WorksheetsKuis tentang Besar Sampel dalam Program Studi Gizi
Total questions: 20
Worksheet time: 10mins
Apa tujuan utama dari mempelajari "Besar Sampel" dalam konteks Program Studi Gizi di Fakultas Psikologi Kesehatan?
Untuk memahami cara menentukan jumlah responden yang tepat dalam penelitian
Untuk mengetahui cara membuat makanan sehat
Untuk mempelajari psikologi perkembangan anak
Untuk mengidentifikasi jenis penyakit menular
Jika Anda melakukan penelitian dengan judul “Rerata kadar hemoglobin pada Ibu Hamil di Kecamatan X”, rumus besar sampel dan analisis statistik apa yang paling tepat digunakan?
Deskriptif kategorik
Deskriptif numerik
Komparatif kategorik
Komparatif numerik
Apa alasan variabel anemia dalam penelitian “Prevalensi Anemia Pada Remaja Putri di SMA X” disebut berskala kategorik?
Karena variabel anemia diukur dengan angka
Karena variabel anemia memiliki banyak kategori numerik
Karena variabel anemia hanya terdiri dari dua kategori, yaitu Anemia dan Tidak Anemia
Karena variabel anemia diukur secara kontinu
Bagaimana Anda dapat membedakan penelitian deskriptif kategorik dengan penelitian lain berdasarkan penjelasan pada materi?
Penelitian deskriptif kategorik mencari hubungan antarvariabel
Penelitian deskriptif kategorik menggunakan data numerik
Penelitian deskriptif kategorik tidak mencari hubungan antarvariabel dan menggunakan variabel berskala kategorik
Penelitian deskriptif kategorik bersifat eksperimen
Apa yang memudahkan penentuan rumus besar sampel ?
Jika diagnosis statistik sudah ditentukan
Jika data sudah lengkap
Jika populasi sudah diketahui
Jika variabel sudah diidentifikasi
Pentingnya menentukan diagnosis statistik sebelum menghitung besar sampel dalam penelitian deskriptif kategorik adalah...
Agar rumus yang digunakan sesuai dan hasilnya akurat
Agar data lebih mudah dikumpulkan
Agar populasi menjadi lebih besar
Agar variabel menjadi lebih banyak
Mengapa penting untuk memahami parameter yang nilainya berdasarkan keputusan/judgment peneliti dalam menghitung besar sampel?
Karena parameter ini selalu tetap di setiap penelitian
Karena parameter ini tidak mempengaruhi hasil penelitian
Karena parameter ini dapat mempengaruhi validitas dan relevansi hasil penelitian
Karena parameter ini hanya digunakan pada penelitian kuantitatif
Berapakah nilai maksimal alpha yang masih bisa diterima ?
10%
1%
5%
20%
Bandingkan nilai Zα satu arah dan Zβ untuk nilai kesalahan 0.10 (10%). Apa yang dapat disimpulkan dari perbandingan tersebut?
Nilai Zα satu arah lebih besar dari Zβ
Nilai Zα satu arah sama dengan Zβ
Nilai Zα satu arah lebih kecil dari Zβ
Nilai Zα satu arah dua kali lipat Zβ
Jelaskan mengapa nilai Zα dua arah selalu lebih besar daripada Zα satu arah untuk setiap tingkat kesalahan yang sama.
Karena dua arah membutuhkan area probabilitas yang lebih kecil di setiap ekor distribusi
Karena dua arah membutuhkan area probabilitas yang lebih besar di setiap ekor distribusi
Karena satu arah lebih sensitif terhadap kesalahan
Karena dua arah hanya digunakan untuk data nominal
Peluang terjadinya kesalahan tipe I dalam pengambilan keputusan statistik sering disebut sebagai apa?
Confidence level
Error rate
Significance level
Power test
Apa yang dimaksud dengan kesalahan tipe II (β) dalam pengujian hipotesis?
Menolak H0 padahal H0 benar
Tidak menolak H0 padahal H0 salah
Menolak H1 padahal H1 salah
Tidak menolak H1 padahal H1 benar
Seorang peneliti melakukan uji hipotesis dan secara tidak sengaja menerima hipotesis nol padahal seharusnya ditolak. Kesalahan apa yang telah dilakukan peneliti tersebut?
Kesalahan tipe satu
Kesalahan tipe dua
Tidak ada kesalahan
Kesalahan tipe tiga
Bagaimana cara membedakan antara kesalahan tipe I dan tipe II dalam konteks pengujian hipotesis?
Tipe I terjadi saat H0 benar ditolak, tipe II terjadi saat H0 salah tidak ditolak
Tipe I terjadi saat H0 salah tidak ditolak, tipe II terjadi saat H0 benar ditolak
Tipe I dan tipe II terjadi bersamaan
Tipe I terjadi saat H0 salah ditolak, tipe II terjadi saat H0 benar tidak ditolak
Apa solusi yang dapat dilakukan jika jumlah subjek yang diperlukan tidak mampu dilaksanakan dalam penelitian perbandingan obat A dan B?
Menetapkan kesalahan tipe satu dan dua dengan kesalahan maksimal yang masih bisa diterima
Mengurangi jumlah kelompok
Mengganti obat yang diuji
Mengabaikan kesalahan tipe satu dan dua
Jelaskan mengapa menaikkan batas kesalahan tipe satu dan tipe dua dapat mengurangi jumlah subjek yang diperlukan dalam penelitian.
Karena semakin besar toleransi kesalahan, semakin kecil kebutuhan sampel untuk mendeteksi perbedaan yang sama
Karena semakin besar toleransi kesalahan, semakin banyak data yang dibutuhkan
Karena semakin kecil toleransi kesalahan, semakin sedikit data yang dibutuhkan
Karena jumlah subjek tidak dipengaruhi oleh toleransi kesalahan
Mengapa prediksi peneliti menjadi penting ketika tidak ada kepustakaan yang relevan tersedia?
Karena prediksi peneliti dapat menjadi dasar dalam menentukan arah penelitian ketika data atau referensi belum tersedia
Karena prediksi peneliti selalu benar
Karena prediksi peneliti tidak memerlukan data
Karena prediksi peneliti lebih mudah dilakukan daripada penelitian pendahuluan
Mengapa penentuan presisi harus logis dalam penelitian, terutama untuk variabel dengan skala pengukuran numerik?
Agar hasil penelitian mudah diingat
Agar hasil penelitian dapat diterima secara ilmiah
Agar penelitian menjadi lebih cepat selesai
Agar data lebih banyak terkumpul
Presisi 5.000/ul untuk leukosit dianggap tidak logis dalam pengukuran numerik karena:
Terlalu rinci untuk pengukuran leukosit
Terlalu kasar dan tidak mencerminkan variasi sebenarnya
Satuan yang digunakan salah
Tidak umum digunakan dalam laboratorium
Presisi 10% untuk syok dengan prediksi proporsi 5% dianggap tidak logis karena:
A. Karena presisi tidak boleh melebihi prediksi proporsi
B. Karena presisi harus selalu 5%
C. Karena prediksi proporsi harus lebih kecil dari presisi
D. Karena presisi dan prediksi proporsi tidak boleh sama
