wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Akuntansi Syariah — Kuis Pilihan Ganda (Kelas 13)

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Tujuan utama akuntansi syariah adalah...

a)

Mengukur kinerja keuangan secara efisien

b)

Menentukan nilai aset dan kewajiban secara adil

c)

Menyusun laporan laba rugi yang transparan

d)

Menjamin penghitungan zakat sesuai syariah dan muamalah terkait ibadah

e)

Menyajikan laporan keuangan untuk kepentingan manajemen internal

2.

Prinsip transaksi syariah yang menekankan saling mengenal, memahami, dan menolong termasuk dalam asas...

a)

Keadilan (‘adalah)

b)

Kemaslahatan (maslahah)

c)

Persaudaraan (ukhuwah)

d)

Keseimbangan (tawazun)

e)

Universalisme (syumuliyah)

3.

Prinsip tawazun dalam transaksi syariah menekankan pada...

a)

Larangan riba dan gharar

b)

Keseimbangan antara aspek material dan spiritual

c)

Pemenuhan hak-hak karyawan dan pemilik modal

d)

Pelaksanaan akad berdasarkan prinsip ridha

e)

Kebebasan dalam memilih jenis transaksi

4.

Konsep kemaslahatan (maslahah) menuntut bahwa seluruh aktivitas ekonomi harus...

a)

Mengutamakan efisiensi dan pertumbuhan ekonomi

b)

Memberi manfaat material tanpa mempertimbangkan spiritual

c)

Memenuhi unsur halal dan thayyib

d)

Berdasarkan kesepakatan bisnis yang sah secara hukum

e)

Menciptakan keuntungan maksimum bagi pemilik modal

5.

Karakteristik transaksi syariah berikut yang tidak benar adalah...

a)

Mengandung unsur spekulasi (maysir)

b)

Berdasarkan kerelaan dan saling paham

c)

Uang hanya berfungsi sebagai alat tukar

d)

Tidak menganut konsep time value of money

e)

Menghindari unsur gharar

6.

Kerangka dasar laporan keuangan syariah memiliki tujuan utama untuk...

a)

Menetapkan kebijakan fiskal

b)

Menstandarkan pelaporan keuangan internasional

c)

Mewujudkan konsistensi standar dan akuntabilitas berbasis syariah

d)

Mengatur hubungan antara entitas dan auditor

e)

Meningkatkan daya saing lembaga keuangan

7.

Informasi dikatakan relevan apabila...

a)

Dapat dipercaya dan lengkap

b)

Dapat memengaruhi keputusan ekonomi pemakai

c)

Disusun berdasarkan asumsi kelangsungan usaha

d)

Dapat dibandingkan antarperiode

e)

Bebas dari kesalahan pencatatan

8.

Prinsip “substansi mengungguli bentuk” berarti bahwa...

a)

Laporan harus mengikuti bentuk hukum transaksi

b)

Fokus utama laporan adalah formalitas legal

c)

Realitas ekonomi harus lebih diutamakan daripada bentuk hukum

d)

Penyajian laporan menyesuaikan keinginan manajemen

e)

Bentuk hukum dan substansi tidak saling memengaruhi

9.

Dalam karakteristik kualitatif laporan keuangan syariah, pertimbangan sehat (prudence) berkaitan dengan...

a)

Prinsip kehati-hatian terhadap ketidakpastian ekonomi

b)

Transparansi dan keterbukaan informasi

c)

Penyesuaian terhadap standar akuntansi internasional

d)

Penekanan pada bentuk hukum transaksi

e)

Ketepatan waktu penyajian laporan

10.

KDPPLKS digunakan sebagai...

a)

Pedoman umum audit syariah

b)

Kerangka dasar penyusunan PSAK syariah

c)

Panduan penyusunan kebijakan fiskal pemerintah

d)

Standar akuntansi sektor publik

e)

Model pelaporan nirlaba syariah

11.

