NEW
Font size
WorksheetsTry Out 1 UP PPG PAI_2025
Total questions: 60
Worksheet time: 30mins
Pembentukan akhlak karimah merupakan proses penting dalam pendidikan Islam. Melalui pembentukan akhlak karimah, peserta didik diharapkan dapat mengembangkan sikap yang positif dan perilaku yang sesuai dengan nilai-nilai agama dan moral. Berdasarkan deskripsi materi di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai untuk meningkatkan keimanan, ketakwaan, dan akhlak mulia peserta didik dengan mengintegrasikan Teknologi, Pedagogi, dan Konten (TPACK) adalah...
Peserta didik dapat membuat video tentang definisi akhlak karimah dan membagikannya di media sosial
Peserta didik dapat mengembangkan blog untuk membagikan pengetahuan tentang akhlak karimah dan mengundang diskusi online
Peserta didik dapat merancang rencana aksi untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan melalui praktik akhlak karimah dengan memanfaatkan teknologi.
Peserta didik dapat membuat presentasi tentang pentingnya akhlak karimah dalam masyarakat
Peserta didik dapat menghafal contoh perilaku akhlak karimah
Seorang wanita muda memutuskan untuk melakukan nikah mut’ah dengan seorang pria yang lebih tua karena alasan ekonomi. Namun, beberapa pihak mempertanyakan keabsahan dan etika praktik ini. Berdasarkan narasi kasus di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai dengan indikator supaya peserta didik mampu berpikir kritis adalah...
Peserta didik dapat menyebutkan contoh-contoh kasus nikah mut’ah dalam sejarah Islam.
Peserta didik dapat menjelaskan definisi nikah mut’ah dan hukumnya dalam Islam
Peserta didik dapat mengidentifikasi kelebihan dan kekurangan nikah mut’ah.
Peserta didik dapat mengevaluasi implikasi sosial, ekonomi, dan agama dari kasus nikah mut’ah
Peserta didik dapat menjelaskan prosedur pelaksanaan nikah mut’ah.
Hadis sahih adalah hadis yang diriwayatkan oleh perawi yang adil dan dhabit (kuat hafalannya), serta tidak memiliki cacat dalam sanad atau matannya. Berdasarkan pernyataan materi di atas, rumusan tujuan pembelajaran ranah keterampilan yang paling sesuai untuk meningkatkan semangat gotong royong peserta didik dengan mengintegrasikan Teknologi, Pedagogi, dan Konten (TPACK) adalah...
Peserta didik dapat membuat presentasi tentang pentingnya hadis sahih dalam masyarakat
Peserta didik dapat menghafal contoh hadis sahih yang populer
Peserta didik dapat membuat video tentang definisi hadis sahih dan membagikannya di media sosial
Peserta didik dapat mengembangkan blog untuk membagikan pengetahuan tentang hadis sahih dan mengundang diskusi online
Peserta didik dapat merancang dan melaksanakan proyek multimedia interaktif tentang penerapan hadis sahih dalam kehidupan sehari-hari
Konsep takdir dalam Islam seringkali menimbulkan perdebatan tentang peran manusia dalam menentukan nasibnya. Beberapa orang percaya bahwa takdir telah ditentukan oleh Allah SWT, namun manusia tetap memiliki peran dalam menentukan pilihannya. Berdasarkan deskripsi kasus di atas, rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah sikap yang paling sesuai untuk meningkatkan sikap penerimaan terhadap tradisi dengan mengintegrasikan Teknologi, Pedagogi, dan Konten (TPACK) adalah...
Peserta didik dapat merancang rencana aksi untuk meningkatkan kesadaran dan penerimaan terhadap tradisi dan budaya dalam konteks takdir dengan memanfaatkan teknologi.
Peserta didik dapat membuat presentasi tentang definisi takdir dalam Islam
Peserta didik dapat menghafal contoh ayat Al-Qur'an tentang takdir
Peserta didik dapat membuat daftar kelebihan dan kekurangan konsep takdir
Peserta didik dapat mengembangkan blog untuk membagikan pengetahuan tentang takdir dan mengundang diskusi online
Ayat Muhkamat adalah ayat-ayat Al-Qur'an yang memiliki makna yang jelas dan pasti, sedangkan ayat Mutasyabihat adalah ayat-ayat Al-Qur'an yang memiliki makna yang tidak jelas dan memerlukan penafsiran lebih lanjut. Berdasarkan deskripsi materi di atas, rumusan indikator tujuan pembelajaran ranah pengetahuan yang paling sesuai untuk meningkatkan kemampuan berpikir dinamis dan inovatif peserta didik dengan mengintegrasikan Teknologi, Pedagogi, dan Konten (TPACK) adalah...
Peserta didik dapat mengidentifikasi contoh ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam Al-Qur'an
Peserta didik dapat mengembangkan blog untuk membagikan pengetahuan tentang ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dan mengundang diskusi online
Peserta didik dapat menganalisis dan mengevaluasi penafsiran ayat Muhkamat dan Mutasyabihat dalam konteks kehidupan modern melalui aplikasi multimedia interaktif
Peserta didik dapat membuat presentasi tentang definisi ayat Muhkamat dan Mutasyabihat
Peserta didik dapat menghafal contoh ayat Muhkamat dan Mutasyabihat
Guru merencanakan tujuan pembelajaran untuk materi ayat Mutasyabihat dengan menggunakan pendekatan PBL. Guru dapat merumuskan tujuan pembelajaran melalui kegiatan menganalisis dan menafsirkan ayat-ayat tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Berdasarkan deskripsi aktivitas pembelajaran di atas, analisislah materi ajar kajian tafsir berdasarkan struktur keilmuan pada perencanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik!
Materi ajar kajian tafsir dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek bahasa, sejarah, dan teologi, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
Materi ajar kajian tafsir hanya dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek bahasa saja
Materi ajar kajian tafsir tidak memerlukan analisis berdasarkan struktur keilmuan
Materi ajar kajian tafsir hanya dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek teologi saja
Materi ajar kajian tafsir dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek sejarah saja
Guru melaksanakan tujuan pembelajaran untuk materi klasifikasi hadis dengan menggunakan pendekatan PJBL. Guru meminta peserta didik untuk membuat proyek yang mengklasifikasikan hadis-hadis berdasarkan kriteria tertentu. Berdasarkan deskripsi aktivitas pembelajaran di atas, analisislah materi ajar klasifikasi hadis berdasarkan struktur keilmuan pada pelaksanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik!
