wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

ULANGAN HARIAN 3 KELAS X

Total questions: 20

Worksheet time: 10mins

Name
Class
Date
1.

Perhatikan studi kasus berikut dengan seksama :

Roni adalah seorang siswa SMA yang dikenal cerdas dan kreatif. Belakangan ini, ia mulai bergabung dengan komunitas seni jalanan yang sering melakukan kegiatan di malam hari. Kegiatan ini membuatnya kerap pulang larut dan bolos sekolah keesokan harinya. Pada awalnya, ia hanya sekedar menonton, tetapi lama kelamaan ia mulai ikut coret-coret ditembok-tembok ruang public, termasuk di dinding sekolah dan bangunan bersejarah tanpa izin. Menurutnya, ini adalah bentuk ekspresi seni dan protes terhadap keadaan social yang membosankan. Tindakannya menuai berbagai reaksi,  kelompok seninya menganggap Roni sebagai pemberani dan seniman sejati. Namun, kepala sekolah memberinya peringatan keras, wali kelasnya merasa sangat kecewa, dan masyarakat sekitar mengutuk tindakannya sebagai perusakan dan vandalisme. Polisi pun akhirnya menangkapnya karena melanggar peraturan daerah tentang vandalisme. Meski telah ditangakap dan dihukum, Roni justru merasa tindakannya semakin dikenal dan diakui oleh komunitas bawah tanahnya. Ia malah bangga dan semakin sering melakukannya dengan Teknik yang lebih sulit dideteksi.

Berdasarkan narasi diatas, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan bahwa perilaku Roni merupakan perilaku menyimpang berdasarkan ciri-ciri sosiologisnya?

a)

Perilaku Roni bersifat adabtif karena membantunya mengekspresikan diri dan diterima oleh komunitas barunya, meskipun melanggar aturan

b)

Perilaku menyimpang Roni bersifat relative karena dinilai positif oleh kelompok seninya tetapo dinilai negative oleh sekolah, masyarakat dan apparat hokum

c)

Perilaku Roni disebabkan oleh kegagalan dalam proses sosialisasi di keluarganya, yang membuatnya mencari perhatian di luar rumah

d)

Perilaku Roni menunjukkan ciri utama penyimpangan, yaitu ditentukan secara social melalui proses labelling, memiliki konsekuensi negative bagi pihak lain dan cendrung berulang meski telah mendapat sangsi

e)

Perilaku menyimpang Roni bersifat mutlak karena melukis di tembok tanpa izin jelas-jelas merupakan tindak criminal yang diakui oleh semua negara di Dunia

2.

Dalam sebuah penelitian sosiologi, diamati kasus mengenai seorang pemuda bernama Anton. Suatu malam, Anton yang sedang stess karena masalah keluarga, terlibat perkelahian di sebuah warung kopi dan ditangkap polisi. Sebelum peristiwa ini, Anton adalah pemuda biasa yang tidak memiliki catatan criminal. Pemberitaan media local secara konsisten menyebutnya sebagai preman dan biang onar di lingkungannya. Setelah peristiwa itu dan pemberitaan media, masyarakat mulai mengucilkannya. Tetangga tetangganya melarang anaknya bergaul dengan Anton, dan majikannya memecatnya karena dianggap membawa nama buruk perusahaan. Meskipun Anton sudah menyelesaikan masa hukumannya dan berusaha hidup baik, label preman itu terus melekat. Frustasi karena selalu dicurigai dan ditolak, Anton pun akhirnya memutuskan untuk bergabung dengan kelompok criminal sungguhan, karena di sana ia justru diterima.

Berdasarkan ilustrasi di atas, analisis manakah yang paling mencerminkan proses terjadinya perilaku menyimpang menurut teori labelling?

a)

Penyimpangan primer Anton (berkelahi) seharusnya tidak berakibat Panjang jika masyarakat bersikap memaafkan dan memberikan kesempatan untuk berubah

b)

Penyimpangan Anton bersifat relative karena perkelahian bisa saja dianggap wajar dalam konteks budaya tertentu, namun dianggap criminal dalam konteks hokum formal

c)

Proses labelling yang diberikan media dan masyarakat (sebagai preman) telah mendorong Anton masuk ke dalam penyimpangan sekunder, dimana Ia akhirnya menginternalisasi

d)

Factor penyebab utama penyimpangan Anton adalah kegagalan pengendalian social dari apparat kepolisian yang tidak mampu memberikan efek jera sejak awal

e)

aPerilaku Anton merupakan bentuk adabtasi terhadap tekanan structural dalam masyarakat, dimana ia tidak lagi memiliki cara yang sah untuk mencapai tujuan sosialnya

3.

