WorksheetsMenganalisis Nilai dan Keterkaitan Hikayat
Total questions: 25
Worksheet time: 13mins
Dalam konteks masyarakat abad ke-21 yang menjunjung tinggi kesetaraan dan profesionalisme, sikap Burung Bayan yang menunjukkan sikap merendahkan diri (perhambakan diri) sebagai cara untuk mendapatkan keuntungan dan kebajikan dari majikannya sudah tidak relevan. Mengapa pandangan hidup yang diwakili oleh Burung Bayan dalam kutipan hikayat tersebut perlu diinterpretasi secara kritis oleh pelajar kelas 10?
Karena pandangan tersebut mendukung praktik feodalisme yang bertentangan dengan prinsip demokrasi dan kesetaraan hak yang berlaku saat ini.
Karena sikap terlalu merendah diri dapat menghambat kemajuan karier seseorang dan tidak sesuai dengan budaya profesional yang menghargai keberanian berpendapat.
Karena sikap merendahkan diri menunjukkan tokoh yang tidak berpendidikan, sementara hikayat seharusnya menonjolkan kecerdasan tokoh utama.
Karena konsep "berkat" dan "kebajikan" dalam teks arkais sudah tidak dikenal dalam kehidupan modern, sehingga pesan moralnya menjadi kabur.
Karena Burung Bayan adalah tokoh binatang, sehingga pandangan hidup yang disampaikannya tidak dapat dijadikan teladan bagi kehidupan manusia.
Bacalah penggalan hikayat berikut!
Setelah itu, ia pun sampailah ke tepi laut. Dilihatnya air laut itu menjadi tawar. Maka diambilnya air laut itu lalu dimandikannya puterinya dengan air tawar itu. Seketika itu juga puterinya pun sembuhlah dari penyakitnya.
Unsur kemustahilan yang dominan dalam kutipan di atas adalah air laut yang tiba-tiba menjadi tawar dan memiliki kekuatan penyembuh. Dalam konteks struktur naratif hikayat, apa fungsi utama unsur kemustahilan seperti ini?
Untuk menunjukkan bahwa tokoh utama, sang puteri, memiliki latar belakang kehidupan yang tragis dan penuh penderitaan.
Sebagai simbol kekuatan alam yang selalu menolong tokoh baik, dan memberikan pesan bahwa kita harus selalu mencintai lingkungan.
Untuk menekankan keistimewaan (kesaktian) tokoh atau lingkungan cerita, yang menjadi pembeda antara dunia hikayat dengan realitas biasa.
Sebagai cara penulis untuk menutupi kelemahan alur cerita dan memudahkan penyelesaian konflik secara instan tanpa perlu pengembangan karakter yang mendalam.
Untuk memberikan hiburan kepada pembaca melalui deskripsi tempat-tempat eksotis yang tidak mungkin ada di dunia nyata.
Maka tersebutlah perkataan seorang raja di negeri Kobat Syahrial. Setelah beberapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta** (Hatta: lalu, kemudian) **beberapa lamanya, Tuan Putri Siti Kalarat mengandunglah dan beranak kembar laki-laki. Adapun yang tua dinamai Indra Bangsawan dan yang muda dinamai Indra Budi.
Kedua anak raja itu sama-sama gagah. Jikalau baginda pun mencari muslihat, ia menceritakan kepada kedua anaknya bahwa ia bermimpi bertemu dengan seorang pemuda dan berkata kepadanya: barang siapa yang dapat mencari buluh perindu
yang dipegangnya, ialah yang patut menjadi raja di dalam negeri.
Keputusan Raja di Kobat Syahrial untuk mengadakan sayembara pencarian “buluh perindu” sebagai syarat penentuan penerus takhta, meskipun memiliki dua putra kembar yang sama-sama gagah, dapat dianalisis sebagai:
Kelemahan Raja dalam mengambil keputusan karena selalu mendasarkan tindakannya pada petunjuk gaib (mimpi).
Taktik Raja untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada kedua putranya melalui kegiatan sedekah dan doa kunut.
Kearifan lokal dalam tradisi kepemimpinan Melayu Kuno yang mengutamakan hasil ujian spiritual sebagai penentu pemimpin yang sah.
