wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Tes PM 4 November 2025

Total questions: 25

Worksheet time: 13mins

Name
Class
Date
1.

Seorang kepala sekolah mengadakan rapat dengan seluruh guru untuk mendiskusikan tantangan dalam penerapan kurikulum. Tindakan ini mencerminkan tahap mana dalam siklus inkuiri kolaboratif?

a)

Assess

b)

Design

c)

Implement

d)

Measure, Reflect, Change

2.

Dalam sebuah forum refleksi, guru-guru menyampaikan bahwa strategi pembelajaran yang telah dilakukan tidak sesuai dengan kebutuhan murid. Apa langkah kepala sekolah dalam menanggapi hal ini?

a)

Meminta guru tetap mengikuti rencana awal.

b)

Menyusun ulang strategi bersama berdasarkan refleksi.

c)

Mengganti guru yang dianggap tidak kompeten.

d)

Menunda semua program sampai tahun ajaran berikutnya.

3.

Sekelompok guru menyusun rencana pelajaran dengan mendiskusikan ide, berbagi pengalaman, dan menyepakati peran masing-masing. Aktivitas ini terjadi pada tahap...

a)

Assess

b)

Design

c)

Implement

d)

Measure, Reflect, Change

4.

Seorang kepala sekolah ingin mengetahui efektivitas kolaborasi guru dalam menyusun solusi pembelajaran. Ia menyebarkan kuesioner kepada guru dan siswa. Tindakan ini mencerminkan prinsip...

a)

Desentralisasi kewenangan

b)

Inkuiri berbasis data

c)

Kolaborasi personal

d)

Evaluasi kualitatif

5.

Seorang kepala sekolah menciptakan lingkungan kerja yang terbuka, mengajak guru berdiskusi dalam pengambilan keputusan, dan mendorong inisiatif dari semua pihak. Ini mencerminkan peran kepala sekolah sebagai...

a)

Pemegang otoritas tertinggi

b)

Pengelola administratif

c)

Pemimpin pembelajaran

d)

Penilai kinerja

6.

Apa yang dimaksud dengan pembelajaran mendalam?

a)

Pembelajaran yang fokus pada pengembangan keterampilan

b)

Pembelajaran yang fokus pada pengembangan pemikiran kritis dan kreatif

c)

Pembelajaran yang fokus pada pengetahuan teoritis

d)

Pembelajaran yang fokus pada pengetahuan praktis

7.

Apa yang merupakan contoh dari praktik pedagogis dalam pembelajaran mendalam?

a)

Menggunakan metode diskusi

b)

Menggunakan metode proyek

c)

Menggunakan metode penugasan

d)

Menggunakan metode ceramah

8.

Bagaimana guru dapat menerapkan praktik pedagogis dalam pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kemampuan berpikir kreatif siswa?

a)

Menggunakan metode ceramah dan penugasan

b)

Mendorong siswa untuk berpikir di luar kotak

c)

Memberikan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari

d)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan interaksi siswa

9.

Bagaimana guru dapat menerapkan praktik pedagogis dalam pembelajaran mendalam untuk meningkatkan kemampuan berpikir reflektif siswa?

a)

Menggunakan metode ceramah dan penugasan

b)

Mendorong siswa untuk merefleksikan pengalaman belajar mereka

c)

Memberikan contoh-contoh yang relevan dengan kehidupan sehari-hari

d)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan interaksi siswa

10.

Bu Irma sebagai guru di SMP Bahari menyadari bahwa beberapa kelompok peserta didik di kelasnya mengalami kesulitan dalam mengerjakan penugasan proyek. Strategi apa yang seharusnya diterapkan oleh Bu Irma untuk memfasilitasi kerja kelompok agar lebih baik?

a)

Mengatur ulang metode dari kelompok menjadi individu

b)

Mengatur kelompok berdasarkan kekuatan dan kelemahan anggota

c)

Memantau kelompok tanpa campur tangan.

d)

Memberi mereka kuis untuk menilai pemahaman tentang kolaborasi.

11.

Apa yang merupakan peran kepala sekolah dalam kemitraan pembelajaran mendalam?

a)

Mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran

b)

Membangun kemitraan dengan guru, siswa, dan masyarakat untuk meningkatkan kualitas pembelajaran

c)

Mengawasi dan mengontrol guru dan siswa dalam proses pembelajaran

d)

Mengelola keuangan sekolah tanpa melibatkan guru dan siswa

12.

Apa yang merupakan tantangan yang dihadapi oleh kepala sekolah dalam mengembangkan kemitraan pembelajaran mendalam di sekolah?

a)

Kurangnya sumber daya dan fasilitas

b)

Kurangnya komunikasi dan kolaborasi antara guru, siswa, dan masyarakat

c)

Kurangnya kemampuan kepala sekolah dalam memimpin dan mengelola sekolah

d)

Kurangnya kepercayaan masyarakat terhadap sekolah

13.

