NEW
Font size
WorksheetsQuiz tentang Konsep Ihsan dan Iman
Total questions: 75
Worksheet time: 38mins
Dalam suatu riwayat hadis, ihsan digambarkan sebagai mencapai kesadaran bahwa Allah swt senantiasa mengawasi, yang berdampak pada peningkatan kualitas ibadah. Secara psikologis dan spiritual, kesadaran ini menghasilkan muraqabah dan musyahadah. Pernyataan berikut yang paling akurat menjelaskan hubungan kausal antara kedua dimensi tersebut dalam konteks ihsan adalah ....
Musyahadah adalah prasyarat spiritual yang harus dicapai sebelum seorang mukmin dapat merasakan muraqabah yang sejati
Muraqabah merupakan tingkat kesadaran tertinggi yang dicapai, melampaui musyahadah yang dianggap masih terkait pada pengalaman indrawi
Ihsan menciptakan muraqabah, di mana puncaknya -atas izin Allah- dapat mencapai derajat musyahadah
Keduanya adalah dua nama yang berbeda untuk satu keadaan spiritual yang sama, yaitu hadirnya keikhlasan dalam beramal
Musyahadah hanya mungkin bagi para nabi dan rasul, sementara umat biasa hanya diwajibkan mencapai tingkat muraqabah
Seorang Muslim mengalami kegagalan besar dalam hidupnya dan mulai kehilangan kepercayaan bahwa Allah selalu memberikan yang terbaik bagi hamba-Nya. Berikut cara menganalisis sikap yang sesuai dengan konsep ihsan dalam menghadapi ujian hidup adalah ....
Meragukan ketetapan Allah adalah bagian dari proses berpikir kritis yang alamiah.
Ihsan hanya berkaitan dengan ibadah dan tidak relevan dengan persoalan musibah terhadap takdir.
Jika seseorang mengalami ujian berat, maka ia tidak bisa menerapkan konsep ihsan.
Ihsan mengajarkan bahwa seorang Muslim harus tetap berprasangka baik kepada Allah dalam segala keadaan.
Ia boleh meragukan rencana Allah karena manusia tidak selalu mampu memahami hikmah di balik musibah.
Iman kepada hari akhir mencakup konsep kebangkitan jasmani dan pertanggungjawaban universal. Secara epistemologis, keimanan ini mengatasi masalah fundamental filsafat etika, yaitu ....
Paradoks antara kebebasan memilih manusia dan keterbatasan hidup di dunia yang fana.
Kekurangan bukti empiris tentang keadilan mutlak di dunia, yang menuntut adanya mekanisme pembalasan yang sempurna.
Keterbatasan akal manusia dalam memahami sifat Allah yang Maha Kuasa.
Konflik abadi antara hukum positif dan hukum alam (sunnatullah).
Masalah ru’yatullah (melihat Allah) di akhirat, yang merupakan tujuan tertinggi dari keimanan.
Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut الَّذِينَ هُمْ فِي صَلَاتِهِمْ خَاشِعُونَ adalah ....
Allazīna humu fi ṣalāwatihim khāsyi’ūn
Allazīna hum fi ṣalātihim khāsyi’ūn
Allazīna humu fi ṣalātihim khāsyi’ūn
Allazīna hum fi ṣalāthihim khāsyi’ūn
Allazīna humu fi ṣalātihum khāsyi’ūn
Seorang muslim sedang berpuasa, kemudian ia melakukan vaksinasi COVID-19 di siang hari. Sikap yang seharusnya diambil oleh seorang muslim dalam menyikapi persoalan tersebut adalah ....
Puasanya batal, karena segala sesuatu yang masuk ke dalam tubuh melalui mulut maupun selain mulut membatalkan puasa
Puasanya batal secara mutlak, karena ada sesuatu yang masuk ke dalam tubuh
Puasanya tidak batal, karena vaksinasi COVID-19 tidak termasuk makanan maupun minuman
Puasanya tidak batal, karena niat ibadah lebih kuat daripada tindakan medis
Seorang pemilik pabrik selalu memastikan limbah pabriknya diolah hingga benar-benar bersih, melebihi standar minimum pemerintah, dengan alasan “jika saya tidak ingin menerima limbah kotoran dari orang lain, saya tidak boleh mengirimkan limbah kotoran kepada masyarakat lain”. Tindakan ini, ketika dihubungkan dengan prinsip universal ihsan, menunjukkan bahwa ....
Tindakan tersebut mencerminkan ihsan tingkat tertinggi karena mengedepankan manfaat publik meskipun harus mengorbankan keuntungan finansial ekstra
Ihsan hanya relevan dalam hubungan vertikal (manusia dengan Tuhan) dan tidak bisa dijadikan dalil utama dalam etika bisnis dan lingkungan
Keputusan tersebut adalah hasil dari tekanan regulasi pemerintah dan bukan motivasi spiritual murni ihsan
Penerapan ihsan dalam konteks ini adalah derivasi (turunan) dari konsep adil dan bukan ihsan itu sendiri
Ihsan mendikte tindakan maksimal bukan hanya minimal, menjadikannya etika proaktif yang melampaui kewajiban hukum
Seorang muslim mengaku beribadah kepada Allah secara rutin, tetapi ia melakukannya hanya sebagai kebiasaan dan tanpa merasakan keterikatan hati kepada-Nya. Berikut cara menganalisis kondisi ini berdasarkan konsep ihsan dalam Islam adalah ....
Konsep ihsan mengajarkan bahwa ibadah harus dilakukan seolah-olah melihat Allah atau merasa dilihat oleh-Nya.
