wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Kuis tentang Besar Sampel dalam Program Studi Gizi

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Apa tujuan utama dari mempelajari "Besar Sampel" dalam konteks Program Studi Gizi di Fakultas Psikologi Kesehatan?

a)

Untuk memahami cara menentukan jumlah responden yang tepat dalam penelitian

b)

Untuk mengetahui cara membuat makanan sehat

c)

Untuk mempelajari psikologi perkembangan anak

d)

Untuk mengidentifikasi jenis penyakit menular

2.

Jika Anda melakukan penelitian dengan judul “Rerata kadar hemoglobin pada Ibu Hamil di Kecamatan X”, rumus besar sampel dan analisis statistik apa yang paling tepat digunakan?

a)

Deskriptif kategorik

b)

Deskriptif numerik

c)

Komparatif kategorik

d)

Komparatif numerik

3.

Apa alasan variabel anemia dalam penelitian “Prevalensi Anemia Pada Remaja Putri di SMA X” disebut berskala kategorik?

a)

Karena variabel anemia diukur dengan angka

b)

Karena variabel anemia memiliki banyak kategori numerik

c)

Karena variabel anemia hanya terdiri dari dua kategori, yaitu Anemia dan Tidak Anemia

d)

Karena variabel anemia diukur secara kontinu

4.

Bagaimana Anda dapat membedakan penelitian deskriptif kategorik dengan penelitian lain berdasarkan penjelasan pada materi?

a)

Penelitian deskriptif kategorik mencari hubungan antarvariabel

b)

Penelitian deskriptif kategorik menggunakan data numerik

c)

Penelitian deskriptif kategorik tidak mencari hubungan antarvariabel dan menggunakan variabel berskala kategorik

d)

Penelitian deskriptif kategorik bersifat eksperimen

5.

Apa yang memudahkan penentuan rumus besar sampel ?

a)

Jika diagnosis statistik sudah ditentukan

b)

Jika data sudah lengkap

c)

Jika populasi sudah diketahui

d)

Jika variabel sudah diidentifikasi

6.

Pentingnya menentukan diagnosis statistik sebelum menghitung besar sampel dalam penelitian deskriptif kategorik adalah...

a)

Agar rumus yang digunakan sesuai dan hasilnya akurat

b)

Agar data lebih mudah dikumpulkan

c)

Agar populasi menjadi lebih besar

d)

Agar variabel menjadi lebih banyak

7.

Mengapa penting untuk memahami parameter yang nilainya berdasarkan keputusan/judgment peneliti dalam menghitung besar sampel?

a)

Karena parameter ini selalu tetap di setiap penelitian

b)

Karena parameter ini tidak mempengaruhi hasil penelitian

c)

Karena parameter ini dapat mempengaruhi validitas dan relevansi hasil penelitian

d)

Karena parameter ini hanya digunakan pada penelitian kuantitatif

8.

Berapakah nilai maksimal alpha yang masih bisa diterima ?

a)

10%

b)

1%

c)

5%

d)

20%

9.

Bandingkan nilai Zα satu arah dan Zβ untuk nilai kesalahan 0.10 (10%). Apa yang dapat disimpulkan dari perbandingan tersebut?

a)

Nilai Zα satu arah lebih besar dari Zβ

b)

Nilai Zα satu arah sama dengan Zβ

c)

Nilai Zα satu arah lebih kecil dari Zβ

d)

Nilai Zα satu arah dua kali lipat Zβ

10.

Jelaskan mengapa nilai Zα dua arah selalu lebih besar daripada Zα satu arah untuk setiap tingkat kesalahan yang sama.

a)

Karena dua arah membutuhkan area probabilitas yang lebih kecil di setiap ekor distribusi

b)

Karena dua arah membutuhkan area probabilitas yang lebih besar di setiap ekor distribusi

c)

Karena satu arah lebih sensitif terhadap kesalahan

d)

Karena dua arah hanya digunakan untuk data nominal

11.

