wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

Quiz tentang Konsep Ihsan dan Iman

Total questions: 75

Worksheet time: 38mins

Name
Class
Date
1.

Dalam suatu riwayat hadis, ihsan digambarkan sebagai mencapai kesadaran bahwa Allah swt senantiasa mengawasi, yang berdampak pada peningkatan kualitas ibadah. Secara psikologis dan spiritual, kesadaran ini menghasilkan muraqabah dan musyahadah. Pernyataan berikut yang paling akurat menjelaskan hubungan kausal antara kedua dimensi tersebut dalam konteks ihsan adalah ....

a)

Musyahadah adalah prasyarat spiritual yang harus dicapai sebelum seorang mukmin dapat merasakan muraqabah yang sejati

b)

Muraqabah merupakan tingkat kesadaran tertinggi yang dicapai, melampaui musyahadah yang dianggap masih terkait pada pengalaman indrawi

c)

Ihsan menciptakan muraqabah, di mana puncaknya -atas izin Allah- dapat mencapai derajat musyahadah

d)

Keduanya adalah dua nama yang berbeda untuk satu keadaan spiritual yang sama, yaitu hadirnya keikhlasan dalam beramal

e)

Musyahadah hanya mungkin bagi para nabi dan rasul, sementara umat biasa hanya diwajibkan mencapai tingkat muraqabah

2.

Seorang Muslim mengalami kegagalan besar dalam hidupnya dan mulai kehilangan kepercayaan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Berikut cara menganalisis sikap yang sesuai dengan konsep ihsan dalam menghadapi ujian hidup adalah ....

a)

Meragukan ketetapan Allah adalah bagian dari proses berpikir kritis yang alamiah.

b)

Ihsan hanya berkaitan dengan ibadah dan tidak relevan dengan persoalan musibah terhadap takdir.

c)

Jika seseorang mengalami ujian berat, maka ia tidak bisa menerapkan konsep ihsan.

d)

Ihsan mengajarkan bahwa seorang Muslim harus tetap berprasangka baik kepada Allah dalam segala keadaan.

e)

Ia boleh meragukan rencana Allah karena manusia tidak selalu mampu memahami hikmah di balik musibah.

3.

Iman kepada hari akhir mencakup konsep kebangkitan jasmani dan pertanggungjawaban universal. Secara epistemologis, keimanan ini mengatasi masalah fundamental filsafat etika, yaitu ....

a)

Paradoks antara kebebasan memilih manusia dan keterbatasan hidup di dunia yang fana.

b)

Kekurangan bukti empiris tentang keadilan mutlak di dunia, yang menuntut adanya mekanisme pembalasan yang sempurna.

c)

Keterbatasan akal manusia dalam memahami sifat Allah yang Maha Kuasa.

d)

Konflik abadi antara hukum positif dan hukum alam (sunnatullah).

e)

Masalah ru’yatullah (melihat Allah) di akhirat, yang merupakan tujuan tertinggi dari keimanan.

4.

Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ adalah ....

a)

Allazīna humu fi ṣalāwatihim khāsyi’ūn

b)

Allazīna hum fi ṣalātihim khāsyi’ūn

c)

Allazīna humu fi ṣalātihim khāsyi’ūn

d)

Allazīna hum fi ṣalāthihim khāsyi’ūn

e)

Allazīna humu fi ṣalātihum khāsyi’ūn

5.

Seorang muslim sedang berpuasa, kemudian ia melakukan vaksinasi COVID-19 di siang hari. Sikap yang seharusnya diambil oleh seorang muslim dalam menyikapi persoalan tersebut adalah ....

a)

Puasanya batal, karena segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut maupun selain mulut membatalkan puasa

b)

Puasanya batal secara mutlak, karena ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh

c)

Puasanya tidak batal, karena vaksinasi COVID-19 tidak termasuk makanan maupun minuman

d)

Puasanya tidak batal, karena niat ibadah lebih kuat daripada tindakan medis

6.

Seorang pemilik pabrik selalu memastikan limbah pabriknya diolah hingga benar-benar bersih, melebihi standar minimum pemerintah, dengan alasan “jika saya tidak ingin menerima limbah kotoran dari orang lain, saya tidak boleh mengirimkan limbah kotoran kepada masyarakat lain”. Tindakan ini, ketika dihubungkan dengan prinsip universal ihsan, menunjukkan bahwa ....

a)

Tindakan tersebut mencerminkan ihsan tingkat tertinggi karena mengedepankan manfaat publik meskipun harus mengorbankan keuntungan finansial ekstra

b)

Ihsan hanya relevan dalam hubungan vertikal (manusia dengan Tuhan) dan tidak bisa dijadikan dalil utama dalam etika bisnis dan lingkungan

c)

Keputusan tersebut adalah hasil dari tekanan regulasi pemerintah dan bukan motivasi spiritual murni ihsan

d)

Penerapan ihsan dalam konteks ini adalah derivasi (turunan) dari konsep adil dan bukan ihsan itu sendiri

e)

Ihsan mendikte tindakan maksimal bukan hanya minimal, menjadikannya etika proaktif yang melampaui kewajiban hukum

7.

Seorang muslim mengaku beribadah kepada Allah secara rutin, tetapi ia melakukannya hanya sebagai kebiasaan dan tanpa merasakan keterikatan hati kepada-Nya. Berikut cara menganalisis kondisi ini berdasarkan konsep ihsan dalam Islam adalah ....

a)

Konsep ihsan mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan seolah-olah melihat Allah atau merasa dilihat oleh-Nya.

b)

Kualitas ibadah tidak terlalu penting selama ia masih menjalankan kewajibannya.

c)

Ibadahnya hanya sah jika disertai dengan perasaan cinta dan ketakwaan kepada Allah.

d)

Ibadahnya tetap diterima karena ia telah memenuhi kewajiban formal dalam agama.

e)

Ihsan hanya berlaku dalam interaksi sosial, bukan dalam hubungan dengan Allah.