Kualitas ibadah tidak terlalu penting selama ia masih menjalankan kewajibannya.
Ibadahnya hanya sah jika disertai dengan perasaan cinta dan ketakwaan kepada Allah.
Ibadahnya tetap diterima karena ia telah memenuhi kewajiban formal dalam agama.
Ihsan hanya berlaku dalam interaksi sosial, bukan dalam hubungan dengan Allah.
Ayat yang digaris bawahi berikut “وَهُمْ فِيهَا خَالِدُونَ” mengandung hukum bacaan...
Ikhfa syafawi
Izhar syafawi
Izhar halqi
Mad lazim mutsaqqal kilmi
Idgham mitslain
Keimanan kepada takdir (qadha dan qadar) mengajarkan manusia untuk menerima segala ketetapan Allah dengan lapang dada. Namun, ada perbedaan antara takdir muallaq dan takdir mubram. Pernyataan berikut yang paling tepat dalam menjelaskan kedua jenis takdir tersebut adalah ....
Takdir muallaq adalah takdir yang masih bisa berubah dengan usaha dan doa, sedangkan takdir mubram adalah takdir yang sudah pasti dan tidak bisa diubah.
Takdir muallaq adalah takdir yang sudah pasti dan tidak bisa diubah, sedangkan takdir mubram adalah takdir yang masih bisa berubah.
Takdir muallaq dan takdir mubram sama-sama tidak bisa diubah oleh manusia.
Takdir muallaq hanya berlaku untuk urusan dunia, sedangkan takdir mubram untuk urusan akhirat.
Takdir muallaq dan takdir mubram hanya berlaku pada masa para nabi.
Apa perbedaan antara takdir muallaq dan takdir mubram menurut ajaran Islam?
Takdir muallaq adalah ketetapan yang masih bisa diubah dengan usaha dan doa, sedangkan takdir mubram adalah ketetapan Allah yang pasti terjadi dan tidak bisa diubah.
Takdir muallaq adalah ketetapan yang pasti terjadi, sedangkan takdir mubram dapat berubah sesuai usaha manusia.
Takdir muallaq hanya berlaku bagi orang beriman, sedangkan takdir mubram berlaku bagi semua manusia.
Takdir muallaq dan mubram tidak memiliki perbedaan, keduanya sudah ditetapkan dan tidak bisa diubah.
Bagaimana cara menganalisis kondisi seorang muslim yang rutin salat lima waktu namun tidak memahami makna bacaannya dan pikirannya sering melayang?
Salatnya batal karena tidak memahami bacaan yang ia ucapkan.
Islam lebih mementingkan kuantitas salat dibanding kualitasnya.
Meskipun sah secara fiqih, kualitas salatnya kurang sempurna karena tidak menghadirkan khusyuk.
Salatnya tetap sah karena sudah memenuhi rukun dan syarat sah salat.
Manakah di antara berikut ini yang mengandung hukum bacaan idgham bighunnah?
فِي قُلُوبِهِمْ
عِبَادَكُمْ زُرْقًا
قَدْ أَفْلَحَ
مَنْ يَعْمَلْ
مِنْ رَبِّهِمْ
Bagaimana bacaan ayat Al-Quran إِذْ نَادَى رَبَّهُ نِدَاءً خَفِيًّا yang benar?
Iz nadiya rabbuhu nida'an khafiyyā
Iz nadā rabbahu nidā'an khafiyyā
Iz nadiya rabbuhu nida'an khafiyyā
Iz nadā rabbuhu nidā'an khafayyā
Iz nadā rabbuhu nidā'un khafiyyā
Seorang guru memilih untuk memberikan zakat fitrah kepada saudaranya yang miskin, meskipun tinggal jauh di desa lain. Bagaimana status hukum zakatnya?
Sah, tetapi hanya jika ada izin dari amil zakat
Tidak sah, karena zakat fitrah tidak boleh diberikan kepada keluarga
Tidak sah, karena zakat fitrah harus dibagikan di lingkungan terdekat
Tidak sah, kecuali diberikan langsung setelah shalat id
Sah, karena saudaranya termasuk golongan fakir yang berhak menerima
Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut فَمَنِ ٱبْتَغَىٰ وَرَآءَ ذَٰلِكَ فَأُو۟لَـٰٓئِكَ هُمُ ٱلْعَادُونَ adalah ....
Famanibtagā warā’a żālika faulāika humul ‘ādūn
Famanibtagā warā’a żālikum faulāika humul ‘ādūn
Famanibtagā warā’a żālika faulāiqa humul ‘ādūn
Famanibtagā warā’a żālika faulāika humul ‘ādun
Famanibtagā warā’a żālika qaulāika humul ‘ādūn
Seorang muslim meyakini bahwa kehidupan dunia bersifat sementara dan kehidupan akhirat kekal akan memiliki pola pikir yang berbeda dalam mengambil keputusan hidup. Berdasarkan prinsip ini, cara seorang muslim mengevaluasi bahwa ia telah menjadikan kehidupan akhirat sebagai prioritas utama adalah ....
Menjalani kehidupan dengan santai tanpa peduli terhadap ibadah karena semua orang akan mendapatkan ampunan Allah pada akhirnya
Meyakini bahwa dunia dan akhirat tidak perlu dibedakan, sehingga fokus hanya pada kebahagiaan duniawi tanpa memikirkan akhirat
Mengorbankan segala bentuk kebahagiaan duniawi untuk mendapatkan balasan yang lebih baik di akhirat
Menghindari semua aktivitas duniawi seperti bekerja dan bersosialisasi karena hanya ibadah yang penting untuk akhirat
Selalu mengutamakan keputusan yang membawa manfaat jangka panjang bagi kehidupan setelah mati, tanpa mengabaikan kewajibannya di dunia
Jamaah haji lupa melakukan wukuf di Arafah karena sakit, sehingga ia hanya di Mina dan Muzdalifah. Namun, ia tetap melakukan tawaf, sa’i, dan tahallul. Kedudukan hajinya adalah ....
