NEW
Font size
WorksheetsKuis Keperawatan Keluarga - Tengah Semester
Total questions: 64
Worksheet time: 32mins
Keluarga tinggal di lingkungan padat dengan ventilasi buruk dan sampah menumpuk. Anak sering mengalami ISPA. Berdasarkan teori Nightingale, intervensi pertama perawat adalah:
Memberikan vitamin
Mengajarkan teknik napas dalam
Mengedukasi pentingnya ventilasi dan kebersihan rumah
Memberikan obat antibiotik
Menyarankan pindah rumah
Seorang perawat melakukan penyuluhan tentang pencahayaan alami di rumah untuk mencegah pertumbuhan jamur dan bakteri. Tindakan ini menunjukkan penerapan konsep:
Pencegahan primer
Adaptasi lingkungan
Teori Lingkungan Florence Nightingale
Model Sistem Neuman
Model Adaptasi Roy
Dalam keluarga dengan anak balita sering diare akibat air tidak bersih, intervensi paling sesuai menurut teori Nightingale adalah:
Memberikan oralit setiap hari
Edukasi cuci tangan dan penggunaan air matang
Pemeriksaan laboratorium air
Pemberian antibiotik
Pemberian susu formula steril
Seorang perawat berdiskusi dengan keluarga pasien hipertensi untuk menentukan tujuan menurunkan tekanan darah melalui diet dan olahraga. Proses ini disebut:
Interaksi
Transaksi
Persepsi
Evaluasi
Implementasi
Seorang perawat gagal mencapai tujuan perawatan karena keluarga tidak memahami pentingnya peran mereka. Berdasarkan teori King, kegagalan ini disebabkan oleh:
Perubahan sistem sosial
Konflik peran
Komunikasi tidak efektif
Adaptasi buruk
Kurangnya dukungan spiritual
Dalam model Roy, tujuan utama intervensi keperawatan adalah:
Menghilangkan stimulus fokal
Meningkatkan kemampuan adaptasi keluarga
Mengembalikan fungsi fisiologis semata
Meningkatkan sistem pertahanan tubuh
Mengubah struktur sosial keluarga
Dalam keluarga dengan anggota penderita kanker, stresor utama adalah beban ekonomi dan kecemasan. Intervensi berupa rujukan bantuan sosial merupakan:
Pencegahan primer
Pencegahan sekunder
Pencegahan tersier
Adaptasi kontekstua
Koping interpersonal
Seorang perawat keluarga menemukan bahwa konflik peran ibu bekerja menyebabkan stres dalam keluarga. Berdasarkan model Neuman, stresor tersebut termasuk:
Internal
Eksternal
Residual
Okal
Adaptif
Dalam pendekatan keluarga berisiko hipertensi, perawat melakukan skrining tekanan darah rutin. Ini sesuai dengan tingkat pencegahan menurut Neuman:
Primer
Sekunder
Tersier
Adaptif
Edukatif
... kebiasaan. Berdasarkan teori Duvall, intervensi perawat yang tepat adalah:
Edukasi pengasuhan bayi
Konseling komunikasi dan penyesuaian peran suami-istri
Penyuluhan tentang manajemen stres akademik anak
Edukasi gizi balita
Edukasi pencegahan menopause
Pasangan Dwi memiliki bayi usia 6 bulan. Ibu sering merasa lelah dan tidak sempat beristirahat. Perawat sebaiknya membantu dengan:
Membuat jadwal belajar anak
Menganjurkan ibu fokus pada pekerjaan
Memberi konseling manajemen waktu dan dukungan peran ayah
Memberikan vitamin tambahan untuk bayi
Menyarankan bayi tidur di kamar sendiri