Bagaimana kepala sekolah dapat mendorong kemitraan pembelajaran mendalam di sekolah?

a)

Mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran yang baru

b)

Memfasilitasi pertemuan dan diskusi antara guru, siswa, dan masyarakat

c)

Mengawasi dan mengontrol guru dan siswa dalam proses pembelajaran

d)

Mengelola keuangan sekolah tanpa melibatkan guru dan siswa

14.

Bagaimana cara efektif untuk mengimplementasikan kemitraan dalam pembelajaran mendalam?

a)

Mengadakan pertemuan rutin dengan guru, siswa, dan masyarakat untuk membahas rencana pembelajaran.

b)

Mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran yang baru tanpa melibatkan guru, siswa, dan masyarakat.

c)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara guru, siswa, dan masyarakat.

d)

Mengadakan pelatihan dan workshop untuk guru dan siswa tentang kemitraan dan pembelajaran mendalam.

15.

Berdasarkan hasil analisis yang dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Subang  diketahui bahwa kemitraan dalam pembelajaran mendalam dengan melibatkan guru, siswa, orang tua dan Masyarakat masih rendah. Namun, beliau masih belum memiliki rencana yang jelas untuk melaksanakan kemitraan tersebut. Berikut adalah beberapa opsi rencana yang dapat dipertimbangkan:

Apa yang harus dilakukan oleh Kepala Sekolah SMK Negeri 2 Subang untuk melaksanakan kemitraan dalam pembelajaran mendalam?

a)

Mengadakan pertemuan dengan siswa, guru, orang tua dan masyarakat untuk membahas rencana kemitraan terkait dengan bantuan dana dari orang tua dan Masyarakat kepada sekolah.

b)

Mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran yang baru dengan melibatkan guru, orang tua dan Masyarakat yang peduli pendidikan

c)

Menggunakan teknologi untuk meningkatkan komunikasi dan kolaborasi antara guru, siswa, dan masyarakat, namun tidak mengadakan pertemuan untuk membahas rencana kemitraan.

d)

Mengadakan pertemuan dengan guru, siswa, orang tua dan masyarakat untuk membahas rencana kemitraan dan mengembangkan kurikulum dan silabus pembelajaran yang baru.

16.

Sebagai pemimpin pembelajaran, Pak Budi mengamati bahwa sebagian siswa di sekolahnya, tidak berani bertanya selama pelajaran. Guru-guru lain juga melaporkan hal yang sama. Apa yang seharusnya yang dilakukan Pak Budi untuk mendorong keterampilan bertanya siswa?

a)

Memastikan guru mengadakan sesi tanya jawab di akhir pelajaran dan memberikan penghargaan bagi siswa yang bertanya.

b)

Mendorong guru untuk memberi kesempatan siswa yang aktif untuk selalu bertanya agar menjadi contoh untuk temannya.

c)

Mengatur kurikulum dan mengurangi jumlah materi yang diajarkan agar siswa tidak merasa terbebani.

d)

Meminta guru menyediakan waktu khusus untuk diskusi kelompok di mana siswa dapat bertanya satu sama lain.

17.

Contoh penerapan falsafah Minang Alam Takambang Jadi Guru adalah ….

a)

kepala sekolah mengoptimalkan kebun sekolah, taman, dan halaman untuk pembelajaran

b)

kepala sekolah menyiapkan kelas-kelas dan seluruh fasilitasnya untuk pembelajaran

c)

kepala sekolah melakukan perekrutan guru yang sesuai dengan kebutuhan sekolah

d)

kepala sekolah memfasilitasi penugasan siswa untuk melakukan ujicoba saat pembelajaran di kelas

18.

Ada 3 guru senior di SMP Jaya Wijaya. 3 orang tersebut merasa nyaman dan cocok menggunakan metode ekspositori selama mengajar. Metode itu memberikan mereka keleluasaan untuk menjelaskan materi secara mendalam kepada siswa. Jika Anda sebagai kepala sekolah, padukan metode pembelajaran ekspositori  dengan metode lain agar pembelajaran lebih mendalam.

a)

Memadukan ekspositori dan pembelajaran berbasis proyek.

b)

Memadukan ekspositori dan pembuatan rangkuman materi.

c)

Memadukan ekspositori dan tes tertulis di setiap materi.

d)

Memadukan ekspositori dan penilaian antar teman.

19.

Tata ruang kelas sangat mempengaruhi terlaksananya pembelajaran mendalam. Berikut ini adalah pengelolaan kelas yang tidak mendorong terciptanya pembelajaran mendalam.

Group of answer choices

a)

Bentuk ruang kelas klasikal dari depan ke belakang secara rapi, sehingga guru menjadi fokus utama.

b)

Pengaturan meja dan kursi dengan bentuk U-shape, sehingga guru dan siswa lebih mudah berkomunikasi.

c)

Penerapan mix class dengan menggabungkan 2 kelas di sebuah ruangan untuk saling berkolaborasi dalam proyek.

d)

Pemanfaatan kelas hybrid untuk meningkatkan kolaborasi antara sekolah dan instansi lain.