Materi ajar klasifikasi hadis dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek ilmu hadis, ilmu bahasa, dan ilmu sejarah dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
Materi ajar klasifikasi hadis hanya dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek ilmu hadis saja dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
Materi ajar klasifikasi hadis tidak memerlukan analisis berdasarkan struktur keilmuan dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
Materi ajar klasifikasi hadis hanya dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek ilmu bahasa saja dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
Materi ajar klasifikasi hadis dapat dianalisis berdasarkan struktur keilmuan yang meliputi aspek ilmu sejarah saja dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik
Guru melakukan evaluasi pembelajaran pada materi rahasia takdir dengan menggunakan pendekatan DBL. Guru ingin mengetahui sejauh mana peserta didik dapat memahami hubungan antara takdir dan iman kepada hari akhir. Berdasarkan narasi kasus di atas, uraikanlah materi ajar hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir pada evaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik!
Materi ajar hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir hanya dapat diuraikan berdasarkan konsep takdir saja, serta mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Materi ajar hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir tidak memerlukan uraian berdasarkan konsep apapun, serta mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Materi ajar hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir hanya dapat diuraikan berdasarkan konsep iman kepada hari akhir saja, serta mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Materi ajar hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir dapat diuraikan berdasarkan konsep qada dan qadar saja, serta mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Materi ajar hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir dapat dijelaskan dengan menggabungkan konsep takdir dan iman kepada hari akhir, serta mempertimbangkan kemampuan peserta didik
Guru merencanakan materi ajar pembentukan akhlak karimah dengan menggunakan pendekatan TPACK. Guru ingin peserta didik dapat memahami pentingnya akhlak karimah sebagai pilar pengembangan karakter bangsa. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, alur materi ajar pembentukan akhlak karimah sebagai pilar pengembangan karakter bangsa dalam perencanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah...
Mengenal konsep akhlak karimah, menerapkan nilai-nilai akhlak karimah dalam perilaku sehari-hari, memahami pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari
Mengenal konsep akhlak karimah, memahami pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari, menerapkan nilai-nilai akhlak karimah dalam perilaku sehari-hari
Memahami pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep akhlak karimah, menerapkan nilai-nilai akhlak karimah dalam perilaku sehari-hari
Menerapkan nilai-nilai akhlak karimah dalam perilaku sehari-hari, mengenal konsep akhlak karimah, memahami pentingnya akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari
Mengenal konsep akhlak karimah saja
Guru melaksanakan materi ajar fikih kontemporer dengan menggunakan pendekatan DL. Guru ingin peserta didik dapat memahami dan menerapkan konsep fikih kontemporer dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, alur materi ajar tentang fikih kontemporer dalam pelaksanaan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah...
Mengenal konsep fikih kontemporer saja
Menganalisis isu-isu fikih kontemporer saja
Menerapkan konsep fikih kontemporer dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep fikih kontemporer, menganalisis isu-isu fikih kontemporer
Mengenal konsep fikih kontemporer, menganalisis isu-isu fikih kontemporer, menerapkan konsep fikih kontemporer dalam kehidupan sehari-hari
Menganalisis isu-isu fikih kontemporer, mengenal konsep fikih kontemporer, menerapkan konsep fikih kontemporer dalam kehidupan sehari-hari
Guru melaksanakan materi ajar tentang transformasi peradaban Islam dengan menggunakan model pelayanan konseling. Guru ingin peserta didik dapat memahami dan mengevaluasi peran transformasi peradaban Islam dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, alur materi ajar transformasi peradaban Islam dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik adalah...
Mengenal konsep transformasi peradaban Islam, menganalisis peran transformasi peradaban Islam dalam sejarah Islam, mengevaluasi dampak transformasi peradaban Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Menganalisis peran transformasi peradaban Islam dalam sejarah Islam, mengenal konsep transformasi peradaban Islam, mengevaluasi dampak transformasi peradaban Islam dalam kehidupan sehari-hari.
Mengevaluasi dampak transformasi peradaban Islam dalam kehidupan sehari-hari, mengenal konsep transformasi peradaban Islam, menganalisis peran transformasi peradaban Islam dalam sejarah Islam.
Mengenal konsep transformasi peradaban Islam saja.
Menganalisis peran transformasi peradaban Islam dalam sejarah Islam saja.
Guru melaksanakan program P5 dengan tujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai Pancasila. Guru ingin peserta didik dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai P5 dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, tentukanlah pengembangan materi ajar nilai-nilai P5 dalam merencanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik!
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai P5, seperti gotong royong, dan berkebinekaan global, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai P5, seperti mandiri, bernalar kritis, dan kreatif, tanpa mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai P5, seperti beriman, bertakwa, dan berakhlak mulia, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam.
Mengembangkan materi ajar yang tidak berfokus pada nilai-nilai P5.
Mengembangkan materi ajar yang hanya berfokus pada satu nilai P5 saja.
Guru melaksanakan program PPRA dengan tujuan untuk mengembangkan karakter dan kompetensi pelajar yang sesuai dengan nilai-nilai Islam rahmatan lil alamin. Guru ingin peserta didik dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai PPRA dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, tentukanlah pengembangan materi ajar nilai-nilai PPRA dalam melaksanakan tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Mengembangkan materi ajar yang hanya berfokus pada satu nilai PPRA saja.
Mengembangkan materi ajar yang tidak berfokus pada nilai-nilai PPRA.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai PPRA, seperti akhlak mulia dan perilaku baik, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai PPRA, seperti keadilan, kebenaran, dan tanggung jawab, tanpa mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai PPRA, seperti kasih sayang, toleransi, dan empati, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam.
