wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

SOAL BAB.5 KLS.XI TOKOH ISLAM NUSANTARA YANG MENDUNIA

Total questions: 60

Worksheet time: 30mins

Name
Class
Date
1.

Siapakah aku? 

Aku lahir di tanah Banten pada tahun 1815 M. Aku termasuk keturunan Sunan Gunung Djati. Ketika berada di Mekkah, aku mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Aku pernah berguru kepada Syekh Ahmad Khatib Sambas. 

Salah satu murid yang pernah berguru kepadaku adalah KH. Hasyim Asy’ari, salah satu pendiri Nahdlatul Ulama. Aku memiliki beliau yang berjumlah kurang lebih 115 kitab dalam bidang ilmu Fiqh, Tasawuf, Tafsir, dan Hadis. 

a)

Hamzah al-Fansuri

b)

Abu Abdul Mu’thi Muhammad bin Umar An Nawawi

c)

Syekh Abdurauf bin Ali

d)

Muhammad Sholeh bin Umar

e)

Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi 

2.

Syekh Nawawi pernah menjadi imam di Masjidil Haram, mengajar di Haramain, dan mendapatkan gelar Sayyidul Hijaz. Saat itu, yang termasuk Hijaz adalah wilayah …..

a)

Timur Tengah seluruhnya

b)

Makkah, Madinah, dan Damaskus

c)

Palestina, Yordania dan Yaman

d)

Saudi Arabia, Irak dan Iran

e)

Jazirah Arab, Makkah, Madinah

3.

Sampai saat ini, karya-karya beliau masih dipelajari, dikaji, dan ditelaah di pesantren. Misalnya kitab Sullam al-Munâjah syarah Safînah alShalâh dan Nashâih al-‘Ibâd syarah al-Manbaĥâtu ‘ala al-Isti’dâd li yaum al-Mi’âd. Itu adalah karya tulis dari …..

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

e)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

4.

Setiap tanah yang dipijak, selalu melakukan dakwah, bahkan saat diasingkan, beliau bahkan diberi gelar oleh Nelson Madela (Presiden Afrika Selatan) sebagai ‘Salah Seorang Putra Afrika Terbaik’. Beliau adalah ….

a)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Hamzah Fansuri

5.

Syekh Abdus Samad merupakan tokoh kunci pembuka dan pelopor perkembangan intelektualisme Nusantara Indonesia. Jumlah karyanya + 20 kitab/buku. Namun, karyanya yang terkenal dan sampai saat ini masih dipergunakan adalah …..

a)

Kaifiyāt al-Dzikir

b)

Al-Tafsir al-Munîr li al-Mu’âlim

c)

Al-Tausyîh/Quwt al-Habîb al-Gharîb

d)

Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin

e)

An-Nafhatu As Sailaniyah

6.

Beliau adalah negarawan, ahli fikih, teolog, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah Melayu pada abad ke-17. Perannya dalam perkembangan Islam di Nusantara tidak dapat diabaikan. Beliau adalah …

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

e)

Syekh Nuruddin bin Ali ar-Raniri

7.

Syekh Abdul Rauf dapat dikatakan sebagai poros sejumlah ulama Nusantara. Adapun nama muridnya yang paling berjasa, sehingga mampu mendakwahkan Islam kepada kaum bangsawan Kerajaan Pagaruyung adalah …

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi

b)

Abul Mahasin Tajul Khalwati

c)

Syekh Burhanudin Ulakan

d)

Sholeh bin Umar

e)

Ali ar-Raniri

8.

Kiai Sholeh Darat menjadi salah satu pengajar di Makkah. Muridnya berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Jawa dan Melayu. Berikut ini, murid dan santrinya yang berhasil di didik, kecuali …

a)

Hadratu Syekh KH Hasyim Asy’ari

b)

KH Ahmad Dahlan

c)

RA. Kartini

d)

Iskandar Zulkarnain

e)

KH Amir Idris

9.

Sepanjang hayatnya, beliau tidak hanya fasih berbahasa Melayu, tetapi juga Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab, dan Persia. Namun, karya tulisnya menggunakan Bahasa Melayu. Beliau adalah … .

a)

Mbah Sholeh Darat

b)

Muhammad Arsyad

c)

Bukhari al-Jauhari

d)

Syekh Hamzah Fansuri

e)

KH Dahlan Tremas

10.

