wayground logo

Free Printable Worksheets

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

UAS MK AGAMA ISLAM POLKESBAYA 2025-2026

Total questions: 55

Worksheet time: 2hrs 50mins

Name
Class
Date
1.

Nama Lengkap

4 lines
2.

NIM

4 lines
3.

Jurusan

a)

D3 Kesehatan Gigi

b)

D4 Terapi Gigi

4.

Kelas

a)

Reguler A

b)

Reguler B

5.

Waktu Ujian
(Pukul. Contoh: 10.00 WIB)
(Hari, tgl bulan tahun. Contoh: Selasa, 4 November 2025)

4 lines
6.
Seorang insinyur Muslim ditugaskan memimpin proyek pembangunan yang berpotensi merusak ekosistem hutan lindung. Secara profesional, proyek ini menguntungkan perusahaannya, tetapi ia sadar perannya sebagai khalifah fil ardh menuntut tanggung jawab menjaga lingkungan. Berdasarkan konsep khalifah fil ardh, manakah keputusan yang paling tepat diambil oleh insinyur tersebut?
a)
Melanjutkan proyek dengan alasan profesionalisme, sambil menyumbang untuk program reboisasi.
b)

Menolak proyek tersebut karena merusak lingkungan adalah pengkhianatan terhadap amanah kekhalifahan.

c)
Mengajukan revisi proyek yang minim dampak lingkungan, meskipun keuntungan perusahaan berkurang.
d)
Meminta fatwa dari ulama setempat sebelum membuat keputusan akhir.
e)
Menerima proyek dan menyerahkan sepenuhnya tanggung jawab moral kepada atasan.
7.
Di sebuah pabrik, para pekerja dipaksa bekerja lembur tanpa upah yang layak dan di bawah ancaman pemecatan. Pemilik pabrik berdalih bahwa ia telah memberikan lapangan kerja. Pelanggaran mendasar terhadap martabat manusia (karamah insaniyyah) dalam kasus ini terletak pada...
a)
Penggunaan upah lembur yang tidak sepadan, yang melanggar prinsip al-adl.
b)
Tidak adanya unsur ihsan dalam hubungan kerja.
c)

Merampas kebebasan dan menjadikan manusia sebagai alat produksi semata.

d)
Klaim pemilik pabrik bahwa perbuatannya adalah shadaqah jariyah.
e)
Ancaman pemecatan yang menunjukkan kurangnya rasa ukhuwah sesama Muslim.
8.
Seorang mahasiswa gagal dalam ujian dan menyalahkan takdir (qadha' dan qadar) atas kegagalannya, menganggap bahwa sekeras apapun usahanya, hasil akhirnya sudah ditentukan oleh Allah SWT. Dalam perspektif Etik-Teologis Islam, kegagalan mahasiswa tersebut seharusnya dipahami sebagai...
a)
Bukti bahwa takdir adalah absolut dan usaha manusia tidak memiliki pengaruh.
b)
Konsekuensi logis dari qadha' (ketetapan) yang tidak dapat diubah oleh qadar (ukuran).
c)

Hasil dari kehendak bebas (ikhtiyar) manusia dalam memilih untuk berusaha atau tidak, yang kemudian menjadi bagian dari qadar.

d)
Ujian yang harus diterima tanpa perlu mengevaluasi upaya yang telah dilakukan.
e)
Sanksi atas dosa-dosa masa lalu yang hanya dapat ditebus dengan taubat.
9.
Seorang ilmuwan Muslim berhasil menciptakan teknologi yang sangat canggih dan mampu mengubah peradaban, namun teknologi tersebut memiliki potensi besar untuk disalahgunakan sebagai senjata pemusnah massal. Berdasarkan dimensi tanggung jawab manusia sebagai 'abd (hamba) dan khalifah, dilema yang dihadapi ilmuwan tersebut adalah antara...
a)
Kewajiban menjalankan perintah agama (sebagai 'abd) dan kewajiban mengembangkan ilmu pengetahuan (sebagai khalifah).
b)

Tanggung jawab vertikal kepada Tuhan (sebagai 'abd) dan tanggung jawab horizontal kepada sesama manusia dan alam (sebagai khalifah).

c)
Prioritas maslahah (kemaslahatan) jangka pendek versus maslahah jangka panjang.
d)
Memilih antara prinsip sadd al-dzari'ah (pencegahan) atau jalb al-mashalih (perolehan manfaat).
e)
Ketaatan terhadap etika saintifik universal atau etika Islam yang bersifat partikular.
10.
Seorang bapak terpaksa mencuri makanan untuk memberi makan keluarganya yang sudah kelaparan berhari-hari. Ia menyadari perbuatannya salah, tetapi ia melakukannya atas dasar dharurah (keterpaksaan). Bagaimana pandangan Etik-Teologis Islam, khususnya terkait Maqashid al-Syari'ah, terhadap tindakan bapak tersebut?
a)
Martabat manusia telah jatuh karena melanggar hukum, dan ia harus dihukum seberat-beratnya.
b)
Tindakannya dimaafkan karena dharurah (darurat), namun ia tetap harus mengganti kerugian.
c)