Jika PSAK belum mengatur suatu transaksi, maka kebijakan akuntansi harus menetapkan informasi yang...

a)

Menguntungkan pemegang saham

b)

Relevan dan dapat diandalkan

c)

Menyesuaikan dengan kebijakan pajak

d)

Berbasis kebutuhan internal manajemen

e)

Berorientasi pada laba

12.

Komponen laporan keuangan syariah yang tidak termasuk kegiatan sosial adalah...

a)

Laporan sumber dan penggunaan dana zakat

b)

Laporan sumber dan penggunaan dana kebajikan

c)

Catatan atas laporan keuangan

d)

Laporan laba rugi

e)

Laporan perubahan ekuitas

13.

Dalam neraca bank syariah, dana syirkah temporer termasuk dalam...

a)

Kewajiban jangka pendek

b)

Kewajiban segera

c)

Investasi tidak terikat

d)

Ekuitas

e)

Pos tersendiri antara kewajiban dan ekuitas

14.

Tujuan utama laporan keuangan syariah menurut PSAK 101 adalah...

a)

Memberikan informasi profitabilitas jangka pendek

b)

Menyediakan informasi kepatuhan terhadap prinsip syariah dan amanah pengelolaan dana

c)

Meningkatkan citra lembaga di mata investor

d)

Memenuhi persyaratan regulasi internasional

e)

Menentukan kebijakan moneter lembaga syariah

15.

Tujuan utama PSAK 102 tentang Akuntansi Murabahah adalah untuk mengatur...

a)

Pengakuan dan pengukuran laba rugi atas investasi

b)

Pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi murabahah

c)

Pengaturan akad mudharabah dan musyarakah

d)

Penilaian aset berdasarkan nilai wajar

e)

Prosedur pembiayaan berbasis sewa guna usaha

16.

Murabahah secara syariah didefinisikan sebagai...

a)

Akad bagi hasil antara pemilik modal dan pengelola usaha

b)

Akad jual beli dengan menyebutkan harga pokok dan margin keuntungan

c)

Akad sewa menyewa dengan opsi kepemilikan di akhir periode

d)

Akad hibah dengan pembayaran tangguh

e)

Akad jual beli dengan harga pasar yang berlaku

17.

Dalam murabahah, biaya perolehan adalah...

a)

Harga jual kepada nasabah

b)

Jumlah kas yang diterima dari pembeli

c)

Jumlah kas yang dibayarkan untuk memperoleh aset hingga siap dijual

d)

Margin keuntungan yang disepakati

e)

Selisih antara harga jual dan nilai buku

18.

Menurut PSAK 102 paragraf 9, harga murabahah ditetapkan berdasarkan...

a)

Tingkat suku bunga pasar

b)

Nilai waktu uang

c)

Kesepakatan antara penjual dan pembeli

d)

Nilai tukar riil

e)

Ketetapan Dewan Syariah Nasional

19.

Akad murabahah tidak sah secara syariah apabila...

a)

Barang belum dimiliki penjual saat akad dilakukan

b)

Harga jual disepakati lebih tinggi dari harga pasar

c)

Pembeli menunda pembayaran

d)

Penjual memperoleh diskon dari pemasok

e)

Pembayaran dilakukan secara angsuran

20.

Uang muka dalam transaksi murabahah disebut hamish gediiyyah jika...

a)

Digunakan sebagai pengurang pokok piutang

b)

Menjadi tanda keseriusan memesan barang

c)

Menjadi bagian dari margin keuntungan

d)

Diberikan langsung kepada pemasok

e)

Tidak dapat dikembalikan meskipun transaksi batal

21.

Apabila nasabah membayar uang muka tidak kepada bank, maka transaksi tersebut...

a)

Diperbolehkan dengan persetujuan DPS

b)

Tetap sah selama barang telah dikirim

c)

Termasuk transaksi yang terlarang

d)

Dapat disesuaikan dengan akad wakalah

e)

Dianggap sebagai pinjaman tanpa bunga

22.