Dalam kerangka teori Strain Robert K. Merton , terdapat lima mode adabtasi individu  terhadap tujuan budaya dan cara-cara institusional yang sah. Seorang peneliti menemukan subjek bernama Bimo. Bimo adalah seorang akuntan yang sejak kecil dididik untuk mengejar kesuksesan finansial (tujuan budaya). Namun, setelah bertahun-tahun bekerja dengan gaji pas-pasan , ia melihat bahwa mustahil baginya untuk menjadi kaya dengan hanya mengandalkan gaji. Ia kemudian mulai melakukan manipulasi data keuangan dan penggelapan dana perusahaan (cara yang tidak sah) untuk mencapai kekayaan yang diinginkannya.

Berdasarkan deskripsi tersebut, mode adabtasi apakah yang dilakukan oleh Bimo?

a)

Inovasi (innovation)

b)

Ritualisme (ritualism)

c)

Pengasingan (retreatism)

d)

Pemberontakan (rebellion)

e)

Konformitas (conformity)

4.

Bacalah studi kasus berikut ini dengan seksama!

Komunitas kampung damai yang dahulu dikenal dengan kerukunan dan gotong royongnya, mulai menunjukkan tanda-tanda keresahan. Dalam beberapa bulan terakhir, marak terjadi aksi pencurian sepeda motor oleh sekelompok remaja. Aksi ini awalnya dianggap sebagai kenakalan remaja biasa, tetapi frekuensinya yang semakin meningkat menimbulkan kekhawatiran yang luas. Pak RT, bapak Surya, mengelu bahwa warga kini enggan berkumpul di pos ronda malam hari karena takut menjadi sasaran empuk. Beberapa warga bahkan memasang pagar tinggi dan kamera pengawas di rumah mereka, sesuatu yang belum pernah terjadi sebelumnya. Ibu-ibu PKK juga menyatakan bahwa partisipasi dalam kerja bakti mingguan menurun drastic karena banyak warga yang lebih memilih untuk tinggal dirumah menjaga barang-barang mereka. Di sisi lain para pelaku pencurian yang tertangkap justru mendapatkan pengakuan tersendiri di kalangan remaja nakal lainnya. Mereka dianggap pemberani dan hebat karena beranai melawan hukum. Sementara itu, korban pencurian, seperti pak Joni, mengalami stress dan trauma, hingga memutuskan untuk menjual motornya yang baru saja dia beli dengan susah payah karena takut dicuri lagi. Ia merasa aturan dan norma di kampungnya sudah tidak lagi mampu melindungi warganya.

Berdasarkan studi kasus di atas, dampak perilaku menyimpang yang paling tepat menggambarkan melemahnya ikatan social dan tatanan norma dalam komunitas kampung damai adalah…

a)

Meningkatkanya pengeluaran masyarakat untuk Sistem keamanan pribadi, seperti pagar tinggi dan kamera

b)

Terganggunya ketentraman dan ketertiban umum, yang menyebabkan warga menjadi was-was berlebihan dan menarik diri dari interaksi social

c)

Terjadinya disorganisasi social dimana warga kehilangana kepercayaan terhadap aturan dan norma yang ada sehingga merasa tidak aman dan norma tidak lagi efektif

d)

Timbulnya penderitaan psikologis dan kerugian materil bagi korban langsung dari tindakan penyimpangan tersebut

e)

Munculnya sub-budaya menyimpang di kalangan remaja, dimana tindakan criminal justru dianggap sebagai prestasi dan symbol kejantanan

5.

Disebuah sekolah menengah atas, tren menyontek secara masih telah berlangsung selama satu tahun terakhir. Awalnya hanya dilakukan oleh segelintir siswa, namun karena tekanan untuk mendapatkan nilai tinggi dan diterima diperguruan tinggi negri, perilaku ini menyebar seperti wabah. Guru- guru mulai curiga ketika menemukan jawaban yang identic pada siswa dengan kemampuan akademik yang sangat berbeda. Survai rahasia menunjukkan bahwa banyak siswa yang merasa tidak fair jika tidak menyontek, sementara yang lain melakukannya karena takut dikucilkan dari kelompok pertemanannya . akibatnya, nilai ujian tidak lagi mencerminkan kemampuan individu secara adil. Beberapa siswa yang jujur dan berprestasi pun mulai merasa hasil jerih payah mereka dianggap remeh, sementara siswa yang menyontek merasa bahwa integritas adalah hal yang kuno dan tidak menguntungan.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan dampak jangka Panjang yang paling berbahaya dari perilaku menyimpang tersebut?

a)

Menurunnya nilai rata-rata ujian sekolah secara signifikan

b)

Terjadinya disorientasi nilai di kalangan siswa, dimana kejujuran dianggap tidak bernilai dan kecurangan dinormalisasi

c)

Meningkatnya tekanan psikologis pada siswa yang merasa terpaksa untuk mengikuti tren menyontek

d)

Timbulnya kecurigaan dan menurunnya kepercayaan di antara guru dan siswa

e)

   Terbentuknya kelompok-kelompok eksklusif berdasarkan praktik menyontek

Ja

6.

Sebuah survai terhadap 500 remaja di sebuah daerah mengungkapkan data mengenai akses konten negative di internet. Hasilnya, 40% responden mengaku pernah mengakses konten kekerasan, 25 % mengakses konten pornografi, dan 15 % mengakses kedua jenis konten tersebut. Sebanyak 200 remaja dinyatakan tidak mengakses kedua konten tersebut.

