wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

CERITA PENDEK

Total questions: 40

Worksheet time: 40mins

Name
Class
Date
1.

Cerpen adalah salah satu karya sastra yang berbentuk

a)

a. bait

b)

b. baris

c)

c. dialog

d)

d. prosa

2.

Salah satu unsur Instrinsik cerpen adalah

a)

a. klimaks

b)

b. latar/setting

c)

c. sajak

d)

d. tipografi

3.

Ketika tubuhnya digerogoti penyakit dengan enteng orang miskin itu melenggang ke rumah sakit. Ia menyerahkan Kartu Tanda Miskim pada suster jaga. Karena banyak bangsal kosong, suster itu menyuruhnya menunggu di lorong.”begitulah enaknya jadi orang miskin,” batinnya,”dapat fasilitas gratis tidur di lantai.” Dan orang miskin itu dibiarkan menunggu berhari-hari.Permasalahan pada kutipan cerpen di atas adalah …

a)

a. tubuhnya digerogoti penyakit

b)

b. buruknya pelayanan rumah sakit

c)

c. susahnya menjadi orang miskin

d)

d. banyak bangsal yang kosong

4.

Penggalan cerpen berikut untuk tiga butir soal di bawah ini!

Tatkala aku masuk sekolah Mulo, demikian fasih lidahku dalam bahasa Belanda sehingga orang yang hanya mendengarkanku berbicara dan tidak melihat aku, mengira aku anak Belanda. Aku pun bertambah lama bertambah percaya pula bahwa aku anak Belanda, sungguh hari-hari ini makin ditebalkan pula oleh tingkah laku orang tuaku yang berupaya sepenuh daya menyesuaikan diri dengan langgam lenggok orang Belanda.

“Kenang-kenangan” oleh Abdul Gani A.K.Sudut pandang pengarang yang digunakan dalam penggalan tersebut adalah

a)

a. orang pertama pelaku utama

b)

b. orang ketiga pelaku sampingan

c)

c. orang ketiga pelaku utama

d)

d. orang pertama dan ketiga

5.

(1)Kompilkasi (2) Orientasi (3) Abstrak (4)Evaluasi (5)Koda (6)Resolusi

Urut-urutan struktur teks cerpen yang benar adalah

a)

a. 1,2,3,4,5,6

b)

b. 2,6,5,4,3,1

c)

c. 3,2,1,4,6,5

d)

d. 4,5,6,3,2,1

6.

Bacalah penggalan cerpen di bawah ini dengan cermat!

Dengan tergesa-gesa Ersa menaiki bus yang nyaris meninggalkan suasana yang kurang nyaman baginya. Dari kejauhan terdengan sayup suara “… penumpang bus Gemilang harap untuk segera memasuki kendaraan…”. Hati Ersa agak tenang karena dia sudah berada di dalamnya. “Mudah-mudahan sore nanti aku bisa berada di acara itu,” harapnya dalam hati.

Latar waktu dan tempat pada penggalan cerpen tersebut adalah …

a)

a. sore hari, terminal

b)

b. siang hari, perjalanan

c)

c. siang hari, terminal

d)

d. pagi hari, rumah

7.

Bacalah cerita berikut dengan seksama!

Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-kusuk dalam gelap.

Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

a. pintu masuk

b)

b. hotel bintang empat

c)

c. arah kiri

d)

d. kursi samping

8.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”

Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

Pendiam

b)

Pemalu

c)

Pembohong

d)

Penakut

9.

Nilai yang berhubungan dengan adat istiadat, kebudayaan, serta kebiasaan suatu masyarakat disebut, nilai . . .

a)

Nilai Moral

b)

Nilai Pendidikan

c)

Nilai Budaya

d)

Nilai Estetika

10.

Ciri khas pengarang dalam menyampaikan tulisannya kepada publik, baik itu dari segi pengunaan majasnya maupun diksi atau pemilihan kata yang tepat di dalam cerpen.