Guru melaksanakan program moderasi beragama di sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman dan pengalaman nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. Guru ingin peserta didik dapat memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam wasathiyah dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, tentukanlah pengembangan materi ajar nilai-nilai Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama dalam mengevaluasi tujuan pembelajaran sesuai dengan karakteristik peserta didik.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai Islam wasathiyah, seperti akhlak mulia dan perilaku baik, tanpa mengevaluasi tujuan pembelajaran.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai Islam yang ekstrem, tanpa mempertimbangkan karakteristik peserta didik.
Mengembangkan materi ajar yang berfokus pada nilai-nilai Islam wasathiyah, seperti toleransi, kasih sayang, dan keadilan, dengan mempertimbangkan karakteristik peserta didik yang beragam.
Mengembangkan materi ajar yang hanya berfokus pada satu nilai Islam wasathiyah saja.
Mengembangkan materi ajar yang tidak berfokus pada nilai-nilai Islam wasathiyah.
Guru melaksanakan program moderasi beragama di sekolah dengan tujuan untuk mengembangkan pemahaman dan pengalaman nilai-nilai Islam yang moderat dan toleran. Guru berpendapat bahwa implementasi nilai-nilai moderasi beragama dapat membantu peserta didik menjadi lebih terbuka dan toleran terhadap perbedaan. Berdasarkan pernyataan praktik pedagogi di atas, nilai/nilai pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah dengan alasan yang tepat sesuai dengan implementasi moderasi beragama.
Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah dapat membantu peserta didik memahami nilai-nilai toleransi dan kasih sayang, sehingga mereka dapat menjadi lebih terbuka dan toleran terhadap perbedaan.
Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah tidak diperlukan karena nilai-nilai Islam sudah jelas dan tidak perlu diinterpretasikan lagi.
Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah hanya diperlukan untuk peserta didik yang belum memahami nilai-nilai Islam dengan baik.
Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah dapat menyebabkan peserta didik menjadi kurang komitmen terhadap nilai-nilai Islam.
Pengembangan materi ajar Islam sebagai agama moderat atau wasathiyah tidak ada hubungannya dengan implementasi moderasi beragama.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami metode tafsir maudhu’i dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. Materi kajian tafsir yang dipilih adalah tentang tema 'keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat' dalam al-Qur'an. Berdasarkan deskripsi di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menghafal ayat-ayat al-Qur'an yang terkait dengan tema keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menganalisis ayat-ayat al-Qur'an yang terkait dengan tema keseimbangan antara kehidupan dunia dan akhirat dengan menggunakan metode tafsir maudhu’i, serta mengaplikasikan hasilnya dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat ringkasan tentang metode tafsir maudhu’i tanpa aplikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang sejarah metode tafsir maudhu’i tanpa analisis ayat-ayat al-Qur'an.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal tentang metode tafsir maudhu’i tanpa aplikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Guru ingin mengembangkan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami klasifikasi hadis berdasarkan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an sebagai bayaan taqriir dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah.materi yang dipilih adalah tentang hadis yang berfungsi sebagai penetapan hukum yang tidak dijelaskan secara rinci dalam Al-Qur'an. Berdasarkan pernyataan diatas, rancangan pembelajaran pendekatan berbasis masalah yang sesuai dengan pengetahuan pedagogik adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menghafal contoh hadis yang berfungsi sebagai bayaan takriir tanpa analisa.
Mengembangkan Skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat ringkasan tentang klasifikasi fungsi hadis berdasarkan fungsi hadis terhadap Al-Qur'an sebagai bayan taqriir tanpa aplikasi.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menganalisis contoh hadis yang berfungsi sebagai bayaan taqriir dan mengidentifikasi aplikasi hukum nya dalam konteks kehidupan sehari-hari, serta mengevaluasi peran hadis dalam menetapkan hukum yang tidak dijelaskan dalam al-Qur'an.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang sejarah hadis tanpa fokus pada fungsi hadis sebagai bayaan taqriir.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal - soal tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami konsep iman kepada hari akhir dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis masalah. materi yang dipilih adalah tentang tanda-tanda hari akhir dan implementasi nya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan deskripsi diatas, rancangan pembelajaran pendekatan pembelajaran berbasis masalah yang sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik membuat proyek multi media tentang tanda-tanda hari akhir dan aplikasi nya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menghafal tanda-tanda hari akhir tanpa menggunakan teknologi.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat ringkasan tentang iman kepada hari akhir tanpa menggunakan teknologi.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang iman pada hari akhir tanpa menggunakan sumber-sumber online.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal tentang iman pada hari akhir tanpa menggunakan teknologi.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami fungsi Mukjizat dalam konteks kehidupan Nabi Muhammad SAW dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Materi yang dipilih adalah tentang fungsi Mukjizat sebagai pembukti kenabian dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan deskripsi di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menghafal fungsi Mukjizat tanpa mempertimbangkan perbedaan individu.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat ringkasan tentang fungsi Mukjizat tanpa mempertimbangkan gaya belajar peserta didik.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang fungsi Mukjizat tanpa mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal tentang fungsi Mukjizat tanpa mempertimbangkan perbedaan individu.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek individu tentang fungsi Mukjizat sebagai pembukti kenabian dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan minat peserta didik.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami urgensi akhlak karimah dalam pembentukan karakter bangsa dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Materi yang dipilih adalah tentang pentingnya akhlak karimah dalam membangun masyarakat yang harmonis dan beradab. Berdasarkan pernyataan di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang sesuai dengan pengetahuan pedagogi adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat ringkasan tentang akhlak karimah tanpa mempertimbangkan gaya belajar peserta didik.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal tentang akhlak karimah tanpa mempertimbangkan perbedaan individu.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang akhlak karimah tanpa mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek individu tentang urgensi akhlak karimah dalam pembentukan karakter bangsa, dengan mempertimbangkan gaya belajar dan minat peserta didik serta menggunakan strategi pembelajaran yang sesuai dengan kebutuhan belajar mereka.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menghafal konsep akhlak karimah tanpa mempertimbangkan perbedaan individu.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami konsep zakat produktif dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu. Materi yang dipilih adalah tentang manfaat dan implementasi zakat produktif dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Berdasarkan pernyataan di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis perbedaan individu yang sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk menghafal konsep zakat produktif tanpa menggunakan teknologi untuk mempresentasikan hasil.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal tentang zakat produktif tanpa menggunakan teknologi.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk mengerjakan soal-soal tentang zakat produktif tanpa menggunakan teknologi.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat ringkasan tentang zakat produktif tanpa menggunakan teknologi untuk mencari informasi.