Diskon yang diterima setelah akad murabahah dan disepakati menjadi hak pembeli harus dicatat sebagai...

a)

Pengurang pendapatan operasional

b)

Tambahan laba ditahan

c)

Kewajiban kepada pembeli

d)

Pendapatan lain-lain

e)

Pengurang beban margin

23.

Dalam murabahah bil wakalah, siapa yang bertindak sebagai wakil bank untuk membeli barang?

a)

Pemasok

b)

Nasabah

c)

Dewan Pengawas Syariah

d)

Penjual utama

e)

Notaris atau pihak ketiga

24.

Menurut PSAK 102 paragraf 23.a, keuntungan murabahah diakui pada saat penyerahan barang apabila...

a)

Transaksi dilakukan secara kredit lebih dari 1 tahun

b)

Transaksi dilakukan secara tunai atau tangguh ≤ 1 tahun

c)

Risiko piutang tidak tertagih tinggi

d)

Barang diserahkan oleh pihak ketiga

e)

Pembayaran dilakukan secara anuitas

25.

Apabila risiko piutang murabahah besar, maka keuntungan diakui...

a)

Pada saat akad dilakukan

b)

Di awal periode penyerahan barang

c)

Secara proporsional dengan kas yang berhasil ditagih

d)

Setelah piutang dilunasi seluruhnya

e)

Setelah disetujui oleh DPS

26.

Menurut PSAK 102 revisi 2013, pembiayaan murabahah dikategorikan sebagai kegiatan financing apabila...

a)

Penjual memiliki risiko kepemilikan persediaan yang signifikan

b)

Penjual tidak menanggung risiko signifikan atas persediaan

c)

Penjual menanggung seluruh biaya penyimpanan

d)

Barang belum tersedia di pasar

e)

Transaksi dilakukan secara tunai

27.

Dalam PSAK 102 paragraf 22, piutang murabahah diakui sebesar...

a)

Nilai buku bersih aset murabahah

b)

Nilai pasar barang yang dijual

c)

Biaya perolehan aset ditambah keuntungan disepakati

d)

Hanya margin keuntungan

e)

Nilai nominal kontrak awal

28.

Sesuai Fatwa DSN No.17/DSN-MUI/IX/2000, nasabah yang tidak mampu membayar karena force majeur...

a)

Tetap dikenakan sanksi ringan

b)

Tidak boleh dikenakan sanksi

c)

Wajib mengganti kerugian dengan denda

d)

Harus mengajukan restrukturisasi

e)

Dikenakan potongan margin

29.

Piutang murabahah dalam laporan keuangan disajikan sebesar...

a)

Nilai nominal piutang kotor

b)

Nilai piutang dikurangi margin tangguhan

c)

Nilai bersih yang dapat direalisasikan

d)

Nilai jual aset dikurangi biaya administrasi

e)

Nilai tunai piutang setelah diskon

30.

Akad salam menurut PSAK 103 paragraf 4 adalah...

a)

Akad jual beli barang dengan pembayaran di akhir setelah penyerahan barang

b)

Akad jual beli barang yang pengirimannya dilakukan kemudian dengan pembayaran di muka

c)

Akad sewa barang dengan pembayaran bertahap

d)

Akad jual beli barang dengan sistem bagi hasil

e)

Akad jual beli barang spekulatif dengan harga pasar

31.

Salah satu syarat utama sahnya akad salam menurut Fatwa DSN No.05/DSN-MUI/IV/2000 adalah...

a)

Pembayaran dilakukan setelah penyerahan barang

b)

Barang harus sudah dimiliki oleh penjual saat akad

c)

Pembayaran dilakukan di muka dan tidak boleh dalam bentuk utang

d)

Barang boleh ditukar dengan barang lain sesuai kesepakatan

e)

Barang boleh dijual kembali sebelum diterima

32.