Hajinya sah, karena sudah melaksanakan sebagian rukun haji
Hajinya sah, asalkan ia mengganti dengan membayar dam
Hajinya tidak sah, kecuali melaksanakan umrah sebagai penggantinya
Hajinya sah, jika niat sungguh-sungguh meskipun tanpa wukuf
Hajinya tidak sah, karena wukuf di Arafah merupakan rukun haji yang paling utama
Dalam psikologi modern, konsep self-accountability (akuntabilitas diri) didefinisikan sebagai kemampuan seseorang untuk bertanggung jawab atas tindakan dan pilihannya. Jika konsep ihsan (muraqabah) dianalogikan dengan akuntabilitas diri yang absolut, maka faktor struktural dominan yang membedakan ihsan dari self-accountability sekuler (non-religius) adalah ....
Dimensi pengawas ihsan melibatkan entitas transenden (Allah) sebagai pengawas, sementara akuntabilitas sekuler hanya melibatkan ego (diri sendiri) sebagai pengawas.
Ihsan bertujuan menggapai surga, sementara akuntabilitas sekuler bertujuan pada self-actualization (aktualisasi diri).
Motivasi utama ihsan didorong oleh rasa takut, sementara akuntabilitas diri sekuler didorong oleh internal locus of control (kendali internal).
Luasnya cakupan ihsan hanya berlaku untuk ibadah ritual, sementara akuntabilitas diri mencakup semua aspek kehidupan
Sumber standar moral ihsan didasarkan pada wahyu, sementara akuntabilitas diri sekuler didasarkan pada konsensus sosial (antropogenik).
Bacaan "فِي أَنفُسِكُمْ" mengandung mad...
Mad thabi’i
Mad jaiz munfashil
Mad lazim kalimi mukhaffaf
Mad lazim mutsaqqil kilmi
Mad wajib muttashil
Seorang guru memberi contoh bacaan tajwid: "قَدْ أَفْلَحَ" sebagai contoh idgham mutamatsilain. Evaluasi Anda terhadap contoh tersebut adalah...
Contoh salah, karena itu idgham bighunnah
Contoh salah, karena bukan huruf yang sama dan berurutan
Contoh sudah tepat
Contoh salah, karena itu izhar
Contoh benar jika dibaca cepat
Rukun iman ketiga adalah percaya kepada kitab-kitab Allah yang diturunkan kepada para Rasul. Secara epistemologis (cara memperoleh pengetahuan), manakah pernyataan berikut yang paling tepat menjelaskan mengapa keimanan kepada Al-Quran secara spesifik harus secara logis didahului oleh keimanan kepada kerasulan Muhammad saw?
Mustahil mempercayai isi pesan Al-Quran tanpa terlebih dahulu mempercayai integritas dan otoritas pembawa pesan (Nabi Muhammad saw).
Karena Al-Quran secara historis merupakan kitab yang terakhir diturunkan, ia melengkapi dan mengesahkan semua kitab sebelumnya.
Keimanan kepada Al-Quran hanya bisa dicapai melalui musyahadah, yang merupakan puncak keimanan kepada rasul.
Kerasulan Muhammad saw. adalah mukjizat terbesar yang membuktikan kebenaran kitab suci, sehingga urutannya harus terbalik.
Keimanan kepada Al-Quran adalah fardhu ‘ain, sementara keimanan kepada Rasul adalah fardhu kifayah.
Seorang siswa bertanya, "Jika Allah telah menentukan takdir manusia, mengapa kita masih perlu berusaha?" Berikut langkah yang dilakukan guru dalam memberikan pemahaman siswa tersebut yang paling tepat adalah ....
Mengabaikan pertanyaannya karena dianggap terlalu kompleks bagi siswa SD
Menjelaskan bahwa manusia tetap memiliki kehendak bebas dan usaha adalah bagian dari takdir
Menyuruh siswa menghafal dalil tentang takdir sebagai jawaban atas pertanyaan mereka.
Mengatakan bahwa semua sudah ditentukan, sehingga usaha manusia tidak ada pengaruhnya
Meminta siswa untuk menerima takdir tanpa perlu memikirkannya lebih jauh.
Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut فَأَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ مَا أَصْحَابُ الْمَيْمَنَةِ adalah...
Fa ashhabul maimanati ma ashhabul masy’amah
Fa ashhabul masy’amati ma ashhabul maimanah
Fa ashhabul maimanati ma ashhabul maimanah
Fa ashhabul masy’amati ma ashhabul masy’amah
Fa ashhabul maimanati ma ashhabul masy’amah
Bacaan ayat dalam Al-Quran berikut إِن تَتُوبَا إِلَى اللَّهِ فَقَدْ صَغَتْ قُلُوبُكُمَا adalah ....
In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā
In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā
In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā
In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā
In tatūbā ila Allahi faqod sogot qulubukumā
Ayat yang digarisbawahi berikut حَمْلُ هَذَا إِلَّا بَشَرٌ يُرِيدُ mengandung hukum bacaan ....
Mad wajib muttasil
Mad layyin
Mad arid lisukun
Mad jaiz munfasil
Mad lazim mutsaqqal kilmi
Seorang non-muslim dalam hatinya meyakini bahwa Allah adalah Tuhannya dan Nabi Muhammad adalah utusan Allah. Namun, dia tidak pernah mengucapkan kalimat syahadat. Menurut pandangan Islam, kedudukan orang tersebut adalah ....
