wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz Akuntansi Biaya

Total questions: 85

Worksheet time: 43mins

Name
Class
Date
1.

Pada tanggal berapakah pertemuan ke-5 mata kuliah Akuntansi Biaya dilaksanakan?

a)

Senin, 26 Oktober 2025

b)

Selasa, 27 Oktober 2025

c)

Rabu, 28 Oktober 2025

d)

Kamis, 29 Oktober 2025

2.

Pada semester apa pertemuan ke-5 Akuntansi Biaya ini berlangsung?

a)

Semester Ganjil

b)

Semester Genap

c)

Semester Pendek

d)

Semester Akhir

3.

Di universitas manakah pertemuan ke-5 Akuntansi Biaya ini diadakan?

a)

Universitas MH Thamrin

b)

Universitas Indonesia

c)

Universitas Gadjah Mada

d)

Universitas Airlangga

4.

Fakultas apa yang menyelenggarakan program studi S1 Akuntansi pada dokumen ini?

a)

Fakultas Ekonomi dan Bisnis

b)

Fakultas Hukum

c)

Fakultas Teknik

d)

Fakultas Kedokteran

5.

Apa nama lengkap universitas yang tercantum pada dokumen ini?

a)

Universitas Mohammad Husni Thamrin

b)

Universitas Ahmad Dahlan

c)

Universitas Hasanuddin

d)

Universitas Diponegoro

6.

Apa yang ditampilkan pada gambar di sebelah kanan dokumen ini?

a)

Gedung Universitas MH Thamrin

b)

Gedung sekolah dasar

c)

Gedung rumah sakit

d)

Gedung perkantoran pemerintah

7.

Manakah dari berikut ini yang merupakan salah satu metode akumulasi biaya?

a)

Metode harga pokok pesanan

b)

Metode biaya variabel

c)

Metode biaya tetap

d)

Metode biaya marginal

8.

Metode harga pokok proses digunakan untuk apa?

a)

Menghitung biaya produksi secara berurutan dalam proses produksi

b)

Menghitung biaya berdasarkan pesanan khusus

c)

Menghitung biaya pemasaran

d)

Menghitung biaya distribusi

9.

Metode akumulasi biaya yang digunakan selain metode harga pokok pesanan adalah...

a)

Metode harga pokok proses lanjutan

b)

Metode biaya langsung

c)

Metode biaya tetap

d)

Metode biaya variabel

10.

Apa tujuan dari metode harga pokok atas produk bersama dan produk sampingan?

a)

Mengalokasikan biaya pada produk utama dan produk sampingan

b)

Menghitung biaya pemasaran

c)

Menghitung biaya distribusi

d)

Menghitung biaya tenaga kerja

11.

Apa jumlah biaya penggunaan bahan baku langsung yang dicatat pada jurnal akuntansi biaya metode harga pokok proses untuk Dept. A?

a)

Rp. 38.000.000

b)

Rp. 39.240.000

c)

Rp. 43.168.000

d)

Rp. 82.408.000

12.

Pada jurnal akuntansi biaya metode harga pokok proses, berapa total gaji dan upah yang dicatat?

a)

Rp. 38.000.000

b)

Rp. 39.240.000

c)

Rp. 43.168.000

d)

Rp. 82.408.000

13.

Jika Anda ingin menghitung total biaya tenaga kerja untuk Dept. A dan Dept. B, berapakah jumlahnya?

a)

Rp. 39.240.000

b)

Rp. 43.168.000

c)

Rp. 82.408.000

d)

Rp. 39.240.000 + Rp. 43.168.000

14.

Mengapa penting untuk memisahkan pencatatan bahan baku dan tenaga kerja dalam jurnal akuntansi biaya metode harga pokok proses?

a)

Agar dapat mengidentifikasi biaya secara lebih rinci dan akurat

b)

Agar dapat mengurangi jumlah transaksi

c)

Agar dapat mempercepat proses produksi

d)

Agar dapat mengurangi biaya bahan baku

15.