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik membuat proyek individu tentang zakat produktif dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk multimedia.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami hak atas kesejahteraan dari perspektif Islam dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam. Materi yang dipilih adalah tentang konsep hak atas kesejahteraan dalam Islam dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan narasi di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk melakukan penelitian mendalam tentang konsep hak atas kesejahteraan dalam Islam dan membuat laporan yang komprehensif tentang temuan mereka, termasuk analisis tentang implementasinya dalam kehidupan sehari-hari.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek multimedia tentang hak atas kesejahteraan dalam Islam, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video atau infografis yang interaktif.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat debat tentang hak atas kesejahteraan dalam Islam, dengan mempertimbangkan berbagai perspektif dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang hak atas kesejahteraan dalam Islam, dengan menggunakan teknologi untuk mencari informasi.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami perkembangan kepemimpinan Islam pada masa Dinasti Abbasiyah dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam. Materi yang dipilih adalah tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan dan kemunduran Dinasti Abbasiyah serta dampaknya terhadap perkembangan politik dan sosial masyarakat Islam. Berdasarkan narasi di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang sesuai dengan pengetahuan pedagogi adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat debat tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan dan kemunduran Dinasti Abbasiyah, dengan mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif dan memfasilitasi diskusi yang konstruktif.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk melakukan penelitian mendalam tentang faktor-faktor yang mempengaruhi kemunculan dan kemunduran Dinasti Abbasiyah dan membuat laporan yang komprehensif tentang temuan mereka, termasuk analisis tentang dampaknya terhadap perkembangan politik dan sosial masyarakat Islam dengan mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek multimedia tentang Dinasti Abbasiyah, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video atau infografis yang interaktif dan mempertimbangkan kebutuhan belajar peserta didik.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang Dinasti Abbasiyah, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk slide presentasi yang interaktif dan mempertimbangkan gaya belajar peserta didik.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat laporan tentang Dinasti Abbasiyah, dengan mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif dan memfasilitasi refleksi tentang proses belajar.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami keteladanan sebagai prinsip utama pendidikan karakter dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam. Materi yang dipilih adalah tentang pentingnya keteladanan dalam pendidikan karakter dan implementasinya dalam kehidupan sehari-hari. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis pembelajaran mendalam yang sesuai dengan pengetahuan teknologi adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang keteladanan sebagai prinsip utama pendidikan karakter, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk slide presentasi yang interaktif.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek multimedia tentang keteladanan sebagai prinsip utama pendidikan karakter, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video atau infografis yang interaktif.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat blog tentang keteladanan sebagai prinsip utama pendidikan karakter, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk tulisan yang mendalam.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk melakukan penelitian mendalam tentang keteladanan sebagai prinsip utama pendidikan karakter dan membuat laporan yang komprehensif tentang temuan mereka, termasuk analisis tentang implementasinya dalam kehidupan sehari-hari dengan menggunakan teknologi informasi mencari sumber-sumber relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk multimedia.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat video tentang keteladanan sebagai prinsip utama pendidikan karakter, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video yang edukatif.
Guru ingin mengembangkan kemampuan analisis dan kritis peserta didik dalam memahami implementasi moderasi beragama dalam konteks kehidupan sehari-hari dengan menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis TPACK. Materi yang dipilih adalah tentang prinsip-prinsip moderasi beragama dalam Islam dan implementasinya dalam masyarakat. Berdasarkan kasus di atas, rancangan pembelajaran berpendekatan pembelajaran berbasis TPACK yang sesuai dengan materi pembelajaran adalah...
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat blog tentang implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk tulisan.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat infografis tentang prinsip-prinsip moderasi beragama dalam Islam, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk visual.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat video tentang moderasi beragama, dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat proyek multimedia tentang implementasi moderasi beragama dalam kehidupan sehari-hari, dengan menggunakan teknologi informasi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk video atau infografis.
Mengembangkan skenario pembelajaran yang meminta peserta didik untuk membuat presentasi tentang moderasi beragama dengan menggunakan teknologi untuk mencari sumber-sumber yang relevan dan mempresentasikan hasil dalam bentuk slide presentasi.
Guru ingin menyajikan materi kajian tafsir bi al-Ra'yi tentang penafsiran al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada metode penafsiran klasik tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip metodologi tafsir kontemporer dan isu-isu etis yang terkait dengan penafsiran subjektif dalam konteks masyarakat modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menganalisis kasus-kasus penafsiran al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi dan mempertimbangkan implikasi etisnya dalam konteks masyarakat modern.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal metode penafsiran klasik tanpa mempertimbangkan prinsip-prinsip metodologi tafsir kontemporer.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang penafsiran al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan isu-isu etis.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang penafsiran al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan konteks masyarakat modern.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang penafsiran al-Qur'an berdasarkan pendapat pribadi tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.
Guru ingin menyajikan materi klasifikasi hadis tentang kategori hadis sahih, hasan, dan dhaif. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada definisi dan contoh-contoh hadis klasik tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari dan aplikasi praktisnya dalam masyarakat modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan PBL (Problem-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang aman dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menghafal definisi dan contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan dhaif tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang klasifikasi hadis tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.
Menggunakan PBL untuk meminta peserta didik menganalisis contoh-contoh hadis sahih, hasan, dan dhaif dalam konteks kehidupan sehari-hari dan mempresentasikan hasilnya dalam bentuk laporan atau presentasi.
Guru ingin menyajikan materi tentang hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Namun, materi yang disajikan hanya berfokus pada konsep takdir dan hari akhir secara teoritis tanpa mempertimbangkan implikasi dan aplikasi praktisnya dalam kehidupan sehari-hari, seperti bagaimana konsep takdir mempengaruhi perilaku dan keputusan seseorang dalam menghadapi tantangan zaman modern. Berdasarkan kasus di atas, strategi pembelajaran berpendekatan DBL (Discovery-Based Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik menemukan contoh-contoh bagaimana konsep takdir mempengaruhi perilaku dan keputusan seseorang dalam menghadapi tantangan zaman modern melalui diskusi dan penelitian.
Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik menghafal konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan aplikasi praktisnya.
Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan implikasi praktisnya.
Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.
Menggunakan DBL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang konsep takdir dan hari akhir tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.
Guru ingin menyajikan materi tentang sihir, namun materinya hanya berfokus pada cerita-cerita rakyat dan mitos tentang sihir tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis tentang fenomena yang sering dikaitkan dengan sihir. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana membedakan antara sihir sebagai kepercayaan dan praktik yang berpotensi merugikan dengan penjelasan rasional tentang fenomena alam dan psikologi. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan DL (Discovery Learning) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan DL untuk meminta peserta didik menghafal cerita-cerita rakyat dan mitos tentang sihir tanpa mempertimbangkan penjelasan ilmiah dan logis.
Menggunakan DL untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan sehari-hari.
Menggunakan DL untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan penjelasan rasional.
Menggunakan DL untuk meminta peserta didik mencari dan menganalisis penjelasan ilmiah dan logis tentang fenomena yang sering dikaitkan dengan sihir, serta membedakan antara sihir sebagai kepercayaan dan praktik yang berpotensi merugikan.
Menggunakan DL untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang sihir berdasarkan cerita-cerita rakyat dan mitos tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang efektif.
Guru ingin menyajikan materi tentang pembentukan akhlak karimah, namun materinya hanya berfokus pada nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern dan tantangan yang dihadapi oleh generasi muda saat ini, seperti penggunaan media sosial, globalisasi, dan isu-isu lingkungan. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan TPACK (Technological Pedagogical And Content Knowledge) yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik membuat video tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang adaptif.
Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern.
Menggunakan TPACK untuk mengintegrasikan teknologi dalam pembelajaran pembentukan akhlak karimah, seperti menggunakan media sosial untuk membahas nilai-nilai moral dalam konteks kehidupan modern.
Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu lingkungan dan globalisasi.
Menggunakan TPACK untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang nilai-nilai moral tradisional tanpa mempertimbangkan penggunaan teknologi yang efektif.
Guru ingin menyajikan materi tentang fikih kontemporer terkait riba, namun materinya hanya berfokus pada definisi dan hukum riba dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi dan implikasi riba dalam sistem keuangan modern, seperti bank konvensional, investasi, dan produk keuangan lainnya. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana fikih riba dapat diaplikasikan dalam konteks ekonomi global dan keuangan syariah yang berkembang saat ini. Berdasarkan kasus di atas, model pembelajaran berpendekatan berbasis pelayanan bimbingan konseling yang paling sesuai untuk menciptakan suasana belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah....
Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk membantu peserta didik menganalisis aplikasi fikih riba dalam konteks keuangan modern dan ekonomi global, serta memberikan bimbingan untuk mengembangkan karakter unggul.
Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik menghafal definisi dan hukum riba dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi praktis.
Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang fikih riba tanpa mempertimbangkan konteks keuangan modern.
Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang fikih riba tanpa mempertimbangkan isu-isu keuangan kontemporer.
Menggunakan model pembelajaran berbasis bimbingan konseling untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang fikih Riba tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang progresif.
Guru ingin menyajikan materi tentang hak-hak rakyat dari perspektif Islam, namun materinya hanya berfokus pada konsep klasik tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer seperti hak asasi manusia, demokrasi, dan keadilan sosial dalam konteks kehidupan modern. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK (Anak Berkebutuhan Khusus) yang paling sesuai untuk menciptakan lingkungan belajar yang akomodatif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk membantu peserta didik dengan kebutuhan khusus memahami hak-hak rakyat dalam perspektif Islam dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari yang inklusif.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik menghafal konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan kebutuhan khusus.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik membuat ringkasan tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik mengerjakan soal-soal tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan konteks kehidupan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis pelayanan ABK untuk meminta peserta didik membuat presentasi tentang hak-hak rakyat dalam perspektif Islam tanpa mempertimbangkan strategi pembelajaran yang inklusif.
Guru ingin menyajikan materi tentang perkembangan kepemimpinan Islam, namun materinya hanya berfokus pada sejarah khulafaur rasyidin dan pemimpin-pemimpin Islam klasik tanpa mempertimbangkan konsep kepemimpinan Islam dalam konteks modern, seperti kepemimpinan transformasional, kepemimpinan situasional, dan peran pemimpin dalam masyarakat global. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang adaptif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal sejarah khulafaur rasyidin tanpa mempertimbangkan konteks kepemimpinan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik menganalisis konsep kepemimpinan Islam dalam konteks modern dan mengaplikasikannya dalam studi kasus kepemimpinan kontemporer.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas sejarah pemimpin-pemimpin Islam klasik tanpa mempertimbangkan isu-isu kepemimpinan kontemporer.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan kepemimpinan dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kepemimpinan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk meminta peserta didik menganalisis kepemimpinan dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam konteks modern.
Guru ingin menyajikan materi tentang pendidikan nilai atau karakter, namun materinya hanya berfokus pada nilai-nilai tradisional seperti patuh pada otoritas dan hierarki sosial tanpa mempertimbangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana nilai-nilai tersebut dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan modern yang kompleks dan beragam. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang progresif dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus untuk meminta peserta didik menganalisis nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas nilai-nilai tradisional tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan nilai-nilai tradisional dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek yang memungkinkan peserta didik mengembangkan nilai-nilai kontemporer seperti toleransi, empati, dan kesadaran lingkungan melalui kegiatan nyata dalam komunitas.
Guru ingin menyajikan materi tentang Islam sebagai agama yang moderat, namun materinya hanya berfokus pada konsep moderasi dalam teks-teks klasik tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer seperti radikalisme, intoleransi, dan pluralisme dalam masyarakat modern. Selain itu, guru tidak membahas bagaimana konsep moderasi Islam dapat diaplikasikan dalam konteks kehidupan sehari-hari untuk mempromosikan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama. Berdasarkan kasus di atas, pendekatan pembelajaran yang paling relevan untuk menciptakan lingkungan belajar yang membahagiakan dan menghasilkan lulusan yang berkarakter unggul dan berdaya saing adalah...