Berdasarkan data survei tersebut, berapa banyak remaja yang hanya mengakses konten kekerasan?

a)

100 orang

b)

125 orang

c)

150 orang

d)

200 orang

e)

225 orang

7.

Di lingkungan perumahan Griya Asri, tinggal seorang pemuda bernama Rendra (20 tahun) yang dikenal sering mengadakan pesta music hingga larut malam. Kebiasaan ini telah berlangsung selama beberapa bulan dan mulai mengganggu ketenangan tetangga, terutama bagi warga yang harus beraktivitas pagi hari. Keluhan-keluhan mulai bermunculan, namun Rendra cendrung mengabaikannya. Awalnya, beberapa tetangga dekat termasuk pak RT, melakukan pendekatan secara kekeluargaan. Mereka menasehati Rendra dengan baik-baik, menjelaskan dampak gangguan yang ditimbulkan, dan memohon pengertiannya untuk mengurangi volume music atau mengakhiri acara lebih awal. Mereka berharap Rendra dapat menyadari kesalahannya dan menyesuaikan perilakunya dengan norma yang berlaku di lingkungan tersebut. Pendekatan ini berhasil selama satu minggu, sebelum Rendra kembali ke kebiasaan lamanya. Karena nasihat tidak lagi mempan, warga kemudian memutuskan untuk mengambil langkah lebih tegas. Suatu malam ketika pesta sedang ramai-ramainya dan keluhan membludak, pak Rt Bersama beberapa perwakilan warga mendatangi rumah Rendra. Mereka memberikan peringatan keras bahwa jika hal ini terulang lagi, mereka akan melaporkannya kepada pihak kepolisian karena melanggar Perda tentang ketertiban umum. Mereka jga mengancam akan mengeluarkan Rendra dari keanggotaan komunitas pemuda perumahan. Peringatan ini akhirnya berhasil menghentikan kebiasaan Rendra untuk selamanya. Rendra menyadari konsekuensi nyata yang akan dihadapinya dan memilih untuk menyesuaikan perilakunya.

Berdasarkan kronologis kasus di atas, urutan sifat pengendalian social yang diterapkan oleh warga terhadap Rendra adalah…

a)

Kuratif-represif-preventif

b)

Kuratif-represif-preventif

c)

Preventif-represif-kuratif

d)

Preventif-kuratif-represif

e)

Preventif-kuratif-represif

J

8.

Dalam upaya menangani masalah sampah yang semakin mengkhawatirkan di perumahan Taman Asri, perintah kota Bersama pengurus RW setempat memutuskan untuk tidak langsung menerapkan sangsi denda. Sebagai gantinya, mereka meluncurkan program kampung zero waste. Program ini diisi dengan serangkaian kegiatan workshop pengolahan sampah rumah tangga menjadi kompos dan kerajinan, lomba kebersihan antar rukun tetangga (RT) dengah hadiah menarik, penempelan striker edukatif tentang pemilahan sampah di setiap rumah, serta pembentukan kader lingkungan yang bertugas mengedukasi dan mengingatkan tetangga secara kekeluargaan. Setelah enam bulan berjalan, terlihat perubahan signifikan. Volume sampaj yang dibawa ke tempat pembuangan akhir berkurang drastic. Warga yang sebelumnya acuh mulai aktif memilah sampah organis dan un organic. Suasana perumahan juga menjadi lebih hijau dan asri karena banyak warga yang terinspirasi untuk menanam tanama di halaman rumahnya.

Berdasarkan ilustrasi tersebut, analisislah pernyataan-pernyataan berikut :

1.       Pengendalian social yang diterapkan bersifat persuasive dan tanpa kekerasan

2.       Tujuan utam dari program ini adalah untuk menjatuhkan hukuman bagi warga yang melanggar

3.       Metode yang digunakan termasuk pengendalian social preventif karena mencegah terjadinya perilaku tidak disiplin dalam membuang sampaj

4.       Pembentukan kader lingkungan merupakan contoh pengendalian social melalui tekanan social yang bersifat tidak formal

5.       Penempelan striker edukatif dapat dikategorikan sebagai pengendalian social koersif karena memaksa warga untuk membaca dan mematuhinya

Pernyataan yang benar berdasarkan analisis kasus diatas adalah…

a)

1, 2, dan 3

b)

1, 3, dan 4

c)

1, 4, dan 5

d)

2, 3, dan 5

e)

3, 4, dan 5

9.

   Di lingkungan perumahan warga "Damai Sejahtera", pengurus Rukun Tetangga (RT) memiliki aturan yang disepakati bersama oleh seluruh warga. Salah satu aturannya adalah warga diwajibkan untuk menjaga kebersihan lingkungan dengan tidak membuang sampah sembarangan dan kerja bakti setiap hari Minggu pertama. Bagi warga yang melanggar, akan diberikan teguran lisan oleh ketua RT. Jika pelanggaran terus berlanjut, warga tersebut akan dikenakan sanksi berupa denda ringan yang telah disepakati.