Berapa jumlah overhead pabrik yang dibebankan menurut jurnal akuntansi biaya metode harga pokok proses?

a)

Rp. 36.720.000

b)

Rp. 39.824.000

c)

Rp. 76.544.000

d)

Rp. 50.000.000

16.

Barang Dalam Proses – Dept. A dalam jurnal akuntansi biaya metode harga pokok proses memiliki nilai sebesar...

a)

Rp. 39.824.000

b)

Rp. 36.720.000

c)

Rp. 76.544.000

d)

Rp. 25.000.000

17.

Jika total overhead pabrik yang dibebankan adalah Rp. 76.544.000, dan Barang Dalam Proses – Dept. A adalah Rp. 36.720.000, berapakah nilai Barang Dalam Proses – Dept. B?

a)

Rp. 39.824.000

b)

Rp. 36.720.000

c)

Rp. 76.544.000

d)

Rp. 50.000.000

18.

Overhead pabrik perlu dibebankan dalam metode harga pokok proses untuk:

a)

Mencatat biaya langsung saja

b)

Mengurangi biaya produksi

c)

Memastikan seluruh biaya produksi tercatat secara akurat

d)

Meningkatkan laba perusahaan

19.

Manakah dari berikut ini yang merupakan salah satu metode akumulasi biaya?

a)

Metode Harga pokok pesanan

b)

Metode penghitungan laba rugi

c)

Metode analisis rasio keuangan

d)

Metode penilaian aset tetap

20.

Salah satu metode akumulasi biaya yang digunakan untuk produk bersama dan produk sampingan adalah:

a)

Metode harga pokok atas produk Bersama dan produk sampingan

b)

Metode harga pokok pesanan

c)

Metode harga pokok proses lanjutan

d)

Metode harga pokok standar

21.

Apa perbedaan utama antara metode harga pokok pesanan dan metode harga pokok proses?

a)

Metode pesanan digunakan untuk produk unik, sedangkan metode proses untuk produksi massal

b)

Metode pesanan untuk produk massal, metode proses untuk produk unik

c)

Keduanya digunakan untuk produk unik

d)

Keduanya digunakan untuk produk massal

22.

Apa nama metode penentuan harga pokok yang menggunakan rata-rata tertimbang dalam proses pada awal periode?

a)

Metode Harga Pokok rata-rata tertimbang

b)

Metode LIFO

c)

Metode Harga Pokok Standar

d)

Metode Harga Pokok Historis

23.

Metode harga pokok mana yang dikenal dengan istilah "First in first out"?

a)

Metode Harga Pokok rata-rata tertimbang

b)

Metode harga pokok masuk pertama keluar pertama

c)

Metode Harga Pokok Standar

d)

Metode Harga Pokok Historis

24.

Jelaskan secara singkat perbedaan utama antara metode rata-rata tertimbang dan metode masuk pertama keluar pertama (FIFO) dalam penentuan harga pokok proses.

a)

Rata-rata tertimbang menggabungkan semua biaya, FIFO mengutamakan barang yang masuk terakhir

b)

Rata-rata tertimbang hanya menghitung biaya awal, FIFO mengutamakan barang yang masuk pertama

c)

Rata-rata tertimbang menggabungkan semua biaya, FIFO mengutamakan barang yang masuk pertama

d)

Rata-rata tertimbang mengutamakan barang yang masuk pertama, FIFO menggabungkan semua biaya

25.

Apa rumus untuk menghitung biaya per unit periode berjalan dengan metode rata-rata tertimbang dalam metode harga pokok proses lanjutan?

a)

(Biaya dari barang dalam proses awal + Biaya) / Unit Ekuivalen

b)

(Biaya dari barang jadi + Biaya) / Unit Produksi

c)

(Biaya dari barang dalam proses akhir + Biaya) / Unit Selesai

d)

(Biaya dari barang dalam proses awal - Biaya) / Unit Ekuivalen

26.

Apa yang dimaksud dengan "rata-rata tertimbang" dalam konteks metode harga pokok proses lanjutan?

a)

Rata-rata dari seluruh biaya yang dikeluarkan tanpa memperhitungkan jumlah unit

b)

Rata-rata biaya per unit yang dihitung berdasarkan total biaya dan unit ekuivalen

c)

Rata-rata biaya per unit yang hanya memperhitungkan biaya periode berjalan

d)

Rata-rata biaya per unit yang hanya memperhitungkan biaya awal

27.