20.

Salah satu poin penting dalam pembelajaran mendalam adalah mendorong keterampilan bertanya siswa. Sebagai kepala sekolah, rancanglah pendekatan paling efektif untuk menciptakan lingkungan belajar yang mendukung pertanyaan kritis.

a)

Menggalakkan teknik Socratic questioning untuk mendorong siswa menggali lebih dalam dan mempertanyakan asumsi mereka.

b)

Mengadakan sesi tanya jawab di akhir pelajaran tentang Pelajaran yang akan datang.

c)

Mengurangi jumlah pertanyaan yang diajukan selama pelajaran untuk menjaga fokus.

d)

Menggunakan teknik bertanya interogatif untuk memberikan pertanyaan lebih mendalam

21.

Sebagai kepala sekolah, Anda ingin memastikan bahwa perangkat digital yang digunakan di kelas dapat membantu mempercepat pembelajaran siswa. Identifikasilah langkah terbaik yang dapat diambil untuk mencapai tujuan ini?

a)

Mengadakan pelatihan untuk guru tentang pemanfaatan aplikasi digital agar tujuan pembelajaran tercapai lebih efektif.

b)

Menggunakan perangkat digital untuk tugas rumah agar kegiatan siswa terpantau meski di luar sekolah.

c)

Mengalokasikan anggaran BOS untuk pembelian alat-alat digital agar guru mahir menggunakannya di kelas.

d)

Melakukan sosialisasi kepada stakeholder sekolah tentang pemanfaatan TIK dalam pembelajaran.

22.

Dalam konteks pembelajaran mendalam, jelaskan bagaimana Anda, sebagai pemimpin pembelajaran, mendorong siswa untuk beralih dari hanya menerima pengetahuan ke mengaplikasikan pengetahuan?

a)

Dengan memberi tugas kelompok yang konstektual dengan kehidupan sehari-hari siswa.

b)

Dengan menugaskan siswa menguasai semua konten materi utama dan pendukung.

c)

Dengan menambah jumlah latihan-latihan soal yang merangsang pengetahuan siswa.

d)

Dengan menugaskan siswa berdiskusi tentang materi lalu mempresentasikannya.

23.

Mengingat keterbatasan alokasi dana yang ada, sebagai kepala sekolah, Anda harus mengatur prioritas dan memutuskan  pemilihan alat digital yang efektif mencapai pembelajaran. Apa kriteria paling penting yang harus Anda pertimbangkan dalam proses pengambilan keputusan ini? 

a)

Memilih alat sesuai tujuan pembelajaran, mudah digunakan oleh siswa, dan dapat meningkatkan kolaborasi serta interaksi.

b)

Memilih alat berdasarkan popularitas dan kebaruannya di kalangan sekolah dalam satu gugus.

c)

Memilih alat berdasarkan harga untuk menunjukkan komitmen terhadap teknologi.

d)

Memilih alat sesuai suara terbanyak komite sekolah yang hadir di pertemuan rutin awal tahun.

24.

Siswa di SMA Teladan mulai dilibatkan untuk memberi inisiatif dalam penggunaan alat digital. Di awal tahun ajaran, perwakilan siswa masuk dalam daftar undangan kegiatan FGD bersama stake holder lain. Proyeksikan dampak positif dari pendekatan ini. 

a)

Siswa menjadi lebih termotivasi untuk berpartisipasi aktif karena media yang ada sangat sesuai kebutuhan mereka.

b)

Siswa menjadi lebih fokus mengutamakan penguasaan konten pembelajaran karena ada banyak referensi.

c)

Siswa menjadi tidak bosan dalam belajar karena ada banyak variasi permainan yang dapat digunakan.

d)

Siswa menjadi penghubung antara sekolah dan vendor alat digital yang terpercaya di daerah tersebut.

25.

Pada akhir tahun pelajaran, kepala sekolah menadakan mengevaluasi terhadap efektivitas penggunaan TIK dalam pembelajaran. Apa pendekatan terbaik yang bisa Anda ambil untuk memastikan bahwa alat digital yang digunakan benar-benar memperdalam proses pembelajaran siswa? 

a)

Mengadakan sesi diskusi dengan guru, siswa, dan orang tua untuk menjaring umpan balik penggunaan TIK.

b)

Melakukan survei kepada siswa tentang perangkat yang digunakan apakah sudah menggunakan versi terbaru atau belum.

c)

Mengadakan ujian tulis terstandar untuk menilai efektivitas penggunaan TIK dalam pembelajaran.

d)

Memfokuskan pendapat dan umpan balik dari guru yang lebih menguasai kondisi pembelajaran di kelas.