Pada suatu kasus, seorang warga baru bernama Pak Ahmad sering kali membuang sampah di parit. Ketua RT, Pak Budi, awalnya memberikan nasihat dan mengingatkan Pak Ahmad tentang aturan tersebut. Nasihat yang diberikan Pak Budi ini merupakan upaya agar Pak Ahmad menyadari kesalahannya. Karena Pak Ahmad tidak mengindahkan nasihat tersebut, pada pertemuan warga berikutnya, Pak Budi menyampaikan pelanggaran tersebut dan akhirnya Pak Ahmad dikenakan sanksi denda. Tindakan ini tidak hanya bertujuan untuk memberikan efek jera kepada Pak Ahmad, tetapi juga untuk mengingatkan warga lain agar tidak melakukan pelanggaran serupa. Dengan adanya aturan dan sanksi yang jelas, lingkungan "Damai Sejahtera" tetap bersih dan tertib.

 

Berdasarkan teks di atas, perhatikanlah beberapa pernyataan dibawah ini!

(1)  Pernyataan: Pemberian nasihat oleh Ketua RT kepada Pak Ahmad termasuk dalam salah satu fungsi pengendalian sosial, yaitu mempertebal keyakinan warga terhadap norma yang berlaku.

(2)  Pernyataan: Pengenaan sanksi denda kepada Pak Ahmad berfungsi untuk mencegah terjadinya perilaku menyimpang di masa mendatang, tidak hanya bagi Pak Ahmad, tetapi juga bagi warga lainnya.

(3)  Pernyataan: Adanya aturan dan sanksi di lingkungan RT "Damai Sejahtera" menunjukkan bahwa pengendalian sosial berperan sebagai penjaga ketertiban dan keteraturan masyarakat.

(4)  Pernyataan: Jika Ketua RT hanya menasihati Pak Ahmad dan tidak ada tindakan lebih lanjut, maka hal tersebut tidak dapat dikatakan sebagai bentuk pengendalian sosial.

(5)  Pernyataan: Contoh kasus Pak Ahmad menunjukkan bahwa pengendalian sosial selalu berhasil membuat individu menyadari kesalahannya setelah diberikan peringatan pertama.

Berdasarkan pernyataan diatas, tentukanlah benar dan salah untuk setiap pernyataan!

a)

  (1) Salah, (2) Salah, (3) Salah, (4) Benar, dan (5) Benar

b)

(1) Salah, (2) Salah, (3) Benar, (4) Benar, dan (5) Salah

c)

1) Salah, (2) Benar, (3) Salah, (4) Benar, dan (5) Salah

d)

(1) Benar, (2) Benar, (3) Benar, (4) Salah, dan (5) salah

e)

(1) Benar, (3) Benar, (3) salah, (4) Salah, dan (5) Salah

10.

  Tim sosiolog melakukan penelitian terhadap kasus kenakalan remaja, seperti tawuran dan vandalisme, di beberapa kawasan padat penduduk di kota besar. Hasil penelitian menunjukkan bahwa banyak remaja pelaku berasal dari keluarga yang tidak harmonis (broken home). Dalam keluarga tersebut, pengawasan dari orang tua cenderung lemah, dan remaja kurang mendapatkan kasih sayang serta bimbingan.

Selain itu, para sosiolog juga menemukan bahwa lingkungan pergaulan memiliki pengaruh signifikan. Remaja-remaja ini sering berkumpul dengan kelompok teman sebaya yang memiliki norma dan nilai menyimpang, seperti menganggap tawuran sebagai simbol keberanian dan identitas kelompok.

Studi ini juga menemukan bahwa beberapa remaja pelaku merasa terasing di sekolah dan kurang berprestasi secara akademik. Hal ini membuat mereka mencari pengakuan dan identitas diri di luar lingkungan sekolah, yaitu dengan bergabung dengan kelompok yang menawarkan rasa "dimiliki" dan pengakuan, meskipun itu melalui perilaku menyimpang.

Dari temuan ini, para peneliti menyimpulkan bahwa perilaku menyimpang tidak disebabkan oleh satu faktor tunggal, melainkan kombinasi dari beberapa faktor, termasuk kondisi keluarga, lingkungan sosial, dan masalah psikologis seperti krisis identitas.

Berdasarkan teks di atas, perhatikanlah beberapa pernyataan dibawah ini!

(1)  Pernyataan: Lingkungan keluarga yang tidak harmonis merupakan satu-satunya faktor penyebab kenakalan remaja dalam studi kasus di atas.

(2)  Pernyataan: Pengaruh kelompok teman sebaya dengan norma yang menyimpang berkontribusi terhadap perilaku menyimpang para remaja.

(3)  Pernyataan: Remaja yang merasa terasing di sekolah dan kurang berprestasi cenderung mencari pengakuan diri dari keluarga.