Meskipun mencuri dilarang, tindakan ini dipandang sebagai upaya penyelamatan hifdz al-nafs (pemeliharaan jiwa) yang merupakan salah satu tujuan utama syariah.

d)
Keputusan harus dikembalikan kepada hakim, karena syariah tidak membedakan pencuri miskin dan kaya.
e)
Kasus ini menunjukkan kegagalan masyarakat dalam menerapkan prinsip takaful ijtimai (jaminan sosial) yang seharusnya mencegahnya.
11.
Pemerintah suatu negara mayoritas Muslim mengeluarkan undang-undang tentang perbankan yang masih mengandung unsur bunga (riba) dalam sistem operasionalnya. Bagaimana fungsi profetik agama berperan dalam menghadapi kebijakan hukum seperti ini?
a)
Menerima hukum tersebut sebagai produk ijtihad pemerintah yang wajib ditaati.
b)
Menuntut pembatalan undang-undang secara total dan menggantinya dengan hukum syariah murni.
c)

Melakukan kritik konstruktif, memberikan guidance (petunjuk) dan advokasi nilai-nilai keadilan Islam untuk revisi hukum.

d)
Mengajak umat untuk berdemonstrasi menentang pemerintah yang dinilai tidak islami.
e)
Membuat sistem perbankan syariah independen yang terpisah dari sistem hukum negara.
12.
Dalam sebuah diskusi, muncul perdebatan mengenai sumber otoritas tertinggi dalam pembentukan hukum. Kelompok A menyatakan otoritas terletak pada konsensus parlemen (demokrasi), sementara Kelompok B menyatakan otoritas mutlak ada pada syariat Islam. Perspektif Islam yang moderat dan komprehensif memandang bahwa ketaatan pada hukum Tuhan dalam sistem modern diwujudkan melalui...
a)
Pengangkatan khalifah yang memiliki otoritas tunggal dalam menafsirkan syariah.
b)

Integrasi nilai-nilai syariah ke dalam proses legislasi, dengan maslahah sebagai jembatan antara teks dan konteks.

c)
Penerapan penuh hukum pidana Islam (hudud) sebagai penegasan otoritas Tuhan.
d)
Pemisahan total antara urusan negara dan urusan agama (sekularisme).
e)
Mengutamakan hukum adat atau hukum positif yang berlaku selama tidak bertentangan dengan Al-Qur'an secara eksplisit.
13.
Sebuah yayasan keagamaan menemukan praktik korupsi besar-besaran di lembaga pemerintahan yang merugikan rakyat miskin. Yayasan tersebut kemudian menggunakan mimbar dakwah dan media sosial untuk mengkritik keras praktik korupsi itu. Tindakan yayasan tersebut adalah manifestasi dari fungsi profetik agama, yaitu...
a)
Fungsi legislatif (pembentuk undang-undang).
b)
Fungsi imamah (kepemimpinan politik).
c)

Fungsi amar ma’ruf nahi munkar (moral force) yang menuntut penegakan keadilan sosial.

d)
Fungsi ijtihad (penafsiran hukum) di luar jalur resmi.
e)
Fungsi tawakkal (penyerahan diri) kepada kehendak penguasa.
14.
Hukum modern sering kali fokus pada keadilan retributif (hukuman setimpal). Agama menawarkan perspektif keadilan transformatif, termasuk pengampunan dan rehabilitasi. Bagaimana ajaran Islam tentang qishash dapat menjadi contoh perpaduan antara hukum Tuhan dan sistem modern?
a)
Qishash hanya berlaku untuk kasus pembunuhan, sementara hukum perdata diatur negara.
b)
Qishash mengharuskan pembalasan yang sama, sehingga tidak relevan dengan konsep rehabilitasi.
c)

Syariah memberikan pilihan kepada korban atau ahli waris untuk memaafkan (afwu) atau menerima diyat (ganti rugi), yang dapat menjadi model keadilan restoratif.

d)
Qishash harus diterapkan secara kaku tanpa mempertimbangkan kondisi sosial pelaku.
e)
Qishash harus dihapuskan dan diganti sepenuhnya oleh sistem pemasyarakatan modern.
15.
Pemerintah merancang undang-undang perlindungan anak yang mengadopsi banyak prinsip dari konvensi internasional, termasuk hak anak atas identitas. Dalam konteks ketaatan pada Hukum Tuhan dan fungsi profetik, adopsi prinsip perlindungan anak ini dianggap sah secara syariah jika...
a)
Semua pasal telah disetujui oleh majelis ulama tertinggi.
b)

Prinsip-prinsip tersebut tidak bertentangan dengan maqashid syariah dan dianggap sebagai maslahah mursalah.