Dalam salam paralel, akad pertama dan kedua harus...

a)

Berhubungan langsung untuk menjamin kepastian pasokan

b)

Menggunakan satu kontrak yang sama

c)

Terpisah dan tidak saling bergantung (ta’alluq)

d)

Disahkan oleh pihak ketiga independen

e)

Mewajibkan margin keuntungan yang sama

33.

Tujuan PSAK 103 adalah...

a)

Menentukan standar akuntansi investasi berbasis mudharabah

b)

Mengatur pengakuan, pengukuran, penyajian, dan pengungkapan transaksi salam

c)

Mengatur sistem keuangan mikro berbasis zakat dan wakaf

d)

Mengatur pelaporan keuangan lembaga non-profit

e)

Menentukan kebijakan syariah untuk obligasi (sukuk)

34.

Pada saat bank syariah sebagai pembeli membayar modal salam kepada penjual, maka dicatat sebagai...

a)

Hutang jangka panjang

b)

Piutang salam

c)

Pendapatan tangguhan

d)

Beban modal kerja

e)

Investasi jangka pendek

35.

Jika modal salam berupa aset nonkas, maka pengukurannya dilakukan sebesar...

a)

Nilai nominal pada laporan sebelumnya

b)

Nilai buku setelah depresiasi

c)

Nilai wajar pada saat penyerahan

d)

Nilai perolehan awal aset

e)

Nilai pasar rata-rata tiga bulan terakhir

36.

Apabila nilai tercatat aset nonkas lebih besar daripada nilai wajarnya saat diserahkan sebagai modal salam, maka...

a)

Selisihnya diakui sebagai laba

b)

Selisihnya diakui sebagai kerugian

c)

Selisihnya diakui sebagai pendapatan tangguhan

d)

Selisihnya diakui sebagai diskon penjualan

e)

Tidak perlu diakui karena belum direalisasi

37.

Barang pesanan yang telah diterima diakui sebagai...

a)

Piutang usaha

b)

Persediaan

c)

Aset tetap

d)

Investasi jangka panjang

e)

Pendapatan diterima dimuka

38.

Apabila nilai wajar barang pesanan lebih rendah dari nilai akad, maka selisihnya...

a)

Diakui sebagai beban bunga

b)

Diakui sebagai kerugian

c)

Diakui sebagai diskon pembelian

d)

Diakui sebagai penurunan ekuitas

e)

Tidak diakui sampai penjualan

39.

Denda yang diterima oleh pembeli akibat keterlambatan penyerahan barang oleh penjual harus diakui sebagai...

a)

Pendapatan lain-lain

b)

Keuntungan operasional

c)

Dana kebajikan (qard hasan fund)

d)

Potongan pembelian

e)

Pengurang piutang

40.

Dalam PSAK 103 paragraf 17, kewajiban salam bagi penjual diakui sebesar...

a)

Nilai wajar barang pesanan

b)

Nilai pasar aset yang akan diserahkan

c)

Jumlah modal usaha salam yang diterima

d)

Estimasi biaya produksi

e)

Nilai kontrak plus margin

41.

Jika penjual menyerahkan barang dengan kualitas lebih rendah dan pembeli rela menerimanya, maka...

a)

Penjual wajib memberikan potongan harga

b)

Penjual boleh meminta tambahan harga

c)

Harga akad tetap berlaku tanpa pengurangan

d)

Akad salam menjadi batal demi hukum

e)

Pembeli berhak menolak seluruh barang

42.

Apabila akad salam dibatalkan sebagian dan pembeli memiliki jaminan, maka hasil penjualan jaminan yang lebih kecil dari nilai piutang salam...

a)

Diakui sebagai beban administrasi

b)

Diakui sebagai piutang kepada penjual

c)

Dianggap lunas seluruhnya

d)

Diakui sebagai pengurang modal usaha

e)

Dicatat sebagai cadangan kerugian

43.