Pernyataan diatas, termasuk kedalam struktur instrinsik ....

a)

Alur

b)

Amanat

c)

Sudut pandang

d)

Gaya bahasa

11.

(1) “Sedekah, Pak,” ujar ibu di depanku membuyarkan kegilaanku. (2) Aku menggeleng. (3) Ibu itu kembali menoleh kepadaku, tetapi aku tetap menggeleng. (4) Aku sadar akan kekurangan dan kemiskinan yang juga menjeratku. (5) Haruskah aku menolong, padahal saat ini aku juga sedang membutuhkan pertolongan? (6) Apa salahnya aku memberikan sedikit dari yang kumiliki.

Bagian yang membuktikan rasa kebimbangan tokoh utama terdapat dalam kalimat nomor ….

a)

(1)

b)

(3)

c)

(4)

d)

(5)

12.

Tadi malam, Hidayat berpikir panjang mengenai hidupnya dan rencana hidupnya. “Tak mungkin aku terus-terusan begini, tidak menentu. Mesti ada sesuatu yang kukerjakan. Mesti ada sesuatu yang lebih produktif daripada yang kulakukan sekarang.Tapi apa? Modal tidak ada,” pikirnya. “Dalam keadaan seperti ini, yang harus kujual ialah jasaku, tenagaku, dan pikiranku.”


Amanat yang terkandung dalam kutipan novel tersebut adalah ….

a)

Setiap orang pasti memiliki rencana.

b)

Kita tidak boleh menyerah pada keadaan.

c)

Hidup itu ada kalanya tidak menentu.

d)

Setiap orang perlu menjual jasanya, pikirannya, dan tenaganya.

13.

“Setidak-tidaknya, sebagai gambaran apakah Anda bersedia seandainya nanti Dewan Komisaris menunjuk Anda sebagai wakil saya?” Taksu menunduk, “Saya sungguh tidak berani mengatakan apa-apa sebelum terjadi.”


Karakter Taksu sesuai dengan penggalan cerita tersebut adalah ….


a)

sombong

b)

rendah hati

c)

penakut

d)

jujur

14.

Bila seseorang bertanya pekerjaan apa yang saya lakukan, maka saya tak mampu menjawabnya. Wajah saya langsung menjadi merah padam dan tergagap-gagap. Saya cemburu terhadap orang yang bisa mengatakan, “Saya tukang batu.”


Watak tokoh saya dalam penggalan cerita tersebut adalah ….

a)

penakut

b)

pemalu

c)

pembohong

d)

pendiam

15.

Ketika burung-burung telah pulang ke sarangnya, ayah menerima kabar dari seseorang bahwa teman ayah tewas tertembus timah panas. Hal ini amat memalukan sebab ada sepotong suratnya yang berbunyi, “Aku sudah malu padamu, Tuhan, karena aku tidak menjalankan hidupku sebagai manusia yang wajar dan baik seperti yang Engkau firmankan.” Tatkala mentari telah mengintip bumi, ayah bermaksud ikut menggali kubur untuk membenamkan mayat temannya ke dalam bumi ini.


Latar waktu dan suasana kutipan cerpen tersebut adalah ….

a)

malam hari yang hening, menegangkan

b)

pagi dan siang hari, memalukan

c)

siang dan sore hari, mencemaskan

d)

malam dan pagi hari, mengenaskan

16.

Waktu itu, aku memang banyak mengeluarkan uang untuk hobiku mengoleksi bonsai. Sebentar-sebentar membeli pohon bonsai baru. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Marta kecewa melihat tabungan kami habis. Ia pikir aku lebih cinta pohon daripada istri.


Hal yang menonjol dari kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

alur

b)

latar

c)

perwatakan

d)

tema

17.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Pertanyaan yang berkaitan dengan nilai kehidupan dalam kutipan cerpen tersebut adalah ....

a)

Bagaimana karakter Tuan Wahyono?

b)

Siapa saja tokoh dalam cuplikan cerpen di atas?

c)

Nilai budaya manakah yang ditunjukkan oleh sikap Alwi?

d)

Tergolong ke dalam jenis alur apakah konflik yang ada pada cuplikan itu?

e)

Percayakah Anda dengan peristiwa yang diceritakan di dalam cuplikan itu?