(4)  Pernyataan: Studi kasus ini menunjukkan bahwa perilaku menyimpang dapat disebabkan oleh gabungan beberapa faktor, bukan hanya satu faktor.

(5)  Pernyataan: Ciri-ciri perilaku menyimpang seperti tawuran dan vandalisme adalah bersifat positif karena dapat meningkatkan rasa solidaritas antaranggota kelompok remaja.

Berdasarkan pernyataan diatas, tentukanlah benar dan salah untuk setiap pernyataan!

a)

(1) Salah, (2) Benar, (3) Salah, (4) Benar, dan (5) Salah

b)

(1) Salah, (2) Salah, (3) Benar, (4) Benar, dan (5) Salah

c)

(1) Salah, (2) Salah, (3) Benar, (4) Benar, dan (5) Benar

d)

(1) Benar, (2) Benar, (3) Benar, (4) Salah, dan (5) Salah

e)

(1) Benar, (2) Benar, (3) Salah, (4) Salah, dan (5) Benar

11.

Rudi adalah seorang siswa SMA yang dikenal sebagai anak yang cerdas dan aktif berorganisasi. Suatu hari, demi mengejar deadline tugas organisasi, ia terpaksa menyontek pada ulangan matematika. Perilaku menyontek ini adalah pertama kalinya dilakukan Rudi. Tindakannya ketahuan oleh guru, dan sebagai konsekuensinya, ia mendapat nilai nol dan surat peringatan. Rudi merasa sangat menyesal, ia menganggap perbuatannya itu sebagai sebuah kesalahan besar dan kesalahan yang hanya terjadi sekali seumur hidupnya. Ia pun meminta maaf kepada gru dan berjanji tidak akan mengulanginya. Dalam perspektif sosiologi, tindakan Rudi pada tahap ini dapat dikategorikan sebagai pernyimpangan primer. Beberapa minggu kemudian, surat peringatan dan stigma sebagai anak yang pernah menyontek mulai melekat pada dirinya. Wali kelas sering kali memandangnya dengan curiga, dan beberapa teman sekelompoknya enggan berdiskusi dengannyaa karena takut idenya dicuri. Rudi merasa frustasi karena ia merasa telah dihakimi untuk satu kesalahan di masa lalu, sementara usaha perbaikannya tidak dilihat. Pada titik ini, Rudi mulai merasa bahwa cap sebagai penyontek itu sudah tidak bisa hilang. Perlahan-lahan, sikap Rudi berubah. Ia mulai berkumpul dengan segelintir siswa yang juga dianggap bermasalah oleh sekolah. Di dalam kelompok barunya, menyontek justru justru dianggap sebagai hal yang wajar dan bahkan dipandang sebagai strategi untuk bertahan dari system sekolah yang dianggap tidak adil. Rudi tidak lagi merasa bersalah ketika menyontek. Bahkan, ia mulai mengembangkan berbagai Teknik menyontek yang lebih canggih dan membantu teman-teman barunya untuk melakukan hal yang sama. Identitas Rudi kini telah berubah dari siswa yang pernah melakukan kesalahan menjadi si penyontek ulung. Perilaku menyimpangnya bukan lagi sekedar alat untuk mencapati tujuan (mengerjakan soal), tetapi telah menjadi sebuah gaya hidup dan bagian dari identitas dirinya untuk melawan stigma yang diterimanya

Berdasarkan ilustrasi di atas, proses perubahan perilaku Rudi dari tahap akhir ilustrasi (bergabung dengan kelompok bermasalah, tidak lagi merasa bersalah, dan menjadikan menyontek sebagai gaya hidup) secara sosiologis paling tepat menggambarkan konsep…

a)

Penyimpangan sekunder (secondary deviation), karena penyimpangan yang dilakukannya telah berubah fungsi untuk menyesuaikan diri dengan konsekuensi social (stigma) yang diterima, sehingga membentuk identitas menyimpang yang baru

b)

Pernyimpangan primer (primary deviation), karena pada dasarnya Rudi masih melakukan jenis penyimpangan yang sama, yaitu menyontek, meskipun dengan Teknik yang berbeda

c)

Sikap anti social (antisocial behaviour), karena Rudi telah menunjukkan pola prilaku yang tidak memperdulikan norma sekolah dan merugikan proses belajar mengajar secara berulang

d)

Penyimpangan individu (individual deviation), karenaa tindakan Rudi murni berasal dari pilihan pribadinya sendiri setelah mengalami tekanan secara psikologis

e)

Penyimpangan positif (positive deviance), karena Rudi justru mendapatkan penerimaan dan solidaritas dari kelompok barunya dengan cara menyontek, yang dianggap sebagai sesuatu yang positif dalam kelompok sub budaya tersebut

12.

