Font size
WorksheetsSoal Pilihan Ganda Pengelasan dan Material Teknik
Total questions: 39
Worksheet time: 22mins
Pada proses pengelasan SMAW (Las Listrik), kawat las dibungkus oleh lapisan fluks (salutan). Fungsi utama dari fluks saat mencair menjadi terak (slag) adalah...
Sebagai lapisan pendingin agar lasan cepat dingin dan mengeras.
Menghasilkan gas pelindung untuk melindungi Weld Metal dari kontaminasi udara luar O2 dan N2.
Memberikan warna yang bagus pada permukaan lasan.
Mempercepat proses busur las agar lebih efisien.
Melunakkan logam dasar agar mudah dibentuk.
Anda mengelas plat baja yang sangat kotor dan berkarat. Jika lasan tetap dilakukan tanpa dibersihkan, cacat las yang paling mungkin terjadi dan disebabkan oleh kontaminasi ini adalah...
Terlalu banyak slag di luar.
Porositas (gelembung udara/gas yang terperangkap di dalam lasan).
Undercut (alur di sepanjang tepi lasan).
Overlap (tumpukan lasan di atas logam dasar).
Terjadi distorsi (pelengkungan) yang parah.
Dalam pengelasan MIG \\ GMAW dan TIG \\ GTAW, gas Argon digunakan sebagai gas pelindung. Fungsi utama gas Argon ini adalah...
Mempercepat laju pendinginan lasan.
Memberikan energi panas tambahan pada busur las.
Mengendalikan Heat Input agar tetap rendah.
Mencegah oksigen dan nitrogen dari udara luar bereaksi dengan Weld Metal yang panas.
Melarutkan kawat las agar mudah meleleh.
Anda diminta mengelas konstruksi baja yang akan dipasang di daerah bersalju (suhu sangat rendah). Material apa yang paling baik dipilih karena tetap memiliki ketangguhan (tahan benturan) pada suhu dingin?
Baja Karbon Rendah (A36).
Besi Tuang (Cast Iron).
Baja Karbon Tinggi.
Baja Tahan Karat Austenitik AISI 304.
Tembaga.
Kandungan unsur paduan utama apa yang harus dimiliki oleh logam dasar maupun kawat las untuk memastikan sambungan memiliki ketahanan korosi yang baik, seperti pada Stainless Steel?
Mangan (Mn).
Nikel (Ni).
Kromium (Cr).
Silikon (Si).
Molibdenum (Mo).
6. Dokumen PQR (Procedure Qualification Record) berfungsi sebagai bukti bahwa WPS yang dibuat telah diuji dan menghasilkan sambungan las dengan mutu yang diterima. Hasil uji yang tercantum dalam PQR adalah...
Hasil uji mekanik dan visual sambungan las
Hasil uji kimia bahan dasar
Hasil uji dimensi produk akhir
Hasil uji kekuatan mesin las
Cacat las berupa Porositas (gelembung gas) terdeteksi pada Weld Metal. Apa penyebab paling umum dan paling mendasar dari munculnya Porositas yang harus dianalisis oleh juru las?
Jarak busur las terlalu pendek.
Kontaminasi (karat, oli, cat) pada permukaan, atau hilangnya gas pelindung.
Kawat las yang terlalu tebal.
Posisi pengelasan yang salah.
Kekuatan material terlalu tinggi.
Ketika melakukan pengujian NDT (Non-Destructive Test), metode yang paling umum digunakan untuk mendeteksi cacat permukaan yang terbuka seperti retak halus pada sambungan las adalah...
Radiography Test (RT).
Ultrasonic Test (UT).
Liquid Penetrant Test (PT).
Impact Test.
Tensile Test.
Cacat Undercut (alur di sepanjang tepi lasan) sering terjadi pada pengelasan. Berdasarkan kode standar, Undercut harus diperbaiki jika kedalamannya melebihi batas yang diizinkan. Salah satu cara penanggulangan Undercut saat mengelas adalah dengan...
Menggunakan arus yang lebih tinggi.
Mengurangi kecepatan gerak (travel speed) dan menjaga sudut elektroda.
Menaikkan tegangan busur (voltage) sangat tinggi.
Melakukan Pre-heat pada area las.
Mengubah kawat las menjadi Hidrogen Rendah.
