wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Post-Test Peningkatan Kapasitas Petugas dalam Analisis Data PD3I

Total questions: 36

Worksheet time: 18mins

Name
Class
Date
1.

Nama (Mohon tidak menggunakan nama alias)

4 lines
2.
Tempat Tugas
4 lines
3.

Umur

4 lines
4.
Probabilitas dari individu dalam populasi berada dalam keadaan sakit pada satu waktu tertentu, dapat diukur dengan:
a)
Point Prevalence
b)
Period Prevalence
c)
Cumulative Incidence
d)
Incidence Density
5.
Probabilitas dari seorang yang tidak sakit untuk menjadi sakit selama periode waktu tertentu, dapat diukur dengan:
a)
Point Prevalence
b)
Period Prevalence
c)
Cumulative Incidence
d)
Incidence Density
6.
Dua buah survei telah dilakukan pada sebuah populasi. Survei kedua dilakukan 12 minggu sesudah survei pertama. Pada survei pertama tersebut, dari 10.000 orang terdapat 50 orang yang memiliki antibodi terhadap COVID-19. 12 minggu berikutnya 100 orang mempunyai antibodi termasuk 50 orang dari survei pertama. Berapa Cumulative Incidence selama periode 12 minggu?
a)
50 per 10,000
b)
50,25 per 10,000
c)
75,25 per 10,000
d)
100 per 10,000
7.
Ukuran frekuensi penyakit yang digunakan untuk perencanaan fasilitas dan tenaga kesehatan adalah:
a)
Prevalens
b)
Cumulative Incidence
c)
Insidens Rate
d)
Atributable Risk
8.
Perbandingan jumlah dokter dan jumlah Puskesmas di Indonesia merupakan
a)
Proporsi
b)
Rasio
c)
Rate
d)
Angka kasus
9.
Ukuran frekuensi penyakit yang mengukur kecepatan untuk sakit adalah:
a)
Point Prevalence
b)
Period Prevalence
c)
Cumulative Incidence
d)
Incidence Density
10.
Selama 9 bulan pertama, Surveilens Nasional untuk penyakit malaria menerima laporan 1.500 kasus, terdiri dari 900 kasus wanita dan 600 kasus pria. Jumlah penduduk pertengahan tahun 1.000.000 jiwa. Berapa rasio penderita malaria wanita terhadap pria?
a)
0,67:1
b)
0,75:1
c)
1,25:1
d)
1,50:1
11.
Selama 9 bulan pertama, Surveilens Nasional untuk penyakit malaria menerima laporan 1.500 kasus, terdiri dari 900 kasus wanita dan 600 kasus pria. Jumlah penduduk pertengahan tahun 1.000.000 jiwa. Berapa Prevalens kasus malaria?
a)
70 per 100.000 penduduk
b)
15 per 100.000 penduduk
c)
150 per 100.000 penduduk
d)
8 per 1000 penduduk
12.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu penelitian kasus kontrol untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Ukuran asosiasi yang anda perhitungkan untuk melihat besarnya hubungan antara merokok dan kanker paru adalah:
a)
RR
b)
RD
c)
POR
d)
OR
13.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu penelitian kasus kontrol untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Besarnya hubungan antara merokok dan kanker paru adalah:
a)
0,13
b)
0,07
c)
7,39
d)
14,04
14.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu penelitian kasus kontrol untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Kesimpulan hubungan antara merokok dan kanker paru adalah:
a)
Merokok merupakan faktor proteksi terhadap terjadinya kanker paru
b)
Merokok merupakan faktor risiko untuk terjadinya kanker paru
c)
Tidak ada perbedaan antara merokok dengan terjadinya kanker paru
d)
Tidak dapat disimpulkan
15.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu studi kohor untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Incidens Risk pada kelompok yang merokok adalah:
a)
0,069
b)
0,5098