8.

Ayat yang digaris bawahi berikut “وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ” mengandung hukum bacaan...

a)

Ikhfa syafawi

b)

Izhar syafawi

c)

Izhar halqi

d)

Mad lazim mutsaqqal kilmi

e)

Idgham mitslain

9.

Keimanan kepada takdir (qadha dan qadar) mengajarkan manusia untuk menerima segala ketetapan Allah dengan lapang dada. Namun, ada perbedaan antara takdir muallaq dan takdir mubram. Pernyataan berikut yang paling tepat dalam menjelaskan kedua jenis takdir tersebut adalah ....

a)

Takdir muallaq adalah takdir yang masih bisa berubah dengan usaha dan doa, sedangkan takdir mubram adalah takdir yang sudah pasti dan tidak bisa diubah.

b)

Takdir muallaq adalah takdir yang sudah pasti dan tidak bisa diubah, sedangkan takdir mubram adalah takdir yang masih bisa berubah.

c)

Takdir muallaq dan takdir mubram sama-sama tidak bisa diubah oleh manusia.

d)

Takdir muallaq hanya berlaku untuk urusan dunia, sedangkan takdir mubram untuk urusan akhirat.

e)

Takdir muallaq dan takdir mubram hanya berlaku pada masa para nabi.

10.

Apa perbedaan antara takdir muallaq dan takdir mubram menurut ajaran Islam?

a)

Takdir muallaq adalah ketetapan yang masih bisa diubah dengan usaha dan doa, sedangkan takdir mubram adalah ketetapan Allah yang pasti terjadi dan tidak bisa diubah.

b)

Takdir muallaq adalah ketetapan yang pasti terjadi, sedangkan takdir mubram dapat berubah sesuai usaha manusia.

c)

Takdir muallaq hanya berlaku bagi orang beriman, sedangkan takdir mubram berlaku bagi semua manusia.

d)

Takdir muallaq dan mubram tidak memiliki perbedaan, keduanya sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah.

11.

Bagaimana cara menganalisis kondisi seorang muslim yang rutin salat lima waktu namun tidak memahami makna bacaannya dan pikirannya sering melayang?

a)

Salatnya batal karena tidak memahami bacaan yang ia ucapkan.

b)

Islam lebih mementingkan kuantitas salat dibanding kualitasnya.

c)

Meskipun sah secara fiqih, kualitas salatnya kurang sempurna karena tidak menghadirkan khusyuk.

d)

Salatnya tetap sah karena sudah memenuhi rukun dan syarat sah salat.

12.

Manakah di antara berikut ini yang mengandung hukum bacaan idgham bighunnah?

a)

فِي قُلُوبِهِمْ

b)

عِبَادَكُمْ زُرْقًا

c)

قَدْ أَفْلَحَ

d)

مَنْ يَعْمَلْ

e)

مِنْ رَبِّهِمْ

13.

Bagaimana bacaan ayat Al-Quran إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا yang benar?

a)

Iz nadiya rabbuhu nida'an khafiyyā

b)

Iz nadā rabbahu nidā'an khafiyyā

c)

Iz nadiya rabbuhu nida'an khafiyyā

d)

Iz nadā rabbuhu nidā'an khafayyā

e)

Iz nadā rabbuhu nidā'un khafiyyā

14.

Seorang guru memilih untuk memberikan zakat fitrah kepada saudaranya yang miskin, meskipun tinggal jauh di desa lain. Bagaimana status hukum zakatnya?

a)

Sah, tetapi hanya jika ada izin dari amil zakat

b)

Tidak sah, karena zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada keluarga

c)

Tidak sah, karena zakat fitrah harus dibagikan di lingkungan terdekat

d)

Tidak sah, kecuali diberikan langsung setelah shalat id

e)

Sah, karena saudaranya termasuk golongan fakir yang berhak menerima

15.

Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ adalah ....

a)

Famanibtagā warā’a żālika faulāika humul ‘ādūn

b)

Famanibtagā warā’a żālikum faulāika humul ‘ādūn

c)

Famanibtagā warā’a żālika faulāiqa humul ‘ādūn

d)

Famanibtagā warā’a żālika faulāika humul ‘ādun

e)

Famanibtagā warā’a żālika qaulāika humul ‘ādūn

16.

Seorang muslim meyakini bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan kehidupan akhirat kekal akan memiliki pola pikir yang berbeda dalam mengambil keputusan hidup. Berdasarkan prinsip ini, cara seorang muslim mengevaluasi bahwa ia telah menjadikan kehidupan akhirat sebagai prioritas utama adalah ....

a)

Menjalani kehidupan dengan santai tanpa peduli terhadap ibadah karena semua orang akan mendapatkan ampunan Allah pada akhirnya

b)

Meyakini bahwa dunia dan akhirat tidak perlu dibedakan, sehingga fokus hanya pada kebahagiaan duniawi tanpa memikirkan akhirat

c)

Mengorbankan segala bentuk kebahagiaan duniawi untuk mendapatkan balasan yang lebih baik di akhirat

d)

Menghindari semua aktivitas duniawi seperti bekerja dan bersosialisasi karena hanya ibadah yang penting untuk akhirat

e)

Selalu mengutamakan keputusan yang membawa manfaat jangka panjang bagi kehidupan setelah mati, tanpa mengabaikan kewajibannya di dunia

17.