Distorsi (perubahan bentuk atau pelengkungan) adalah masalah umum yang timbul karena pemuaian dan penyusutan material akibat panas pengelasan. Cara penanggulangan paling efektif untuk meminimalkan distorsi pada pelat tipis adalah...
Menggunakan penjepit (fixturing) yang kuat dan mengelas dengan cepat.
Menaikkan Heat Input agar panas tersebar merata.
Menggunakan kawat las yang lebih tipis.
Melakukan Post-Weld Heat Treatment (PWHT) segera.
Mengelas secara multi-pass (banyak lapisan) yang lambat.
Perubahan posisi pengelasan menjadi variabel yang sangat penting dalam kualifikasi WPS karena:
Setiap posisi pengelasan memiliki tantangan dan teknik yang berbeda sehingga mempengaruhi hasil pengelasan.
Posisi pengelasan tidak mempengaruhi kualitas hasil pengelasan.
Semua posisi pengelasan dapat digunakan tanpa perlu kualifikasi khusus.
Posisi pengelasan hanya penting untuk estetika hasil pengelasan.
Mengapa posisi pengelasan sangat penting dalam proses pengelasan?
Karena perubahan posisi memengaruhi jenis mesin las yang digunakan.
Karena posisi memengaruhi transfer logam las dan kemampuan juru las mengendalikan Weld Pool.
Karena posisi memengaruhi harga material.
Karena hanya posisi 1G yang diizinkan untuk bejana tekan.
Karena posisi memengaruhi jenis gas pelindung.
Metode pengujian NDT (Non-Destructive Test) mana yang paling efektif digunakan untuk mendeteksi cacat internal (di dalam Weld Metal) seperti inklusi terak (slag inclusion) atau porositas di bawah permukaan?
Visual Test (VT).
Magnetic Particle Test (MT).
Liquid Penetrant Test (PT).
Radiography Test (RT) atau Ultrasonic Test (UT).
Bend Test.
Berdasarkan WPS yang mengacu pada standar umum, jika sebuah retak ditemukan, tindakan penanggulangan yang wajib dilakukan adalah...
Langsung menimpa retakan dengan bead baru.
Melakukan PWHT segera.
Menghilangkan retakan sepenuhnya dengan grinding atau gouging dan melakukan inspeksi PT atau MT sebelum dilas ulang.
Menurunkan suhu operasi.
Hanya melakukan peening (memukul) area retak.
Inspektur mendeteksi cacat Inklusi Terak (Slag Inclusion) di dalam Weld Metal. Cacat ini umumnya disebabkan oleh...
Panas pengelasan terlalu tinggi.
Pembersihan slag (terak) pada bead sebelumnya tidak sempurna saat pengelasan multi-pass.
Penggunaan elektroda Hidrogen Rendah.
Kecepatan pendinginan terlalu lambat.
Tidak menggunakan pre-heat.
Cacat Overlap (tumpukan lasan di atas logam dasar tanpa fusi sempurna di tepi) ditemukan. Analisis Anda menunjukkan bahwa penyebab utama cacat ini adalah...
Arus las terlalu tinggi.
Kecepatan gerak (travel speed) terlalu cepat.
Penggunaan arus las terlalu rendah dan teknik juru las yang kurang tepat.
Penggunaan kawat las aluminium.
Material dasar yang terlalu tebal.
Jika WPS untuk mengelas pipa dengan ketebalan 10mm telah dikualifikasi, dan kemudian juru las harus mengelas pipa yang sama dengan ketebalan 20 mm, berdasarkan standar ASME atau AWS (umum), variabel apa yang harus diubah dan kemungkinan membutuhkan kualifikasi ulang WPS?
Dalam dokumen WPS, parameter Arus (Amperage) dan Tegangan (Voltage) proses MIG / MAG dikategorikan sebagai variabel penting. Tujuan utama WPS mengatur batas minimum dan maksimum parameter ini adalah untuk mengontrol variabel esensial lainnya, yaitu...
Tingkat kebersihan permukaan material.
Masukan Panas (Heat Input) yang diterima material.
Jumlah spatter yang dihasilkan.
Jumlah kawat las yang tersisa.
Waktu yang dibutuhkan untuk mengelas.
Pengujian NDE NDT mana yang memanfaatkan medan magnet dan partikel besi halus untuk mendeteksi retakan sub-permukaan (di bawah permukaan) yang tidak terlihat mata pada material feromagnetik (baja)?
