c)

Konsultan independen yang ditunjuk oleh kementerian

d)

Aparat pengawas internal pemerintah (APIP)

13.

Menurut definisi yang diberikan, ApGaran Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) adalah apa?

a)

Unit organisasi di lingkungan Pemerintah yang melaksanakan pengawasan dalam lingkup kewenangannya

b)

Lembaga peradilan yang mengadili sengketa keuangan negara

c)

Tim auditor eksternal yang disewa oleh BUMN

d)

Komite legislatif yang menyusun anggaran

14.

Pasal 2 menyatakan bahwa SPKN dinyatakan dalam bentuk apa?

a)

Pedoman Teknis

b)

Peraturan Menteri

c)

PSP

d)

Surat Edaran

15.

Pasangkan nomor PSP dengan fokus standarnya sesuai Pasal 3 ayat (3).

a)

PSP Nomor 100

1.

Standar Umum

b)

PSP Nomor 200

2.

Standar Pelaksanaan Pemeriksaan

c)

PSP Nomor 300

3.

Standar Pelaporan Pemeriksaan

16.

Pernyataan mana yang benar mengenai lampiran terkait PSP?

a)

PSP 100 tercantum dalam Lampiran II, PSP 200 dalam Lampiran III, PSP 300 dalam Lampiran IV

b)

PSP 100 tercantum dalam Lampiran II, PSP 200 dalam Lampiran IV, PSP 300 dalam Lampiran I

c)

PSP 100 tercantum dalam Lampiran II; PSP 200 dalam Lampiran III; PSP 300 dalam Lampiran IV, dan semuanya merupakan bagian tidak terpisahkan dari Peraturan BPK

d)

Semua PSP dicantumkan dalam satu lampiran yang sama tanpa nomor

17.

Menurut Pasal 4, SPKN berlaku untuk pemeriksaan yang dilaksanakan terhadap apa?

a)

Hanya laporan keuangan kementerian

b)

Semua pemeriksaan atas entitas, program, kegiatan, serta fungsi terkait pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dengan tingkat keyakinan memadai

c)

Hanya audit kinerja oleh APIP

d)

Hanya pengadaan barang/jasa pemerintah

18.

Pasal 5 menyebutkan pihak-pihak yang menjadi subjek SPKN. Manakah kombinasi yang tepat?

a)

BPK; akuntan publik; perusahaan swasta asing; auditor internal perusahaan

b)

BPK; akuntan publik atau pihak lain yang memeriksa atas nama BPK; akuntan publik yang memeriksa keuangan negara berdasar undang-undang; Aparat Pengawasan Intern Pemerintah

c)

Hanya BPK dan Kementerian Keuangan

d)

BPK; organisasi internasional; lembaga legislatif daerah

19.

Cocokkan pihak dalam Pasal 5 dengan perannya terkait SPKN.

a)

BPK

1.

Subjek utama yang menggunakan SPKN

b)

Akuntan publik atau pihak lain atas nama BPK

2.

Melakukan pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara untuk dan atas nama BPK

c)

Akuntan publik berdasarkan ketentuan undang-undang

3.

Melakukan pemeriksaan keuangan negara berdasar ketentuan undang-undang

d)

Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP)

4.

Melakukan audit kinerja dan audit dengan tujuan tertentu

20.

Menurut Pasal 6, siapa yang membentuk Komite untuk mengevaluasi penerapan dan mengembangkan SPKN, dan bagaimana penetapannya?

a)

Kementerian Keuangan; melalui Peraturan Menteri

b)

BPK; ditetapkan dengan Keputusan BPK

c)

DPR; melalui Undang-Undang

d)

APIP; melalui Surat Edaran

21.

Struktur Komite sebagaimana Pasal 6 ayat (3) terdiri dari apa saja?

a)

Dewan Pengawas, Inspektorat, dan Sekretariat

b)

Dewan Konsultatif dan Panitia Kerja yang dibantu Sekretariat

c)

Panitia Khusus dan Tim Teknis tanpa sekretariat

d)

Satuan Tugas dan Auditor Independen

22.

Menurut Pasal 6 ayat (4), Panitia Kerja dapat melibatkan siapa dan dalam kapasitas apa?

a)

Pegawai BPK sebagai evaluator

b)

Pihak di luar BPK sebagai narasumber

c)

Auditor internal swasta sebagai pelaksana utama

d)

Masyarakat umum sebagai responden survei

23.

Berdasarkan Pasal 7, seberapa sering hasil evaluasi penerapan dan/atau pengembangan SPKN dilaporkan kepada BPK?

a)

Setiap lima tahun

b)

Paling sedikit satu kali setiap tahun

c)

Setiap triwulan

d)

Sesuai kebutuhan tanpa batasan waktu

24.

Menurut Pasal 8, bagaimana pelaksanaan pemeriksaan yang sudah berjalan saat Peraturan BPK ini mulai berlaku?

a)

Dihentikan sementara hingga ada pedoman baru

b)

Dilanjutkan berdasarkan Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara

c)

Dialihkan kewenangannya kepada kementerian terkait

d)

Diulang dari awal sesuai peraturan terbaru

25.

Cocokkan ketentuan peralihan/penutup dengan implikasinya sesuai Pasal 9–11.

a)

Pasal 9

1.

Peraturan pelaksanaan dari Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 tetap berlaku sepanjang tidak bertentangan dengan peraturan ini

b)

Pasal 10

2.

Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

c)

Pasal 11

3.

Peraturan baru mulai berlaku pada tanggal diundangkan

26.