Di SMA Nusantara, terdapat kelompok siswa yang sangat ekslusif bernama the Vanguard. Kelompok ini terdiri dari siswa popular dengan latar belakang ekonomi menengah keatas. Meskipun secara akademis mereka biasa saja, status social mereka di sekolah sangat tinggi. Untuk mempertahankan eksklusivitas dan gengsinya, the vanguard menciptakan  seperangkat aturan tidak tertuliis yang menyimpang dari norma sekolah. Salah satu aturannya adalah anggotanya dilarang keras bergaul atau bekerja sama dengan siswa yang dianggap biasa atau kuper (kurang pergaulan). Mereka juga sering membolos bersamaan untuk kegiatan yang mereka anggap keren seperti nongkrong di kafe mewah. Mereka memiliki justifikasi sendiri atas tindakannya, menganggap bahwa norma sekolah itu kaku dan ketinggalan zaman, sementara nilai-nilai kelompok mereka lebih modern dan superior. Tindakan mereka sering kali mendapat celaan dari siswa lain dan guru, tetapi justru celaan ini memperkuat solidaritas internal kelompok The Vanguard

Berdasarkan kasus The Vanguard, analisis yang paling tepat mengenai karakteristik penyimpangan kelompok mereka adalah…

a)

Penyimpangan terjadi karena proses labelling dari pihak berwenang di sekolah

b)

Penyimpangan bersifat individual karena hanya beberapa anggota yang aktif membolos

c)

Penyimpangan dilakukan secara kolektif dengan norma dan nilai kelompok yang menyimpang

d)

Penyimpangan terjadi karena kegagalan sosialisasi primer di keluarga

e)

      Penyimpangan bersifat situasional dan tidak berulang

13.

Dalam suatu komunitas adat terpencil, terdapat aturan tidak tertulis yang melarang penebangan pohon di hutan larangan. Setiap warga yang melanggar akan dikenakan sangsi adat, seperti denda berupa hewan ternak atau diasingkan sementara dari komunitas. Keputusan sangsi diambil oleh tetua adat setelah mendengarkan kesaksian dari berbagai pihak. Selain itu, rasa malu dan cemoohan dari anggota komunitas lainnya juga menjadi factor yang sangat efektif untuk mencegah perilaku menyimpang

Berdasar ilustrasi, manakah pernyataan yang paling tepat menggambarkan karakteristik Lembaga pengendalian social yang dominan?

a)

Pengendalian social bersifat formal dan koersif

b)

Lembaga yang terlibat adalah Lembaga adat dengan sangsi yang tidak terlembagakan secara hokum negara

c)

Polisi dan pengadilan merupakan actor utama dalam penegakan aturan

d)

Sangsi yang diberikan bersifat fisik dan mengutamakan pemenjaraan

e)

      Pengendalian dilakukan oleh Lembaga independent diluar komunitas

14.

Seorang influencer media social menyebarkan ujaran kebencian berdasarkan SARA. Akibatnya, ia mendapatkan kecaman keras dari netizen, di bully massal, akun medsosnya dilaporkan hingga diturunkan, dan brand-brand yang bekerjasama memutuskan kontrak. Tekanan social dari masyarakat dunia maya ini, tanpa melibatkan aparat hukum secara langsung, pada dasarnya berfungsi sebagai…

a)

Cara untuk mengembangkan nilai-nilai toleransi baru

b)

Mekanisme untuk mencapai keadilan restorative

c)

Alat untuk menekan dan mengoreksi perilaku menyimpang

d)

Upaya untuk mempertahankan nilia-nilai lama di ruang digital

e)

Bentuk pelabelan (labelling) untuk menjauhkan pelaku

15.

Dalam rangka menertibkan kendaraan bermotor, pemerintah daerah kota Sentosa meluncurkan peraturan baru yang memberlakukan denda sangat tinggi bagi pengendara yang melanggar rambu-rambu lalu lintas, seperti tidak menggunakan helm atau melawan arus. Selain itu, pelanggar juga akan dicatat dalam system tilang nasional yang dapat mempersulit proses perpanjangan surat izin mengemudi (SIM).

Berdasarkan ilustrasi tersebut, cara pengendalian social yang diterapkan oleh pemerintah daerah termasuk kedalam kategori…

a)

Pengendalian social preventif dan persuasive

b)

Pengendalian social kuratif dan koersif

c)

Pengendalian social represif dan formal

d)

Pengendalian social informal dan preventif

e)

      Pengendalian social persuasive dan informal

16.

Untuk mencegah penyebaran hoaks, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), meluncurkan kampanye nasional cerdas bermedia social. Kampanye ini melibatkan berbagai influencer untuk menyebarkan konten edukatif tentang cara mengenali berita palsu, pentingnya mengecek fakta, dan dampak buruk hoaks bagi persatuan bangsa. Masyarakat diajarak secara sukarela untuk menjadi agen pencerah di dunia maya.

Berdasarkan ilustrasi diatas, cara pengendalian social yang digunakan oleh Kominfo termasuk…

a)

Pengendalian social formal dan preventif

b)

  Pengendalian social formal dan represif

c)

Pengendalian social informal dan persuasive

d)

a.       Pengendalian social preventif dan persuasive

e)

Pengendalian social kuratif dan koersif

17.