c)
Prinsip tersebut berasal dari negara-negara yang mayoritas Muslim.
d)
Prinsip tersebut hanya mengatur urusan publik dan tidak menyentuh ranah ibadah mahdhah.
e)
Undang-undang tersebut secara eksplisit mencantumkan rujukan pada ayat Al-Qur'an.
16.
Seorang kepala daerah Muslim dihadapkan pada pilihan untuk mengizinkan pembangunan pusat hiburan malam yang diyakini akan meningkatkan pendapatan daerah secara signifikan, namun berpotensi merusak moral masyarakat dan melanggar nilai agama. Keputusan kepala daerah tersebut harus didasarkan pada prinsip moral publik dalam Islam, yaitu...
a)
Mengutamakan maslahah ammah (kepentingan umum) di atas maslahah khassah (kepentingan pribadi).
b)
Mengutamakan hifdz al-mal (memelihara harta) karena uang hasil pajak akan digunakan untuk kesejahteraan rakyat.
c)

Menghindari mafsadah (kerusakan moral) meskipun dapat mengurangi potensi manfa'ah (manfaat ekonomi).

d)
Mengikuti suara mayoritas masyarakat setempat, terlepas dari nilai agamanya.
e)
Mencari solusi kompromi dengan menerapkan jam operasional terbatas.
17.
Seorang aktivis menyebarkan ujaran kebencian (hate speech) melalui media sosial terhadap kelompok agama lain dengan dalih membela keyakinan agamanya dari kritik. Tantangan moral publik yang dihadapi dalam kasus ini adalah...
a)
Konflik antara kebebasan berpendapat dan kewajiban tabayyun (klarifikasi).
b)

Penyalahgunaan ajaran agama untuk membenarkan tindakan yang melanggar prinsip rahmatan lil alamin.

c)
Kurangnya literasi digital di kalangan aktivis keagamaan.
d)
Ketidakmampuan hukum positif dalam menjangkau kasus-kasus di media sosial.
e)
Kesalahpahaman bahwa semua kritik terhadap agama lain adalah fitnah.
18.
Prinsip Maslahah Mursalah sering dijadikan landasan untuk menetapkan hukum baru. Untuk dapat dijadikan sumber moral publik, sebuah praktik yang didasarkan pada Maslahah Mursalah harus memenuhi kriteria utama, yaitu...
a)
Harus secara eksplisit disebutkan dalam hadis Nabi Muhammad SAW.
b)
Harus diterapkan oleh masyarakat Muslim di masa Khulafaur Rasyidin.
c)

Harus sejalan dengan tujuan utama syariah (maqashid al-syariah) dan tidak bertentangan dengan teks syariah yang pasti (nash qath'i).

d)
Harus diterima oleh semua mazhab fikih tanpa terkecuali.
e)
Harus didukung oleh hasil penelitian ilmiah modern.
19.
Seorang pegawai negeri Muslim menolak hadiah (gratifikasi) dari rekanan proyek, meskipun hadiah itu kecil dan diberikan sebagai "tanda terima kasih" setelah proyek selesai dengan sukses dan sesuai prosedur. Tindakan pegawai tersebut merupakan praktik moral publik yang bersumber dari ajaran Islam, khususnya implementasi nilai...
a)
Tawadhu' (rendah hati) dan zuhud (tidak tamak).
b)

Amanah (kepercayaan) dan istighna' (merasa cukup), untuk menghindari syubhat (hal yang meragukan).

c)
Tawakkal (pasrah) dan qana'ah (menerima).
d)
Ukhuwah (persaudaraan) dan silaturahmi.
e)
Ihsan (berbuat baik) dan al-adl (keadilan).
20.
Masyarakat adat yang mayoritas Muslim menjaga hutan mereka dengan ketat, berdasarkan keyakinan bahwa hutan adalah 'milik bersama' dan merupakan amanah dari Tuhan. Mereka menolak tawaran perusahaan untuk membuka perkebunan skala besar. Dari sudut pandang Agama sebagai Sumber Moral Publik, sikap masyarakat adat ini mengedepankan prinsip...
a)
Sekularisme ekologi yang memisahkan agama dari urusan alam.
b)
Antroposentrisme yang menempatkan manusia sebagai pusat kendali.
c)

Eko-teologi yang menghubungkan moralitas (tanggung jawab manusia) dengan dimensi teologis (ketundukan kepada Tuhan).

d)
Pragmatisme ekonomi yang mengutamakan kelestarian jangka panjang.
e)
Fatalisme lingkungan yang menganggap kerusakan alam sebagai takdir.
21.
Di lingkungan kampus, seorang Dosen Muslim mengucapkan selamat Hari Raya kepada rekan Dosennya yang beragama Kristen. Tindakan Dosen tersebut adalah bentuk strategi kebersamaan yang paling mendasar dalam kerukunan antarumat beragama, yaitu...
a)
Dialog teologis yang mendalam.
b)
Tasawuf (sinkretisme) dalam keyakinan.
c)

Toleransi sosial (muamalah) yang tidak menyentuh ranah akidah.

d)
Adopsi konsep Kalimatun Sawa' yang universal.
e)
Pemaksaan kehendak agar pihak lain menghormati keyakinan.
22.
Sebuah komunitas minoritas agama mengajukan izin pembangunan rumah ibadah, namun ditolak oleh warga mayoritas dengan alasan akan mengganggu ketertiban umum. Untuk menyelesaikan konflik ini sesuai dengan prinsip kerukunan dalam Islam, yang harus dipegang adalah...
a)
Prinsip sadd al-dzari'ah (pencegahan kerusakan) untuk menghindari penyebaran agama lain.
b)

