wayground logo

Free Printable Worksheets

NEW

Font size

S
M
L
XL
Worksheets

post test 7

Total questions: 10

Worksheet time: 5mins

Name
Class
Date
1.

Sesuai PP No. 22 Tahun 2021, sebuah limbah yang tidak tercantum dalam daftar limbah B3 (Lampiran), tetap dapat diklasifikasikan sebagai Limbah B3 jika...

a)

A. Jumlah yang dihasilkan sangat banyak, lebih dari 1 ton per hari.

b)

B. Berasal dari industri multinasional yang besar.

c)

C. Setelah diuji laboratorium, terbukti memiliki salah satu karakteristik B3 (misal: lolos uji TCLP).

d)

D. Warnanya hitam pekat dan berbau menyengat.

2.

Limbah lumpur (sludge) dari unit IPAL industri pelapisan logam (electroplating) akan diuji di laboratorium untuk menentukan status B3-nya. Uji yang paling relevan untuk melihat potensi pelarutan logam berat (seperti Cd, Pb, Cr) adalah...

a)

A. Uji Titik Nyala (Flash Point Test)

b)

B. Uji pH

c)

C. Uji TCLP (Toxicity Characteristic Leaching Procedure)

d)

D. Uji SVI (Sludge Volume Index)

3.

Oli bekas dari kegiatan maintenance generator di sebuah hotel berbintang diklasifikasikan sebagai limbah B3 berdasarkan...

a)

A. Sumber Spesifik

b)

B. Sumber Tidak Spesifik

c)

C. Limbah Infeksius

d)

D. Limbah Reaktif

4.

Sisa limbah Sianida (CN⁻) dari industri tambang emas sangat dilarang keras untuk disimpan berdekatan atau dicampur dengan limbah sisa asam (misal: H₂SO₄). Mengapa?

a)

A. Karena campuran tersebut akan mudah meledak (Explosive).

b)

B. Karena akan menghasilkan gas Hidrogen Sianida (HCN) yang sangat beracun dan mematikan.

c)

C. Karena Sianida akan menetralkan asam sehingga menjadi tidak berbahaya.

d)

D. Karena campuran tersebut akan mudah terbakar (Flammable).

5.

Prosedur penanganan awal yang paling tepat untuk limbah B3 cair yang bersifat sangat korosif (misal: sisa basa kuat, pH 13) adalah...

a)

A. Menampungnya di drum logam tebal agar tidak pecah.

b)

B. Menampungnya di jerigen plastik HDPE (High-Density Polyethylene) yang tertutup rapat.

c)

C. Mencampurnya dengan oli bekas agar tidak terlalu reaktif.

d)

D. Membuangnya langsung ke saluran drainase untuk pengenceran.

6.

Apa alasan teknis utama mengapa label dan simbol B3 tidak boleh ditempel pada tutup drum atau wadah?

a)

A. Karena regulasi melarangnya secara spesifik tanpa alasan.

b)

B. Karena stiker label tidak akan menempel dengan baik di permukaan tutup.

c)

C. Karena tutup mudah kotor sehingga simbol tidak terbaca.

d)

D. Karena tutup dapat tertukar antar drum, yang menyebabkan kesalahan identifikasi bahaya.

7.

Manakah dari berikut ini yang BUKAN merupakan persyaratan teknis wajib untuk sebuah Tempat Penyimpanan Sementara (TPS) Limbah B3?

a)

A. Lantai harus kedap air (impermeable) dan memiliki bak penampung tumpahan (sump).

b)

B. Harus memiliki atap untuk melindungi dari air hujan.

c)

C. Bangunan TPS harus dicat dengan warna merah menyala.

d)

D. Harus memiliki ventilasi udara yang baik, terutama untuk B3 yang mudah menguap.

8.

Limbah B3 yang telah dikemas dan disimpan di TPS milik penghasil limbah (pabrik)...

a)

A. Boleh disimpan tanpa batas waktu, selama kemasannya aman.

b)

B. Wajib diserahkan ke pengolah/pemanfaat/penimbun berizin setelah memenuhi batas waktu simpan (misal: 90/180 hari).

c)

C. Boleh dijual kembali ke pemasok bahan baku.

d)

D. Harus dibakar sendiri oleh pabrik tersebut di area terbuka.

9.

Limbah sisa pelarut (thinner) bekas dari proses pengecatan di industri furnitur memiliki karakteristik bahaya utama...

a)

A. Infeksius dan Korosif

b)

B. Mudah menyala (Flammable) dan Beracun (Toxic)

c)

C. Reaktif dan Mudah meledak

d)

D. Korosif dan Reaktif

10.

Dalam studi kasus di rumah sakit, prosedur penanganan awal paling kritis untuk limbah infeksius tajam (jarum suntik) adalah...

a)

A. Pemilahan di sumber (ruang tindakan) dan langsung dimasukkan ke safety box tahan tusukan.

b)

B. Mengumpulkan semua limbah (tajam dan tidak tajam) di satu kantong kuning.

c)

C. Membengkokkan atau mematahkan jarum suntik dengan tangan sebelum dibuang.

d)

D. Mencuci jarum suntik dengan disinfektan lalu membuangnya ke sampah domestik.