Liquid Penetrant Test (PT).
Radiography Test (RT).
Magnetic Particle Test (MT).
Visual Test (VT).
Impact Test.
Visual Test (VT) adalah pengujian yang paling dasar dan wajib. Cacat manakah yang tidak mungkin dideteksi hanya dengan pengujian VT?
A. Undercut.
B. Porositas permukaan.
C. Slag Inclusion di permukaan.
D. Retak di dalam Weld Metal.
E. Distorsi atau penyimpangan dimensi.
Sifat mekanik yang diukur melalui Uji Impak (Impact Test) adalah kemampuan material untuk menahan beban kejut tanpa patah. Sifat ini dikenal sebagai...
Kekuatan Tarik (Tensile Strength).
Kekerasan (Hardness).
Ketangguhan (Toughness).
Kelelahan (Fatigue).
Kekakuan (Stiffness).
Baja karbon tinggi memiliki kadar Karbon (C) yang lebih dari 0.5%. Apa peran utama C yang menyebabkan material ini memiliki kekuatan tinggi tetapi sulit dilas?
C meningkatkan ketahanan korosi.
C meningkatkan Kekerasan dan Kegetasan (kerentanan retak).
C membuat busur las lebih stabil.
C mengurangi distorsi.
C berfungsi sebagai gas pelindung.
Dokumen WPS harus mencantumkan Suhu Interpass. Apa alasan utama WPS harus mengatur batas maksimum Suhu Interpass?
Untuk mencegah slag menempel terlalu kuat.
Untuk mengontrol agar juru las tidak terlalu lelah.
Untuk mencegah Masukan Panas (Heat Input) berlebihan yang merusak sifat mekanik HAZ (terutama pada baja QT).
Untuk memastikan lasan mudah diuji.
Untuk mempercepat proses pengelasan multi-pass.
Variabel esensial dalam WPS adalah parameter yang jika diubah akan memengaruhi sifat mekanik sambungan las. Contoh variabel esensial yang sangat memengaruhi struktur mikro adalah...
Sudut kemiringan torch.
Jenis backup strip yang digunakan.
Jenis kawat las (Klasifikasi AWS).
Suhu ruangan.
Jenis tack weld yang digunakan.
Apa tujuan utama dilakukannya Uji Tekuk (Bend Test) pada material PQR?
Mengukur seberapa keras Weld Metal.
Mengukur dimensi akhir lasan.
Membuktikan sambungan las memiliki keuletan yang cukup (tidak getas/rapuh).
Mengukur residual stress.
Menguji daya tahan terhadap korosi.
Jika WPS untuk SMAW menggunakan elektroda E7018, juru las tidak boleh menggantinya dengan E6010 tanpa kualifikasi ulang. Alasannya adalah...
E6010 lebih sulit didapat.
Perbedaan tipe elektroda sangat memengaruhi kandungan Hidrogen dan Heat Input.
E6010 hanya untuk las downhill.
E7018 lebih mahal.
Perubahan ini adalah variabel non-esensial.
Cacat las yang berbentuk alur memanjang di tepi Weld Metal yang disebabkan oleh arus terlalu tinggi atau teknik ayunan yang salah disebut...
Porositas.
Slag Inclusion.
Lack of Fusion.
Undercut.
Overlap.
Metode NDT yang menggunakan gelombang suara berfrekuensi tinggi untuk mendeteksi lokasi dan ukuran cacat internal seperti retak dan lamellar tearing pada plat tebal adalah...
Radiography Test (RT).
Liquid Penetrant Test (PT).
Magnetic Particle Test (MT).
Visual Test (VT).
Dalam inspeksi Visual Test, penyimpangan dimensi seperti Excessive Reinforcement (Tinggi lasan berlebih) dan Excessive Convexity harus diukur. Alat ukur paling dasar dan wajib yang digunakan juru las untuk mengukur cacat ini adalah...
Jangka sorong (Vernier Caliper).
Dial Indicator.
Welding Gauge (Gage).
Micrometer.
Laser Level.
Cacat Inklusi Tungsten pada pengelasan TIG (GTAW) disebabkan oleh...
Kecepatan gas pelindung terlalu rendah.
Sudut elektroda Tungsten yang salah.
Ujung elektroda Tungsten menyentuh Weld Pool saat pengelasan.
Arus AC digunakan.