Hak minoritas atas kebebasan beribadah (hifdz al-din) harus dipenuhi selama tidak mengganggu ketertiban publik, sesuai dengan Piagam Madinah.

c)
Mengharuskan komunitas minoritas beribadah di tempat tertutup agar tidak terlihat oleh publik.
d)
Mengutamakan suara mayoritas sebagai penentu keabsahan pembangunan.
e)
Membangun rumah ibadah bersama (one-roof building) untuk semua agama.
23.
Konsep Kalimatun Sawa' (persamaan kata) sering dijadikan landasan untuk dialog antarumat beragama. Inti dari konsep Kalimatun Sawa' sebagaimana termaktub dalam QS. Ali Imran [3]: 64 adalah penekanan pada...
a)
Pengakuan bahwa semua agama adalah sama-sama benar.
b)
Penyatuan semua ritual ibadah ke dalam satu bentuk.
c)

Penegasan terhadap ajaran tauhid (keesaan Tuhan) dan penolakan terhadap penyembahan selain-Nya.

d)
Kesamaan nabi dan rasul yang diyakini oleh semua umat.
e)
Kesepakatan untuk tidak membahas perbedaan teologis sama sekali.
24.
Seorang da'i menggunakan mimbar untuk merendahkan ritual agama lain dengan tujuan membuktikan kebenaran Islam. Tindakannya memicu ketegangan dan provokasi. Tindakan da'i tersebut melanggar prinsip kerukunan yang diajarkan Al-Qur'an, terutama kaidah...
a)
Lakum Dinukum Waliyadin (Bagimu agamamu, bagiku agamaku).
b)
Ukhuwah Islamiyah (Persaudaraan sesama Muslim).
c)

Mujadalah billati hiya ahsan (Berdebatlah dengan cara yang baik) dan La Ikraha fiddin (Tidak ada paksaan dalam beragama).

d)
Tawakkal 'Alallah (Bergantung kepada Allah).
e)
Takaful Ijtimai (Jaminan sosial).
25.
Di sebuah perusahaan, staf Muslim harus mengatur jadwal rapat yang bertepatan dengan perayaan hari besar agama Kristen. Staf Muslim merasa keberatan karena khawatir rekannya tidak dapat hadir. Strategi kebersamaan yang paling bijak dalam pluralitas di tempat kerja adalah...
a)
Memaksakan rapat tetap berjalan, karena urusan pekerjaan lebih penting.
b)
Menghapus rapat tersebut dan menggantinya dengan komunikasi daring.
c)

Menerapkan prinsip musyawarah (konsultasi) untuk mencari waktu alternatif yang menghormati hak beribadah semua pihak.

d)
Meminta rekan Kristen untuk memilih antara rapat atau perayaan agamanya.
e)
Menganggap toleransi adalah urusan pribadi, bukan urusan perusahaan.
26.
Seorang mahasiswa menyalin sebagian besar karya tulis temannya dan mengakuinya sebagai hasil karyanya sendiri untuk memenuhi tugas kuliah. Perbuatan ini merupakan pelanggaran etika keilmuan yang secara teologis bertentangan dengan prinsip...
a)
Tafaqquh Fiddin (pendalaman ilmu agama).
b)
Al-Tawakkal (pasrah kepada Allah).
c)

Amanah (kejujuran dan tanggung jawab) intelektual.

d)
Istiqamah (konsisten) dalam belajar.
e)
Al-Tazkiyah (pensucian jiwa).
27.
Seorang ilmuwan berhasil menemukan vaksin baru, namun ia menolak memublikasikan temuannya karena khawatir ilmunya disalahgunakan, meskipun banyak orang membutuhkan. Dalam konteks kewajiban mengamalkan ilmu (zakatul 'ilm), sikap ilmuwan tersebut bertentangan dengan...
a)

Prinsip hifdz al-nafs (pemeliharaan jiwa) yang mengharuskan ilmu untuk kemaslahatan umat.

b)
Prinsip al-qana'ah (merasa cukup).
c)
Prinsip al-zuhud (meninggalkan keduniaan).
d)
Prinsip al-mujahadah (bersungguh-sungguh).
e)
Prinsip al-muhasabah (introspeksi diri).
28.
Seorang guru agama hanya berfokus pada penyampaian dalil-dalil nash (teks agama) secara harfiah tanpa mengajak siswa untuk berpikir kritis, berdiskusi, atau menghubungkan ajaran dengan masalah kontemporer. Metode pembelajaran yang diterapkan guru tersebut mengabaikan salah satu ciri utama dari Ulul Albab dalam Al-Qur'an, yaitu...
a)
Hanya fokus pada ilmu naqli (transmisi) dan mengabaikan ilmu aqli (rasional).
b)

Mengabaikan perintah tadabbur (merenungkan) dan tafakkur (berpikir) terhadap ayat-ayat Allah.