Apa konsekuensi utama dari Pasal 10 terhadap Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 tentang Standar Pemeriksaan Keuangan Negara?

a)

Tetap berlaku penuh tanpa pengecualian

b)

Hanya berlaku untuk pemeriksaan yang sudah berjalan

c)

Dicabut dan dinyatakan tidak berlaku

d)

Dialihkan menjadi peraturan pelaksanaan

27.

Menurut penjelasan, apa tujuan utama negara yang didukung oleh pengelolaan keuangan negara?

a)

Mencapai masyarakat yang adil, makmur, dan sejahtera

b)

Mengurangi defisit anggaran setiap tahun

c)

Meningkatkan penerimaan pajak semata

d)

Mendorong investasi asing langsung

28.

Pasal 23E ayat (1) UUD 1945 mengamanatkan pembentukan lembaga apa, dan apa kewenangannya terkait keuangan negara?

a)

Kementerian Keuangan; menyusun APBN

b)

BPK; memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

c)

MA; menguji undang-undang tentang keuangan

d)

KPK; menyusun standar akuntansi pemerintah

29.

Cocokkan tujuan/hasil yang diharapkan dengan upaya yang disebutkan dalam penjelasan.

a)

Pemerintahan yang bersih

1.

Pemeriksaan dilakukan bebas dari korupsi, kolusi, dan nepotisme

b)

Mutu hasil pemeriksaan terjamin

2.

Pelaksanaan pemeriksaan berdasarkan standar pemeriksaan

c)

Tujuan negara tercapai

3.

Pengelolaan keuangan negara yang baik

30.

Mengapa pelaksanaan pemeriksaan keuangan negara perlu didasarkan pada suatu standar pemeriksaan?

a)

Agar laporan keuangan pemerintah dapat diaudit oleh auditor swasta

b)

Untuk menjamin mutu hasil pemeriksaan keuangan negara

c)

Supaya APBN selalu surplus

d)

Untuk memperluas kewenangan BPK hingga ranah perdata

31.

Standar pemeriksaan yang digunakan dalam SPKN 2007 merujuk utama pada GAGAS. Pada tahun berapa GAGAS yang menjadi rujukan tersebut diterbitkan?

a)

2003

b)

2007

c)

2011

d)

1999

32.

Pernyataan manakah yang BENAR mengenai perbedaan pendekatan standar pemeriksaan?

a)

Principle-based standards mengatur secara rinci/detail, sedangkan rule-based standards berbasis prinsip.

b)

Rule-based standards lebih fleksibel daripada principle-based standards.

c)

Sebelumnya standar pemeriksaan menggunakan rule-based standards yang lebih rinci/detail.

d)

SPAP, ISA, dan ISSAI disusun dengan pendekatan rule-based standards.

33.

Cocokkan setiap standar/istilah dengan keterangan yang tepat.

a)

GAGAS

1.

The Generally Accepted Government Auditing Standards

b)

SPAP

2.

Standar Profesional Akuntan Publik (Indonesia)

c)

ISA

3.

International Standards on Auditing

d)

ISSAI

4.

International Standards of Supreme Audit Institutions

34.

Apa alasan utama perlunya mengganti Peraturan BPK Nomor 1 Tahun 2007 tentang SPKN?

a)

Untuk menyesuaikan dengan perubahan struktur organisasi pemerintah daerah.

b)

Karena tidak sesuai lagi dengan perkembangan standar pemeriksaan dan kebutuhan organisasi BPK yang terkini.

c)

Agar selaras dengan peraturan perpajakan terbaru.

d)

Untuk menghapus seluruh ketentuan pasal demi pasal yang dianggap berlebihan.

35.

Tujuan dibentuknya Negara Republik Indonesia menurut Pembukaan UUD 1945 TIDAK mencakup yang mana?

a)

Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia

b)

Memajukan kesejahteraan umum

c)

Mencerdaskan kehidupan bangsa

d)

Mewujudkan keunggulan militer regional sebagai prioritas utama

36.

Menurut UUD 1945, bagaimana pengelolaan Keuangan Negara harus dilaksanakan untuk mencapai sebesar-besarnya kemakmuran rakyat?

a)

Secara tertutup dan hanya dilaporkan kepada eksekutif

b)

Secara terbuka dan bertanggung jawab

c)

Diserahkan seluruhnya kepada pihak swasta

d)

Melalui pinjaman luar negeri semata

37.

Pasangkan aspek pengelolaan Keuangan Negara dengan prinsip yang wajib dipenuhi.

a)

Tertib

1.

Sesuai peraturan perundang-undangan

b)

Efisien

2.

Menggunakan sumber daya secara hemat

c)

Transparan

3.

Memberikan informasi yang jelas dan dapat diakses

d)

Bertanggung jawab

4.

Dapat dipertanggungjawabkan dengan memperhatikan rasa keadilan dan kepatutan

38.

BPK dibentuk untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara. Cakupan pemeriksaan BPK meliputi apa saja?

a)

Pemeriksaan keuangan, pemeriksaan kinerja, dan PDTT

b)

Audit internal kementerian, investigasi pidana, dan pengawasan politik

c)

Hanya pemeriksaan laporan keuangan tahunan

d)

Hanya audit kepatuhan pajak daerah

39.

Mengapa BPK melaksanakan pemeriksaan berdasarkan standar pemeriksaan dan mengapa diperlukan Kerangka Konseptual Pemeriksaan?

a)

Agar pemeriksaan dapat dilakukan sesuai patokan umum, pelaksanaan, dan pelaporan; kerangka konseptual menjadi acuan penyusunan standar sesuai peraturan dan praktik internasional

b)

Karena standar hanya diperlukan untuk audit kinerja; kerangka konseptual bersifat opsional

c)

Untuk membatasi ruang lingkup pemeriksaan hanya pada laporan keuangan; kerangka konseptual dibuat untuk kepentingan internal semata

d)

Supaya BPK dapat menggantikan peraturan perundang-undangan yang ada dengan standar sendiri

40.