Ia belum dianggap muslim karena syarat sah masuk Islam adalah mengucapkan syahadat secara lisan
Ia sudah dianggap muslim karena hatinya telah meyakini Allah dan Rasul-Nya
Ia dianggap muslim apabila ia sudah melaksanakan shalat meskipun tidak mengucapkan syahadat
Ia tetap non-muslim karena keyakinan dalam hati tidak ada nilainya tanpa amal perbuatan
Ia dianggap muslim jika keluarganya juga menerima keyakinannya
Seorang sedang shalat lalu lupa membaca tasyahud akhir, langsung salam, dan baru ingat setelah berdiri dari tempat shalat. Kedudukan salat orang tersebut adalah ....
Salatnya tetap sah, karena niat sudah benar
Salatnya tidak sah, karena tasyahud akhir adalah rukun shalat
Salatnya sah, asal ia menggantinya dengan doa lain dan karena tidak sengaja
Salatnya sah jika segera sujud sahwi
Salatnya sah, karena tasyahud akhir adalah sunnah
Bagaimana kebiasaan Anda dalam membaca Al-Quran sehari-hari?
Saya sering membaca Al-Quran, tetapi tidak setiap hari
Saya membaca Al-Quran setiap hari, baik dalam jumlah sedikit maupun banyak
Saya sangat hampir tidak pernah membaca Al-Quran
Saya membaca Al-Quran hanya pada waktu-waktu tertentu, seperti saat Ramadhan atau memiliki waktu luang
Bagaimana kepedulian Anda dalam memastikan zakat yang diberikan benar-benar sampai kepada mereka yang ditentukan dalam syariat Islam?
Saya selalu memastikan zakat yang saya berikan diterima oleh mereka yang berhak sesuai syariat Islam
Saya hanya memberikan zakat dalam kondisi tertentu, seperti saat ada program pengumpulan zakat di lingkungan sekitar
Saya sering memberikan zakat kepada yang membutuhkan, tapi terkadang tidak terlalu memperhatikan kriteria penerimanya
Saya jarang atau tidak pernah memperhatikan apakah zakat yang saya berikan sudah sesuai syariat Islam atau tidak
Bagaimana Anda merasakan kesungguhan dalam berdoa?
Saya selalu berdoa pada Allah dengan penuh kesungguhan, keyakinan, serta menghayati maknanya
Saya terkadang berdoa dengan kesungguhan, tetapi sering hanya sekedar mengucap doa tanpa benar-benar meresapi maknanya
Saya berdoa tanpa tahu maknanya
Saya berdoa dengan kesungguhan, tetapi ada kalanya saya berdoa secara otomatis tanpa menghayati maknanya
Bagaimana kebiasaan Anda dalam membayar zakat fitrah?
Saya selalu membayar zakat fitrah tepat waktu dan memperhatikan ketentuan yang berlaku
Saya hanya membayar zakat fitrah dalam kondisi tertentu, seperti jika ada pengumpulan zakat di masjid atau pengingat dari orang lain
Saya selalu membayar zakat fitrah tepat waktu, tetapi terkadang tidak memperhatikan ketentuan yang berlaku
Saya hampir tidak pernah membayar zakat fitrah
Bagaimana Anda mengamalkan doa dalam rutinitas harian Anda?
Berdoa di setiap kesempatan dan keadaan (baik lapang maupun sempit), dengan motivasi utama untuk mengingat dan berkomunikasi dengan Allah
Berdoa secara rutin hanya setelah salat wajib, menganggapnya sebagai pelengkap ibadah, namun terkadang tergesa-gesa
Hanya berdoa dalam kondisi terdesak atau sangat membutuhkan pertolongan, dan sering melupakannya saat merasa nyaman dan aman
Berdoa secara konsisten di setiap waktu yang dianjurkan (seperti setelah salat, sebelum tidur, atau saat bepergian), dan menjadikannya kebutuhan sehari-hari
Bagaimana kebiasaan Anda dalam berdoa?
Saya berdoa setiap hari, baik setelah salat maupun di berbagai kesempatan lain
Saya tidak pernah berdoa dalam kehidupan sehari-hari
Saya berdoa setelah salat apabila ada waktu luang
Saya berdoa hanya saat menghadapi situasi tertentu
Bagaimana kebiasaan Anda dalam mendoakan siswa?
Saya hanya sesekali mendoakan siswa dalam keadaan tertentu
Saya selalu mendoakan siswa setiap hari
Saya tidak pernah mendoakan siswa
Saya hanya mendoakan siswa saat ujian berlangsung
Bagaimana cara Anda berkontribusi dalam kegiatan sosial atau komunitas yang bertujuan membantu orang lain?
Saya selalu ikut serta dalam berbagai kegiatan sosial yang bertujuan membantu masyarakat
Saya hanya sesekali berpartisipasi dalam kegiatan sosial, tergantung situasi dan ajakan orang lain
Saya ikut serta dalam kegiatan sosial, tetapi jika waktu dan kesempatan memungkinkan
Saya hampir tidak pernah terlibat dalam kegiatan sosial atau komunitas
Bagaimana kebiasaan Anda dalam melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah?
Saya selalu melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah setiap hari
Saya sering melaksanakan shalat berjamaah, tetapi ada beberapa waktu saya melakukannya sendiri
Saya hanya melaksanakan shalat berjamaah dalam kondisi tertentu, seperti saat berada di masjid atau ketika ada ajakan dari orang lain
Saya hampir tidak pernah melaksanakan shalat fardhu secara berjamaah
Bagaimana Anda mengajak keluarga, rekan kerja, atau siswa untuk melaksanakan shalat berjamaah?