Dalam penyajian laporan keuangan, pembeli menyajikan modal usaha salam sebagai...

a)

Aset tetap

b)

Piutang salam

c)

Persediaan

d)

Aset tak berwujud

e)

Investasi tidak terikat

44.

Penjual dalam transaksi salam wajib mengungkapkan...

a)

Jenis, kuantitas barang pesanan, dan hubungan istimewa dengan pemasok

b)

Hanya nilai akad dan tanggal jatuh tempo

c)

Laba rugi yang belum direalisasi

d)

Perubahan harga barang di pasar

e)

Perkiraan biaya distribusi barang

45.

Menurut PSAK 107 paragraf 4, akad ijarah adalah...

a)

Pemindahan hak kepemilikan atas suatu barang dengan pembayaran bertahap

b)

Pemindahan hak guna (manfaat) atas suatu barang atau jasa tanpa pemindahan kepemilikan

c)

Akad jual beli barang berjangka dengan pembayaran di muka

d)

Akad sewa menyewa dengan kewajiban membeli di akhir periode

e)

Akad kerjasama usaha antara dua pihak

46.

Objek ijarah dalam konteks fiqh maupun PSAK adalah...

a)

Barang berwujud yang dapat dijual kembali

b)

Manfaat dari penggunaan aset berwujud atau tidak berwujud

c)

Aset yang mengalami peningkatan nilai

d)

Kepemilikan hak atas barang modal

e)

Pengalihan risiko atas barang

47.

Dalam ijarah muntahiyah bittamlik (IMBT), pemindahan kepemilikan dilakukan...

a)

Pada saat akad pertama dibuat

b)

Setelah pembayaran cicilan pertama

c)

Setelah seluruh pembayaran selesai, melalui akad terpisah

d)

Secara otomatis tanpa akad baru

e)

Melalui perjanjian lisan tanpa dokumen hukum

48.

Opsi pemindahan kepemilikan (wa’ad) pada IMBT menurut Fatwa DSN No.27/DSN-MUI/2002 bersifat...

a)

Mengikat dan wajib dilaksanakan

b)

Tidak mengikat dan bersifat janji moral

c)

Harus disahkan oleh DPS

d)

Berlaku hanya untuk aset tak berwujud

e)

Berlaku untuk semua jenis sewa menyewa

49.

Dalam PSAK 107, pendapatan sewa (ujrah) diakui pada saat...

a)

Akad ditandatangani

b)

Pembayaran diterima secara tunai

c)

Manfaat atas aset telah diserahkan kepada penyewa

d)

Aset disusutkan secara penuh

e)

Sewa dibayar lebih dari satu tahun

50.

Biaya pemeliharaan obyek ijarah menurut PSAK 107 paragraf 16–17 menjadi tanggung jawab...

a)

Penyewa secara penuh

b)

Pemilik (lessor) secara penuh

c)

Penyewa dan pemilik sesuai akad

d)

Pemerintah daerah sebagai pengawas

e)

Auditor internal syariah

51.

Dalam akuntansi pemilik obyek ijarah, aset ijarah diakui pada saat...

a)

Akad disepakati tanpa memperhatikan pembayaran

b)

Manfaat mulai diterima oleh penyewa

c)

Aset diperoleh sebesar biaya perolehan

d)

Pembayaran sewa selesai dilakukan

e)

Penyusutan selesai dilakukan

52.

Metode penyusutan aset ijarah dapat menggunakan metode berikut, kecuali...

a)

Metode garis lurus

b)

Metode saldo menurun

c)

Metode jumlah unit

d)

Metode amortisasi negatif

e)

Metode yang mencerminkan pola konsumsi manfaat

53.

