wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

QUIZ 1 STRATEGI BELAJAR MENGAJAR

Total questions: 25

Worksheet time: 19mins

Name
Class
Date
1.

Dalam merancang pembelajaran, hubungan antar komponen harus bersifat sistemik. Artinya …

a)

Setiap komponen pembelajaran dapat berdiri sendiri tanpa bergantung pada komponen lain.

b)

Komponen pembelajaran memiliki hubungan linear satu arah dari tujuan ke evaluasi.

c)

Semua komponen pembelajaran saling berkaitan dan perubahan pada satu komponen memengaruhi komponen lainnya.

d)

Guru bebas menentukan urutan penerapan komponen sesuai kondisi kelas.

2.

Dalam hakikat pembelajaran, terjadi proses internalisasi pengetahuan, sikap, dan keterampilan melalui pengalaman belajar yang bermakna. Pernyataan berikut yang paling mencerminkan hakikat pembelajaran bermakna adalah …

a)

Guru memberikan informasi sebanyak mungkin agar siswa memiliki pengetahuan luas.

b)

Peserta didik mengaitkan informasi baru dengan struktur kognitif yang telah dimiliki sehingga terbentuk pemahaman yang mendalam.

c)

Guru menggunakan metode ceramah agar waktu pembelajaran lebih efisien.

d)

Peserta didik menerima dan mengingat informasi sesuai instruksi guru tanpa mengaitkan dengan pengalaman sebelumnya.

3.

Salah satu ciri pembelajaran efektif adalah adanya keterpaduan antara tujuan, materi, dan aktivitas belajar. Namun, bila guru menekankan pencapaian tujuan kognitif tingkat tinggi tanpa mempertimbangkan kesiapan belajar siswa, maka kemungkinan yang paling besar adalah …

a)

Terjadi pembelajaran bermakna karena siswa ditantang untuk berpikir kritis.

b)

Siswa justru kehilangan makna belajar karena kesenjangan antara kemampuan awal dan tuntutan tujuan.

c)

Guru berhasil menanamkan konsep mendalam melalui proses reflektif.

d)

Hasil belajar meningkat karena adanya tekanan kognitif yang positif.

4.

Dalam pembelajaran berbasis proyek, indikator keberhasilan seharusnya lebih menekankan pada …

a)

Ketepatan hasil akhir proyek sesuai rubrik penilaian guru.

b)

Kemampuan siswa mengelola waktu dan sumber daya dalam menyelesaikan proyek.

c)

Proses kolaborasi, kemampuan berpikir kritis, dan refleksi terhadap pengalaman belajar.

d)

Kerapian laporan hasil proyek yang dikumpulkan.

5.

Dalam proyek kelompok, guru hanya memberikan masalah terbuka dan sumber bacaan, tanpa menjelaskan cara penyelesaiannya. Beberapa siswa berhasil, beberapa gagal. Menurut teori konstruktivisme, perbedaan keberhasilan ini kemungkinan besar terjadi karena …

a)

Perbedaan motivasi intrinsik tiap siswa.

b)

Perbedaan pengalaman awal dan cara mereka membangun pengetahuan secara aktif.

c)

Tidak adanya penguatan yang cukup dari guru.

d)

Kurangnya latihan berulang untuk membentuk kebiasaan.

6.

Beberapa siswa bisa menjawab soal setelah guru menjelaskan, tapi gagal menerapkannya di konteks berbeda. Fenomena ini dijelaskan oleh …

a)

Behaviorisme tidak diterapkan cukup penguatan

b)

Siswa menghafal informasi tanpa membangun pemahaman konseptual

c)

Motivasi intrinsik siswa rendah

d)

Siswa belajar melalui observasi tapi gagal membentuk kebiasaan

7.

Teori kognitivisme muncul sebagai reaksi terhadap behaviorisme dan menekankan pentingnya proses mental dalam belajar. Dalam konteks pembelajaran bermakna, manakah pernyataan berikut yang paling tepat ...

a)

Pengetahuan dibangun melalui penguatan berulang terhadap perilaku yang benar.

b)

Pembelajaran terjadi ketika informasi baru dihafalkan secara mekanistik tanpa kaitan dengan struktur kognitif.

c)

Pembelajaran bermakna terjadi ketika informasi baru dihubungkan secara logis dan substantif dengan pengetahuan yang telah ada.

d)

Proses belajar hanya terjadi melalui pengamatan dan peniruan perilaku model sosial.

8.

Menurut konstruktivisme sosial (Vygotsky), pengetahuan tidak ditransfer secara pasif, melainkan dibangun secara aktif melalui interaksi sosial dan budaya.

Manakah pernyataan berikut yang paling akurat sesuai dengan pandangan konstruktivistik?

a)

Pengetahuan adalah hasil asosiasi antara stimulus dan respons yang diperkuat secara eksternal.

b)

Belajar merupakan proses mental individual dengan pengaruh konteks sosial

c)

Pengetahuan dikonstruksi secara aktif oleh peserta didik melalui pengalaman dan kolaborasi dengan lingkungan sosialnya.

d)

Pembelajaran efektif terjadi jika guru memberikan stimulus yang tepat dan konsisten.

