WorksheetsSakinah Quiz Game
Total questions: 10
Worksheet time: 10mins
Salah satu prinsip utama dalam Psikologi Keluarga adalah Komunikasi Efektif. Manakah contoh komunikasi yang paling efektif dalam menyelesaikan konflik rumah tangga?
Mendiamkan pasangan sampai ia menyadari kesalahannya sendiri.
Menggunakan kalimat 'Kamu' (You-Message), seperti "Kamu selalu terlambat, kamu tidak peduli padaku"
Membahas masalah di depan anak-anak agar pasangan merasa malu.
Menggunakan kalimat 'Aku' (I-Message), seperti "Aku merasa diabaikan ketika kamu pulang terlambat."
Ketika terjadi perbedaan pendapat yang intens (konflik) dalam rumah tangga, tindakan berikut yang paling mencerminkan prinsip penyelesaian konflik yang sehat adalah:
Salah satu pihak harus mengalah total demi menjaga kedamaian.
Menunda diskusi hingga emosi mereda dan bersepakat untuk fokus pada masalah.
Melibatkan orang tua atau pihak ketiga sebagai hakim yang menentukan siapa yang salah dan benar.
Mencari pembenaran dengan membandingkan pasangan dengan pasangan lain.
Bahasa cinta (Five Love Languages) adalah salah satu konsep penting dalam Psikologi Keluarga. Jika pasangan Anda memiliki bahasa cinta Words of Affirmation (Kata-kata Penegasan), tindakan apa yang paling tepat untuk memenuhi kebutuhan emosionalnya?
Mengucapkan “Aku cinta kamu” secara rutin.
Menyediakan waktu khusus berkualitas tanpa gangguan.
Membantu membereskan rumah atau mencuci piring.
Memberinya hadiah mahal dan tak terduga.
Manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan perbedaan antara Mawaddah dan Rahmah dalam konteks Keluarga Sakinah?
Mawaddah adalah materi/harta dan Rahmah adalah spiritual/agama
Mawaddah adalah kewajiban suami dan Rahmah adalah kewajiban istri.
Mawaddah adalah cinta yang dapat memudar dan Rahmah adalah kasih sayang yang bertahan lama
Mawaddah adalah cinta yang menggebu dan Rahmah adalah rasa kasihan.
Sikap yang paling tepat dalam menyikapi perbedaan pandangan atau latar belakang keluarga saat memasuki masa pernikahan adalah?
Memutuskan semua komunikasi dengan keluarga besar untuk menghindari campur tangan.
Mendorong pasangan untuk meninggalkan semua kebiasaan dari keluarga asalnya
Memaksakan salah satu tradisi keluarga menjadi standar baku dalam rumah tangga.
Menganggap perbedaan sebagai kekayaan yang perlu dimusyawarahkan dan dikompromikan
Maya dan Bima baru menikah. Ibu Bima sering menelepon setiap hari untuk menanyakan detail kecil rumah tangga, dari menu masakan hingga jadwal mencuci. Hal ini membuat Maya stres dan merasa kehidupannya tidak mandiri. Apa tindakan yang harus dilakukan Maya dan Bima?
Bima berbicara dengan Ibunya untuk menetapkan batasan komunikasi yang sehat dan meyakinkan bahwa keputusan rumah tangga adalah urusan keluarga inti.
Maya langsung memblokir nomor Ibu Bima dan melarang Bima menghubungi ibunya.
Maya pura-pura tidak mendengar telepon dari Ibu Bima, lalu mengeluh kepada Bima.
Mengikuti semua arahan dari Ibu Bima untuk menghindari konflik.
Tujuan utama dari pembuatan Dana Darurat (Emergency Fund) dalam Manajemen Keuangan Keluarga adalah...
Sebagai modal awal untuk investasi saham berisiko tinggi
Untuk membeli barang-barang konsumtif yang mendadak diinginkan
Menggantikan peran asuransi kesehatan atau jiwa
Menghindari utang atau menjual aset saat terjadi kondisi tak terduga (misalnya sakit, PHK)
Apa yang harus menjadi fokus utama pasangan ketika menyelesaikan konflik?
Melibatkan orang tua atau pihak ketiga sebagai penengah segera mungkin
Mengalah total agar suasana cepat damai
Membuktikan siapa yang paling benar dan siapa yang salah
Mencari solusi yang disepakati bersama
Dalam kaitannya dengan Keluarga Sakinah, apa makna dari 'tanggung jawab bersama' dalam mengurus rumah tangga?
Semua pekerjaan harus dibagi rata sesuai porsinya.
Suami mengambil alih semua urusan rumah tangga agar Istri dapat fokus pada pekerjaan
Setiap urusan rumah tangga harus menunggu persetujuan kedua belah pihak.
Suami hanya bertanggung jawab mencari nafkah, dan istri bertanggung jawab penuh atas urusan domestik.
Suami-istri sering berselisih karena suami merasa istri terlalu boros. Setelah beberapa kali debat, mereka memutuskan untuk tidak lagi membahas masalah keuangan karena takut bertengkar lagi.
Bagaimana Anda menilai keputusan mereka dari perspektif manajemen konflik keluarga?
Tepat, karena menghindari konflik menjaga keharmonisan rumah tangga.
Baik, selama keduanya tidak membahas hal sensitif lagi.
Kurang tepat, karena menghindar hanya menunda masalah dan tidak menyelesaikan akar konflik.
Tepat, karena setiap pihak berhak mempertahankan pendapatnya.
