wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Determinan Kesehatan

Total questions: 15

Worksheet time: 23mins

Name
Class
Date
1.

SKENARIO 1 — INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI LINGKUNGAN PADAT PERKOTAAN Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena batuk pilek selama seminggu. Anak tampak rewel dan sering demam ringan. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 3x5 meter di kawasan padat penduduk di tengah kota. Rumah berdempetan, ventilasi keseluruhan rumah kecil, dan dapur berada di dalam ruangan tanpa ventilasi. Ayah bekerja sebagai sopir angkot dan sering merokok di dalam rumah. Ibu tidak bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktunya bersama anak. Keluarga memiliki penghasilan rendah dan jarang membawa anak ke posyandu. Di wilayah tersebut, banyak anak seusianya mengalami batuk pilek berulang, terutama pada musim hujan. 1. Berdasarkan teori H.L. Blum, faktor yang paling dominan memengaruhi terjadinya infeksi saluran pernapasan akut pada anak ini adalah...

a)

A. Lingkungan rumah yang padat dan ventilasi tidak memadai

b)

B. Faktor keturunan dari orang tua

c)

C. Kurangnya motivasi keluarga untuk ke puskesmas

d)

D. Perubahan cuaca dan musim hujan

2.

Dalam model Dahlgren & Whitehead, kebiasaan ayah merokok di dalam rumah termasuk dalam lapisan...

a)

A. Faktor gaya hidup individu (individual lifestyle factors)

b)

B. Kondisi tempat tinggal dan pekerjaan (living and working conditions)

c)

C. Jaringan sosial dan komunitas (social and community networks)

d)

D. Kondisi sosial, ekonomi, budaya, dan lingkungan secara umum (general socioeconomic, cultural, and environmental conditions)

3.

SKENARIO 1 — INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI LINGKUNGAN PADAT PERKOTAAN Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena batuk pilek selama seminggu. Anak tampak rewel dan sering demam ringan. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 3x5 meter di kawasan padat penduduk di tengah kota. Rumah berdempetan, ventilasi keseluruhan rumah kecil, dan dapur berada di dalam ruangan tanpa ventilasi. Ayah bekerja sebagai sopir angkot dan sering merokok di dalam rumah. Ibu tidak bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktunya bersama anak. Keluarga memiliki penghasilan rendah dan jarang membawa anak ke posyandu. Di wilayah tersebut, banyak anak seusianya mengalami batuk pilek berulang, terutama pada musim hujan. Berdasarkan kerangka determinan sosial kesehatan dari World Health Organization, akar masalah utama yang berkontribusi pada kasus ini adalah...

a)

Kondisi sosial ekonomi keluarga yang rendah sehingga sulit memperbaiki tempat tinggal

b)

Kebiasaan anak bermain di dalam rumah

c)

Faktor genetik yang menurun dari orang tua

d)

Kurangnya fasilitas kesehatan tersier di wilayah kota

4.

SKENARIO 1 — INFEKSI SALURAN PERNAPASAN AKUT (ISPA) PADA ANAK DI LINGKUNGAN PADAT PERKOTAAN Seorang anak laki-laki berusia 3 tahun dibawa ibunya ke puskesmas karena batuk pilek selama seminggu. Anak tampak rewel dan sering demam ringan. Mereka tinggal di rumah kontrakan berukuran 3x5 meter di kawasan padat penduduk di tengah kota. Rumah berdempetan, ventilasi keseluruhan rumah kecil, dan dapur berada di dalam ruangan tanpa ventilasi. Ayah bekerja sebagai sopir angkot dan sering merokok di dalam rumah. Ibu tidak bekerja dan menghabiskan sebagian besar waktunya bersama anak. Keluarga memiliki penghasilan rendah dan jarang membawa anak ke posyandu. Di wilayah tersebut, banyak anak seusianya mengalami batuk pilek berulang, terutama pada musim hujan. Menurut teori H.L. Blum, pelayanan kesehatan pada kasus ini berperan sebagai...

a)

Faktor yang mendukung untuk mengurangi dampak lingkungan tidak sehat

b)

Faktor utama penyebab penyakit

c)

Faktor biologis yang tidak dapat diubah

d)

Faktor sosial yang netral

5.