Ajaran pokok tarekat Syekh Yusuf berkisar pada usaha manusia untuk mendekatkan diri kepada Allah Swt. Di antara risalah yang ditulisnya berjudul an-Nafhatu as-Sailaniyah yang pokok isinya tentang ….

a)

memohon (berdoa) itu semestinya hanya kepada Allah Swt

b)

petunjuk-petunjuk bagi orang yang akan mulai memasuki tarekat

c)

berdiam diri tidak bicara, kecuali mengucapkan kalimat dzikir

d)

berwudhu terlebih dahulu, jika ada hadas (besar dan kecil)

e)

ada 20 macam adab berdzikir

11.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani. Dikenal juga dengan nama Muhammad Nawawi al-Jawi al-Bantani. Lebih terkenal dengan nama.............

a)

Imam Nawawi Al-Bantani.

b)

Imam Nawawi Al-Palimbani

c)

Imam Nawawi Al-Sumatra’i

d)

Imam Nawawi Al-Bandungi

e)

Imam Nawawi At-Jawi

12.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani merupakan salah satu keturunan dari salah sati wali songo yaitu Syarif Hidayatullah, yang memiliki nama panggilan....

a)

Sunan Drajat

b)

Sunan Kalijaga

c)

Sunan Gunung Djati

d)

Sunan Bonang

e)

Sunan Muria

13.

Siapa di bawah ini yang merupakan pendiri Nahdhatul Ulama?

a)

Syaikh K.H. Hasyim Asy’ari

b)

Syaikh K.H. Ahmad Dahlan

c)

Haji Samanhudi

d)

Tjokroaminoto

e)

Abdul Muis

14.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani mendapatkan gelar “Sayyidul Hijaz” apa yang dimaksud dengan gelar tersebut?

a)

Pemimpin grup nasyid

b)

Maha Guru Jazirah Arab

c)

Pemimpin burung elang

d)

Singa yang bertaring

e)

Angin sepoi sepoi

15.

Abu Abdul Mu’ti Muhammad bin Umar al-Tanara al-Jawi al-Bantani dilahirkan di Kampung Tanara, Serang, Banten pada ahun 1815 Masehi, atau 1230 Hijriah, dan beliau wafat pada tanggal 25 Syawal 1314 Hijriah, atau 1897 Masehi. Imam Nawawi menghembuskan nafasnya yang terakhir pada usia.......

a)

78 ahun

b)

82 ahun

c)

84 ahun

d)

86 tahun

e)

88 tahun

16.

Apa yang mendorong Imam Nawawi al-Bantani dalam menuliskan buku-bukunya?

a)

Karena mendapatkan desakan sebagian koleganya dan para sahabatnya dari Jawa dan untuk melestarikan karya pendahulunya yang sering mengalami perubahan (tahrif) dan pengurangan

b)

Agar mendapatkan pemasukan/royalti tambahan 

c)

Sebagai syarat agar mendapatkan gelar "Sayyidul Hijaz"

d)

Karena Imam Nawawi ingin meraih popularitas di kalangan masyarakat Muslim di Indonesia

e)

Agar beliau bisa menjadi pengajar di Masjdil Haram

17.

Bagaimana corak sebagian besar buku yang ditulis oleh Imam Nawawi?

a)

Menggunakan bahasa jawa yang ditulis dengan aksara pegon

b)

Berupa komentar (syarh) dari karya-karya ulama sebelumnya yang populer dan dianggap sulit dipahami.

c)

Topik yang dibahas adalah seputar filsafat dan ilmu aqidah

d)

Fokus terhadap isu-isu yang dihadapi oleh umat Islam di masa penjajahan

e)

Mengarahkan pembaca untuk menghidupkan kembali semangat khilafah Islamiyah

18.

Hampir seluruh karya Imam Nawawi ditulis menggunakan bahasa apa?

a)

Indonesia

b)

Melayu

c)

Jawa

d)

Sunda

e)

Arab

19.