c)
0,4408
d)
0,077
16.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu studi kohor untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Insidens Risk pada kelompok yang tidak merokok adalah:
a)
0,069
b)
0,5098
c)
0,4408
d)
0,077
17.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu studi kohor untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Besarnya Risiko Relative hubungan antara merokok dengan kanker paru adalah:
a)
14,04
b)
7,39
c)
0,07
d)
0,13
18.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu studi kohor untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Berapa Attributable Risk (Risk Difference) pada kelompok yang merokok untuk terjadinya kanker paru sebesar:
a)
64,46%
b)
50,55%
c)
70,73%
d)
44,09%
19.
Tabel dibawah ini adalah hasil dari suatu studi kohor untuk melihat hubungan antara merokok dan kanker paru. Berapa attributable Risk percent dampak rokok untuk terjadinya kanker paru?
a)
64,46%
b)
50,55%
c)
86,47%
d)
44,74%
20.
Timbulnya atau meningkatnya kejadian kesakitan dan/atau kematian yang bermakna secara epidemiologi pada suatu daerah dalam kurun waktu tertentu, dan merupakan keadaan yang dapat menjurus pada terjadinya wabah, adalah definisi dari:
a)
KLB
b)
Letusan
c)
Wabah
d)
Epidemik
21.
Kapankah penanggulangan dan investigasi menjadi prioritas?
a)
Apabila agen penyebab diketahui tetapi sumber/cara penularan tidak diketahui
b)
Apabila agen penyebab diketahui dan sumber/cara penularan diketahui
c)
Apabila agen penyebab tidak diketahui tetapi sumber/cara penularan diketahui
d)
Apabila agen penyebab tidak diketahui dan sumber/cara penularan tidak diketahui
22.
Di dalam persiapan investigasi di lapangan, menyiapkan pengetahuan ilmiah yang sesuai, perlengkapan dan alat, termasuk ke dalam kategori:
a)
Investigasi
b)
Administrasi
c)
Konsultasi
d)
Control
23.
Untuk membuktikan adanya wabah, apabila penyakitnya adalah penyakit endemis yang tidak dipengaruhi oleh musim, yaitu dengan cara:
a)
Dilihat dari rata-rata penderitanya setiap bulan pada tahun-tahun yang lalu dan Mencari ambang wabah (Epidemic threshold), yang didapat dari rata-rata hitung (mean) jumlah penderita pada waktu-waktu yang lalu, ditambah dengan SE-nya
b)
Dilihat dari rata-rata penderitanya setiap bulan pada tahun-tahun yang lalu dan Mencari ambang wabah (Epidemic threshold), yang didapat dari rata-rata hitung (mean) jumlah penderita pada waktu-waktu yang lalu, ditambah dengan 2 x SE-nya
c)
Mencari ambang wabah mingguan atau bulanan berdasarkan nilai maksimum dari jumlah kasus
d)
Mencari ambang wabah mingguan atau bulanan berdasarkan nilai minimum dari jumlah kasus
24.
Manakah pernyataan yang benar berkaitan dengan kriteria untuk menentukan adanya KLB di Indonesia
a)
Timbulnya suatu penyakit menular yang sebelumnya sudah ada atau sudah dikenal di suatu daerah
b)
Adanya peningkatan kejadian kesakitan atau kematian dua kali atau lebih dibandingkan jumlah kesakitan atau kematian yang biasa terjadi pada kurun waktu sebelumnya (jam, hari, minggu) bergantung pada jenis penyakitnya
c)
Adanya peningkatan kejadian kesakitan secara terus menerus selama 2 kurun waktu (jam, hari, minggu) berturut-turut menurut jenis penyakitnya
d)
Semua salah
25.
Yang bukan merupakan kriteria untuk menentukan wabah akibat keracunan makanan menurut CDC adalah:
a)