Upaya Raja untuk mempertahankan stabilitas politik di kerajaan dengan menciptakan persaingan sehat (meritokrasi) di antara ahli warisnya.
Perwujudan dari unsur kemustahilan dalam hikayat yang menunjukkan bahwa masalah besar hanya dapat diselesaikan dengan cara yang tidak logis.
Perhatikan kalimat: “Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa kunut dan sedekah kepada fakir dan miskin.” Nilai yang paling dominan dan masih sangat relevan diterapkan dalam kehidupan modern, terutama sebagai solusi atas masalah kesenjangan sosial, yang terkandung dalam tindakan Raja tersebut adalah:
Nilai Agama, di mana ketaatan ritual dianggap sebagai kunci untuk mencapai tujuan material.
Nilai Moral, yang mengajarkan bahwa seorang pemimpin harus selalu jujur dan tidak boleh membuat muslihat.
Nilai Sosial, yang menekankan pentingnya keseimbangan dan kepedulian terhadap golongan masyarakat yang kurang mampu.
Nilai Pendidikan, yaitu kewajiban raja untuk mengajari rakyatnya tata cara berdoa dengan benar.
Nilai Budaya, yaitu tradisi sedekah sebagai bagian dari upacara adat kerajaan.
Mengapa pandangan “istana sentris” ini perlu dipertimbangkan secara kritis oleh pelajar yang memiliki latar belakang masyarakat yang demokratis?
Karena unsur istana sentris sering kali bertentangan dengan unsur magis dan kemustahilan dalam hikayat.
Karena fokus pada istana mengaburkan peran rakyat biasa dalam pembangunan dan pemerintahan negeri.
Karena istana sentris tidak lagi relevan dengan perkembangan teknologi dan komunikasi global.
Karena istilah ‘raja’ dan ‘putra mahkota’ sudah digantikan dengan ‘presiden’ dan ‘menteri’ di era modern.
Karena hikayat sehari-hari lebih fokus pada nilai-nilai keagamaan daripada nilai-nilai politik.
Syahbandar dipuji karena "tiada pernah timbul perselisihan" dalam pekerjaannya. Dalam perspektif etika layanan bisnis, keberhasilan Syahbandar ini harus diinterpretasikan sebagai hasil dari:
Kekuasaan mutlak yang ia miliki sehingga semua orang takut menentangnya.
Kemampuan untuk selalu memberikan keuntungan finansial besar kepada raja.
Konsistensi dalam menjaga integritas, objektivitas, dan profesionalitas dalam setiap interaksi dan pengambilan keputusan administrasi.
Seringnya mengadakan pesta dan jamuan mewah untuk menyenangkan para saudagar.
Menggunakan kekayaan kerajaan untuk menyuap para pihak yang berselisih.
Tindakan Makhdum yang "selalu mencatat... dengan cermat" dan "tiada pernah menunda urusan" adalah indikator kunci dari Layanan Prima dalam konteks modern. Hal ini menunjukkan kompetensi dalam aspek:
Membaca Huruf Jawi kuno.
Administrasi yang akuntabel dan kecepatan respons (efisiensi).
Kepemimpinan militer di laut.
Negosiasi harga komoditas.
Meramal masa depan kerajaan.
Perhatikan pernyataan berikut:
A. Kelemahan Raja dalam mengambil keputusan karena selalu mendasarkan tindakannya pada petunjuk gaib (mimpi).
B. Taktik Raja untuk memperkenalkan nilai-nilai Islam kepada kedua putranya melalui kegiatan sedekah dan doa kunut.
C. Kearifan lokal dalam tradisi kepemimpinan Melayu Kuno yang mengutamakan hasil ujian spiritual sebagai penentu pemimpin yang sah.
D. Upaya Raja untuk mempertahankan stabilitas politik di kerajaan dengan menciptakan persaingan sehat (meritokrasi) di antara ahli warisnya.
E. Perwujudan dari unsur kemustahilan dalam hikayat yang menunjukkan bahwa masalah besar hanya dapat diselesaikan dengan cara yang tidak logis.
Pernyataan di atas yang mengandung nilai religius/nilai agama adalah...
