WorksheetsQuiz Bab 10 dan 1 1 Kelas E
Total questions: 50
Worksheet time: 25mins
Tujuan utama perusahaan memberikan penjualan kredit adalah:
Mengurangi volume penjualan
Meningkatkan penjualan dan profitabilitas
Menambah beban administrasi
Menghindari risiko kredit
Komponen utama kebijakan kredit berikut, KECUALI:
Standar kredit
Syarat kredit
Kebijakan penagihan
Kebijakan pembayaran dividen
Syarat kredit 2/10, n/30 berarti:
Diskon 10% jika bayar dalam 2 hari
Diskon 2% jika bayar dalam 10 hari, jatuh tempo 30 hari
Tanpa diskon, jatuh tempo 10 hari
Pembayaran harus dilakukan dalam 2 hari
Dokumen dasar pengakuan piutang adalah:
Faktur penjualan
Surat pesanan
Surat jalan
Surat tanda terima barang
Penjualan kredit meningkatkan:
Risiko dan potensi keuntungan
Risiko saja
Keuntungan saja
Beban penyusutan
Semakin longgar syarat kredit, maka kecenderungannya adalah:
Penjualan menurun
Risiko gagal bayar meningkat
Biaya administrasi menurun
Receivable turnover digunakan untuk mengukur:
Kecepatan penjualan kredit terkonversi menjadi kas
Tingkat perputaran persediaan
Tingkat utang jangka pendek
Keuntungan perusahaan
Periode rata-rata penagihan piutang disebut:
Aging schedule
Collection period
Conversion cycle
Operating cycle
Analisis umur piutang disebut:
Aging schedule
ABC analysis
EOQ
JIT
Pelanggan yang terus terlambat membayar dikategorikan sebagai:
Prime account
Substandard account
Preferred account
Excellent account
Faktoring piutang berarti:
Menjual piutang kepada pihak ketiga
Memberikan kredit tunai
Mengurangi penjualan kredit
Menambah biaya pengiriman
Jika pelanggan tidak menggunakan diskon, maka biaya modal implisit:
Tidak berubah
Menurun
meningkat
Tidak relevan
Kredit diberikan hanya kepada pelanggan berkualitas termasuk kebijakan kredit:
Longgar
Sangat longgar
Ketat
Netral
Terms 3/15, n/45 berarti:
Diskon 3% jika bayar dalam 45 hari
Diskon 15% jika bayar dalam 3 hari
Diskon 3% jika bayar dalam 15 hari
Pembayaran harus dilakukan dalam 3 hari
Jika perusahaan memperpanjang jangka waktu pembayaran, dampaknya:
Piutang semakin cepat tertagih
Piutang tertagih lebih lama
Risiko gagal bayar turun
Profitabilitas tidak berubah
Semakin besar nilai piutang, maka kebutuhan modal kerja:
Menurun
Tetap
Meningkat
Tidak berpengaruh
Penjualan kredit Rp 540.000.000, piutang rata-rata Rp 90.000.000. Berapa receivable turnover?