c)
Mengutamakan sanad (rantai periwayatan) di atas matan (isi).
d)
Tidak menggunakan teknologi modern dalam proses mengajar.
e)
Tidak menekankan aspek hafalan (memorizing).
29.
Seorang ekonom Muslim menerapkan model ekonomi syariah di desanya yang fokus pada koperasi dan bagi hasil. Hasilnya, kesenjangan sosial berkurang dan kesejahteraan merata. Kasus ini menunjukkan dampak sosial ilmu yang ideal menurut Islam, yaitu...
a)
Ilmu yang hanya menghasilkan kekayaan bagi individu.
b)
Ilmu yang berhasil mengubah keyakinan non-Muslim menjadi Muslim.
c)

Ilmu yang bertujuan utama pada islah al-ummah (perbaikan umat) melalui penerapan nilai-nilai transenden ke dalam praksis sosial.

d)
Ilmu yang diakui secara internasional.
e)
Ilmu yang terlepas dari intervensi politik dan sosial.
30.
Di sebuah lembaga riset, seorang ilmuwan dituntut untuk fokus pada penelitian murni, sementara ulama dituntut untuk fokus pada fatwa hukum. Kedua pihak jarang berinteraksi. Kondisi ini dapat menghambat terwujudnya integrasi ilmu pengetahuan dan agama. Konsep yang seharusnya diterapkan untuk mengatasi fragmentasi ini adalah...
a)
Penerapan Tafaqquh Fiddin secara menyeluruh pada semua ilmuwan.
b)
Mengharuskan ulama untuk menjadi saintis dan saintis untuk menjadi ulama.
c)

Membangun epistemologi yang mengakui wahyu (agama) dan akal/empiris (sains) sebagai sumber pengetahuan yang saling melengkapi.

d)
Menetapkan Al-Qur'an dan Sunnah sebagai satu-satunya sumber ilmu pengetahuan.
e)
Menerima dualisme ilmu sebagai keniscayaan modern.
31.
Seorang peneliti di kampus memanipulasi data penelitiannya agar hasilnya sesuai dengan hipotesis awal dan menarik perhatian sponsor. Tindakan ini merupakan pelanggaran budaya akademik yang mendasar, yang dalam Islam dikenal sebagai hilangnya nilai...
a)
Tawakkal (pasrah).
b)
Ihsan (berbuat baik).
c)

Siddiq (kejujuran/kebenaran) dalam mencari dan menyampaikan ilmu.

d)
Istiqamah (konsisten).
e)
Ijtihad (usaha keras).
32.
Seorang karyawan Muslim bekerja dengan sangat keras dan mencapai target yang tinggi, namun ia melakukannya semata-mata untuk mendapatkan pujian dari atasan dan bonus yang besar. Meskipun produktif, etos kerja karyawan tersebut belum sempurna dari perspektif Islam karena...
a)

Tidak adanya unsur ihsan (melakukan yang terbaik seolah dilihat Allah) dalam niatnya.

b)
Terlalu berorientasi pada hasil duniawi daripada hasil akhirat.
c)
Mengabaikan hak-hak rekreasi diri dan keluarga.
d)
Tidak menerapkan prinsip al-adl (keadilan) kepada rekan kerja.
e)
Lebih mengutamakan kuantitas daripada kualitas pekerjaan.
33.
Di tengah jam kerja kantor, seorang staf Muslim memilih untuk berlama-lama melaksanakan ibadah sunah, sehingga tugas-tugas pekerjaannya terbengkalai. Ia berdalih, "lebih baik mencari bekal akhirat." Dalam perspektif etos kerja Islami, perilaku staf tersebut menunjukkan ketidakseimbangan yang melanggar prinsip...
a)
Ihsan dalam bekerja.
b)
Al-Tasawuf (sufisme).
c)

Keseimbangan hablum minallah (hubungan dengan Tuhan) dan hablum minannas (hubungan dengan manusia/pekerjaan).

d)
Prinsip al-qana'ah (merasa cukup).
e)
Prinsip al-zuhud (meninggalkan keduniaan).
34.
Dalam seminar kampus, seorang mahasiswa mengkritik keras teori yang diajukan oleh dosen senior. Dosen tersebut merasa tersinggung dan memberikan nilai rendah kepada mahasiswa tersebut di mata kuliahnya. Tindakan dosen tersebut merusak budaya akademik karena...
a)
Mencegah terciptanya iklim al-mujahadah (bersungguh-sungguh) dalam belajar.
b)

Tidak menghargai prinsip ijtihad (usaha penalaran) dan kebebasan berpikir yang konstruktif.

c)
Mencampuradukkan urusan pribadi dengan penilaian objektif.
d)
Melanggar etika profesional seorang dosen.
e)
Mengabaikan prinsip tawadhu' (rendah hati) sebagai seorang ilmuwan.
35.
Seorang desainer grafis Muslim selalu memastikan desain yang ia buat memiliki kualitas sempurna, melebihi ekspektasi klien, meskipun ia tidak mendapatkan bayaran tambahan. Ia melakukannya karena keyakinan bahwa pekerjaannya adalah ibadah. Etos kerja desainer tersebut paling merefleksikan prinsip...
a)
Istiqamah (konsisten).
b)
Siddiq (jujur).
c)