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis studi kasus yang memungkinkan peserta didik menganalisis dan mengaplikasikan konsep moderasi Islam dalam konteks kehidupan sehari-hari untuk mempromosikan kerukunan dan keharmonisan antarumat beragama.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis ceramah untuk meminta peserta didik menghafal konsep moderasi Islam dalam teks-teks klasik tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis diskusi untuk meminta peserta didik membahas konsep moderasi Islam tanpa mempertimbangkan isu-isu kontemporer.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis simulasi untuk meminta peserta didik mempraktikkan konsep moderasi Islam dalam konteks klasik tanpa mempertimbangkan dinamika kehidupan modern.
Menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis proyek untuk meminta peserta didik membuat produk tentang konsep moderasi Islam tanpa mempertimbangkan aplikasi dalam kehidupan sehari-hari.
Guru menggunakan pendekatan PBL (Problem-Based Learning) untuk mengajarkan materi kajian tafsir terkait metode tafsir tahlili. Peserta didik diminta untuk menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dengan menggunakan metode tafsir tahlili dan mengaplikasikannya dalam konteks kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati melalui diskusi kelompok. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...
Menggunakan teknik asesmen tes tertulis untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengingat konsep metode tafsir tahlili.
Menggunakan teknik asesmen observasi untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleransi dan empati selama diskusi kelompok.
Menggunakan teknik asesmen proyek untuk menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan aplikasi metode tafsir tahlili dalam konteks kehidupan sehari-hari.
Menggunakan teknik asesmen portofolio untuk menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis ayat-ayat Al-Qur'an dengan metode tafsir tahlili.
Menggunakan teknik asesmen self-assessment untuk menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.
Guru menggunakan pendekatan PJBL (Project-Based Learning) untuk mengajarkan materi hadis daif. Peserta didik diminta untuk membuat proyek yang menganalisis contoh hadis daif dan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami konsep hadis daif dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam berdiskusi tentang hadis daif.
Penilaian proyek yang menilai kemampuan peserta didik dalam menganalisis contoh hadis daif.
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan definisi dan karakteristik hadis daif.
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.
Self-assessment yang menilai kemampuan peserta didik dalam menilai diri sendiri.
Guru menggunakan pendekatan DL (Discovery Learning) untuk mengajarkan materi hubungan takdir dengan iman kepada hari akhir. Peserta didik diminta untuk mengeksplorasi dan menemukan konsep-konsep yang terkait dengan takdir dan hari akhir melalui diskusi kelompok dan presentasi. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan konsep-konsep tersebut dalam konteks kehidupan sehari-hari. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah...
Observasi terhadap partisipasi peserta didik dalam diskusi kelompok.
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi konsep takdir dan hari akhir dalam kehidupan sehari-hari.
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep takdir dan hari akhir.
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.
Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri.
Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk mengajarkan materi karamah. Peserta didik diminta untuk menganalisis contoh-contoh karamah dan merefleksikan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap karamah. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan definisi karamah.
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi karamah dalam kehidupan sehari-hari.
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap karamah.
Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri.
Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada pengalaman dan refleksi untuk mengajarkan materi pembentukan akhlak karimah. Peserta didik diminta untuk menganalisis contoh-contoh perilaku yang baik dan mulia, serta merefleksikan implikasinya dalam kehidupan sehari-hari. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami konsep akhlak karimah dan prinsip-prinsipnya. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif.
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi akhlak karimah dalam kehidupan sehari-hari.
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep akhlak karimah dan prinsip-prinsipnya.
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran.
Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri.
Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus untuk mengajarkan materi fikih kontemporer tentang perbankan syariah. Peserta didik diminta untuk menganalisis kasus-kasus yang terkait dengan perbankan syariah dan mengembangkan solusi yang sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. Guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan pengetahuan tentang perbankan syariah dalam konteks nyata. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah...
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam.
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi hak-hak rakyat dalam kehidupan sehari-hari.
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap hak atas keadilan
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran
Penilaian presentasi yang meminta peserta didik mempresentasikan solusi untuk kasus-kasus perbankan syariah
Guru telah melakukan asesmen sebelumnya dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam. Namun, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap hak atas keadilan. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada diskusi dan refleksi untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep hak-hak rakyat dalam perspektif Islam
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi hak-hak rakyat dalam kehidupan sehari-hari
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap hak atas keadilan
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran
Self-assessment yang meminta peserta didik menilai kemampuan diri sendiri.
Guru telah melakukan asesmen sebelumnya dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep kepemimpinan Islam. Sekarang, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam memahami secara mendalam tentang kepemimpinan Umar bin Khattab dan prinsip-prinsipnya. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek pengetahuan adalah...
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif.
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi kepemimpinan Umar bin Khattab dalam kehidupan sehari-hari
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan secara mendalam tentang kepemimpinan Umar bin Khattab dan prinsip-prinsipnya
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran
Penilaian presentasi yang meminta peserta didik mempresentasikan tentang kepemimpinan Umar bin Khattab
Guru telah melakukan asesmen awal dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep nilai kejujuran. Sekarang, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengaplikasikan nilai kejujuran dalam situasi nyata. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada simulasi untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, teknik asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek keterampilan adalah...
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep nilai kejujuran.
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap yang positif terhadap kejujuran.
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran
Penilaian simulasi yang meminta peserta didik mendemonstrasikan perilaku jujur dalam situasi yang disimulasikan
Penilaian presentasi yang meminta peserta didik mempresentasikan tentang nilai kejujuran
Guru telah melakukan asesmen awal dan menemukan bahwa peserta didik memiliki pemahaman yang baik tentang konsep tasamuh dalam Islam. Sekarang, guru ingin menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleran terhadap perbedaan dalam masyarakat. Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada diskusi dan refleksi untuk mengajarkan materi ini. Berdasarkan deskripsi di atas, instrumen asesmen yang paling tepat untuk menilai kemampuan peserta didik pada aspek sikap adalah...
Tes tertulis yang meminta peserta didik menjelaskan konsep tasamuh dalam Islam
Penilaian proyek yang meminta peserta didik membuat aplikasi tasamuh dalam kehidupan sehari-hari.
