WorksheetsPH 1
Total questions: 10
Worksheet time: 8mins
Perhatikan potongan ayat berikut!
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٌۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ
Berdasarkan Ayat diatas dipahami bahwa ketika Allah Swt menunjuk manusia sebagai khalifah, malaikat mempertanyakan kepada Allah Swt tentang penunjukan manusia sebagai khalifah. “Apakah hikmah penunjukkan manusia sebagai khalifah?”. Sesuai dengan kandungan Ayat di atas, diketahui tentang prinsip kepemimpinan dalam Islam.
Berdasarkan prinsip tersebut, maka implementasi kepemimpinan yang ideal dalam konteks sosial dan politik saat ini adalah….
.
pemimpin harus memiliki kuasa absolut tanpa intervensi masyarakat untuk menghindari potensi kerusakan dan konflik.
kepemimpinan dalam islam harus mengutamakan keseimbangan antara otoritas, amanah, dan keadilan sosial dalam pengambilan kebijakan.
untuk mencegah pertumpahan darah dan kerusakan, sistem kepemimpinan yang terbaik adalah pemerintahan yang dipimpin oleh lembaga kolektif tanpa adanya individu sebagai pemimpin.
kekhalifahan hanya merupakan konsep spiritual yang tidak memiliki relevansi dalam struktur pemerintahan dunia modern.
karena manusia memiliki potensi melakukan kerusakan, kepemimpinan sebaiknya diserahkan sepenuhnya kepada sistem teknologi berbasis kecerdasan buatan yang netral.
Cermatilah ayat berikut
وَإِذۡ قَالَ رَبُّكَ لِلۡمَلَٰٓئِكَةِ إِنِّي جَاعِلٌ فِي ٱلۡأَرۡضِ خَلِيفَةٌۖ قَالُوٓاْ أَتَجۡعَلُ فِيهَا مَن يُفۡسِدُ فِيهَا وَيَسۡفِكُ ٱلدِّمَآءَ وَنَحۡنُ نُسَبِّحُ بِحَمۡدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَۖ قَالَ إِنِّيٓ أَعۡلَمُ مَا لَا تَعۡلَمُونَ
Berdasarkan kandungan pokok surah Al-Baqarah Ayat 30 dipahami bahwa kekhawatiran malaikat terkait dengan penunjukkan manusia sebagai khalifah, dikhawatirkan manusia akan melakukan kerusakan dan menumpahkan darah, tetapi Allah Swt menegaskan bahwa Allah Swt, lebih mengetahui apa yang tidak mereka ketahui. Berdasarkan pemahaman ini, seharusnya manusia dalam menyikapi berbagai fenomena sosial yang tampak tidak sesuai dengan keadilan, adalah….
menganalisis fenomena secara kritis dengan mempertimbangkan hikmah ilahi serta keterbatasan manusia dalam memahami rencana allah.
mengkritisi segala fenomena yang tampak tidak adil dan menuntut transparansi dari ketentuan Allah agar manusia dapat memahami alasan di baliknya.
menggunakan pendekatan rasional dan empiris semata dalam memahami keadilan, karena keadilan harus diukur berdasarkan standar manusia.
tidak perlu berusaha memahami ketetapan Allah, karena manusia sudah diberikan kebebasan penuh untuk menentukan konsep keadilan sendiri.
menyerahkan seluruh penilaian kepada otoritas agama tanpa melakukan kajian dan refleksi pribadi, karena hanya ulama yang dapat memahami keadilan Allah.
Cermatilah Ayat berikut!
يٰدَاودُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢ بِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِࣖ ٢٦
Sesuai dengan kandungan pokok Ayat diatas dipahami bahwa Allah Swt memerintahkan kepada nabi Daud a.s. supaya dalam kepemimpinan haruslah memegang prinsip keadilan dan tidak memperturut hawa nafsu. Berdasarkan kepemimpinan modern, Prinsip kepemimpinan yang dapat dilaksanakan oleh seorang pemimpin untuk menghindari penyimpangan dalam kepemimpinannnya, adalah….
mengutamakan kepentingan kelompoknya dalam mengambil keputusan agar stabilitas politik tetap terjaga dan konflik dapat diminimalisir.
mengikuti aspirasi masyarakat secara mutlak, meskipun terkadang bertentangan dengan prinsip-prinsip keadilan dan moralitas agama.
mengandalkan pertimbangan pribadi dalam setiap keputusan karena pemimpin memiliki kebijaksanaan yang lebih tinggi dibanding rakyat biasa.
mengutamakan fleksibilitas hukum agar tetap relevan dengan zaman, meskipun harus mengorbankan sebagian prinsip keadilan yang ada dalam syariat.
menjadikan prinsip keadilan sebagai acuan utama dalam setiap kebijakan, meskipun keputusan tersebut berisiko menimbulkan ketidakpuasan sebagian pihak.
Cermatilah Ayat berikut!