Ditemukannya dua atau lebih penderita penyakit serupa, yang biasanya berupa gejala gangguan pencernaan (gastrointestinal), sesudah memakan makanan yang sama
b)
Hasil penyelidikan epidemiologi menunjukkan makanan sebagai sumber penularan
c)
Perkecualian diadakan untuk keracunan akibat toksin (racun) Clostridium botulinum atau akibat bahan-bahan kimia, didapatkan seorang penderita sudah dianggap suatu letusan
d)
Ditemukannya satu atau lebih penderita penyakit serupa, yang biasanya berupa gejala gangguan pencernaan (gastrointestinal), sesudah memakan makanan yang sama
26.
Apabila penyakitnya belum terdiagnosis, diagnosis kerja dibuat berdasarkan:
a)
Gejala‑gejala yang paling banyak diderita
b)
Sedapat mungkin yang dapat menggambarkan proses penyakit yang pathognomonis
c)
Cukup spesifik
d)
Semua benar
27.
Bila dalam kejadian wabah, kasus terus bertambah, maka tindakan yang tepat adalah:
a)
Melakukan penyelidikan untuk menemukan faktor penyebab wabah
b)
Membuat laporan wabah
c)
Melakukan penanggulangan wabah
d)
Mencegah terjadinya wabah serupa di masa datang
28.
Apabila lama pemaparan dan jumlah orang yang terpapar tak beraturan besarnya, maka bentuk kurva epidemik nya adalah
a)
Point source epidemic
b)
Continuous common source epidemic
c)
Intermittent common source epidemic
d)
Propagated epidemic
29.
Apabila penularan dari orang ke orang, berpuncak banyak, berjarak 1 masa inkubasi, maka bentuk kurva epidemik nya adalah
a)
Point source epidemic
b)
Continuous common source epidemic
c)
Intermittent common source epidemic
d)
Propagated epidemic
30.
Berikut ini merupakan manfaat dari kurva epidemic, kecuali:
a)
Mendapatkan Informasi tentang perjalanan wabah dan kemungkinan kelanjutan
b)
Bila penyakit dan masa inkubasi diketahui, dapat memperkirakan kapan pemaparan terjadi
c)
Kesimpulan pola kejadian, apakah bersumber tunggal, ditularkan dari orang ke orang, atau campuran keduanya
d)
Mendapatkan sebaran kejadian penyakit atau masalah kesehatan di populasi
31.
Untuk mencari periode pemaparan, apabila penyakit dan masa inkubasi diketahui maka dapat dilakukan dengan cara ...., kecuali
a)
Mencari masa inkubasi terpanjang, terpendek, dan rata-rata
b)
Mulai dari kasus paling akhir, hitung mundur dengan rata-rata masa inkubasi
c)
Menentukan puncak letusan atau kasus median, kemudian hitung mundur satu masa inkubasi rata-rata
d)
Memulai dari kasus paling awal, hitung mundur masa inkubasi terpendek
32.
Gambaran kejadian Wabah yang menunjukkan mana daerah yang berisiko, mana yang tidak, dapat digambarkan dengan:
a)
Spot map
b)
Area map
c)
Density map
d)
Semua benar
33.
Untuk menilai hipotesis, teknik uji terbaik dalam investigasi wabah pada populasi yang kecil dan jelas batasnya adalah:
a)
Studi Kohor
b)
Studi Kasus Kontrol
c)
Studi Cross Sectional
d)
Studi Eksperimental
34.
Untuk menilai hipotesis, dilakukan apabila wabah terjadi, populasinya tidak jelas batasannya, dengan menggunakan:
a)
Studi Kohor
b)
Studi Kasus Kontrol
c)
Studi Cross Sectional
d)
Studi Eksperimental
35.
Ukuran besarnya hubungan yang didapat dari uji hipotesis dengan menggunakan desain penelitian kasus kontrol adalah:
a)
Risk Difference
b)
Attack Rate
c)
Risk Ratio
d)
Odds Ratio
36.
Ukuran besarnya hubungan yang didapat dari uji hipotesis dengan menggunakan desain penelitian kohor adalah:
a)
Risk Difference
b)
Attack Rate
c)
Risk Ratio
d)
Odds Ratio