Keluarga Santi memiliki anak usia 4 tahun yang aktif. Orang tua mengeluh lelah karena pengawasan anak sulit. Intervensi terbaik:
Memberi pendidikan pra-nikah
Memberi edukasi stimulasi dan pengawasan anak prasekolah
Menyarankan anak ikut bimbingan belajar
Menekankan tanggung jawab akademik
Menyarankan penitipan anak penuh waktu
Anak 10 tahun sering cemas menjelang ujian. Orang tua jarang mendampinginya. Berdasarkan teori Duvall, perawat melakukan:
Rujukan psikolog anak
Edukasi orang tua untuk manajemen waktu dan dukungan belajar
Konseling perkawinan
Terapi kelompok lansia
Pemberian obat penenang
Keluarga Budi memiliki anak 16 tahun yang sering pulang larut malam dan mencoba merokok. Intervensi yang sesuai:
Menyarankan hukuman keras
Membiarkan anak belajar dari kesalahan
Memfasilitasi komunikasi dan menetapkan batas yang jelas
Menganjurkan pindah sekolah
Meminta anak menjalani terapi obat
Keluarga Wati baru melepas anaknya kuliah di luar kota. Ibu merasa kehilangan. Perawat dapat:
Memberikan antidepresan
Menyarankan adopsi anak baru
Menyediakan konseling transisi dan aktivitas komunitas
Mengalihkan perhatian dengan pekerjaan berat
Menyarankan tinggal dengan anak
Pasangan usia 50 tahun mulai membicarakan rencana pensiun dan menikmati waktu bersama. Tahap ini termasuk:
Anak prasekolah
Remaja
Keluarga paruh bayi
Lansia
Launching
Pasangan lansia sering merasa kesepian setelah pensiun dan anak-anak pindah rumah. Tindakan keperawatan tepat:
Meningkatkan aktivitas sosial dan dukungan keluarga
Menganjurkan kerja penuh waktu
Membatasi interaksi sosial
Memberikan tugas mengasuh cucu penuh waktu
Mengisolasi diri
Pasangan pengantin baru sering mengalami miskomunikasi soal pembagian keuangan. Perawat membantu mereka membuat kesepakatan bersama. Ini sesuai dengan tahap:
Perkawinan & pembentukan keluarga
Anak kecil
Anak sekolah
Launching
Lansia
Keluarga muda baru memiliki bayi. Ibu mengeluh stres dan bingung membagi waktu antara pekerjaan dan pengasuhan. Intervensi yang tepat:
Menganjurkan ibu berhenti bekerja
Edukasi pengasuhan bayi dan manajemen waktu keluarga
Fokus pada pendidikan anak
Menyarankan terapi perkawinan
Remaja 15 tahun mulai menutup diri dan jarang berbicara dengan orang tua. Intervensi sesuai teori Miller:
Membatasi aktivitas anak
Fasilitasi komunikasi keluarga dan edukasi kesehatan remaja
Mengirim anak ke pesantren
Fokus pada kesehatan fisik orang tua
Menyalahkan anak
Anak 2 tahun belum bisa berjalan stabil. Perawat memberikan edukasi stimulasi motorik di rumah. Berdasarkan teori Gesell, ini termasuk fase:
Masa bayi dan balita
Prasekolah
Sekolah
Remaja
Dewasa muda
Keluarga lansia menghadapi kehilangan pasangan dan perubahan fisik. Intervensi yang sesuai:
Fokus pada karier
Meningkatkan jam kerja
Melarang keluar rumah
Dukungan spiritual dan aktivitas sosial
Menghindari interaksi cucu
