wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis Preanalisis

Total questions: 14

Worksheet time: 21mins

Name
Class
Date
1.
NIM
4 lines
2.
Nama Lengkap
4 lines
3.
Manakah dari pernyataan berikut yang paling tepat mendeskripsikan fase pra-analitik dalam alur kerja laboratorium klinis?
a)
Proses kalibrasi instrumen dan menjalankan bahan kontrol kualitas.
b)
Periode sejak tes diperintahkan hingga sampel dianalisis.
c)
Proses pelaksanaan pengujian laboratorium pada spesimen.
d)
Interpretasi dan pelaporan hasil tes akhir.
e)
Prosedur pencatatan hasil tes ke dalam rekam medis pasien.
4.

Manakah dari berikut ini yang merupakan variabel kritis yang harus dikontrol selama fase pre-analitik untuk memastikan hasil laboratorium yang akurat?

a)
Jadwal pemeliharaan harian alat analisis (analyzer).
b)
Identifikasi pasien, pelabelan spesimen, dan waktu pengumpulan.
c)
Kompetensi analis dalam menjalankan prosedur pengujian.
d)
Biaya reagen yang digunakan untuk analisis.
e)
Kecepatan koneksi jaringan komputer laboratorium.
5.

Seorang flebotomis telah mengambil darah untuk tes PT/INR dan perlu inversi vacutainernya. Apa tujuan utama inversi vacutainer koleksi darah yang mengandung antikoagulan?

a)
Untuk mencegah hemolisis sel darah merah.
b)
Untuk memastikan aditif tercampur sepenuhnya dengan sampel darah.
c)
Untuk mempercepat proses pembekuan di dalam tabung.
d)
Untuk memisahkan serum dari komponen seluler.
e)
Untuk mengurangi risiko kontaminasi bakteri selama transportasi.
6.

Seorang flebotomis mengambil darah untuk pemeriksaan koagulasi (tutup biru muda) dan secara tidak sengaja mengisi tabung hanya setengah dari volume yang disyaratkan. Berdasarkan Standar Operasi Prosedur (SOP), tindakan apa yang paling tepat?

a)
Kirim tabung yang terisi sebagian ke lab segera, catat volume rendah pada formulir permintaan.
b)
Tambahkan larutan garam normal (saline) ke tabung untuk mencapai garis pengisian.
c)

Pengambilan spesimen ulang dengan tabung baru, memastikan rasio darah dan antikoagulan yang benar terpenuhi.

d)
Pindahkan darah ke dalam tabung yang lebih kecil dengan ukuran yang sesuai.
e)
Bekukan spesimen segera untuk mencegah perubahan rasio.
7.

Saat melakukan venipuncture (pengambilan darah vena), seorang flebotomis harus memasang torniket tidak lebih dari satu menit. Kesalahan pre-analitik apa yang terutama dihindari dengan mematuhi batas waktu ini?

a)
Rasa sakit yang berlebihan bagi pasien.
b)
Hemolisis spesimen karena tekanan.
c)
Hemokonsentrasi sampel darah.
d)
Penempatan jarum yang tidak akurat.
e)
Pengaktifan faktor pembekuan secara prematur.
8.

Langkah apa yang dilakukan pada pungsi kapiler di jari setelah jari ditusuk dengan lanset?