A
B
C
D
E
Dalam teks hikayat banyak ditemukan kata arkais (kuno), seperti hatta, maka, syahdan, alkisah. Penggunaan kata-kata arkais ini, dilihat dari sudut pandang pembaca abad ke-21, memberikan dampak signifikan pada pemahaman dan penghayatan teks. Dampak yang paling tepat menggambarkan tantangan literasi dari kata arkais bagi pembaca modern adalah:
Meningkatkan kosakata pembaca karena dipaksa untuk mencari makna baru.
Menciptakan jarak psikologis dan memutus koneksi emosional pembaca dengan alur cerita karena bahasa terasa asing dan formal.
Menguatkan unsur magis dan kemustahilan yang menjadi ciri khas hikayat.
Memudahkan pembaca mengidentifikasi bahwa teks tersebut adalah karya sastra lama.
Menegaskan bahwa hikayat hanya berfungsi sebagai dokumen sejarah, bukan sebagai sumber hiburan.
Dalam konteks Manajemen Perkantoran dan Layanan Bisnis (MPLB), sikap Syahbandar yang bijak, pandai berbicara, dan mampu menyelesaikan masalah perniagaan dan urusan surat menyurat dengan baik adalah kunci utama dalam menjalankan layanan publik yang prima. Keterampilan Syahbandar yang paling relevan dengan kompetensi inti yang harus dimiliki seorang staf administrasi atau layanan bisnis (MPLB) di era modern adalah:
Keahlian dalam berdagang dan mengurus kapal dagang (logistik).
Kecakapan dalam komunikasi interpersonal, negosiasi, dan administrasi korespondensi bisnis.
Kemampuan untuk menyambut tamu kerajaan dengan pakaian adat yang mewah.
Kemampuan membaca huruf Jawi
Kemampuan dalam berperang
Adaptasi yang paling tepat dari nilai istana sentris ke dalam prinsip layanan bisnis dan manajemen perkantoran (MPLB) yang efektif adalah:
Kepemimpinan partisipatif dan pengambilan keputusan bersama
Semua keputusan hanya diambil oleh satu orang tanpa melibatkan tim
Setiap pegawai bekerja tanpa arahan dan tujuan yang jelas
Fokus pada kekuasaan individu tanpa memperhatikan kebutuhan pelanggan
Semua berdasarkan titah Raja/atasan
Banyak hikayat menampilkan unsur kesaktian atau kemustahilan (misalnya, tokoh bisa terbang atau sembuh dengan air tawar). Dalam konteks pembelajaran literasi HOTS untuk jurusan MPLB, unsur magis ini dapat dimaknai secara kiasan (metaforis). Makna kiasan yang paling relevan untuk dihubungkan dengan etos kerja seorang profesional layanan bisnis adalah:
Bahwa bekerja keras tidaklah penting karena hasil selalu ditentukan oleh nasib baik (magis).
Bahwa setiap masalah administrasi dapat diselesaikan dengan jalan pintas atau cara-cara tersembunyi.
Bahwa "kesaktian" sejati seorang staf administrasi adalah kecepatan, akurasi, dan kemampuan memecahkan masalah yang melampaui ekspektasi pelanggan (excellence).
Bahwa seorang karyawan harus berani berbohong untuk menjaga citra baik perusahaan.
Bahwa seorang profesional harus memiliki benda pusaka untuk membawa keberuntungan.
Kutipan Teks: Alkisah, Makhdum di Malaka adalah seorang Syahbandar (Kepala Pelabuhan/Administrasi Perdagangan) yang terkenal sangat lurus dan tiada pernah mengambil hak saudagar walau sebesar debu. Ia selalu mencatat segala pemasukan dan pengeluaran dengan cermat, sehingga perbendaharaan raja senantiasa penuh dan tiada cacat. Semua surat dagang ditandatanganinya dengan segera, tiada pernah menunda urusan walau sehari. (Menganalisis Nilai Profesional): Karakter "sangat lurus" dan "tiada pernah mengambil hak saudagar" dari Makhdum di Malaka mencerminkan nilai etika profesional utama yang harus dimiliki oleh staf MPLB. Nilai tersebut adalah:
Anonimitas (tidak dikenal pengarangnya).
Istana Sentris (berpusat pada raja).
Integritas dan kejujuran.
Kemustahilan dan kesaktian.
Romantisisme (percintaan).