Jamaah haji lupa melakukan wukuf di Arafah karena sakit, sehingga ia hanya di Mina dan Muzdalifah. Namun, ia tetap melakukan tawaf, sa’i, dan tahallul. Kedudukan hajinya adalah ....

a)

Hajinya sah, karena sudah melaksanakan sebagian rukun haji

b)

Hajinya sah, asalkan ia mengganti dengan membayar dam

c)

Hajinya tidak sah, kecuali melaksanakan umrah sebagai penggantinya

d)

Hajinya sah, jika niat sungguh-sungguh meskipun tanpa wukuf

e)

Hajinya tidak sah, karena wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama

18.

Dalam psikologi modern, konsep self-accountability (akuntabilitas diri) didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas tindakan dan pilihannya. Jika konsep ihsan (muraqabah) dianalogikan dengan akuntabilitas diri yang absolut, maka faktor struktural dominan yang membedakan ihsan dari self-accountability sekuler (non-religius) adalah ....

a)

Dimensi pengawas ihsan melibatkan entitas transenden (Allah) sebagai pengawas, sementara akuntabilitas sekuler hanya melibatkan ego (diri sendiri) sebagai pengawas.

b)

Ihsan bertujuan menggapai surga, sementara akuntabilitas sekuler bertujuan pada self-actualization (aktualisasi diri).

c)

Motivasi utama ihsan didorong oleh rasa takut, sementara akuntabilitas diri sekuler didorong oleh internal locus of control (kendali internal).

d)

Luasnya cakupan ihsan hanya berlaku untuk ibadah ritual, sementara akuntabilitas diri mencakup semua aspek kehidupan

e)

Sumber standar moral ihsan didasarkan pada wahyu, sementara akuntabilitas diri sekuler didasarkan pada konsensus sosial (antropogenik).

19.

Bacaan "فِي أَنفُسِكُمْ" mengandung mad...

a)

Mad thabi’i

b)

Mad jaiz munfashil

c)

Mad lazim kalimi mukhaffaf

d)

Mad lazim mutsaqqil kilmi

e)

Mad wajib muttashil

20.

Seorang guru memberi contoh bacaan tajwid: "قَدْ أَفْلَحَ" sebagai contoh idgham mutamatsilain. Evaluasi Anda terhadap contoh tersebut adalah...

a)

Contoh salah, karena itu idgham bighunnah

b)

Contoh salah, karena bukan huruf yang sama dan berurutan

c)

Contoh sudah tepat

d)

Contoh salah, karena itu izhar

e)

Contoh benar jika dibaca cepat

21.

Rukun iman ketiga adalah percaya kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rasul. Secara epistemologis (cara memperoleh pengetahuan), manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan mengapa keimanan kepada Al-Quran secara spesifik harus secara logis didahului oleh keimanan kepada kerasulan Muhammad saw?

a)

Mustahil mempercayai isi pesan Al-Quran tanpa terlebih dahulu mempercayai integritas dan otoritas pembawa pesan (Nabi Muhammad saw).

b)

Karena Al-Quran secara historis merupakan kitab yang terakhir diturunkan, ia melengkapi dan mengesahkan semua kitab sebelumnya.

c)

Keimanan kepada Al-Quran hanya bisa dicapai melalui musyahadah, yang merupakan puncak keimanan kepada rasul.

d)

Kerasulan Muhammad saw. adalah mukjizat terbesar yang membuktikan kebenaran kitab suci, sehingga urutannya harus terbalik.

e)

Keimanan kepada Al-Quran adalah fardhu ‘ain, sementara keimanan kepada Rasul adalah fardhu kifayah.

22.

Seorang siswa bertanya, "Jika Allah telah menentukan takdir manusia, mengapa kita masih perlu berusaha?" Berikut langkah yang dilakukan guru dalam memberikan pemahaman siswa tersebut yang paling tepat adalah ....

a)

Mengabaikan pertanyaannya karena dianggap terlalu kompleks bagi siswa SD

b)

Menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki kehendak bebas dan usaha adalah bagian dari takdir

c)

Menyuruh siswa menghafal dalil tentang takdir sebagai jawaban atas pertanyaan mereka.

d)

Mengatakan bahwa semua sudah ditentukan, sehingga usaha manusia tidak ada pengaruhnya

e)

Meminta siswa untuk menerima takdir tanpa perlu memikirkannya lebih jauh.

23.

Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ adalah...

a)

Fa ashhabul maimanati ma ashhabul masy’amah

b)

Fa ashhabul masy’amati ma ashhabul maimanah

c)

Fa ashhabul maimanati ma ashhabul maimanah

d)

Fa ashhabul masy’amati ma ashhabul masy’amah

e)

Fa ashhabul maimanati ma ashhabul masy’amah

24.

Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut إِن تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا adalah ....

a)

In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā

b)

In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā

c)

In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā

d)

In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā

e)

In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā

25.

Ayat yang digarisbawahi berikut حَمْلُ هَذَا إِلَّا بَشَرٌ يُرِيدُ mengandung hukum bacaan ....

a)

Mad wajib muttasil

b)

Mad layyin

c)

Mad arid lisukun

d)

Mad jaiz munfasil

e)

Mad lazim mutsaqqal kilmi

26.