Keluarga Pak Andi memiliki rumah layak, pekerjaan tetap, dan anak-anak bersekolah hingga SMA. Namun hubungan antaranggota sering tegang dan jarang berkomunikasi. Berdasarkan klasifikasi BKKBN, keluarga ini termasuk:
Pra-sejahtera
Sejahtera I
Sejahtera II
Sejahtera III
Sejahtera III Plus
Keluarga Bu Tini aktif di kegiatan masyarakat, anak kuliah, dan ekonomi stabil. Mereka juga menjadi relawan posyandu. Keluarga ini tergolong:
Sejahtera II
Sejahtera III
Sejahtera III Plus
Pra-sejahtera
Sejahtera I
Sebuah keluarga hidup di kontrakan kecil, pendapatan ayah buruh harian, dan anak sering tidak bersekolah. Berdasarkan klasifikasi keluarga sejahtera, kondisi tersebut termasuk:
Pra-sejahtera
Sejahtera I
Sejahtera II
Sejahtera III
Sejahtera III Plus
Keluarga memiliki rumah layak dan kebutuhan dasar tercukupi, tetapi belum mampu membiayai sekolah anak ke jenjang menengah dan komunikasi emosional masih kurang. Keluarga ini termasuk:
Sejahtera I
Pra-sejahtera
Sejahtera II
Sejahtera III
Sejahtera III Plus
Seorang ibu tunggal merawat dua anak setelah suaminya meninggal dunia. Berdasarkan tipe keluarga, ini termasuk:
Keluarga inti
Keluarga besar
Keluarga tunggal (single parent)
Keluarga campuran
Keluarga angkat
Pasangan menikah tanpa anak karena alasan pribadi, tetapi tetap aktif dalam kegiatan sosial dan mendukung keponakan. Termasuk tipe:
Keluarga inti
Keluarga besar
Keluarga campuran
Keluarga tanpa anak (childless family)
Keluarga tunggal
Seorang ayah menikah lagi, dan tinggal bersama anak dari pernikahan sebelumnya serta anak baru dari istri kedua. Berdasarkan tipologi Friedman, keluarga ini adalah:
Keluarga campuran (blended/step family)
Keluarga inti
Keluarga Pak Jaya terdiri dari ayah, ibu, anak-anak, dan nenek yang tinggal satu rumah. Ini disebut:
Keluarga besar (extended family)
Keluarga inti
Keluarga tunggal
Keluarga campuran
Keluarga angkat
Orang tua mendampingi anak belajar dan menanamkan nilai kejujuran. Hal ini menunjukkan peran:
Peran pendidikan dan moral
Biologis
Psikologis
Ekonomi
Sosial
Ayah bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarga dan menabung untuk masa depan. Ini merupakan contoh peran:
Sosial
Spiritual
Afektif
Kesehatan
Peran ekonomi
Ibu mengajak anak berdoa sebelum tidur dan rutin beribadah bersama. Peran keluarga yang ditunjukkan adalah:
Ekonomi
Sosialisasi
Peran spiritual/religius
Kesehatan
Pendidikan
Anak mengalami stres menghadapi ujian. Orang tua memberikan dukungan moral dan motivasi. Peran keluarga yang tampak adalah:
Ekonomi
Spiritual
Kesehatan
Peran psikologis/afektif
Pendidikan
Orang tua membawa anak imunisasi dan mengatur pola makan sehat keluarga. Ini mencerminkan peran:
Peran kesehatan/biologis
Ekonomi
Sosial
Spiritual
Rekreasi
Keluarga di Batak menurunkan nama keluarga dari pihak ayah. Pola garis keturunan ini disebut:
Patrilineal
Matrilineal
Bilineal
Avunkulokal
Neolokal
Dalam keluarga Minangkabau, warisan dan nama keluarga diturunkan melalui pihak ibu. Struktur ini disebut:
Patrilineal
Matrilineal
Bilineal
Patrilokal
Egaliter