4 kali
5 kali
6 kali
7 kali
Reorder point dipengaruhi oleh:
Harga barang
Lead time dan konsumsi
Biaya pemesanan
Biaya tenaga kerja
Semakin tinggi safety stock maka:
Risiko stockout meningkat
Biaya penyimpanan meningkat
Persediaan menurun
Lead time menurun
JIT bertujuan untuk:
Mengurangi persediaan seminimal mungkin
Menambah stok
Meningkatkan dead stock
Memperbesar gudang
ABC Analysis mengelompokkan persediaan berdasarkan:
Ukuran fisik
Nilai ekonomis
Warna barang
Jenis supplier
Dead stock adalah:
Barang rusak
Barang tidak laku
Barang cepat habis
Barang laku keras
Metode persediaan untuk barang mudah rusak adalah:
LIFO
FIFO
ABC
JIT
Semakin rendah inventory turnover menandakan:
A. Persediaan terlalu banyak
B. Perputaran semakin cepat
C. Persediaan efisien
D. Perencanaan tepat
Lead time adalah:
Waktu dari pemesanan sampai barang diterima
Waktu barang disimpan
Waktu produksi
Waktu penjualan
EOQ menghasilkan:
Jumlah pemesanan minimum
Jumlah pemesanan yang meminimalkan total biaya
Pemesanan tanpa batas
Persediaan tanpa pemesanan
Jika biaya pemesanan naik maka:
EOQ naik
EOQ turun
EOQ tetap
Tidak berpengaruh
Safety stock digunakan untuk:
Mengurangi risiko kehabisan barang
Meningkatkan biaya
Menambah gudang
Mengurangi pembelian
30. Analisis ABC → kelas A berarti:
Barang bernilai rendah
Barang bernilai tinggi, kontrol ketat
Barang tidak laku
Barang rusak
31. Persediaan terlalu sedikit menyebabkan:
Risiko stockout
Biaya penyimpanan naik
Keuntungan pasti naik
Gudang bertambah
Bahan baku yang habis di tengah produksi menandakan:
Safety stock kurang
Safety stock terlalu banyak
EOQ terlalu besar
Permintaan turun
Dead stock dapat dihindari dengan:
EOQ
JIT
FIFO
Semua benar
Pendanaan jangka pendek maksimal:
1 tahun
3 tahun
5 tahun
10 tahun
Contoh pendanaan jangka pendek adalah:
Obligasi
Saham preferen
Utang dagang
Saham biasa
Commercial paper diterbitkan oleh:
Perusahaan kecil
Perusahaan besar dengan rating baik
Pemerintah desa
Koperasi
Kredit bergulir disebut:
Factoring
Revolving credit agreement
Leasing
Term loan
Pendanaan yang dijamin dengan persediaan atau piutang adalah:
Unsecured loan
Secured loan
Factoring
Leasing
Sumber pendanaan yang paling fleksibel:
Obligasi
Revolving credit
Saham biasa
Leasing
Kredit dari pemasok termasuk:
Trade credit
Factoring
Leasing
Commercial paper
Tujuan pendanaan jangka pendek adalah:
Pembelian tanah
Pembelian mesin
Pembiayaan operasional
Investasi jangka panjang
Commercial paper maksimal:
90 hari
180 hari
270 hari
360 hari
Risiko pendanaan jangka pendek adalah:
Tidak dapat diperpanjang saat jatuh tempo
Jangka waktu terlalu lama
Tidak perlu bunga
Mengurangi fleksibilitas
Trade credit menguntungkan jika perusahaan:
Tidak membayar
Mengambil diskon
Membayar terlambat
Mengabaikan diskon
Nilai nominal commercial paper Rp 1.000.000.000, dana diterima Rp 960.000.000, jatuh tempo 120 hari. Berapa cost of fund efektif?
3%
10%
12,5%
15%
penjualan kredit Rp. 540 juta, piutang rata2 Rp. 90 juta, Berapa perputaran piutang (receivable turnover)?
4 kali
5 kali
6 kali
7 kali
Syarat kredit 2/10, n/30. jika pelanggan tidak memanfaatkan diskon, berapa biaya modal implisit dalam % tahunan?
17,2%
27,2%
37,2%
47,2%
Diketahui: Keterangan Nilai Kebutuhan tahunan (S) 4.000 unit Biaya pemesanan per order (O) Rp 200.000 Biaya penyimpanan per unit/tahun (C) Rp 5.000 EOQ = ?
165 unit
265 unit
465 unit
565 unit
penggunaan harian 50 unit, lead time 6 hari, Safety stock 100 unit, Berapa ROP?
300 unit
350 unit
400 unit
450 unit
Analisis kelayakan kredit menggunakan model 5 C kecuali
Character
capacity
collateral
corporate tax
periode rata2 penagihan piutang disebut
Aging schedule
collection period
Conversion cycle
operating cycle