Seorang non-muslim dalam hatinya meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Namun, dia tidak pernah mengucapkan kalimat syahadat. Menurut pandangan Islam, kedudukan orang tersebut adalah ....

a)

Ia belum dianggap muslim karena syarat sah masuk Islam adalah mengucapkan syahadat secara lisan

b)

Ia sudah dianggap muslim karena hatinya telah meyakini Allah dan Rasul-Nya

c)

Ia dianggap muslim apabila ia sudah melaksanakan shalat meskipun tidak mengucapkan syahadat

d)

Ia tetap non-muslim karena keyakinan dalam hati tidak ada nilainya tanpa amal perbuatan

e)

Ia dianggap muslim jika keluarganya juga menerima keyakinannya

27.

Seorang sedang shalat lalu lupa membaca tasyahud akhir, langsung salam, dan baru ingat setelah berdiri dari tempat shalat. Kedudukan salat orang tersebut adalah ....

a)

Salatnya tetap sah, karena niat sudah benar

b)

Salatnya tidak sah, karena tasyahud akhir adalah rukun shalat

c)

Salatnya sah, asal ia menggantinya dengan doa lain dan karena tidak sengaja

d)

Salatnya sah jika segera sujud sahwi

e)

Salatnya sah, karena tasyahud akhir adalah sunnah

28.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam membaca Al-Quran sehari-hari?

a)

Saya sering membaca Al-Quran, tetapi tidak setiap hari

b)

Saya membaca Al-Quran setiap hari, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak

c)

Saya sangat hampir tidak pernah membaca Al-Quran

d)

Saya membaca Al-Quran hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti saat Ramadhan atau memiliki waktu luang

29.

Bagaimana kepedulian Anda dalam memastikan zakat yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang ditentukan dalam syariat Islam?

a)

Saya selalu memastikan zakat yang saya berikan diterima oleh mereka yang berhak sesuai syariat Islam

b)

Saya hanya memberikan zakat dalam kondisi tertentu, seperti saat ada program pengumpulan zakat di lingkungan sekitar

c)

Saya sering memberikan zakat kepada yang membutuhkan, tapi terkadang tidak terlalu memperhatikan kriteria penerimanya

d)

Saya jarang atau tidak pernah memperhatikan apakah zakat yang saya berikan sudah sesuai syariat Islam atau tidak

30.

Bagaimana Anda merasakan kesungguhan dalam berdoa?

a)

Saya selalu berdoa pada Allah dengan penuh kesungguhan, keyakinan, serta menghayati maknanya

b)

Saya terkadang berdoa dengan kesungguhan, tetapi sering hanya sekedar mengucap doa tanpa benar-benar meresapi maknanya

c)

Saya berdoa tanpa tahu maknanya

d)

Saya berdoa dengan kesungguhan, tetapi ada kalanya saya berdoa secara otomatis tanpa menghayati maknanya

31.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam membayar zakat fitrah?

a)

Saya selalu membayar zakat fitrah tepat waktu dan memperhatikan ketentuan yang berlaku

b)

Saya hanya membayar zakat fitrah dalam kondisi tertentu, seperti jika ada pengumpulan zakat di masjid atau pengingat dari orang lain

c)

Saya selalu membayar zakat fitrah tepat waktu, tetapi terkadang tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku

d)

Saya hampir tidak pernah membayar zakat fitrah

32.

Bagaimana Anda mengamalkan doa dalam rutinitas harian Anda?

a)

Berdoa di setiap kesempatan dan keadaan (baik lapang maupun sempit), dengan motivasi utama untuk mengingat dan berkomunikasi dengan Allah

b)

Berdoa secara rutin hanya setelah salat wajib, menganggapnya sebagai pelengkap ibadah, namun terkadang tergesa-gesa

c)

Hanya berdoa dalam kondisi terdesak atau sangat membutuhkan pertolongan, dan sering melupakannya saat merasa nyaman dan aman

d)

Berdoa secara konsisten di setiap waktu yang dianjurkan (seperti setelah salat, sebelum tidur, atau saat bepergian), dan menjadikannya kebutuhan sehari-hari

33.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam berdoa?

a)

Saya berdoa setiap hari, baik setelah salat maupun di berbagai kesempatan lain

b)

Saya tidak pernah berdoa dalam kehidupan sehari-hari

c)

Saya berdoa setelah salat apabila ada waktu luang

d)

Saya berdoa hanya saat menghadapi situasi tertentu

34.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam mendoakan siswa?

a)

Saya hanya sesekali mendoakan siswa dalam keadaan tertentu

b)

Saya selalu mendoakan siswa setiap hari

c)

Saya tidak pernah mendoakan siswa

d)

Saya hanya mendoakan siswa saat ujian berlangsung

35.

Bagaimana cara Anda berkontribusi dalam kegiatan sosial atau komunitas yang bertujuan membantu orang lain?

a)

Saya selalu ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat

b)

Saya hanya sesekali berpartisipasi dalam kegiatan sosial, tergantung situasi dan ajakan orang lain

c)

Saya ikut serta dalam kegiatan sosial, tetapi jika waktu dan kesempatan memungkinkan

d)

Saya hampir tidak pernah terlibat dalam kegiatan sosial atau komunitas

36.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah?

a)

Saya selalu melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah setiap hari

b)

Saya sering melaksanakan shalat berjamaah, tetapi ada beberapa waktu saya melakukannya sendiri

c)

Saya hanya melaksanakan shalat berjamaah dalam kondisi tertentu, seperti saat berada di masjid atau ketika ada ajakan dari orang lain

d)

Saya hampir tidak pernah melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah

37.