Kekuatan Makhdum dalam menjaga "perbendaharaan raja senantiasa penuh dan tiada cacat" adalah hasil dari pemikiran kritis dan terstruktur. Dalam manajemen perkantoran, keterampilan ini terkait erat dengan:
Manajemen Keuangan dan Auditing (pengawasan).
Mengarang puisi dan pantun.
Mencari jodoh untuk raja.
Membuat laporan fiksi.
Mengumpulkan benda pusaka.
Hikayat termasuk ke dalam jenis karya sastra ...
Modern
Lama
Kontemporer
Eksperimen
Realis
Dalam hikayat, tidak jarang mendengar apa yang dinamakan sayembara. Nilai yang paling menonjol dan masih sangat relevan dalam pembentukan karakter pelajar di sekolah adalah nilai Pendidikan (edukasi) yang tersirat dari sayembara ini. Nilai pendidikan tersebut adalah:
Seorang anak harus selalu menuruti setiap perintah orang tua tanpa berpikir.
Nilai sejati kepemimpinan diukur dari seberapa banyak harta yang dimiliki.
Kebijaksanaan, kegigihan, dan kemampuan mengatasi kesulitan adalah bekal utama menjadi pemimpin.
Pendidikan hanya didapatkan dari guru agama di istana.
Hanya anak kembar yang berhak menjadi penerus takhta.
Hikayat termasuk ke dalam jenis karya sastra ...
Modern
Lama
Kontemporer
Eksperimen
Realis
Ciri utama teks hikayat yang membedakannya dari cerita rakyat biasa adalah ...
Menceritakan kehidupan masyarakat modern
Mengandung unsur sejarah yang akurat
Menampilkan tokoh-tokoh nyata
Mengandung unsur keajaiban dan kesaktian tokoh
Tidak memiliki nilai moral
Jika kamu menjadi Hang Jebat, bagaimana tindakan terbaik yang dapat diambil ketika merasa raja tidak adil?
Membalas dengan pemberontakan
Mengajak rakyat melawan raja
Menasihati raja dengan cara bijak
Meninggalkan kerajaan tanpa penjelasan
Membiarkan ketidakadilan terjadi
Relevansi nilai yang terkandung dalam hikayat dengan kehidupan masa kini adalah …
Kesetiaan pada pemimpin harus selalu mutlak
Kekuasaan menjadi penentu segalanya
Kebenaran dan keadilan harus dijunjung tinggi
Keberanian hanya dimiliki orang kuat
Perbedaan pandangan harus dihindari
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah beberapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Putri Sitti Kendi pun hamil-lah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua dinamai Syah Peri, dan adiknya Indera Bangsawan. Mereka berdua digambarkan sangat gagah dan memiliki kesaktian luar biasa sejak kecil. Mereka selalu mencari cara untuk mengalahkan raksasa di hutan larangan demi menyelamatkan putri-putri kerajaan yang diculik.
Ciri utama hikayat yang paling dominan dalam kutipan di atas, dilihat dari unsur cerita dan latar belakang sosial-budaya yang melingkupinya, adalah...
Anonim, karena nama pengarangnya tidak disebutkan secara pasti.
Kemustahilan, karena terdapat peristiwa kehamilan setelah berdoa dan bersedekah.
Istana Sentris, karena menceritakan kehidupan dan permasalahan raja serta putri.
Kesaktian, karena kedua putra raja digambarkan memiliki kekuatan luar biasa sejak kecil.
Arkaik, karena menggunakan kata-kata Melayu klasik seperti hatta dan bersalin.
Tersebutlah perkataan seorang raja yang bernama Indera Bungsu dari Negeri Kobat Syahrial. Setelah beberapa lama di atas kerajaan, tiada juga beroleh putra. Maka pada suatu hari, ia pun menyuruh orang membaca doa qunut dan sedekah kepada fakir dan miskin. Hatta beberapa lamanya, Tuan Putri Sitti Kendi pun hamil-lah dan bersalin dua orang putra laki-laki. Adapun yang tua dinamai Syah Peri, dan adiknya Indera Bangsawan. Mereka berdua digambarkan sangat gagah dan memiliki kesaktian luar biasa sejak kecil. Mereka selalu mencari cara untuk mengalahkan raksasa di hutan larangan demi menyelamatkan putri-putri kerajaan yang diculik.