Berikut ini adalah keteladanan yang bisa kita ambil dari tokoh Imam Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani, kecuali … 

a)

Ketekunan beliau dalam mempelajari dan mengajarkan ilmu-ilmu

b)

Ketawaduan beliau yang selalu berkonsultasi dengan ulama'-ulama besar dalam menyusun karya-karyanya

c)

Bertempat tinggal dan menjalani hidup di Arab Saudi 

d)

Kezuhudan beliau karena tidak mau mengambil royalti atas karya yang diterbitkan di Mesir

e)

Keluasan ilmu beliau yang dikaji oleh banyak lembaga pendidikan tradisional baik di Indonesia maupun di mancanegara. 

20.

Salah satu ulama yang juga dijadikan sebagai pahlawan nasional Indonesia dan dikenal oleh kalangan rakyat Sulawesi Selatan, serta mendapatkan gelar sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan Guru Penyelamat kita dari Gowa) adalah....

a)

Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi al-Palimbani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Hamzah al-Fansuri

21.

Syekh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari adalah seorang tokoh ulama yang dilahirkan di........

a)

Gowa, sulawesi selatan

b)

Tasik, Jawa Barat

c)

Padang, Sumatera Barat

d)

Brebes, Jawa Timur

22.

Syeikh Yusuf Al-Makassari termasuk satu diantara banyak ulama yang harus berjuang dan menjalani kehidupan di beberapa tempat yang berbeda. Mulai dari Gowa, Banten, Srilangka, dan terakhir di Afrika Selatan. Apa yang membuat beliau berpindah dari satu kota ke kota yang lain?

a)

Beliau suka berkelana dan mengikuti jejak Ibnu Batutah 

b)

Kondisi politik Nusantara yang di bawah tekanan Belanda, sehingga beliau ditangkap dan diasingkan ke tempat-tempat yang jauh.

c)

Sebuah kebiasaan para ulama di masa itu untuk berhijrah ke Afrika

d)

Kiprah beliau dalam berdagang mengharuskan untuk mencari pasar-pasar di lokasi yang baru

e)

Beliau mendapatkan undangan resmi dari pimpinan negara Afrika Selatan

23.

Syekh Nuruddin Muhammad bin ‘Ali bin Hasanji bin Muhammad Hamid ar-Raniri al-Quraisyi. n diperkirakan lahir sekitar akhir abad ke-16 di kota Ranir, yang terletak di.......

a)

Aceh sumatera barat

b)

Gujarat India.

c)

Garut jawa barat

d)

Makassar sulawesi selatan

24.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili merupakan ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili adalah ulama yang lahir di......

a)

Gujarat

b)

Aceh

c)

Kuningan

d)

Iran

e)

Malaysia

25.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili merupakan ulama yang mengajarkan dan mengembangkan Tarekat.......

a)

Syathariyah.

b)

Naqsyabandiyah

c)

Qadiriyah

d)

Syadziliyah

e)

Tijaniyah

26.

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani adalah syeikh dari semarang, beliau biasa mendapat panggilan......

a)

Anak Shaleh yang rajin menabung

b)

Mbah Sholeh Darat.

c)

Mbah Sholeh Laut

d)

Umar bin Khatthab

27.

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani lahir di Jepara, Jawa Tengah di desa.....

a)

Kedungmalang

b)

Kedung Cumpleng.

c)

Wanusobo

d)

Singorojo

e)

Rajekwesi

28.

Nama populernya Syekh Hamzah Fansuri, Nama al-Fansuri sendiri berasal dari Arabisasi kata Pancur, sebuah kota kecil di pantai Barat Sumatra yang kini terletak di.......

a)

Aceh.

b)

Kuningan

c)

Malaysia

d)

Iran

e)

Irak

29.

Di bawah ini adalah bahasa yang dikuasai oleh Hamzah Fansuri, kacuali.....

a)

Melayu

b)

Hindi

c)

Persia

d)

Arab

e)

Inggris Cambridge

30.

Siapa di bawah ini yang merupakan pendiri Muhammadiyah?

a)

K.H. Hasyim Asy’ari

b)

K.H. Ahmad Dahlan

c)

Haji Samanhudi

d)

Tjokroaminoto

e)

Abdul Muis

31.