18.

Waktu itu, aku memang banyak mengeluarkan uang untuk hobiku mengoleksi bonsai. Sebentar-sebentar membeli pohon bonsai baru. Harganya bisa mencapai ratusan ribu rupiah. Marta kecewa melihat tabungan kami habis. Ia pikir aku lebih cinta pohon daripada istri.


Hal yang menonjol dari kutipan cerita tersebut adalah ….

a)

alur

b)

latar

c)

perwatakan

d)

tema

19.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Baik Adit maupun Alwi mulai menyadari bahwa keduanya amat terkejut. Impian masing-masing telah buyar: Teko yang bisa menangis dan selamat tinggal kemelaratan!

Kedatangan Tuan Wahyono membangunkan mereka dengan kata kata yang sedemikian datar dan dingin sehingga Alwi merasa beku seketika.

Unsur instrinsik yang tampak dalam kutipan cerpen di atas adalah....

a)

tema

b)

amanat

c)

latar

d)

penokohan

e)

plot

20.

"Oo, kau marah, Pak Tua? Ah, sudah tua suka marah-marah!"

"Huss! Apakah kau anggap aku ini pak tuamu? Aku bukan kangmasmu! bentak kakek-kakek itu lagi.

"Oo, iya! Tentunya aku harus memanggilmu mbah, ya! Aku lupa, sungguh.

Tapi sebetulnya awal tadi telah aku ingatkan jika aku bersalah. Siapa wajib dingatkan. Jika tidak demikian? Coba gambarkan, betapa banyak kesalahan yang akan kuperbuat selanjutnya. Bersalah Kakek itu tertunduk. Wajahnya berubah terang. Lalu bicara dengan suara yang tak berdaya. "Betulkah bicaramu? Aku sudah tampak sangat tua?"

"Mengapa?"

"Pantas kau panggil mbah?"

"Hi-hi-hi! Pertanyaanmu itu! Kau sekarang kentara sekali merasa sedih!

Mengapa? Apakah karena umurmu yang lanjut, apa karena tidak tahu bahwa kau sudah tua?"

"Jangan bersenda gurau, Kenes, aku betul-betul bertanya!"

Konflik yang tergambar dalam kutipan cerpen tersebut adalah….

a)

kecemasan tokoh kakek akan ketuaan usianya

b)

ketidakcocokan penggunaan kata sapaan dengan realitas

c)

panggilan yang disampaikan kepada kakek dengan kata mbah dan mas

d)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

e)

kakek dan Kenes memperebutkan sapaan mbah dan mas

tokoh Kenes menentukan usia seseorang, sudah tua ataukah masih muda

21.

Bacalah cuplikan cerita berikut

"Ya, mau bayar berapa saja, Mas," ucapnya. di tikungan terakhir menuju kampungku.

"Lebih enak jalan kaki," jawabku terengah-engah. Aku merasa menang

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Nilai-nilai kehidupan yang tersirat dalam penggalan cerpen di atas adalah....

a)

kita harus memilih-milih tukang becak

b)

kita harus memahami keadaan tukang becak

c)

kita harus pandai menawar ongkos becak

d)

jangan memberi hati kepada tukang becak

e)

sebaiknya tukang becak harus tahu diri

22.

Aneh, dia seperti tak hendak menghentikan becaknya. Mungkin dia sedang menguji mentalku, atau malah menyesali perbuatannya? Peduli amat, apakah dia terus membuntuti aku atau tidak, sejauh ia masih mengayuh becak di jalan yang layak dilewatinya.

Begitu memasuki gapura kampung, tangan kiriku kutarik dari saku celana. Dua keping logam ratusan rupiah terloncat dan menggelinding masuk selokan Ah, biarin.