Studi kasus :

David lahir dan besar di sebuah desa kecil yang sangat menjunjung tinggi nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Sejak bayi, orang tuanya mengajarkannya untuk berbicara dengan Bahasa halus (kromo tinggi) ketika berinteraksi dengan orang yang lebih tua. Dilingkungan keluarga dan tetangga, David belajar untuk tidak memaksakan pendapatnya sendiri dan selalu mengutamakan kepentingan kelompok. Nilai-nilai seperti sopan santun, menghormati orang tua, dan tanggung jawab terhadap lingkungan ditanamkan dengan sangat kuat kepadanya. Setelah lulus SMA , David merantau ke Jakarta untuk melanjutkan studi di sebuah universitas ternama. Kehidupan kota yang serba cepat, individualistis, dan kompetitif awalnya membuatnya kaget. Di kampus, ia tergabung dengan sebuah organisasi kemahasiswaan dibidang wirausaha. Dalam organisasi ini, David belajar aturan-aturan baru yang tidak ia dapatkan di desanya. Ia diajari untuk berani menyuarakan ide, bersaing secara sehat, membuat proposal proyek, dam membangun jaringan (networking) dengan berbagai pihak. Proses ini awalnya terasa memaksa dan penuh tekanan, tetapi lambat laun David mampu beradabtasi dan menjadi pribadi yang lebih percaya diri dan mandiri.

Berdasarkan narasi perjalanan hidup David diatas, proses sosialisasi yang dilaluinya dapat dianalisis sebagai berikut:

a)

Sosialisasi primer terjadi ketika David belajar nilai kebersamaan di desa, sedangkan sosialisasi sekunder terjadi ketika ia belajar bersikap individualis dan kompetitif di kota. Agen sosialisasi primer adalah keluarga dan tetangga, sedangkan agen sosialisasi sekunder adalah organisasi kemahasiswaan dan lingkungan kampus

b)

Sosialisasi sekunder terjadi ketika  David belajar Bahasa halus (kromo inggil) dari orang tuanya, sedangkan sosialisasi primer terjadi ketika ia belajar membuat proposal proyek di organisasi kampus. Agen sosialisasi primer adalah universitas, sedangkan agen sosialisasi sekunder adalah keluarga

c)

Sosialisasi represif terjadi ketika David harus beradabtasi dengan kehidupan kota yang menekan, sedangkan sosialisasi partisipasif terjadi ketika ia dengan bebas bermain dan belajar Bersama teman-teman sebayanya didesa

d)

Baik sosialisasi primer maupun sekunder terjadi secara bersamaan saat David di desa, yang membedakan hanyalah agen sosialisasinya. Sosialisasi primer oleh keluarga, dan sosialisasi sekunder oleh teman sebaya di desa

e)

Perbedaan setting desa dan kota tidak relevan dengan jenis sosialisasi. Jenis sosialisasi hanya ditentukan oleh tingkat pemahaman individu, dimana David mengalami sosialisasi sekunder karena ia sudah dewasa dan mampu memilih nilai yang ingin diikutinyaana

18.

Ibu Ani dan ibu Budi memiliki filosofi pengasuhan yang berbeda. Ibu Ani menerapkan aturan yang sangat ketat dirumah. Anak-anaknya, Rina dan Roni harus menaati jadwal harian yang telah ditetapkan, seperti jam belajar, jam bermain, dan jam tidur. Pelanggaran terhadap aturan ini, seperti menonton TV melebihi batas waktu, akan langsung diberi sangsi seperti tidak diizinkan bermain. Nilai utama yang ingin ditanamkan ibu Ani adalah kedisiplinan dan ketaatan. Sementara itu, ibu Budi lebih banyak melibatkan anak-anaknya, Dito dan Dita, dalam pengambilan keputusan. Ketika membuat peraturan keluarga, seperti pembagian tugas membersihkan rumah, ibu Budi mengadakan musyawarah kecil. Anak-anak diberi penjelasan mengapa tugas itu penting dan diajak berdiskusi untuk membagi tugas sesuai kesepakatan. Jika Dita berhasil mendapatkan nilai bagus, ia diberi pujian dan diajak memilih hadiah yang ia inginkan, seperti buku atau jalan-jalan ke taman. Nilai utama yang ditanamkan adalah tanggung jawab dan kemandiriaan.

Berdasarkan studi kasus diatas, analisis yang tepat mengenai pola sosialisasi yang diterapkan oleh kedua ibu tersebut adalah…

a)

Ibu Ani menerapkan sosialisasi parsipasif dengan menggunakan hukuman, sedangkan ibu Budi menerapkan sosialisasi represif dengan menggunakan imbalan

b)

Ibu Ani menerapkan sosialisasi represif yang menekankan pada kepatuhan mutlak dan penggunaan hukuman, sedangkan ibu Budi menerapkan sosialisasi partisipasif yang melibatkan partisipasi anak dan penggunaan imbalan

c)

Baik ibu Ani maupun ibu Budi menerapkan sosialisasi sekunder karena terjadi dalam lingkungan keluarga inti

d)

Pola asuh ibu Ani termasuk dalam sosialisasi primer yang represif, sedangkan pola asuh ibu Budi adalah sosialisasi sekunder yang partisipasif

e)

Perbedaan kedua pola asuh tersebut tidak relevan dengan jenis sosialisasi, karena keduanya sama-sama terjadi pada masa kanak-kanak dan termasuk dalam sosialisasi primer

19.