Saya sering mengajak orang lain salat berjamaah, tetapi tidak selalu melakukannya
Saya hanya sesekali mengajak orang lain salat berjamaah, tergantung situasi
Saya selalu mengajak orang lain untuk salat berjamaah dan memberi motivasi tentang keutamaannya
Saya jarang atau hampir tidak pernah mengajak orang lain untuk salat berjamaah
Bagaimana kebiasaan Anda dalam menjalankan puasa wajib dan puasa sunah Senin & Kamis?
Saya selalu menjalankan puasa wajib dan rutin melaksanakan puasa sunah Senin & Kamis
Saya hanya menjalankan puasa wajib dan hampir tidak pernah melaksanakan puasa sunah senin & kamis
Saya menjalankan puasa wajib, tetapi hanya sesekali melaksanakan puasa sunah senin & kamis
Saya menjalankan puasa wajib dan sering melaksanakan puasa sunah senin & kamis, tetapi tidak selalu
Bagaimana Anda memilih jenis dan kualitas bahan pangan terbaik untuk zakat fitrah?
Saya selalu menunaikan dalam bentuk beras/makanan pokok dengan kualitas premium, atau memilih konversi uang yang setara dengan harga beras tertinggi di pasaran
Saya membayar menggunakan jenis dan kualitas makanan pokok atau mengkonversinya ke uang dengan yang biasa saya konsumsi
Saya mencari beras atau makanan atau mengkonversi ke uang dengan harga yang paling murah di pasaran
Saya memilih jenis dan kualitas makanan pokok yang terbaik yang tersedia, meskipun nilainya sedikit lebih mahal dari yang biasa saya makan
Bagaimana kebiasaan Anda dalam memahami makna Al-Quran saat membacanya?
Saya membaca Al-Quran dengan berusaha memahami maknanya melalui tafsir atau terjemahan
Saya membaca Al-Quran dengan memahami maknanya, tetapi tidak selalu mendalami tafsirnya
Saya membaca Al-Quran namun jarang memperhatikan maknanya
Saya membaca Al-Quran tanpa memperhatikan maknanya
Bagaimana puasa memberikan dampak transformatif terhadap sifat-sifat buruk dalam diri Anda?
Puasa berhasil menjadi jihadun nafs (perjuangan diri) yang membuat saya merasakan jiwa saya lebih dekat dengan kesempurnaan dan kesabaran ilahi, melahirkan sifat qana'ah (merasa cukup) yang permanen.
Puasa tidak banyak mengubah sifat dasar saya, setelah beberapa hari puasa, saya kembali ke kebiasaan buruk yang sama.
Puasa sedikit meredam sifat-sifat buruk karena energi fisik berkurang, tetapi perubahan tersebut bersifat sementara dan tidak mendasar.
Puasa secara signifikan membantu saya mengendalikan hawa nafsu dan amarah, serta menumbuhkan rasa empati yang mendalam terhadap orang miskin.
Bagaimana Anda menjaga kekhusyukan dalam salat?
Saya tidak terlalu memperhatikan kekhusyukan dalam salat
Saya berusaha khusyuk dalam salat mulai dari niat hingga salam
Saya merasa sulit untuk khusyuk dalam salat dan sering kehilangan fokus
Saya berusaha khusyuk dalam salat, tetapi terkadang pikiran saya teralihkan
Bagaimana kebiasaan Anda dalam bersedekah untuk orang lain secara langsung di luar kewajiban zakat?
Saya selalu berusaha bersedekah setiap hari
Saya hanya bersedekah dalam situasi tertentu, seperti saat ada orang yang meminta atau saat ada acara amal
Saya hampir tidak pernah bersedekah di luar kewajiban zakat
Saya bersedekah, namun tidak setiap hari
Bagaimana kebiasaan Anda dalam menolong orang lain dalam kehidupan sehari-hari?
Saya hanya menolong orang lain jika diminta atau dalam situasi tertentu
Saya berusaha menolong orang lain, tetapi terkadang tidak bisa membantu jika sedang sibuk
Saya berusaha menolong orang lain setiap kali melihat mereka membutuhkan bantuan
Saya hampir tidak pernah menolong orang lain
Apa yang menjadi motivasi utama Anda melaksanakan salat berjamaah?
Saya hampir tidak pernah melaksanakan salat berjamaah karena berbagai alasan
Melaksanakan salat berjamaah karena tuntutan sebagai guru PAI
Saya melakukan salat berjamaah karena kesadaran pribadi dan keyakinan akan keutamaannya
Saya melaksanakan salat berjamaah karena perintah orang tua
Bagaimana pengalaman Anda dalam memberikan sedekah atau infak saat terjadi bencana alam atau keadaan darurat?
Saya hanya memberikan bantuan dalam situasi tertentu, tergantung kondisi keuangan dan ajakan orang lain
Saya hampir tidak pernah berpartisipasi dalam memberikan bantuan saat terjadi bencana atau keadaan darurat
Saya aktif memberikan bantuan berupa sedekah atau infak setiap kali terjadi bencana atau keadaan darurat
Saya ikut serta dalam memberikan bantuan, tetapi tidak setiap kali ada bencana
Bagaimana kebiasaan anda dalam menjalankan puasa sunah di hari-hari khusus seperti puasa Arafah, Asyura, dan puasa Sya’ban?