Aku menoleh ke tukang becak yang berhenti tepat di depan gapura kampong la turun dan berdiri di sana sambil tetap memegangi kemudi becak. Sambil berjalan aku menoleh kembali, dia tetap diam bagaikan sebuah monumen. Sesampai di rumah aku ceritakan pengalamanku pada Ibu. Lama ibuku terdiam dan menatapku dan kemudian berkata, "Rasanya kamu perlu mencoba jadi tukang becak.

Tokoh aku berwatak….....

a)

individualis

b)

angkuh

c)

mandiri

d)

percaya diri

e)

egois

23.

Aku masuk ke kantor dan bersalaman dengan seorang laki-laki yang tersenyum-senyum, bernama Pak Bleoncher. Pakaiannya lebih rapi ketimbang pakaianku. Selanjutnya, ia membuka-buka tumpukan kertas, seperti menata kere serambi.

Aku yakin Anda akan puas dengannya," katanya. "Dia telah kami pilih sesuai dengan persyaratan komputer. Tidak ada yang melebihi dari seratus sepuluh orang yang memenuhi syarat di Amerika. Kami memilah tidak berdasarkan suku, agama, etnis, ataupun latar belakang regional."

Nilai-nilai kehidupan yang terkandung pada penggalan cerita terjamahan di atas adalah….

a)

ketaatan

b)

keramah-tamahan

c)

kedisiplinan

d)

ketekunan

e)

kesetiaan

24.

Bacalah cuplikan cerita berikut!

Melihat Kardi kepayahan, lelaki di geladak itu, Salim, dengan tangkas meloncat ke arah Kardi dan mengambil alih keranjang-keranjang yang dibawanya. Setumpuk keranjang yang kokoh itu memang terasa berat karena basah. Sampai di dinding perahu tubuh Kardi sudah hampir lunglai. Salim melemparkan tumpukan keranjang itu ke geladak lalu dengan kedua tangannya yang kekar dia mengangkat tubuhnya dan meloncat ke geladak. Kardi sudah tidak kuat mengangkat tubuhnya sendiri

kembali membantunya, menarik tangan Kardi sampai berhasil naik ke geladak

Pengalaman sehari-hari yang berkaitan dengan cuplikan cerpen tersebut adalah...

a)

waktu ketika melaut bersama sahabat

b)

kehidupan di laut lepas

c)

fungsi keranjang bagi seorang nelayan

d)

suka duka menjadi seorang nelayan

e)

pershabatan dua anak manusia

25.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Sudut pandang yang digunakan dalam penggalan cerpen di atas adalah ….

a)

orang pertama sebagai tokoh utama

b)

orang pertama sebagai tokoh sampingan

c)

orang pertama dan ketiga

d)

orang ketiga serba tahu

e)

orang ketiga terbatas

26.

Pikiranku langsung terlempar dalam kenangan saat aku kelas enam SD waktu mencium bau obat yang menyengat dalam ruangan ini. Suatu hari sepulang sekolah aku langsung menuju ruang Unit Gawat Darurat sebuah rumah sakit umum karena sakit perut yang membuatku tidak bisa berjalan, hanya bisa mengerang.Semula aku masih bisa menahan rasa takut berada di sekeliling orang yang terbaring di atas kasur tipis beralaskan seprai putih, sampai tiba-tiba segerombolan perawat berpakaian putih mendorong dengan cepat sebuah kasur beroda dan dihentikannya tepat di sebelah kasurku. Di atasnya terbaring pria botak berlumur darah. Dia tidak bergerak sama sekali. Mulutnya menganga, mata terpejam menghadapku. Kata orang yang mengantar, orang di sebelahku ini kecelakaan sepeda motor. (Benjolan, karya Harry Pratama)


Jenis alur dalam kutipan cerpen di atas adalah …

a)

alur maju

b)

Alur sorot Balik

c)

Alur Ganda

d)

alur Linier

e)

Alur Ganda dan Maju

27.