9.

Menurut Skinner, belajar terjadi jika...

a)

Seseorang memahami makna pengalaman sosial.

b)

Respons diperkuat dari konsekuensi menyenangkan

c)

Individu mampu merefleksikan kesadarannya.

d)

Guru membimbing pembentukan konsep abstrak.

10.

Dalam pembelajaran berbasis proyek, siswa saling bertukar ide untuk menyusun makna bersama. Praktik ini mencerminkan...

a)

Konstruktivisme sosial Vygotsky.

b)

Behaviorisme klasik Pavlov.

c)

Kognitivisme Bruner.

d)

Behaviorisme Skinner

11.

Seorang guru mengajak siswa meneliti fenomena sosial di lingkungan sekitar, kemudian mengaitkannya dengan teori ekonomi. Praktik ini paling mencerminkan...

a)

Kontekstual

b)

Saintifik

c)

Tematik

d)

Humanistik

12.

Dalam pembelajaran CTL, guru sering salah paham dengan menganggap “mengaitkan materi dengan kehidupan nyata” cukup dilakukan lewat contoh. Kesalahan ini terjadi karena guru...

a)

Mengabaikan proses konstruksi makna melalui pengalaman langsung siswa.

b)

Terlalu fokus pada aktivitas saintifik yang berurutan.

c)

Salah menafsirkan CTL sebagai metode penilaian autentik.

d)

Menganggap konteks hanya relevan di awal pembelajaran.

13.

Dalam pembelajaran tematik, integrasi antarmata pelajaran bisa gagal mencapai tujuan kurikulum ketika...

a)

Tema yang dipilih berasal dari kehidupan siswa sehari-hari.

b)

Pembelajaran dilakukan dengan pendekatan berbasis proyek.

c)

Guru menekankan hubungan tanpa memastikan keterpaduan konsep keilmuan

d)

Penilaian menggunakan rubrik performa yang menilai beberapa kompetensi sekaligus.

14.

Pembelajaran mendalam (deep learning) sering disalahartikan sebagai “belajar lebih lama atau lebih sulit”, padahal secara epistemologis yang dimaksud adalah...

a)

Proses internalisasi informasi faktual secara berulang hingga tertanam kuat dalam memori jangka panjang.

b)

Pembelajaran dengan tingkat kesulitan tinggi yang menuntut daya tahan belajar.

c)

Pembelajaran berbasis tantangan (challenge-based learning) dengan tekanan pada hasil produk.

d)

Transformasi struktur kognitif melalui pencarian makna dan keterkaitan konsep lintas konteks.

15.

Dalam implementasi pendekatan saintifik, guru sering gagal menumbuhkan kemampuan berpikir ilmiah karena...

a)

Guru menilai hasil belajar melalui penilaian autentik berbasis proyek.

b)

Fokus pembelajaran bergeser pada hasil eksperimen yang benar, bukan proses berpikirnya.

c)

Tahap mengamati tidak memerlukan pengalaman langsung siswa di lapangan.

d)

Proses menalar direduksi menjadi aktivitas menjawab pertanyaan guru, bukan membangun hipotesis sendiri.

16.

Dalam proyek pembelajaran, guru meminta siswa membuat perahu dari bahan bekas yang bisa terapung. Semua kelompok berhasil membuat perahu yang mengapung, namun ketika ditanya mengapa perahu itu tidak tenggelam, siswa menjawab “karena kami menempel kuat.” Berdasarkan filosofi STEAM, kelemahan utama kegiatan ini adalah...

a)

Guru terlalu menekankan aspek seni dalam desain perahu dibandingkan aspek ilmiahnya.

b)

Aktivitas tidak cukup menantang karena bahan dan alat terlalu sederhana untuk siswa SD.

c)

Penilaian proyek terlalu fokus pada kerja sama kelompok, bukan kemampuan individu.

d)

Proyek menekankan hasil fisik tanpa mengaitkan prinsip ilmiah dengan proses kreatif siswa.

17.

Pembelajaran tematik kelas IV SD bertema “Energi di Sekitarku,”, Setiap kelompok diminta memprediksi alat rumah tangga mana yang paling banyak menggunakan energi listrik. Siswa membuat diagram perbandingan dengan aplikasi grafik sederhana dan mempresentasikan hasilnya di depan kelas. Berdasarkan perspektif TPACK, fokus analisis utama dari kegiatan pembelajaran tersebut terletak pada...

a)

Sejauh mana media digital mampu menggantikan kegiatan eksperimen konvensional yang memerlukan alat laboratorium.

b)

Bagaimana teknologi digunakan untuk memperluas cara berpikir siswa dalam menghubungkan konsep energi dengan pengalaman nyata mereka.

c)

Efektivitas penggunaan aplikasi dalam meningkatkan ketelitian siswa mengolah data numerik.

d)

Kesesuaian jenis teknologi dengan tingkat perkembangan kognitif konkret-operasional siswa SD.

18.