Portofolio yang menilai kemampuan peserta didik dalam merefleksikan proses pembelajaran
Observasi yang menilai kemampuan peserta didik dalam mengembangkan sikap toleran terhadap perbedaan
Penilaian presentasi yang meminta peserta didik mempresentasikan tentang tasamuh dalam Islam
Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus untuk mengajarkan materi fikih kontemporer terkait Poligami. Namun, guru hanya menggunakan metode ceramah dan tidak memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Selain itu, guru tidak mempertimbangkan keragaman latar belakang peserta didik dalam merencanakan pembelajaran. Berdasarkan narasi di atas, praktik baik/best practice dalam merencanakan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan adalah..
Menggunakan metode ceramah sebagai satu-satunya metode pembelajaran
Mengintegrasikan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan mempertimbangkan keragaman latar belakang peserta didik
Tidak mempertimbangkan keragaman latar belakang peserta didik dalam merencanakan pembelajaran
Fokus hanya pada aspek konten tanpa mempertimbangkan aspek pedagogi dan teknologi.
Tidak melakukan evaluasi pembelajaran secara berkala
Guru menggunakan pendekatan pembelajaran yang berbasis pada studi kasus dan memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Guru juga memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil analisis mereka tentang kepemimpinan Dinasti Umayyah. Berdasarkan narasi di atas, identifikasi praktik baik/best practice dalam pelaksanaan pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan.
Tidak melakukan evaluasi pembelajaran secara berkala
Mengintegrasikan teknologi dan memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil analisis mereka
Fokus hanya pada aspek konten tanpa mempertimbangkan aspek pedagogi dan teknologi.
Tidak memberikan kesempatan kepada peserta didik untuk berdiskusi dan mempresentasikan hasil kerja mereka
Menggunakan metode ceramah sebagai satu-satunya metode pembelajaran
Guru mengajarkan materi Imam Al-Ghazali dengan ceramah dan penugasan menghafal konsep. Namun, tidak ada diskusi, presentasi, atau pemanfaatan teknologi. Evaluasi hanya dilakukan di akhir semester. Berdasarkan narasi di atas, identifikasi praktik baik/best practice dalam evaluasi pembelajaran yang berkualitas secara berkelanjutan
Evaluasi hanya dilakukan di akhir semester tanpa umpan balik.
Evaluasi berbasis pada hafalan tanpa mempertimbangkan pemahaman.
Evaluasi berkala dengan umpan balik konstruktif dan pemanfaatan teknologi.
Evaluasi hanya berfokus pada aspek konten tanpa peran pedagogi dan teknologi.
Tidak ada evaluasi pembelajaran yang dilakukan.
Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai materi tentang karakteristik guru profesional di era digital dan AI. Namun, guru tersebut belum dapat mengintegrasikan teknologi digital dan AI dalam pembelajaran secara efektif. Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam memiliki kemampuan yang baik dalam menguasai materi. Namun, guru tersebut belum dapat memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk meningkatkan kualitas pembelajaran. Berdasarkan narasi di atas, nilai kemampuan guru sebagai modal pengembangan diri guru secara berkelanjutan:
Guru sudah memiliki kemampuan yang memadai dalam penguasaan materi dan teknologi digital, sehingga tidak perlu pengembangan diri lagi.
Guru perlu meningkatkan kemampuan dalam penguasaan materi.
Guru tidak perlu melakukan pengembangan diri karena sudah memiliki pengalaman yang cukup.
Guru harus fokus pada penguasaan materi agama Islam tanpa mempertimbangkan teknologi digital dan AI.
Guru memiliki kemampuan yang baik dalam penguasaan materi, namun perlu meningkatkan kemampuan dalam memanfaatkan teknologi digital dan AI untuk pembelajaran.
Guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam menggunakan AI untuk membuat pembelajaran lebih interaktif dan personal. Namun, beberapa peserta didik Gen Z dan Alpha merasa bahwa pembelajaran menjadi kurang menarik karena AI tidak dapat memahami gaya belajar mereka yang unik. Berdasarkan narasi di atas, identifikasi masalah dan solusi yang tepat untuk menunjukkan jati diri sebagai guru profesional sesuai dengan karakteristik dan Gaya Belajar Peserta Didik Gen Z dan Alpha:
Masalahnya adalah AI tidak dapat memahami gaya belajar unik peserta didik Gen Z dan Alpha, solusinya adalah mengintegrasikan data gaya belajar peserta didik ke dalam sistem AI untuk membuat pembelajaran lebih personal dan adaptif.
Masalahnya adalah kurangnya interaktivitas, solusinya adalah menambahkan lebih banyak fitur interaktif dalam pembelajaran AI.
Masalahnya adalah AI tidak dapat memahami gaya belajar peserta didik, solusinya adalah mengganti AI dengan metode pembelajaran tradisional.
Masalahnya adalah peserta didik tidak terbiasa dengan AI, solusinya adalah memberikan pelatihan kepada peserta didik tentang cara menggunakan AI.
Masalahnya adalah AI tidak dapat menggantikan peran guru, solusinya adalah mengurangi penggunaan AI dalam pembelajaran.
Seorang siswa dari keluarga miskin tidak mengerjakan tugas yang diberikan guru PAI. Komentar Anda sebagai seorang guru agama terhadap kejadian tersebut adalah...
"Apakah kamu tidak bosan berkali-kali mendapatkan hukuman dari saya karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah?" Kamu anak kualat
"Anak yang tidak patuh sama guru. Kamu berdosa, sudah tahu guru memberikan pekerjaan rumah supaya siswa belajar di rumah, tetapi tetap saja tidak mau mengerjakannya."
"Saya sedih melihat kamu mendapatkan hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Adakah yang dapat kita lakukan bersama sehingga kamu dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu?"
"Saya tidak senang melihat kamu berkali-kali mendapatkan hukuman karena tidak mengerjakan pekerjaan rumah. Apakah yang seharusnya kamu lakukan agar dapat menyelesaikan pekerjaan rumah tepat waktu?"
"Anak pemalas! Masak setiap kali saya memberikan pekerjaan rumah kamu tidak pernah mengerjakannya."