Mengapa penting untuk menghitung biaya per unit dengan metode rata-rata tertimbang dalam proses lanjutan?

a)

Untuk menentukan harga jual produk secara acak

b)

Untuk memastikan pembagian biaya yang adil pada setiap unit yang diproduksi

c)

Untuk mengurangi biaya produksi secara otomatis

d)

Untuk mempercepat proses produksi

28.

Berapa jumlah unit dalam proses awal periode di Departemen B?

a)

4.000

b)

3.000

c)

2.000

d)

1.000

29.

Berapakah biaya tenaga kerja langsung pada proses awal periode di Departemen A?

a)

Rp. 1.200

b)

Rp. 1.240

c)

Rp. 910

d)

Rp. 900

30.

Manakah dari berikut ini yang merupakan jumlah biaya dalam proses awal periode di Departemen C?

a)

Rp. 1.710

b)

Rp. 4.440

c)

Rp. 1.450

d)

Rp. 2.000

31.

Jika Anda ingin menghitung total biaya awal di Departemen B, komponen biaya apa saja yang harus dijumlahkan?

a)

Bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik

b)

Jumlah unit, bahan baku, overhead pabrik

c)

Tenaga kerja langsung, overhead pabrik, jumlah unit

d)

Jumlah unit, biaya dalam proses awal, overhead pabrik

32.

Berapakah nilai overhead pabrik pada proses awal periode di Departemen B?

a)

1.200

b)

800

c)

550

d)

900

33.

Jika jumlah biaya di Departemen A adalah Rp. 4.440, dan biaya bahan baku adalah Rp. 2.000, berapakah total biaya selain bahan baku di Departemen A?

a)

Rp. 2.440

b)

Rp. 1.240

c)

Rp. 1.200

d)

Rp. 4.440

34.

Berapa total biaya yang dikeluarkan oleh Departemen A pada bulan Februari?

a)

66.600

b)

64.068

c)

52.570

d)

30.018

35.

Komponen biaya apa saja yang ditambahkan pada periode ini menurut tabel?

a)

Bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik

b)

Bahan baku, biaya pemasaran, overhead pabrik

c)

Tenaga kerja langsung, biaya administrasi, overhead pabrik

d)

Bahan baku, biaya transportasi, overhead pabrik

36.

Berapakah biaya tenaga kerja langsung yang dikeluarkan oleh Departemen B?

a)

34.050

b)

24.180

c)

33.140

d)

19.430

37.

Jika Departemen C tidak mengeluarkan biaya bahan baku, berapakah total biaya yang dikeluarkan oleh Departemen C?

a)

52.570

b)

66.600

c)

64.068

d)

19.840

38.

Analisislah, mengapa biaya bahan baku hanya muncul pada Departemen A dan tidak pada Departemen B dan C?

a)

Karena proses produksi bahan baku hanya dilakukan di Departemen A

b)

Karena Departemen B dan C tidak membutuhkan bahan baku

c)

Karena bahan baku sudah habis di Departemen A

d)

Karena Departemen B dan C hanya mengelola tenaga kerja

39.

Berapakah jumlah unit awal dalam proses pada laporan biaya produksi Departemen A PT. ABCD bulan Februari 200A?

a)

3.000

b)

4.000

c)

2.000

d)

1.000

40.

Berapakah total unit produksi yang harus dipertanggungjawabkan menurut laporan biaya produksi metode rata-rata pada bulan Februari 200A?

a)

38.000

b)

40.000

c)

44.000

d)

45.000

41.

Unit manakah yang paling banyak jumlahnya dalam pertanggungjawaban produksi pada laporan tersebut?

a)

Unit di transfer ke departemen berikutnya

b)

Unit yang diselesaikan dan masih di tahan

c)

Unit yang masih dalam proses

d)

Unit yang hilang dalam proses

42.

