NEW
Font size
WorksheetsBAB 3 CERPEN
Total questions: 15
Worksheet time: 8mins
Bacalah kutipan Cerpen berikut ini
(1) Senja di Batavia tahun 1920-an berwarna kelabu. (2) Di sebuah societeit mewah, Nona Eliza, putri seorang pejabat Belanda, sedang menari, tawa gembira memantul di dinding. (3) Namun, di balik dinding itu, Soleh, seorang pemuda pribumi yang bekerja sebagai pelayan, menunduk dalam. (4) Ia teringat kata-kata pamannya yang pejuang: “Jangan lupakan darimana asalmu, Le. Pendidikan adalah senjata kita.” (5) Kalimat itu selalu memotivasi Soleh untuk tetap belajar di malam hari, diam-diam membaca buku-buku terlarang yang ia sembunyikan di balik seragam pelayannya.
'Pendidikan adalah senjata kita' yang dikutip dari ucapan Paman Soleh (kalimat 4) merupakan penekanan pada nilai ekstrinsik...
Nilai Sosial
Nilai Pendidikan
Nilai Budaya
Nilai Estetika
Nilai Ekonomi
Bacalah kutipan Cerpen berikut ini
Senja di Batavia tahun 1920-an berwarna kelabu. (2) Di sebuah societeit mewah, Nona Eliza, putri seorang pejabat Belanda, sedang menari, tawa gembira memantul di dinding. (3) Namun, di balik dinding itu, Soleh, seorang pemuda pribumi yang bekerja sebagai pelayan, menunduk dalam. (4) Ia teringat kata-kata pamannya yang pejuang: “Jangan lupakan darimana asalmu, Le. Pendidikan adalah senjata kita.” (5) Kalimat itu selalu memotivasi Soleh untuk tetap belajar di malam hari, diam-diam membaca buku-buku terlarang yang ia sembunyikan di balik seragam pelayannya.
Apa yang menjadi konflik batin utama yang dialami tokoh Soleh?
Ia merasa dendam kepada Nona Eliza karena telah menertawakannya
Ia kesulitan menari di dalam societeitmewah.
Ia harus memilih antara bekerja sebagai pelayan atau menjadi tentara.
Ia menghadapi dilema antara pekerjaan/status sosialnya dan semangatnya untuk belajar/berjuang.
Ia tidak mendapatkan gaji yang cukup untuk membeli buku terlarang.
(1) Janda tua itu, Mbok Ratih, menjual sisa-sisa perhiasannya. (2) Bukan untuk dirinya, melainkan untuk membeli beras yang akan ia selundupkan ke kamp para pejuang di hutan. (3) Tetangga-tetangga di kampungnya merasa heran melihat pengorbanan tanpa pamrih itu. (4) Namun, mereka tahu: solidaritas sebagai sesama pribumi lebih penting daripada kekayaan yang fana. (5) Suatu malam, ia menempuh perjalanan sendiri, melewati jalan setapak gelap yang berada di pinggir jurang.
Tokoh Mbok Ratih, yang rela mengorbankan hartanya demi orang lain, termasuk dalam jenis tokoh...
Protagonis
Antagonis
Tritagonis
Figuran yang antagonis
Protagonis yang pasif
Dalam menganalisis cerpen bertema perjuangan kemerdekaan, Anda menemukan bahwa gaya bahasa penulis dipengaruhi oleh karya-karya sastrawan angkatan 45.
Analisis ini termasuk kategori...
Unsur Intrinsik: Gaya Bahasa
Unsur Ekstrinsik: Latar Belakang Sastra
Unsur Intrinsik: Tema
Unsur Ekstrinsik: Kondisi Moral
Unsur Intrinsik: Sudut Pandang
Kutipan dari cerpen: 'Di kaki bukit yang diselimuti kabut pagi, Rini memulai perjalanan panjangnya.' Unsur intrinsik yang paling dominan diungkapkan dalam kalimat ini adalah...
Penokohan (Tokoh Rini)
Tema (Perjalanan)
Latar (Setting)
Amanat (Pesan Moral)
EGaya Bahasa (Majas)
Unsur intrinsik cerpen yang berkaitan dengan urutan peristiwa yang membentuk jalan cerita dan memiliki tahapan seperti pengenalan, pertikaian, dan penyelesaian adalah...
Tema
Latar
Alur (Plot)
Penokohan
Amanat
Pagi yang dingin di tahun 1947 itu menyelimuti desa Karanganyar yang sunyi. (2) Sersan Tejo, dengan seragam lusuhnya, duduk di balai desa, tatapannya kosong. (3) Ia baru saja menerima kabar pahit: markas mereka di selatan telah diserang Belanda dan Komandan Sudiro gugur dalam pertempuran. (4) "Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Semangat rakyat mulai runtuh," bisiknya dalam hati, sebuah pengakuan yang tak pernah ia tunjukkan pada anak buahnya. (5) Tejo tahu, meskipun hati kecilnya merasa takut, ia harus tetap berdiri sebagai tiang bagi desa yang tersisa. (6) Bagaimanapun, sumpah untuk mempertahankan kemerdekaan adalah hal mutlak di atas segalanya.