Bacalah kutipan cerpen berikut untuk menjawab soal

"Saya ingin lagu gending Jawa." "Tolong Pak Sopir. Bapak ini tidak suka lagu pop Indonesia, padahal lagu itu kesukaan saya. Dia minta ditukar saja dengan gending Jawa." "Tetapi saya tidak punya kaset gending Jawa," kata sopir "Saya punya. Saya tidak pernah meninggalkan kaset gending Jawa, setiap saya bepergian. Ini kaset lagu kesukaan saya. Gending Jawa." Para penumpang mendengarkan lagu itu. Tetapi beberapa saat saja kemudian, terdengar orang berteriak: "Bolehkah lagu itu ditukar?"


Nilai budaya yang terdapat dalam penggalan cerpen di atas adalah

a)

mencintai lagu pop

b)

naik kendaraan sambil mendengarkan musik

c)

mendengarkan musik bersama-sama

d)

mencintai lagu daerah

e)

mencintai lagu-lagu

28.

Ia sendiri tersenyum basah, mengenakan toga dan memegang ijazah kelulusan. Rambutnya telah dipotong pendek. Alangkah syahdunya subuh itu datang sementara suara sember masih saja terdengar dari tape recorder yang disetel penjual roti bakar.

(Resta Gunawan, "Dini Hari di Sudut Kampus")


Nilai yang menonjol dari kutipan teks tersebut adalah ....

a)

pendidikan

b)

budaya

c)

agama

d)

sosial

29.

Bacalah cerita berikut dengan seksama!

Kita lihat, dari pintu masuk sebuah ruangan di hotel berbintang empat itu, dia membelok ke arah kiri, dia memilih kursi paling samping dari deretan kursi paling belakang. Begitu dia duduk, sejumlah lelaki dekat kursi itu serempak kaasak-kusuk dalam gelap.

Latar tempat penggalan cerpen tersebut adalah...

a)

a. pintu masuk

b)

b. hotel bintang empat

c)

c. arah kiri

d)

d. kursi samping

30.

Aji : "Maafkan salahku, Mir!"

Amir : "Tidak!"

Aji : "AKu memang salah telah mengambil dia darimu."

Amir : "Aku tidak akan pernah memaafkanmu sampai kapanpun."


Watak tokoh Amir yang tidak tepat adalah ....

a)

egois

b)

keras kepala

c)

pemaaf

d)

Pemarah

31.

"Sebenarnya sangat banyak kejadian seperti itu yang terjadi kepadaku, sangat sering. Terkadang aku bingung dengan orang-orang yang tak peduli untuk menutup aurat mereka. Sungguh, sebenarnya apa arti jilbab bagi mereka?"

(Kutipan Cerpen "Apa Arti Jilbab Bagimu" karya Lamia N S)


Nilai yang terkandung dalam cerita di atas adalah?

a)

nilai sosial

b)

nilai agama

c)

nilai budaya

d)

nilai moral

32.

Lagi dan lagi, pagi ini di usianya yang sudah 40 tahun Lisa masih tampak sibuk melakukan hal aneh bersama Roy di meja kecil ruang tamu yang disediakan khusus.  Meja beralas taplak hitam polos itu diletakkan di bagian pinggir ruang tamu agak ke sudut ruangan. Ada secawan air yang selalu diisi bunga mawar segar, lilin cukup besar yang selalu dinyalakan setiap melakukan ritual, dupa yang beraroma cukup khas dan beberapa benda lain yang kesannya cukup mistis.

Unsur intrinsik yang menonjol pada kutipan cerita pendek tercebut adalah ....

a)

latar

b)

alur

c)

sudut pandang

d)

penokohan

33.

“Hanya itu alasan Mama melarang Anisa menikah dengan Handoko?” Bibir Anisa menyinggung sinis. “Oh, alangkah piciknya pikiran Mama! Lalu apa artinya kemuliaan hati Mama selama ini yang Anisa kagumi? Padahal dulu Mama tidak pernah mempermasalahkan status Handoko yang ternyata belum mempunyai pekerjaan tetap. Demikian kakakku yang selama ini mendukungku sekarang berbalik arah. Struktur bagian komplikasi pada kutipan teks cerpen tersebut adalah ... .

a)

Anisa dilarang menikah oleh Mama dan kakaknya.

b)

Anisa dan Handoko tidak jadi menikah.

c)

Mama yang berpikiran picik terhadap Handoko.

d)

Keinginan Mama agar Anisa hidup bahagia.