Saya sering melaksanakan puasa sunah di hari-hari khusus tersebut, tetapi tidak selalu
Saya selalu melaksanakan puasa sunah di hari-hari khusus tersebut setiap tahunnya
Saya hanya menjalankan puasa sunah di hari-hari khusus dalam kondisi tertentu, seperti saat ada ajakan dari teman atau keluarga
Saya jarang atau hampir tidak pernah menjalankan puasa sunah di hari-hari khusus tersebut
Bagaimana kebiasaan anda dalam membaca Al-Quran ketika memiliki kesibukan yang padat?
Saya jarang atau hampir tidak pernah membaca Al-Quran dalam kondisi sibuk
Saya tetap meluangkan waktu untuk membaca Al-Quran setiap hari, meskipun sedang sibuk
Saya hanya membaca Al-Quran jika ada waktu luang atau ketika tidak terlalu banyak pekerjaan
Saya sering membaca Al-Quran, tetapi terkadang melewatkannya saat sedang sibuk
Bagaimana Anda melaksanakan salat 5 waktu?
Saya melaksanakan salat di awal waktu, namun tidak berjamaah
Saya melaksanakan salat di awal waktu dan berjamaah
Saya melaksanakan salat pertengahan waktu dan tidak berjamaah
Saya tidak melaksanakan salat di akhir waktu dan tidak berjamaah
Bagaimana cara anda biasanya menolong orang lain?
Saya membantu orang lain dengan berbagai cara, baik tenaga, materi, maupun nasihat, sesuai dengan kebutuhan mereka
Saya membantu orang lain dengan tenaga atau nasihat, tetapi jarang memberikan bantuan materi
Saya hanya membantu orang lain dalam bentuk tertentu, seperti memberikan nasihat atau berbagi ilmu
Saya hampir tidak pernah membantu orang lain dalam bentuk apapun
Bagaimana kebiasaan anda melaksanakan salat sunnah (seperti salat rawatib)?
Saya secara rutin melaksanakan salat sunnah rawatib setiap hari
Saya tidak memiliki kebiasaan melaksanakan salat sunnah
Saya melaksanakan salat rawatib, tetapi tidak setiap hari
Saya jarang melaksanakan salat rawatib, hanya pada waktu tertentu saja
Bagaimana Anda merasakan koneksi spiritual dan fokus hati?
Fokus saya cukup baik, terutama saat memohon kebutuhan penting, namun sering terganggu oleh tugas atau rencana selanjutnya.
Pikiran sering melayang ke hal lain saat berdoa, saya hanya mengucapkan kata-kata tanpa memahami atau menghayati maknanya.
Saya berusaha keras memahami setiap kata dan merasakan isinya, serta berupaya menjaga ketenangan batik selama berdoa.
Saya merasakan kehadiran Allah (seperti dalam ihsan) saat berdoa, hati saya penuh harap dan takut (raja’ dan khauf), dan doa terasa seperti dialog pribadi yang mendalam.
Bagaimana Anda terlibat atau mendorong keterlibatan dalam kegiatan pelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di masyarakat?
Saya terlibat dalam kegiatan lingkungan jika ada ajakan atau program yang tersedia.
Saya aktif terlibat dan secara konsisten mendorong kegiatan peduli lingkungan di sekolah maupun masyarakat.
Saya belum pernah terlibat dan belum merasa perlu berpartisipasi dalam kegiatan semacam itu.
Saya jarang terlibat, tetapi mendukung jika orang lain melakukannya.
Bagaimana sikap Anda terhadap penggunaan pakaian adat daerah dalam kegiatan resmi sekolah (seperti upacara, lomba, atau perayaan hari besar nasional)?
Saya bersedia mengenakan pakaian adat jika memang diminta atau diwajibkan oleh sekolah.
Saya merasa kurang nyaman mengenakan pakaian adat, tetapi tetap menghormatinya.
Saya tidak setuju dengan penggunaan pakaian adat dalam kegiatan sekolah.
Saya mendukung dan secara sukarela mengenakan pakaian adat saat kegiatan sekolah.
Bagaimana reaksi Anda jika mendengar sesama guru menggunakan kata-kata kasar atau merendahkan murid?
Saya hanya diam kecuali kata-kata tersebut sangat berlebihan
Saya merasa tidak masalah selama kata-kata tersebut bertujuan untuk mendisiplinkan murid
Saya menyarankan pendekatan yang lebih lembut dalam mendidik murid
Saya menegur dan mengingatkan bahwa kekerasan verbal tidak dibenarkan dalam mendidik
Bagaimana Anda menyikapi perbedaan pemahaman dalam praktik keagamaan di lingkungan sekolah?
Saya hanya menghargai perbedaan praktik keagamaan jika sesuai dengan pemahaman yang saya yakini
Saya hampir tidak pernah menerima perbedaan praktik keagamaan karena bertentangan dengan keyakinan saya
Saya sering menghargai perbedaan praktik keagamaan, tetapi kadang merasa sulit menerima perbedaan tertentu
Saya menghargai dan memahami perbedaan praktik keagamaan di lingkungan sekolah tanpa memaksakan pandangan saya
Bagaimana sikap Anda jika sekolah mengadakan kegiatan kolaborasi pembangunan rumah ibadah yang melibatkan guru dan siswa dari berbagai latar belakang agama?
Saya mendukung kegiatan tersebut karena dapat memperkuat sikap saling menghormati
Saya hanya mendukung jika kegiatan tersebut tidak mengandung unsur keagamaan lain
Saya tidak mendukung karena khawatir dapat mempengaruhi keyakinan saya atau murid saya
Saya mendukung kegiatan tersebut karena dapat memperkuat sikap saling menghormati
Bagaimana Anda menyikapi simbol-simbol kenegaraan (seperti bendera, lambang negara, lagu kebangsaan) di lingkungan sekolah?