Menurut Syeikh Yusuf dalam risalahnya berjudul Kaifiyāt al- Dzikir (Cara-cara Berdzikir), ada 20 macam adab berdzikir. Lima diantaranya mengenai hal-hal yang hendaknya dilakukan sebelum berdzikir. Berikut ini adalah lima hal yang seharusnya dikerjakan sebelum dzikir, KECUALI: 

a)

bertaubat dari segala dosa

b)

berwudhu jika hadas

c)

Menyendiri ke suatu tempat yang sepi

d)

berdiam diri tidak bicara kecuali mengucapkan kalimat dzikir

e)

memohon (berdoa) hanya kepada Allah Swt.

32.

Salah satu keistimewaan Mbah Soleh Darat adalah memiliki murid-murid dari golongan perempuan, yang mana pada waktu itu Nusantara masih di bawah cengkeraman penjajah Belanda yang umumnya menjadikan wanita sebagai warga “‘kelas dua”.

Siapa sosok murid perempuan beliau yang terkenal? 

a)

Cut Nyak Dien

b)

Dewi Sartika

c)

RA. Kartini

d)

Laksamana Malahayati

e)

Cut Mutia

33.

Berikut ini yang BUKAN termasuk ulama yang berasal dari Nusantara adalah … 

a)

Abu Abdul Mu’thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Syafiurrahman al-Mubarakfuri

e)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

34.

Mbah Soleh Darat adalah salah satu ulama Nusantara yang berasal dari daerah …. 

a)

Banten

b)

Aceh

c)

Pariaman

d)

Semarang

e)

Makassar

35.

Salah satu karya Syeikh Abdurrauf As-Sinkili adalah kitab tafsir Al Quran yang berjudul Tarjuman al-Mustafīd. diketahui pernah terbit pada 1884 M/1885 M dalam edisi dua jilid di Istanbul, Turki. Kitab tersebut ditulis dengan bahasa apa? 

a)

Arab

b)

Jawa

c)

Melayu

d)

Hindi

e)

Turki

36.

Berikut ini yang BUKAN termasuk dari murid Syeikh Abdurrauf As-Sinkili adalah … 

a)

Syekh Burhanudin Ulakan

b)

Syekh Abdul Muhyi Pamijahan

c)

Abdul Malik bin Abdullah

d)

Dawud al-Jawi ar-Rumi

e)

Mbah Sholeh Darat

37.

Dimanakah Syeikh Yusuf al-Makassari wafat dan dimakamkan?

a)

Wafat di Makassar, dimakamkan di Banten

b)

Wafat di Srilangka, dimakamkan di Makassar

c)

Wafat di Gowa, dimakamkan di Makassar

d)

Wafat di Cape Town, dimakamkan di Gowa

e)

Wafat di Kairo, dimakamkan di Kairo

38.

Syekh Abdurrauf bin Ali al-Fansuri as-Singkili (Singkil, Aceh). Tahun lahirnya adalah 1024 H/1615 M, sementara wafatnya di Kuala Aceh, Aceh Tahun 1105 H/1693 M). Beliau adalah ulama besar Aceh, dan memiliki pengaruh besar dalam penyebaran agama Islam di Sumatra dan Nusantara pada umumnya. Apa sebutan gelar bagi beliau yang sangat terkenal? 

a)

Sayyidul Hijaz

b)

Tengku Syiah Kuala

c)

Tuanta Salamaka ri Gowa

d)

Badiuzzaman

e)

Al Qutbu ar-Rabbani

39.

Siapakah aku? 

Aku dilahirkan di Gujarat India, Ayahku adalah seorang pedagang Arab yang bergiat dalam pendidikan agama. Aku bertugas sebagai penasehat Kesultanan Aceh pada masa kepemimpinan Sultan Iskandar Tsani (Iskandar II).

a)

Syekh Abdurauf bin Ali al-Singkili

b)

Hamzah al-Fansuri

c)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

d)

Abdus Samad bin Abdullah al- Jawi al-Palimbani

e)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

40.

Pengetahuan Syekh Nuruddin tak terbatas dalam satu cabang ilmu saja, namun sangat luas yang meliputi berbagai bidang. Diantaranya adalah … 

a)

Sejarah, sastra, filsafat, fikih, dan tasawuf

b)

Tafsir, hadist, ilmu kalam, ilmu kebumian, dan sains

c)

Ushul fiqh, politik, astronomi, dan ilmu hisab (matematika) 

d)

Politik, sosiologi, administrasi negara, dan keuangan

e)

Ekonomi, arsitektur, perdagangan dan tata kelola pemerintahan  

41.