Jika unit baru dalam proses adalah 40.000 dan unit awal dalam proses adalah 4.000, berapakah total unit yang harus dipertanggungjawabkan?

a)

38.000

b)

44.000

c)

43.000

d)

45.000

43.

Jelaskan secara singkat mengapa penting untuk memisahkan unit yang hilang dalam proses dalam laporan biaya produksi.

a)

Agar dapat menambah keuntungan perusahaan

b)

Untuk mengetahui efisiensi proses produksi dan mengidentifikasi potensi kerugian

c)

Supaya jumlah unit produksi bertambah

d)

Untuk mengurangi biaya tenaga kerja

44.

Apa saja komponen biaya yang harus dipertanggungjawabkan dalam laporan biaya produksi Departemen A PT. ABCD bulan Februari 200A?

a)

Bahan baku, tenaga kerja langsung, overhead pabrik

b)

Bahan baku, biaya pemasaran, biaya administrasi

c)

Tenaga kerja tidak langsung, biaya distribusi, overhead pabrik

d)

Biaya pemasaran, biaya distribusi, biaya tambahan

45.

Berapakah jumlah biaya yang harus dipertanggungjawabkan menurut laporan biaya produksi Departemen A PT. ABCD bulan Februari 200A?

a)

24.180

b)

71.040

c)

19.840

d)

22.580

46.

Pada laporan biaya produksi, berapakah biaya per unit yang tercatat untuk overhead pabrik pada periode ini?

a)

0,52

b)

0,62

c)

0,58

d)

1,72

47.

Jika biaya bahan baku pada periode ini adalah 19.840 dan biaya tenaga kerja langsung adalah 24.180, berapakah total biaya tambahan periode ini jika overhead pabrik sebesar 22.580?

a)

66.600

b)

71.040

c)

66.000

d)

66.500

48.

Jelaskan mengapa penting untuk memisahkan biaya tambahan dari departemen sebelumnya dan biaya tambahan periode ini dalam laporan biaya produksi.

a)

Agar dapat membedakan sumber biaya dan memudahkan analisis efisiensi produksi

b)

Agar dapat menambah jumlah biaya secara keseluruhan

c)

Agar dapat mengurangi biaya produksi

d)

Agar dapat menghindari pencatatan ganda

49.

Berapa jumlah biaya yang dipertanggungjawabkan dalam laporan biaya produksi metode rata-rata untuk bulan Februari 200A pada Departemen A PT. ABCD?

a)

65.360

b)

71.040

c)

5.680

d)

1.720

50.

Berdasarkan laporan biaya produksi, berapa biaya yang ditransfer ke departemen berikutnya?

a)

1.720

b)

1.560

c)

65.360

d)

71.040

51.

Hitunglah biaya bahan baku untuk barang dalam proses - persediaan akhir jika diketahui jumlah unit adalah 3.000 dan tarif per unit adalah 0,52!

a)

1.560

b)

1.240

c)

1.720

d)

1.160

52.

Langkah yang diperlukan untuk menghitung biaya overhead pabrik pada barang dalam proses - persediaan akhir berdasarkan data yang tersedia adalah:

a)

Mengalikan jumlah unit dengan tarif bahan baku

b)

Mengalikan jumlah unit dengan tarif overhead pabrik yang sesuai, yaitu 3.000 x 2/3 x 0,58

c)

Menjumlahkan seluruh biaya tenaga kerja langsung

d)

Mengalikan jumlah unit dengan tarif tenaga kerja langsung

53.

Mengapa penting untuk memisahkan biaya bahan baku, tenaga kerja langsung, dan overhead pabrik dalam laporan biaya produksi?

a)

Agar biaya dapat dikurangi

b)

Untuk memudahkan perhitungan total biaya produksi dan analisis efisiensi

c)

Supaya laporan lebih singkat

d)

Agar biaya overhead tidak dihitung

54.

Berapakah jumlah produksi ekuivalen untuk bahan baku menurut laporan biaya produksi metode rata-rata bulan Februari 200A?

a)

41.000

b)

42.000

c)

38.000

d)

40.000

55.