Tujuan utama Kerangka Konseptual Pemeriksaan adalah sebagai acuan dan dasar bagi siapa saja berikut ini?

a)

BPK, APIP, dan akuntan publik; penyusun standar; serta pengguna LHP BPK dan pihak lain terkait

b)

Kementerian Keuangan, DPR, dan BI

c)

BPK, DPR, dan Mahkamah Agung

d)

Auditor internal swasta saja

41.

Pernyataan yang tepat tentang status Kerangka Konseptual adalah:

a)

Merupakan standar dan prosedur pemeriksaan yang mengikat

b)

Bukan standar/prosedur, tetapi menjadi acuan pengembangan standar pemeriksaan

c)

Hanya berlaku untuk akuntan publik

d)

Hanya berisi contoh kertas kerja audit

42.

Lingkup Kerangka Konseptual TIDAK mencakup hal berikut:

a)

Gambaran umum pemeriksaan keuangan negara

b)

Unsur-unsur pemeriksaan keuangan negara

c)

Pengawasan internal entitas privat

d)

Prinsip-prinsip pemeriksaan keuangan negara

43.

Bagian lingkup yang membahas hubungan Kerangka Konseptual dengan peraturan perundang-undangan dan standar pemeriksaan adalah:

a)

Gambaran umum pemeriksaan

b)

Unsur-unsur pemeriksaan

c)

Pengembangan standar pemeriksaan

d)

Hubungan antara Kerangka Konseptual, peraturan, standar, dan ketentuan lain

44.

Konstitusi yang memberi mandat kepada BPK untuk memeriksa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara secara bebas dan mandiri adalah:

a)

UUD 1945

b)

UU No. 17 Tahun 2003

c)

UU No. 15 Tahun 2004

d)

UU No. 1 Tahun 2004

45.

Kepada lembaga mana hasil pemeriksaan BPK disampaikan menurut ketentuan?

a)

MA, MK, dan Kementerian Keuangan

b)

DPR, DPD, dan DPRD

c)

DPR, BI, dan OJK

d)

Presiden dan Wakil Presiden

46.

Mandat lebih lanjut mengenai pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara dijabarkan dalam undang-undang:

a)

UU No. 15 Tahun 2004 dan UU No. 15 Tahun 2006

b)

UU No. 17 Tahun 2003 dan UU No. 1 Tahun 2004

c)

UU No. 5 Tahun 2014 dan UU No. 23 Tahun 2014

d)

UU No. 30 Tahun 2014 dan UU No. 25 Tahun 2009

47.

Yang dimaksud kemandirian BPK dalam pemeriksaan keuangan negara antara lain mencakup kebebasan dalam:

a)

Penetapan pajak dan bea

b)

Perencanaan, pelaksanaan, pelaporan, dan pemantauan tindak lanjut hasil pemeriksaan

c)

Pembahasan RUU APBN

d)

Penuntutan pidana korupsi

48.

Selain kebebasan proses, kemandirian BPK juga mencakup ketersediaan sumber daya berikut, KECUALI:

a)

Sumber daya manusia

b)

Anggaran

c)

Sarana pendukung

d)

Saham pada BUMN

49.

Wewenang BPK untuk menentukan objek, waktu, dan metode pemeriksaan serta menyusun dan menyajikan laporan pemeriksaan termasuk dalam kewenangan:

a)

Administratif kementerian

b)

Inti pelaksanaan tugas BPK

c)

Kepaniteraan pengadilan

d)

Pengaturan fiskal

50.

BPK berwenang meminta keterangan atau dokumen dari pihak berikut, KECUALI:

a)

Unit organisasi Pemerintah Pusat/Daerah

b)

Bank Indonesia

c)

BUMN/BUMD/BLU

d)

Perusahaan swasta yang tidak mengelola keuangan negara

51.

Contoh kewenangan BPK melakukan pemeriksaan di lokasi fisik adalah:

a)

Menetapkan tarif pajak

b)

Memeriksa tempat penyimpanan uang dan barang milik negara serta pembukuan keuangan negara

c)

Menyusun RKA-K/L

d)

Menerbitkan obligasi negara

52.

BPK menetapkan standar pemeriksaan keuangan negara setelah:

a)

Persetujuan Mahkamah Agung

b)

Konsultasi dengan Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah

c)

Persetujuan DPR

d)

Persetujuan BI dan OJK

53.

Pasangan yang tepat antara kewenangan BPK dan contohnya.

a)

Menetapkan kode etik pemeriksa

1.

Kode etik pemeriksaan pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

b)

Menggunakan tenaga ahli di luar BPK

2.

Tenaga ahli/tenaga pemeriksa atas nama BPK

c)

Memberi pertimbangan atas rancangan sistem pengendalian intern pemerintah

3.

Sebelum ditetapkan oleh Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah

d)

Memantau pelaksanaan pengenaan ganti kerugian negara/daerah

4.

Kepada bendahara, pengelola BUMN/BUMD, dan lembaga lain

54.

BPK dapat memberikan pendapat kepada pihak-pihak berikut karena sifat pekerjaannya. Manakah yang benar?

a)

Hanya DPR dan Presiden

b)

DPR, DPD, DPRD, Pemerintah Pusat/Daerah, Lembaga Negara Lain, BI, BUMN, BLU, BUMD, Yayasan, dan lembaga/badan lain yang diperlukan

c)

Hanya lembaga peradilan

d)

Hanya Kementerian Keuangan dan BI

55.