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan buang air besar cair 6 kali per hari disertai lemas. Ibu pasien mengatakan keluarga mereka tinggal di daerah yang baru saja terkena banjir. Air sumur rumah mereka tercemar dan belum tersedia air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM). Anak sering membeli jajanan dari pedagang kaki lima di depan sekolah tanpa mencuci tangan. Sekolah tidak memiliki toilet yang layak. Ayah bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibu membantu mencuci pakaian tetangga untuk tambahan penghasilan. Di wilayah tersebut, banyak anak menderita diare setelah banjir, tetapi hanya sebagian kecil yang datang ke fasilitas kesehatan karena jarak ke puskesmas cukup jauh. Berdasarkan teori H.L. Blum, determinan utama yang berperan dalam kejadian ini adalah...

a)

Lingkungan fisik dan perilaku kebersihan keluarga

b)

Faktor genetik anak

c)

Riwayat imunisasi dasar

d)

Keterbatasan transportasi

6.

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan buang air besar cair 6 kali per hari disertai lemas. Ibu pasien mengatakan keluarga mereka tinggal di daerah yang baru saja terkena banjir. Air sumur rumah mereka tercemar dan belum tersedia air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM). Anak sering membeli jajanan dari pedagang kaki lima di depan sekolah tanpa mencuci tangan. Sekolah tidak memiliki toilet yang layak. Ayah bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibu membantu mencuci pakaian tetangga untuk tambahan penghasilan. Di wilayah tersebut, banyak anak menderita diare setelah banjir, tetapi hanya sebagian kecil yang datang ke fasilitas kesehatan karena jarak ke puskesmas cukup jauh. Berdasarkan model Dahlgren & Whitehead, kebiasaan anak jajan sembarangan dan tidak mencuci tangan termasuk dalam lapisan...

a)

A. Faktor gaya hidup individu (individual lifestyle factors)

b)

B. Jaringan sosial dan komunitas (social and community networks)

c)

C. Kondisi tempat tinggal dan pekerjaan (living and working conditions)

d)

D. Kondisi sosial ekonomi umum (general socioeconomic conditions)

7.

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan buang air besar cair 6 kali per hari disertai lemas. Ibu pasien mengatakan keluarga mereka tinggal di daerah yang baru saja terkena banjir. Air sumur rumah mereka tercemar dan belum tersedia air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM). Anak sering membeli jajanan dari pedagang kaki lima di depan sekolah tanpa mencuci tangan. Sekolah tidak memiliki toilet yang layak. Ayah bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibu membantu mencuci pakaian tetangga untuk tambahan penghasilan. Di wilayah tersebut, banyak anak menderita diare setelah banjir, tetapi hanya sebagian kecil yang datang ke fasilitas kesehatan karena jarak ke puskesmas cukup jauh. Berdasarkan kerangka determinan sosial kesehatan dari World Health Organization, faktor struktural yang mendasari tingginya kejadian diare di daerah tersebut adalah...

a)

Kondisi ekonomi keluarga dan kebijakan publik terkait air bersih yang belum memadai

b)

Cuaca ekstrem yang memicu penyebaran penyakit

c)

Kebiasaan masyarakat menggunakan air sungai

d)

Perubahan iklim akibat pemanasan global

8.

Seorang anak perempuan berusia 7 tahun datang ke puskesmas dengan keluhan buang air besar cair 6 kali per hari disertai lemas. Ibu pasien mengatakan keluarga mereka tinggal di daerah yang baru saja terkena banjir. Air sumur rumah mereka tercemar dan belum tersedia air bersih dari Perusahaan Air Minum (PAM). Anak sering membeli jajanan dari pedagang kaki lima di depan sekolah tanpa mencuci tangan. Sekolah tidak memiliki toilet yang layak. Ayah bekerja sebagai buruh harian lepas, sedangkan ibu membantu mencuci pakaian tetangga untuk tambahan penghasilan. Di wilayah tersebut, banyak anak menderita diare setelah banjir, tetapi hanya sebagian kecil yang datang ke fasilitas kesehatan karena jarak ke puskesmas cukup jauh. Dalam kerangka teori H.L. Blum, peran pelayanan kesehatan pada kasus ini digolongkan sebagai...

a)

Faktor yang membantu menurunkan angka kesakitan akibat faktor lingkungan

b)

Determinan biologis utama

c)

Faktor perilaku yang sulit dimodifikasi

d)

Penentu langsung kejadian diare

9.

Seorang siswi Sekolah Menengah Atas berusia 16 tahun datang ke Unit Kesehatan Sekolah dengan keluhan pusing dan tampak pucat. Ia sering melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat sekolah. Setiap hari, ia membeli jajanan ringan di kantin seperti gorengan dan mie instan. Ibu bekerja sebagai penjual sayur di pasar dan jarang sempat menyiapkan makanan bergizi di rumah. Ayah bekerja serabutan, dan pendapatan keluarga pas-pasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengikat oksigen) 9,8 gram per desiliter (rendah). Data sekolah menunjukkan 40% siswi di sekolah tersebut mengalami anemia ringan.

a)

Perilaku makan yang tidak seimbang dan kebiasaan melewatkan sarapan

b)

Kondisi cuaca yang panas

c)

Faktor genetik dari ibu

d)

Riwayat menstruasi pertama yang dini

10.