1. Nama Lengkap Abu Abdul Mu'thi Nawawi Al Tanari Al bantani

a)

Abu Abdul Mu'thi Muhammad bin Umar Al Tanari Al jawi Al bantai

b)

Abu Abdul Mu'thi Muhammad bin usman Al Tanari Al jawi Al bantai

c)

Abu Abdul Mu'thi Muhammad bin hasan Al Tanari Al jawi Al bantai

d)

Abu Abdul Mu'thi Muhammad bin husein Al Tanari Al jawi Al bantai

e)

Abu Abdul Mu'thi Muhammad bin Ali Al Tanari Al jawi Al bantai

42.

Gelar istimewa bagi Syekh/ imam Nawawi

a)

Sayyidul Hijaz

b)

Sayyidul jaiz

c)

Sayyidul makkah

d)

Sayyidul haramain

e)

Sayyidul ulama

43.

Yang termasuk Karya Imam Nawawi

a)

Uqud Al lujain fi bayani huquq Al zaujain

b)

Zubad Al asror

c)

Fathul qorib Al mujib

d)

Fathul mkin

e)

Mughni labib

44.

Sebutan Al jawi bagi imam Nawawi menunjukan beliau berasal dari

a)

Pulau jawa

b)

Pulau Sumatera

c)

Pulau Kalimantan

d)

Pulau kapuk

e)

Pulau riau

45.

Kapan dan dimana imam Nawawi lahir

a)

Kampung Tanara, serang, banten 1815

b)

Kampung condet, jakarta utara 1987

c)

Kampung raya, banten 1865

d)

Kampung ramai, serang, banten 1679

e)

Kampung alas, banten 1867

46.

Tempat tanggal lahir Syekh Yusuf Abul manasin Tajul khawatir Al makasari

a)

Gowa, Sulawesi Selatan, 3 Juli 1626

b)

Gowa, Sulawesi Utara, 6 Juli 1867

c)

Gowa, Sulawesi Tengah, 8 Juli 1831

d)

Gowa, Jawa Tengah, 9 Juli 1693

e)

Gowa, kalimantan utara, 7 Juli 1601

47.

Arti gelar tuanta salamaka ri gowa bagi Syekh Yusuf Abul mahasin

a)

Tuan guru penyelamatan kita dari gowa

b)

Tuan guru besar penolong kita dari gowa

c)

Tuan guru besar penduduk gowa

d)

Tuan guru besar islam gowa

e)

Tuan guru mulia islam gowa

48.

Karya tulis Syekh Abul mahasin Al makasari

a)

Safinatun najah

b)

Safinatusolat

c)

Safinatunnar

d)

Matan sulamuttaufeq

e)

Matan taklimil Muta'alim

49.

Tempat wafat Syekh Abul mahasin Al makasari

a)

Cape town, Afrika Selatan

b)

Kota Amerika Serikat

c)

Afrika Utara

d)

Dubai, arab

e)

Mekkah

50.

Salah satu putra Afrika terbaik adalah sebutan dari Nelson Mandela mantan presiden Afrika Selatan adalah sebutan bagi ulama Indonesia pada masa itu

a)

Syekh Abul mahasin Tajul khalwati Al Makasari

b)

Syekh Muhammad Nawawi Al jawi

c)

Syekh Abul hasan asyadili

d)

Syekh Abul mutolib Al makasari

e)

Syekh Abul husen Al Kalimantani

51.

Gelar Sayyidul Hijaz (Maha Guru jazirah Arab, Saudi Arabia sekarang) diberikan kepada tokoh ulama Indonesia pada gambar tersebut, yaitu ....

a)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

b)

Hamzah Fansuri

c)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

d)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

e)

Abdus Samad bin Abdulllah al-Jawi al-Palimbani

52.

Kitab Sullam al-Munajah, Syarah Safinah al-Shallah merupakan kitab yang dipelajari, dikaji dan ditelaah di pondok pesantren sampai sekarang yang mengupas tentang Fiqhi. Kitab ini merupakan hasil karya dari tokoh ulama Indonesia, yaitu ....

a)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Hamzah Fansuri

d)

Abdus Samad nin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

e)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

53.