34.

Pesantren itu sangat besar. Bangunannya berlantai lima dengan banyaknya jendela lusuh yang tidak mampu lagi terhitung oleh mataku yang baru saja tiba di tempat itu. Aku juga melihat banyak anak-anak yang sepertinya kurang terawat.

(M. Zuhri, "Kandang Merpati")


Unsur Pembangun yang menonjol pada kutipan tersebut adalah ....

a)

tokoh

b)

latar waktu

c)

latar tempat

d)

penokohan

35.

Aku duduk sendirian di halte depan sekolah menunggu angkot yang akan mengantarku pulang. Kini aku harus membiasakan diri karena tak ada lagi mobil mewah dan sopir pribadi.

(Utami Panca Dewi, "Luka Hati Sabrina")


Latar tempat kutipan teks cerpen tersebut adalah ....

a)

halte depan sekolah

b)

terminal

c)

depan rumah

d)

di halte dekat rumah

36.

... Sarjo mempersilakan Pak Sukardi beserta anak buahnya untuk masuk ke rumahnya melihat tanaman koleksi Sarjo sekaligus mampir untuk beristirahat. Pak Sukardi kaget melihat koleksi Sarjo. Ternyata Sarjo memiliki bonsai yang lebih banyak daripada koleksi di rumahnya.

"Mas, saya ingin membeli bonsai yang berpot besar itu!"

"Sudah Pak, ambil saja! Saya sudah sejak kecil mengumpulkan ini semua."

(Andi Dwi Handoko, "Bonsai")


Karakter tokoh Sarjo dalam kutipan teks tersebut adalah ....

a)

ramah, telaten, dermawan

b)

rajin, pemarah, teliti

c)

ceroboh, malas, kaya

d)

cermat, pelit, perhitungan

37.

Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.

Latar pada kutipan cerita pendek tersebut adalah ....

a)

di rumah

b)

di kelas

c)

di halaman

d)

di rumah sakit

38.

Pada pelajaran Bu Ratna, aku tidak dapat konsentrasi sama sekali. Oh Tuhan, aku menyesal. Mengapa aku lakukan perbuatan itu. Itu pun juga salahku karena tidak belajar sebelumnya. Aku terpaksa menyontek. Aku tidak ingin mendapatkan nilai di bawah 5.

Sudut pandang cerita pendek tersebut adalah ....

a)

Sudut pandang orang pertama pelaku utama

b)

Sudut pandang orang pertama pelaku sampingan

c)

Sudut pandang orang ketiga serba tahu

d)

Sudut pandang orang ketiga pengamat

39.

Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.

Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannyapupuk.

Sifat-sifat berikut yang tidak dimiliki oleh Baik Hati adalah ...

a)

Sabar

b)

Suka menolong

c)

Kreatif

d)

Rajin

40.

Baik Hati pun pergi ke sebidang tanah tandus itu sambal membawa bibit semangka dan kuda pincang yang menjadi bagiannya. Meski mendapat warisan yang kurang menguntungkan, Baik Hati tidak putus asa. Ia langsung menanami lahan tandus itu dengan bibit semangka.

Kuda pincang yang iya tambatkan di pohon membuang kotoran sembarangan. Akan tetapi, Baik Hati tidak marah. Ia malah mengumpulkan kotoran itu dan menjadikannyapupuk.

Pendeskripsian watak tokoh yang digunakan pengarang dalam kutipan tersebut adalah ...

a)

Melalui pembicaraan dengan tokoh lain.

b)

Melukiskan jalan pikiran tokoh.

c)

Reaksi tokoh terhadap suatu kejadian.

d)

Melukiskan keadaan sekitar pelaku.