Bagaimana Anda mengajak keluarga, rekan kerja, atau siswa untuk melaksanakan shalat berjamaah?

a)

Saya sering mengajak orang lain salat berjamaah, tetapi tidak selalu melakukannya

b)

Saya hanya sesekali mengajak orang lain salat berjamaah, tergantung situasi

c)

Saya selalu mengajak orang lain untuk salat berjamaah dan memberi motivasi tentang keutamaannya

d)

Saya jarang atau hampir tidak pernah mengajak orang lain untuk salat berjamaah

38.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam menjalankan puasa wajib dan puasa sunah Senin & Kamis?

a)

Saya selalu menjalankan puasa wajib dan rutin melaksanakan puasa sunah Senin & Kamis

b)

Saya hanya menjalankan puasa wajib dan hampir tidak pernah melaksanakan puasa sunah senin & kamis

c)

Saya menjalankan puasa wajib, tetapi hanya sesekali melaksanakan puasa sunah senin & kamis

d)

Saya menjalankan puasa wajib dan sering melaksanakan puasa sunah senin & kamis, tetapi tidak selalu

39.

Bagaimana Anda memilih jenis dan kualitas bahan pangan terbaik untuk zakat fitrah?

a)

Saya selalu menunaikan dalam bentuk beras/makanan pokok dengan kualitas premium, atau memilih konversi uang yang setara dengan harga beras tertinggi di pasaran

b)

Saya membayar menggunakan jenis dan kualitas makanan pokok atau mengkonversinya ke uang dengan yang biasa saya konsumsi

c)

Saya mencari beras atau makanan atau mengkonversi ke uang dengan harga yang paling murah di pasaran

d)

Saya memilih jenis dan kualitas makanan pokok yang terbaik yang tersedia, meskipun nilainya sedikit lebih mahal dari yang biasa saya makan

40.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam memahami makna Al-Quran saat membacanya?

a)

Saya membaca Al-Quran dengan berusaha memahami maknanya melalui tafsir atau terjemahan

b)

Saya membaca Al-Quran dengan memahami maknanya, tetapi tidak selalu mendalami tafsirnya

c)

Saya membaca Al-Quran namun jarang memperhatikan maknanya

d)

Saya membaca Al-Quran tanpa memperhatikan maknanya

41.

Bagaimana puasa memberikan dampak transformatif terhadap sifat-sifat buruk dalam diri Anda?

a)

Puasa berhasil menjadi jihadun nafs (perjuangan diri) yang membuat saya merasakan jiwa saya lebih dekat dengan kesempurnaan dan kesabaran ilahi, melahirkan sifat qana'ah (merasa cukup) yang permanen.

b)

Puasa tidak banyak mengubah sifat dasar saya, setelah beberapa hari puasa, saya kembali ke kebiasaan buruk yang sama.

c)

Puasa sedikit meredam sifat-sifat buruk karena energi fisik berkurang, tetapi perubahan tersebut bersifat sementara dan tidak mendasar.

d)

Puasa secara signifikan membantu saya mengendalikan hawa nafsu dan amarah, serta menumbuhkan rasa empati yang mendalam terhadap orang miskin.

42.

Bagaimana Anda menjaga kekhusyukan dalam salat?

a)

Saya tidak terlalu memperhatikan kekhusyukan dalam salat

b)

Saya berusaha khusyuk dalam salat mulai dari niat hingga salam

c)

Saya merasa sulit untuk khusyuk dalam salat dan sering kehilangan fokus

d)

Saya berusaha khusyuk dalam salat, tetapi terkadang pikiran saya teralihkan

43.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam bersedekah untuk orang lain secara langsung di luar kewajiban zakat?

a)

Saya selalu berusaha bersedekah setiap hari

b)

Saya hanya bersedekah dalam situasi tertentu, seperti saat ada orang yang meminta atau saat ada acara amal

c)

Saya hampir tidak pernah bersedekah di luar kewajiban zakat

d)

Saya bersedekah, namun tidak setiap hari

44.

Bagaimana kebiasaan Anda dalam menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari?

a)

Saya hanya menolong orang lain jika diminta atau dalam situasi tertentu

b)

Saya berusaha menolong orang lain, tetapi terkadang tidak bisa membantu jika sedang sibuk

c)

Saya berusaha menolong orang lain setiap kali melihat mereka membutuhkan bantuan

d)

Saya hampir tidak pernah menolong orang lain

45.

Apa yang menjadi motivasi utama Anda melaksanakan salat berjamaah?

a)

Saya hampir tidak pernah melaksanakan salat berjamaah karena berbagai alasan

b)

Melaksanakan salat berjamaah karena tuntutan sebagai guru PAI

c)

Saya melakukan salat berjamaah karena kesadaran pribadi dan keyakinan akan keutamaannya

d)

Saya melaksanakan salat berjamaah karena perintah orang tua

46.

Bagaimana pengalaman Anda dalam memberikan sedekah atau infak saat terjadi bencana alam atau keadaan darurat?

a)

Saya hanya memberikan bantuan dalam situasi tertentu, tergantung kondisi keuangan dan ajakan orang lain

b)

Saya hampir tidak pernah berpartisipasi dalam memberikan bantuan saat terjadi bencana atau keadaan darurat

c)

Saya aktif memberikan bantuan berupa sedekah atau infak setiap kali terjadi bencana atau keadaan darurat

d)

Saya ikut serta dalam memberikan bantuan, tetapi tidak setiap kali ada bencana

47.

Bagaimana kebiasaan anda dalam menjalankan puasa sunah di hari-hari khusus seperti puasa Arafah, Asyura, dan puasa Sya’ban?

a)

Saya sering melaksanakan puasa sunah di hari-hari khusus tersebut, tetapi tidak selalu

b)

Saya selalu melaksanakan puasa sunah di hari-hari khusus tersebut setiap tahunnya

c)

Saya hanya menjalankan puasa sunah di hari-hari khusus dalam kondisi tertentu, seperti saat ada ajakan dari teman atau keluarga

d)

Saya jarang atau hampir tidak pernah menjalankan puasa sunah di hari-hari khusus tersebut

48.