يٰدَاودُ اِنَّا جَعَلْنٰكَ خَلِيْفَةً فِى الْاَرْضِ فَاحْكُمْ بَيْنَ النَّاسِ بِالْحَقِّ وَلَا تَتَّبِعِ الْهَوٰى فَيُضِلَّكَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِۗ اِنَّ الَّذِيْنَ يَضِلُّوْنَ عَنْ سَبِيْلِ اللّٰهِ لَهُمْ عَذَابٌ شَدِيْدٌ ۢ بِمَا نَسُوْا يَوْمَ الْحِسَابِࣖ ٢٦
Sesuai dengan kandungan pokok surah Sad Ayat 6, dipahami bahwa seorang pemimpin dalam memberikan peringatan kepada manusia jangan mengikuti hawa nafsu yang akan menyesatkan seseorang dari jalan yang diridai Allah Swt. Cara seseorang memastikan bahwa dalam pengampilan keputusannya tidak memperturutkan hawa nafsu, adalah….
menghindari segala bentuk penilaian subjektif dan hanya mengandalkan data serta
logika dalam setiap keputusan tanpa mempertimbangkan aspek moralitas.
selalu mengedepankan kebebasan individu dalam mengambil keputusan tanpa
mempertimbangkan konsekuensinya terhadap lingkungan sosial.
menerapkan prinsip keadilan dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan
tidak terpengaruh oleh kepentingan pribadi atau kelompok tertentu.
mengikuti mayoritas dalam mengambil keputusan, karena suara terbanyak selalu
mencerminkan kebenaran dan keadilan yang hakiki.
menyesuaikan keputusan dengan tren sosial yang berkembang agar tetap relevan
dan diterima secara luas oleh masyarakat.
Cermatilah Ayat berikut!
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّه لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ ١٦٥
Berdasarkan surah al an’am Ayat 165, dipahami bahwa perbedaan derajat menurut ujian dari Allah Swt. Jika Ayat ini dikaitkan dengan konsep kepemimpinan dan tanggung jawab sosial, maka implikasi filosofis yang dapat diambil dari Ayat ini adalah… (Pilih lebih dari satu jawaban yang benar).
hierarki sosial dalam masyarakat adalah keniscayaan yang tidak perlu diperdebatkan, karena setiap manusia sudah ditetapkan perannya sejak awal.
kepemimpinan bukan hanya hak, tetapi juga tanggung jawab yang akan dihisab, sehingga bukan hanya cara mendapatkannya yang penting, tetapi juga bagaimana menjalankannya.
kekuasaan dan kekayaan yang dimiliki seseorang dapat digunakan sesuai keinginannya, karena itu merupakan bentuk keistimewaan yang diberikan oleh allah.
keberadaan perbedaan sosial menuntut adanya sistem yang adil agar mereka yang memiliki kelebihan dapat berkontribusi untuk kesejahteraan bersama.
individu yang lahir dalam keadaan miskin atau tertindas harus menerima keadaan mereka sebagai bagian dari takdir yang tidak dapat diubah.
Cermatilah Ayat berikut!
وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَكُمْ خَلٰۤىِٕفَ الْاَرْضِ وَرَفَعَ بَعْضَكُمْ فَوْقَ بَعْضٍ دَرَجٰتٍ لِّيَبْلُوَكُمْ فِيْ مَآ اٰتٰىكُمْۗ اِنَّ رَبَّكَ سَرِيْعُ الْعِقَابِۖ وَاِنَّه لَغَفُوْرٌ رَّحِيْمٌࣖ ١٦٥
Konsep khalifah yang dijelaskan dalam Ayat ini adalah manusia diberi kepercayaan dan tanggung jawab dalam mengelola dunia. berdasarkan konteks Ayat ini, cara seseorang agar dapat memastikan bahwa ia menjalankan amanah tersebut dengan benar adalah….
(Pilih lebih dari satu jawaban yang benar)
menjalankan kekuasaan dengan prinsip absolutisme, karena sebagai pemimpin,
seseorang memiliki hak penuh atas keputusan yang dibuatnya.
mengelola sumber daya dan kekuasaan berdasarkan prinsip maslahat bersama,
bukan hanya kepentingan individu atau kelompok tertentu.
menjadikan standar material sebagai ukuran utama dalam menilai kesuksesan
kepemimpinan seseorang, karena kekayaan menunjukkan kemampuan mengelola
dunia.
memandang setiap keputusan yang diambil sebagai bagian dari ujian allah, sehingga
pertanggungjawaban moral harus selalu menjadi pertimbangan utama.
mengutamakan kepentingan jangka panjang dalam kebijakan sosial dan lingkungan,
meskipun hal itu tidak selalu menguntungkan dalam jangka pendek.
Perhatikanlah Ayat berikut!