Itqan (bekerja profesional, cermat, dan berkualitas tinggi).

d)
Fathanah (cerdas).
e)
Tabligh (menyampaikan).
36.
Seorang pasien membutuhkan ginjal segera, dan seorang individu miskin menawarkan diri untuk menjual ginjalnya demi mendapatkan uang untuk melunasi hutangnya. Secara fikih kedokteran, tindakan penjualan organ ini...
a)
Diperbolehkan, asalkan dilakukan atas dasar ridha (kerelaan).
b)
Diperbolehkan, karena dharurah (keterpaksaan) dapat membolehkan hal yang dilarang.
c)

Diharamkan, karena tubuh manusia adalah amanah Allah dan tidak boleh diperjualbelikan.

d)
Makruh, karena dapat memicu masalah sosial.
e)
Diperbolehkan, jika uangnya disalurkan melalui lembaga zakat.
37.
Dokter melakukan transplantasi jantung dari pasien yang baru saja dinyatakan mati batang otak (brain death) dan telah mendapatkan persetujuan keluarga. Keabsahan transplantasi ini secara fikih kedokteran didasarkan pada...
a)
Prinsip al-ashlu fil asyya’ al-ibahah (asal segala sesuatu adalah boleh).
b)
Adanya kepastian bahwa roh telah meninggalkan jasad.
c)

Prinsip al-dharuratu tubihul mahdhurot (keterpaksaan membolehkan yang dilarang) demi hifdz al-nafs.

d)
Persetujuan dari pasien itu sendiri sebelum meninggal dunia.
e)
Kepastian bahwa mayat tersebut adalah seorang Muslim.
38.
Seorang pasien Muslim membutuhkan transfusi darah mendesak, tetapi hanya tersedia darah dari pendonor non-Muslim. Menurut kaidah fikih, penggunaan darah dari pendonor non-Muslim dalam kondisi darurat...
a)
Haram, karena ditakutkan membawa pengaruh akidah yang berbeda.
b)
Makruh, dan hanya boleh jika tidak ada pilihan lain.
c)

Diperbolehkan tanpa ada perbedaan, karena darah adalah materi biologis yang hukumnya sama.

d)
Wajib, karena menyelamatkan jiwa adalah prioritas utama.
e)
Diperbolehkan, tetapi harus disertai dengan niat taubat dari penerima.
39.
Seorang anak membutuhkan ginjal, dan salah satu orang tuanya bersedia mendonorkan satu ginjalnya. Para ulama fikih menyetujui hal ini, tetapi dengan syarat ketat. Syarat fikih utama yang harus dipenuhi dalam kasus transplantasi organ dari donor hidup adalah...
a)
Donor harus dalam kondisi sangat miskin dan membutuhkan uang.
b)

Organ yang didonorkan tidak menyebabkan kematian atau kerusakan fatal bagi donor. (✓

c)
Donor dan penerima harus memiliki hubungan nasab yang jelas.
d)
Organ yang didonorkan harus dibayar dengan harga yang wajar.
e)
Proses transplantasi harus dilakukan di negara Muslim.
40.
Seorang pasien membutuhkan transfusi darah, tetapi ia menolak dengan alasan bahwa transfusi dapat membatalkan puasanya. Dalam fikih kedokteran, keputusan pasien tersebut menunjukkan kesalahpahaman terhadap hierarki Maqashid al-Syari'ah, karena...
a)
Ia mengutamakan hifdz al-mal (pemeliharaan harta) di atas hifdz al-nafs (pemeliharaan jiwa).
b)

Ia mengutamakan hifdz al-din (pemeliharaan agama/ibadah) yang sifatnya furū' (cabang) di atas hifdz al-nafs yang bersifat kulliyat (inti). (✓

c)
Ia mengabaikan prinsip al-adl (keadilan) dalam pengobatan.
d)
Ia menganggap puasa sebagai ibadah mahdhah yang tidak boleh diganggu gugat.
e)
Ia tidak memahami konsep rukhshah (keringanan) dalam Islam.
41.
Pasangan suami istri yang sah tidak dapat memiliki anak. Mereka memutuskan untuk melakukan program Bayi Tabung (IVF) menggunakan sperma dari donor (bukan suaminya). Dari perspektif Bioetika Islam, program IVF dengan sperma donor...
a)
Diperbolehkan, karena tujuannya adalah memiliki keturunan (hifdz al-nasl).
b)
Diperbolehkan, asalkan donornya adalah seorang Muslim.
c)

Diharamkan, karena mengakibatkan percampuran nasab yang melanggar hukum waris dan pernikahan.