Keluarga Ari rutin jalan pagi bersama setiap minggu untuk menjaga kebugaran dan kebersamaan. Fungsi keluarga yang ditunjukkan adalah:
Fungsi rekreasi dan afektif
Ekonomi
Sosialisasi
Biologis
Perlindungan
Keluarga Rika rutin memeriksa tekanan darah ayah yang hipertensi dan mengatur jadwal minum obat. Tugas keluarga yang dilaksanakan adalah:
Tugas pemeliharaan kesehatan
Tugas sosialisasi anak
Tugas pendidikan
Tugas ekonomi
Tugas rekreasi
menyesuaikan diri satu sama lain. Masalah utama yang dihadapi keluarga ini adalah:
Gangguan komunikasi lintas generasi
Krisis ekonomi keluarga
Kecemasan dan penyesuaian peran
Ketidakharmonisan dengan keluarga besar
Kemandirian ekonomi
Perawat menemukan pasangan baru yang sering merasa cemas karena belum mampu menjalankan peran suami istri dengan baik. Tindakan perawat yang tepat adalah:
Memberikan obat penenang
Melakukan skrining tingkat kecemasan dan konseling koping
Menyarankan perceraian dini
Menunda pembicaraan masalah
Fokus pada masalah ekonomi
Seorang ibu muda menunjukkan perilaku cemas berlebihan menjelang persalinan. Perawat memberikan konseling dan leaflet tentang persiapan melahirkan. Hal ini merupakan bentuk peran perawat sebagai:
Edukator
Advokator
Kolaborator
Koordinator
Konselor hukum
Seorang anak prasekolah sering menolak makan sayur dan memilih makanan cepat saji. Upaya perawat yang sesuai adalah:
Edukasi orang tua tentang gizi seimbang anak usia dini
Memberikan obat nafsu makan
Melarang anak bermain di luar rumah
Mengganti makanan dengan susu saja
Membiarkan anak menentukan sendiri
Guru melaporkan bahwa seorang siswa SD tampak murung dan takut saat didekati oleh orang dewasa tertentu. Perawat keluarga mencurigai adanya:
Bullying di sekolah
Depresi karena nilai
Pelecehan seksual anak
Kekerasan verbal teman
Kesulitan belajar
Peran perawat dalam kasus kekerasan seksual anak yang paling tepat adalah:
Memberikan pendidikan kesehatan seksual dan pencegahan kekerasan
Melakukan terapi fisik
Membatasi interaksi anak
Mengalihkan topik pembicaraan
Melaporkan hanya pada guru
Remaja laki-laki 17 tahun ditemukan sering bolos sekolah dan tampak lemas setelah berkumpul dengan teman-temannya. Orang tua khawatir anaknya mengonsumsi zat terlarang. Masalah yang paling mungkin adalah:
Gangguan kecemasan sosial
Gangguan makan
Penyalahgunaan narkoba
Kekerasan emosional
Gangguan belajar
Pasangan muda bekerja di dua kota berbeda sehingga jarang berkomunikasi. Akibatnya, muncul kesalahpahaman dalam hubungan. Masalah utama yang dihadapi keluarga ini adalah:
Gangguan komunikasi interpersonal
Masalah ekonomi
Stres pekerjaan
Penyakit kronis
Krisis keuangan
Salah satu anggota keluarga menderita diabetes melitus dan merasa terbebani oleh rutinitas kontrol kesehatan. Tugas perawat keluarga yang sesuai adalah:
Membantu keluarga dalam pengambilan keputusan perawatan
Memberikan obat diabetes
Menggantikan peran keluarga sepenuhnya
Menghindari pembicaraan tentang penyakit
Membatasi aktivitas pasien.