Bagaimana cara menghitung produksi ekuivalen untuk tenaga kerja langsung dan overhead pabrik pada laporan tersebut?

a)

38.000 + 1.000 + 3.000

b)

38.000 + 1.000 + (2/3 x 3.000)

c)

38.000 + 3.000

d)

38.000 + 1.000

56.

Berapakah biaya per unit untuk bahan baku berdasarkan perhitungan pada laporan tersebut?

a)

0,62

b)

0,58

c)

0,52

d)

0,50

57.

Jika biaya tenaga kerja langsung adalah Rp. 1.240 + 24.180 dan produksi ekuivalen tenaga kerja langsung adalah 41.000, berapakah biaya per unit tenaga kerja langsung?

a)

0,52

b)

0,58

c)

0,62

d)

0,50

58.

Jelaskan langkah-langkah yang diperlukan untuk menghitung biaya per unit overhead pabrik berdasarkan data pada laporan!

a)

Menjumlahkan seluruh biaya overhead pabrik lalu membaginya dengan total produksi ekuivalen tenaga kerja langsung

b)

Menjumlahkan seluruh biaya overhead pabrik lalu membaginya dengan total produksi ekuivalen overhead pabrik

c)

Menjumlahkan seluruh biaya overhead pabrik lalu membaginya dengan total produksi ekuivalen bahan baku

d)

Mengalikan seluruh biaya overhead pabrik dengan total produksi ekuivalen

59.

Berapa jumlah unit awal dalam proses (1/3 Tenaga kerja dan Overhead pabrik) pada laporan biaya produksi Departemen B bulan Februari 200A?

a)

3.000

b)

36.000

c)

4.000

d)

1.000

60.

Berapakah total unit yang harus dipertanggungjawabkan pada Departemen B bulan Februari 200A?

a)

41.000

b)

36.000

c)

38.000

d)

4.000

61.

Unit yang diterima dari departemen A pada bulan Februari 200A berjumlah...

a)

38.000

b)

3.000

c)

4.000

d)

1.000

62.

Berapa unit yang di transfer ke departemen berikutnya menurut laporan biaya produksi Departemen B bulan Februari 200A?

a)

36.000

b)

41.000

c)

3.000

d)

1.000

63.

Unit yang masih dalam proses dengan tingkat penyelesaian ½ Tenaga kerja dan Overhead pabrik berjumlah...

a)

4.000

b)

3.000

c)

1.000

d)

36.000

64.

Berapakah unit yang hilang dalam proses pada laporan biaya produksi Departemen B bulan Februari 200A?

a)

1.000

b)

3.000

c)

4.000

d)

36.000

65.

Berapakah biaya tambahan untuk Tenaga Kerja Langsung selama periode ini?

a)

34.050

b)

30.018

c)

41.000

d)

36.000

66.

Berapakah biaya tambahan untuk Overhead Pabrik selama periode ini?

a)

30.018

b)

34.050

c)

38.000

d)

3.000

67.

Jika total unit yang harus dipertanggungjawabkan adalah 41.000 dan unit yang di transfer ke departemen berikutnya adalah 36.000, berapa sisa unit yang masih dalam proses dan hilang dalam proses?

a)

5.000

b)

4.000

c)

1.000

d)

3.000

68.

Jika biaya tambahan untuk Tenaga Kerja Langsung adalah Rp34.050 dan Overhead Pabrik adalah Rp30.018, berapakah total biaya tambahan selama periode ini?

a)

64.068

b)

60.000

c)

41.000

d)

38.000

69.

Berapa jumlah unit yang diterima dari departemen B menurut laporan biaya produksi Departemen C bulan Februari 200A?

a)

4.000

b)

36.000

c)

3.000

d)

1.000

70.

Berapakah total unit produksi yang harus dipertanggungjawabkan pada Departemen C bulan Februari 200A?

a)

4.000

b)

36.000

c)

40.000

d)

3.000

71.

Sebutkan jumlah unit yang masih dalam proses pada akhir periode dengan tingkat penyelesaian 1/3 tenaga kerja dan overhead!

a)

4.000

b)

36.000

c)

3.000

d)

1.000

72.