a)
Memijat jari dengan kuat untuk meningkatkan aliran darah.
b)
Memberi tekanan kuat pada lokasi untuk menghentikan pendarahan.
c)
Menyeka tetes darah pertama.
d)
Menghangatkan lokasi tusukan dengan bantalan panas.
e)
Menekan jari secara berulang-ulang untuk memastikan volume yang cukup.
9.
Seorang pasien menerima instruksi untuk pengumpulan spesimen urin tampung tengah (midstream clean-catch). Instruksi manakah yang penting untuk memastikan spesimen tidak terkontaminasi oleh flora kulit?
a)
Jangan mendinginkan spesimen setelah pengumpulan.
b)
Kumpulkan seluruh urin yang dikeluarkan ke dalam wadah spesimen.
c)
Buang sebagian kecil urin ke toilet terlebih dahulu, kemudian kumpulkan bagian tengahnya.
d)
Kumpulkan spesimen segera setelah bangun di pagi hari.
e)
Kumpulkan spesimen dalam wadah steril yang disediakan dari rumah.
10.
Spesimen urin tiba di laboratorium 3 jam setelah pengumpulan tanpa didinginkan dan tampak keruh secara kasat mata. Untuk urinalisis rutin, bagaimana profesional laboratorium harus mengevaluasi kesesuaian spesimen untuk dianalisis?
a)
Spesimen dapat diterima karena 3 jam adalah penundaan yang umum.
b)
Spesimen harus ditolak karena kemungkinan pertumbuhan bakteri berlebihan dan degradasi elemen seluler.
c)
Spesimen dapat diterima, tetapi hanya pengujian kimia yang boleh dilakukan.
d)
Spesimen harus disentrifugasi sebelum analisis untuk menghilangkan kekeruhan.
e)
Spesimen dapat diterima jika segera diperiksa, mengabaikan degradasi.
11.
Seorang pasien yang tidak puasa dan baru saja makan menerima permintaan tes glukosa puasa. Flebotomis memutuskan untuk melanjutkan pengambilan darah dan mencatat status non-puasa pada formulir. Mengapa tindakan ini dianggap sebagai kesalahan pra-analitik yang serius?
a)
Karena hasil tes glukosa puasa akan diabaikan oleh dokter, membuang sumber daya.
b)
Karena status puasa (puasa/non-puasa) adalah persyaratan pra-pengambilan yang tidak dapat diubah dan memengaruhi interpretasi klinis.
c)
Karena pencatatan status pasien harus dilakukan oleh perawat, bukan flebotomis.
d)
Karena tabung koleksi yang digunakan mungkin tidak sesuai untuk sampel non-puasa.
e)
Karena pasien akan merasa tidak nyaman jika pengambilan darah dilakukan saat tidak puasa.
12.
Seorang pasien menjalani infus intravena (IV) di lengan kanannya. Flebotomis ingin mengambil darah dari lokasi di bawah titik infus di lengan yang sama. Mengapa ini merupakan praktik yang tidak dapat diterima?
a)
Cairan IV (seperti larutan garam/dekstrosa) dapat mengencerkan sampel darah, menyebabkan hasil yang salah rendah.
b)
Lokasi tersebut lebih rentan terhadap pendarahan berlebihan.
c)
Pengambilan darah di bawah IV akan menyebabkan hemolisis spesimen.
d)
Cairan IV akan memicu pembekuan parsial pada tabung koagulasi.
e)
Itu hanya dapat diterima jika infus telah dimatikan setidaknya 10 menit.
13.
Untuk spesimen urin 24 jam, instruksi pertama yang harus diberikan kepada pasien adalah:
a)
Buang urin pertama di pagi hari ke toilet dan catat waktu mulai.
b)
Kumpulkan semua urin dari saat bangun tidur hingga waktu tidur.
c)
Minum setidaknya 2 liter air selama periode 24 jam.
d)
Segera mulai mengumpulkan urin di wadah yang disediakan.
e)
Membuang urin pertama di pagi hari dan segera membawa spesimen ke laboratorium.
14.

Dalam prosedur venipuncture yang benar, botol kultur darah harus diambil "sebelum" tabung koagulasi dan tabung kimia lainnya. Apa alasan kritis untuk urutan ini?

a)
Untuk meminimalkan kontaminasi kulit pada spesimen kultur darah, yang sangat sensitif.
b)
Untuk mencegah antikoagulan dari tabung lain mengganggu pertumbuhan bakteri.
c)
Untuk memastikan volume yang cukup dikumpulkan untuk tes koagulasi, yang memiliki persyaratan volume ketat.
d)
Untuk mencegah hemolisis sel darah merah yang disebabkan oleh turbulensi aliran darah awal.
e)

Botol kultur darah tidak memerlukan inversi, sehingga diambil paling awal.