Seorang siswa datang terlambat datang ke sekolah, siswa tersebut beralasan bahwa jalanan macet. Pertanyaan yang dapat disampaikan oleh guru untuk membantu menyadari keterlambatannya adalah...
"Biasanya pada pukul berapa kamu tidur tadi malam?"
"Bagaimana kamu mengatur tidur sehingga terlambat sekolah?"
"apakah kamu belum mengetahui pukul berapa masuk sekolah?"
"pada pukul berapa kamu persiapan sekolah dan sarapan pagi?"
"berapa lama waktu tempuh perjalanan ke sekolah?"
Munculnya pemberitaan bullying di beberapa daerah membuat resah para guru. Beberapa informasi dari siswa yang saling mengejek temannya sudah terdengar namun perlu dianalisis kebenarannya. Apakah langkah yang dapat dilakukan oleh guru untuk mengetahui kecenderungan perilaku bullying di sekolah?
Mendatangkan ahli untuk menekan perilaku bullying
Mengembangkan instrumen bullying
Melakukan survey untuk mengukur kecenderungan perilaku bullying
Melakukan kajian literatur tentang perilaku bullying
Mengidentifikasi responden yang akan diukur perilakunya
Perilaku siswa yang buruk, motivasi yang rendah dan ketidakdisiplinan merupakan penyebab guru merasa letekan (stress). Guru juga mungkin menghadapi situasi yang lebih kompleks seperti beban kerja yang berlebih, etos kerja yang kurang baik, kondisi kerja/sumber daya yang kurang serta prospek masa depan. Sebagai seorang guru, situasi tersebut harus dihadapi. Hal yang perlu disiapkan untuk tetap komitmen mendidik siswa adalah ....
Menggunakan teknik self-help yang membantu untuk lebih rileks
Menggunakan strategi koping melalui respons-respons emosi maupun kognitif
Menggunakan keterampilan koping dan manajemen diri
Menggunakan kemampuan mengelola kejenuhan akibat kelelahan mental
Menggunakan strategi koping dalam mengelola stress interpersonal, emosional
Bentuk kesetiaan kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia yang dilakukan oleh seorang guru adalah dengan menggunakan bahasa Indonesia dalam...
menyampaikan pembelajaran dan penugasan
berkomunikasi sehari-hari di dalam masyarakat
menyambut orang tua ketika diundang sekolah
berkomunikasi secara akrab dengan siswa-siswanya
menyapa teman guru dan staf sehari-hari di sekolah
Tidak semua pembiayaan untuk memajukan sekolah dapat dicukupi oleh sekolah sendiri, sehingga sekolah berinisiatif memberdayakan orang tua untuk memecahkan masalah pembiayaan tersebut. Sebagai guru yang diundang dalam pertemuan tersebut, sikap yang sebaiknya diambil adalah
Mengikuti pertemuan pembahasan keuangan sekolah dengan orang tua dan mentaati keputusannya
Tidak mempermasalahkan adanya pertemuan orang tua siswa yang membahas keuangan sekolah
Mengusulkan pembatalan pertemuan tersebut karena keputusannya memberatkan orang tua siswa
Mempersilahkan panitia mengadakan pertemuan dengan orang tua siswa membahas kauangan sekolah
Memberikan kesempatan orang tua bertanya kepada sekolah tentang penggunaan keuangan sekolah
Ketika mengetahui adanya seorang siswa yang sering membuang sisa makanan yang dibawa dari rumah, tindakan yang selayaknya dilakukan oleh guru adalah ..... Oleh karena itu tahapan yang harus ditempuh oleh guru adalah
membiarkan karena tahu kalau orang tua dari siswa tersebut sangat berkecukupan
menasihati bahwa makanan adalah salah satu sumber daya alam yang perlu dihemat
menasihati supaya tidak membawa makanan yang berlebihan ke sekolah
membiarkan karena tidak ada hubungannya dengan bidang studi yang diajarkannya
menasihati agar sisa makanan yang dibawa bisa dibagikan kepada teman satu kelas
Anda mengetahui bahwa salah satu ketentuan penggunaan dana BOS (Biaya Operasional Sekolah) adalah tidak boleh mendanai kegiatan yang dilakukan secara spontan atau kegiatan yang tidak ada dalam program sel pada tahun berjalan. Ketika ada salah satu peserta didik mendapatkan musibah, kepala sekolah memutuskan untuk membantu anak tersebut dengan menggunakan dana BOS. Sikap Anda sebagai guru terhadap kebijakan kepala sekolah tersebut adalah..
Mengusulkan kepada kepala sekolah untuk melakukan penggalangan dana
Mendukung kebijakan manusiawi kepala sekolah tersebut
Mendukung sepenuh hati karena kepala sekolah bertanggung jawab
Mengingatkan kepala sekolah bahwa hal tersebut melanggar peraturan
Membiarkan agar kepala sekolah menanggung akibatnya kelak
Adakalanya guru mendapatkan kritik dari orang tua siswa dalam mendidik putra-putrinya di sekolah, namun guru harus dapat mengendalikan diri dengan tidak mengedepankan sikap emosional. Dalam hal demikian, tindakan yang semestinya menjadi prioritas guru adalah
menerima semua masukan orang tua untuk segera diterapkan dalam mendidik siswa di sekolah
meniadakan kegiatan ekstrakurikuler menjelang akhir tahun pelajaran, karena menambah beban siswa
memajukan pembelajaran dengan meningkatkan sarana dan prasarana selengkap mungkin
memberikan layanan pendidikan sebaik-baiknya sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan siswa
memberikan layanan pendidikan sebaik-baiknya sesuai permintaan dan kesepakatan dengan orang tua
Seorang guru PAI menghadapi kenyataan bahwa dikelasnya memiliki pemahaman keagamaan yang beragam mahzab. Saat siswa mempelajari materi yang terdapat perbedaan pendapat, bagaimana guru PAI menunjukan sikap tawassuth?
Menfasilitasi peserta didik untuk mempelajari materi dari berbagai pendapat mahzab
Melarang peserta didik untuk mempelajari masalah perbedaan pendapat.
Mengahruskan peserta didik mengikuti pendapat dari guru
Membiarkan peserta didik berdebat mempertahankan pendapat.
Mengharuskan peserta didik meminta bantuan orang lain untuk mempertahankan pendapat.