قَالَ مُوسَى لِقَوْمِهِ اسْتَعِينُوا بِاللَّهِ وَاصْبِرُوا إِنَّ الْأَرْضَ لِلَّهِ يُورِثُهَا مَنْ يَشَاءُ مِنْ عِبَادِهِ وَالْعَاقِبَةُ لِلْمُتَّقِينَ
Dari kandungan pokok Ayat ini, sikap yang paling tepat bagi Bani Israil dalam menghadapi
penindasan Firaun adalah …
menempatkan tawakal sebagai landasan, sambil tetap berupaya dan bersabar, menyadari bahwa bumi dan kekuasaan berada di tangan allah dan diberikan kepada hamba-nya yang bertakwa.
bersikap kritis dan proaktif, termasuk mencari cara mempengaruhi firaun secara strategis, karena kemenangan tergantung pada upaya manusia, bukan semata tawakal.
menahan diri dari tindakan fisik, namun terus menegakkan prinsip moral dan keadilan dalam interaksi sehari-hari, karena pertolongan allah bisa datang melalui berbagai cara.
fokus pada kesabaran internal dan spiritual, menguatkan iman sambil menunggu keputusan allah, tanpa terjebak pada sikap reaktif terhadap penindasan.
mengombinasikan kesabaran, doa, dan langkah nyata yang rasional untuk membebaskan diri dari tekanan, dengan tetap menjaga keselarasan dengan ketetapan Ilahi.
Cermatilah hadis berikut!
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنِ يُوْسُفُ قَالَ: أَخْبَرَنِى مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ دِيْنَارِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صل الله عليه وسلم يَقُوْلُ: كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ،وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا ، وَالخَادِمُ فِي مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالرَّجُلُ فِي مَالِ أَبِيهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Berdasarkan hadis di atas, makna paling tepat yang terkandung adalah ….
setiap individu memiliki tanggung jawab moral dan sosial terhadap orang-orang atau harta yang berada di bawah pengawasannya, termasuk keluarga, pemimpin, dan properti, serta akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan allah.
hanya pemimpin dan kepala rumah tangga yang memiliki tanggung jawab penuh terhadap orang-orang dan harta yang mereka awasi, sedangkan anggota keluarga lain tidak dimintai pertanggungjawaban secara langsung.
tanggung jawab terbatas pada urusan duniawi saja, seperti mengelola harta atau memimpin rumah tangga, sedangkan urusan spiritual atau moral tidak termasuk kewajiban yang dimaksud.
seorang individu hanya bertanggung jawab terhadap orang yang lebih rendah statusnya secara sosial atau ekonomi, seperti pembantu atau anak, sedangkan pemimpin dan suami tidak termasuk dalam tanggung jawab langsung.
amanah dan tanggung jawab hanya berlaku pada saat seseorang diberi kuasa resmi, misalnya sebagai pejabat negara atau pengurus organisasi, bukan dalam konteks keluarga atau kehidupan sehari-hari.
Cermatilah hadis berikut!
حَدَّثَنَا عَبْدُ اللهِ بْنِ يُوْسُفُ قَالَ: أَخْبَرَنِى مَالِكٌ عَنْ عَبْدِ اللهِ دِيْنَارِ عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا أَنَّهُ سَمِعَ رَسُوْلَ اللهِ صل الله عليه وسلم يَقُوْلُ: كُلُّكُمْ رَاعٍ وَمَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ فَالإِمَامُ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ،وَالرَّجُلُ فِي أَهْلِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالمَرْأَةُ فِي بَيْتِ زَوْجِهَا رَاعِيَةٌ وَهِيَ مَسْئُولَةٌ عَنْ رَعِيَّتِهَا ، وَالخَادِمُ فِي مَالِ سَيِّدِهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، وَالرَّجُلُ فِي مَالِ أَبِيهِ رَاعٍ وَهُوَ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ ، فَكُلُّكُمْ رَاعٍ وَكُلُّكُمْ مَسْئُولٌ عَنْ رَعِيَّتِهِ
Berdasarkan hadis di atas, kandungan pokok yang paling tepat adalah .…
Setiap orang memiliki posisi sebagai pemimpin dalam lingkup tertentu dan bertanggung jawab penuh atas orang atau harta yang berada di bawah pengawasannya, termasuk keluarga, majikan, dan masyarakat, serta akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah
Hanya pemimpin resmi, kepala keluarga, dan orang yang diberi tanggung jawab formal yang harus mempertanggungjawabkan kepemimpinan mereka; anggota keluarga dan bawahan tidak termasuk.
Tanggung jawab terbatas pada urusan duniawi saja, seperti mengelola harta atau memimpin rumah tangga, sedangkan urusan spiritual tidak termasuk dalam tanggung jawab tersebut.
Seorang individu hanya bertanggung jawab terhadap orang yang berada di bawah otoritas sosial atau ekonomi mereka, misalnya pembantu atau anak, tetapi tidak terhadap kepemimpinan publik atau masyarakat luas.
Amanah dan tanggung jawab hari di rumah hanya berlaku ketika seseorang memiliki jabatan formal atau atau kuasa resmi; tanggung jawab sehari komunitas tidak dianggap penting.