Dalam akuntansi penyewa (lessee), beban ijarah diakui...

a)

Sekaligus di awal masa akad

b)

Selama masa akad pada saat manfaat diterima

c)

Setelah seluruh pembayaran selesai

d)

Saat nilai residu diketahui

e)

Bersamaan dengan penyusutan aset

54.

Apabila terjadi hibah atas objek ijarah setelah masa sewa berakhir, penyewa mengakui aset sebesar...

a)

Nilai wajar objek ijarah yang diterima

b)

Nilai buku aset yang disusutkan

c)

Nilai sisa cicilan sewa

55.

Dalam IMBT, apabila kepemilikan berpindah secara bertahap, maka penyewa mengakui aset sebesar...

a)

Nilai wajar aset pada akhir kontrak

b)

Biaya perolehan objek ijarah yang diterima

c)

Sisa cicilan yang belum dibayar

d)

Harga pasar yang disepakati bersama

e)

Total pendapatan sewa yang dibayar

56.

Dalam penyajian laporan laba rugi pemilik obyek ijarah, pendapatan disajikan secara...

a)

Bruto sebelum dikurangi beban

b)

Neto setelah dikurangi beban penyusutan dan perbaikan

c)

Hanya berdasarkan kas yang diterima

d)

Ditunda sampai akhir periode akad

e)

Sebagai bagian dari ekuitas pemilik

57.

Fatwa DSN No.09/DSN-MUI/2000 menegaskan bahwa ijarah tidak boleh...

a)

Menyertakan opsi jual beli

b)

Mengandung unsur riba, gharar, atau maisir

c)

Memerlukan jaminan atas aset

d)

Dibatasi dengan nilai residual

e)

Didasarkan pada nilai pasar

58.

Dalam akuntansi pemilik obyek ijarah, biaya perbaikan yang dilakukan penyewa dengan izin pemilik harus...

a)

Diakui sebagai pendapatan

b)

Diakui sebagai beban oleh pemilik pada saat terjadinya

c)

Dicatat sebagai aset tetap

d)

Dihapus dari nilai buku aset

e)

Ditangguhkan hingga akhir kontrak

59.

Dalam PSAK 107 paragraf 24, pembelian objek ijarah sebelum masa akad berakhir oleh penyewa diakui sebagai...

a)

Aset sebesar nilai buku bersih

b)

Aset sebesar jumlah sisa cicilan sewa atau nilai yang disepakati

c)

Aset sebesar nilai wajar pasar

d)

Aset sebesar harga perolehan awal

e)

Investasi jangka panjang

60.

Akad istisna’ secara terminologis adalah...

a)

Akad jual beli barang dengan pembayaran di muka dan pengiriman di masa depan

b)

Akad pemesanan barang tertentu yang dibuat sesuai spesifikasi pesanan

c)

Akad sewa menyewa barang dengan harga ditentukan kemudian

d)

Akad pinjam meminjam dengan pengembalian barang sejenis

e)

Akad jual beli barang yang sudah tersedia di pasar

61.

Perbedaan utama antara akad istisna’ dan salam adalah...

a)

Istisna’ mensyaratkan pembayaran penuh di muka

b)

Dalam istisna’, barang boleh dipesan terlebih dahulu tanpa pembayaran di muka

c)

Dalam salam, produksi barang tidak diperbolehkan

d)

Istisna’ hanya berlaku untuk barang berwujud tetap

e)

Salam menggunakan prinsip bagi hasil

62.

Fatwa DSN-MUI No.06/DSN-MUI/IV/2000 mengatur bahwa pembayaran dalam akad istisna’ dapat dilakukan...

a)

Hanya di akhir setelah barang diserahkan

b)

Secara bertahap sesuai kesepakatan

c)

Di muka secara penuh

d)

Setelah penjualan kembali

e)

Dalam bentuk barang pengganti

63.

Menurut PSAK 104 paragraf 6, pihak yang memesan barang disebut...

a)

Shani’

b)

Mustashni’

c)

Rabb al-mal

d)

Mudarib

e)

Mu’jir

64.