Nilai yang dapat diteladani dan penerapannya dalam kehidupan modern yang paling relevan dengan tindakan Raja Indera Bungsu menyuruh membaca doa qunut dan bersedekah adalah...
Nilai Moral: Mendoakan orang lain agar hidupnya lebih baik dan sejahtera.
Nilai Sosial: Menunjukkan kemurahan hati dan rasa empati kepada sesama yang membutuhkan.
Nilai Budaya: Melestarikan tradisi sedekah sebagai bagian dari upacara adat kerajaan.
Nilai Religius: Berusaha dan berdoa memohon pertolongan Tuhan setelah mengalami kesulitan.
Nilai Estetika: Menjunjung tinggi keindahan dalam setiap ritual keagamaan.
Setelah sampai di istana, Si Miskin dan istrinya pun memohon belas kasihan raja. Raja yang melihat keadaan mereka yang sangat memprihatinkan merasa iba. Raja pun memberikan sebidang tanah, beberapa ekor ternak, serta uang untuk modal hidup mereka. Dengan rezeki yang tak terduga itu, Si Miskin dan istrinya bekerja keras dengan tekun dan jujur. Tak lama, mereka berhasil membangun rumah dan hidup layak seperti orang kebanyakan. Mereka tidak lupa berbagi rezeki dengan tetangga yang dahulu mencemooh mereka.
Amanat yang terkandung dalam kutipan hikayat tersebut, yang dapat dijadikan pedoman hidup, adalah...
Kekuasaan raja dapat mengubah takdir seseorang dalam sekejap mata.
Meminta-minta belas kasihan pada penguasa adalah cara cepat untuk keluar dari kemiskinan.
Perubahan nasib buruk hanya bisa terjadi karena pertolongan dari orang yang berkedudukan tinggi.
Ketekunan dan kejujuran dalam berusaha akan mendatangkan hasil, dan jangan lupakan orang yang pernah membantu.
Balas dendam terbaik adalah dengan menunjukkan kekayaan kepada orang yang pernah menghina.
Setelah sampai di istana, Si Miskin dan istrinya pun memohon belas kasihan raja. Raja yang melihat keadaan mereka yang sangat memprihatinkan merasa iba. Raja pun memberikan sebidang tanah, beberapa ekor ternak, serta uang untuk modal hidup mereka. Dengan rezeki yang tak terduga itu, Si Miskin dan istrinya bekerja keras dengan tekun dan jujur. Tak lama, mereka berhasil membangun rumah dan hidup layak seperti orang kebanyakan. Mereka tidak lupa berbagi rezeki dengan tetangga yang dahulu mencemooh mereka.
Perubahan sikap Si Miskin setelah menjadi kaya (tetap berbagi rezeki dengan tetangga) menunjukkan adanya nilai moral yang tinggi. Relevansi nilai ini dalam konteks kehidupan bermasyarakat saat ini adalah...
Kekayaan harus digunakan untuk membalas dendam kepada orang yang pernah merendahkan kita.
Keseimbangan antara spiritual dan materi, yaitu tetap fokus pada ibadah meskipun sudah kaya.
Solidaritas sosial, yaitu tidak melupakan asal dan tetap menjaga hubungan baik dengan masyarakat sekitar meskipun status ekonomi telah meningkat.
Individualisme, yaitu setelah kaya, fokus hanya pada kesejahteraan keluarga inti saja.
Materialisme, yaitu menggunakan harta untuk menunjukkan status sosial dan kekuasaan.
Perhatikan kalimat berikut: "Maka baginda pun murka melihat kelakuan patihnya yang durhaka itu, lalu menyuruh hulubalang menangkap dan membuangnya ke pulau yang sunyi."
Kata yang paling tepat untuk menggantikan kata yang dicetak tebal dengan menggunakan kosakata yang lebih modern tanpa mengubah makna asli kalimat adalah...
marah, jahat, memerintahkan, mencari, membuang
marah besar, tidak taat, menyuruh, memenjarakan, mengasingkan
marah, tidak setia, memerintahkan, menahan, mengasingkan
geram, berkhianat, menginstruksikan, menangkap, mencampakkan
emosi, curang, menyuruh, menyeret, mengusir