Bagaimana kebiasaan anda dalam membaca Al-Quran ketika memiliki kesibukan yang padat?

a)

Saya jarang atau hampir tidak pernah membaca Al-Quran dalam kondisi sibuk

b)

Saya tetap meluangkan waktu untuk membaca Al-Quran setiap hari, meskipun sedang sibuk

c)

Saya hanya membaca Al-Quran jika ada waktu luang atau ketika tidak terlalu banyak pekerjaan

d)

Saya sering membaca Al-Quran, tetapi terkadang melewatkannya saat sedang sibuk

49.

Bagaimana Anda melaksanakan salat 5 waktu?

a)

Saya melaksanakan salat di awal waktu, namun tidak berjamaah

b)

Saya melaksanakan salat di awal waktu dan berjamaah

c)

Saya melaksanakan salat pertengahan waktu dan tidak berjamaah

d)

Saya tidak melaksanakan salat di akhir waktu dan tidak berjamaah

50.

Bagaimana cara anda biasanya menolong orang lain?

a)

Saya membantu orang lain dengan berbagai cara, baik tenaga, materi, maupun nasihat, sesuai dengan kebutuhan mereka

b)

Saya membantu orang lain dengan tenaga atau nasihat, tetapi jarang memberikan bantuan materi

c)

Saya hanya membantu orang lain dalam bentuk tertentu, seperti memberikan nasihat atau berbagi ilmu

d)

Saya hampir tidak pernah membantu orang lain dalam bentuk apapun

51.

Bagaimana kebiasaan anda melaksanakan salat sunnah (seperti salat rawatib)?

a)

Saya secara rutin melaksanakan salat sunnah rawatib setiap hari

b)

Saya tidak memiliki kebiasaan melaksanakan salat sunnah

c)

Saya melaksanakan salat rawatib, tetapi tidak setiap hari

d)

Saya jarang melaksanakan salat rawatib, hanya pada waktu tertentu saja

52.

Bagaimana Anda merasakan koneksi spiritual dan fokus hati?

a)

Fokus saya cukup baik, terutama saat memohon kebutuhan penting, namun sering terganggu oleh tugas atau rencana selanjutnya.

b)

Pikiran sering melayang ke hal lain saat berdoa, saya hanya mengucapkan kata-kata tanpa memahami atau menghayati maknanya.

c)

Saya berusaha keras memahami setiap kata dan merasakan isinya, serta berupaya menjaga ketenangan batik selama berdoa.

d)

Saya merasakan kehadiran Allah (seperti dalam ihsan) saat berdoa, hati saya penuh harap dan takut (raja’ dan khauf), dan doa terasa seperti dialog pribadi yang mendalam.

53.

Bagaimana Anda terlibat atau mendorong keterlibatan dalam kegiatan pelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat?

a)

Saya terlibat dalam kegiatan lingkungan jika ada ajakan atau program yang tersedia.

b)

Saya aktif terlibat dan secara konsisten mendorong kegiatan peduli lingkungan di sekolah maupun masyarakat.

c)

Saya belum pernah terlibat dan belum merasa perlu berpartisipasi dalam kegiatan semacam itu.

d)

Saya jarang terlibat, tetapi mendukung jika orang lain melakukannya.

54.

Bagaimana sikap Anda terhadap penggunaan pakaian adat daerah dalam kegiatan resmi sekolah (seperti upacara, lomba, atau perayaan hari besar nasional)?

a)

Saya bersedia mengenakan pakaian adat jika memang diminta atau diwajibkan oleh sekolah.

b)

Saya merasa kurang nyaman mengenakan pakaian adat, tetapi tetap menghormatinya.

c)

Saya tidak setuju dengan penggunaan pakaian adat dalam kegiatan sekolah.

d)

Saya mendukung dan secara sukarela mengenakan pakaian adat saat kegiatan sekolah.

55.

Bagaimana reaksi Anda jika mendengar sesama guru menggunakan kata-kata kasar atau merendahkan murid?

a)

Saya hanya diam kecuali kata-kata tersebut sangat berlebihan

b)

Saya merasa tidak masalah selama kata-kata tersebut bertujuan untuk mendisiplinkan murid

c)

Saya menyarankan pendekatan yang lebih lembut dalam mendidik murid

d)

Saya menegur dan mengingatkan bahwa kekerasan verbal tidak dibenarkan dalam mendidik

56.

Bagaimana Anda menyikapi perbedaan pemahaman dalam praktik keagamaan di lingkungan sekolah?

a)

Saya hanya menghargai perbedaan praktik keagamaan jika sesuai dengan pemahaman yang saya yakini

b)

Saya hampir tidak pernah menerima perbedaan praktik keagamaan karena bertentangan dengan keyakinan saya

c)

Saya sering menghargai perbedaan praktik keagamaan, tetapi kadang merasa sulit menerima perbedaan tertentu

d)

Saya menghargai dan memahami perbedaan praktik keagamaan di lingkungan sekolah tanpa memaksakan pandangan saya

57.

Bagaimana sikap Anda jika sekolah mengadakan kegiatan kolaborasi pembangunan rumah ibadah yang melibatkan guru dan siswa dari berbagai latar belakang agama?

a)

Saya mendukung kegiatan tersebut karena dapat memperkuat sikap saling menghormati

b)

Saya hanya mendukung jika kegiatan tersebut tidak mengandung unsur keagamaan lain

c)

Saya tidak mendukung karena khawatir dapat mempengaruhi keyakinan saya atau murid saya

d)

Saya mendukung kegiatan tersebut karena dapat memperkuat sikap saling menghormati

58.