Saya kurang menghargai simbol-simbol negara karena merasa fokus saya adalah pada simbol-simbol keagamaan.
Saya menghormatinya tetapi tidak merasa perlu memberikan perhatian khusus.
Saya bersikap netral dan tidak terlalu memperhatikan simbol-simbol negara.
Saya menghormati dan turut menjaga simbol-simbol negara sebagai wujud tanggung jawab warga negara dan seorang guru agama.
Bagaimana sikap Anda dalam menghargai dan mendukung pelestarian budaya lokal (seperti tari, musik, pakaian adat, dll)?
Saya mendukung dan aktif terlibat dalam kegiatan pelestarian budaya lokal di sekolah dan masyarakat.
Saya merasa kurang nyaman dengan budaya lokal tertentu, tapi tetap mencoba bersikap netral.
Saya menghargai budaya lokal, tapi hanya sebagai bentuk toleransi, tanpa terlibat langsung.
Saya menghindari atau menolak keterlibatan dalam budaya lokal.
Bagaimana Anda mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dan cinta tanah air dalam pengajaran Pendidikan Agama Islam?
Saya merasa tidak perlu mengaitkan materi agama dengan isu kebangsaan.
Saya mengaitkan nilai agama dengan semangat kebangsaan dalam setiap kesempatan mengajar.
Jarang mengaitkan nilai-nilai kebangsaan dalam pengajaran karena keterbatasan waktu/materi.
Saya berusaha mengaitkan nilai kebangsaan ketika materi pelajaran memungkinkan.
Apakah Anda melakukan kolaborasi dengan orang yang berbeda agama/paham keagamaan?
Belum berkolaborasi
Tidak bersedia berkolaborasi
Sesekali berkolaborasi
Selalu berkolaborasi
Sekolah Anda mendapatkan Kepala Sekolah baru yang berbeda agama, bagaimana sikap anda?
Saya menerima penunjukan tersebut secara terpaksa karena itu adalah keputusan atasan, namun tetap berhati-hati dan menjaga jarak dalam urusan pribadi dan keagamaan. Saya akan mempertanyakan apakah beliau benar-benar dapat memahami dan memfasilitasi kebutuhan ibadah dan kegiatan keagamaan sekolah.
Saya akan memberikan dukungan penuh pada program kerja dan visi beliau yang positif bagi kemajuan sekolah, fokus pada kualitas pendidikan dan kinerja profesional. Saya yakin perbedaan agama tidak menjadi penghalang dalam mencapai tujuan bersama, dan akan berusaha memfasilitasi komunikasi yang terbuka.
Saya akan secara proaktif membangun komunikasi yang inklusif dan kolaboratif dengannya, mencari cara untuk menjadikan perbedaan agama ini sebagai kekuatan dan teladan toleransi bagi siswa. Saya akan memastikan kegiatan keagamaan sekolah tetap berjalan optimal dan menandakan komitmen untuk menjamin kesetaraan bagi semua pihak di sekolah.
Saya akan menolak dan mengajukan keberatan atas penunjukan tersebut karena perbedaan agama dianggap menghambat kegiatan keagamaan di sekolah.
Bagaimana sikap Anda jika ada tindakan kekerasan yang dilakukan atas dasar agama, misal penutupan warung makan pada saat Ramadhan oleh masyarakat sipil dengan cara kekerasan?
Saya tidak mendukung kekerasan, tetapi memahami bahwa ada kondisi tertentu yang sulit dihindari
Saya sering menekankan pentingnya dialog dalam menyelesaikan masalah, kecuali sudah sulit untuk diingatkan
Saya menolak segala bentuk kekerasan dan mengajak orang lain untuk menyelesaikan permasalahan dengan damai
Saya merasa tindakan kekerasan terkadang diperlukan untuk menjaga keyakinan dan ibadah
Bagaimana Anda menyikapi kebijakan dan kinerja pemerintah?
Saya mengikuti perkembangan kebijakan dan memberikan kritik yang terukur dan bertanggung jawab
Saya sering menyebarkan informasi negatif yang belum tentu benar tentang pemerintah dan secara terbuka menolak otoritas negara
Saya secara aktif menjadi warga negara yang kritis sekaligus solutif
Saya bersikap pasif dan apatis terhadap kebijakan pemerintah, menolak secara pribadi tetapi tidak pernah menyalurkan kritik melalui jalur resmi
Bagaimana sikap Anda ketika ada guru yang berbeda agama berpartisipasi dalam kegiatan Peringatan Hari Besar Islam (PHBI)?
Membiarkan berpartisipasi, tetapi sebaiknya tidak perlu berpartisipasi dalam kegiatan PHBI
Menerima dengan terbuka dan mengapresiasi keterlibatannya
Menolak keterlibatannya dalam kegiatan PHBI
Merasa kurang nyaman dengan keterlibatannya dalam acara PHBI
Bagaimana sikap Anda terhadap hak pemeluk agama lain untuk menjalankan ibadah dan merayakan hari besar mereka?
Saya secara tulus menghormati dan mendukung hak konstitusional mereka untuk beribadah dan merayakan hari besar
Saya bersikap diam dan toleran terhadap ibadah dan perayaan agama lain, selama mereka melakukannya di dalam tempat ibadah dan tidak terlalu terlihat di ruang publik
Saya merasa terganggu dengan ibadah atau perayaan agama lain dan berpendapat bahwa mereka harus membatasi kegiatan ibadah mereka
Saya tidak hanya menghormati, tetapi juga proaktif menawarkan bantuan praktis saat hari raya mereka
Bagaimana sikap Anda ketika ada perayaan atau kegiatan keagamaan lain yang berbeda dengan keyakinan Anda baik di sekolah maupun di lingkungan masyarakat?