BPK dapat memberikan pertimbangan atas penyelesaian kerugian negara/daerah yang ditetapkan oleh:

a)

Pemerintah Pusat/Pemerintah Daerah

b)

Mahkamah Agung

c)

BPK sendiri

d)

Komisi Pemberantasan Korupsi

56.

Pernyataan manakah yang paling tepat mendefinisikan pemeriksaan keuangan negara?

a)

Proses audit internal untuk menilai kinerja pegawai negeri

b)

Proses identifikasi, analisis, dan evaluasi secara independen, objektif, dan profesional berdasarkan standar pemeriksaan untuk menilai keandalan informasi pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara

c)

Kegiatan verifikasi pajak oleh kementerian keuangan semata

d)

Pemantauan kas negara oleh bank sentral

57.

Tujuan utama pemeriksaan keuangan negara sebagaimana dijelaskan adalah untuk mendorong tata kelola keuangan negara yang baik melalui...

a)

pengurangan belanja pemerintah setiap tahun

b)

perolehan keyakinan bahwa pengelolaan dan tanggung jawab keuangan negara sesuai ketentuan peraturan perundang‑undangan dan/atau prinsip tata kelola yang baik

c)

peningkatan penerimaan pajak semata

d)

privatisasi aset negara

58.

Manakah yang termasuk dalam lingkup pengelolaan keuangan negara menurut materi?

a)

Hanya pelaksanaan dan pelaporan

b)

Perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pertanggungjawaban

c)

Hanya perencanaan dan pengawasan

d)

Hanya pertanggungjawaban

59.

Pilih pasangan yang benar antara jenis penerimaan/pengeluaran dan tingkat pemerintahan sesuai lingkup keuangan negara.

a)

Penerimaan Negara

1.

Tingkat pusat

b)

Pengeluaran Negara

2.

Tingkat pusat

c)

Penerimaan Daerah

3.

Tingkat daerah

d)

Pengeluaran Daerah

4.

Tingkat daerah

60.

Menurut daftar lingkup keuangan negara, hak negara untuk memungut pajak, mengeluarkan dan mengedarkan uang, serta melakukan pinjaman termasuk kategori...

a)

kewajiban negara

b)

hak negara

c)

penerimaan daerah

d)

kekayaan pihak lain

61.

Manakah yang termasuk dalam kekayaan negara/daerah menurut materi?

a)

Hanya uang tunai yang disimpan di bank milik pemerintah

b)

Barang milik negara saja, tidak termasuk piutang

c)

Uang, surat berharga, piutang, barang, serta hak‑hak lain yang dapat dinilai dengan uang, termasuk kekayaan yang dipisahkan pada BUMN/BUMD

d)

Hanya aset yang dikelola pihak ketiga

62.

Cocokkan jenis pemeriksaan keuangan negara dengan tujuan utamanya.

a)

Pemeriksaan keuangan

1.

Memberikan opini atas kewajaran laporan keuangan

b)

Pemeriksaan kinerja

2.

Memberikan kesimpulan atas aspek ekonomi, efisiensi, dan/atau efektivitas serta rekomendasi perbaikan

c)

PDTT (Pemeriksaan Dengan Tujuan Tertentu)

3.

Memberikan kesimpulan sesuai tujuan pemeriksaan yang ditetapkan; dapat berupa kepatuhan atau investigatif

63.

Pernyataan berikut ini benar tentang PDTT adalah...

a)

Selalu berfokus pada opini kewajaran laporan keuangan

b)

Hanya menilai efektivitas program

c)

Dapat berbentuk pemeriksaan kepatuhan dan pemeriksaan investigatif sesuai tujuan yang ditetapkan

d)

Tidak termasuk dalam jenis pemeriksaan keuangan negara

64.

Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan salah satu manfaat utama pemeriksaan BPK terhadap pengelolaan keuangan negara?

a)

Memberikan kesimpulan yang subjektif untuk mempercepat pengambilan keputusan pemerintah

b)

Menyediakan hasil pemeriksaan dengan kesimpulan independen, objektif, dan andal berdasarkan bukti yang cukup dan tepat

c)

Menggantikan peran Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) di setiap instansi

d)

Menghapus kebutuhan rekomendasi tindak lanjut

65.

Dalam konteks pemberantasan korupsi, pemeriksaan BPK berkontribusi melalui...

a)

pemberian sanksi pidana langsung kepada pelaku

b)

penyampaian temuan berindikasi tindak pidana dan/atau kerugian kepada instansi berwenang serta pencegahan melalui penguatan sistem

c)

pengurangan ruang lingkup audit agar lebih efisien

d)

pembekuan anggaran kementerian terkait

66.

Cocokkan aspek yang ditingkatkan oleh pemeriksaan BPK dengan penjelasan yang tepat.

a)

Akuntabilitas, transparansi, keekonomian, efisiensi, efektivitas

1.

Rekomendasi yang konstruktif dan tindak lanjut yang efektif

b)

Kepatuhan pengelolaan dan pertanggungjawaban keuangan negara

2.

Kesesuaian terhadap ketentuan peraturan perundang-undangan

c)

Efektivitas peran APIP

3.

Peningkatan fungsi pengawasan internal pemerintah

d)

Kepercayaan publik

4.

Meningkat atas hasil pemeriksaan BPK dan pengelolaan keuangan negara

67.

Apa kewajiban BPK terkait pelaksanaan tugas pokok, fungsi, dan wewenangnya sebagaimana prinsip transparansi dan akuntabilitas?

a)

Melaksanakan tugas secara ekonomis, efisien, dan efektif berdasarkan ketentuan peraturan perundang-undangan serta memublikasikan hasil pelaksanaan sesuai ketentuan melalui berbagai media

b)

Mengutamakan kecepatan publikasi meskipun tidak sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan

c)

Hanya memublikasikan hasil audit jika diminta oleh kementerian terkait

d)

Menjaga kerahasiaan seluruh hasil audit tanpa pengecualian

68.