Bagaimana Anda menyikapi simbol-simbol kenegaraan (seperti bendera, lambang negara, lagu kebangsaan) di lingkungan sekolah?

a)

Saya kurang menghargai simbol-simbol negara karena merasa fokus saya adalah pada simbol-simbol keagamaan.

b)

Saya menghormatinya tetapi tidak merasa perlu memberikan perhatian khusus.

c)

Saya bersikap netral dan tidak terlalu memperhatikan simbol-simbol negara.

d)

Saya menghormati dan turut menjaga simbol-simbol negara sebagai wujud tanggung jawab warga negara dan seorang guru agama.

59.

Bagaimana sikap Anda dalam menghargai dan mendukung pelestarian budaya lokal (seperti tari, musik, pakaian adat, dll)?

a)

Saya mendukung dan aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya lokal di sekolah dan masyarakat.

b)

Saya merasa kurang nyaman dengan budaya lokal tertentu, tapi tetap mencoba bersikap netral.

c)

Saya menghargai budaya lokal, tapi hanya sebagai bentuk toleransi, tanpa terlibat langsung.

d)

Saya menghindari atau menolak keterlibatan dalam budaya lokal.

60.

Bagaimana Anda mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam?

a)

Saya merasa tidak perlu mengaitkan materi agama dengan isu kebangsaan.

b)

Saya mengaitkan nilai agama dengan semangat kebangsaan dalam setiap kesempatan mengajar.

c)

Jarang mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dalam pengajaran karena keterbatasan waktu/materi.

d)

Saya berusaha mengaitkan nilai kebangsaan ketika materi pelajaran memungkinkan.

61.

Apakah Anda melakukan kolaborasi dengan orang yang berbeda agama/paham keagamaan?

a)

Belum berkolaborasi

b)

Tidak bersedia berkolaborasi

c)

Sesekali berkolaborasi

d)

Selalu berkolaborasi

62.

Sekolah Anda mendapatkan Kepala Sekolah baru yang berbeda agama, bagaimana sikap anda?

a)

Saya menerima penunjukan tersebut secara terpaksa karena itu adalah keputusan atasan, namun tetap berhati-hati dan menjaga jarak dalam urusan pribadi dan keagamaan. Saya akan mempertanyakan apakah beliau benar-benar dapat memahami dan memfasilitasi kebutuhan ibadah dan kegiatan keagamaan sekolah.

b)

Saya akan memberikan dukungan penuh pada program kerja dan visi beliau yang positif bagi kemajuan sekolah, fokus pada kualitas pendidikan dan kinerja profesional. Saya yakin perbedaan agama tidak menjadi penghalang dalam mencapai tujuan bersama, dan akan berusaha memfasilitasi komunikasi yang terbuka.

c)

Saya akan secara proaktif membangun komunikasi yang inklusif dan kolaboratif dengannya, mencari cara untuk menjadikan perbedaan agama ini sebagai kekuatan dan teladan toleransi bagi siswa. Saya akan memastikan kegiatan keagamaan sekolah tetap berjalan optimal dan menandakan komitmen untuk menjamin kesetaraan bagi semua pihak di sekolah.

d)

Saya akan menolak dan mengajukan keberatan atas penunjukan tersebut karena perbedaan agama dianggap menghambat kegiatan keagamaan di sekolah.

63.

Bagaimana sikap Anda jika ada tindakan kekerasan yang dilakukan atas dasar agama, misal penutupan warung makan pada saat Ramadhan oleh masyarakat sipil dengan cara kekerasan?

a)

Saya tidak mendukung kekerasan, tetapi memahami bahwa ada kondisi tertentu yang sulit dihindari

b)

Saya sering menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan masalah, kecuali sudah sulit untuk diingatkan

c)

Saya menolak segala bentuk kekerasan dan mengajak orang lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan damai

d)

Saya merasa tindakan kekerasan terkadang diperlukan untuk menjaga keyakinan dan ibadah

64.

Bagaimana Anda menyikapi kebijakan dan kinerja pemerintah?

a)

Saya mengikuti perkembangan kebijakan dan memberikan kritik yang terukur dan bertanggung jawab

b)

Saya sering menyebarkan informasi negatif yang belum tentu benar tentang pemerintah dan secara terbuka menolak otoritas negara

c)

Saya secara aktif menjadi warga negara yang kritis sekaligus solutif

d)

Saya bersikap pasif dan apatis terhadap kebijakan pemerintah, menolak secara pribadi tetapi tidak pernah menyalurkan kritik melalui jalur resmi

65.

Bagaimana sikap Anda ketika ada guru yang berbeda agama berpartisipasi dalam kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)?

a)

Membiarkan berpartisipasi, tetapi sebaiknya tidak perlu berpartisipasi dalam kegiatan PHBI

b)

Menerima dengan terbuka dan mengapresiasi keterlibatannya

c)

Menolak keterlibatannya dalam kegiatan PHBI

d)

Merasa kurang nyaman dengan keterlibatannya dalam acara PHBI

66.

Bagaimana sikap Anda terhadap hak pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar mereka?

a)

Saya secara tulus menghormati dan mendukung hak konstitusional mereka untuk beribadah dan merayakan hari besar

b)

Saya bersikap diam dan toleran terhadap ibadah dan perayaan agama lain, selama mereka melakukannya di dalam tempat ibadah dan tidak terlalu terlihat di ruang publik

c)

Saya merasa terganggu dengan ibadah atau perayaan agama lain dan berpendapat bahwa mereka harus membatasi kegiatan ibadah mereka

d)

Saya tidak hanya menghormati, tetapi juga proaktif menawarkan bantuan praktis saat hari raya mereka

67.