Saya menghormati dan mendukung kebebasan mereka dalam merayakan kegiatan keagamaan
Saya hanya ikut serta jika kegiatan mereka tidak bertentangan dengan keyakinan saya
Saya tidak peduli kegiatan keagamaan lain
Saya menghormati kegiatan mereka, tetapi tidak merasa nyaman untuk terlibat lebih jauh
Saat ada program sosial sekolah seperti penggalangan dana atau bakti sosial yang dipimpin oleh guru dari berbagai agama, sikap saya ....
Ikut berpartisipasi, tetapi lebih memilih bekerja sama dengan guru seagama dalam menjalankan kegiatan
Berpartisipasi penuh dan bekerja sama dengan semua pihak tanpa membedakan agama
Tidak ingin terlibat dalam program sosial jika dipimpin atau banyak diikuti oleh guru yang berbeda keyakinan
Kurang antusias terlibat dalam kegiatan yang dipimpin oleh guru dari agama lain
Bagaimana sikap Anda menggunakan listrik, air, dan kertas dalam kegiatan di sekolah untuk mengurangi dampak negatif terhadap lingkungan?
Saya menggunakan listrik, air, dan kertas secara bijak dan aktif mencari cara untuk mengurangi pemborosan.
Saya memperhatikan penggunaan sumber daya, meskipun belum sepenuhnya konsisten dalam setiap kesempatan.
Saya hanya berhemat jika memang diperlukan atau saat diingatkan oleh pihak sekolah.
Saya belum terlalu memikirkan dampak penggunaan listrik, air, dan kertas terhadap lingkungan dalam kegiatan mengajar.
Bagaimana pandangan Anda terkait Pancasila dalam kaitannya dengan ajaran agama?
Saya menerima Pancasila sebagai dasar negara hanya karena itu adalah aturan hukum yang berlaku, tetapi secara batin saya memandang nilai-nilai agama lebih tinggi dan tidak saling berhubungan
Saya berpendapat bahwa Pancasila bertentangan dengan ajaran agama dan sistem negara seharusnya diganti dengan sistem yang berlandaskan hukum Islam secara murni tanpa kompromi
Saya meyakini Pancasila adalah ijtihad terbaik bangsa untuk mewujudkan ukhuwah dan keadilan, dan mengamalkan nilai-nilainya adalah bagian integral dari menjalankan kewajiban negara
Saya melihat Pancasila dan agama saya saling melengkapi, di mana nilai-nilai Pancasila menjadi wadah etika dalam kehidupan bernegara yang tidak meniadakan keyakinan agama
Bagaimana sikap Anda ketika diminta berkolaborasi dalam kegiatan pentas seni dengan guru yang berbeda agama?
Menerima dan berkolaborasi
Kurang setuju dan lebih mendukung jika berkolaborasi dengan guru yang seagama
Menolak berkolaborasi
Bisa menerima, tetapi lebih baik jika bekerja sama dengan guru yang seagama
Selaku mana Anda mengelola sampah dengan baik di lingkungan sekolah (misalnya memilah, membuang pada tempatnya, atau mengurangi sampah plastik)?
Saya hanya menjaga kebersihan jika ada kegiatan tertentu yang mewajibkan, seperti kerja bakti atau peringatan hari lingkungan.
Saya biasanya membuang sampah dengan benar dan sesekali mengingatkan siswa untuk menjaga kebersihan.
Saya selalu berupaya menjaga lingkungan sekolah dari sampah dan secara aktif memberikan teladan kepada siswa.
Saya tidak terlalu peduli dengan pengelolaan sampah di sekolah.
Bagaimana Anda menghargai dan berpartisipasi dalam proses pengambilan keputusan secara demokratis?
Saya menjadikan musyawarah sebagai platform untuk mencari solusi terbaik bagi semua pihak dan berinisiatif mengorganisir forum-forum diskusi yang inklusif untuk menjamin suara minoritas juga didengar dan dipertimbangkan
Saya tidak percaya pada sistem musyawarah atau demokrasi dan cenderung bersikap apatis terhadap hasil keputusan kolektif
Saya berpartisipasi aktif dalam musyawarah dengan menyampaikan pendapat secara bertanggung jawab dan siap menerima serta melaksanakan keputusan yang telah disepakati bersama
Saya akan hadir dalam musyawarah hanya jika diwajibkan atau jika ada kepentingan pribadi di dalamnya
Bagaimana sikap Anda terhadap penggunaan hukuman fisik dalam mendisiplinkan murid?
Saya merasa hukuman fisik tetap diperlukan agar murid disiplin
Saya menghindari kekerasan dan lebih memilih pendekatan dialogis dalam mendisiplinkan murid
Saya tidak membenarkan segala bentuk kekerasan dan memilih pendekatan edukatif dalam mendisiplinkan murid
Saya terkadang menggunakan hukuman fisik dalam situasi tertentu
Bagaimana sikap Anda terhadap perayaan budaya di sekolah (seperti Hari Kartini, Hari Batik, dan sejenisnya)?
Saya mendukung perayaan budaya, meskipun tidak selalu ikut serta dalam kegiatannya.
Saya menghindari atau tidak setuju dengan perayaan budaya semacam itu.
Saya tidak terlalu tertarik, tetapi tidak menolak jika diminta untuk terlibat.
Saya menyambut dan ikut serta dalam perayaan budaya di sekolah dengan antusias.