Media apa yang disebutkan sebagai saluran publikasi hasil pelaksanaan tugas BPK dalam rangka transparansi dan akuntabilitas?

a)

Hanya media cetak nasional

b)

Hanya konferensi pers tahunan

c)

Berbagai media, baik konvensional maupun dalam jaringan (daring)

d)

Media sosial pribadi auditor

69.

Pernyataan mana yang TIDAK sejalan dengan manfaat pemeriksaan BPK sebagaimana diuraikan?

a)

Mendorong pencegahan korupsi melalui penguatan sistem pengelolaan keuangan negara

b)

Meningkatkan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan

c)

Mengurangi kebutuhan akan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) sehingga perannya berkurang

d)

Meningkatkan kepercayaan publik atas hasil pemeriksaan BPK

70.

Manakah yang termasuk unsur pemeriksaan keuangan negara menurut kerangka konseptual?

a)

Hubungan tiga pihak; hal pokok dan informasinya; kriteria; bukti; LHP; pemantauan tindak lanjut

b)

Hanya hubungan dua pihak dan laporan keuangan

c)

Hanya kriteria pemeriksaan dan bukti

d)

Hanya laporan hasil pemeriksaan dan rekomendasi

71.

Pasangan yang tepat antara unsur dan contoh/penjelasannya.

a)

Hubungan tiga pihak

1.

Pemeriksa, pihak yang bertanggung jawab, dan pengguna LHP

b)

Hal pokok (subject matter)

2.

Informasi atau objek yang dinilai dalam pemeriksaan

c)

Bukti pemeriksaan

3.

Basis yang dikumpulkan auditor untuk mendukung kesimpulan

d)

Pemantauan tindak lanjut

4.

Kegiatan setelah LHP untuk menindaklanjuti hasil

72.

Berapa pihak yang terlibat dalam pemeriksaan keuangan negara dan siapa saja?

a)

Dua pihak: pemerintah dan BPK

b)

Tiga pihak: pemeriksa keuangan negara, pihak yang bertanggung jawab, dan pengguna LHP

c)

Empat pihak: BPK, kementerian, DPR, dan masyarakat

d)

Satu pihak: BPK

73.

Siapa yang dimaksud sebagai pemeriksa keuangan negara menurut ketentuan dan peran BPK?

a)

Hanya akuntan publik

b)

BPK sebagai lembaga negara; dapat menugaskan pemeriksa BPK dan/atau tenaga ahli/di luar BPK untuk dan atas nama BPK

c)

Hanya inspektorat daerah

d)

DPR selaku lembaga perwakilan

74.

Pernyataan yang benar terkait peran akuntan publik dalam pemeriksaan keuangan negara adalah…

a)

Akuntan publik tidak boleh melakukan pemeriksaan keuangan negara

b)

Akuntan publik dapat melakukan pemeriksaan berdasarkan undang-undang dan SPAP serta SPKN; hasilnya dievaluasi BPK dan disampaikan kepada lembaga perwakilan

c)

Akuntan publik bekerja tanpa pedoman SPKN

d)

Laporan akuntan publik tidak perlu disampaikan ke BPK

75.

Siapa yang termasuk pihak yang bertanggung jawab dalam pemeriksaan keuangan negara?

a)

Pihak yang diperiksa dan bertanggung jawab atas informasi hal pokok, mengelola hal pokok, dan/atau menindaklanjuti hasil pemeriksaan

b)

BPK sebagai auditor

c)

Lembaga perwakilan seperti DPR

d)

Akuntan publik

76.

Cocokkan jenis pengguna LHP dengan contoh entitasnya.

a)

Lembaga Perwakilan

1.

DPR, DPD, DPRD

b)

Pemerintah

2.

Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah

c)

Pihak lain yang berkepentingan

3.

Masyarakat, penegak hukum, dan lembaga yang berkepentingan terhadap LHP

77.

Tindakan yang dapat dilakukan lembaga perwakilan sebagai pengguna LHP adalah…

a)

Menetapkan SPAP

b)

Meminta penjelasan kepada BPK, melakukan pembahasan sesuai kewenangan, meminta pemeriksaan lanjutan, dan meminta Pemerintah melakukan tindak lanjut

c)

Menunjuk auditor internal kementerian

d)

Menyusun anggaran BPK

78.

Manakah yang paling tepat menggambarkan pengertian hal pokok (subject matter) dalam suatu penugasan pemeriksaan?

a)

Hasil evaluasi atau pengukuran terhadap kriteria tertentu

b)

Hal-hal yang diperiksa dan/atau menjadi perhatian yang dapat berupa informasi, kondisi, atau aktivitas yang dapat diukur/dievaluasi berdasarkan kriteria tertentu

c)

Dokumen spesifikasi yang menjelaskan kapasitas fasilitas

d)

Tolok ukur yang digunakan untuk menilai kepatuhan terhadap peraturan

79.

Informasi hal pokok (subject matter information) merujuk pada...

a)

Hasil evaluasi atau hasil pengukuran hal pokok terhadap kriteria

b)

Faktor-faktor relevan yang tidak boleh diabaikan

c)

Prosedur dalam memperoleh bukti yang cukup dan tepat

d)

Tujuan dan jenis pemeriksaan

80.

Pasangkan contoh hal pokok dengan bentuk informasi hal pokok yang mungkin relevan.

a)

Kinerja/ kondisi keuangan

1.

Pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan dalam laporan keuangan

b)

Kinerja/ kondisi nonkeuangan

2.

Indikator efisiensi dan efektivitas entitas

c)

Karakteristik fisik

3.