Perhatikan deskripsi dua individu berikut!

Individu A : sejak kecil, orang tuanya sangat otoriter. Semua aturan harus dipatuhi tanpa diberi penjelasan. Di sekolah, ia cendrung pendiam dan hanya berteman dengan orang-orang yang sepemikiran. Ia jarang terpapar informasi dari luar karena pembatasan akses internet.

Individu B : Dibesarkan dalam keluarga demokratis yang mendorong diskusi. Ia aktif dalam berbagai komunitas dan organisasi disekolah maupun kampus. Ia juga rajin mengikuti berita dan isu global melalui berbagai platform media online.

Berdasarkan deskripsi tersebut, manakah pernyataan yang paling benar mengenai kemampuan beradabtasi kedua individu tersebut dalam masyarakat multikulltural?

a)

Individu A akan lebih mudah beradabtasi karena memiliki prinsip yang kuat keluarganya

b)

Kedua individu akan sama-sama mudah beradabtasi karena sama-sama mengalami sosialisasi

c)

Individu B akan lebih mudah beradabtasi karena mengalami sosialisasi melalui lebih banyak media yang plural

d)

Kemampuan adabtasi tidak dipengaruhi oleh media sosialisasi, melainkan oleh factor ekonomi

e)

Individu A akan lebih mudah beradabtasi karena tidak terpengaruh oleh informasi dari luar

20.

Studi kasus :

Atika dan Banyu adalah sepasang anak kembar identic yang sejak lahir dipisahkan karena suatu alasan. Atika diadobsi dan dibesarkan oleh sebuah keluarga akademisi di kota metropolitan yang sangat menghargai prestasi intelektual, disiplin tinggi, dan individualitas. Sedangkan Banyu dibesarkan oleh komunitas nelayan tradisional di pesisir pantai yang kehidupan kesehariannya penuh dengan ketidakpastian cuaca, mengandalkan kerja sama dan gotong royong yang erat, serta memiliki kearifal local yang kuat terkait laut. Meskipun secara genetic, kepribadian mereka dewasa ini menunjukkan perbedaan yang signifikan. Atika tumbuh menjadi pribadi yang sangat terstruktur, kompetitif, sedikit tertutup, dan cendrung ktitis analitis dalam memecahkan masalah. Sementara Banyu adalah pribadi yang lebih luwes, mudah bergaul, sangat mengutamakan nilai-nilai kolektivitas dan lebih intuitif serta percaya pada tanda-tanda alam dalam mengambil keputusan. Namun, mereka berdua juga menunjukkan beberapa kemiripan, seperti sifat keras kepala dan ketekunan yang tinggi, yang ternyata juga dimiliki oleh orang tua kandung mereka.

Berdasarkan studi kasus diatas, manakah pernyataan berikut yang paling tepat menganalisis factor-faktor pembentuk kepribadian Atika dan Banyu?

a)

Perbedaan kepribadian antara Atika dan Banyu semata-mata disebabkan oleh factor lingkungan geografis yang berbeda, dimana kota metropolitan membentuk kepribadian yang individualis, sementara lingkungan pesisir membentuk kepribadian yang kolektif, sehingga mengabaikan pengaruh factor biologis sama sekali

b)

  Kesamaan sifat keras kepala dan ketekunan yang dimiliki Atika dan Banyu, yang juga dimiliki orang tua kandung mereka, merupakan bukti kuat dominannya factor warisan biologis (hereditas) dalam menentukan sifat-sifat dasar kepribadian, sementara pengaruh lingkungan dianggap hanya sebagai pelengkap

c)

Kepribadan Atika dan Banyu dibentuk oleh interaksi yang kompleks antara warisan biologis (yang menjelaskan kemiripan sifat dasar seperti keras kepala) dan lingkungan social (keluarga, kebudayaan, dan pengalaman kelompok yang berbeda) dimana masing-masing factor memberikan kontribusi yang signifikan dan saling melengkapi

d)

Factor utama yang membedakan kepribadian mereka adalah pengalaman unik masing-masing, karena meskipun tinggal di lingkungan yang sama dengan orang lain di kota atau desanya, hanya Atika dan Banyu yang memiliki pengalaman spesifik sebagai anak kembar yang terpisah, dan pengalaman inilah yang sepernuhnya membentuk jati diri mereka

e)

Perbedaan kepribadian mereka paling baik dijelaskan oleh factor kebudayaan secara deterministic. Kebudayaan kota metropolitan yang modern dan kebudayaan masyarakat pesisir yang tradisional telah mencetak kepribadian Atika dan Banyu secara menyeluru, tanpa menyisakan ruang bagi factor lain seperti bakat bawaan atau karakter personal