Tidak adanya post-flow gas.
Jika ditemukan cacat Lack of Penetration (Penetrasi kurang) pada akar las, prosedur perbaikan berdasarkan standar umum adalah...
Mengabaikannya jika tidak terlihat dari permukaan.
Melakukan post-weld peening.
Menggerinda (grind) cacat hingga hilang dan mengelas ulang akar las.
Melakukan PWHT pada cacat tersebut.
Menambahkan bead las yang sangat tebal di atas sambungan.
1. Anda adalah seorang inspektur las yang menemukan cacat Lack of Fusion (tidak terjadi peleburan) di antara Weld Metal dan dinding alur. Cacat ini terdeteksi melalui Ultrasonic Test (UT). Pilih dua penyebab utama terjadinya Lack of Fusion yang berkaitan dengan teknik pengelasan juru las.
Arus pengelasan terlalu rendah dan sudut elektroda yang salah
Penggunaan material yang tidak sesuai dan suhu lingkungan terlalu tinggi
Pengelasan dilakukan terlalu cepat dan penggunaan gas pelindung yang berlebihan
Kebersihan permukaan logam yang buruk dan pemilihan kawat las yang salah
Langkah perbaikan (repair) yang harus dilakukan sesuai standar umum sebelum lasan dengan cacat Lack of Fusion dapat diterima adalah:
Menggiling atau memotong area cacat, membersihkan, dan melakukan pengelasan ulang sesuai prosedur yang benar.
Menutup area cacat dengan cat pelindung tanpa perbaikan lebih lanjut.
Meningkatkan arus listrik tanpa menghilangkan cacat.
Membiarkan cacat tanpa tindakan karena dianggap tidak berbahaya.
Tentukan penyebab yang paling mungkin dari cacat Undercut dan Porositas Permukaan pada sambungan las pipa berikut:
Undercut:
Porositas Permukaan:
Undercut: Arus las terlalu tinggi; Porositas Permukaan: Kontaminasi gas pelindung
Undercut: Kecepatan pengelasan terlalu rendah; Porositas Permukaan: Pemanasan berlebih
Undercut: Elektroda terlalu besar; Porositas Permukaan: Tekanan gas terlalu rendah
Undercut: Permukaan pipa tidak rata; Porositas Permukaan: Penggunaan elektroda yang salah
Cara penanggulangan praktis yang harus dilakukan juru las pada saat pengelasan berlangsung untuk mencegah kedua cacat tersebut adalah:
Menjaga kebersihan permukaan benda kerja dan mengatur arus listrik sesuai kebutuhan
Menggunakan bahan tambahan secara berlebihan
Meningkatkan kecepatan pengelasan tanpa memperhatikan kualitas
Mengabaikan suhu lingkungan saat pengelasan
Radiography Test (RT) dan Magnetic Particle Test (MT) adalah dua metode pengujian cacat las. Manakah dari kedua metode ini yang paling efektif untuk mendeteksi cacat internal seperti Inklusi Terak dan Lack of Fusion pada sambungan lasan?
Radiography Test (RT) lebih efektif untuk mendeteksi cacat internal seperti Inklusi Terak dan Lack of Fusion.
Magnetic Particle Test (MT) lebih efektif untuk mendeteksi cacat internal seperti Inklusi Terak dan Lack of Fusion.
Kedua metode sama efektifnya untuk mendeteksi cacat internal.
Tidak ada metode yang efektif untuk mendeteksi cacat internal.
Salah satu penyesuaian parameter pengelasan yang dapat mengurangi risiko Slag Inclusion pada pengelasan multi-pass adalah:
Meningkatkan arus pengelasan
Menurunkan kecepatan pengelasan
Mengurangi diameter elektroda
Menggunakan gas pelindung yang berbeda
Yang dimaksud dengan WPS adalah...
Wireless Protected Setup
Wireless Personal Security
Wired Protected System
Wireless Protocol Service
Perbedaan antara WPS dan PQR adalah...
WPS adalah dokumen prosedur pengelasan, sedangkan PQR adalah dokumen hasil uji pengelasan.
WPS adalah hasil uji pengelasan, sedangkan PQR adalah prosedur pengelasan.
WPS dan PQR adalah dokumen yang sama.
WPS digunakan untuk menguji hasil pengelasan, sedangkan PQR digunakan untuk membuat prosedur pengelasan.