Dokumen tentang spesifikasi

d)

Sistem dan proses

4.

Asersi tentang efektivitas (mis. pengendalian internal)

e)

Perilaku

5.

Pernyataan kepatuhan atau pernyataan efektivitas

81.

Karakteristik hal pokok dapat berbeda-beda. Manakah kombinasi cakupan karakteristik yang disebutkan?

a)

Kuantitatif vs kualitatif; objektif vs subjektif; historis vs prospektif; terkait titik waktu vs periode tertentu

b)

Internal vs eksternal; strategis vs operasional; publik vs privat

c)

Valid vs reliabel; material vs imaterial; wajib vs sukarela

d)

Finansial vs nonfinansial; publik vs rahasia; sederhana vs kompleks

82.

Menurut materi, penentuan hal pokok dikatakan tepat apabila memenuhi syarat berikut, KECUALI:

a)

Dapat diidentifikasi dan memungkinkan evaluasi serta pengukuran konsisten terhadap kriteria yang telah diidentifikasi

b)

Memungkinkan penerapan prosedur untuk memperoleh bukti yang cukup dan tepat guna memberikan keyakinan memadai

c)

Seluruh bukti harus berasal dari sumber eksternal independen

d)

Kriteria yang digunakan telah diidentifikasi sebelumnya

83.

Tingkat kemampuan bukti yang tersedia untuk memberikan keyakinan dan tingkat ketepatan dalam mengukur hal pokok dipengaruhi oleh...

a)

Karakteristik hal pokok

b)

Jenis laporan keuangan

c)

Ukuran organisasi

d)

Jumlah auditor

84.

Kriteria pemeriksaan didefinisikan sebagai...

a)

Himpunan prosedur audit rinci

b)

Tolok ukur yang digunakan untuk memeriksa dan menilai hal pokok, termasuk penyajian dan pengungkapan yang relevan

c)

Dokumen kebijakan internal entitas

d)

Ringkasan hasil pengujian kepatuhan

85.

Pasangkan karakteristik kriteria pemeriksaan yang sesuai dengan penjelasannya.

a)

Relevan

1.

Memberikan kontribusi kepada kesimpulan guna membantu pengambilan keputusan oleh pengguna

b)

Lengkap

2.

Faktor-faktor relevan yang dapat memengaruhi kesimpulan tidak ada yang diabaikan

c)

Andal

3.

Memungkinkan pengevaluasian dan pengukuran yang konsisten oleh pemeriksa lain yang mempunyai kualifikasi sama

86.

Manakah pernyataan yang paling tepat mengenai definisi bukti pemeriksaan?

a)

Informasi yang digunakan auditor untuk menghitung materialitas laporan keuangan

b)

Informasi yang digunakan oleh Pemeriksa dalam menentukan kesesuaian hal pokok dengan kriteria pemeriksaan

c)

Dokumentasi internal entitas yang selalu bersifat cukup dan tepat

d)

Pendapat profesional Pemeriksa tanpa dukungan data

87.

Apa yang dimaksud dengan kecukupan bukti pemeriksaan?

a)

Ukuran kualitas bukti yang relevan, valid, dan andal

b)

Ukuran kuantitas bukti pemeriksaan

c)

Metode yang digunakan untuk memperoleh bukti

d)

Hubungan biaya-manfaat dalam pengumpulan bukti

88.

Ketepatan bukti pemeriksaan merujuk pada...

a)

kuantitas bukti yang diperoleh.

b)

kualitas bukti yang relevan, valid, dan andal untuk mendukung hasil pemeriksaan.

c)

penghematan waktu pemeriksa dalam mengumpulkan bukti.

d)

tingkat materialitas temuan.

89.

Pernyataan yang BENAR terkait hubungan kecukupan dan ketepatan bukti adalah...

a)

Kuantitas bukti yang lebih banyak selalu dapat mengompensasi kualitas yang buruk.

b)

Keduanya tidak berhubungan satu sama lain.

c)

Keduanya saling berhubungan, dan kuantitas lebih banyak belum tentu dapat mengompensasi kualitas yang buruk.

d)

Kualitas bukti tidak relevan jika jumlahnya banyak.

90.

Pasangkan bentuk bukti pemeriksaan dengan contoh metodenya.

a)

Catatan transaksi dan komunikasi tertulis/lisan

1.

Rekalkulasi, prosedur analitis, atau teknik lainnya

b)

Keterangan pihak di luar entitas yang diperiksa

2.

Konfirmasi atau permintaan keterangan

c)

Hasil observasi Pemeriksa

3.

Inspeksi dan observasi

91.

Bagaimana Pemeriksa menyikapi biaya dan kesulitan dalam memperoleh bukti?

a)

Biaya yang tinggi dapat menjadi alasan untuk menghapus prosedur tanpa pertimbangan lain.

b)

Kesulitan tidak boleh dijadikan alasan untuk menghilangkan prosedur ketika tidak ada prosedur alternatif yang tersedia.

c)

Biaya selalu lebih penting daripada kualitas bukti.

d)

Jika sulit, Pemeriksa boleh berhenti mengumpulkan bukti sama sekali.

92.

Tujuan utama Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) adalah...

a)

Menyajikan rencana kerja pemeriksa untuk periode berikutnya.

b)

Menyajikan kesimpulan dan hasil analisis atas pengujian bukti terkait informasi hal pokok.

c)

Menyajikan pendapat hukum atas peraturan perundang-undangan terbaru.

d)

Mengumumkan sanksi kepada entitas yang diperiksa.

93.