Dalam pembelajaran IPA, guru meminta siswa mengamati daun basah dan kering, lalu menanya dan menyimpulkan sebab perbedaan keduanya.
Unsur utama pendekatan saintifik yang tampak adalah...

a)

Penilaian hasil kerja siswa melalui lembar observasi.

b)

Penggunaan alat bantu konkret untuk menarik perhatian siswa.

c)

Penyampaian fakta ilmiah oleh guru setelah kegiatan selesai.

d)

Proses menalar berdasarkan data hasil pengamatan siswa sendiri.

19.

Guru SD meminta siswa meneliti mengapa bayangan benda berubah panjang pada waktu berbeda. Siswa melakukan pengamatan dan menarik kesimpulan sendiri.
Ciri utama model yang digunakan adalah...

a)

Guru memberikan informasi langsung agar siswa tidak salah konsep.

b)

Siswa menirukan langkah eksperimen sesuai contoh guru.

c)

Pembelajaran menekankan hafalan prosedur percobaan.

d)

Siswa menemukan konsep melalui eksplorasi dan penalaran mandiri.

20.

Siswa diminta mencari solusi agar taman sekolah tetap bersih meski sering kotor setelah jam istirahat. Mereka berdiskusi, mengumpulkan data, dan membuat rencana tindakan. Berdasarkan model PBL, yang menjadi fokus utama pembelajaran adalah...

a)

Penerapan langkah-langkah ilmiah agar siswa memperoleh hasil yang terukur secara objektif.

b)

Proses berpikir kritis dan investigatif siswa dalam mengidentifikasi, menganalisis, dan memecahkan masalah nyata di lingkungan mereka.

c)

Kolaborasi antar siswa dalam mengerjakan proyek kebersihan sekolah untuk menumbuhkan sikap tanggung jawab sosial.

d)

Pembiasaan siswa untuk mengikuti arahan guru dalam menyusun solusi yang paling efisien.

21.

Pak Andi ingin mengajarkan tema “air” di kelas 5 SD. Ia meminta siswa mencari informasi tentang penggunaan air di rumah, lalu membuat alat penyaring air sederhana dari bahan bekas. Setelah itu, siswa menguji alatnya dan menjelaskan hasilnya kepada kelas. Berdasarkan praktik tersebut, pendekatan yang digunakan Pak Andi paling tepat dikategorikan sebagai...

a)

Project Based Learning, karena siswa belajar melalui proses penciptaan produk nyata yang mengintegrasikan konsep sains dan keterampilan berpikir.

b)

Problem Based Learning, karena kegiatan berawal dari masalah penggunaan air di rumah yang membutuhkan solusi ilmiah.

c)

Inquiry Learning, karena siswa melakukan penyelidikan eksperimen terhadap alat penyaring air untuk menemukan prinsip kerja filtrasi.

d)

Discovery Learning, karena siswa menemukan sendiri konsep penyaringan air melalui pengalaman langsung di kelas.

22.

Bu Rika, guru kelas 4 SD, melihat selokan di sekitar sekolah sering tersumbat. Ia menanyakan kepada siswa mengapa hal itu bisa terjadi dan bagaimana cara mengatasinya. Berdasarkan kegiatan tersebut, model pembelajaran yang digunakan Bu Rika paling tepat dikategorikan sebagai...

a)

Problem Based Learning, karena siswa belajar kemampuan berpikir kritis dan pemecahan masalah.

b)

Project Based Learning, karena siswa menyusun solusi dan dapat membuat produk atau alat yang berkaitan dengan masalah yang ditemukan.

c)

Inquiry Learning, karena siswa melakukan pengamatan terhadap lingkungan untuk menarik kesimpulan ilmiah.

d)

Discovery Learning, karena siswa menemukan konsep kebersihan lingkungan melalui proses berpikir induktif.

23.

Dalam pelajaran IPA, Bu Lilis menjelaskan konsep gaya magnet sambil memperlihatkan magnet menarik penjepit kertas di depan kelas. Setelah itu, siswa mencatat hasil pengamatan. Metode pembelajaran yang paling dominan digunakan Bu Lilis adalah...

a)

Demonstrasi

b)

Ceramah

c)

Eksperimen

d)

Diskusi

24.

Dalam pembelajaran PPKn, Bu Nisa meminta siswa menyebutkan sebanyak mungkin contoh sikap toleransi di sekolah tanpa menilai benar-salah. Setelah semua ide terkumpul, siswa memilih satu contoh untuk diperagakan dalam kelompok.
Teknik pembelajaran yang paling tepat menggambarkan tahap awal kegiatan tersebut adalah...

a)

Diskusi

b)

Simulasi

c)

Role play

d)

Brainstorming

25.

Untuk mengajarkan etika antri di kantin, Bu Lia membagi siswa ke dalam kelompok dan meminta mereka memperagakan situasi antre di depan kelas.
Teknik pembelajaran yang paling tepat menggambarkan kegiatan tersebut adalah...

a)

Demonstrasi

b)

Role play

c)

Simulasi

d)

Brainstorming