Berapa biaya tambahan untuk Tenaga Kerja Langsung selama periode ini menurut laporan biaya produksi Departemen C?

a)

19.430

b)

33.140

c)

36.000

d)

40.000

73.

Jika diketahui total unit yang harus dipertanggungjawabkan adalah 40.000 dan unit yang hilang dalam proses adalah 1.000, berapa persentase unit yang hilang terhadap total unit?

a)

1%

b)

2,5%

c)

5%

d)

10%

74.

Berapa jumlah unit yang harus dipertanggungjawabkan di Departemen A pada bulan Februari 200A?

a)

44.000

b)

41.000

c)

40.000

d)

36.000

75.

Apa yang dimaksud dengan “Barang Dalam Proses - persediaan awal” pada laporan biaya produksi?

a)

Barang yang belum selesai diproses pada awal periode

b)

Barang yang sudah selesai diproses

c)

Barang yang hilang dalam proses

d)

Barang yang diterima dari departemen sebelumnya

76.

Berapakah total biaya dari departemen sebelumnya untuk Departemen B?

a)

Rp 65.360

b)

Rp 12.000

c)

Rp 131.940

d)

Rp 20.000

77.

Pada Departemen C, berapa biaya per unit untuk “Barang Dalam Proses - persediaan awal”?

a)

Rp 5,00

b)

Rp 4,00

c)

Rp 3,67

d)

Rp 1,72

78.

Jika sebuah perusahaan ingin mengetahui total biaya yang harus dipertanggungjawabkan di Departemen C, data mana yang harus digunakan dari laporan ini?

a)

Jumlah biaya yang harus dipertanggungjawabkan di Departemen C

b)

Jumlah unit yang dipertanggungjawabkan di Departemen C

c)

Barang Dalam Proses - persediaan awal di Departemen C

d)

Transfer dari departemen sebelumnya ke Departemen C

79.

Bagaimana cara menghitung biaya per unit untuk “Transfer dari dept. sebelumnya” di Departemen B?

a)

Membagi total biaya transfer dari dept. sebelumnya dengan jumlah unit yang dipertanggungjawabkan

b)

Menjumlahkan seluruh biaya tambahan departemen ini

c)

Mengalikan biaya bahan baku dengan jumlah unit

d)

Mengurangi biaya barang dalam proses dengan biaya tenaga kerja langsung

80.

Tabel laporan biaya produksi PT. ABCD bulan Februari 200A yang berisi data produksi dan biaya pada Departemen A, B, dan C.

a)

Tabel laporan biaya produksi PT. ABCD bulan Februari 200A yang berisi data produksi dan biaya pada Departemen A, B, dan C.

b)

Diagram alur proses produksi PT. ABCD.

c)

Grafik perbandingan biaya produksi antar departemen.

d)

Diagram pie chart distribusi biaya produksi.

81.

Berapa hasil perhitungan biaya per unit bahan baku di Departemen A?

a)

0,52

b)

0,62

c)

0,58

d)

0,92

82.

Apa yang dimaksud dengan "produksi ekuivalen" dalam konteks perhitungan biaya di dokumen ini?

a)

Jumlah unit yang telah selesai diproduksi

b)

Jumlah unit yang setara berdasarkan tingkat penyelesaian

c)

Jumlah biaya overhead yang dikeluarkan

d)

Jumlah tenaga kerja yang digunakan

83.

Jika perhitungan biaya per unit overhead pabrik di Departemen B adalah (800+30.018):38.000, berapakah hasilnya?

a)

0,81

b)

0,92

c)

0,54

d)

0,58

84.

Langkah yang diperlukan untuk menghitung biaya per unit tenaga kerja langsung di Departemen C adalah...

a)

Menjumlahkan seluruh biaya tenaga kerja langsung dan membaginya dengan produksi ekuivalen

b)

Mengalikan biaya tenaga kerja langsung dengan overhead pabrik

c)

Mengurangi biaya bahan baku dari total biaya produksi

d)

Membagi biaya overhead pabrik dengan jumlah unit selesai

85.

Berapakah hasil perhitungan biaya per unit bahan baku di Departemen C?

a)

0,92

b)

0,54

c)

0,81

d)

0,62