Peluang terjadinya kesalahan tipe I dalam pengambilan keputusan statistik sering disebut sebagai apa?

a)

Confidence level

b)

Error rate

c)

Significance level

d)

Power test

12.

Apa yang dimaksud dengan kesalahan tipe II (β) dalam pengujian hipotesis?

a)

Menolak H0 padahal H0 benar

b)

Tidak menolak H0 padahal H0 salah

c)

Menolak H1 padahal H1 salah

d)

Tidak menolak H1 padahal H1 benar

13.

Seorang peneliti melakukan uji hipotesis dan secara tidak sengaja menerima hipotesis nol padahal seharusnya ditolak. Kesalahan apa yang telah dilakukan peneliti tersebut?

a)

Kesalahan tipe satu

b)

Kesalahan tipe dua

c)

Tidak ada kesalahan

d)

Kesalahan tipe tiga

14.

Bagaimana cara membedakan antara kesalahan tipe I dan tipe II dalam konteks pengujian hipotesis?

a)

Tipe I terjadi saat H0 benar ditolak, tipe II terjadi saat H0 salah tidak ditolak

b)

Tipe I terjadi saat H0 salah tidak ditolak, tipe II terjadi saat H0 benar ditolak

c)

Tipe I dan tipe II terjadi bersamaan

d)

Tipe I terjadi saat H0 salah ditolak, tipe II terjadi saat H0 benar tidak ditolak

15.

Apa solusi yang dapat dilakukan jika jumlah subjek yang diperlukan tidak mampu dilaksanakan dalam penelitian perbandingan obat A dan B?

a)

Menetapkan kesalahan tipe satu dan dua dengan kesalahan maksimal yang masih bisa diterima

b)

Mengurangi jumlah kelompok

c)

Mengganti obat yang diuji

d)

Mengabaikan kesalahan tipe satu dan dua

16.

Jelaskan mengapa menaikkan batas kesalahan tipe satu dan tipe dua dapat mengurangi jumlah subjek yang diperlukan dalam penelitian.

a)

Karena semakin besar toleransi kesalahan, semakin kecil kebutuhan sampel untuk mendeteksi perbedaan yang sama

b)

Karena semakin besar toleransi kesalahan, semakin banyak data yang dibutuhkan

c)

Karena semakin kecil toleransi kesalahan, semakin sedikit data yang dibutuhkan

d)

Karena jumlah subjek tidak dipengaruhi oleh toleransi kesalahan

17.

Mengapa prediksi peneliti menjadi penting ketika tidak ada kepustakaan yang relevan tersedia?

a)

Karena prediksi peneliti dapat menjadi dasar dalam menentukan arah penelitian ketika data atau referensi belum tersedia

b)

Karena prediksi peneliti selalu benar

c)

Karena prediksi peneliti tidak memerlukan data

d)

Karena prediksi peneliti lebih mudah dilakukan daripada penelitian pendahuluan

18.

Mengapa penentuan presisi harus logis dalam penelitian, terutama untuk variabel dengan skala pengukuran numerik?

a)

Agar hasil penelitian mudah diingat

b)

Agar hasil penelitian dapat diterima secara ilmiah

c)

Agar penelitian menjadi lebih cepat selesai

d)

Agar data lebih banyak terkumpul

19.

Presisi 5.000/ul untuk leukosit dianggap tidak logis dalam pengukuran numerik karena:

a)

Terlalu rinci untuk pengukuran leukosit

b)

Terlalu kasar dan tidak mencerminkan variasi sebenarnya

c)

Satuan yang digunakan salah

d)

Tidak umum digunakan dalam laboratorium

20.

Presisi 10% untuk syok dengan prediksi proporsi 5% dianggap tidak logis karena:

a)

A. Karena presisi tidak boleh melebihi prediksi proporsi

b)

B. Karena presisi harus selalu 5%

c)

C. Karena prediksi proporsi harus lebih kecil dari presisi

d)

D. Karena presisi dan prediksi proporsi tidak boleh sama