Bagaimana sikap Anda ketika ada perayaan atau kegiatan keagamaan lain yang berbeda dengan keyakinan Anda baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat?

a)

Saya menghormati dan mendukung kebebasan mereka dalam merayakan kegiatan keagamaan

b)

Saya hanya ikut serta jika kegiatan mereka tidak bertentangan dengan keyakinan saya

c)

Saya tidak peduli kegiatan keagamaan lain

d)

Saya menghormati kegiatan mereka, tetapi tidak merasa nyaman untuk terlibat lebih jauh

68.

Saat ada program sosial sekolah seperti penggalangan dana atau bakti sosial yang dipimpin oleh guru dari berbagai agama, sikap saya ....

a)

Ikut berpartisipasi, tetapi lebih memilih bekerja sama dengan guru seagama dalam menjalankan kegiatan

b)

Berpartisipasi penuh dan bekerja sama dengan semua pihak tanpa membedakan agama

c)

Tidak ingin terlibat dalam program sosial jika dipimpin atau banyak diikuti oleh guru yang berbeda keyakinan

d)

Kurang antusias terlibat dalam kegiatan yang dipimpin oleh guru dari agama lain

69.

Bagaimana sikap Anda menggunakan listrik, air, dan kertas dalam kegiatan di sekolah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan?

a)

Saya menggunakan listrik, air, dan kertas secara bijak dan aktif mencari cara untuk mengurangi pemborosan.

b)

Saya memperhatikan penggunaan sumber daya, meskipun belum sepenuhnya konsisten dalam setiap kesempatan.

c)

Saya hanya berhemat jika memang diperlukan atau saat diingatkan oleh pihak sekolah.

d)

Saya belum terlalu memikirkan dampak penggunaan listrik, air, dan kertas terhadap lingkungan dalam kegiatan mengajar.

70.

Bagaimana pandangan Anda terkait Pancasila dalam kaitannya dengan ajaran agama?

a)

Saya menerima Pancasila sebagai dasar negara hanya karena itu adalah aturan hukum yang berlaku, tetapi secara batin saya memandang nilai-nilai agama lebih tinggi dan tidak saling berhubungan

b)

Saya berpendapat bahwa Pancasila bertentangan dengan ajaran agama dan sistem negara seharusnya diganti dengan sistem yang berlandaskan hukum Islam secara murni tanpa kompromi

c)

Saya meyakini Pancasila adalah ijtihad terbaik bangsa untuk mewujudkan ukhuwah dan keadilan, dan mengamalkan nilai-nilainya adalah bagian integral dari menjalankan kewajiban negara

d)

Saya melihat Pancasila dan agama saya saling melengkapi, di mana nilai-nilai Pancasila menjadi wadah etika dalam kehidupan bernegara yang tidak meniadakan keyakinan agama

71.

Bagaimana sikap Anda ketika diminta berkolaborasi dalam kegiatan pentas seni dengan guru yang berbeda agama?

a)

Menerima dan berkolaborasi

b)

Kurang setuju dan lebih mendukung jika berkolaborasi dengan guru yang seagama

c)

Menolak berkolaborasi

d)

Bisa menerima, tetapi lebih baik jika bekerja sama dengan guru yang seagama

72.

Selaku mana Anda mengelola sampah dengan baik di lingkungan sekolah (misalnya memilah, membuang pada tempatnya, atau mengurangi sampah plastik)?

a)

Saya hanya menjaga kebersihan jika ada kegiatan tertentu yang mewajibkan, seperti kerja bakti atau peringatan hari lingkungan.

b)

Saya biasanya membuang sampah dengan benar dan sesekali mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan.

c)

Saya selalu berupaya menjaga lingkungan sekolah dari sampah dan secara aktif memberikan teladan kepada siswa.

d)

Saya tidak terlalu peduli dengan pengelolaan sampah di sekolah.

73.

Bagaimana Anda menghargai dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis?

a)

Saya menjadikan musyawarah sebagai platform untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak dan berinisiatif mengorganisir forum-forum diskusi yang inklusif untuk menjamin suara minoritas juga didengar dan dipertimbangkan

b)

Saya tidak percaya pada sistem musyawarah atau demokrasi dan cenderung bersikap apatis terhadap hasil keputusan kolektif

c)

Saya berpartisipasi aktif dalam musyawarah dengan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dan siap menerima serta melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama

d)

Saya akan hadir dalam musyawarah hanya jika diwajibkan atau jika ada kepentingan pribadi di dalamnya

74.

Bagaimana sikap Anda terhadap penggunaan hukuman fisik dalam mendisiplinkan murid?

a)

Saya merasa hukuman fisik tetap diperlukan agar murid disiplin

b)

Saya menghindari kekerasan dan lebih memilih pendekatan dialogis dalam mendisiplinkan murid

c)

Saya tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan memilih pendekatan edukatif dalam mendisiplinkan murid

d)

Saya terkadang menggunakan hukuman fisik dalam situasi tertentu

75.

Bagaimana sikap Anda terhadap perayaan budaya di sekolah (seperti Hari Kartini, Hari Batik, dan sejenisnya)?

a)

Saya mendukung perayaan budaya, meskipun tidak selalu ikut serta dalam kegiatannya.

b)

Saya menghindari atau tidak setuju dengan perayaan budaya semacam itu.

c)

Saya tidak terlalu tertarik, tetapi tidak menolak jika diminta untuk terlibat.

d)

Saya menyambut dan ikut serta dalam perayaan budaya di sekolah dengan antusias.