d)
Makruh, karena ada cara lain yang lebih alami.
e)
Hanya diizinkan jika kedua pasangan telah mencapai usia lanjut.
42.
Pasangan suami istri yang sah, menggunakan sel sperma suami dan sel telur istri, melakukan Bayi Tabung di klinik terpercaya. Praktik Bayi Tabung dengan prosedur ini secara umum diizinkan dalam Islam karena...
a)
Merupakan bagian dari sunnatullah dalam reproduksi.
b)

Menjaga dan memelihara keturunan (hifdz al-nasl) dalam ikatan pernikahan yang sah.

c)
Menggunakan teknologi modern.
d)
Menjadi solusi tunggal bagi pasangan mandul.
e)
Seluruh proses dilakukan oleh tenaga medis Muslim.
43.
Seorang pasien koma dengan kerusakan otak permanen dan sudah tidak ada harapan untuk pulih. Dokter menghentikan alat bantu hidup (ventilator) atas persetujuan keluarga, karena pengobatan hanya akan memperpanjang penderitaan. Tindakan penghentian alat bantu hidup (Euthanasia Pasif) ini secara umum diizinkan dalam fikih karena...
a)
Pasien dianggap sudah meninggal.
b)

Menghentikan alat bantu hidup bukan termasuk tindakan membunuh, melainkan mengizinkan proses kematian alami berjalan.

c)
Biaya pengobatan yang terlalu mahal.
d)
Perintah dari pemerintah untuk menghemat sumber daya rumah sakit.
e)
Pasien sudah dianggap sebagai mayat.
44.
Seorang pasien kanker stadium akhir mengalami rasa sakit yang luar biasa dan memohon kepada dokter untuk menyuntikkan obat dosis tinggi yang dapat mempercepat kematiannya. Dokter melakukannya atas dasar kemanusiaan. Euthanasia Aktif dalam perspektif Bioetika Islam adalah diharamkan karena...
a)

Kematian hanya milik Tuhan, dan mempercepatnya adalah tindakan membunuh nafs (jiwa) yang suci.

b)
Dokter melanggar sumpah profesionalnya.
c)
Pasien dapat disembuhkan dengan cara tradisional.
d)
Dikhawatirkan pasien akan masuk neraka karena bunuh diri.
e)
Menyalahi prinsip al-muhasabah (introspeksi diri).
45.
Seorang Muslim membuat wasiat hidup (Living Will) yang berisi permintaan agar ia tidak diresusitasi atau dipasang alat bantu hidup jika ia sakit parah dan tidak ada harapan sembuh. Keabsahan Living Will dalam Bioetika Islam tergantung pada...
a)

Wasiat tersebut diizinkan jika hanya mencakup penolakan pengobatan yang bersifat extraordinary (luar biasa) dan tidak termasuk penolakan nutrisi dasar.

b)
Wasiat tersebut sepenuhnya sah karena itu adalah hak otonomi pasien.
c)
Wasiat tersebut batal karena melanggar prinsip tawakkal kepada Allah.
d)
Wasiat tersebut harus disetujui oleh seluruh keluarga.
e)
Wasiat tersebut harus disahkan oleh majelis ulama.
46.
Seorang wanita hamil di usia kehamilan 4 bulan (sekitar 120 hari) didiagnosis bahwa janinnya mengalami kelainan fatal dan akan meninggal setelah lahir. Dokter menyarankan aborsi. Dalam pandangan ulama fikih mayoritas, aborsi pada usia 4 bulan (setelah peniupan roh) adalah...
a)
Makruh, karena janin sudah memiliki kehidupan.
b)
Diperbolehkan dengan dharurah yang sangat kuat.
c)

Haram, karena dianggap membunuh jiwa (hifdz al-nafs).

d)
Wajib, untuk mencegah penderitaan ibu dan janin.
e)
Diperbolehkan, karena kelainan janin telah dikonfirmasi.
47.
Seorang remaja menjadi korban perkosaan dan hamil. Ia mengajukan aborsi pada usia kehamilan 6 minggu. Tujuan Syariah (Maqashid al-Syari'ah) yang paling menonjol dalam pertimbangan ulama yang membolehkan aborsi pada kondisi ini (sebelum peniupan roh) adalah...
a)
Hifdz al-mal (pemeliharaan harta).
b)
Hifdz al-nasl (pemeliharaan keturunan).
c)

Hifdz al-nafs (pemeliharaan jiwa) dan hifdz al-'aql (pemeliharaan akal/kesehatan mental) sang ibu.

d)
Hifdz al-din (pemeliharaan agama).
e)
Hifdz al-karamah (pemeliharaan martabat).
48.
Pasangan suami istri mengadopsi seorang anak dan mengganti nama nasab anak tersebut dengan nama ayah angkat, agar anak tersebut merasa benar-benar menjadi bagian dari keluarga. Penggantian nama nasab anak adopsi secara hukum Islam (fikih) adalah...
a)
Diperbolehkan, asalkan ada kesepakatan dengan orang tua kandung.
b)
Wajib, untuk melindungi anak dari stigma sosial.
c)

Dilarang (Haram), karena Islam sangat menjaga kemurnian nasab (hifdz al-nasl) terutama terkait hukum waris dan pernikahan.

