NEW
Font size
WorksheetsPost-Test Instrumen Keuangan
Total questions: 20
Worksheet time: 7mins
Ketika sebuah perusahaan membeli saham dengan tujuan untuk mendapat keuntungan dari kenaikan nilai saham jangka panjang, keuntungan atau kerugian akibat perubahan nilai wajar akan dicatat pada:
Laba rugi
Penghasilan komprehensif lain
Beban bunga
Aset lancar
Biaya transaksi untuk investasi saham yang diklasifikasikan sebagai “nilai wajar melalui laba rugi” (FVTPL) akan:
Dikapitalisasi ke dalam nilai investasi
Dicatat sebagai beban pada saat pengakuan awal
Dicatat sebagai pendapatan lain-lain
Ditambahkan ke dalam modal saham
Jika obligasi diukur pada biaya perolehan diamortisasi dan ada kenaikan risiko kredit yang signifikan, maka entitas harus mengakui penurunan nilai berdasarkan:
Metode harga historis
Metode 12 bulan kerugian kredit ekspektasian
Metode biaya langsung
Metode sepanjang umur kerugian kredit ekspektasian
Pada akhir tahun, nilai pasar dari investasi saham yang dicatat pada FVOCI mengalami kenaikan. Bagaimana perusahaan mencatat perubahan nilai tersebut?
Kenaikan nilai dicatat sebagai pendapatan dalam laba rugi
Kenaikan nilai dicatat sebagai penghasilan komprehensif lain
Tidak perlu ada penyesuaian sampai saham dijual
Meningkatkan nilai nominal saham
Perusahaan membeli 1.000 lembar saham pada nilai Rp50.000 per lembar dengan biaya transaksi Rp2.000.000. Berapakah nilai awal investasi saham tersebut jika menggunakan metode FVOCI?
Rp50.000.000
Rp52.000.000
Rp48.000.000
Rp50.200.000
Instrumen keuangan diakui dalam laporan posisi keuangan jika dan hanya jika entitas menjadi salah satu pihak dalam ketentuan kontraktual instrumen tersebut. Pernyataan ini merujuk pada:
Pengukuran
Pengakuan
Penilaian
Pengungkapan
Model bisnis di mana entitas mengelola aset keuangan untuk mendapatkan arus kas kontraktual dan menjual aset keuangan jika diperlukan adalah:
Model bisnis 1
Model bisnis 2
Model bisnis 3
Model bisnis 4
Aset keuangan yang dikelola untuk diperdagangkan secara aktif pada nilai wajar melalui laba rugi diklasifikasikan sebagai:
Amortized Cost
Fair Value through OCI
Fair Value through Profit and Loss
Cost Method
Dalam PSAK 107, penyisihan kerugian kredit ekspektasian untuk aset keuangan yang telah mengalami peningkatan risiko kredit secara signifikan dihitung dengan menggunakan pendekatan:
12 bulan
Sepanjang umur
Lima tahun
Tiga tahun
Apa yang menjadi dasar utama klasifikasi aset keuangan menurut PSAK 107?
Tujuan pengungkapan laporan keuangan
Model bisnis dan karakteristik arus kas kontraktual
Kebijakan moneter pemerintah
Tingkat inflasi dan suku bunga
PSAK 107 mengatur bahwa nilai wajar melalui laba rugi (FVTPL) digunakan ketika perusahaan mengelola aset keuangan dengan tujuan untuk:
Memegangnya hingga jatuh tempo
Mendapatkan arus kas kontraktual
Mendapatkan keuntungan dari jual beli jangka pendek
Melindungi nilai aset keuangan jangka Panjang
Ketika harga pasar saham yang dimiliki oleh perusahaan menurun pada akhir periode, bagaimana dampaknya pada investasi saham yang diklasifikasikan sebagai FVOCI?
Kenaikan tercatat sebagai pendapatan lain-lain
Penurunan dicatat sebagai beban dalam laba rugi
Penurunan dicatat dalam penghasilan komprehensif lain
Tidak ada penyesuaian nilai tercatat
Sebuah perusahaan membeli obligasi dengan harga perolehan Rp500.000.000 dan biaya transaksi Rp10.000.000. Jika perusahaan mencatatnya sebagai biaya perolehan diamortisasi, berapa nilai pengakuan awal obligasi tersebut?
Rp490.000.000
Rp500.000.000
Rp510.000.000
Rp520.000.000
Pendapatan bunga dari obligasi yang diakui dengan metode biaya perolehan diamortisasi dihitung menggunakan:
Metode suku bunga efektif
Metode garis lurus
Metode saldo menurun
Metode nilai wajar
Ketika instrumen utang diukur menggunakan FVTPL, setiap perubahan nilai wajar instrumen tersebut pada akhir periode akan dicatat pada:
Beban bunga
Penghasilan komprehensif lain
Laba rugi
Biaya perolehan diamortisasi
Manakah dari berikut ini yang bukan termasuk instrumen keuangan?
Kas
Piutang usaha
Persediaan
Investasi pada saham
PSAK yang mengatur tentang pengakuan, klasifikasi, dan pengukuran instrumen keuangan adalah:
PSAK 50
PSAK 107
PSAK 109
PSAK 115
Penurunan nilai instrumen keuangan yang dihitung dengan model forward-looking menggunakan pendekatan:
Kerugian kredit ekspektasian
Penurunan nilai historis
Metode pengeluaran tunai
Kerugian actual
Biaya transaksi diakui sebagai bagian dari perolehan awal dalam instrumen keuangan yang diukur pada:
Fair Value through Profit and Loss
Biaya perolehan diamortisasi
Nilai tunai
Pendapatan komprehensif lainnya
Perusahaan PT Sejahtera membeli obligasi dan mencatatnya pada biaya perolehan diamortisasi. Tujuan dari pengukuran ini adalah untuk:
Mendapatkan arus kas kontraktual hingga jatuh tempo
Memperdagangkan aset untuk mendapatkan keuntungan cepat
Menjual aset pada nilai wajar
Menghindari pengakuan kerugian