Manakah pernyataan yang tepat mengenai keterbukaan LHP?

a)

Selalu rahasia dan tidak dapat diakses publik.

b)

Terbuka untuk umum setelah disampaikan kepada lembaga perwakilan, kecuali memuat rahasia negara dan/atau unsur pidana yang diproses hukum.

c)

Hanya dapat diakses oleh auditor internal entitas.

d)

Hanya ringkasannya yang boleh diakses publik tanpa pengecualian.

94.

Siapa yang menindaklanjuti LHP dan bagaimana pemantauannya?

a)

Pemeriksa menindaklanjuti sendiri dan tidak ada pemantauan.

b)

Pejabat pengelola keuangan negara sebagai pihak bertanggung jawab; BPK memantau secara periodik dan menyampaikan hasilnya kepada lembaga perwakilan serta pihak yang bertanggung jawab.

c)

Masyarakat umum menindaklanjuti, BPK tidak memantau.

d)

Kepolisian menindaklanjuti semua LHP tanpa kecuali.

95.

Prinsip-prinsip pemeriksaan keuangan negara yang harus dipahami penyusun standar dan Pemeriksa meliputi apa saja? Pilih kombinasi yang paling lengkap dan benar.

a)

Kode etik, pengendalian mutu, manajemen dan keahlian tim, risiko pemeriksaan, materialitas, dokumentasi, komunikasi

b)

Kode etik, pelatihan, remunerasi, etika bisnis

c)

Pengendalian mutu, pemasaran, logistik, kontrak

d)

Integritas, audit internal, anggaran, perpajakan

96.

Apa tujuan utama penerapan kode etik bagi Anggota BPK dan Pemeriksa Keuangan Negara?

a)

Menjamin keuntungan lembaga

b)

Mewujudkan BPK yang independen, berintegritas, dan profesional demi kepentingan negara

c)

Mempercepat proses pemeriksaan tanpa standar

d)

Mengurangi dokumentasi pemeriksaan

97.

Menurut materi, independensi menuntut pemeriksa untuk...

a)

Memihak kepada pihak yang diaudit demi kelancaran data

b)

Objektif, bebas dari benturan kepentingan, serta menjaga independence of mind dan independence in appearance

c)

Menyerahkan seluruh keputusan kepada manajemen entitas

d)

Hanya menjaga penampilan profesional tanpa memikirkan konflik kepentingan

98.

Pernyataan yang paling tepat tentang integritas adalah...

a)

Kemampuan teknis semata

b)

Mutu atau sifat yang menunjukkan kesatuan utuh dengan kejujuran, kerja keras, dan kompetensi yang memadai

c)

Sikap skeptis terhadap semua bukti

d)

Prosedur review berjenjang

99.

Profesionalisme diwujudkan antara lain dengan...

a)

Mengandalkan intuisi tanpa standar

b)

Selalu bersikap skeptisisme profesional dan mengedepankan pertimbangan profesional

c)

Mengabaikan peraturan perundang-undangan

d)

Mengurangi ketelitian demi efisiensi

100.

Makna skeptisisme profesional menurut materi adalah...

a)

Menganggap semua pihak bertanggung jawab pasti tidak jujur

b)

Tidak menganggap pihak bertanggung jawab tidak jujur, tetapi juga tidak menganggap kejujuran mereka tidak perlu dipertanyakan

c)

Mempercayai penuh tanpa verifikasi

d)

Menolak seluruh bukti dari manajemen

101.

Tujuan sistem pengendalian mutu BPK adalah...

a)

Menurunkan biaya audit

b)

Menjaga agar kualitas pemeriksaan yang dilakukan tetap terjaga dan meningkatkan kepercayaan pemangku kepentingan

c)

Mengurangi jumlah pemeriksa

d)

Menghapus konsultasi selama pemeriksaan

102.

Komponen yang termasuk dalam sistem pengendalian mutu menurut materi adalah...

a)

Supervisi, review berjenjang, monitoring, dan konsultasi selama proses pemeriksaan

b)

Promosi, penjualan, dan hubungan pelanggan

c)

Penyusunan anggaran negara

d)

Audit teknologi informasi saja

103.

Menurut prinsip manajemen dan keahlian tim pemeriksa, apa tujuan utama BPK merekrut SDM berkualifikasi, memberikan pelatihan, menyiapkan standar/pedoman, dan menyediakan sumber daya pemeriksaan yang cukup?

a)

Mempercepat penyusunan LHP tanpa mempertimbangkan kualitas

b)

Menjaga kompetensi profesional pemeriksa melalui pengembangan profesional berkelanjutan

c)

Mengurangi biaya perjalanan dinas pemeriksa

d)

Menggantikan kebutuhan akan pertimbangan profesional

104.

Pernyataan manakah yang paling tepat menggambarkan pengembangan kapasitas pemeriksa pada tingkat internasional?

a)

Dilakukan terutama melalui rotasi internal tanpa interaksi eksternal

b)

Mencakup pertukaran ide dan pengalaman melalui kongres, pelatihan, seminar, dan kelompok kerja internasional

c)

Hanya berfokus pada pembelajaran mandiri melalui e-learning

d)

Terbatas pada kerja sama dengan auditor swasta nasional

105.

Saat menggunakan hasil kerja pihak lain di luar BPK, apa yang wajib dipastikan oleh pemeriksa?

a)

Ketersediaan anggaran proyek pihak lain

b)

Kepatuhan pihak lain pada standar akuntansi internasional saja

c)

Kompetensi dan independensi tenaga ahli/tenaga pemeriksa luar serta kualitas hasil pekerjaannya

d)

Kesamaan metodologi pelatihan dengan BPK

106.