Dalam parallel istishna’, hubungan antara akad pertama dan kedua bersifat...

a)

Bergantung satu sama lain

b)

Tidak saling bergantung (independent contract)

c)

Harus dilakukan pada waktu yang sama

d)

Harus dengan pemasok yang sama

e)

Mengikat dari sisi hukum positif

65.

Pada saat entitas bertindak sebagai penjual (shani’), pendapatan istishna’ diakui...

a)

Saat akad disepakati

b)

Secara proporsional sesuai tingkat penyelesaian

c)

Saat pembayaran diterima

d)

Setelah barang diserahkan seluruhnya

e)

Setelah audit oleh DPS

66.

Jika pembayaran diterima di muka sebelum pekerjaan dimulai, maka dicatat sebagai...

a)

Pendapatan diterima di muka

b)

Aset lancar

c)

Kewajiban jangka pendek

d)

Piutang istishna’

e)

Cadangan modal

67.

Dalam metode percentage of completion, pengakuan laba dilakukan berdasarkan...

a)

Persentase kas diterima

b)

Persentase penyelesaian fisik atau biaya

c)

Total kontrak dikurangi biaya aktual

d)

Estimasi margin masa depan

e)

Pengeluaran modal

68.

Biaya langsung proyek istishna’ meliputi...

a)

Gaji pegawai, biaya umum, dan depresiasi

b)

Bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead terkait

69.

Jika entitas bertindak sebagai pembeli (mustashni’), aset yang dipesan diakui sebagai...

a)

Persediaan dalam proses

b)

Aset dalam pembangunan (construction in progress)

c)

Aset tetap langsung

d)

Beban dibayar di muka

e)

Piutang istishna’

70.

Pendapatan istishna’ harus disajikan dalam laporan laba rugi...

a)

Sebelum dikurangi biaya penyusutan

b)

Bersih setelah dikurangi beban proyek

c)

Hanya jika proyek telah selesai 100%

d)

Jika telah mendapat verifikasi DPS

e)

Bersamaan dengan akad salam

71.

Dalam parallel istishna’, risiko wanprestasi dari kontraktor pelaksana...

a)

Sepenuhnya ditanggung oleh pemesan

b)

Dapat dialihkan kepada pihak ketiga

c)

Tetap menjadi tanggung jawab lembaga keuangan

d)

Diatur ulang melalui akad jual beli baru

e)

Tidak diakui dalam laporan keuangan

72.

Jika proyek istishna’ gagal diselesaikan, maka pembayaran yang diterima sebelumnya...

a)

Diakui sebagai laba ditahan

b)

Dikembalikan kepada pemesan setelah dikurangi biaya riil

c)

Diakui sebagai hibah

d)

Dapat diakui sebagai pendapatan tetap

e)

Dialihkan menjadi dana kebajikan

73.

Menurut PSAK 104 paragraf 15, beban proyek istishna’ diakui...

a)

Pada saat proyek selesai

b)

Secara proporsional sesuai tingkat penyelesaian

c)

Setelah pelaporan audit

d)

Setelah pembayaran diterima penuh

e)

Setelah serah terima aset

74.

Jika hasil istishna’ dijual kembali sebelum proyek selesai, maka...

a)

Diperbolehkan tanpa batasan

b)

Tidak boleh dilakukan karena melanggar prinsip kepemilikan

c)

Hanya boleh dilakukan setelah ada izin DPS

d)

Wajib disertai akad wakalah

e)

Dianggap batal demi hukum

75.

Jika hasil istishna’ dijual kembali sebelum proyek selesai, maka...

a)

Diperbolehkan tanpa batasan

b)

Tidak boleh dilakukan karena melanggar prinsip kepemilikan

c)

Hanya boleh dilakukan setelah ada izin DPS

d)

Wajib disertai akad wakalah

e)

Dianggap batal demi hukum