Kata gugur pada kalimat (3) dan frasa sumpah untuk mempertahankan kemerdekaan pada kalimat (6) merupakan petunjuk kuat bahwa cerpen ini mengandung nilai ekstrinsik, yaitu nilai...
Sosial dan Moral
Moral dan Budaya
Kepahlawanan dan Nasionalisme
Religius dan Pendidikan
Estetika dan Sosial
Pagi yang dingin di tahun 1947 itu menyelimuti desa Karanganyar yang sunyi. (2) Sersan Tejo, dengan seragam lusuhnya, duduk di balai desa, tatapannya kosong. (3) Ia baru saja menerima kabar pahit: markas mereka di selatan telah diserang Belanda dan Komandan Sudiro gugur dalam pertempuran. (4) "Aku tidak tahu lagi harus bagaimana. Semangat rakyat mulai runtuh," bisiknya dalam hati, sebuah pengakuan yang tak pernah ia tunjukkan pada anak buahnya. (5) Tejo tahu, meskipun hati kecilnya merasa takut, ia harus tetap berdiri sebagai tiang bagi desa yang tersisa. (6) Bagaimanapun, sumpah untuk mempertahankan kemerdekaan adalah hal mutlak di atas segalanya.
Latar suasana yang dominan dalam kutipan cerpen adalah...
Ceria dan penuh harapan
Marah dan pemberontakan
Damai dan kebahagiaan
Kesedihan dan kecemasan
Kekaguman dan ketenangan
(1) Setelah upacara kecil di alun-alun, Ki Suta, seorang petani yang diam-diam menjadi kurir pesan, berpikir keras tentang rute mana yang paling aman. (2) Ia harus segera menyampaikan surat dari Pangeran Diponegoro kepada Tumenggung Wiroguno. (3) Jalur utara melewati pos-pos Belanda yang dijaga ketat, sedangkan jalur selatan berliku-liku dan memakan waktu dua kali lebih lama. (4) Malam itu, di bawah kerlip bintang yang seolah menguji tekadnya, Ki Suta menghela napas. (5) "Ya Allah, lindungilah langkah hamba," bisiknya, membulatkan tekad untuk mengambil jalur utara demi menghemat waktu. (6) Ia tahu risiko yang dihadapi, tetapi kewajibannya terhadap perjuangan lebih besar dari nyawanya sendiri.
Nilai Religius dalam kutipan cerpen paling jelas ditunjukkan pada kalimat nomor...
(1)
(5)
(2)
(4)
(6)
Tahap dalam alur cerpen di mana konflik yang dihadapi tokoh sudah mencapai puncak ketegangan dan menentukan nasib tokoh disebut...
Orientasi (Perkenalan)
Komplikasi (Konflik)
Resolusi (Penyelesaian)
Klimaks (Puncak Konflik)
Koda (Penutup)
Perbedaan mendasar antara 'Tema' dan 'Amanat' cerpen adalah...
Tema selalu tersurat, sedangkan amanat selalu tersirat.
Team adalah ide pokok cerita, sedangkan amanat adalah pesan moral/pelajaran hidup.
Tema adalah bagian dari unsur ekstrinsik, sedangkan amanat adalah intrinsik.
Tema selalu berbentuk pertanyaan, sedangkan amanat selalu berbentuk pernyataan.
Tema hanya satu, sementara amanat bisa banyak.
Berikut ini termasuk ciri-ciri dari sebuah cerpen, kecuali...
terdiri kurang dari 10.000 (sepuluh ribu) kata
bentuk tulisan yang singkat tentunya lebih pendek dari novel
isi dari cerita berasal dari kehidupan sehari-hari
penokohan dalam cerpen sangat sederhana
bersifat nyata
Aku tumbuh menjadi pohon. Orang-orang di kampung kami akan tetap percaya bahkan jika harus didebat hingga mulut berbusa. Mereka mulai mempercayainya sejak tahun 1947. Kini, pohon asam itu sudah besar dan semakin tua.
Penggalan cerpen di atas menunjukkan salah satu unsur cerpen yakni...
Latar waktu
Latar tempat
Alur
Penokohan
Watak tokoh
Pernyataan di bawah ini yang menunjukkan perbedaan cerpen dan novel adalah …
Novel tidak ada konflik sedangkan cerpen ada konflik
Novel tidak berbentuk prosa sedangkan cerpen berbentuk prosa
Novel bercerita tentang seorang tokoh sedang cerpen bercerita tentang pengalaman hidup
Cerpen bercerita tidak sampai menimbulkan perubahan nasib, sementara novel sebaliknya
Cerpen dan novel masing-masing mempunyai tema
Salah satu unsur Ekstrinsik cerpen adalah…
Gaya penyampaian cerita
Penokohan
Latar Budaya Pengarang
Tanggapan pembaca
Tampilan ilustrasi cerpen