Keluarga dengan anggota sakit kronis sering mengalami konflik antaranggota karena tanggung jawab perawatan tidak merata. Perawat sebaiknya:
Melatih komunikasi dan pembagian peran dalam keluarga
Memberikan terapi obat
Menyarankan perawatan di panti
Membiarkan konflik berlalu
Hanya fokus pada pasien
Lansia dengan demensia sering lupa dan kehilangan arah saat keluar rumah. Edukasi yang perlu diberikan kepada keluarga adalah:
Pengawasan ketat dan modifikasi lingkungan rumah
Memberi tugas rumit agar terlatih
Membiarkan lansia beraktivitas bebas
Menyuruh lansia hidup sendiri
Menghindari komunikasi
Keluarga Ny. S mengalami kesulitan beradaptasi setelah anggota keluarga didiagnosis kanker. Perawat membantu mereka memahami dan menerima kondisi ini secara terbuka. Peran perawat ini menggambarkan konsep:
Konseling situasional
Terapi struktural
Terapi keluarga dalam keperawatan
Terapi naratif
Terapi edukatif
Perawat membantu keluarga mengenali penyebab stres akibat penyakit kronis dan mengajarkan strategi koping positif. Tujuan utama intervensi tersebut adalah:
Mengurangi interaksi keluarga
Meningkatkan kemampuan keluarga menghadapi masalah kesehatan
Meningkatkan ketergantungan pasien
Menyalahkan anggota keluarga
Menunda komunikasi
Dalam keluarga Bapak R, komunikasi antara ayah dan anak sangat kaku dan sering menimbulkan konflik. Perawat berupaya memperbaiki batas peran dan aturan di rumah. Terapi yang digunakan adalah:
Terapi struktural (Minuchin)
Terapi sistemik
Terapi strategik
Terapi naratif
Terapi psikoedukatif
Keluarga yang sering berdebat karena cara mengasuh anak yang berbeda diarahkan oleh perawat untuk mencoba strategi komunikasi baru yang lebih positif. Pendekatan ini disebut:
Terapi naratif
Terapi strategik (Jay Haley)
Terapi sistemik
Terapi edukatif
Terapi dukungan
Seorang remaja menarik diri setelah perceraian orang tua. Perawat menjelaskan bahwa perilaku ini merupakan dampak sistem keluarga yang tidak seimbang. Terapi yang sesuai:
Terapi sistemik
Terapi struktural
Terapi naratif
Terapi dukungan
Terapi strategik
Keluarga dengan pasien stroke merasa bingung merawat anggota keluarganya. Perawat memberikan edukasi kesehatan dan latihan perawatan dasar. Pendekatan ini disebut:
Terapi naratif
Terapi dukungan
Terapi strategik
Terapi psikoedukatif
Terapi sistemik
Remaja mulai menunjukkan perilaku memberontak. Perawat melakukan sesi keluarga untuk membantu orang tua memahami perubahan anak. Jenis konseling yang tepat adalah:
Konseling perkembangan
Konseling krisis
Konseling terapeutik
Konseling preventif
Konseling dukungan
Dalam keluarga yang sering bertengkar, perawat memfasilitasi diskusi untuk memperbaiki hubungan dan mengurangi kekerasan verbal. Termasuk jenis:
Konseling krisis
Konseling terapeutik
Konseling perkembangan
Konseling edukatif
Konseling dukungan
Dalam tahap awal pertemuan, perawat menjelaskan tujuan dan membangun rasa percaya dengan keluarga. Tahap ini adalah:
Orientasi
Eksplorasi
Intervensi
Terminasi
Evaluasi
Perawat mengidentifikasi pola komunikasi negatif dan kebutuhan emosional tiap anggota keluarga. Tahap ini termasuk:
Orientasi
Eksplorasi
Intervensi
Terminasi
Evaluasi
Setelah masalah diidentifikasi, perawat memberikan latihan komunikasi asertif untuk mencegah konflik. Ini termasuk tahap:
Orientasi
Eksplorasi
Intervensi
Terminasi
Evaluasi
Setelah beberapa sesi, keluarga menunjukkan peningkatan komunikasi dan saling mendukung. Perawat melakukan evaluasi dan mengakhiri sesi dengan penguatan positif. Tahap ini disebut:
Orientasi
Eksplorasi
Intervensi
Terminasi
Evaluasi
Dalam praktik di komunitas, perawat mengunjungi rumah keluarga pasien diabetes dan membantu mereka menyusun rencana diet bersama. Prinsip yang diterapkan adalah:
Kolaborasi aktif
Holistik
Sensitivitas budaya
Hubungan terapeutik
Individualistik
Perawat membantu keluarga pasien stroke membentuk kelompok dukungan keluarga di puskesmas. Intervensi ini menekankan manfaat:
Komunikasi formal
Edukasi gizi
Observasi perilaku
Penilaian struktur
Dukungan sosial dan koping