Tujuan utama penggunaan hasil pekerjaan Aparat Pengawasan Intern Pemerintah (APIP) oleh pemeriksa adalah untuk:

a)

Mengalihkan seluruh tanggung jawab audit kepada APIP

b)

Meningkatkan koordinasi dan kerja sama serta mengurangi duplikasi pekerjaan

c)

Memperluas ruang lingkup audit tanpa bukti tambahan

d)

Menjamin bahwa APIP melakukan audit keuangan tahunan

107.

Cocokkan konsep dengan penjelasannya.

a)

Risiko pemeriksaan

1.

Risiko bahwa hasil pemeriksaan tidak sesuai dengan kondisi yang sebenarnya; dikurangi melalui pengembangan dan pelaksanaan prosedur pemeriksaan.

b)

Materialitas (umum)

2.

Konsep relevan untuk semua pemeriksaan; suatu hal dianggap penting bila pengetahuannya memengaruhi keputusan pengguna LHP; memiliki aspek kuantitatif dan kualitatif.

c)

Dokumentasi pemeriksaan yang memadai

3.

Memberikan pemahaman jelas atas prosedur, bukti, dan kesimpulan; dikelola dalam sistem yang aman, teratur, efisien, dan efektif.

108.

Dalam konteks materialitas, faktor apa yang digunakan untuk menentukannya menurut prinsip pada materi?

a)

Ambang tetap sebesar 5% dari total aset

b)

Pertimbangan profesional yang bergantung pada interpretasi pemeriksa terhadap kebutuhan pengguna LHP dan ketentuan peraturan perundang-undangan

c)

Kriteria yang hanya bersifat kuantitatif

d)

Penilaian yang ditetapkan oleh pihak manajemen entitas

109.

Dokumentasi pemeriksaan harus memungkinkan pemeriksa berpengalaman yang sebelumnya tidak mengetahui pemeriksaan tersebut untuk memahami hal-hal berikut, KECUALI:

a)

Sifat, saat, lingkup, dan hasil prosedur yang dilakukan

b)

Bukti yang diperoleh untuk mendukung kesimpulan

c)

Alasan di balik hal-hal signifikan yang memerlukan pertimbangan profesional

d)

Rencana karier jangka panjang anggota tim pemeriksa

110.

Manakah yang BUKAN merupakan tujuan pengelolaan dokumentasi pemeriksaan sesuai prinsip?

a)

Menjaga agar dokumentasi aman, tidak cepat rusak, teratur, efisien, dan efektif

b)

Memungkinkan evaluasi kesimpulan pemeriksaan oleh pihak berkompeten

c)

Menghapus catatan prosedur yang tidak menghasilkan temuan

d)

Menyediakan dasar informasi yang jelas atas prosedur, bukti, dan kesimpulan

111.

Apa tujuan utama komunikasi dalam pemeriksaan menurut kerangka konseptual?

a)

Mempromosikan citra lembaga pemeriksa

b)

Membangun komunikasi yang efisien dan efektif sepanjang proses pemeriksaan

c)

Mengurangi jumlah bukti yang perlu dikumpulkan

d)

Menggantikan laporan hasil pemeriksaan tertulis

112.

Pernyataan mana yang paling tepat menggambarkan ruang lingkup komunikasi pemeriksaan oleh BPK atau Pemeriksa?

a)

Hanya mencakup penyampaian laporan akhir kepada publik

b)

Hanya fokus pada koordinasi internal antar auditor

c)

Mencakup perolehan data dan informasi untuk bukti pemeriksaan serta penyampaian hasil kepada pihak yang bertanggung jawab

d)

Terbatas pada konsultasi dengan Pemerintah

113.

Dalam proses komunikasi pemeriksaan, kepada siapa pemeriksa dapat mengomunikasikan hal-hal terkait pemeriksaan sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan?

a)

Media massa

b)

Pemangku kepentingan

c)

Masyarakat umum tanpa batasan

d)

Lembaga internasional

114.

Pengembangan standar pemeriksaan harus mempertimbangkan perkembangan standar di lingkungan profesi pada tingkat:

a)

Daerah dan nasional saja

b)

Nasional dan internasional

c)

Regional saja

d)

Internasional saja

115.

Pasangkan elemen proses pengembangan standar pemeriksaan dengan contoh langkahnya.

a)

Due process

1.

Langkah-langkah cermat agar standar diterima secara umum

b)

Konsultasi eksternal

2.

Tanggapan dari pemerintah dan organisasi profesi di bidang pemeriksaan

c)

Pertimbangan standar global

3.

Mempertimbangkan standar pemeriksaan internasional

116.

Langkah berikut termasuk dalam penyusunan standar pemeriksaan berdasarkan kerangka konseptual, KECUALI:

a)

Pengidentifikasian topik atau masalah

b)

Riset terbatas

c)

Penulisan draft standar

d)

Penerbitan standar tanpa exposure draft dan konsultasi

117.

Urutan kegiatan yang lazim terjadi setelah peluncuran exposure draft standar adalah:

a)

Finalisasi segera tanpa umpan balik

b)

Pembahasan tanggapan, masukan, konsultasi draft dengan Pemerintah, lalu finalisasi dan penetapan

c)

Revisi minor, kemudian riset terbatas

d)

Penulisan ulang kerangka konseptual

118.

Manakah pernyataan yang benar mengenai perbedaan revisi mayor dan revisi minor atas standar pemeriksaan?

a)

Revisi mayor hanya berupa perubahan istilah penting, sedangkan revisi minor mengubah satu subbab secara menyeluruh

b)

Revisi mayor adalah penambahan, pengurangan, atau perubahan menyeluruh suatu subbab; revisi minor adalah penambahan, pengurangan, atau perubahan istilah penting, kalimat, atau paragraf

c)

Revisi mayor tidak memerlukan konsultasi, sedangkan revisi minor memerlukan konsultasi

d)

Tidak ada perbedaan; keduanya sinonim