Tokoh ulama Indonesia ini berdakwah di Afrika Selatan, beliau dianugerahi pahlawan Nasional Indonesia oleh presiden Soeharto dan mantan presiden Afrika Selatan (Nelson Mandela) menyebutnya dengan "Salah seorang putra Afrika terbaik". Sedangkan dikalangan rakyat Sulawesi Selatan, beliau mendapatkan gelar sebagai Tuanta Salamaka ri Gowa (Tuan guru penyelamat kita dari Gowa). Kitab Safinat an-Najah merupakan karya populernya hingga kini diajarkan dipesantren. Adapun tokoh ulama yang dimaksud adalah ....

a)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

b)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

e)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

54.

Kitab Hidayatus Salikin dan Siyarus Salikin merupakan salah satu hasil karya dari tokoh ulama Indonesia, yaitu ...

a)

Syaikh Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

b)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

c)

Hamzah Fansuri

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

55.

Sepanjang Hayat beliau fasih dalam berbagai bahasa selain bahasa Melayu, yaitu bahasa Jawa, Siam (Thailand), Hindi, Arab dan Persia. Namun Karya Tulisnya menggunakan bahasa Melayu. Tokoh Ulama ini adalah ....

a)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

d)

Syaikh Hamzah Fansuri

e)

Muhammad Soleh bin Umar al-Samarani

56.

Pada abad ke-17, Beliau adalah negarawan, ahli fiqih, teologi, sufi, sejarawan dan sastrawan penting dalam sejarah melayu. Bahkan beliau merupakan ulama yang membedakan penafsiran doktrin dan praktik sufi (aliran tasawuf/mistisisme) yang salah dan benar. Tokoh ulama ini adalah ....

a)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

b)

Hamzah Fansuri

c)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

d)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

e)

Syaikh Yusuf Abdul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

57.

Salah satu muridnya menjadi ulama terkenal, yaitu Syaikh Burhanuddin Ulakan (dari Pariaman, Sumatera Barat) yang berdakwah kepada kaum bangsawan kerajaan Pagaruyung. Beliau adalah ulama besar Aceh dengan gelar Tengku Syiah Kuala, dan menjadi rujukan penting/poros sejumlah ulama nusantara. Tokoh ini adalah ...

a)

Hamzah Fansuri

b)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

c)

Syaikh Abdurauf bin Ali al-Singkili

d)

Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani

e)

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari

58.

Nama lengkapnya adalah Syaikh Muhammad Sholeh bin Umar al-Samarani al-Jawi asy-Syafi'i. Beliau menjadi salah satu pengajar di Mekkah. Muridnya berasal dari seluruh penjuru dunia, termasuk dari Jawa dan Melayu. Berikut ini yang bukan termasuk murid dari Kiyai Sholeh Darat adalah ....

a)

KH. Amir Idris

b)

RA. Kartini

c)

KH. Ahmad Dahlan

d)

KH. Hasyim Asy'ari

e)

Iskandar Zulkarnain

59.

Lahir di Palembang, Sumatera Selatan pada tahun 1116 H/1704 M. Melanjutkan pendidikan di Negeri Pattani (Thailand Selatan), kemudian memperdalam ilmu ke Arab (Mekkah dan Madinah). Beliau memberikan perhatian besar pada perkembangan sosial, politik, dan keagamaan di Nusantara. Tokoh ini adalah ....

a)

Abu Abdul Mu'thi Nawawi al-Tanari al-Bantani

b)

Abdus Samad bin Abdullah al-Jawi al-Palimbani

c)

Hamzah Fansuri

d)

Nuruddin bin Ali ar-Raniri

e)

Syaikh Abdurrauf bin Ali al-Singkili

60.

Syaikh Yusuf Abul Mahasin Tajul Khalwati al-Makasari merupakan mursyid (pembimbing) tarekat khalwatiyah, Qadariyah, Naqshabandiyah, Ba'lawiyah dan Syathariyah. Berikut ini isi pokok dari risalahnya syaikh Yusuf yang berjudul An-Nafhatu As-Sailaniyah.

a)

Ada 20 macam adab berdzikir

b)

Berdiam diri/tidak berbicara melainkan berdzikir

c)

Memohon (berdo'a) hanya kepada Allah Swt. semata.

d)

Berwudhu terlebih dahulu, apabila berhadas kecil dan besar

e)

Petinjuk bagi orang yang memulai memasuki tarekat