Seorang siswi Sekolah Menengah Atas berusia 16 tahun datang ke Unit Kesehatan Sekolah dengan keluhan pusing dan tampak pucat. Ia sering melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat sekolah. Setiap hari, ia membeli jajanan ringan di kantin seperti gorengan dan mie instan. Ibu bekerja sebagai penjual sayur di pasar dan jarang sempat menyiapkan makanan bergizi di rumah. Ayah bekerja serabutan, dan pendapatan keluarga pas-pasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengikat oksigen) 9,8 gram per desiliter (rendah). Data sekolah menunjukkan 40% siswi di sekolah tersebut mengalami anemia ringan.

a)

A. Faktor gaya hidup individu (individual lifestyle factors)

b)

B. Jaringan sosial dan komunitas (social and community networks)

c)

C. Kondisi tempat tinggal dan pekerjaan (living and working conditions)

d)

D. Kondisi sosial ekonomi umum (general socioeconomic conditions)

11.

Seorang siswi Sekolah Menengah Atas berusia 16 tahun datang ke Unit Kesehatan Sekolah dengan keluhan pusing dan tampak pucat. Ia sering melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat sekolah. Setiap hari, ia membeli jajanan ringan di kantin seperti gorengan dan mie instan. Ibu bekerja sebagai penjual sayur di pasar dan jarang sempat menyiapkan makanan bergizi di rumah. Ayah bekerja serabutan, dan pendapatan keluarga pas-pasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengikat oksigen) 9,8 gram per desiliter (rendah). Data sekolah menunjukkan 40% siswi di sekolah tersebut mengalami anemia ringan.

a)

A. Status ekonomi dan tingkat pendidikan keluarga

b)

B. Jenis kelamin

c)

C. Keterlambatan pubertas

d)

D. Lokasi sekolah yang jauh dari kota

12.

Seorang siswi Sekolah Menengah Atas berusia 16 tahun datang ke Unit Kesehatan Sekolah dengan keluhan pusing dan tampak pucat. Ia sering melewatkan sarapan karena terburu-buru berangkat sekolah. Setiap hari, ia membeli jajanan ringan di kantin seperti gorengan dan mie instan. Ibu bekerja sebagai penjual sayur di pasar dan jarang sempat menyiapkan makanan bergizi di rumah. Ayah bekerja serabutan, dan pendapatan keluarga pas-pasan. Hasil pemeriksaan menunjukkan kadar hemoglobin (bagian dari sel darah merah yang mengikat oksigen) 9,8 gram per desiliter (rendah). Data sekolah menunjukkan 40% siswi di sekolah tersebut mengalami anemia ringan. Berdasarkan teori H.L. Blum, peran hereditas pada kasus ini bersifat...

a)

Faktor pendukung, tetapi tidak utama dalam menentukan status anemia

b)

Faktor langsung yang menyebabkan kekurangan zat besi

c)

Faktor perilaku yang dapat dimodifikasi

d)

Faktor sosial ekonomi keluarga

13.

Mahasiswa ini tinggal di kos yang menyediakan makanan instan, dan aktivitas akademik yang padat membuatnya sering makan larut malam. Berdasarkan teori H.L. Blum, determinan utama yang paling berperan pada kasus ini adalah...

a)

A. Perilaku makan berlebihan dan kurang aktivitas fisik

b)

B. Pelayanan kesehatan kampus

c)

C. Faktor hereditas keluarga

d)

D. Kondisi cuaca di lingkungan kampus

14.

Dalam model Dahlgren & Whitehead, keberadaan warung cepat saji di sekitar kampus termasuk dalam lapisan...

a)

Kondisi tempat tinggal dan pekerjaan (living and working conditions)

b)

Jaringan sosial dan komunitas (social and community networks)

c)

Faktor gaya hidup individu (individual lifestyle factors)

d)

Kondisi sosial ekonomi umum (general socioeconomic environment)

15.

Berdasarkan kerangka determinan sosial kesehatan dari World Health Organization, penyebab struktural obesitas di kalangan mahasiswa perkotaan dapat dikaitkan dengan...

a)

Gaya hidup perkotaan (urban lifestyle) dan kemudahan akses terhadap makanan tidak sehat

b)

Faktor genetik populasi

c)

Iklim tropis yang lembap

d)

Pola tidur yang pendek