d)
Sunnah, sebagai bentuk kasih sayang kepada anak.
e)
Makruh, namun tetap diperbolehkan.
49.
Terdapat perbedaan antara adopsi (tabanni) dan pengangkatan anak dalam fikih Islam. Perbedaan mendasar antara adopsi yang dilarang (tabanni) dan pengangkatan anak yang dianjurkan (kafalatul yatim) terletak pada...
a)
Perawatan dan pendidikan anak.
b)
Kewajiban memberikan nafkah.
c)

Perubahan status hukum anak (nasab, waris, mahram) yang tidak terjadi pada kafalatul yatim.

d)
Tujuan untuk mendapatkan pahala.
e)
Asal-usul anak yang diadopsi.
50.
Sepasang suami istri ingin menggugurkan janin yang berusia 8 minggu karena mereka sudah memiliki banyak anak dan merasa tidak mampu lagi membiayai anak yang akan lahir. Aborsi dengan alasan kekhawatiran ekonomi semata...
a)
Diperbolehkan karena Islam tidak membebani di luar kemampuan.
b)

Diharamkan, karena alasan ekonomi tidak termasuk dharurah syar'iyyah dan melanggar prinsip tawakkal.

c)
Makruh, dan sebaiknya menunggu hingga usia 120 hari.
d)
Wajib, jika telah mendapat persetujuan dari dewan keluarga.
e)
Diperbolehkan, asalkan ibu memiliki riwayat penyakit mental.
51.
Seorang dokter Muslim melayani pasiennya dengan ramah, penuh perhatian, dan memberikan penjelasan yang mudah dipahami, meskipun pasien tersebut miskin dan tidak mampu membayar. Praktik pelayanan kesehatan dokter tersebut merefleksikan implementasi nilai Islam yang dikenal sebagai...
a)
Tawakkal (pasrah).
b)

Ihsan (berbuat baik/melakukan yang terbaik).

c)
Qana'ah (merasa cukup).
d)
Istiqamah (konsisten).
e)
Siddiq (jujur).
52.
Seorang pasien Muslim menderita penyakit kronis dan menolak pengobatan medis modern, karena ia percaya bahwa hanya doa dan pengobatan herbal (thibbun nabawi) yang diizinkan dalam agamanya. Dalam kerangka nilai Islam, penolakan pengobatan yang didasarkan pada tawakkal adalah keliru karena...
a)
Bertentangan dengan prinsip hifdz al-mal (pemeliharaan harta).
b)

Mengabaikan kewajiban tadawi (berobat) sebagai upaya ikhtiar yang diperintahkan.

c)
Lebih mengutamakan thibbun nabawi daripada pengobatan modern.
d)
Melanggar hak dokter untuk mengobati.
e)
Hanya doa yang diakui sebagai metode penyembuhan.
53.
Sebuah rumah sakit berinisiatif menyediakan tenaga pendamping spiritual atau rohaniwan untuk pasien, terutama yang sedang menghadapi penyakit kritis atau menjelang ajal. Peran agama dalam pelayanan kesehatan melalui penyediaan pendamping spiritual ini bertujuan untuk...
a)
Memastikan pasien masuk surga.
b)

Membantu pasien menerapkan konsep taslim (penyerahan diri) dan khusyu' (ketenangan jiwa) dalam menghadapi takdir.

c)
Memberikan fatwa hukum medis kepada pasien.
d)
Menggantikan peran dokter dalam memberikan diagnosis.
e)
Mengajak pasien untuk selalu beribadah.
54.
Seorang petugas kesehatan Muslim dalam menjalankan tugasnya memastikan semua pasien, baik Muslim maupun non-Muslim, mendapatkan hak yang sama tanpa diskriminasi. Tindakan ini merupakan implementasi nilai al-adl (keadilan) dalam pelayanan kesehatan, yang memiliki peran sentral dalam Maqashid al-Syari'ah karena...
a)

Semua pasien adalah makhluk ciptaan Allah yang memiliki hak hidup dan martabat (karamah insaniyyah) yang sama.

b)
Keadilan harus ditegakkan hanya kepada sesama Muslim.
c)
Agama tidak boleh dicampuradukkan dengan urusan pelayanan publik.
d)
Keadilan hanya penting dalam urusan ekonomi.
e)
Pelayanan harus mengutamakan pasien yang mampu membayar.
55.
Dalam pelayanan kesehatan modern, seringkali aspek fisik yang lebih diutamakan. Islam menekankan pendekatan holistik, termasuk aspek spiritual, mental, dan sosial. Implementasi kerangka nilai Islam yang paling tepat untuk mewujudkan pelayanan kesehatan holistik adalah...
a)
Mengutamakan pengobatan alternatif tradisional.
b)

Mengintegrasikan konsep taharah (kebersihan) dan syifa' (penyembuhan) dengan menyeimbangkan kebutuhan jasmani dan rohani pasien.

c)
Mengharuskan dokter untuk merangkap sebagai ustadz.
d)
Hanya mengobati penyakit yang disebabkan oleh dosa.
e)
Menganggap penyakit fisik sebagai ujian yang tidak perlu diobati.